12.10.20       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, Sang Ayah telah datang untuk mengajari Anda cara untuk berenang. Dengan mempelajari ini, Anda dibawa menyeberang dari dunia ini. Seluruh dunia kemudian berubah untuk Anda.

Pertanyaan:
Apa yang diterima oleh para pembantu Sang Ayah sebagai balasan atas bantuan yang mereka berikan?

Jawaban:
Sang Ayah membuat anak-anak yang menjadi pembantu-Nya pada saat ini, sedemikian rupa, sehingga mereka tidak perlu meminta bantuan atau saran selama setengah siklus. Beliau adalah Ayah yang sungguh luar biasa! Beliau berkata, “Anak-anak, seandainya Anda bukan pembantu Saya, bagaimana Saya bisa mendirikan surga?”

Om Shanti.
Sang Ayah rohani menjelaskan kepada anak-anak rohani yang termanis, yang berurutan, dan sangat, amat manis. Banyak anak telah menjadi tidak bijak. Rahwana telah membuat Anda begitu tidak bijak. Kita sekarang sedang dibuat menjadi begitu bijak. Ketika seseorang lulus ujian Indian Civil Service (Pegawai Negeri Sipil di India), dia mengira bahwa dirinya telah lulus ujian yang sangat tinggi. Lihatlah betapa besarnya ujian yang Anda lewati! Cobalah pikirkan itu. Siapa yang mengajar Anda? Siapa yang sedang belajar? Anda memiliki keyakinan bahwa, setiap siklus, setiap 5000 tahun, Anda terus bertemu dengan Sang Ayah, Sang Pengajar, dan Sang Guru lagi. Hanya Anda anak-anak yang tahu betapa besarnya warisan yang Anda terima dari Sang Ayah Yang Maha Tinggi. Sang Pengajar memberi Anda warisan dengan mengajar Anda. Beliau mengajar Anda dan juga mengubah dunia ini menjadi dunia baru untuk Anda perintah. Orang-orang menyanyikan begitu banyak pujian tentang Beliau di jalan pemujaan. Anda sedang menerima warisan dari Beliau. Anda anak-anak juga tahu bahwa dunia tua sedang berubah. Anda mengatakan bahwa Anda semua adalah anak-anak Shiva Baba. Sang Ayah harus datang ke sini untuk membuat dunia tua menjadi baru. Dalam gambar Trimurti, pendirian dunia baru digambarkan terjadi melalui Brahma. Oleh karena itu, para Brahmana, ciptaan rohani yang terlahir dari mulut lotus Brahma, pastilah diperlukan. Brahma tidak mendirikan dunia baru. Sang Pencipta adalah Sang Ayah. Beliau berkata, “Saya datang dan dengan bijak menginspirasi penghancuran dunia tua dan menciptakan dunia baru.” Ada sangat sedikit penghuni di dunia baru. Pemerintah berusaha mengendalikan populasi. Akan tetapi, populasi tidak dapat berkurang sekarang. Jutaan manusia mati dalam perang. Namun, meskipun demikian, populasi masih terus bertambah. Hanya Anda yang mengerti ini. Anda memiliki pengetahuan tentang awal, pertengahan, dan akhir dunia dalam intelek Anda. Anda menyadari diri Anda sebagai pelajar. Anda juga sedang belajar cara berenang. Orang-orang mengatakan, “Bawalah perahu saya menyeberang.” Mereka yang belajar cara berenang dengan baik, menjadi sangat terkenal. Lihatlah, bagaimana Anda berenang sekarang? Anda sepenuhnya pergi ke atas dan kemudian turun ke sini. Orang menyebutkan berapa kilometer jauhnya mereka terbang ke atas. Anda jiwa-jiwa juga terbang berkilo-kilometer jauhnya ke atas. Bagi mereka, itu adalah hal-hal fisik yang dapat dihitung. Bagi Anda, itu tak bisa dihitung. Anda jiwa-jiwa tahu bahwa Anda akan kembali ke rumah di mana tidak ada matahari, bulan, dan lain-lain. Anda memiliki kebahagiaan bahwa itu adalah rumah Anda. Kita adalah penghuni tempat itu. Orang-orang melakukan pemujaan dan membuat upaya untuk pergi ke hunian kebebasan, tetapi belum ada seorang pun yang telah mampu pergi ke sana. Mereka berusaha untuk bertemu dengan Tuhan di hunian kebebasan; mereka mencoba berbagai cara. Ada yang mengatakan bahwa mereka akan menyatu ke dalam cahaya, ada yang mengatakan bahwa mereka akan pergi ke hunian kebebasan. Namun, tak seorang pun tahu tentang hunian kebebasan. Anda anak-anak tahu bahwa Baba telah datang dan akan membawa kita pulang bersama-Nya. Baba yang termanis telah datang dan membuat kita layak untuk dibawa pulang. Kita telah membuat upaya untuk ini selama setengah siklus, tetapi tidak mampu menjadi selayak itu. Tak seorang pun bisa menyatu ke dalam cahaya, dan tak seorang pun bisa pergi ke hunian kebebasan atau mencapai kebebasan abadi. Upaya apa pun yang mereka lakukan, sia-sia. Upaya Anda, yang merupakan hiasan dari marga Brahmana, sekarang sedang berbuah. Bagaimana sandiwara ini diciptakan? Anda sekarang disebut theis. Anda mengenal Sang Ayah dengan sangat baik dan Anda juga telah belajar tentang siklus dunia dari Sang Ayah. Sang Ayah berkata, “Tak seorang pun memiliki pengetahuan tentang mukti atau jeevan mukti. Bahkan dewa-dewi pun tidak memiliki pengetahuan itu.” Tak seorang pun mengenal Sang Ayah. Oleh karena itu, bagaimana mungkin Beliau bisa membawa siapa pun pulang? Ada begitu banyak guru dan begitu banyak orang menjadi pengikut mereka. Shiva Baba adalah Sang Satguru sejati. Beliau tidak memiliki kaki. Beliau berkata, “Saya tidak memiliki kaki. Bagaimana mungkin Saya bisa menyuruh orang memuja Saya? Anak-anak menjadi master dunia, jadi bagaimana mungkin Saya menyuruh mereka memuja Saya?” Di jalan pemujaan, anak-anak membungkuk hormat kepada ayah mereka. Sesungguhnya, anak-anak adalah master atas properti ayah mereka. Akan tetapi, mereka menunjukkan kerendahan hati. Bahkan, anak kecil pun bersujud di kaki mereka. Di sini, Sang Ayah berkata, “Saya membebaskan Anda dari bersujud di kaki Saya.” Beliau adalah Sang Ayah yang demikian luar biasa! Beliau berkata, “Anda anak-anak adalah para pembantu Saya. Andaikata Anda bukan para pembantu Saya, bagaimana mungkin Saya bisa mendirikan surga?” Sang Ayah berkata, “Anak-anak, pada saat inilah Anda menjadi para pembantu Saya. Saya menjadikan Anda sedemikian rupa, sehingga Anda tidak perlu meminta bantuan dari siapa pun. Anda bahkan tidak perlu meminta nasihat dari siapa pun.” Di sini, Sang Ayah mengambil bantuan dari anak-anak. Beliau berkata, “Anak-anak, jangan menjadi kotor sekarang! Jangan kalah oleh Maya. Jika tidak, Anda akan mencemarkan nama.” Dalam pertandingan tinju, pemenang dipuji dan wajah pihak yang kalah menjadi pucat. Di sini juga ada yang kalah. Terhadap mereka yang kalah di sini, dikatakan, “Mereka telah mengotori wajah mereka. Mereka datang ke sini untuk menjadi rupawan. Namun, sebaliknya, apa yang mereka lakukan? Segalanya yang telah mereka kumpulkan sejauh ini hancur dan mereka harus memulai dari awal. Setelah menjadi pembantu Sang Ayah, mereka kalah dan mereka mencemarkan nama Sang Ayah.” Ada dua pihak: (1) budak Maya, dan (2) pelayan Tuhan. Anda mengasihi Sang Ayah. Ada ungkapan: “Mereka yang tidak memiliki cinta kasih dalam intelek mereka pada saat penghancuran …” Anda memiliki intelek yang penuh cinta kasih. Oleh karena itu, jangan mencemarkan nama. Karena Anda memiliki intelek yang penuh cinta kasih, mengapa Anda dikalahkan oleh Maya? Mereka yang kalah, mengalami kesengsaraan. Orang-orang memuji dan bertepuk tangan untuk mereka yang menang. Anda anak-anak mengerti bahwa Anda sangat kuat dan bahwa Anda pasti harus menaklukkan Maya. Sang Ayah berkata, “Lupakanlah segalanya yang Anda lihat, termasuk badan Anda sendiri. Selalulah ingat Saya saja.” Maya telah membuat Anda tamopradhan dari satopradhan. Anda sekarang harus menjadi satopradhan lagi. Anda sekarang harus menjadi penakluk dunia dengan menaklukkan Maya. Ini adalah sandiwara tentang kemenangan dan kekalahan, tentang kebahagiaan dan kesengsaraan. Ada kekalahan dalam kerajaan Rahwana. Sang Ayah sekarang menjadikan Anda bernilai satu pound. Baba telah menjelaskan bahwa satu-satunya hari kelahiran yang bernilai satu pound hanyalah hari kelahiran Shiva. Anda anak-anak sekarang harus menjadi seperti Lakshmi dan Narayana. Di sana, mereka merayakan Deepmala dalam setiap rumah; cahaya setiap orang dinyalakan. Cahaya Anda dinyalakan dari Sang Sumber Kekuatan. Baba duduk di sini dan menjelaskan dengan begitu mudah! Siapa, selain Sang Ayah, yang akan mengatakan, “Anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali”? Sang Ayah rohani berkata, “Wahai, anak-anak Saya yang manis, yang rupawan, yang telah melakukan pemujaan selama setengah siklus!” Akan tetapi, tak satu pun dari Anda bisa pulang ke rumah. Hanya ketika Sang Ayah datang, barulah Beliau bisa membawa setiap jiwa pulang. Anda bisa menjelaskan dengan sangat baik tentang zaman peralihan; bagaimana Sang Ayah datang dan membawa semua jiwa kembali ke rumah. Tak seorang pun di dunia tahu tentang sandiwara tak terbatas ini. Ini adalah drama yang tak terbatas. Hanya Andalah yang mengerti ini; tidak ada orang lain yang bisa mengatakan ini. Seandainya orang berbicara tentang drama yang tak terbatas, bagaimana mereka bisa menjelaskan drama itu? Di sini, Anda menerima pengetahuan tentang siklus 84 kelahiran. Anda anak-anak sekarang memiliki pengetahuan; oleh karena itu, Anda harus mengingat Baba. Sang Ayah menjelaskan segalanya dengan begitu mudah kepada Anda. Anda telah tersandung-sandung begitu banyak di jalan pemujaan. Betapa jauhnya Anda pergi mandi! Ada danau yang mengenainya dikatakan, “Dengan mandi di danau itu, Anda menjadi malaikat.” Anda sekarang sedang mandi di dalam samudra pengetahuan dan akan menjadi putri raja. Seseorang yang sangat modis dikatakan tampak seperti malaikat. Anda sekarang menjadi permata-permata. Manusia tidak bisa memiliki sayap dan lain-lain untuk terbang. Mereka tidak bisa terbang seperti itu. Jiwalah yang terbang. Jiwa-jiwa, yang juga disebut roket, sangatlah kecil. Ketika semua jiwa kembali pulang, ada kemungkinan Anda anak-anak akan mendapat penglihatan mengenai itu. Sebagaimana intelek Anda dapat memahami dan Anda bicara tentang bagaimana bisa melihat penghancuran, begitu juga, Anda bisa melihat bagaimana kumpulan besar jiwa-jiwa kembali ke rumah. Hanuman, Ganesha, dan sebagainya, tidak benar-benar ada, tetapi manusia mendapat penglihatan tentang mereka sesuai dengan cinta kasih dan rasa pemujaan mereka. Baba hanyalah sebuah titik. Bagaimana Anda dapat menggambarkan-Nya? Orang mengatakan bahwa jiwa adalah bintang yang sangat kecil, yang tidak dapat dilihat dengan mata ini. Badan, yang dipakai oleh jiwa untuk melakukan perbuatan, sangat besar. Jiwa-jiwa begitu kecil, tetapi siklus 84 kelahiran terekam dalam diri mereka. Tak seorang pun menyadari dalam intelek mereka bagaimana Anda mengalami 84 kelahiran. Sungguh luar biasa, bagaimana peran terekam dalam setiap jiwa. Jiwa-jiwalah yang mengambil badan dan memainkan peranan mereka. Sandiwara itu terbatas, sedangkan sandiwara ini tak terbatas. Sang Ayah yang tak terbatas sendiri telah datang untuk memberikan perkenalan-Nya sendiri. Anda semua, anak-anak yang bagus dan serviceable, terus mengaduk samudra pengetahuan mengenai cara menjelaskan kepada orang lain. Anda harus berusaha keras untuk membuat setiap orang paham. Meskipun demikian, ada yang memberi tahu Baba bahwa mereka tidak mengerti. Ketika seseorang tidak belajar, dia disebut berintelek batu. Anda dapat melihat bahwa ada yang belajar hanya selama tujuh hari dan menjadi sangat bahagia, lalu mengatakan bahwa mereka ingin pergi kepada Baba. Mereka yang lain tidak mengerti apa pun. Orang-orang bicara tentang intelek batu dan intelek ilahi, tetapi mereka tidak mengerti artinya. Ketika jiwa menjadi suci, dia menjadi tuan keilahian. Ada juga kuil untuk Tuhan Keilahian. Tidak seluruh kuil itu terbuat dari emas; hanya puncaknya yang telah dilapisi dengan sedikit emas. Anda anak-anak mengerti bahwa Anda telah menemukan Sang Master Kebun. Beliau menunjukkan kepada kita cara untuk berubah dari duri menjadi bunga. Ada pujian tentang Taman Allah. Di permulaan, ada seorang Muslim yang dahulu mengalami trans. Dia mengatakan bahwa Khuda (Tuhan) memberinya sekuntum bunga. Saat dia sedang berdiri, dia bisa melihat Taman Khuda dan kemudian jatuh. Akan tetapi, hanya Khuda sendirilah yang bisa menunjukkan Taman Khuda kepada siapa pun. Bagaimana mungkin orang lain mampu menunjukkannya? Beliau memberikan penglihatan tentang surga kepada Anda. Khuda membawa Anda ke sana, tetapi Beliau sendiri tidak tinggal di sana. Khuda tinggal di hunian kedamaian dan membuat Anda menjadi master surga. Anda mengerti hal-hal yang demikian bagus, sehingga Anda menjadi bahagia. Harus ada begitu banyak kebahagiaan di dalam diri Anda, bahwa Anda sekarang akan pergi ke daratan kebahagiaan. Tidak ada kesengsaraan di sana. Sang Ayah berkata, “Ingatlah daratan kebahagiaan dan hunian kedamaian.” Mengapa kita tidak mau mengingat rumah kita? Jiwa-jiwa berupaya keras untuk bisa kembali ke rumah. Mereka melakukan tapasya dan penebusan dosa, dan membuat begitu banyak upaya dan sebagainya, tetapi tak seorang pun dapat kembali ke rumah. Dalam gambar pohon, jiwa-jiwa ditunjukkan terus turun berurutan. Karena Sang Ayah sendiri ada di sini, bagaimana mungkin ada yang bisa pulang selagi Beliau ada di sini? Beliau memberi tahu Anda anak-anak setiap hari, “Ingatlah hunian kedamaian dan daratan kebahagiaan.” Dengan melupakan Sang Ayah, Anda menjadi tidak bahagia dan mengalami tamparan Maya. Anda sekarang tidak boleh mengalami tamparan sama sekali. Hal yang utama adalah kesadaran badan. Anda sekarang sedang belajar bersama Sang Ayah, Yang Esa, yang Anda panggil-panggil selama ini, “Oh, Sang Penyuci, datanglah!” Beliau adalah Sang Pelayan Yang Patuh dan Sang Pengajar Anda. Sang Ayah adalah Sang Pelayan Yang Patuh. Orang-orang penting selalu menulis di atas tanda tangan mereka: “Pelayan Anda yang patuh”. Sang Ayah berkata, “Lihatlah bagaimana Saya duduk di sini dan menjelaskan kepada Anda anak-anak.” Hanya anak-anak yang layaklah yang dikasihi oleh Sang Ayah. Sang Ayah berkata tentang anak-anak yang tidak layak, yaitu mereka yang menjadi milik Sang Ayah, tetapi kemudian menjadi pengkhianat karena menuruti sifat buruk nafsu birahi, “Lebih baik anak seperti itu tidak usah lahir!” Karena satu orang, nama dari begitu banyak orang tercemar, dan ada begitu banyak yang mengalami kesulitan. Anda melakukan tugas yang sedemikian luhur di sini! Anda mengangkat dunia dan Anda bahkan tidak memiliki satu meter persegi tanah. Anda anak-anak tidak membuat siapa pun meninggalkan rumah dan keluarganya. Anda bahkan berkata kepada raja-raja, “Anda dahulu bermahkota ganda dan layak dipuja, dan Anda sekarang menjadi pemuja. Karena Sang Ayah membuat Anda menjadi yang layak dipuja sekali lagi, maka Anda harus menjadi seperti itu, bukan?” Itu akan membutuhkan sedikit waktu. Apa yang akan kita lakukan dengan mengambil ratusan ribu dari siapa pun? Mereka yang miskinlah yang akan menerima kerajaan. Sang Ayah adalah Tuhan Bagi Yang Miskin. Anda mengerti makna sebenarnya mengapa Sang Ayah disebut Tuhan Bagi Yang Miskin. Bharata begitu miskin, dan terutama Anda ibu-ibulah yang miskin. Mereka yang kaya tidak bisa mengambil pengetahuan ini. Begitu banyak perempuan yang polos, yang telah begitu banyak diserang, datang ke sini. Sang Ayah berkata, “Para ibu harus diberi dorongan semangat untuk maju. Ketika Anda berjalan-jalan di pagi hari dalam kelompok, para ibu harus ditempatkan di depan.” Lencana Anda kelas satu. Mereka yang berjalan di depan harus memegang gambar “translight”. Beri tahulah setiap orang bahwa dunia sekarang akan berubah. Kita sedang menerima warisan kita dari Sang Ayah seperti yang kita lakukan pada siklus yang lalu. Anda anak-anak harus mengaduk samudra pengetahuan mengenai cara melakukan pelayanan. Itu perlu waktu. Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, salam, dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Milikilah cinta kasih sejati untuk Sang Ayah dan jadilah pembantu-Nya. Jangan pernah kalah oleh Maya dan mencemarkan nama marga. Berupayalah untuk melupakan segalanya yang Anda lihat, termasuk badan Anda sendiri.

2. Milikilah kebahagiaan di dalam diri Anda bahwa Anda akan pergi ke hunian kedamaian dan daratan kebahagiaan. Baba, sebagai Sang Pengajar yang patuh, menjadikan kita layak untuk pulang ke rumah. Jadilah layak dan patuh. Jangan menjadi tidak layak.

Berkah:
Semoga Anda meresapkan kesadaran akan tiga hal dan menjadi pemenang sepenuhnya.

Kesadaran akan diri sendiri, kesadaran akan Sang Ayah, dan kesadaran akan pengetahuan tentang drama: perluasan semua pengetahuan menyatu dalam kesadaran akan tiga hal ini. Inilah tiga macam kesadaran dari pohon pengetahuan. Pertama-tama, pohon berupa benih, kemudian dua helai daun tumbuh dari benih tersebut, dan selanjutnya terjadilah perluasan dari pohon itu. Demikian juga, hal yang utama adalah memiliki kesadaran akan Sang Ayah, Sang Benih, kemudian kesadaran akan dua helai daun, yaitu seluruh pengetahuan tentang sang jiwa dan drama. Mereka yang meresapkan kesadaran akan ketiga hal ini menerima berkah menjadi perwujudan ingatan dan mereka menjadi pemenang sepenuhnya.

Slogan:
Selalu tempatkan pencapaian Anda di hadapan Anda, maka semua kelemahan akan berakhir dengan mudah.