20.06.22       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, lupakanlah segala sesuatu yang Anda lihat dengan mata fisik itu, termasuk badan Anda sendiri, dan ingatlah Sang Ayah Yang Esa, karena semua itu akan segera dihancurkan.

Pertanyaan:
Upaya apa yang harus Anda lakukan agar bisa memenangkan lotre, yaitu meraih status kerajaan di zaman emas?

Jawaban:
1. Agar bisa mengklaim status kerajaan di zaman emas, curahkanlah perhatian terhadap diri Anda sepenuhnya. Pastikan bahwa tidak ada sifat buruk dalam diri Anda. Jika masih ada sifat buruk, Anda tidak akan bisa menikahi Lakshmi. Agar bisa menjadi raja, Anda harus menciptakan rakyat di sini. 2. Anda harus menjadi kebal-tangisan di sini. Jika Anda mengalami guncangan batin saat mengingat sosok berbadan, kemudian meninggalkan badan Anda, status Anda pasti hancur. Inilah sebabnya, Anda harus berupaya untuk terus mengingat Sang Ayah.

Lagu:
Jika bukan hari ini, besok awan-awan akan menghilang.

Om Shanti.
Shiva Baba berkata, “Om shanti.” Kemudian, jiwa orang ini (Brahma) juga berkata, “Om shanti.” Yang Esa adalah Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, dan Brahma ini adalah Prajapita. Jiwa Brahma mengatakan, “Om shanti,” dan anak-anak juga mengatakan, “Om shanti.” Anda harus mengenal agama diri Anda sendiri. Manusia tidak mengenal agama diri mereka sendiri. “Om shanti” berarti: “Saya, sang jiwa, adalah perwujudan kedamaian.” Jiwa mencakup mental dan intelek. Mereka melupakan ini dan sekadar mengatakan bahwa itu mengacu kepada mental. Jika mereka bertanya, “Bagaimana jiwa bisa menemukan kedamaian?” beri tahulah mereka, “Wah! Apakah itu perlu ditanyakan?” Setiap jiwa adalah perwujudan kedamaian, penghuni hunian kedamaian. Anda akan menemukan kedamaian di sana. Ketika jiwa meninggalkan badannya, dia menjadi hening. Semua jiwa di seluruh dunia ini harus memainkan peran mereka di dalamnya. Bagaimana mungkin Anda bisa menjadi hening ketika Anda harus melakukan perbuatan? Manusia begitu banyak mengembara demi memperoleh kedamaian. Mereka tidak tahu bahwa agama asli diri kita, jiwa-jiwa, adalah kedamaian. Anda sekarang mengetahui tentang agama jiwa-jiwa. Setiap jiwa bagaikan titik. Sang Ayah telah menjelaskan, “Semua orang mengatakan, ‘Salam hormat kepada Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, yang tak berwujud jasmani.’” Hanya Yang Esalah yang bisa disebut sebagai “Sang Ayah Yang Maha Tinggi”. Beliau tak berwujud jasmani dan manusia berkata kepada-Nya, “Salam hormat kepada Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, Shiva.” Yoga intelek Anda sekarang tertuju ke arah itu. Semua manusia berkesadaran badan. Yoga mereka tidak tertuju kepada Sang Ayah. Segala sesuatu dijelaskan kepada Anda, anak-anak. Ada ungkapan, “Salam hormat kepada Dewa Brahma.” Mereka tidak pernah berkata, “Salam hormat kepada Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, Brahma.” Hanya Yang Esalah yang bisa disebut “Sang Jiwa Yang Maha Tinggi”. Beliau adalah Sang Pencipta. Anda tahu bahwa Anda adalah anak-anak Shiva Baba. Beliau menciptakan Anda melalui Brahma dan menjadikan Anda milik-Nya. Beliau juga telah menjadikan jiwa Brahma sebagai milik-Nya agar bisa memberikan warisan kepadanya. Baba bahkan berkata kepada jiwa Brahma, “Ingatlah Saya.” Beliau juga memberi tahu para BK untuk terus-menerus mengingat Beliau dan menanggalkan kesadaran badan. Ini merupakan aspek-aspek pengetahuan. Kita telah mengalami 84 kelahiran dan badan-badan kita sekarang sudah lapuk; badan ini telah menjadi lemah dan sakit-sakitan. Anda anak-anak dahulu sepenuhnya bebas penyakit. Di zaman emas, tidak ada penyakit. Semua orang senantiasa sehat dan tidak pernah ada yang jatuh bangkrut. Anda menerima warisan 21 kelahiran Anda sekarang, jadi Anda tidak mungkin jatuh bangkrut. Di sini, semua orang terus jatuh bangkrut. Anak-anak telah menerima penjelasan bahwa mereka bernyanyi, “Salam hormat kepada Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, Shiva.” Mereka tidak mungkin menyebut Brahma sebagai “Sang Jiwa Yang Maha Tinggi”. Brahma disebut “Prajapita” (Ayah Umat Manusia). Dewa-dewi berada di alam halus. Tidak ada orang yang tahu bahwa Prajapita ini selanjutnya menjadi malaikat. Menjadi penghuni alam halus berarti menjadi jiwa berbadan halus. Sekarang, Sang Ayah telah memberi tahu Anda, anak-anak, “Teruslah mengingat Saya. Anda tak berwujud jasmani, dan Saya juga tak berwujud jasmani. Anda harus terus-menerus mengingat Saya dan mengalihkan yoga intelek Anda dari semua sosok berbadan.” Apa pun yang Anda lihat dengan mata fisik, termasuk badan Anda sendiri, semuanya akan hancur. Anda kemudian harus pergi ke daratan kebahagiaan melalui hunian kedamaian. Anda menginginkan daratan kebahagiaan, yaitu daratan Krishna. Oleh sebab itu, Sang Ayah berkata, “Ingatlah hunian kedamaian dan daratan kebahagiaan.” Sekalipun di zaman emas ada kesucian, kedamaian, dan kebahagiaan, Anda tidak bisa menyebutnya sebagai hunian kedamaian. Anda harus melakukan perbuatan di sana; Anda harus memerintah. Perbuatan yang Anda lakukan di zaman emas bukanlah perbuatan berdosa, karena Maya tidak ada di sana. Ini sangat mudah dipahami. Itu adalah siang Brahma, dan Anda tidak tersandung-sandung di siang hari. Anda tersandung-sandung di malam yang gelap. Jadi, selama setengah siklus ada pemujaan, yaitu malam Brahma, dan selama setengah siklus berikutnya, ada siang Brahma. Baba telah menjelaskan, “Ada tempat yang mengalami siang selama enam bulan dan malam selama enam bulan berikutnya, tetapi itu tidak dijelaskan dalam kitab-kitab suci.” Dalam kitab-kitab suci, mereka telah menjelaskan tentang siang Brahma dan malam Brahma. Mengapa mereka tidak menyebutnya sebagai malam Vishnu? Karena di sana, Vishnu tidak memiliki pengetahuan. Anda, para Brahmana, tahu bahwa ini adalah siang dan malam yang tak terbatas dari Brahma dan para Brahma Kumar dan Brahma Kumari. Anda tidak bisa menyebutkan siang dan malam Shiva Baba. Anda anak-anak tahu bahwa kita mengalami siang selama setengah siklus dan malam selama setengah siklus berikutnya. Demikianlah permainan ini! Para saniyasi tidak mengenal jalan keluarga; mereka menempuh jalan pengasingan. Mereka tidak mengetahui tentang aspek surga dan neraka. Mereka bertanya dari mana datangnya surga, karena bahkan dalam kitab-kitab suci, orang-orang telah mengubah zaman emas menjadi neraka. Baba sekarang sedang memberitahukan hal-hal yang sedemikian manis kepada Anda. Beliau berkata, “Anak-anak, Sayalah Sang Samudra Pengetahuan, yang tak berwujud jasmani. Peran Saya untuk menyampaikan pengetahuan ini dilakonkan pada saat ini.” Sang Ayah menyampaikan perkenalan-Nya sendiri. “Pengetahuan Saya ini tidak muncul di jalan pemujaan. Semua tradisi dan adat kebiasaan yang berlangsung selama masa itu berasal dari jalan pemujaan. Sesuai drama, dengan perasaan apa pun para pemuja memuja suatu sosok, Saya menjadi Instrumen untuk memberikan penglihatan gaib kepada mereka mengenai sosok tersebut. Pada saat itu, peran pengetahuan tidak muncul dalam diri Saya, Sang Jiwa. Peran itu baru muncul sekarang. Sebagaimana rol film Anda memuat 84 kelahiran, demikian juga, apa pun yang sudah ditakdirkan dalam drama bagi Saya, sebagai peran Saya, dilakonkan pada saatnya sendiri. Ini tidak perlu diragukan. Andaikata pengetahuan ini muncul dalam diri Saya di jalan pemujaan, Saya pasti telah menyampaikannya.” Bahkan Lakshmi dan Narayana pun tidak memiliki pengetahuan ini di sana; itu tidak terdapat dalam takdir drama. Orang-orang sekadar mengatakan bahwa guru ini atau guru itu memberikan keselamatan kepada mereka, tetapi bagaimana mungkin para guru bisa memberikan keselamatan? Mereka juga memiliki peran mereka sendiri untuk dilakonkan. Beberapa orang berkata, “Dunia pasti berulang kembali; siklus terus berputar.” Mereka telah menunjukkan roda pemintal. Cobalah lihat, betapa luar biasanya siklus dunia ini; dengan memutar roda pemintal, Anda mampu mengumpulkan pendapatan. Dengan mengenal siklus dunia, Anda menerima hadiah untuk 21 kelahiran. Baba menjelaskan maknanya yang akurat; semua yang lain menjelaskannya dengan tidak akurat. Gembok intelek Anda sekarang sudah terbuka. Tuhan adalah yang tertinggi, dan berikutnya ada Brahma, Vishnu, dan Shankar, para penghuni alam halus. Kemudian, di dunia fisik, pertama-tama ada Lakshmi dan Narayana, selanjutnya Jagadamba dan Jagadpita. Mereka berada di peralihan, tetapi mereka tetaplah manusia; mereka tidak memiliki banyak tangan. Bahkan Brahma pun hanya memiliki dua tangan. Dewa-dewi digambarkan bertangan banyak dalam berbagai lukisan di jalan pemujaan. Andaikan seseorang memiliki delapan tangan, dia seharusnya juga memiliki delapan kaki, tetapi bukan demikian. Orang-orang menunjukkan Rahwana berkepala sepuluh. Jadi, dia semestinya memiliki 20 kaki. Semua itu hanyalah permainan boneka. Mereka tidak memahami apa pun. Ketika Ramayana dibacakan, banyak orang menangis. Sang Ayah menjelaskan, “Semua itu merupakan jalan pemujaan. Sejak Anda mulai menempuh jalan dosa, Anda menjadi jelek karena duduk di atas tungku sifat buruk nafsu birahi. Sekarang, untuk satu kelahiran, dengan mengikat janji untuk duduk di atas tungku pengetahuan, Anda mengklaim warisan selama 21 kelahiran.” Di sana, Anda selalu berkesadaran jiwa. Anda menanggalkan badan lama dan mengenakan badan baru. Tidak perlu menangis. Saat bayi dilahirkan, orang-orang menyampaikan ucapan selamat dan mengadakan perayaan dengan penuh kebahagiaan, tetapi jika bayi itu mati keesokan harinya, mereka menangis dan meratap. Ini adalah dunia kesengsaraan. Anda tahu bahwa seluruh sandiwara ini adalah tentang Bharata. Bharata adalah daratan abadi. Hanya di sinilah terdapat kebahagiaan dan kesengsaraan, warisan surga dan neraka. Tuhan, Sang Ayah, Sang Pencipta Surga, pastilah telah mendirikan surga. Andaikan itu berlangsung ratusan ribu tahun, bagaimana mungkin bisa ada orang yang mengingat apa pun? Tidak ada seorang pun yang tahu kapan surga akan datang kembali. Mereka mengatakan bahwa zaman besi masih akan berlanjut 40.000 tahun lagi. Jika Anda mengalami 84 kelahiran dalam 5000 tahun, bayangkan berapa banyak kelahiran yang harus Anda jalani sepanjang 40.000 tahun! Anda anak-anak sekarang memiliki pemahaman. Anda kini berada dalam cahaya, tetapi mereka yang tak berpengetahuan tertidur dalam ketidaktahuan. Inilah malam ketidaktahuan yang gelap; tidak ada seorang pun yang memiliki pengetahuan tentang siklus dunia. Kita adalah aktor. Siklus dunia ini terbagi dalam empat bagian. Hanya manusia yang bisa memahami hal-hal ini. Sekarang, Anda anak-anak tahu bahwa Sang Ayah berpengetahuan penuh. Beliau mendonasikan keistimewaan apa pun yang dimiliki-Nya kepada Anda, anak-anak. Anda menerima warisan dari Sang Samudra Pengetahuan. Baba selalu memberi tahu Anda, “Jangan mengingat sosok berbadan. Sekalipun Saya berbicara kepada Anda melalui sosok berbadan, Anda tetap harus mengingat Saya, Yang Tak Berwujud Jasmani.” Jika Anda terus mengingat Baba, Anda pasti juga meresapkan pengetahuan, karena gembok intelek Anda akan terbuka. Mulailah dengan 15 menit, atau setengah jam, kemudian teruslah meningkatkannya. Tidak ada seorang pun yang boleh diingat pada saat akhir, kecuali Sang Ayah. Karena inilah, para saniyasi menanggalkan segala sesuatu dan duduk dalam tapasya, supaya ketika mereka nantinya meninggalkan badan, atmosfer di sekeliling mereka menjadi penuh kedamaian, sama seperti ketika ada jiwa agung yang meninggalkan badannya di suatu kota. Anda sekarang memiliki pengetahuan bahwa jiwa bersifat abadi dan tidak melebur ke dalam cahaya. Mereka tidak memiliki pengetahuan ini. Baba menjelaskan bahwa jiwa-jiwa tidak pernah hancur dan bahwa pengetahuan yang tersimpan dalam diri jiwa-jiwa juga tidak pernah hancur. Drama ini tak termusnahkan; siklus zaman emas, perak, perunggu, dan besi terus berputar. Anda menjadi Lakshmi dan Narayana, kemudian jiwa-jiwa dari agama-agama yang lain juga turun sesudahnya, secara berurutan. Tuhan, Sang Ayah, itu Esa. Perluasan terus berlanjut sejak zaman emas hingga zaman besi. Tidak mungkin ada perkembangan pohon lain. Hanya ada satu siklus dan Anda hanya mengingat Yang Esa. Orang-orang itu mengingat Guru Nanak, tetapi dia harus datang pada waktunya sendiri. Semua jiwa harus memasuki siklus kelahiran dan kematian. Orang-orang yakin bahwa Krishna berada di mana-mana. Beberapa orang meyakini suatu sosok sedangkan yang lain meyakini sosok yang berbeda. Baba berkata, “Anak-anak, Anda harus menjelaskan dengan bijaksana bahwa Tuhan dari semua jiwa adalah Yang Esa, yang tak berwujud jasmani.” Dalam Gita, ada ungkapan: “Tuhan berbicara,” jadi Gita adalah ibu dan ayah dari semua kitab suci keagamaan, karena semua jiwa menerima keselamatan melalui Gita. Sang Ayah menghapus kesengsaraan semua jiwa dan memberi mereka kebahagiaan. Bharata adalah tempat perziarahan semua jiwa. Hanya dari Sang Ayahlah Anda bisa menerima keselamatan. Ini adalah tempat kelahiran-Nya, dan semua jiwa mengingat Beliau. Sang Ayah datang untuk membebaskan semua jiwa dari kerajaan Rahwana. Sekarang, ini adalah neraka yang ekstrem. Sang Ayah berkata, “Wahai, jiwa-jiwa berbadan, Anda sekarang harus pulang ke rumah. Ingatlah Saya saja.” Jika Anda terperangkap oleh sosok berbadan, Anda nantinya harus menangis. Anda harus mengingat Yang Esa saja. Anda harus pergi ke sana, di mana Anda tidak akan pernah menangis selama 21 kelahiran. Jika seseorang meninggal dan Anda mulai menangis, Anda tidak akan bisa menjadi kebal-tangisan. Jika Anda mengalami guncangan batin pada saat mengingat seseorang, kemudian meninggalkan badan Anda, pasti terjadi kemerosotan. Anda harus mengingat Shiva Baba. Ada banyak orang yang mengalami serangan jantung. Selagi berjalan dan beraktivitas, Anda harus mengingat Sang Ayah Yang Esa. Ini juga harus ditanamkan dalam intelek Anda. Karena Anda tidak mengingat Baba sepanjang hari, maka Anda pun disuruh duduk dalam perkumpulan. Ketika semua orang berkumpul, ada kekuatan gabungan. Jika intelek Anda mengingat orang lain, Anda harus mengalami kelahiran kembali. Apa pun yang terjadi, Anda harus tetap stabil. Kesadaran badan Anda tidak boleh dipertahankan. Sebanyak apa pun Anda terus mengingat Sang Ayah, itu tercatat dalam catatan ingatan Anda. Anda juga akan sangat bahagia karena tahu bahwa Anda akan pergi dari sini dengan cepat dan duduk di atas singgasana Anda. Sang Ayah selalu berkata, “Anak-anak, jangan pernah menangis.” Hanya janda-jandalah yang menangis. Anda harus menjadi penuh dengan semua kebajikan luhur di sini, kemudian ini akan menjadi tak termusnahkan. Anda perlu berupaya. Anda masing-masing harus mencurahkan perhatian atas diri sendiri. Jika Anda menyimpan sifat buruk dalam diri Anda, Anda tidak akan mampu mengklaim status tinggi. Narada dahulu adalah seorang pemuja, dan dia ingin menikahi Lakshmi. Namun, ketika dia melihat wajahnya sendiri, ternyata tampangnya seperti monyet. Anda sedang berupaya untuk menikahi Lakshmi. Bagaimana mungkin orang yang memiliki lima sifat buruk bisa menikahi Lakshmi? Jadi, diperlukan upaya intens. Anda memenangkan lotre besar. Kita pasti menjadi raja-raja, tetapi juga akan ada rakyat. Perluasan akan mencapai ratusan ribu jiwa. Ketika ada orang yang datang, pertama-tama sampaikanlah perkenalan Sang Ayah, “Apa hubungan Anda dengan Sang Penyuci, Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi?” Mereka pasti akan mengatakan bahwa Beliau adalah Sang Ayah. Mintalah mereka untuk menuliskan bahwa hanya Beliaulah Sang Penyuci, yang mengubah semua jiwa dari tidak suci menjadi suci. Ketika mereka menuliskan hal ini, mereka tidak akan membantah. Beri tahulah mereka, “Apakah Anda datang kemari untuk mendengarkan atau berbicara? Sang Pemberkah Keselamatan bagi semua jiwa tak berwujud jasmani; Beliau tidak pernah memiliki wujud halus maupun fisik. Achcha, apa hubungan Anda dengan Prajapita? Orang ini berwujud jasmani, sedangkan Yang Esa adalah Sang Ayah yang tak berwujud jasmani. Kita mengingat Sang Ayah Yang Esa. Itulah tujuan dan sasaran kita. Kita akan mengklaim kerajaan dari Beliau.” Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, salam, dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Jangan mengizinkan intelek Anda terperangkap oleh sosok berbadan mana pun. Anda harus membuat catatan ingatan Anda yang akurat. Jangan pernah menangis.

2. Anda harus menstabilkan diri dalam agama asli Anda, yaitu kedamaian. Jangan mengembara untuk mencari-cari kedamaian. Bebaskanlah semua jiwa dari pengembaraan itu. Ingatlah hunian kedamaian dan daratan kebahagiaan.

Berkah:
Semoga Anda terbebas dari berkecil hati dan merasa sombong, serta melaksanakan tugas pembaruan dengan kerendahan hati.

Jangan pernah berkecil hati dalam upaya Anda. Jadilah pemenang dengan kesadaran ini: “Saya harus melakukan ini. Saya harus menjadi ini. Rosario kemenangan adalah memorial saya.” Jangan memberikan celah kepada rasa berkecil hati untuk memasuki hati Anda, bahkan sedetik atau semenit pun. Kesombongan dan rasa berkecil hati tidak mengizinkan Anda untuk menjadi kuat. Mereka yang mempertahankan kesombongan juga sangat mudah merasa terhina. Oleh sebab itu, bebaskanlah diri Anda dari keduanya, maka Anda akan mampu untuk melaksanakan tugas pembaruan dengan mudah.

Slogan:
Duduklah di singgasana pelayanan dunia, maka Anda akan mampu duduk di singgasana kerajaan.