05.10.21       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, ubahlah jiwa dan badan Anda yang tidak suci itu menjadi suci dengan mengingat Sang Ayah, karena Anda sekarang harus pergi ke dunia yang suci.

Pertanyaan:
Anak-anak manakah yang menemukan Tuhan? Perhitungan apa yang Sang Ayah telah tunjukkan kepada Anda?

Jawaban:
Anak-anak yang menemukan Tuhan adalah mereka yang telah melakukan pemujaan sejak awal. Baba telah menunjukkan kepada Anda perhitungan tentang bagaimana Anda adalah jiwa-jiwa pertama yang melakukan pemujaan. Inilah sebabnya, Andalah jiwa-jiwa yang terlebih dahulu menerima pengetahuan dari Tuhan, dan melalui ini, Anda kemudian memerintah kerajaan di dunia baru. Sang Ayah berkata, “Anda telah mengingat Saya selama setengah siklus. Sekarang, Saya telah datang untuk memberikan buah dari pemujaan Anda.”

Lagu:
Hidup di jalan-Mu dan mati di jalan-Mu.

Om Shanti.
Anda anak-anak mendengar lagu itu. Ketika seseorang meninggal, dia terlahir sebagai anak dari seorang ayah yang lain. Anda tahu bahwa Anda adalah jiwa; “yang lain” mengacu kepada badan Anda. Anda meninggalkan badan Anda, kemudian menjadi anak dari ayah yang lain. Anda telah memiliki begitu banyak ayah fisik. Sesungguhnya, aslinya Anda adalah anak-anak Sang Ayah yang tak berwujud jasmani. Anda, jiwa-jiwa, adalah anak-anak Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita Paramatma). Anda adalah penghuni alam yang disebut hunian nirwana, hunian kedamaian. Sang Ayah juga tinggal di sana. Anda turun kemari dan menjadi anak-anak dari ayah-ayah fisik; Anda melupakan Sang Ayah. Di zaman emas, Anda selalu sangat bahagia. Oleh sebab itu, Anda melupakan Sang Ayah parlokik. Anda tidak mengingat Beliau pada saat bahagia. Anda mengingat Sang Ayah pada saat menderita; jiwa-jiwalah yang mengingat Beliau. Ketika Anda mengingat ayah fisik Anda, intelek Anda tertuju kepada badannya. Ketika Anda mengingat Baba, Anda berkata, “Oh, Baba!” Keduanya adalah Baba, tetapi sebutan yang tepat adalah “Ayah”. Yang Esa adalah Sang Ayah dan orang ini juga ayah. Sang jiwa mengingat Sang Ayah rohani. Jadi, intelek pun tertuju ke atas sana. Sang Ayah rohani duduk di sini dan menjelaskan kepada Anda anak-anak. Anda sekarang tahu bahwa Baba telah datang dan menjadikan kita milik-Nya. Sang Ayah berkata, “Terlebih dahulu, Saya mengirim Anda ke surga. Anda dahulu begitu kaya raya, kemudian Anda mengalami 84 kelahiran, dan sesuai dengan rencana drama, Anda sekarang telah menjadi tidak bahagia. Sesuai dengan drama, dunia lama ini harus berakhir. Anda, jiwa-jiwa, dan kostum badan Anda dahulu satopradhan. Kemudian, sejak zaman emas, Anda jiwa-jiwa menurun ke zaman perak bersama badan Anda, kemudian ke zaman perunggu. Anda jiwa-jiwa sekarang telah menjadi sepenuhnya tidak suci dan badan Anda pun telah menjadi tidak suci. Sebagaimana tidak ada orang yang menyukai emas 14 karat karena itu sudah tercampuri logam, demikian juga Anda, jiwa-jiwa, telah menjadi jelek dan bersifat zaman besi.” Sekarang, bagaimana Anda, jiwa-jiwa, dan badan Anda yang telah menjadi sedemikian kotor, bisa menjadi suci kembali? Ketika jiwa-jiwa menjadi suci, mereka bisa menerima badan yang suci. Bagaimana itu bisa terjadi? Apakah dengan mandi di Sungai Gangga? Tidak. Orang-orang memanggil-manggil, “Wahai, Sang Penyuci, datanglah!” Jiwa-jiwalah yang mengatakan ini. Jadi, intelek mereka tertuju kepada Sang Ayah parlokik: “Oh, Baba!” Lihatlah, betapa manisnya nama “Baba”. Hanya di Bharata, orang mengatakan, “Baba, Baba!” Anda sekarang telah menjadi berkesadaran jiwa dan menjadi milik Baba. Beliau berkata, “Saya dahulu mengirim Anda ke surga dan Anda mengenakan badan-badan baru. Namun, telah menjadi seperti apa Anda sekarang?” Anda harus terus-menerus mengingat hal-hal ini dalam hati. Anda harus semata-mata mengingat Baba. Semua jiwa mengingat Beliau, “Oh, Baba! Kami, jiwa-jiwa, telah menjadi tidak suci! Sekarang, datanglah dan sucikanlah kami.” Ini juga bagian dari drama, dan inilah sebabnya, mereka memanggil-manggil. Sesuai dengan rencana drama, Beliau hanya bisa datang pada saat dunia lama harus menjadi baru. Oleh sebab itu, Beliau pasti datang pada zaman peralihan. Anda anak-anak memiliki keyakinan bahwa Baba adalah Yang Terkasih. Ada ungkapan: “Manis, manis, termanis.” Sekarang, siapa yang manis? Dalam relasi duniawi, ayah yang melahirkan Anda disebut manis. Kemudian, ada pengajar yang mengajarkan studi kepada Anda dan melaluinya Anda mengklaim status. Ada ungkapan bahwa pengetahuan adalah sumber pendapatan. Gyan adalah pengetahuan dan yoga adalah ingatan. Tidak ada manusia yang mengenal Sang Ayah yang tak terbatas. Dalam gambar-gambar, telah ditunjukkan dengan jelas bahwa Shiva Baba menjalankan pendirian melalui Brahma. Bagaimana mungkin Krishna bisa mengajarkan Raja Yoga? Raja Yoga hanya diajarkan untuk mencapai zaman emas, jadi Sang Ayah pasti mengajarkannya pada zaman peralihan. Babalah yang mendirikan zaman emas. Beliau melaksanakannya melalui Brahma. Beliau adalah Karankaravanhar (Yang Esa, yang bertindak dengan melakukan perbuatan melalui orang lain). Orang-orang itu berbicara tentang Trimurti Brahma. Akan tetapi, Shiva adalah Yang Maha Tinggi. Orang ini berwujud jasmani, sedangkan Yang Esa tak berwujud jasmani. Hanya ada satu dunia ini. Siklus dunia terus berputar dan berulang. Tidak ada siklus dunia di alam halus. Sejarah dan geografi dunia berulang. Ada ungkapan: zaman emas, perak, perunggu, dan besi. Zaman peralihan pasti diperlukan di antara zaman besi dan zaman emas. Jika tidak, siapa yang bisa mengubah zaman besi menjadi zaman emas? Sang Ayah hanya datang pada zaman peralihan untuk mengubah penghuni neraka menjadi penghuni surga. Semakin tua dunia ini, semakin besar penderitaan yang terdapat di dalamnya. Semakin tamopradhan jiwa seseorang, semakin besar kesengsaraan yang dialaminya. Dewa-dewi bersifat satopradhan. Yang Esa adalah Pemerintah Ketuhanan Mahakuasa Yang Tertinggi, dan Dharamraj juga bersama dengan-Nya. Sang Ayah berkata, “Anda dahulu adalah penghuni Kuil Shiva. Ini sekarang adalah rumah bordil. Anda dahulu suci, tetapi sekarang telah menjadi tidak suci dan menyebut diri Anda sebagai pendosa.” Jiwa-jiwa berkata, “Saya tanpa kebajikan luhur; saya tidak memiliki sedikit pun kebajikan.” Setiap kali orang-orang pergi ke kuil dewa-dewi, mereka menyanyikan ini di hadapan patung-patung dewa-dewi. Mereka semestinya mengatakan ini di hadapan Sang Ayah. Mereka mengesampingkan Beliau dan mengatakan ini kepada saudara-saudara mereka. Dewa-dewi itu adalah saudara-saudara Anda. Anda tidak mungkin menerima apa pun dari saudara Anda. Anda terus menurun selagi memuja saudara-saudara Anda. Anda anak-anak sekarang telah mengetahui bahwa Sang Ayah telah datang dan bahwa kita menerima warisan dari Beliau. Akan tetapi, manusia sama sekali tidak mengenal Sang Ayah. Mereka berkata bahwa Beliau ada di mana-mana. Sebagian orang kemudian mengatakan bahwa Beliau adalah unsur cahaya yang tanpa batas. Ada yang mengatakan bahwa Beliau melampaui nama dan wujud. Mereka berkata bahwa Beliau berwujud cahaya abadi; lalu, bagaimana mungkin mereka bisa mengatakan bahwa Beliau melampaui nama dan wujud? Karena tidak mengenal Sang Ayah, mereka telah menjadi tidak suci. Jiwa-jiwa memang harus menjadi tamopradhan. Hanya ketika Sang Ayah datang, barulah Beliau bisa menyucikan semua jiwa. Semua jiwa tinggal bersama Sang Ayah di alam jiwa. Mereka kemudian turun kemari dan memainkan peran sato, rajo, dan tamo mereka. Jiwa-jiwalah yang mengingat Sang Ayah. Beliau datang dan mengatakan bahwa Beliau mengambil dukungan badan Brahma. Orang ini adalah Kendaraan Yang Beruntung. Tidak mungkin bisa ada kendaraan tanpa jiwa. Orang-orang mengatakan bahwa Bhagirath (Kendaraan Yang Beruntung) mengalirkan Sungai Gangga. Itu mustahil. Akan tetapi, mereka sama sekali tidak memahami apa pun yang mereka katakan. Anda anak-anak telah menerima penjelasan bahwa ini adalah hujan pengetahuan. Apa yang akan terjadi melaluinya? Anda akan berubah dari tidak suci menjadi suci. Sungai Gangga dan Sungai Jamuna juga ada di zaman emas. Orang-orang mengatakan bahwa Krishna dahulu senang bermain-main di tepi Sungai Jamuna. Hal semacam itu tidak pernah terjadi. Krishna adalah pangeran zaman emas, dan oleh sebab itu, dia pasti dijaga dengan sangat saksama, karena dia adalah bunga. Bunga-bunga sangat indah. Semua orang datang untuk menghirup keharuman bunga-bunga. Mereka tidak mungkin mencari keharuman dari duri-duri. Ini adalah hutan duri. Sang Ayah datang dan mengubah hutan ini menjadi taman bunga. Itulah sebabnya, Beliau juga disebut “Babulnath”, Yang Esa, yang mengubah duri menjadi bunga. Orang-orang menyanyikan pujian-Nya, “Baba, yang mengubah duri menjadi bunga.” Anda anak-anak harus sedemikian mengasihi Sang Ayah. Anda sekarang tahu bahwa Anda milik Sang Ayah yang tak terbatas. Anda sekarang memiliki hubungan dengan Beliau, di samping ayah fisik Anda. Ketika Anda mengingat Sang Ayah parlokik, Anda akan menjadi suci. Anda jiwa-jiwa tahu bahwa itu adalah ayah-ayah lokik Anda, sedangkan Yang Esa adalah Ayah parlokik Anda. Di jalan pemujaan, jiwa-jiwa juga tahu bahwa itu adalah ayah-ayah lokik mereka, sedangkan Yang Esa adalah Tuhan, Sang Ayah. Jiwa-jiwa mengingat Sang Ayah yang tak termusnahkan. Tak seorang pun tahu kapan Sang Ayah datang untuk mendirikan surga. Sang Ayah datang untuk menyucikan mereka yang tidak suci. Oleh sebab itu, Beliau pasti datang pada zaman peralihan. Dalam kitab-kitab suci, mereka telah menulis bahwa durasi setiap siklus berlangsung ratusan ribu tahun, dan hal ini telah menjerumuskan orang ke dalam kegelapan total. Orang-orang berkata bahwa mereka, yang melakukan banyak pemujaan, menemukan Tuhan. Oleh sebab itu, jiwa-jiwa yang melakukan pemujaan maksimal pasti menemukan Beliau lebih dahulu. Baba telah memberitahukan tentang perhitungan ini kepada Anda. Andalah jiwa-jiwa yang pertama kali melakukan pemujaan. Andalah jiwa-jiwa yang harus menerima pengetahuan dari Tuhan terlebih dahulu, sehingga Anda nantinya bisa memerintah kerajaan di dunia baru. Sang Ayah yang tak terbatas sedang memberikan pengetahuan kepada Anda anak-anak. Tidak ada kesulitan dalam hal ini. Sang Ayah berkata, “Anda telah mengingat Saya selama setengah siklus. Tidak ada seorang pun yang mengingat Saya dalam kebahagiaan. Pada akhirnya, ketika Anda telah menjadi tidak bahagia, Saya datang untuk menjadikan Anda bahagia.” Anda sekarang menjadi jiwa-jiwa yang sangat agung. Bungalo para menteri dan Perdana Menteri berkualitas kelas satu. Seluruh perabotannya pasti kelas satu. Anda sedang menjadi jiwa-jiwa yang sedemikian agung; Anda sedang menjadi dewa-dewi berkebajikan ilahi, master-master surga. Di sana, istana-istana Anda akan bertatahkan berlian dan permata. Di sana, perabotan Anda kelas satu, berlapis emas. Inilah api persembahan pengatahuan Rudra. Shiva juga disebut Rudra. Ketika pemujaan berakhir, Tuhan menciptakan api persembahan Rudra. Di zaman emas, tidak ada api persembahan maupun pemujaan. Hanya pada saat inilah Sang Ayah menciptakan api persembahan pengetahuan Rudra yang tak termusnahkan, yang nantinya dikenang. Pemujaan tidak berlanjut sepanjang masa. Ada pemujaan dan ada pengetahuan. Pemujaan adalah malam sedangkan pengetahuan adalah siang. Sang Ayah datang dan menciptakan siang. Oleh sebab itu, Anda anak-anak harus sedemikian mengasihi Sang Ayah. Beliau sedang menjadikan kita master dunia. Baba adalah yang terkasih. Tidak ada yang lebih layak dikasihi daripada Beliau. Anda telah mengingat Beliau selama setengah siklus dan berkata, “Baba, datanglah dan hapuslah penderitaan kami.” Sang Ayah sekarang telah datang dan Beliau menjelaskan, “Anak-anak, Anda harus tinggal di rumah bersama keluarga Anda.” Untuk seberapa lama Anda bisa tinggal di sini bersama Baba? Anda hanya bisa tinggal bersama Beliau di hunian tertinggi; Anda tidak bisa tinggal bersama-Nya di sini. Di sini, Anda harus mempelajari pengetahuan. Hanya ada sangat sedikit orang yang mempelajari pengetahuan. Apakah studi bisa dilakukan melalui pengeras suara? Bagaimana pengajar bisa memberikan pertanyaan? Bagaimana Anda bisa menjawab melalui pengeras suara? Inilah sebabnya, hanya ada sedikit murid yang diajar pada satu kesempatan. Ada banyak universitas dan semua siswa menghadapi ujian, kemudian hasilnya diumumkan. Di sini, hanya Sang Ayah Yang Esalah yang mengajar Anda. Anda juga harus menjelaskan bahwa semua jiwa memiliki dua ayah: ada ayah lokik dan ada Sang Ayah parlokik. Manusia mengingat Sang Ayah parlokik pada saat menderita. Sang Ayah sekarang telah datang kemari. Perang Mahabharata sudah berada di depan mata Anda. Orang-orang itu mengira bahwa Krishna datang pada saat Perang Mahabharata berlangsung, tetapi itu mustahil. Orang-orang malang itu begitu bingung! Namun, mereka tetap saja berkata sepanjang waktu, “Krishna, Krishna!” Shiva – dan juga Krishna – adalah yang terkasih. Akan tetapi, Yang Esa tak berwujud jasmani, sedangkan orang ini berwujud jasmani. Sang Ayah yang tak berwujud jasmani adalah Sang Ayah dari semua jiwa. Keduanya adalah yang terkasih. Krishna juga adalah master dunia. Anda sekarang bisa menilai sendiri, siapa yang lebih layak dikasihi. Hanya Shiva Baba yang menjadikan Anda sedemikian layak. Apa yang dilakukan oleh Krishna? Sang Ayahlah yang menjadikan dia sedemikian rupa. Oleh sebab itu, pujian yang lebih besar seharusnya ditujukan kepada Sang Ayah. Beliau telah menjelaskan bahwa Anda semua adalah Parwati. Shiva, Tuhan Keabadian, sedang memberitahukan kisah kepada Anda. Anda semua adalah Arjuna. Anda semua adalah Drupadi. Dunia penuh sifat buruk ini disebut kerajaan Rahwana. Itu adalah dunia tanpa sifat buruk. Di sana tidak ada sifat buruk. Mungkinkah Sang Ayah yang tak berwujud jasmani menciptakan dunia yang penuh sifat buruk? Sifat buruk nafsu birahi mengandung penderitaan. Para saniyasi menekuni hatha yoga, jalan pengasingan. Karma (perbuatan) tidak pernah bisa ditanggalkan. Itu hanya bisa terjadi pada saat jiwa sudah terpisah dari badannya. Semua rekening karma dimulai dalam penjara rahim. Akan tetapi, mengatakan tentang “penanggalan karma” itu salah. Ada banyak orang yang mempelajari hatha yoga dan sebagainya. Mereka pergi dan duduk di gua-gua, bahkan berjalan di atas api. Mereka memiliki banyak kekuatan sihir. Mereka membuat banyak hal muncul melalui sihir. Tuhan juga disebut sebagai Sang Ahli Sulap, Sang Saudagar Permata, dan Sang Pengusaha. Akan tetapi, tak seorang pun bisa menerima mukti atau keselamatan melaluinya. Hanya Sang Satguru Yang Esa, yang sejati, datang untuk memberikan mukti dan keselamatan kepada semua jiwa. Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, salam, dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Satu-satunya Sang Ayah yang terkasih, yang mengubah duri menjadi bunga, hanyalah Yang Esa. Ingatlah Beliau dengan penuh cinta kasih. Jadilah bunga-bunga harum yang suci dan berikanlah kebahagiaan kepada semua jiwa.

2. Pengetahuan (studi) ini adalah sumber pendapatan Anda. Melaluinya, Anda menjadi manusia yang sangat agung selama 21 kelahiran. Oleh sebab itu, pelajarilah studi ini baik-baik dan juga ajarilah orang lain. Jadilah berkesadaran jiwa.

Berkah:
Semoga Anda menjadikan BapDada sebagai Sahabat Anda dan menjadi yogi alami yang melakukan segala sesuatu dengan kekuatan ganda.

Selagi menjalankan tugas apa pun, jadikanlah BapDada sebagai Sahabat Anda, maka tugas itu akan terselesaikan dengan kekuatan ganda. Anda juga akan memiliki kesadaran akan Beliau dengan sangat mudah, karena seseorang yang senantiasa bersama dengan Anda pasti Anda ingat secara alami. Dengan menjadi sahabat dengan cara ini dan terus-menerus menjalin persahabatan dengan Yang Maha Benar dalam intelek Anda, Anda akan menjadi yogi alami. Karena memiliki persahabatan yang penuh kekuatan ini, Anda pasti melakukan setiap tugas dengan kekuatan ganda serta mengalami kesuksesan.

Slogan:
Seorang maharathi adalah jiwa yang tidak pernah terpengaruh oleh pengaruh eksternal Maya.