08.10.20       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, Baba telah datang dengan minat yang besar untuk mengajar Anda. Anda juga harus belajar dengan minat itu. Milikilah intoksikasi bahwa Tuhan sendirilah yang mengajar Anda.

Pertanyaan:
Apa tujuan dan restu baik Anda, para Brahma Kumar dan Kumari?

Jawaban:
Tujuan Anda adalah sekali lagi mendirikan kerajaan kebahagiaan dan kedamaian di dunia dengan mengikuti shrimat, persis seperti yang Anda lakukan 5000 tahun lalu, pada siklus yang lalu. Restu baik Anda adalah agar seluruh dunia diberi keselamatan dengan mengikuti shrimat. Anda mengatakan dengan intoksikasi, “Kami akan memberikan keselamatan kepada semua orang.” Anda menerima hadiah perdamaian dari Sang Ayah. Meraih hadiah berarti berubah dari penghuni neraka menjadi penghuni surga.

Om Shanti.
Ketika murid-murid belajar, mereka melakukannya dengan bahagia. Para pengajar mereka juga mengajar mereka dengan sangat bahagia dan berminat. Anda anak-anak rohani tahu bahwa Sang Ayah yang tak terbatas, yang juga Sang Pengajar, mengajar kita dengan penuh minat. Dalam studi-studi lain, ayah berbeda dari guru yang mengajar. Ayah dari beberapa anak juga adalah guru yang mengajar mereka. Oleh karena itu, dia mengajar mereka dengan penuh minat, karena ada hubungan darah. Dia tahu bahwa anak itu anaknya, dan itulah sebabnya dia mengajarinya dengan penuh minat. Sang Ayah ini juga sedang mengajar Anda dengan minat yang besar. Oleh karena itu, Anda anak-anak juga harus belajar dengan minat yang sangat besar. Sang Ayah mengajar Anda secara langsung. Beliau hanya datang satu kali untuk mengajar Anda. Anda anak-anak harus memiliki minat yang besar karena Baba, Tuhan, sedang mengajar Anda. Beliau menjelaskan segalanya dengan sangat jelas. Sementara belajar, ada anak-anak yang bertanya-tanya, apa arti semua ini. Ini adalah siklus mengenai datang dan pergi dalam drama, tetapi mereka heran: “Mengapa sandiwara ini diciptakan? Apa manfaatnya? Apakah kita akan terus mengelilingi siklus selamanya? Jika demikian, lebih baik terbebas dari siklus ini.” Ketika mereka melihat bahwa mereka harus terus mengelilingi siklus 84 kelahiran, mereka memiliki pemikiran seperti: “Mengapa Tuhan menciptakan sandiwara yang demikian, di mana tak seorang pun bisa bebas dari siklus datang dan pergi ini? Akan lebih baik jika bisa menerima kebebasan abadi (moksha).” Banyak anak memiliki pikiran yang demikian: mereka ingin dibebaskan dari datang dan pergi, dari kebahagiaan dan kesengsaraan. Sang Ayah berkata, “Ini tidak mungkin terjadi.” Tidak ada gunanya mencoba meraih kebebasan abadi. Sang Ayah telah menjelaskan bahwa tidak ada satu jiwa pun yang bisa bebas dari perannya. Peran yang tak termusnahkan terekam dalam setiap jiwa. Jiwa-jiwa abadi dan tak termusnahkan; aktor-aktor benar-benar akurat. Bahkan tidak bisa lebih atau kurang satu jiwa pun. Anda anak-anak memiliki semua pengetahuan. Tak seorang pun bisa dibebaskan dari memainkan perannya dalam drama ini, dan tak seorang pun bisa mencapai kebebasan abadi. Mereka yang berasal dari semua agama harus turun, berurutan. Sang Ayah menjelaskan, “Ini adalah drama yang abadi dan telah ditakdirkan.” Anda mengatakan, “Baba, kami sekarang tahu bagaimana kami mengelilingi siklus 84 kelahiran.” Anda juga mengerti bahwa mereka yang datang pertama pasti mengalami 84 kelahiran. Mereka yang datang belakangan pasti akan mengalami lebih sedikit kelahiran. Di sini, Anda harus membuat upaya. Dunia lama pasti akan menjadi baru kembali. Karena anak-anak baru terus datang, Baba harus menjelaskan segalanya kepada Anda berulang-ulang. Siapa yang akan mengajar mereka pelajaran sebelumnya? Oleh karena itu, ketika Sang Ayah melihat anak-anak baru, Beliau mengulangi poin-poin lama. Semua pengetahuan ada dalam intelek Anda. Anda tahu bagaimana Anda telah memainkan peran Anda sejak permulaan. Anda tahu persis bagaimana Anda turun, secara berurutan, dan berapa banyak kelahiran yang Anda alami. Sang Ayah datang saat ini untuk memberi tahu Anda hal-hal tentang pengetahuan. Di zaman emas, Anda mendapatkan hadiahnya. Hanya saat inilah, hal ini dijelaskan kepada Anda. Istilah “Manmanabhav” ditulis di bagian awal dan akhir Gita. Anda sedang dididik agar Anda bisa mengklaim status. Anda sekarang sedang membuat upaya untuk menjadi raja. Baba juga telah menjelaskan bagaimana jiwa-jiwa yang berasal dari agama-agama lain juga turun berurutan. Setiap jiwa harus mengikuti pendiri agamanya. Tidak ada perihal kerajaan. Hanya kitab suci Gita yang telah banyak dipuji. Di Bharatalah Sang Ayah datang dan menyampaikannya dan memberikan keselamatan kepada semua jiwa. Setelah para pendiri agama meninggal, tempat-tempat perziarahan yang sangat besar dibangun untuk mereka. Sesungguhnya, Bharata, di mana Sang Ayah yang tak terbatas datang, adalah tempat perziarahan bagi setiap orang. Sang Ayah masuk ke Bharata dan memberikan keselamatan kepada setiap jiwa. Beliau berkata, “Bukankah Anda menyebut Saya Sang Pembebas dan Sang Pemandu? Saya akan membebaskan Anda dari dunia kesengsaraan ini dan membawa Anda ke hunian kedamaian dan daratan kebahagiaan.” Anda anak-anak tahu bahwa Baba akan membawa kita ke hunian kedamaian dan daratan kebahagiaan dan bahwa setiap jiwa lainnya akan pergi ke hunian kedamaian. Sang Ayah datang dan membebaskan Anda dari penderitaan. Beliau tidak mengalami kelahiran atau kematian. Sang Ayah telah datang dan Beliau akan pergi lagi. Anda tidak akan mengatakan mengenai Beliau, bahwa Beliau meninggal atau bahwa Beliau meninggalkan badan-Nya seperti yang Anda katakan mengenai Shivananda. Orang-orang mengadakan upacara terakhir bagi jiwa yang telah pergi. Tidak ada upacara atau ritual yang harus dilakukan ketika Sang Ayah pergi. Anda bahkan tidak bisa mengatakan kapan Beliau datang. Tidak ada masalah tentang melakukan ritual terakhir dan sebagainya. Orang mengadakan ritual terakhir bagi semua manusia, tetapi tidak ada ritual yang dilakukan untuk Sang Ayah karena Beliau tidak memiliki badan. Di zaman emas, tidak ada istilah pengetahuan spiritual atau pemujaan. Hanya pada saat inilah ada hal-hal seperti itu. Saat ini, semua orang lain hanya mengajarkan pemujaan. Selama setengah siklus, ada pemujaan, dan kemudian pada akhir siklus, Sang Ayah datang dan memberi Anda warisan pengetahuan. Pengetahuan ini tidak akan Anda bawa ke sana bersama Anda. Tidak perlu mengingat Sang Ayah di sana karena Anda telah mencapai mukti. Apakah Anda harus mengingat Beliau di sana? Tidak ada keluhan mengenai penderitaan di sana. Pemujaan pada awalnya tak tercemar dan kemudian menjadi tercemar. Pada saat ini, pemujaan sangat tercemar. Ini disebut kedalaman neraka; ini adalah neraka total. Sang Ayah sekarang telah datang untuk membuatnya menjadi surga total. Saat ini ada penderitaan 100%. Kemudian akan ada kedamaian dan kebahagiaan 100%. Jiwa-jiwa akan pergi dan beristirahat di rumah mereka. Ini sangat mudah dijelaskan. Sang Ayah berkata, “Saya hanya datang ketika harus ada pendirian dunia baru dan penghancuran dunia lama.” Bukan Yang Esa saja yang menjalankan tugas ini; banyak pembantu juga dibutuhkan. Saat inilah Anda anak-anak menjadi pembantu Sang Ayah. Anda sedang melakukan pelayanan sejati untuk Bharata pada khususnya. Sang Ayah yang sejati sedang mengajari Anda pelayanan yang sejati. Anda mendatangkan manfaat bagi diri sendiri, Bharata, dan seluruh dunia. Oleh karena itu, Anda harus melakukannya dengan minat yang besar. Baba memberikan keselamatan kepada setiap orang dengan minat yang besar. Bahkan sekarang pun, setiap orang harus menerima keselamatan. Ini adalah kebanggaan suci, restu baik. Anda melakukan pelayanan sejati, tetapi secara tersamar. Jiwa melakukan segalanya melalui badan. Banyak orang bertanya kepada Anda, apa tujuan Brahma Kumaris. Beri tahulah mereka: “Tujuan Brahma Kumaris adalah mendirikan kerajaan kedamaian dan kebahagiaan zaman emas di seluruh dunia. Setiap 5000 tahun kita mendirikan kedamaian di dunia dengan mengikuti shrimat dan meraih hadiah perdamaian dunia. Raja, ratu, dan rakyat semuanya mengklaim hadiah ini. Menjadi penghuni surga dari penghuni neraka bukanlah hadiah kecil. Orang-orang itu menjadi sangat bahagia ketika menerima hadiah perdamaian, tetapi mereka sebenarnya tidak menerima apa pun. Kitalah yang mengklaim hadiah sejati kedaulatan dunia dari Sang Ayah pada saat ini.” Mereka mengatakan bahwa Bharata adalah daratan mereka yang luhur. Mereka memuji Bharata begitu banyak. Mereka semua percaya bahwa mereka adalah master Bharata. Namun, mereka bukanlah master. Anda anak-anak sekarang sedang mendirikan kerajaan dengan mengikuti shrimat Baba. Anda tidak memiliki senjata dan sebagainya. Anda meresapkan kebajikan ilahi dan inilah sebabnya Anda diingat dan dipuja. Lihatlah, berapa banyak Amba dipuja! Namun, siapakah Amba? Mereka bahkan tidak tahu apakah dia adalah Brahmana atau dewi. Ada banyak nama seperti Amba, Kali, Durga, Saraswati, dan sebagainya. Di sini juga ada kuil kecil untuk Amba. Mereka menunjukkan Amba dengan banyak tangan, tetapi dia tidaklah seperti itu. Itu disebut keyakinan buta. Ketika Kristus, Buddha, dan lain-lain datang, mereka mendirikan agama mereka sendiri. Waktu dan tanggal mereka semua diketahui. Di sana, tidak ada hal-hal mengenai keyakinan buta. Di sini, orang-orang Bharata tidak tahu apa-apa; siapa yang mendirikan agama mereka atau kapan itu didirikan. Inilah sebabnya itu disebut keyakinan buta. Anda sekarang adalah pemuja dan Anda kemudian akan menjadi layak dipuja. Ketika Anda jiwa-jiwa layak dipuja, badan Anda juga menjadi sama seperti itu. Anda dipuja dalam wujud jiwa, dan kemudian, karena Anda menjadi dewa-dewi, Anda juga layak dipuja dalam wujud itu. Sang Ayah selalu tak berwujud jasmani, dan oleh karena itu, Beliau selalu layak dipuja. Beliau tidak pernah menjadi pemuja. Mengenai Anda anak-anaklah dikatakan, “Engkau layak dipuja dan juga pemuja.” Sang Ayah selamanya layak dipuja. Sang Ayah datang ke sini dan melakukan pelayanan sejati, yaitu memberikan keselamatan kepada setiap orang. Sang Ayah berkata, “Sekarang selalulah ingat Saya saja. Jangan mengingat sosok jasmani.” Banyak jutawan dan miliader meneriakkan nama Allah. Ada begitu banyak keyakinan buta. Sang Ayah juga telah menjelaskan kepada Anda arti “Hum so”. Mereka mengatakan, “Shivohum” (saya, sang jiwa, adalah Sang Jiwa Yang Maha Tinggi). Sang Ayah sekarang telah memberi tahu Anda hal yang benar. Oleh karena itu, sekarang nilailah sendiri apakah hal-hal yang Anda telah dengar di jalan pemujaan yang benar, atau apakah hal-hal yang Baba beri tahukan kepada Anda, yang benar. Penjelasan mereka tentang “Hum so” sangat panjang dan rumit. Kita adalah Brahmana dan kemudian kita akan menjadi dewa-dewi, kesatria ... Jadi, arti “hum so” yang mana yang benar? Seperti inilah cara saya, sang jiwa, mengelilingi siklus. Juga ada gambar tentang sosok Vishnu yang terdiri dari empat bagian yang menggambarkan kasta-kasta. Mereka tidak menunjukkan Brahmana, perucut, dalam gambar, dan bahkan juga tidak menunjukkan Sang Ayah. Dari mana dewa-dewi itu berasal? Bagaimana mereka diciptakan? Di zaman besi, ada marga shudra. Oleh karena itu, bagaimana marga dewa-dewi tiba-tiba ada di zaman emas? Mereka tidak mengerti apa pun. Orang-orang terperangkap begitu jauh di jalan pemujaan. Seseorang belajar Granth dan memiliki pemikiran untuk membangun kuil. Oleh karena itu, dia melakukan itu dan duduk di sana menyampaikan Granth. Banyak orang pergi ke sana dan ada banyak yang menjadi pengikut, tetapi tidak ada manfaat dalam hal itu. Banyak toko telah bermunculan. Semua toko itu sekarang akan hancur. Semua bisnis itu ada di jalan pemujaan, dan mereka memperoleh banyak uang melalui itu. Para saniyasi mengatakan bahwa mereka adalah brahm yogi (yogi yang beryoga dengan unsur brahm). Sebagaimana orang-orang Bharata aslinya berasal dari agama dewa-dewi, tetapi mengatakan bahwa mereka berasal dari agama Hindu, demikian juta, brahm adalah unsur cahaya di mana jiwa-jiwa tinggal, tetapi para saniyasi kemudian telah memberi diri mereka sendiri nama: “Yang memiliki pengetahuan tentang unsur brahm”. Namun, unsur brahm adalah tempat hunian jiwa-jiwa. Oleh karena itu, Sang Ayah menjelaskan bagaimana mereka telah membuat kesalahan yang sangat besar, “Semua ini adalah ilusi mereka. Saya telah datang untuk menghilangkan semua ilusi mereka.” Di jalan pemujaan, mereka mengatakan, “O, Tuhan, cara-cara-Mu untuk menganugerahkan mukti dan memberi petunjuk begitu unik! Tak ada orang lain yang mampu memberikan mukti.” Meskipun demikian, Anda menerima petunjuk dari begitu banyak orang. Petunjuk yang Anda terima di sini, akan melakukan keajaiban besar. Petunjuk ini benar-benar mengubah seluruh dunia. Intelek Anda anak-anak sekarang mengerti, bagaimana begitu banyak agama bermunculan. Nanti, jiwa-jiwa akan pergi dan tinggal di tempatnya masing-masing. Semua ini telah ditakdirkan dalam drama. Anda anak-anak juga tahu bahwa hanya Sang Ayah Yang Esa adalah Sang Pemberkah Penglihatan Ilahi. Ada yang mengatakan kepada Baba, “Berilah saya kunci penglihatan ilahi sehingga saya bisa memberikan penglihatan kepada orang lain.” Baba menjawab, “Tidak. Tak seorang pun bisa diberi kunci ini. Sebagai ganti itu, Saya memberi Anda kedaulatan dunia. Saya sendiri tidak menerima kedaulatan dunia. Peran memberikan penglihatan hanyalah peran Saya.” Ketika seseorang mendapatkan penglihatan, dia menjadi sangat bahagia, meskipun dia tidak menerima apa pun. Bukan berarti bahwa ketika seseorang mendapat penglihatan, dia menjadi bebas dari penyakit atau dia menjadi kaya; tidak. Meera dahulu mendapat penglihatan, tetapi dia tidak mencapai mukti. Orang-orang mengira bahwa dia dahulu tinggal di Vaikunth. Namun, di mana letak Vaikunth, daratan Krishna? Semua itu hanyalah penglihatan. Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan segalanya. Pada awalnya, Brahma ini juga mendapatkan penglihatan tentang Vishnu, dan dia menjadi sangat bahagia. Dia melihat bahwa dia akan menjadi maharaja dan juga mendapat penglihatan tentang penghancuran dan kemudian tentang kerajaannya. Jadi, keyakinan bahwa dia akan menjadi master dunia tertanam dalam dirinya. Kemudian, Baba memasuki badannya. “Baiklah, Baba, ambillah semua ini. Saya hanya menginginkan kerajaan dunia.” Anda juga telah datang untuk membuat penawaran ini. Mereka yang mengambil pengetahuan akan berhenti melakukan pemujaan. Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, salam, dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Resapkanlah kebajikan ilahi dan lakukanlah pelayanan sejati untuk Bharata dengan mengikuti shrimat. Perolehlah manfaat untuk diri Anda sendiri, Bharata, dan dunia, dengan minat yang besar.

2. Pahamilah dengan akurat drama abadi yang tak termusnahkan, yang telah ditakdirkan ini, dan jangan melakukan upaya apa pun yang akan menyia-nyiakan waktu Anda. Bahkan, jangan memiliki pikiran sia-sia.

Berkah:
Semoga Anda membuat tahapan Anda konstan dan stabil dengan melatih konsentrasi dan stabilitas serta menjadi perwujudan sukses total.

Ketika Anda memiliki konsentrasi, dengan sendirinya Anda akan memiliki tahapan konstan dan stabil. Dengan konsentrasi, semua pikiran, perkataan, dan perbuatan sia-sia pun berakhir dan semuanya dipenuhi dengan kekuatan. Konsentrasi berarti tetap stabil dalam satu pemikiran luhur, di mana perluasan dari seluruh pohon disatukan. Tingkatkan konsentrasi, maka semua jenis pergolakan akan berakhir. Semua pikiran, perkataan, dan perbuatan akan sukses dengan mudah. Untuk ini, jadilah jiwa yang tinggal dalam kesendirian.

Slogan:
Berulang kali memikirkan kesalahan yang telah Anda buat berarti terus menambahkan noda diatas noda. Oleh karena itu, bubuhlah tanda titik pada masa lalu.