13.10.21       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, dalam hubungan darah, terkandung kesengsaraan. Anda harus menanggalkannya dan memiliki cinta kasih spiritual terhadap satu sama lain. Inilah dasar dari sukacita dan kebahagiaan tiada tara.

Pertanyaan:
Apa upaya khusus yang perlu Anda lakukan untuk menjadi bagian dari rosario kemenangan?

Jawaban:
Agar bisa menjadi bagian dari rosario kemenangan, berupayalah khusus untuk menjadi suci. Hanya ketika Anda menjadi saniyasi sejati, yaitu hanya ketika Anda menjadi tanpa sifat buruk, barulah Anda bisa menjadi manik dalam rosario kemenangan. Jika masih ada rekening ikatan karma, Anda tidak bisa menjadi pewaris; Anda hanya akan menjadi bagian dari rakyat.

Lagu:
Sang Pelita telah menyala dalam perkumpulan laron-laron yang riang gembira.

Om Shanti.
Lihatlah, kita sedang memuji Ayah kita. Saya, sang jiwa, pasti akan menunjukkan (mengungkapkan) Ayah saya. Anak menunjukkan Ayah. Saya adalah jiwa, dan Anda pasti berkata, “Kita adalah jiwa dan Ayah kita adalah Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, Sang Ayah dari semua jiwa.” Semua orang pasti menerima ini. Tidak mungkin mereka mengatakan bahwa Ayah kita, jiwa-jiwa, berbeda. Sang Ayah dari semua jiwa hanyalah Yang Esa. Sekarang, karena kita adalah anak-anak-Nya, kita mengetahui tentang peran Beliau. Kita tidak bisa mengatakan bahwa Tuhan berada di mana-mana. Jika demikian, Tuhan pasti berada dalam diri setiap orang. Anak-anak gembira ketika mengingat ayah mereka, karena apa pun yang dimiliki oleh ayah mereka, diterima oleh anak-anak itu sebagai warisan. Kita sekarang adalah pewaris-pewaris Tuhan. Jadi, apa yang Beliau miliki? Beliau adalah Sang Samudra Kebahagiaan Tiada Tara, Sang Samudra Pengetahuan, Sang Samudra Cinta Kasih. Karena mengetahui hal ini, maka kita menyanyikan pujian-Nya. Orang-orang lain tidak mungkin mengatakan ini. Mereka bisa saja mengatakannya, tetapi mereka tidak tahu mengapa Beliau memiliki semua gelar itu. Semua orang yang lain mengatakan bahwa Tuhan berada di mana-mana. Akan tetapi, kita adalah anak-anak-Nya. Jadi, kita menyanyikan pujian Ayah kita yang abadi dan tak berwujud jasmani: Beliaulah Sang Samudra Kebahagiaan Tiada Tara, Sang Samudra Pengetahuan, dan Gudang Harta Cinta Kasih. Akan tetapi, mungkin ada yang bertanya, “Anda mengatakan bahwa tahapan Anda di alam jiwa melampaui kebahagiaan dan kesengsaraan. Dari mana datangnya kebahagiaan – yaitu kebahagiaan tiada tara – dan cinta kasih di sana?” Hal-hal ini harus dipahami. Ketika Anda berbicara tentang kebahagiaan tiada tara, sukacita, dan cinta kasih, itu merupakan tahapan kebahagiaan, tetapi bagaimana mungkin ada kebahagiaan tiada tara, cinta kasih, dan pengetahuan di hunian kedamaian? Ketika Sang Samudra Kebahagiaan datang ke dunia fisik ini, Beliau datang dan memberikan kebahagiaan kepada kita. Namun, di sana, Anda tetap berada dalam tahapan melampaui kebahagiaan dan kesengsaraan, karena sebagaimana telah dijelaskan kepada Anda, itu adalah dunia yang melampaui kebahagiaan dan kesengsaraan, yang disebut alam jiwa. Kemudian, ada dunia lain, yaitu dunia kebahagiaan, di mana terdapat sukacita dan kebahagiaan tiada tara yang konstan; itu disebut surga, sedangkan ini adalah dunia kesengsaraan, yang disebut neraka, yaitu dunia zaman besi. Sekarang, Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita Paramatma), yaitu Sang Samudra Kebahagiaan, datang dan mengubah dunia zaman besi ini dan menjadikannya gudang harta kebahagiaan tiada tara, sukacita, dan cinta kasih, di mana semata-mata hanya terdapat kebahagiaan dan lebih banyak lagi kebahagiaan, hanya ada cinta kasih dan lebih banyak lagi cinta kasih. Di sana, bahkan hewan-hewan pun penuh dengan cinta kasih. Sapi dan harimau minum air bersama-sama dari sungai yang sama. Mereka begitu penuh cinta kasih terhadap satu sama lain. Jadi, kerajaan yang didirikan oleh Tuhan ketika Beliau datang adalah kerajaan penuh sukacita dan kebahagiaan tiada tara. Akan tetapi, alam jiwa tidak ada hubungannya dengan sukacita, kebahagiaan tiada tara, maupun cinta kasih. Itu adalah hunian jiwa-jiwa yang tak berwujud jasmani. Itu adalah kehidupan pensiun, yaitu tahapan nirwana bagi semua jiwa, di mana tidak terdapat perasaan bahagia maupun sengsara. Peran kebahagiaan dan kesengsaraan dimainkan di dunia fisik ini. Ketika surga ada di dunia ini, terdapat cinta kasih spiritual abadi. Akan tetapi, dalam hubungan darah, terkandung kesengsaraan. Para saniyasi juga tidak memiliki hubungan darah apa pun. Inilah sebabnya, mereka tidak merasa sengsara tentang apa pun. Mereka berkata, “Sayalah kebenaran, saya adalah jiwa yang hidup dan perwujudan kebahagiaan tiada tara,” karena mereka telah menanggalkan hubungan darah mereka. Di sini juga sama; Anda tidak memiliki sedikit pun hubungan darah. Di sini, kita semua memiliki cinta kasih spiritual yang diajarkan Tuhan kepada kita. Sang Ayah berkata, “Anda adalah putra-putra Saya yang terkasih. Kebahagiaan tiada tara, sukacita, dan cinta kasih Saya menjadi milik Anda karena Anda telah meninggalkan dunia itu dan duduk di pangkuan Saya (diadopsi). Anda telah datang dan duduk di pangkuan Saya dalam kehidupan nyata.” Ini tidak sama seperti orang-orang itu, yang diadopsi oleh guru-guru mereka, tetapi kemudian pulang ke rumah mereka masing-masing. Itu bukan disebut menjadi “putra-putra terkasih”. Orang-orang itu sama seperti rakyat bagi guru mereka. Akan tetapi, mereka yang melakukan penanggalan dan diadopsi oleh para guru itu disebut “putra-putra terkasih” karena merekalah yang menggantikan guru mereka duduk di atas gaddi setelah sang guru pergi. Ada perbedaan bagaikan siang dan malam antara anak-anak dan rakyat. Anak-anak menjadi pewaris dan mengklaim warisan; demikian juga, Anda telah mengakhiri hubungan darah Anda dan duduk di pangkuan Sang Ayah Yang Esa yang tak berwujud jasmani dan ayah alokik yang berwujud jasmani ini. Jadi, Anda telah menjadi ahli-ahli waris. Dalam hal ini pun, semakin banyak pengetahuan yang Anda resapkan, semakin besar kebahagiaan tiada tara yang Anda alami. Pendidikan disebut sebagai kebahagiaan tiada tara. Jadi, semakin banyak Anda mempelajari pendidikan ini, semakin besar kebahagiaan yang akan Anda terima sebagai warga kerajaan di masa depan. Pendidikan Ketuhanan ini merupakan kebahagiaan tiada tara. Anda menerima kebahagiaan dan kedamaian yang tertinggi melaluinya. Kedaulatan diri penuh kebahagiaan dan kedamaian yang konstan, kokoh, dan tak tergoyahkan ini adalah properti Tuhan yang Anda terima. Selanjutnya, hingga sejauh mana Anda mempelajari pengetahuan ini, sesuai dengan itu Anda akan menerima warisan Sang Ayah. Misalnya: semua pencari Tuhan datang kepada Anda; mereka adalah rakyat Anda yang terkasih. Mereka bukan anak-anak, karena mereka terus datang dan pergi. Tidak tertutup kemungkinan bagi mereka untuk menjadi anak-anak, karena beberapa di antara mereka berubah dari rakyat menjadi ahli waris. Ketika mereka mempelajari pengetahuan ini dan menemukan kebahagiaan dan kedamaian tak terbatas di sini, dan menyadari bahwa di dunia itu hanya terdapat kesengsaraan, maka mereka pun berada dalam pangkuan Tuhan. Tidak ada orang yang langsung menjadi anak. Sebelumnya, Anda dahulu juga datang dan pergi, kemudian setelah mendengarkan pengetahuan ini, Anda tinggal di sini, dan dengan demikian, Anda menjadi ahli waris. Hal yang sama juga berlaku bagi para saniyasi. Selagi mendengarkan, ketika mereka menyadari bahwa dalam penanggalan terkandung kedamaian dan kebahagiaan, mereka pun menanggalkan segala sesuatu. Di sini juga sama; setelah orang mencicipi pengetahuan ini, mereka menjadi putra-putra terkasih. Dengan demikian, mereka menerima warisan, kelahiran demi kelahiran. Kemudian, mereka terus memasuki pohon silsilah dewa-dewi. Rakyat tidak terus tinggal bersama Anda; mereka pergi ke tempat lain karena memiliki ikatan karma. Lagu tadi berkata: “Sang Pelita telah menyala dalam perkumpulan laron-laron yang riang gembira.” Jadi, laron-laron juga menari pada pelita, kemudian mati. Sebagian dari mereka hanya terbang berkeliling, lalu pergi. Badan ini, yang dimasuki oleh Baba Yang Mahakuasa, bagaikan pelita. Anda datang kemari sebagai laron, dan setelah memahami berbagai rahasia, Anda tinggal di sini. Ribuan dan ratusan ribu orang datang kemari dan mereka terus mendengarkan Anda. Semakin banyak yang mereka dengar, semakin banyak berkah kebahagiaan tiada tara dan kedamaian yang akan terus mereka terima, karena ajaran-ajaran Sang Ayah Yang Abadi ini tidak bisa hancur. Ini disebut kekayaan pengetahuan yang tak termusnahkan; ini tidak pernah bisa hancur. Jadi, bahkan mereka yang mendengar sedikit saja, pasti akan menjadi bagian dari rakyat. Di sana, bahkan rakyat pun sangat bahagia. Di sana terdapat kebahagiaan tiada tara dalam hati, karena semua orang berkesadaran jiwa. Di sini, kita telah menjadi berkesadaran badan; inilah sebabnya, kita tidak bahagia. Itu adalah surga; di sana, tidak ada nama maupun jejak kesengsaraan. Bahkan hewan-hewan pun hidup penuh kedamaian dan kebahagiaan; jadi, bayangkan betapa besarnya kedamaian dan cinta kasih yang akan terdapat di antara rakyat! Sudah jelas bahwa tidak semua jiwa bisa menjadi ahli waris. Di sini, 108 penanggal yang teguh akan menjadi manik-manik rosario kemenangan. Pada saat ini, mereka masih belum menjadi itu; mereka masih menjalani proses menuju ke sana. Rakyat juga sedang diciptakan pada saat yang sama. Mereka tinggal di luar center dan juga terus mendengarkan pengetahuan ini. Mereka beryoga selagi duduk di rumah. Selagi beryoga, mereka menjadi bagian dari anggota di sini, dan dengan demikian, mereka berubah dari rakyat menjadi pewaris. Meskipun mereka memang masih memiliki beberapa rekening ikatan karma dan tetap tinggal di luar, mereka beryoga dan terus menghilangkan sifat-sifat buruk. Selagi tinggal di rumah, jika mereka mempraktikkan pola hidup tanpa sifat buruk, pasti akan timbul pertengkaran, karena adanya orang-orang lain yang penuh sifat buruk nafsu birahi dan amarah … Ketika Anda menaklukkan sifat buruk nafsu birahi – musuh terbesar Anda – dan berhenti memberikan racun, terjadilah pertengkaran. Tuhan berkata, “Anak-anak, kematian sudah di ambang pintu; seluruh dunia akan dihancurkan.” Orang-orang berkata kepada kaum lanjut usia: “Kematian sudah di depan mata, jadi ingatlah Tuhan.” Baba duduk di sini dan berkata, “Anak-anak, jadilah tanpa sifat buruk! Ingatlah Tuhan!” Sama halnya ketika Anda pergi berziarah, Anda pasti berhenti menuruti sifat buruk nafsu birahi dan amarah. Anda tidak mungkin menuruti sifat buruk nafsu birahi dalam perziarahan. Sepanjang jalan, para peziarah terus bernyanyi, “Kemenangan bagi Tuhan Keabadian,” tetapi ketika pulang ke rumah, mereka kembali menenggelamkan diri dalam sifat-sifat buruk yang sama. Anda tidak akan kembali. Anda tidak akan menjadi penuh sifat buruk nafsu birahi atau amarah. Jika Anda menuruti sifat buruk nafsu birahi, status Anda pun hancur. Anda tidak akan menjadi “Yang Mulia”. Mereka yang menjadi suci dan mulia akan menjadi bagian dari rosario kemenangan. Mereka yang gagal akan menjadi bagian dari dinasti chandra. Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita Paramatma) duduk di sini dan mengajar Anda semua. Hanya Beliaulah Sang Samudra Pengetahuan. Beliau tidak mungkin duduk di sana, di alam jiwa, sambil memberikan pengetahuan kepada jiwa-jiwa. Beliau datang kemari dan menyampaikan pengetahuan kepada Anda. Beliau berkata, “Anda adalah anak-anak Saya. Sebagaimana Saya suci, Anda pun harus menjadi suci.” Anda kemudian akan memerintah dunia zaman emas yang penuh cinta kasih dan kebahagiaan, yang disebut “surga”. Dunia ini sekarang berubah karena sedang beralih dari zaman besi ke zaman emas. Kemudian, dari zaman emas, dunia akan beralih ke zaman perak. Dari zaman perak, dunia akan beralih ke zaman perunggu, dan selanjutnya, dari zaman perunggu, dunia akan memasuki zaman besi. Dunia terus berubah seperti ini. Jadi, dunia ini sedang berubah. Siapa yang mengubahnya? Tuhan sendiri – dan Anda telah menjadi anak-anak Beliau yang terkasih. Rakyat juga sedang diciptakan, tetapi anak adalah anak dan rakyat adalah rakyat. Mereka yang melakukan penanggalan, menjadi pewaris. Mereka pasti akan menjadi bagian dari keluarga kerajaan. Akan tetapi, jika Anda belum mempelajari pengetahuan sebanyak itu, Anda tidak akan menerima status. Mereka yang belajar dengan baik, akan menjadi penguasa. Mereka yang sekadar datang dan pergi akan menjadi bagian dari rakyat. Di samping itu, sejauh mana Anda menjadi suci, sesuai dengan itu Anda akan menerima kebahagiaan. Mereka juga menjadi terkasih, tetapi mereka baru akan benar-benar menjadi yang terkasih ketika mereka menjadi anak-anak. Apakah Anda paham? Ada berbagai macam penanggal. Ada penanggal yang meninggalkan keluarga dan rumah tangga mereka, dan ada penanggal yang tinggal dalam rumah tangga tanpa menuruti sifat buruk nafsu birahi. Mereka duduk dan membacakan kitab suci dan sebagainya kepada para pengikut mereka. Mereka menyampaikan pengetahuan tentang sang jiwa. Mereka juga memiliki murid-murid, tetapi para murid itu tidak bisa menjadi putra-putra terkasih mereka, karena mereka berumah tangga dan memiliki anak. Jadi, mereka tidak bisa mengizinkan murid-murid itu tinggal bersama mereka. Mereka sendiri tidak melakukan penanggalan maupun mampu membuat orang lain melakukan penanggalan. Murid-murid itu juga tinggal bersama keluarga mereka masing-masing; hanya saja, mereka terus datang kepada guru mereka. Dia hanya terus menyampaikan pengetahuan kepada mereka atau memberi mereka suatu mantra; itu saja. Mereka tidak menjadi pewaris guru tersebut; jadi, bagaimana mungkin bisa terjadi perkembangan di antara mereka? Mereka sekadar menyampaikan pengetahuan, meninggalkan badan, kemudian pergi. Lihat, ada rosario 108 dan ada rosario 16.108 yang lebih besar. Itu adalah rosario para pangeran dan putri raja marga kerajaan dinasti chandra. Jadi, mereka yang tidak mampu meresapkan pengetahuan sebanyak itu di sini dan disucikan, akan mengalami hukuman dan menjadi bagian dari rosario dinasti chandra. Ada banyak pangeran dan putri raja. Anda mendengarkan dan mengetahui berbagai rahasia ini pada saat ini. Semua aspek pengetahuan ini tidak akan ada di sana. Pengetahuan ini hanya diterima pada saat ini, di zaman peralihan, ketika agama dewa-dewi sedang didirikan. Jadi, Anda diberi tahu, “Mereka yang tidak sepenuhnya menaklukkan organ-organ fisik mereka akan menjadi bagian rosario marga dinasti chandra. Mereka yang menaklukkan organ-organ fisik akan menjadi bagian dari marga dinasti surya. Di antara mereka pun, pasti ada urutan.” Jiwa menerima badan sesuai dengan tahapannya sendiri. Lihat! Mama mendahului semua yang lain, jadi dia menerima beasiswa; dia menjadi pengawas. Seluruh kendi pengetahuan dipercayakan kepadanya. Saya juga memanggil dia “Ibu”, karena saya menyerahkan seluruh badan, mental, dan kekayaan saya di kakinya dan tidak memberikan apa pun kepada anak-anak lokik saya, karena itu adalah hubungan darah. Di sini, Anda menjadi anak-anak abadi. Anda datang kemari setelah menanggalkan segala sesuatu, jadi ada cinta kasih yang lebih besar bagi Anda. Cinta kasih abadi adalah yang terkuat. Para saniyasi meninggalkan rumah tangga mereka dan pergi jauh. Anda telah membawa segala sesuatu kemari dan mempersembahkannya. Tuhan sendiri berperan secara nyata dan menunjukkan kepada Anda. Di sini, Anda bisa menerima jawaban atas pertanyaan apa pun. Tuhan sendiri juga bisa datang dan memberitahukannya kepada Anda. Beliau adalah Sang Ahli Sulap, dan peran keajaiban-Nya sedang dilakonkan sekarang. Anda adalah anak-anak yang sangat manis dan menyenangkan; Sang Ayah tidak pernah membuat Anda kesal. Seandainya Beliau bisa membuat Anda kesal, Anda pasti juga belajar untuk menjadi marah. Di sini, semua orang memiliki cinta kasih dalam hati. Di surga, mereka juga penuh dengan cinta kasih. Di sana, mereka senantiasa satopradhan. Di sini, ada banyak pelayanan yang dilakukan bagi para pengunjung yang datang kemari, karena mereka juga dihujani dengan kedamaian dan kebahagiaan. Mereka akan menjadi rakyat yang terkasih. Kedua orang tua (Mama dan Baba) beserta anak-anak, semuanya sibuk melayani mereka. Sekalipun Anda sedang menjadi dewa-dewi, Anda tidak memiliki kesombongan tentang status itu di sini. Anda semua menjadi pelayan yang patuh dan terus sibuk dalam pelayanan. Tuhan juga menjadi Sang Pelayan Yang Patuh dan melayani anak-anak-Nya dan rakyat yang terkasih. Beliau menghujani anak-anak dengan kebahagiaan tiada tara. Achcha.

Kepada anak-anak cahaya mata yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, yang telah terpisah setiap siklus dan sekali lagi datang kemari, kepada anak-anak yang sedemikian rupa, terimalah banyak cinta kasih, salam, dan selamat pagi dari kedalaman hati, penuh cinta kasih, dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Sang Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Sebagaimana BapDada tidak pernah membuat Anda anak-anak merasa kesal, demikian juga, Anda tidak boleh membuat siapa pun merasa kesal. Hiduplah bersama satu sama lain dengan cinta kasih dalam hati. Jangan pernah marah.

2. Agar bisa mengklaim berkah kedamaian dan kebahagiaan tiada tara, serahkanlah diri Anda sepenuhnya kepada Sang Pelita. Klaimlah hak Ketuhanan atas kedamaian dan kebahagiaan yang tertinggi melalui studi ini.

Berkah:
Semoga Anda menjadi pemberi restu baik bagi semua orang dan menjadi pemenang dengan kekuatan kerja sama dalam perkumpulan.

Jika semua orang dalam perkumpulan merupakan pembantu dan pemberi restu baik bagi satu sama lain, maka keajaiban bisa tercapai karena Anda dikelilingi oleh kekuatan kerja sama dalam perkumpulan. Jadilah pemberi restu baik terhadap satu sama lain dan saling bekerja sama, maka Maya tidak akan berani memasuki lingkaran ini. Akan tetapi, kekuatan kerja sama dalam perkumpulan hanya bisa tercipta apabila Anda memiliki pikiran penuh tekad bahwa sebanyak apa pun persoalan yang harus Anda hadapi, Anda pasti akan menghadapinya dan membuktikan kemenangan Anda kepada semua orang.

Slogan:
Keinginan (ichcha) tidak akan mengizinkan Anda menjadi baik (achcha); oleh sebab itu, jangan mengetahui apa pun tentang keinginan.