16.06.22       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, jangan terperangkap oleh nama dan wujud sosok berbadan mana pun. Lampauilah badan dan ingatlah Sang Ayah, maka umur Anda akan bertambah panjang dan Anda akan terbebas dari penyakit.

Pertanyaan:
Apa saja tanda utama dari anak-anak yang bijak?

Jawaban:
1. Pertama-tama, anak-anak yang bijak meresapkan pengetahuan dalam diri mereka sendiri, kemudian membantu orang lain meresapkannya juga. Awan-awan mengisi diri mereka, kemudian menurunkan hujan ke atas yang lain. Mereka tidak mengantuk pada saat belajar. Sudah menjadi tanggung jawab para pengajar untuk hanya membawa kemari anak-anak yang sudah tersegarkan, yang kemudian pergi dan menurunkan hujan ke atas orang lain. 2. Mereka, yang boleh datang kemari, hanyalah mereka yang terus beryoga secara akurat, membantu membangun atmosfer yang kuat, dan tidak menciptakan rintangan. Di sini, keheningan harus selalu dijaga; tidak boleh ada sedikit pun suara bising.

Lagu:
Salam hormat kepada Shiva.

Om Shanti.
Makna “Om shanti” telah dijelaskan. Sang Ayah berkata, “Jiwa-jiwa dan Sang Jiwa Yang Maha Tinggi adalah perwujudan kedamaian.” Sebagaimana Sang Ayah, demikian juga anak-anak. Jadi, Sang Ayah menjelaskan kepada Anda, anak-anak, “Bagaimanapun juga, Anda adalah perwujudan kedamaian.” Anda tidak memperoleh kedamaian dari luar sana. Ini adalah kerajaan Rahwana. Pada saat ini, Anda hanya boleh mengingat Ayah Anda. “Saya sedang duduk dalam badan orang ini, jadi Anda harus mengikuti petunjuk yang Saya berikan.” Baba tidak memerangkap Anda dalam nama maupun wujud siapa pun. Nama dan wujud orang ini bersifat eksternal; jangan terperangkap akan wujudnya. Seluruh dunia memerangkap semua jiwa dalam nama dan wujud. Baba berkata, “Mereka semua memiliki nama dan wujud; jangan mengingatnya.” Ingatlah Ayah Anda, maka umur Anda akan bertambah panjang dan Anda akan selalu bebas dari penyakit. Lakshmi dan Narayana dahulu juga sama seperti Anda, tetapi mereka dihiasi. Bukan berarti bahwa mereka begitu jangkung, setinggi langit-langit. Manusia tetaplah manusia. Jadi, Sang Ayah berkata, “Jangan mengingat sosok berbadan mana pun. Lupakanlah badan Anda dan sadarilah diri sebagai jiwa.” Anda harus menanggalkan badan-badan itu. Satu hal lagi: jangan menjadi ceroboh! Ada beban dosa yang sangat besar di atas kepala Anda. Beban itu sangat besar, dan tanpa mengingat Sang Ayah Yang Esa, beban itu tidak bisa berkurang. Sang Ayah telah menjelaskan bahwa mereka yang menjadi suci dan paling luhur adalah jiwa-jiwa yang kemudian menjadi paling tidak suci. Hal ini tidak perlu diherankan. Anda harus memeriksa diri sendiri dan begitu banyak mengingat Sang Ayah. Ingatlah Sang Ayah semaksimal mungkin. Ini begitu mudah! Anda harus mengingat Sang Ayah yang begitu terkasih selagi berjalan dan beraktivitas. Beliaulah Yang Esa, yang dahulu Anda panggil-panggil, “Wahai, Sang Penyuci, datanglah!” Akan tetapi, tidak ada seorang pun yang memiliki cinta kasih mendalam yang sejati bagi Beliau. Cinta kasih mereka tertuju kepada suami dan anak-anak mereka, dan lain-lain. Mereka sekadar terbiasa mengatakan, “Wahai, Sang Penyuci, datanglah!” Sang Ayah berkata, “Anak-anak, Saya datang pada zaman peralihan, setiap siklus.” Api persembahan pengetahuan Rudra telah dikenang. Krishna adalah pangeran zaman emas. Dia tidak bisa datang dalam nama, wujud, tempat, maupun waktu yang lain. Nehru juga akan datang dalam wujud dan jabatan yang sama, setelah satu siklus. Demikian juga, Shri Krishna akan datang di zaman emas; ciri-ciri fisiknya tidak akan berubah. Nama yagya ini adalah “Rudra Gyan Yagya”, api persembahan pengetahuan yang ke dalamnya kuda dipersembahkan demi mengklaim kedaulatan diri. Mempersembahkan diri Anda demi mengklaim kerajaan berarti Anda menjadi milik Beliau. Sekarang, karena Anda menjadi milik Sang Ayah, Anda hanya boleh mengingat Yang Esa. Anda harus mengakhiri hubungan Anda dengan hal-hal yang terbatas dan menjalin hubungan dengan Yang Tak Terbatas. Sang Ayah begitu agung. Anda mengerti, apa yang Sang Ayah berikan ketika Beliau datang. Sang Ayah yang tak terbatas sedang memberikan warisan tak terbatas kepada Anda, yang tidak bisa diberikan oleh siapa pun yang lain. Manusia terus saling memukul dan menikam satu sama lain. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Anda paham bahwa Baba telah datang sekali lagi. Beliau berkata, “Saya datang pada peralihan setiap siklus, ketika dunia baru harus didirikan.” Orang-orang memohon terwujudnya dunia baru, kerajaan Rama yang baru. Di sana, terdapat kebahagiaan dan kemakmuran; segala-galanya ada. Tidak ada seorang pun di sana yang bertengkar atau berkelahi. Dalam kitab-kitab suci, orang telah menggambarkan zaman emas dan perak sebagai neraka. Itu merupakan kekeliruan. Mereka mengatakan ketidakbenaran, sedangkan Sang Ayah mengatakan kebenaran. Sang Ayah berkata, “Anda menyebut Saya sebagai Yang Maha Benar. Saya datang dan memberitahukan kisah yang sejati kepada Anda.” Kerajaan siapa yang pernah ada di Bharata, 5000 tahun yang lalu? Anda anak-anak paham bahwa 5000 tahun yang lalu, benar-benar ada kerajaan Lakshmi dan Narayana. Ada ungkapan bahwa 3000 tahun sebelum Kristus, Bharata adalah surga. Perhitungan ini jelas. Mereka bertanya, “Mengapa Anda telah mengatakan bahwa durasi siklus hanya berlangsung sekian lama?” Oh, cobalah menghitungnya! Kristus datang kemari sekian waktu yang lalu. Hanya ada empat zaman. Siang berlangsung selama setengah siklus dan malam berlangsung selama setengah siklus berikutnya. Anda memerlukan orang yang mampu menjelaskan dengan sangat baik. Sang Ayah menjelaskan, “Sifat buruk nafsu birahi adalah musuh terbesar.” Orang-orang Bharatalah yang menyanyikan pujian dewa-dewi, dan mengatakan bahwa mereka penuh dengan semua kebajikan luhur, 16 derajat surgawi sempurna. Jadi, dari mana datangnya 16.108 ratu? Di sana tidak ada kitab suci keagamaan. Kitab suci keagamaan disusun dari hal-hal yang diajarkan oleh para pendiri agama. Kitab suci keagamaan dibuat dengan mengatasnamakan pendiri agama tersebut. Anda anak-anak sekarang akan pergi ke dunia baru; semua hal itu sudah usang dan tamopradhan. Inilah sebabnya, Sang Ayah berkata, “Alihkanlah yoga intelek Anda dari hal-hal lama itu, ingatlah Saya saja, maka dosa-dosa Anda akan terhapus.” Jika seseorang ceroboh, Baba tentu berpikir, “Seperti itulah keberuntungan jiwa itu!” Hal ini sangat mudah. Tidak mampukah Anda memahami hal-hal ini? Buanglah setiap helai benang keterikatan dari segala sumber, ingatlah Sang Ayah Yang Esa, maka Anda tidak akan mengalami kesengsaraan apa pun selama 21 kelahiran maupun menjadi cacat. Di sana, Anda paham bahwa ketika rentang usia Anda berakhir, Anda meninggalkan badan lama dan mengenakan badan yang baru. Ada contoh tentang ular. Contoh-contoh tentang binatang juga disampaikan. Mereka pasti juga memiliki pemahaman tertentu. Binatang lebih mempunyai akal sehat ketimbang manusia dewasa ini. Contoh tentang laron-laron yang berdengung dan mengubah serangga lain, juga berlaku di sini; lihatlah betapa mereka membawa serangga-serangga itu pergi. Hari-hari kebahagiaan Anda sekarang akan segera tiba. Anak-anak perempuan berkata, “Kami ingin hidup suci. Itulah sebabnya, kami begitu banyak dipukuli.” Memang, anak-anak, Anda harus menoleransi beberapa hal. Ada ungkapan, “Mereka yang polos, diserang.” Hanya ketika penyerangan terjadi, barulah kendi dosa bisa menjadi penuh. Ada banyak rintangan yang akan tercipta dalam Rudra Gyan Yagya; inilah penyerangan atas mereka yang polos. Ini diingat dalam kitab-kitab suci. Anak-anak perempuan berkata, “Baba, kami bertemu dengan-Mu 5000 tahun yang lalu. Kami telah menerima warisan surga dan menjadi maharani.” Baba berkata, “Benar, anak-anak. Anda harus berupaya sedemikian rupa.” Anda harus mengingat Shiva Baba, bukan orang ini. Dia (Brahma) bukanlah seorang guru. Telinganya juga sedang mendengarkan. Baba adalah Ayah, Pengajar, dan Satguru Anda. Anda belajar dari Yang Esa dan mengajar orang lain. Sang Ayah dari semua jiwa hanyalah Yang Esa. Beliaulah Yang Esa, yang mengajar kita. Inilah sebabnya, kita harus mengingat Sang Ayah yang tak terbatas. Brahma dan Vishnu tidak bisa disebut sebagai Sang Suami Di Atas Semua Suami. Hanya Shiva Baba yang disebut Sang Suami Di Atas Semua Suami. Oleh sebab itu, mengapa kita tidak mau berpegang kepada-Nya? Anda semua akan terlebih dahulu pergi ke alam jiwa, rumah Orang Tua Anda, kemudian Anda akan pergi ke rumah mertua. Pertama-tama, kita semua harus datang ke hadapan Shiva Baba dan mengucapkan salam hormat kepada Beliau, kemudian kita akan pergi ke zaman emas. Hal ini begitu sederhana, hanya bernilai beberapa sen. Baba mengamati semua anak untuk mencari tahu, apakah ada yang mengantuk. Jika Anda mengantuk atau menguap, berarti yoga intelek Anda sudah hilang. Ketika yoga intelek Anda mengembara ke luar, atmosfer pun ternodai. Oleh sebab itu, Baba selalu mengatakan, “Bawalah awan-awan yang sedemikian rupa, yang sudah disegarkan, yang bisa pergi dan menghujankan pengetahuan.” Jika tidak, apa lagi yang bisa mereka lakukan ketika mereka datang kemari? Mereka, yang membawa jiwa-jiwa itu kemari, harus bertanggung jawab. Siapa pengajar yang bijak, yang mengisi dirinya dan kemudian pergi untuk menurunkan hujan? Anda harus membawa anak-anak semacam itu kemari. Apa manfaatnya membawa yang lain? Anda harus mendengarkan hal-hal ini dan meresapkannya serta membantu orang-orang lain untuk meresapkannya. Anda harus berupaya. Ketika Anda makan dari gudang harta ini, rasa sakit dan penderitaan Anda akan berakhir. Mereka, yang terus beryoga dengan akurat, adalah anak-anak yang harus datang kemari. Mereka yang lain hanya akan menodai atmosfer. Pada saat ini, Anda harus semakin berhati-hati. Bahkan, jangan mengambil foto dan sebagainya. Semaksimal mungkin, Anda harus terus mengingat Sang Ayah dan memberikan donasi yoga. Keheningan harus dijaga di segala penjuru. Rumah sakit selalu didirikan di kawasan yang tenang, tanpa kebisingan, karena para pasien memerlukan keheningan. Anda menerima petunjuk untuk mempertahankan keheningan tersebut. Mengingat Sang Ayah adalah keheningan yang sebenarnya, sedangkan keheningan yang lain itu palsu. Orang-orang berkata, “Mari mengheningkan cipta selama dua menit,” tetapi intelek mereka mengembara ke segala tempat selama dua menit itu. Tak seorang pun mampu mempertahankan keheningan sejati. Anda menjadi tak terikat. “Saya adalah jiwa” berarti mempertahankan agama diri Anda, sang jiwa. Namun, berusaha mempertahankan keheningan setelah mencekik diri sendiri bukanlah keheningan yang sebenarnya. “Lampauilah badan dan tetaplah hening selama tiga menit!” Tidak ada seorang pun yang memiliki kekuatan untuk mengatakan ini. Ini adalah mahawakya Sang Ayah, “Anak-anak yang terkasih, ingatlah Saya, maka dosa-dosa Anda dari setiap kelahiran akan terhapus. Jika tidak, Anda akan menghancurkan status Anda dan juga menanggung hukuman.” Ada begitu banyak manfaat yang terkandung dalam mengikuti petunjuk Shiva Baba. Ingatlah Sang Ayah terus-menerus. Semaksimal mungkin, ingatlah Sang Ayah yang termanis. Murid-murid harus sangat memperhatikan tentang bagaimana mereka menjaga kehormatan pengajar mereka. Jika ada banyak murid yang tidak lulus, pengajar mereka juga tidak menerima hadiah. Di sini, tidak ada hubungannya dengan berkah atau belas kasih. Anda semua harus memberikan berkah dan belas kasih kepada diri sendiri. Murid-murid berbelas kasih terhadap diri sendiri; mereka berupaya. Ini juga merupakan studi. Anda akan menjadi penakluk dosa dan mengklaim status tinggi sesuai dengan seberapa banyak Anda terus beryoga. Dengan mengingat Baba, Anda akan menjadi senantiasa bebas dari penyakit. Manmanabhawa! Krishna tidak bisa mengatakan ini. Sang Ayah yang tak berwujud jasmani berkata, “Lampauilah badan!” Ini adalah keluarga Ketuhanan yang tak terbatas. Ada ibu, ayah, brother, dan sister – itu saja! Tidak ada relasi yang lain! Dalam relasi-relasi kekerabatan yang lain, ada paman dari pihak ibu, dari pihak ayah, dan seterusnya. Namun, di sini, hanya ada relasi brother dan sister. Ini tidak berlangsung di masa yang lain; ini hanya berlaku di zaman peralihan. Karena kita mengambil warisan kita dari Sang Ibu dan Sang Ayah, kita pun menerima begitu banyak kebahagiaan. Di kerajaan Rahwana, terdapat begitu banyak kesengsaraan. Di kerajaan Rama, ada begitu banyak kebahagiaan; dan Anda sekarang sedang berupaya untuk itu. Seberapa pun banyaknya upaya yang Anda lakukan sekarang, itu menjadi takdir untuk setiap siklus. Pencapaian ini begitu besar. Semua kekayaan para miliarder akan menjadi debu. Cobalah lihat apa yang terjadi ketika perang kecil terjadi! Meskipun demikian, kisah ini mengacu kepada Anda, anak-anak. Dengan mendengarkan kisah yang benar, Anda menjadi master daratan kebenaran. Anda memiliki keyakinan yang teguh ini. Tidak ada orang tanpa keyakinan yang bisa datang kemari. Anda anak-anak tidak boleh ceroboh. Anda harus mengambil warisan penuh Anda dari Sang Ayah, sama seperti yang sedang dilakukan Mama dan Baba. Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, salam, dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Teruslah tak terikat terhadap badan Anda dan berlatihlah menstabilkan diri dalam agama sang jiwa. Ingatlah Sang Ayah yang terkasih semaksimal mungkin. Buanglah setiap helai benang keterikatan dari segala sesuatu.

2. Berilah perhatian penuh pada studi dan milikilah berkah dan belas kasih atas diri sendiri. Jauhkanlah yoga intelek Anda dari segala hal yang terbatas dan hubungkanlah kepada Yang Tak Terbatas. Persembahkanlah diri Anda sepenuhnya dengan menjadi milik Sang Ayah.

Berkah:
Semoga Anda menjadi yogi alami dan jiwa gyani dengan mengakhiri semua kelemahan Anda melalui persahabatan konstan dengan Yang Maha Benar.

Kelemahan datang ketika Anda menjauh dari Yang Maha Benar dan terlibat dalam pergaulan yang lain. Inilah sebabnya, dalam pemujaan, ada ungkapan: “Teruslah bersahabat dengan Yang Maha Benar.” Persahabatan dengan Yang Maha Benar berarti terus-menerus bergaul dengan Sang Ayah yang sejati. Bergaul dengan Sang Ayah yang sejati itu mudah bagi Anda, anak-anak, karena Anda memiliki hubungan yang dekat dengan Beliau. Jadi, teruslah mempertahankan persahabatan dengan Yang Maha Benar, dan jadilah yogi alami dan jiwa gyani yang mengakhiri semua kelemahan.

Slogan:
Agar bisa terus-menerus mempertahankan kebahagiaan, buanglah keinginan untuk mendengar pujian apa pun.

Perkataan luhur yang tak ternilai dari Mateshwariji

Tahapan mukti (kebebasan) dan jeevan mukti (kebebasan dalam hidup)

Tahapan mukti dan jeevan mukti merupakan tahapan tersendiri. Ketika kita menggunakan istilah “mukti” (kebebasan), itu berarti terbebas dari memainkan peran dalam badan; maksudnya, jiwa tidak lagi memiliki peran untuk dimainkan dalam badan, di bumi ini. Ketika jiwa tidak lagi berperan dalam wujud manusia, artinya jiwa tersebut pergi ke alam jiwa, yaitu dunia melampaui kebahagiaan dan kesengsaraan. Inilah yang disebut tahapan mukti. Ini bukanlah status jeevan mukti (kebebasan dalam hidup). Jiwa yang bebas dari semua ikatan karma – artinya: selagi menjadi aktor dalam badan, dia tidak terikat oleh ikatan karma apa pun – memiliki status jeevan mukti (kebebasan dalam hidup), tahapan yang paling tinggi. Itulah hadiah kita sebagai dewa-dewi. Dengan berupaya dalam kelahiran ini, kita menerima hadiah dewa-dewi zaman emas. Itu adalah status tinggi kita. Namun, bagi jiwa-jiwa yang tidak memainkan peran, bagaimana mungkin kita bisa mengatakan bahwa mereka memiliki status? Ketika jiwa tidak memiliki peran di atas panggung, jiwa itu tidak memiliki status kebebasan. Tidak semua jiwa manusia bisa pergi ke zaman emas, karena komunitas manusia di sana sangat kecil. Mereka, yang beryoga dengan Tuhan dan menjadi karmateet, akan menerima status jeevan mukti dewa-dewi di zaman emas. Semua jiwa yang lain akan mengalami hukuman dari Dharamraj, kemudian terbebas dari ikatan karma. Mereka akan menjadi bebas dan suci, kemudian pergi ke hunian kebebasan; mereka berada dalam kebebasan, tetapi tidak memiliki status di hunian kebebasan. Tahapan itu diterima dengan sendirinya, sesuai dengan waktu, tanpa Anda harus mengupayakannya. Keinginan manusia, sejak zaman perunggu hingga penghujung zaman besi, yaitu keinginan untuk tidak lagi memasuki siklus kelahiran dan kematian, sekarang terpenuhi. Artinya, semua jiwa pasti harus melewati hunian kebebasan. Achcha.