05.10.20       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, duduklah dalam kesendirian dan berlatihlah mengalami diri Anda sebagai jiwa yang terpisah dari badan Anda. Inilah yang disebut “mati selagi hidup”.

Pertanyaan:
Apa arti kesendirian? Apa yang harus Anda rasakan selagi duduk dalam kesendirian?

Jawaban:
Arti kesendirian (tenggelam dalam kedalaman Yang Esa) adalah duduk mengingat Yang Esa sehingga kesadaran atas badan berakhir. Ini berarti, duduk dalam kesendirian dan mengalami: “Saya, sang jiwa, meninggalkan badan ini dan pergi kepada Sang Ayah.” Tidak ada orang lain yang boleh diingat. Lampauilah kesadaran badan selagi duduk di sana, seolah-olah Anda mati atas badan Anda. “Saya adalah jiwa, anak Shiva Baba.” Itu saja! Dengan melatih ini, kesadaran badan Anda akan terus terputus.

Om Shanti.
Sang Ayah pertama-tama menjelaskan kepada Anda anak-anak, “Anak-anak yang termanis, selagi duduk mengingat Baba, sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan teruslah mengingat Sang Ayah.” Intelek Anda tidak boleh tertarik ke tempat lain. Anda anak-anak tahu bahwa Anda adalah jiwa. Saya, sang jiwa memainkan peran melalui badan ini. Jiwa tak termusnahkan, sedangkan badan dapat musnah. Oleh karena itu, Anda anak-anak harus menjadi sadar jiwa dan tinggal dalam ingatan Sang Ayah. Saya adalah jiwa dan tergantung pada saya untuk membuat panca indra ini bekerja atau tidak. Anda harus menyadari bahwa diri Anda terpisah dari badan Anda. Sang Ayah berkata, “Sadarilah diri Anda sebagai jiwa.” Teruslah melupakan badan Anda. Saya, sang jiwa, berdiri sendiri. Saya tidak boleh mengingat siapa pun kecuali Sang Ayah. Selama saya hidup, saya harus tinggal dalam tahapan kematian. Yoga kita, jiwa-jiwa, sekarang harus dengan Sang Ayah. Saya mati terhadap dunia dan rumah saya. Ada istilah: “Ketika Anda mati, dunia pun mati bagi Anda.” Anda sekarang harus mati selagi hidup. Saya, sang jiwa, adalah anak Shiva Baba. Teruslah melupakan kesadaran atas badan. Sang Ayah berkata, “Sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan ingatlah Saya. Lupakan kesadaran atas badan.” Bukankah ini adalah badan yang tua? Hal-hal yang sudah usang, dibuang. Sadarilah diri Anda sebagai sosok tanpa badan. Anda sekarang harus pergi kepada Sang Ayah selagi mengingat Beliau. Dengan melakukan ini, Anda menanamkan kebiasaan itu. Anda sekarang harus pulang ke rumah. Oleh karena itu, untuk apa Anda mengingat dunia tua ini? Duduklah dalam kesendirian dan berupayalah atas diri Anda. Mereka di jalan pemujaan duduk dalam ruangan kecil dan memutar manik-manik rosario serta melakukan pemujaan. Anda juga harus duduk dalam kesendirian dan mencoba ini, dan Anda kemudian akan menanamkan kebiasaan ini. Anda tidak perlu mengatakan apa pun melalui bibir Anda. Di sini, itu adalah masalah intelek. Shiva Baba adalah Yang Esa yang mengajar Anda. Beliau tidak perlu melakukan upaya. Brahma Babalah yang berupaya. Beliau kemudian menjelaskan kepada Anda anak-anak. Duduklah dan aduklah pengetahuan dengan cara ini sebanyak mungkin. Kita sekarang harus pulang ke rumah kita. Badan ini harus ditanggalkan di sini. Dengan hanya mengingat Sang Ayah, dosa-dosa Anda akan terhapus dan usia Anda akan bertambah. Anda harus selalu berpikir mengenai ini di dalam hati; Anda tidak perlu mengatakan apa pun keras-keras. Di jalan pemujaan, ada yang mengingat unsur brahm, dan yang lain bahkan mengingat Shiva, tetapi ingatan itu tidak akurat. Berhubung mereka tidak memiliki perkenalan Sang Ayah, bagaimana mungkin mereka dapat mengingat Beliau dengan akurat? Anda sekarang telah menerima perkenalan Sang Ayah. Bangunlah saat pagi buta dan teruslah berbicara kepada diri Anda dengan cara ini dalam keheningan. Aduklah samudra pengetahuan dan ingatlah Sang Ayah, “Baba, saya sekarang sungguh-sungguh akan masuk ke pangkuan-Mu.” Itu adalah pangkuan spiritual. Oleh karena itu, berbicaralah kepada diri sendiri dengan cara seperti ini. Baba telah datang. Baba datang setiap siklus dan mengajar kita Raja Yoga. Sang Ayah berkata, “Ingatlah Saya dan ingatlah siklus. Anda harus menjadi pemutar chakra kesadaran diri.” Hanya Sang Ayahlah yang memiliki pengetahuan tentang seluruh siklus. Beliau sekarang memberikannya kepada Anda. Beliau membuat Anda mengetahui tiga aspek waktu. Anda mengetahui keseluruhan tiga aspek waktu, yaitu permulaan, pertengahan, dan akhir. Sang Ayah adalah Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Beliau tidak memiliki badan sendiri. Beliau sekarang duduk dalam badan ini dan menjelaskan kepada Anda. Ini adalah aspek yang luar biasa. Karena Beliau hadir dalam Kendaraan yang Beruntung, pasti harus ada jiwa lain. Ini adalah kelahiran terakhir dari banyak kelahiran orang ini. Dia adalah jiwa suci nomor satu yang kemudian menjadi nomor satu tidak suci. Dia tidak menyebut dirinya Tuhan atau Vishnu dan sebagainya. Tak satu jiwa pun di sini suci; semuanya tidak suci. Jadi, Baba menjelaskan kepada Anda anak-anak, “Aduklah pengetahuan seperti ini dan Anda akan selalu bahagia.” Untuk ini, pasti diperlukan kesendirian. Badan berakhir dengan mengingat Yang Esa. Inilah yang disebut kesendirian. Kulit ini kemudian akan ditanggalkan. Para saniyasi mengingat unsur brahm atau unsur alam, dan selagi mengingat itu, mereka menanggalkan kesadaran atas badan mereka. Satu-satunya kepedulian mereka hanyalah melebur ke dalam unsur brahm. Mereka hanya duduk dalam kesadaran itu. Selagi duduk dalam tapasya itu, mereka menanggalkan badan mereka. Orang-orang di jalan pemujaan banyak sekali tersandung-sandung. Di sini, tidak ada masalah tersandung-sandung. Anda hanya perlu mengingat. Pada saat akhir, tak seorang pun yang lain boleh diingat. Anda harus tinggal di rumah bersama keluarga Anda, tetapi Anda juga harus meluangkan waktu untuk melatih ini. Seorang murid memiliki minat besar terhadap studinya. Ini juga adalah studi. Jika Anda tidak menyadari diri Anda sebagai jiwa, Anda melupakan Sang Ayah, Sang Pengajar, dan Sang Guru. Duduklah dalam kesendirian dan aduklah pengetahuan seperti ini. Vibrasi dalam rumah tangga yang sibuk kurang bagus. Jika memungkinkan untuk membuat pengaturan lain, duduklah dalam kesendirian di sebuah ruangan kecil. Para ibu memiliki waktu di siang hari ketika anak-anak sudah pergi ke sekolah. Kapan pun Anda ada waktu, teruslah melatih ini. Anda hanya memiliki satu rumah, sementara Sang Ayah memiliki banyak toko, dan jumlahnya akan terus bertambah. Orang-orang khawatir mengenai bisnis mereka dan sebagainya, dan mereka kehilangan waktu tidur karena itu. Ini juga adalah bisnis. Baba adalah pialang saham yang besar. Beliau melakukan sangat banyak pertukaran bisnis. Beliau menukar badan tua Anda dengan badan yang baru. Beliau menunjukkan jalan kepada setiap orang. Beliau harus melakukan bisnis ini. Bisnis ini sangat besar. Para pengusaha hanya peduli mengenai bisnis mereka. Baba melakukan bisnis ini dan memberi tahu Anda untuk melakukan hal yang sama. Semakin lama Anda mengingat Sang Ayah, semakin lama Anda akan tetap terjaga. Ketika memperoleh penghasilan, sang jiwa senang dengan dirinya. Orang-orang tetap terjaga pada malam hari untuk memperoleh uang. Selama musim tertentu, mereka bahkan tetap membuka toko mereka sepanjang malam. Anda bisa memperoleh penghasilan yang sangat bagus pada malam hari dan di pagi buta. Anda akan menjadi pemutar chakra kesadaran diri dan mengetahui tiga aspek waktu. Anda mengumpulkan kekayaan untuk 21 kelahiran. Orang-orang berupaya untuk menjadi kaya. Jika Anda mengingat Sang Ayah, dosa-dosa Anda akan terhapus dan Anda akan menerima kekuatan. Jika Anda tidak melakukan perziarahan ingatan, Anda mengalami kerugian besar, karena Anda memiliki beban dosa yang sangat besar di atas kepala Anda. Anda sekarang harus menabung. Ingatlah hanya Yang Esa dan jadilah jiwa yang mengetahui tiga aspek waktu. Anda harus mengumpulkan harta yang tak termusnahkan ini untuk setengah siklus. Ini sangat bernilai. Aduklah samudra pengetahuan dan ambillah permata-permata. Brahma Baba menunjukkan kepada Anda anak-anak cara beliau melakukan ini sendiri. Ada yang mengatakan, “Baba, banyak badai Maya berdatangan.” Baba berkata, “Perolehlah pendapatan sebanyak mungkin. Inilah yang akan berguna. Duduklah dalam kesendirian dan ingatlah Sang Ayah.” Jika Anda memiliki waktu, Anda dapat melakukan banyak pelayanan di kuil dan sebagainya. Anda pasti harus memakai lencana Anda. Setiap orang kemudian akan mengerti bahwa Anda adalah tentara rohani. Anda bahkan menulis bahwa Anda sedang mendirikan surga. Dahulu, ada agama dewa-dewi yang asli dan abadi. Itu tidak ada lagi; itu sedang didirikan sekarang. Lakshmi dan Narayana adalah tujuan dan sasaran Anda. Suatu hari kelak, Anda bahkan akan membawa gambar “trans-light” dengan baterai dan berkeliling ke kota-kota dan desa-desa serta memberi tahu setiap orang bahwa Anda sedang mendirikan kerajaan ini. Gambar ini kelas satu. Gambar ini akan menjadi sangat terkenal. Bukan hanya Lakshmi dan Narayana yang akan ada; akan ada juga seluruh kerajaan mereka. Kedaulatan diri sedang didirikan. Sang Ayah sekarang berkata, “Manmanabhav! Ingatlah Sang Ayah dan dosa-dosa Anda akan terhapus.” Mereka mengatakan bahwa mereka akan merayakan Gita sepanjang satu minggu. Semua rencana ini sedang dibuat sama persis seperti pada siklus yang lalu. Jika Anda membawa gambar ini berkeliling ke seluruh kota, setiap orang akan menjadi sangat bahagia melihatnya. Beri tahulah mereka, “Ingatlah Sang Ayah dan warisan. Manmanabhav! Ini adalah istilah dari Gita. Shiva Baba adalah Tuhan. Beliau berkata, ‘Ingatlah Saya dan dosa-dosa Anda akan terhapus!’ Dengan mengingat siklus 84 kelahiran, Anda akan menjadi ini.” Anda dapat terus memberi hadiah buku atau literatur ini. Gudang harta Shiva Baba selalu berlimpah. Seiring perkembangan, banyak pelayanan akan terjadi. Tujuan dan sasaran sangat jelas. Dahulu, ada satu kerajaan dan satu agama, dan Anda sangat kaya. Orang-orang ingin ada satu kerajaan dan satu agama. Tanda-tanda mengenai apa yang orang inginkan terlihat di hadapan Anda. Nanti, mereka akan mengerti bahwa apa yang Anda katakan adalah benar. Kerajaan di mana ada 100% kesucian, kedamaian, dan kebahagiaan, sekali lagi sedang didirikan. Anda kemudian juga akan menjadi bahagia. Anak panah Anda akan menembus sasaran ketika Anda mengingat Baba. Anda hanya perlu berbicara sedikit, selalu dalam keheningan, dan tidak terlalu banyak berkata-kata. Baba tidak suka lagu-lagu atau puisi dan sebagainya. Anda tidak boleh membandingkan diri Anda dengan orang-orang di luar. Segala milik Anda sepenuhnya berbeda. Sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan ingatlah Sang Ayah. Itu saja! Anda harus memiliki slogan-slogan yang sangat bagus, agar ketika orang-orang membaca itu, mereka akan terbangun. Jumlah anak-anak terus bertambah, tetapi gudang harta selalu penuh. Apa pun yang anak-anak berikan, itu kemudian digunakan oleh anak-anak sendiri. Sang Ayah tidak membawa uang bersama Beliau. Segala sesuatu milik Anda digunakan oleh Anda. Orang-orang Bharata percaya bahwa mereka sedang memperbarui banyak hal. Mereka mengatakan bahwa dalam lima tahun akan ada banyak biji-bijian (beras, gandum, dan sebagainya) sehingga tidak akan pernah ada kesulitan mengenai biji-bijian, sementara Anda tahu bahwa keadaan akan menjadi sedemikian rupa, sehingga tidak akan ada makanan apa pun untuk dimakan. Bukan berarti bahwa biji-bijian akan menjadi murah. Anda anak-anak tahu bahwa Anda sedang mengklaim keberuntungan kerajaan Anda untuk 21 kelahiran. Anda akan harus menoleransi sedikit kesulitan ini. Ada ungkapan: “Tidak ada nutrisi sebergizi kebahagiaan.” “Kebahagiaan tiada tara para gope dan gopi” juga dikenang. Akan ada banyak anak. Mereka yang berasal dari bibit pohon ini akan terus datang. Pohon itu harus tumbuh di sini. Pendirian sedang berlangsung di sini. Dalam agama-agama lain, tidaklah seperti ini; mereka datang dari atas sana. Ketika mereka datang, seakan-akan pohon mereka sudah ditanam. Kemudian, mereka terus turun, secara berurutan, dan pohon mereka terus tumbuh. Mereka tidak memiliki kesulitan sama sekali. Mereka harus turun dari atas dan memainkan peran mereka. Oleh karena itu, tidak ada perihal pujian. Para pengikut terus mengikuti pendiri agama mereka turun ke sini. Ajaran apa yang mereka berikan untuk mencapai keselamatan? Tidak ada sama sekali! Di sini, Sang Ayah mendirikan agama dewa-dewi masa depan. Bibit baru ditanam di zaman peralihan. Pertama-tama, bibit ditanam dalam sebuah pot, kemudian dipindahkan ke tanah, dan itu terus tumbuh di sana. Anda semua sedang menanam bibit pohon. Itu kemudian akan tumbuh di zaman emas dan Anda akan memperoleh keberuntungan kerajaan. Anda sedang mendirikan dunia baru. Orang-orang percaya bahwa masih ada sekian banyak tahun dari zaman besi, karena kitab suci mengatakan tentang ratusan ribu tahun. Mereka menyangka bahwa zaman besi masih akan berlangsung selama 40.000 tahun dan bahwa Sang Ayah kemudian akan datang dan menciptakan dunia baru. Ada yang percaya bahwa ini adalah Perang Mahabharata yang sama, bahwa Tuhan dari Gita pasti ada. Anda memberi tahu mereka bahwa itu bukanlah Krishna. Sang Ayah telah menjelaskan bahwa Krishna mengalami 84 kelahiran. Ciri-ciri dari satu kelahiran tidak mungkin sama dengan kelahiran yang lain, jadi bagaimana mungkin Krishna dapat datang ke sini? Tak seorang pun memikirkan hal-hal ini. Anda mengerti bahwa Krishna dahulu adalah pangeran surga, jadi bagaimana mungkin dia datang di zaman tembaga? Dengan melihat gambar Lakshmi dan Narayana, Anda mampu memahami segalanya. Shiva Baba memberi Anda warisan ini. Hanya Sang Ayahlah yang mendirikan zaman emas. Gambar siklus dan pohon dan sebagainya tidak kurang bagusnya. Suatu hari nanti, semua gambar yang Anda miliki ini akan dibuat dalam bentuk “trans-light”. Kemudian, setiap orang akan meminta gambar yang demikian. Pelayanan cepat akan terjadi melalui gambar-gambar ini. Begitu banyak anak akan datang kepada Anda sampai-sampai Anda tidak akan memiliki waktu lagi. Ada banyak yang akan datang dan Anda akan bahagia. Hari demi hari, kekuatan Anda akan bertambah. Sesuai dengan drama, mereka yang akan menjadi bunga akan tersentuh. Anda anak-anak tidak akan perlu mengatakan, “Baba, sentuhlah intelek jiwa ini.” Baba tidak menyentuh intelek siapa pun. Pada waktu yang tepat, mereka akan tersentuh dengan sendirinya. Sang Ayah hanya menunjukkan jalan kepada Anda. Ada banyak anak perempuan yang menulis, “Sentuhlah intelek suami saya.” Seandainya Baba menyentuh intelek setiap jiwa, semua akan berkumpul di surga. Harus ada upaya dalam studi. Anda adalah para pembantu Tuhan. Baba terlebih dahulu memberitahukan kebenaran kepada Anda semua. Beliau memberi tahu Anda apa yang Anda harus lakukan dengan tepat. Bawalah gambar-gambar ini bersama Anda dan juga bawalah gambar tangga. Sesuai dengan drama, pendirian harus terjadi. Perhatikanlah petunjuk yang Baba berikan kepada Anda untuk melakukan pelayanan. Baba berkata, “Ciptakan ratusan ribu lencana dengan berbagai model. Belilah karcis kereta api untuk 150 kilometer, berkelilinglah, dan lakukan pelayanan. Pergilah dari satu gerbong ke gerbong berikutnya dan kemudian ke gerbong yang lain.” Ini sangat mudah. Anda anak-anak harus menjadi sangat tertarik untuk melakukan pelayanan. Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, salam, dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Aduklah samudra pengetahuan dan ambillah permata-permata yang sangat bagus. Kumpulkanlah pendapatan. Jadilah pembantu sejati dan lakukanlah pelayanan.

2. Anda harus sangat tertarik untuk belajar. Kapan pun Anda ada waktu, duduklah dalam kesendirian. Berlatihlah menjadi mati atas badan Anda selagi hidup. Teruslah mengalami tahapan ini dan lupakan kesadaran badan.

Berkah:
Semoga Anda menjadi pelayan sejati yang mengakhiri segala perbedaan dan mendatangkan persatuan.

Keistimewaan kehidupan Brahmana adalah menjadikan banyak jiwa bersatu padu. Dengan persatuan Andalah, satu agama dan satu kerajaan akan didirikan di dunia. Jadi, berilah perhatian khusus untuk mengakhiri perbedaan apa pun dan mendatangkan persatuan, maka Anda akan disebut pelayan sejati. Anda bukan pelayan diri sendiri, melainkan pelayan untuk pelayanan. Apa pun yang telah Anda serahkan adalah demi pelayanan. Sama seperti Brahma Baba mempersembahkan tulang-tulang beliau demi pelayanan, demikian juga, biarlah pelayanan terus berlangsung melalui setiap organ fisik Anda.

Slogan:
Hanyutlah dalam cinta kasih Tuhan, maka dunia kesengsaraan ini akan terlupakan.