11.10.21       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, bakarlah dosa-dosa Anda dalam api yoga dan jadilah sepenuhnya satopradhan. Jangan melakukan perbuatan berdosa sedikit pun.

Pertanyaan:
Atas dasar apa Anda menerima status luhur di zaman emas? Aturan apa di sini yang harus Anda beri tahukan kepada semua orang?

Jawaban:
Status luhur di zaman emas diterima berdasarkan kesucian Anda. Mereka yang kurang meresapkan kesucian akan memasuki zaman emas belakangan dan menerima status rendah. Ketika orang datang kemari, beri tahulah mereka tentang aturan ini: “Jika Anda memberikan donasi, pertanda buruk gerhana bisa dihilangkan. Donasikanlah lima sifat buruk, maka Anda akan menjadi 16 derajat surgawi sempurna.” Anda masing-masing harus bertanya kepada diri sendiri, “Masih adakah sifat buruk apa pun di dalam diri saya?”

Om Shanti.
Sang Ayah rohani menjelaskan kepada anak-anak rohani tentang cara Anda harus menjelaskan kepada manusia bahwa surga sekarang sedang didirikan. Surga juga ada di Bharata 5000 tahun yang lalu. Dahulu, itu adalah kerajaan Lakshmi dan Narayana. Anda harus berpikir tentang seberapa banyak jumlah penduduk yang ada di sana pada masa itu. Pada awal zaman emas, terdapat antara 900.000 sampai maksimal satu juta jiwa. Pada awalnya, pohon ini kecil. Dewasa ini, pada akhir zaman besi, pohon telah berkembang sedemikian besar; sekarang, pohon ini pasti harus dihancurkan. Anda anak-anak mengerti bahwa inilah Perang Mahabharata. Pada masa inilah Tuhan dari Gita mengajarkan Raja Yoga dan mendirikan agama dewa-dewi. Pada zaman peralihan, agama-agama yang tak terhitung jumlahnya berakhir dan satu agama didirikan. Anda anak-anak juga tahu bahwa 5000 tahun yang lalu, Bharata adalah surga dan di sana tidak ada agama lain. Sang Ayah datang pada zaman peralihan untuk mendirikan dunia baru yang sedemikian rupa. Sekarang, dunia itu sedang didirikan, sedangkan dunia lama akan dihancurkan. Di zaman emas, hanya ada satu daratan Bharata; tidak ada negeri lain. Sekarang, ada begitu banyak negeri. Daratan Bharata juga ada, tetapi agama dewa-dewi yang asli dan abadi tidak ada; agama itu telah hilang. Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita Paramatma) sekarang sedang mendirikannya kembali melalui Brahma. Semua agama yang lain akan berakhir. Anda harus ingat bahwa di zaman emas dan perak, tidak ada kerajaan lain. Semua agama yang lain juga datang belakangan. Ada begitu banyak penderitaan, ketidakdamaian, dan kekerasan. Inilah Perang Mahabharata yang sama. Di satu pihak, ada kaum Yadawa, penghuni Eropa. Mereka juga menciptakan peluru-peluru kendali, 5000 tahun yang lalu. Selain itu, ada para Kurawa dan Pandawa. Sang Ayah, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, adalah Penolong para Pandawa. Beliau memberi tahu semua orang, “Dengan tinggal di rumah dan mengingat Saya, dosa-dosa Anda tidak akan bertambah, dan dosa-dosa masa lalu akan terhapus.” Sekarang, Sang Ayah juga menjelaskan, “Anda, orang-orang Bharata, yang dahulu satopradhan di zaman emas, sekarang telah menjadi tamopradhan seiring mengalami 84 kelahiran. Sekarang, bagaimana Anda bisa menjadi satopradhan? Hanya ketika Anda mengingat Saya, Sang Ayah, Sang Penyuci, barulah Anda bisa menjadi satopradhan. Hanya dalam api yoga ini, dosa-dosa Anda bisa terbakar habis, dan Anda, jiwa-jiwa, bisa menjadi satopradhan. Anda kemudian akan menerima warisan Anda selama 21 kelahiran di surga.” Akan tetapi, dunia lama ini harus dihancurkan. Bharata dahulu luhur di zaman emas, dan hanya terdapat sangat sedikit manusia pada awal dunia baru. Bharata dahulu adalah surga dan tidak ada daratan lain. Sekarang, semua agama yang lain telah begitu banyak berkembang dan pohon telah menjadi sedemikian besar, tamopradhan, dan mencapai tahapan lapuk total. Sekarang, pohon yang tamopradhan ini harus dihancurkan dan pohon baru agama dewa-dewi harus didirikan. Ini hanya terjadi pada zaman peralihan. Anda sekarang berada di zaman peralihan. Bibit pohon agama dewa-dewi yang asli dan abadi sekarang sedang ditanam. Manusia yang tidak suci sedang disucikan oleh Sang Ayah. Kemudian, mereka akan menjadi dewa-dewi. Mereka yang dahulu adalah jiwa-jiwa nomor satu dan telah mengalami 84 kelahiran akan menjadi jiwa-jiwa nomor satu kembali. Terlebih dahulu, ada peran dewa-dewi. Merekalah yang pertama-tama terpisah. Peran mereka harus dimulai kembali. Di zaman emas, mereka penuh dengan semua kebajikan luhur. Sekarang, ini adalah dunia penuh sifat buruk. Perbedaannya bagaikan siang dan malam. Siapa yang akan mengubah dunia penuh sifat buruk ini menjadi dunia tanpa sifat buruk? Manusia memanggil-manggil, “Wahai, Sang Penyuci, datanglah!” Sekarang, Beliau telah datang. Sang Ayah berkata, “Saya sekarang menjadikan Anda tanpa sifat buruk.” Perang harus terjadi demi penghancuran dunia penuh sifat buruk ini. Orang bertanya-tanya, bagaimana mungkin bisa ada satu keyakinan saja, sementara sekarang terdapat keyakinan yang tak terhitung jumlahnya? Siapa yang bisa menciptakan keyakinan terhadap satu agama, di tengah sedemikian banyaknya keyakinan yang berbeda-beda? Sang Ayah menjelaskan, “Satu keyakinan sekarang sedang diciptakan dan semua keyakinan yang lain akan berakhir.” Mereka yang dahulu suci dan berasal dari agama dewa-dewi yang asli dan abadi telah mengalami 84 kelahiran dan menjadi tidak suci. Sang Ayah datang dan sekali lagi memberikan warisan surga kepada orang-orang Bharata, yaitu Beliau mengubah iblis menjadi dewa-dewi. Anda bisa menjelaskan kepada siapa pun, “Sang Ayah berkata, ‘Ingatlah Saya, maka Anda akan berubah dari tidak suci menjadi suci.’” Anda sekarang sedang duduk di atas tungku pengetahuan. Dengan duduk di atas tungku ini, Anda menjadi suci. Di zaman perunggu, ketika dunia berubah menjadi kerajaan Rahwana, Anda duduk di atas tungku sifat buruk nafsu birahi, sehingga dunia menjadi korup. Dewa-dewi dahulu pernah ada, 5000 tahun yang lalu, dan jumlah manusia sangat sedikit. Sekarang, mereka benar-benar bersifat iblis. Agama-agama lain telah berdatangan dan pohon telah menjadi sangat besar. Sang Ayah menjelaskan, “Pohon ini telah mencapai tahapan lapuk total. Sekarang, Saya harus mendirikan kerajaan di mana hanya terdapat satu keyakinan.” Orang-orang Bharata mengatakan bahwa harus ada satu keyakinan terhadap satu agama. Mereka telah melupakan bahwa di zaman emas dahulu, hanya terdapat satu agama. Di sini, ada agama-agama yang tak terhitung jumlahnya. Sang Ayah telah datang dan sedang mendirikan satu agama sekali lagi. Anda anak-anak sekarang sedang mempelajari Raja Yoga. Pasti hanya Tuhan yang bisa mengajarkan Raja Yoga. Tak seorang pun mengetahui ini. Ketika seseorang datang untuk meresmikan suatu pameran, Anda harus menjelaskan kepadanya, apa yang sedang diresmikannya: “Sang Ayah sedang mengubah Bharata ini menjadi surga. Semua penghuni neraka akan dihancurkan. Mereka yang ingin mengklaim warisan mereka dari Sang Ayah sebelum penghancuran terjadi, harus datang untuk memahaminya. Ashram Brahma Kumaris merupakan kelas karantina. Anda harus mengikuti kelas di sini selama tujuh hari, agar lima sifat buruk bisa dihilangkan. Dewa-dewi tidak memiliki kelima sifat buruk ini. Anda sekarang harus mendonasikan lima sifat buruk tersebut di sini, karena hanya dengan demikian, pertanda gerhana bisa dihilangkan. Berikanlah donasi itu, maka pertanda gerhana akan hilang. Anda kemudian akan menjadi 16 derajat surgawi sempurna.” Bharata dahulu 16 derajat surgawi sempurna di zaman emas. Sekarang, tidak ada derajat yang tersisa. Semua telah jatuh miskin. Ketika seseorang datang untuk menghadiri acara pembukaan, beri tahulah dia, “Sistem yang berlaku di sini adalah: Sang Ayah berkata, ‘Berikanlah donasi lima sifat buruk, maka pertanda buruk akan dihilangkan. Anda akan menjadi dewa-dewi, 16 derajat surgawi sempurna.’ Anda akan menerima status sesuai dengan kesucian Anda. Jika derajat Anda kurang, Anda akan lahir belakangan. Bukankah mendonasikan sifat-sifat buruk itu bagus?” Di masa lalu, ketika terjadi gerhana bulan, para brahmana fisik sering menerima donasi. Sekarang, para brahmana itu telah menjadi orang-orang penting. Semua brahmana yang miskin telah mulai meminta-minta. Mereka bahkan mau menerima pakaian bekas dan sebagainya. Sesungguhnya, kaum brahmana tidak menerima pakaian bekas; mereka diberi pakaian baru. Anda sekarang menjelaskan bahwa Bharata dahulu 16 derajat surgawi sempurna. Sekarang, Bharata telah bersifat zaman besi, tertutupi gerhana lima sifat buruk. Jika Anda sekarang mendonasikan lima sifat buruk dan tetap hidup suci dalam kelahiran terakhir ini, Anda akan menjadi master dunia baru. Di zaman emas dahulu hanya terdapat sangat sedikit manusia. Jumlah mereka kemudian berkembang. Penghancuran sudah di ambang pintu. Sang Ayah berkata, “Donasikanlah lima sifat buruk, maka gerhana apa pun akan dihilangkan.” Anda sekarang harus menjadi luhur dan mengklaim kerajaan surga dinasti surya. Anda harus melepaskan hal-hal yang korup. Donasikanlah lima sifat buruk. Tanyalah hati Anda, sudahkah Anda menjadi penuh dengan semua kebajikan luhur dan sepenuhnya tanpa sifat buruk? Ada cerita tentang Narada. Bagaimana mungkin Anda bisa menikahi Lakshmi jika Anda masih memiliki bahkan satu saja sifat buruk? Teruslah berupaya dan bakarlah campuran ketidaksucian. Ketika orang melelehkan emas, jika dalam proses tersebut apinya kurang panas, campuran logam tidak bisa dihilangkan. Inilah sebabnya, mereka melelehkannya dengan api yang sangat panas. Kemudian, setelah mereka melihat bahwa emas dan logam sudah terpisah, barulah mereka menuangnya ke dalam cetakan. Sang Ayah sendiri berkata, “Jangan menuruti sifat buruk sama sekali.” Berupayalah dengan kecepatan tinggi. Terlebih dahulu, berjanjilah untuk tetap hidup suci: “Baba, Engkau telah datang untuk menyucikan saya. Saya tidak akan pernah menuruti sifat buruk apa pun.” Jadilah berkesadaran jiwa! Sang Ayah sedang menjelaskan kepada kita, jiwa-jiwa. Beliaulah Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Anda tahu bahwa Anda tidak suci. Sanskara berada di dalam jiwa. “Saya, Ayah Anda, sedang berbicara kepada Anda, jiwa-jiwa.” Tidak ada orang lain yang bisa berkata, “Sayalah Ayah Anda, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Saya telah datang untuk menyucikan Anda.” Pada awalnya, Anda satopradhan. Kemudian, Anda memasuki tahapan sato, rajo, dan tamo. Anda telah menjadi tamopradhan. Bahkan lima unsur alam pun pada saat ini tamopradhan. Itulah sebabnya, mereka mendatangkan penderitaan. Segala sesuatu mengakibatkan penderitaan. Ketika semua unsur alam satopradhan, mereka mendatangkan kebahagiaan. Itu disebut daratan kebahagiaan. Ini disebut daratan penderitaan. Daratan kebahagiaan adalah warisan Sang Ayah yang tak terbatas. Daratan penderitaan adalah warisan Rahwana. Semakin banyak Anda mengikuti shrimat, semakin luhur Anda jadinya. Anda kemudian akan dikenal luas sebagai orang yang melakukan upaya ini setiap siklus. Ini adalah permainan setiap siklus. Mereka yang melakukan upaya lebih besar, mengklaim keberuntungan kerajaan ini. Orang yang tidak berupaya dengan baik akan memasuki kelas tiga. Tidak diketahui, di mana posisi mereka di tengah-tengah rakyat. Ayah fisik berkata, “Kalian mencemarkan nama baikku! Keluar dari rumah ini!” Sang Ayah yang tak terbatas juga berkata, “Anda akan ditampar sedemikian keras oleh Maya sehingga Anda tidak akan mampu menjadi bagian dari dinasti surya dan chandra. Anda menampar diri sendiri.” Baba berkata, “Jadilah pewaris. Jika Anda ingin mengklaim tilak kedaulatan, ingatlah Saya dan ingatkanlah orang lain, maka Anda akan menjadi raja-raja.” Ini berurutan. Beberapa pengacara memperoleh penghasilan ratusan ribu rupee hanya untuk satu kasus, sedangkan yang lain bahkan tidak memiliki cukup penghasilan untuk membeli jas. Segalanya tergantung pada upaya. Jika Anda berupaya, Anda pasti akan mengklaim status tinggi. Entah Anda menjadi master atau rakyat, Anda benar-benar harus berubah dari manusia menjadi dewa-dewi. Di sana juga akan ada pelayan dan pembantu di antara rakyat. Seorang pengajar bisa paham dari aktivitas murid-muridnya. Sungguh mengherankan bahwa mereka yang datang belakangan justru mendahului mereka yang datang lebih awal, karena hari demi hari, Anda sekarang terus menerima poin-poin yang halus. Anda terus menanam bibit pohon. Beberapa di antara mereka yang datang lebih awal telah meninggalkan Baba, sedangkan anak-anak yang baru terus berdatangan. Anda terus-menerus menerima poin-poin baru. Ini dijelaskan dengan sangat bijaksana. Baba berkata, “Saya memberitahukan hal-hal sangat mendalam yang menghibur. Melaluinya, intelek Anda bisa langsung memiliki keyakinan. Saya akan terus mengajar Anda selama peran ini masih harus Saya mainkan.” Ini juga sudah ditakdirkan dalam drama. Studi Anda akan sudah selesai pada saat Anda mencapai tahapan karmateet Anda. Anda anak-anak akan mengerti. Anda akhirnya juga mengetahui tentang hasil ujian pada saat terakhir. Mata pelajaran nomor satu dalam studi ini adalah kesucian. Selama Anda tidak mengingat Baba dan tidak melakukan pelayanan, Anda tidak boleh beristirahat. Peperangan Anda adalah melawan Maya. Sekalipun orang-orang membakar ogoh-ogoh Rahwana, mereka tidak tahu siapa dia. Mereka merayakan Dashera dengan begitu meriah. Anda sekarang terheran-heran, bagaimana mungkin Dewi Sita, istri Dewa Rama, bisa diculik? Rama kemudian memimpin pasukan monyet. Apakah ini masuk akal? Mereka sama sekali tidak memahami apa pun! Ketika mereka datang ke pameran, Anda harus terlebih dahulu bertanya kepada mereka, “Berapa banyak jumlah penduduk di Bharata ketika kerajaan Lakshmi dan Narayana ada?” Itu adalah persoalan 5000 tahun yang lalu. Sekarang, ini adalah zaman besi, dan Perang Mahabharata yang sama akan terjadi lagi. Sang Ayah datang dan mengajarkan Raja Yoga kepada Anda. Penghancuran juga akan berlangsung. Bagaimana mungkin di sini bisa ada satu agama dan satu keyakinan? Dengan kata lain, bagaimana mungkin di sini bisa ada kedamaian? Orang-orang memutar otak sedemikian rupa demi menciptakan satu keyakinan, tetapi hingga sejauh itu, mereka juga terus bertengkar. Sang Ayah berkata, “Saya sekarang menginspirasi mereka untuk saling bertengkar satu sama lain, sementara Saya memberikan mentega kepada Anda.” Sang Ayah menjelaskan, “Mereka yang bertindak, akan menerima. Beberapa anak bahkan melampaui ayah mereka. Anda akan menjadi bahkan lebih kaya dibandingkan Saya dan menjadi master dunia. Saya tidak menjadi master dunia. Saya melayani Anda anak-anak tanpa pamrih. Sayalah Sang Pemberkah.” Tak seorang pun dari Anda boleh berpikir bahwa Anda memberikan lima rupee kepada Shiva Baba, karena Anda mengambil lima kali berjuta-juta di surga, dari Sang Ayah. Jadi, apakah ini bisa disebut “memberi”? Jika Anda mengira bahwa Anda memberikan sesuatu kepada Shiva Baba, itu merupakan penghinaan besar terhadap Beliau. Sang Ayah sedang menjadikan Anda sedemikian luhur. Anda memasukkan lima rupee ke gudang harta Shiva Baba. Namun, Baba kemudian memberi Anda lima juta. Beliau mengubah Anda dari kerang menjadi berlian. Jangan pernah berpikir bahwa Anda telah memberi Shiva Baba sesuatu! Beliau adalah Tuhan yang sedemikian polos! Jangan sekali-kali mengira bahwa Anda sedang memberi kepada Baba. Tidak. Anda justru sedang mengklaim warisan Anda dari Shiva Baba untuk 21 kelahiran. Bagaimana mungkin itu bisa diterima jika Anda tidak memberikannya dengan niat yang suci? Anda harus memiliki pemahaman tentang semua hal ini dalam intelek Anda. Orang-orang berkata bahwa mereka berdonasi dalam nama Tuhan. Apakah Tuhan kekurangan sesuatu? Tidak. Hanya saja, mereka yakin bahwa mereka akan menerima imbalannya dalam kelahiran mereka berikutnya. Sang Ayah sekarang duduk di sini dan menjelaskan kepada Anda falsafah tentang karma, karma netral, dan karma berdosa: “Perbuatan (karma) apa pun yang dilakukan di sini adalah karma berdosa, karena ini adalah kerajaan Rahwana. Di zaman emas, karma bersifat netral. Saya sekarang sedang mentransfer Anda ke dunia di mana Anda tidak akan melakukan dosa apa pun.” Apa yang akan Baba lakukan dengan semua uang Anda sedangkan Beliau memiliki begitu banyak anak? “Saya bukan pialang saham yang tak berpengalaman, yang mengambil hal-hal yang tidak ada gunanya bagi Saya sehingga Saya kemudian harus memberikan imbalan untuk itu. Saya adalah Sang Pialang Saham yang sangat pandai. Saya memberi tahu Anda: Saya tidak membutuhkan apa pun.” Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, salam, dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Lakukanlah upaya intens dan lelehkan semua campuran logam ketidaksucian dalam api yoga. Buatlah janji yang teguh untuk tetap hidup suci.

2. Selagi mengingat falsafah karma, karma netral, dan karma berdosa dalam intelek Anda, transferlah segala sesuatu yang Anda miliki ke dunia baru.

Berkah:
Semoga Anda menjadi master berpengetahuan penuh dan penuh kekuatan, dengan menjaga mata intelek Anda tetap tajam dan awas.

Para astrolog bisa mengetahui tentang datangnya malapetaka di masa depan melalui pengetahuan mereka tentang astrologi dan berbagai pertanda. Demikian juga, Anda anak-anak bisa tahu lebih awal tentang datangnya ujian dari Maya. Jadi, agar bisa lulus dengan pujian, jagalah agar mata intelek Anda tetap tajam dan awas. Hari demi hari, tingkatkan kekuatan ingatan dan keheningan Anda, maka Anda akan tahu sebelumnya, pada hari apa sesuatu pasti akan terjadi. Jadilah master berpengetahuan penuh dan penuh kekuatan, maka Anda tidak akan pernah mengalami kekalahan.

Slogan:
Kesucian adalah kebaruan dan inilah fondasi pengetahuan.