01.10.21       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, Anda berasal dari marga yang sangat luhur. Anda harus berubah dari Brahmana menjadi dewa-dewi. Oleh sebab itu, akhirilah semua kebiasaan kotor Anda yang penuh sifat buruk.

Pertanyaan:
Apa yang tidak ada hubungannya dengan studi ini?

Jawaban:
Cara Anda berpakaian tidak ada hubungannya dengan studi ini. Anda tidak perlu mengganti pakaian Anda di sini. Sang Ayah mengajar Anda, jiwa-jiwa. Sang jiwa mengetahui bahwa dirinya mengenakan badan tua yang tidak suci, maka tidak jadi masalah, pakaian biasa seperti apa yang Anda kenakan pada badan tua ini. Baik sang jiwa maupun badannya sama-sama jelek. Sang Ayah mengubah jiwa-jiwa yang jelek menjadi rupawan.

Om Shanti.
Anda, anak-anak rohani, sedang duduk di hadapan Sang Ayah rohani di sekolah spiritual ini. Ini bukan sekolah duniawi. Sang Ayah rohani duduk di sekolah spiritual dan mengajarkan Raja Yoga kepada Anda, anak-anak rohani. Anda anak-anak tahu bahwa Anda sedang duduk bersama Sang Ayah rohani agar bisa berubah dari manusia biasa menjadi Narayana, yaitu mengklaim status dewa-dewi sekali lagi. Ini adalah sesuatu yang baru. Anda juga tahu bahwa dahulu ada kerajaan Lakshmi dan Narayana, dan bahwa mereka bermahkota ganda. Mereka memiliki mahkota cahaya dan juga mahkota bertatahkan permata. Pada mulanya, mereka memiliki mahkota cahaya. Jiwa-jiwa yang dahulu pernah ada dan kemudian tiada, dilukiskan dengan lingkaran cahaya putih di sekeliling kepala mereka. Itu adalah lambang kesucian. Jiwa-jiwa yang tidak suci tidak bisa digambarkan dengan cahaya. Ketika foto Anda diambil, tidak bisa ada cahaya yang ditunjukkan dalam foto itu. Orang-orang menggunakan lingkaran cahaya sebagai lambang kesucian. Ada cahaya dan kegelapan: siang Brahma adalah cahaya sedangkan malam Brahma adalah kegelapan. Kegelapan berarti bahwa tidak ada cahaya yang mengelilinginya. Anda anak-anak tahu bahwa hanya Sang Ayahlah yang datang untuk mengubah jiwa-jiwa yang jelek, yaitu mereka yang tidak suci, menjadi jiwa-jiwa yang suci. Pada saat ini, tidak ada kerajaan yang suci. Di zaman emas, sebagaimana raja dan ratu, demikian juga rakyat mereka; semuanya suci. Itulah kerajaan Lakshmi dan Narayana. Anda anak-anak harus menerangkan dengan sangat jelas, menggunakan gambar ini. Inilah tujuan dan sasaran Anda. Masih ada lebih banyak gambar yang bagus untuk membantu Anda menjelaskan. Inilah sebabnya, ada banyak gambar yang disimpan di sini. Orang-orang tidak bisa langsung mengerti bahwa mereka akan berubah dari tamopradhan menjadi satopradhan melalui perziarahan ingatan ini, dan bahwa mereka nantinya akan memasuki mukti dan kemudian jeevan mukti. Tak seorang pun di dunia mengetahui apa yang dimaksud dengan jeevan mukti. Bahkan, tak seorang pun tahu kapan kerajaan Lakshmi dan Narayana dahulu ada. Anda tahu bahwa Anda sekarang sedang mengklaim kedaulatan kesucian dewa-dewi dari Sang Ayah. Anda bisa menerangkan dengan sangat jelas, menggunakan gambar-gambar. Hanya di Bharatalah mereka memuja jiwa-jiwa bermahkota ganda. Ada sosok seperti itu dalam gambar tangga. Orang-orang memiliki mahkota, tetapi bukan mahkota cahaya. Hanya jiwa-jiwa yang sucilah yang dipuja. Cahaya adalah lambang kesucian. Bukan berarti bahwa ada cahaya yang bersinar ketika seseorang duduk di atas singgasana. Bukan. Itu adalah lambang kesucian. Anda sekarang adalah pembuat upaya; itulah sebabnya, Anda tidak bisa ditunjukkan dengan cahaya itu. Baik jiwa maupun badan dewa-dewi itu suci. Di sini, tidak ada orang yang memiliki badan yang suci. Itulah sebabnya, mereka tidak bisa ditunjukkan dengan cahaya itu. Beberapa orang di antara Anda sepenuhnya hidup suci, sedangkan yang lain hidup setengah-suci. Mereka mengalami banyak badai Maya, sehingga mereka disebut setengah-suci. Sebagian lagi menjadi sepenuhnya tidak suci. Mereka bisa memahami sendiri bahwa mereka telah menjadi sepenuhnya tidak suci. Jiwa-jiwa telah menjadi tidak suci, sehingga tidak bisa ditunjukkan dengan cahaya. Anda anak-anak tidak boleh lupa bahwa Anda adalah anak-anak Sang Ayah Yang Maha Tinggi, jadi Anda harus memiliki martabat kebangsawanan yang sedemikian tinggi. Contohnya, ketika seorang petugas kebersihan kamar mandi menjadi anggota DPR atau MPR, atau jika dia belajar dan meraih jabatan tertentu, dia pasti akan berpenampilan kelas atas. Ada banyak orang seperti itu. Sekalipun berasal dari kasta yang sama, tetapi pada saat mereka menerima jabatan tersebut, mereka menjadi sangat terintoksikasi, sehingga mereka pun berbusana sesuai dengan jabatan itu. Demikian juga, Anda sekarang sedang belajar agar bisa berubah dari tidak suci menjadi suci. Mereka menjadi dokter atau pengacara melalui studi mereka, akan tetapi, mereka tetap tidak suci, karena studi mereka bukan bertujuan untuk menjadi suci. Anda tahu bahwa Anda akan menjadi dewa-dewi yang suci di masa depan, jadi kebiasaan-kebiasaan shudra Anda harus terus dibuang. Dalam hati, Anda harus merasakan intoksikasi karena Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita Paramatma) sedang menjadikan Anda bermahkota ganda. Kita sedang berubah dari shudra menjadi Brahmana, dan kemudian kita akan menjadi dewa-dewi. Jadi, semua kebiasaan kotor yang penuh sifat buruk itu harus dibuang. Semua hal yang bersifat iblis harus ditanggalkan. Ketika seseorang berganti status dari petugas kebersihan kamar mandi menjadi anggota MPR, seluruh standar hidup dan tempat tinggalnya berubah menjadi kelas satu. Itu berlaku hanya untuk saat ini. Namun, Anda tahu Anda akan menjadi apa di masa depan. Berbicaralah seperti ini kepada diri sendiri: “Seperti apa saya sebelumnya dan telah menjadi seperti apa saya sekarang?” Anda dahulu juga bagian dari marga shudra, tetapi sekarang, Anda sedang menjadi master dunia. Ketika seseorang meraih status tinggi, dia merasakan intoksikasi. Jadi, siapa diri Anda sebelumnya? Anda dahulu tidak suci dan kotor. Sekarang, Tuhan sedang mengajar Anda dan menjadikan Anda master atas hal-hal yang tak terbatas. Anda mengerti bahwa Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita Paramatma) benar-benar datang kemari untuk mengajarkan Raja Yoga kepada Anda. Beliau tidak mungkin mengajarkannya di alam jiwa atau alam halus. Anda semua, jiwa-jiwa, adalah penghuni hunian yang sangat jauh. Anda datang kemari untuk memainkan peran Anda. Peran 84 kelahiran harus dilakonkan. Orang-orang berbicara tentang 8,4 juta spesies. Mereka benar-benar berada dalam kegelapan ekstrem. Anda sekarang mengerti bahwa 5000 tahun yang lalu, Anda adalah dewa-dewi, tetapi Anda sekarang telah menjadi tidak suci. Orang-orang bernyanyi, “Wahai, Sang Penyuci, datanglah! Sucikanlah kami!” Akan tetapi, mereka tidak mengerti bahwa Sang Ayah sendiri harus datang untuk menjadikan Anda suci, dan bahwa Beliau sedang mengajarkan Raja Yoga kepada Anda. Tidak ada seorang pun yang bisa mengklaim status tinggi tanpa belajar. Anda tahu bahwa Baba mengajar Anda dan mengubah Anda dari manusia biasa menjadi Narayana. Tujuan dan sasaran berada di hadapan Anda. Status rakyat bukanlah sasaran dan tujuan Anda. Ada gambar Lakshmi dan Narayana. Di mana lagi ada orang yang bisa mengajar Anda dengan gambar seperti ini? Anda memiliki seluruh pengetahuan dalam intelek Anda. Kita telah menjadi tidak suci karena mengalami 84 kelahiran. Gambar tangga sangat bagus. Ini adalah dunia yang tidak suci, dan semua sadhu dan orang suci juga termasuk di dalamnya. Mereka sendiri terus bernyanyi, “Wahai, Sang Penyuci, datanglah!” Dunia yang tidak suci ini tidak bisa disebut “dunia suci”; dunia yang suci adalah dunia baru. Tidak ada jiwa suci yang bisa tinggal di dunia lama yang tidak suci ini. Anda anak-anak harus penuh dengan intoksikasi, karena Anda adalah murid-murid Ketuhanan dan Tuhanlah yang sedang mengajar Anda. Sang Ayah datang dan hanya mengajar mereka yang miskin. Pakaian orang-orang miskin sangat kotor. Anda jiwa-jiwa sekarang sedang belajar. Sang jiwa tahu bahwa dia memiliki badan tua, dan tidak masalah jika Anda mengenakan pakaian biasa pada badan itu. Ini bukan persoalan mengganti pakaian Anda atau memamerkan apa pun. Ini tidak ada hubungannya dengan cara Anda berpakaian. Sang Ayah hanya mengajar Anda, jiwa-jiwa. Badan itu tidak suci. Jadi, sekalipun Anda mengenakan pakaian yang sangat mewah pada badan itu, baik badan maupun jiwa tetap saja tidak suci. Orang-orang menunjukkan sosok Krishna berkulit biru, karena jiwa dan badannya sama-sama jelek, dan dia adalah anak desa. Anda semua dahulu adalah anak desa. Semua manusia di dunia ini yatim-piatu; mereka sama sekali tidak mengenal Sang Ayah. Semua orang memiliki ayah terbatas, tetapi hanya Anda, para Brahmana, yang telah menemukan Sang Ayah yang tak terbatas. Sang Ayah yang tak terbatas sekarang sedang mengajarkan Raja Yoga kepada Anda. Ada pengetahuan dan ada pemujaan. Ketika akhir pemujaan tiba, Sang Ayah datang dan memberikan pengetahuan kepada Anda. Sekarang adalah masa akhir. Semua hal ini tidak akan ada di zaman emas. Dunia lama ini sekarang sudah mencapai tahapan harus dihancurkan. Dunia suci disebut surga. Ini diterangkan dengan sangat jelas dalam gambar-gambar. Radhe dan Krishna kemudian menjadi Lakshmi dan Narayana. Ini juga tidak dipahami oleh siapa pun. Anda tahu bahwa mereka masing-masing berasal dari kerajaan yang berbeda. Anda telah menyaksikan upacara pernikahan di zaman emas. Sebelumnya, Anda anak-anak memiliki segala macam alat musik untuk menghibur Anda di Pakistan. Anda memperoleh penglihatan gaib tentang segala sesuatu. Anda tahu bahwa Anda sekarang sedang mempelajari Raja Yoga. Jangan melupakan ini. Sekalipun Anda mungkin sedang memasak atau mencuci piring, jiwalah yang belajar. Semua orang datang dan duduk di sini. Orang-orang penting tidak datang kemari, karena mereka beranggapan bahwa hanya orang miskinlah yang datang ke sini, jadi mereka merasa malu. Sang Ayah adalah Tuhan Bagi Yang Miskin. Bahkan petugas kebersihan kamar mandi pun datang ke center-center. Orang-orang Islam juga datang. Sang Ayah berkata, “Tanggalkanlah semua agama jasmani.” Mengatakan, “Saya orang Gujarat, saya ini atau itu,” semuanya adalah kesadaran badan. Di sini, Sang Ayah Yang Maha Tinggi sedang mengajar Anda, jiwa-jiwa. Sang Ayah berkata, “Saya telah memasuki badan orang biasa.” Hanya orang-orang biasa yang akan mendatangi manusia biasa. Anda paham bahwa orang ini sebelumnya adalah seorang saudagar permata. Sang Ayah sendiri mengingatkan Anda tentang apa yang diberitahukan-Nya kepada Anda di siklus sebelumnya, “Saya memasuki badan tua orang biasa. Saya memasuki badan orang ini pada penghujung kelahiran terakhir dari banyak kelahirannya. Saya memberi tahu dia, ‘Anda tidak mengetahui tentang kelahiran-kelahiran Anda sendiri.’” Beliau tidak memberikan pengetahuan hanya kepada Arjuna selagi duduk dalam kereta kuda. Itu tidak bisa disebut sekolah, dan ini juga bukan medan pertempuran; ini adalah studi. Anda anak-anak harus memberi perhatian penuh terhadap studi. Kita harus belajar sepenuhnya dan menjadi bermahkota ganda. Sekarang, kita tidak memiliki satu mahkota pun. Kita akan bermahkota ganda di masa depan. Mahkota cahaya hilang di zaman perunggu dan hanya tersisa satu mahkota. Mereka yang bermahkota tunggal memuja jiwa-jiwa bermahkota ganda. Lambang ini pasti harus ada. Baba terus memberi Anda petunjuk untuk membuat berbagai gambar. Jadi, mereka yang akan membuat gambar-gambar ini harus benar-benar memperhatikan murli. Sangat mudah bagi Anda untuk menjelaskan kepada siapa pun dengan menggunakan gambar; sama seperti di universitas, mereka menunjukkan sesuatu di peta sehingga intelek para siswa mengerti bahwa Eropa ada di belahan dunia sebelah sini, Irlandia di sebelah sana, dan London di sebelah situ. Bagaimana mungkin seseorang bisa tahu di mana letak Eropa jika dia belum pernah melihat peta? Ketika orang melihat peta, itu dipahami oleh intelek mereka dengan sangat cepat. Sekarang, Anda tahu bahwa di puncak, ada dewa-dewi bermahkota ganda yang layak dipuja. Kemudian, selagi menuruni tangga, mereka menjadi pemuja; mereka terus menuruni anak tangga. Gambar tangga ini sangat mudah dimengerti dan semua orang mampu memahaminya. Akan tetapi, tidak ada yang melekat dalam intelek sebagian orang. Keberuntungan mereka memang sedemikian rupa! Di sekolah, ada murid-murid yang lulus, dan ada yang gagal. Jika mereka tidak memiliki keberuntungan itu, mereka tidak akan berupaya, atau mereka jatuh sakit sehingga tidak mampu belajar. Ada beberapa murid yang belajar sepenuhnya, tetapi itu tetap merupakan studi duniawi, sedangkan ini adalah studi spiritual. Intelek keemasan diperlukan untuk studi ini. Dengan mengingat Sang Ayah, Sang Emas, yang senantiasa suci dan murni, Anda jiwa-jiwa akan terus menjadi seperti emas. Ada ungkapan, “Intelek orang ini bagaikan kerikil.” Mereka tidak akan berkata seperti itu di sana, karena itu adalah surga. Orang-orang telah lupa bahwa Bharata dahulu adalah surga. Anda bisa menjelaskan ini dalam berbagai pameran dan kemudian meminta mereka mengulanginya. Anda tidak bisa melakukan ini dengan proyektor. Pertama-tama, gambar Trimurti, gambar Lakshmi dan Narayana, serta gambar tangga, sangat penting. Pengetahuan tentang keseluruhan 84 kelahiran tercakup dalam gambar Lakshmi dan Narayana. Anda anak-anak harus terus-menerus memikirkan ini sepanjang hari. Setiap center pasti harus memiliki gambar-gambar utama. Orang-orang akan mampu mengerti dengan sangat jelas dari gambar-gambar itu. Kerajaan ini sedang didirikan melalui Brahma. Kita adalah Brahma Kumar dan Brahma Kumari, anak-anak Prajapita Brahma. Sebelumnya, kita berada dalam marga shudra, tetapi kita sekarang menjadi bagian marga Brahmana. Kita nantinya akan menjadi dewa-dewi. Shiva Baba mengubah kita dari shudra menjadi Brahmana. Tujuan dan sasaran berada di hadapan kita. Lakshmi dan Narayana dahulu adalah master surga. Lalu, bagaimana mereka menuruni tangga? Lihatlah, seperti apa mereka dahulu dan telah menjadi apa mereka sekarang: mereka sepenuhnya menjadi buddhu. Lakshmi dan Narayana dahulu memerintah kerajaan di Bharata. Orang-orang Bharata harus mengetahui apa yang terjadi sesudah itu dan ke mana mereka pergi. Apakah ada pihak yang menaklukkan mereka? Apakah mereka mengalahkan siapa pun dalam pertempuran? Mereka tidak menaklukkan siapa pun dan mereka juga tidak dikalahkan. Semua ini adalah persoalan Maya. Begitu kerajaan Rahwana dimulai, mereka terjerumus ke dalam lima sifat buruk dan kehilangan kerajaan mereka. Kemudian, dengan menaklukkan lima sifat buruk, mereka menjadi dewa-dewi kembali. Sekarang, inilah kemegahan kerajaan Rahwana. Kita sedang mendirikan kerajaan kita secara tersamar. Anda begitu biasa-biasa saja, sementara yang sedang mengajar Anda adalah Yang Esa, Yang Maha Tinggi. Sang Ayah yang tak berwujud jasmani memasuki badan yang tidak suci dan mengubah Anda menjadi seperti mereka (Lakshmi dan Narayana). Beliau datang ke dunia yang tidak suci dari hunian yang sangat jauh serta memasuki badan yang tidak suci. Meskipun demikian, Beliau tidak menjadikan diri-Nya seperti Lakshmi atau Narayana. Beliau menjadikan Anda anak-anak seperti Lakshmi dan Narayana. Akan tetapi, Anda tidak melakukan upaya penuh untuk menjadi sedemikian rupa. Siang dan malam, Anda harus belajar dan mengajar orang lain. Baba menjelaskan metode yang sangat mudah kepada Anda, hari demi hari. Penjelasan harus dimulai dengan Lakshmi dan Narayana. Bagaimana mereka mengalami 84 kelahiran? Mereka sekarang sedang belajar dalam kelahiran mereka yang terakhir, kemudian dinasti mereka akan tercipta. Ada begitu banyak hal yang harus dijelaskan. Baba memberi Anda petunjuk untuk membuat gambar-gambar. Ketika Anda membuat gambar, Anda harus berlari menemui Baba. Baba akan membetulkannya dan memberi Anda petunjuk lebih lanjut. Baba berkata, “Saya adalah Maharaja di atas segala maharaja. Gudang harta Anda akan menjadi penuh. Anda tidak perlu mengkhawatirkan apa pun.” Ada begitu banyak anak yang duduk di sini. Baba tahu melalui anak-anak yang mana Beliau bisa mengisi gudang harta. Baba berpikir untuk mengangkat Jaipur dengan kekuatan besar. Ada museum hatha yogi di sana. Museum Raja Yoga Anda harus didirikan dengan begitu menarik sehingga semua orang bisa mengunjungi dan melihatnya. Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, salam, dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Agar intelek Anda bisa meresapkan pengetahuan yang suci, jadikanlah cawan intelek Anda keemasan. Hanya dengan mengingat Baba, cawan intelek Anda bisa menjadi keemasan.

2. Anda sekarang telah menjadi Brahmana. Oleh sebab itu, akhirilah semua kebiasaan shudra. Hiduplah dengan kebangsawanan yang agung. Pertahankan intoksikasi bahwa Anda sedang menjadi master dunia.

Berkah:
Semoga Anda mengubah drishti (pandangan) dan vritti (sikap mental) Anda serta menjadi sosok yang memberikan penglihatan ilahi, dan dengan demikian, mentransformasi dunia.

Jadikanlah drishti Anda ilahi dengan cara mengubah vritti Anda, maka banyak jiwa akan mampu melihat wujud mereka yang sejati, hunian mereka yang sejati, dan kerajaan mereka yang sejati, melalui drishti Anda. Agar bisa memberi mereka drishti yang sejati, jangan ada sedikit pun kenakalan kesadaran badan dalam vritti Anda. Perbaruilah vritti Anda, dan jadikanlah drishti Anda ilahi, maka dunia akan ditransformasi. Mereka yang melihat Anda akan mengalami bahwa mata Anda bukanlah mata biasa, melainkan mengandung keajaiban. Mata Anda akan menjadi sarana untuk memberikan penglihatan ilahi kepada mereka.

Slogan:
Di samping semangat dan antusiasme untuk melakukan pelayanan, memiliki vritti (sikap mental) ketidaktertarikan yang tak terbatas juga merupakan sarana kesuksesan.