07.10.20       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, duduklah di sini dalam kesadaran jiwa. Teruslah menggiling ini ke dalam diri Anda: “Saya adalah jiwa.” Jadilah sadar jiwa! Tulislah catatan kemajuan diri Anda dengan benar, maka Anda akan terus menjadi bijak dan mengalami manfaat besar.

Pertanyaan:
Hukum apakah yang harus dipahami dengan sangat jelas oleh anak-anak yang mengetahui sandiwara yang tak terbatas ini?

Jawaban:
Ini adalah sandiwara yang tak termusnahkan, di mana setiap aktor harus datang pada waktunya sendiri untuk memainkan perannya. Bagi seorang aktor, mengatakan bahwa dia ingin selamanya tinggal di hunian kedamaian, adalah berlawanan dengan hukum. Dia tentu tidak akan disebut sebagai aktor. Hanya Sang Ayah yang tak terbatas yang memberi tahu Anda hal-hal yang tak terbatas ini.

Om Shanti.
Duduklah di sini sambil menyadari diri Anda sebagai jiwa. Duduklah, setelah melepaskan kesadaran badan. Sang Ayah yang tak terbatas menjelaskan kepada Anda anak-anak. Hal-hal ini harus dijelaskan kepada mereka yang tidak bijak. Anda jiwa-jiwa paham bahwa Sang Ayah memberi tahu kita yang sebenarnya ketika Beliau mengatakan bahwa kita jiwa-jiwa telah menjadi tidak bijak. Saya, jiwa ini, tak termusnahkan, sedangkan badan ini bisa musnah. Saya melepaskan kesadaran jiwa dan terperangkap dalam kesadaran badan. Oleh karena itu, saya tidak bijak. Sang Ayah berkata, “Semua anak telah menjadi tidak bijak dengan menjadi berkesadaran badan.” Anda sekarang telah dijadikan berkesadaran jiwa oleh Sang Ayah, dan oleh karena itu, Anda menjadi sepenuhnya bijak. Ada yang sudah menjadi bijak, sedangkan yang lainnya sedang membuat upaya untuk menjadi bijak. Anda mengambil waktu setengah siklus untuk menjadi tidak bijak. Sekarang, dalam kelahiran terakhir ini, Anda harus menjadi bijak. Selama setengah siklus, Anda perlahan-lahan menjadi tidak bijak, dan sekarang, Anda telah menjadi 100% tidak bijak! Sesuai dengan rencana drama, Anda menjadi sadar badan dan terus jatuh. Anda sekarang telah diberi pengertian. Meskipun demikian, Anda harus terus membuat banyak upaya, karena Anda anak-anak juga harus memiliki kebajikan ilahi. Anda anak-anak tahu bahwa dahulu Anda sepenuhya suci, penuh dengan semua kebajikan luhur, 16 derajat surgawi sempurna. Sekarang, saat ini, Anda telah menjadi tanpa kebajikan luhur; tidak ada kebajikan luhur yang tersisa. Anda anak-anak memahami sandiwara ini secara berurutan, sesuai upaya yang Anda buat. Di antara Anda, ada yang memerlukan waktu bertahun-tahun untuk memahami ini. Meskipun demikian, ada anak-anak baru yang menjadi sangat bijak. Mereka terus membuat upaya untuk menjadikan orang lain sama. Ada yang tidak mengerti apa pun sama sekali; mereka tetap saja tidak bijak. Sang Ayah datang untuk membuat Anda bijak. Anda anak-anak mengerti bahwa Anda menjadi tidak bijak karena Maya. Ketika kita dahulu layak dipuja, kita bijak. Namun, kita kemudian menjadi pemuja, dan oleh karena itu, kita menjadi tidak bijak. Agama dewa-dewi yang asli dan abadi telah lenyap. Tak seorang pun di dunia tahu hal-hal ini. Lakshmi dan Narayana ini, yang dahulu memerintah kerajaan, begitu bijak! Sang Ayah berkata, “Hal yang sama juga berlaku untuk Anda.” Anda harus berpikir bahwa hal yang sama berlaku untuk Anda. Hal ini harus dipahami dengan sangat jelas. Tak seorang pun kecuali Sang Ayah mampu menjelaskan itu kepada Anda. Sekarang Anda sadar bahwa Sang Ayah adalah Yang Maha Tinggi, dan Yang Esa, Yang Maha Bijaksana. Beliau adalah Sang Samudra Pengetahuan, Sang Pemberkah Keselamatan Bagi Semua Jiwa, dan Sang Penyuci. Semua pujian ini adalah untuk Yang Esa. Sang Ayah Yang Maha Tinggi datang dan berkata, “Anak-anak,” dan menjelaskan kepada Anda dengan begitu baik, “Anak-anak, Anda sekarang harus menjadi suci.” Sang Ayah hanya memiliki satu obat untuk ini. Beliau berkata, “Dengan beryoga, Anda akan menjadi bebas dari penyakit untuk 21 kelahiran di masa depan. Semua penyakit dan penderitaan Anda akan berakhir dan Anda akan pergi ke hunian kebebasan.” Sang Ahli Bedah abadi hanya memiliki satu obat. Beliau datang dan memberi jiwa-jiwa satu suntikan saja. Bukan berarti bahwa satu orang akan belajar untuk menjadi seorang pengacara dan juga insinyur. Tidak, setiap orang memiliki profesi sendiri. Anda memanggil Sang Ayah, “Datang dan sucikanlah kami,” karena ada penderitaan dalam menjadi tidak suci. Hunian keheningan tidak disebut dunia suci. Hanya surga yang disebut dunia suci. Anda telah menerima penjelasan bahwa manusia menginginkan kedamaian dan kebahagiaan. Kedamaian sejati ada di mana tidak ada badan, dan tempat itu disebut hunian kedamaian. Banyak orang mengatakan bahwa mereka ingin tinggal di hunian kedamaian saja. Namun, bukan itu hukumnya. Seandainya demikian, mereka tentu tidak akan disebut aktor. Anda anak-anak sekarang memahami sandiwara. Ketika tiba waktunya bagi seorang aktor untuk memainkan perannya, dia naik ke atas panggung. Hanya Sang Ayah yang tak terbataslah yang menjelaskan hal-hal tak terbatas ini. Beliau juga disebut Sang Samudra Pengetahuan. Beliau adalah Sang Pemberkah Keselamatan Bagi Semua Jiwa dan Sang Penyuci. Unsur alam tidak mungkin bisa menyucikan semua jiwa. Air dan sebagainya adalah unsur alam, jadi bagaimana itu bisa memberikan keselamatan? Jiwalah yang memainkan sandiwara. Jiwalah yang memainkan peran hatha yoga. Hanya mereka yang bijak yang mampu memahami hal-hal ini. Sang Ayah telah menjelaskan begitu banyak agar Anda bisa menciptakan cara untuk menjelaskan kepada manusia, bagaimana mereka menjadi layak dipuja dan kemudian menjadi pemuja. Mereka yang layak dipuja ada di dunia baru sedangkan para pemuja ada di dunia tua. Mereka yang suci layak dipuja, sedangkan mereka yang tidak suci adalah para pemuja. Di sini, setiap orang tidak suci karena mereka lahir melalui sifat buruk nafsu birahi. Di sana, mereka luhur. Ada ungkapan: “Mereka sepenuhnya luhur.” Anda anak-anak harus menjadi sama. Ini membutuhkan upaya. Hal yang utama adalah ingatan. Anda semua mengatakan bahwa sulit untuk selalu mengingat Sang Ayah, bahwa Anda tidak mampu mengingat Sang Ayah sebanyak yang Anda inginkan. Jika Anda menulis catatan kemajuan diri dengan jujur, Anda bisa mengalami manfaat besar. Sang Ayah memberi Anda anak-anak pengetahuan tentang “Manmanabhav”. Anda mengatakan ini dengan pemahaman. Sang Ayah menjelaskan arti yang benar dari segala hal kepada Anda secara akurat. Ada anak-anak yang menanyakan berbagai macam pertanyaan kepada Sang Ayah. Jadi, untuk memenangkan hati mereka, Beliau menjawab mereka. Akan tetapi, Sang Ayah berkata, “Tugas Saya adalah menyucikan yang tidak suci. Inilah sebabnya Anda memanggil Saya.” Anda jiwa-jiwa tahu bahwa dahulu ketika Anda suci, badan Anda juga suci. Sekarang, jiwa dan badan telah menjadi tidak suci. Ada perhitungan mengenai 84 kelahiran. Anda tahu bahwa dunia ini sekarang telah menjadi hutan duri. Lakshmi dan Narayana adalah bunga-bunga. Duri-duri pergi ke hadapan patung-patung mereka dan berkata, “Engkau penuh dengan semua kebajikan luhur; kami ini pembohong yang berdosa.” Duri terbesar adalah sifat buruk nafsu birahi. Sang Ayah berkata, “Taklukkanlah ini dan jadilah penakluk dunia.” Manusia berkata bahwa Tuhan harus datang dalam suatu wujud tertentu, bahwa Beliau harus memasuki Kendaraan Yang Beruntung (Bhagirath). Beliau harus masuk ke dalam dunia tua untuk membuatnya baru lagi. Dunia baru disebut satopradhan dan dunia tua disebut tamopradhan. Karena dunia ini sekarang sudah tua, Sang Ayah pasti harus datang. Sang Ayah disebut Sang Pencipta. Beliau menjelaskan kepada Anda anak-anak dengan begitu mudah! “Anda harus mengalami begitu banyak kebahagiaan! Jika ada di antara Anda yang mengalami penderitaan akibat karma Anda, itu harus dialami. Baba tidak bisa memberi Anda berkah untuk itu. Anda memanggil Saya, ‘Baba, datanglah dan berilah kami warisan kami!’ Warisan apa yang Anda ingin klaim dari Sang Ayah? Warisan mukti dan jeevan mukti.” Hanya Sang Ayah Yang Esa, Sang Samudra Pengetahuan, adalah Sang Pemberkah Mukti dan Jeevan Mukti. Inilah sebabnya Beliau disebut Sang Pemberkah Pengetahuan. Tuhan memberikan pengetahuan, tetapi tak seorang pun tahu kapan Beliau memberikan itu atau melalui siapa Beliau memberikannya. Mereka telah mencampuradukkan segalanya. Tak seorang pun tahu kepada siapa Beliau memberikan pengetahuan. Sekarang, Brahma ini duduk di sini; dia tahu bahwa dia dahulu adalah Narayana dan bahwa dia telah mengalami 84 kelahiran. Dia sekarang nomor satu. Brahma Baba membagikan pengalamannya tentang bagaimana matanya terbuka. Anda juga mengatakan bahwa mata Anda telah terbuka; mata ketiga telah terbuka. Anda mengatakan bahwa Anda telah menerima pengetahuan penuh tentang Sang Ayah dan seluruh siklus. Mata saya terbuka dengan pemahaman: ”Apa pun saya, bagaimanapun saya.” Itu adalah hal yang luar biasa! Pertama, saya adalah jiwa, tetapi saya menganggap diri saya sebagai badan. Sang jiwa berkata, “Saya menanggalkan satu badan dan lahir kembali dalam badan yang baru. Meskipun demikian, saya lupa bahwa saya adalah jiwa dan saya menjadi sadar badan.” Inilah sebabnya Sang Ayah terlebih dahulu membuat Anda mengerti bahwa Anda harus duduk di sini dan menyadari diri Anda sebagai jiwa. Teruslah menggiling ini ke dalam diri Anda: “Saya adalah jiwa.” Dengan tidak menyadari diri Anda sebagai jiwa, Anda melupakan Sang Ayah. Anda benar-benar merasa bahwa Anda menjadi sadar badan berulang kali. Anda harus melakukan upaya. Selagi duduk di sini, duduklah dalam tahapan kesadaran jiwa. Sang Ayah berkata, “Saya telah datang untuk memberi Anda anak-anak kerajaan. Anda telah mengingat Saya selama setengah siklus.” Ketika orang diperhadapkan pada suatu situasi, mereka memanggil, “Oh, Rama!” Akan tetapi, mereka tidak tahu siapa itu Ishvar atau siapa itu Rama. Anda harus membuktikan bahwa Sang Samudra Pengetahuan, Sang Penyuci, Sang Pemberkah Keselamatan Bagi Semua Jiwa, Sang Ayah Trimurti Yang Maha Tinggi, Jiwa Yang Maha Tinggi, adalah Shiva. Hari lahir Brahma, Vishnu, dan Shankar terjadi bersamaan. Itu bukan hanya “Shiva Jayanti”, tetapi “Trimurti Shiva Jayanti”. Hari kelahiran Shiva juga adalah hari kelahiran Brahma. Orang-orang merayakan hari kelahiran Shiva, tetapi apa yang Brahma lakukan? Ada ayah duniawi (lokik), Sang Ayah dari luar dunia ini (parlokik), dan kemudian, ada ayah yang unik ini (alokik). Orang ini adalah Prajapita Brahma. Sang Ayah berkata, “Anda sekarang diberi pengetahuan baru untuk dunia baru. Ini kemudian akan lenyap.” Orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang Sang Ayah, Sang Pencipta, dan ciptaan, disebut tidak berpengetahuan; mereka tidur dalam tidur ketidak-tahuan. Ada siang melalui pengetahuan dan malam melalui pemujaan. Orang-orang sama sekali tidak memahami makna dari Shiva Ratri, dan karena inilah mereka tidak lagi menjadikan hari kelahiran Beliau sebagai hari libur nasional. Sekarang Anda mengerti bahwa Sang Ayah datang untuk menyalakan lampu setiap orang. Ketika Anda menyalakan semua lampu dan lilin dan sebagainya, orang-orang mengerti bahwa itu merupakan hari yang sangat penting untuk Anda. Anda sekarang menyalakan segalanya dengan pengertian. Orang-orang tidak mengerti ini. Mereka tidak paham ini sepenuhnya dari ceramah Anda. Kerajaan Rahwana sekarang meluas ke seluruh dunia. Orang-orang sangat tidak bahagia di sini. Mereka, yang memiliki kekuatan sihir, banyak sekali menyusahkan orang lain. Ada artikel dalam surat kabar tentang jiwa-jiwa iblis, mereka menyebabkan banyak kesengsaraan. Baba berkata, “Anda tidak memiliki hubungan dengan hal-hal itu.” Sang Ayah memberi tahu Anda segalanya secara langsung, “Anak-anak, ingatlah Saya dan Anda akan menjadi suci. Semua kesengsaraan Anda akan terhapus.” Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, salam, dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Buatlah upaya untuk mengingat Sang Ayah dengan akurat dan untuk menjadi sadar jiwa. Buatlah catatan kemajuan diriAnda dengan jujur. Dengan melakukan ini, akan ada banyak manfaat.

2. Duri yang menyebabkan penderitaan terbesar adalah sifat buruk nafsu birahi. Raihlah kemenangan atas itu dengan kekuatan yoga, dan jadilah suci dari tidak suci. Anda tidak memiliki hubungan dengan apa pun yang lain.

Berkah:
Semoga Anda menjadi penghancur rintangan yang konstan dengan selalu mengenakan pakaian malaikat Anda yang berkilauan dan anti-rintangan.

Untuk menjadi penghancur rintangan yang konstan bagi diri sendiri dan orang lain, ucapkan selamat tinggal kepada tanda tanya. Dengan membubuhkan tanda titik, pertahankan stok seluruh kekuatan Anda tetap penuh. Selalu kenakan pakaian malaikat Anda yang berkilauan dan anti-rintangan; jangan memakai pakaian yang berlumuran lumpur. Di samping ini, tetaplah menghiasi diri dengan perhiasan semua kebajikan luhur. Selalulah menjadi seorang Shakti dengan delapan senjata, sosok pujaan yang komplet, dan jagalah kaki kehidupan luhur Anda tetap berdiri di atas bunga lotus.

Slogan:
Perhatikanlah studi sepenuhnya, maka Anda akan mengklaim urutan dalam divisi pertama.


Ayat-ayat Luhur yang Tak Ternilai dari Mateshwari

Pengetahuan Ketuhanan Ini Diperuntukkan Bagi Semua Jiwa Manusia

Pertama-tama, Anda benar-benar harus mengingat satu hal dalam mental Anda. Berhubung Tuhan adalah Sang Benih pohon dunia manusia, dan kita menerima pengetahuan dari Tuhan, maka pengetahuan yang kita terima ini penting bagi umat manusia. Orang-orang dari semua agama berhak menerima pengetahuan ini. Sekalipun tiap-tiap agama memiliki pengetahuannya sendiri, kitab sucinya sendiri, pendapatnya sendiri, dan sanskaranya sendiri, tetap saja pengetahuan ini diperuntukkan bagi semua jiwa. Sekalipun mereka mungkin tidak mampu memahami pengetahuan ini, dan mereka mungkin tidak akan masuk ke dalam marga kita, tetapi dengan beryoga dengan Sang Ayah, mereka pasti menjadi suci, karena Beliaulah Sang Ayah bagi semua jiwa. Oleh karena kesucian ini, mereka pasti akan mengklaim status di bagian mereka sendiri, karena semua manusia percaya pada yoga. Banyak orang mengatakan bahwa mereka menginginkan kebebasan, tetapi hanya dengan melakukan yoga inilah mereka bisa menerima kekuatan untuk terbebas dari hukuman dan dimerdekakan.

Mantra Tanpa Akhir Berarti Ingatan Terus-Menerus Terhadap Tuhan

Ada ungkapan: “Teruslah merapalkan mantra tanpa akhir dalam setiap hela napas.” Apa makna akurat dari ungkapan ini? Saat kita mengatakan tentang mantra tanpa akhir, makna sebenarnya adalah terus-menerus menghubungkan intelek Anda kepada Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, dalam setiap hela napas, tanpa merapalkan apa pun. Ingatan akan Tuhan dalam setiap hela napas ini telah berlanjut sepanjang masa. Ingatan terus-menerus terhadap Tuhan ini disebut mantra tanpa akhir. Sebaliknya, merapalkan sesuatu dengan perkataan, misalnya mengatakan, “Rama, Rama,” atau merapalkan mantra dalam hati Anda, tidak bisa berlanjut sepanjang masa. Orang mengira bahwa tidak merapalkan mantra lewat bibir mereka, melainkan merapalkannya dalam hati, itulah yang disebut mantra tanpa akhir. Akan tetapi, pikirkanlah ini: di mana ada kata-kata dan mantra tanpa akhir, Anda tidak perlu merapalkannya. Anda tidak perlu duduk dan berkonsentrasi memikirkan sosok pujaan apa pun dalam benak Anda. Anda tidak perlu mengulang-ulangi apa pun, karena mereka juga tidak bisa terus-menerus makan dan minum. Akan tetapi, ingatan akan Tuhan, yang kita miliki, itulah yang bisa berlanjut sepanjang masa, karena itu sangat mudah. Sebagai contoh, seorang anak kecil mengingat ayahnya. Dia tidak perlu menaruh foto ayahnya di hadapannya setiap saat. Dia mengingat segalanya tentang ayahnya dalam pikiran, perkataan, dan perbuatannya – pekerjaan ayahnya, aktivitas ayahnya, kebajikan luhur ayahnya, dan sebagainya. Dengan mengingat itu, aktivitas anak itu juga berlanjut dengan cara serupa, dan hanya dengan demikianlah “anak bisa menunjukkan ayahnya”. Sesungguhnya, kita juga harus menghapus ingatan tentang semua yang lain dari hati kita dan mengingat Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, yang sejati. Dalam hal ini, kita bisa selalu mengingat Sang Ayah terus-menerus, selagi berjalan, duduk, makan, dan minum. Dengan memiliki ingatan inilah kita bisa menjadi karmateet. Ingatan alami ini disebut mantra tanpa akhir. Achcha.