01.10.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, jangan takut terhadap Maya. Sekeras apa pun dia berusaha membuat
Anda lupa, jangan menjadi lelah. Bangunlah pada waktu amrit vela dan berupayalah
sepenuhnya untuk terus mengingat Baba.
Pertanyaan:
Anak-anak
manakah yang mampu mengklaim nilai tinggi dari upaya mereka?
Jawaban:
Anak-anak
yang sepenuhnya mempersembahkan diri kepada Sang Ayah, yaitu mereka yang
menyerahkan diri, adalah anak-anak yang mampu mendahului yang lain. Anak-anak
menyerahkan diri mereka kepada Sang Ayah dan Sang Ayah menyerahkan diri Beliau
kepada anak-anak. Anda sekarang memberikan segala sesuatu yang sudah usang dan
tak berharga – badan, mental, dan kekayaan Anda – kepada Sang Ayah, dan sebagai
gantinya, Beliau memberi Anda kedaulatan dunia. Inilah sebabnya, Beliau disebut
“Tuhan Bagi Yang Miskin”. Sang Ayah telah datang untuk berdonasi kepada Bharata
yang miskin.
Lagu:
Tunjukkanlah
jalan kepada yang buta, wahai, Tuhan!
Om Shanti.
Anak-anak
termanis yang sangat amat manis. Itulah yang semestinya disebutkan, bukan?
Beliau adalah Sang Ayah yang tak terbatas dan Beliau memiliki cinta kasih yang
tak terbatas. Beliau berkata, “Anda, anak-anak manis yang telah lama hilang dan
sekarang telah ditemukan kembali, mendengar lagu itu.” Hanya Sang Ayah Yang Esa
yang bisa menunjukkan jalan kepada Anda. Tidak ada seorang pun di jalan pemujaan
yang mampu menunjukkan jalan kepada Anda. Di sana, mereka terus
tersandung-sandung. Sekarang, sekalipun Anda telah menemukan jalan, Maya tidak
mengizinkan intelek Anda terus terhubung secara permanen dengan Sang Ayah. Anda
mengerti bahwa dengan mengingat Sang Ayah Yang Esa, semua penderitaan Anda akan
terhapus dan tidak akan ada apa pun yang perlu dikhawatirkan. Namun, kendati
demikian, Anda melupakan Beliau! Sang Ayah berkata, “Sadarilah diri Anda sebagai
jiwa dan ingatlah Saya, Sang Ayah, Sang Penyuci.” Sang Ayah adalah Sang Samudra
Pengetahuan. Beliaulah Sang Pemberkah Pengetahuan Gita. Beliau memberi Anda
kedaulatan surga, artinya: Beliau memberikan keselamatan kepada Anda. Krishna
tidak bisa disebut sebagai Sang Samudra Pengetahuan. Sang Samudra hanya ada satu.
Bumi sepenuhnya dikelilingi oleh samudra. Sebenarnya, samudra hanyalah satu,
tetapi itu telah terbagi-bagi. Anda menjadi master dunia, jadi Anda juga menjadi
master atas seluruh daratan dan samudra. Di sana, tidak ada orang yang berkata,
“Ini adalah negeri saya dan Anda tidak boleh melintasi perbatasannya.” Di sini,
mereka bahkan membagi-bagi samudra. Anda paham bahwa seluruh dunia dahulu adalah
Bharata, dan Andalah master dari dunia itu. Ada juga nyanyian, “Baba, kami
mengklaim kedaulatan dunia dari-Mu, yang tidak bisa dirampas siapa pun dari
tangan kami.” Di sini, orang-orang bahkan memperebutkan air. Mereka harus
membayar ratusan ribu rupee untuk membeli air dari satu sama lain. Anda
anak-anak sedang menerima kerajaan seluruh dunia, sama persis seperti dalam
siklus sebelumnya. Sang Ayah telah memberikan mata ketiga pengetahuan kepada
Anda masing-masing. Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita
Paramatma) adalah Sang Pemberkah Pengetahuan. Beliau datang dan memberikan
pengetahuan pada saat ini. Di zaman emas, Lakshmi dan Narayana tidak memiliki
pengetahuan ini. Ya, Anda bisa mengatakan bahwa mereka mempelajari pengetahuan
dalam kelahiran mereka sebelumnya dan menjadi devi-devta. Andalah jiwa-jiwa yang
sama itu. Anda berkata, “Baba, Engkaulah Yang Esa. Engkau menjadikan kami master
dunia.” Sang Ayah berkata, “Petunjuk Saya tidak rumit. Studi-studi yang lain
begitu rumit! Namun, ini sangat mudah.” Anda sekarang mengenal Sang Pencipta
serta permulaan, pertengahan, dan akhir ciptaan, kemudian memberi tahu orang
lain bagaimana Anda telah mengelilingi siklus 84 kelahiran. Anda sekarang harus
pulang ke rumah berdampingan bersama Sang Ayah. Beliau juga telah memberi tahu
Anda bahwa banyak badai Maya akan berdatangan. Jangan takut terhadapnya. Ketika
Anda bangun pada waktu dini hari untuk duduk mengingat Baba, intelek Anda akan
memikirkan berbagai pikiran lain sehingga Anda tidak akan mampu terus mengingat
Baba, bahkan selama dua menit. Baba berkata, “Jangan menjadi lelah. Achcha,
teruslah mengingat Baba selama satu menit, kemudian duduklah lagi besok, dan
kemudian lusa. Anda harus benar-benar memiliki tekad untuk mengingat Baba.” Ada
banyak badai yang akan mendatangi mereka yang menuruti sifat buruk nafsu birahi.
Kesucian adalah yang utama. Sekarang, dunia ini adalah rumah bordil yang tidak
suci. Besok, itu akan menjadi Kuil Shiva (Shivalaya – surga) yang suci. Anda
tahu bahwa badan ini sudah tua. Jika Anda terus mengingat Sang Ayah sepanjang
waktu, maka kapan pun Anda meninggalkan badan, Anda akan layak untuk pergi ke
surga. Anda pasti sudah mendengar sedikit pengetahuan dari Sang Ayah, bukan?
Bahkan, beberapa orang yang telah lari dari sini sekarang telah datang kembali
dan mengklaim warisan mereka sekali lagi. Anda juga telah menerima penjelasan
bahwa pikiran terakhir Anda akan menuntun Anda ke destinasi Anda. Sebagai contoh,
ketika seseorang meninggalkan badannya, dia membawa sanskara pengetahuan
bersamanya, dan sejak masa kecilnya, dia akan tertarik untuk mengarah ke sini.
Sekalipun organ fisiknya masih kecil dan dia belum mampu bicara, dia pasti
tertarik kepada pengetahuan ini. Sejak masa kanak-kanak, dia pasti memiliki
sanskara yang baik, yang mendatangkan kebahagiaan. Sang Ayah mengajar Anda,
jiwa-jiwa. Beliau memberi Anda contoh tentang kalangan militer. Mereka membawa
sanskara itu, jadi mereka pun kembali bergabung dalam angkatan bersenjata.
Demikian juga, mereka yang mempelajari kitab suci membawa sanskara itu bersama
mereka, jadi mereka dengan mudah mampu mempelajari kitab suci sejak masa
kanak-kanak. Mereka kemudian dipuji untuk itu. Mereka yang pergi dari sini akan
dipuji sejak masa kanak-kanak. Jiwalah yang meresapkan pengetahuan. Akan tetapi,
rekening karma yang masih tersisa harus dilunasi. Setidak-tidaknya, mereka akan
pergi ke surga. Mereka akan datang kepada Sang Ayah dan memberi salam hormat
kepada Beliau. Ada banyak rakyat yang akan tercipta. Mereka akan mengklaim
warisan mereka dari Sang Ayah. Pada saat akhir, dikatakan, “Oho, Prabhu (Tuhan)!
Aktivitas ilahi-Mu luar biasa!” Anda sekarang paham, “Oho, Baba! Aktivitas
ilahi-Mu sedemikian rupa, sesuai dengan rencana drama. Baba, perbuatan-Mu sama
sekali berbeda dari perbuatan semua manusia.” Mereka, yang melakukan perbuatan
baik bagi Sang Ayah, menerima imbalan yang sangat berharga: mereka diuntai dalam
rosario kemenangan. Inilah pengetahuan spiritual yang diberikan oleh Sang Ayah,
Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, kepada jiwa-jiwa. Semua manusia hanya mengingat
badan. Mereka berkata, “Shivananda atau Gangeshwarananda dan sebagainya
memberikan pengetahuan.” Di sini, Anda mengatakan bahwa Shiva Baba yang tanpa
citra jasmani memberi Anda pengetahuan. “Sayalah Yang Maha Tinggi, dan nama Saya,
Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, adalah Shiva.” Manusia berkata, “Salam hormat kepada
Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, Shiva.” Kemudian mereka berkata kepada Brahma,
Vishnu, dan Shankar, “Salam hormat kepada dewa.” Mereka juga ciptaan; tidak ada
warisan yang bisa diterima dari mereka. Di antara Anda sendiri, Anda bersaudara.
Anda tidak bisa menerima warisan dengan mengingat saudara Anda. Brahma Dada ini
juga saudara (brother) Anda. Dia juga seorang murid dan terus belajar. Anda
tidak akan menerima warisan dari dia. Dia sendiri menerima warisan dari Shiva
Baba. Dia mendengar lebih dahulu. Saya berkata kepada Sang Ayah, “Baba, saya
adalah anak sulung-Mu. Saya menerima warisan dari-Mu setiap siklus. Saya menjadi
kendaraan-Mu setiap siklus.” Kendaraan Shiva adalah Brahma dan daratan Vishnu
didirikan melalui Brahma. Anda, para Brahmana, membantu, dan Anda nantinya juga
menjadi master. Anda tahu bahwa Anda sekarang sedang mengklaim keberuntungan
kerajaan Anda dari Sang Ayah, sama persis seperti 5000 tahun yang lalu. Mereka
yang mengklaim keberuntungan kerajaan di siklus sebelumnya pasti datang ke sini.
Dari upaya masing-masing anak, bisa diketahui, siapa yang akan menjadi maharaja
atau maharani, dan siapa yang akan menjadi rakyat. Anda akan memperoleh
penglihatan tentang segala sesuatu, pada saat akhir. Segala sesuatu tergantung
pada upaya Anda. Anda masing-masing harus menyerahkan diri. Sang Ayah berkata,
“Sayalah Tuhan Bagi Yang Miskin. Hanya Anda, anak-anak yang miskin, yang
menyerahkan diri kepada Saya.” Donasi selalu ditujukan kepada mereka yang miskin.
Misalnya, ketika seseorang membangun universitas, itu bukan merupakan donasi
kepada orang miskin. Itu tidak diberikan dalam nama Tuhan, tetapi itu tetap
termasuk donasi. Ketika seseorang membuka universitas, dia menerima buah dari
itu: dia akan mendapatkan pendidikan yang bagus dalam kelahirannya berikutnya.
Itulah berkah yang diterimanya. Donasi dan amal terbesar dilakukan di Bharata.
Pada saat ini, donasi begitu banyak diberikan. Anda berdonasi kepada Sang Ayah
dan Sang Ayah berdonasi kepada Anda. Beliau mengambil hal-hal yang tak berguna
dari Anda dan memberi Anda kedaulatan dunia sebagai gantinya. Pada saat ini,
Anda mendonasikan badan, mental, dan kekayaan Anda kepada Sang Ayah. Sebelum
orang meninggalkan badan, mereka menulis wasiat. Mereka berkata, “Berikanlah ini
kepada ashram itu, atau serahkanlah semuanya kepada Arya Samaj.” Sebenarnya,
donasi harus diberikan kepada orang-orang miskin, yang kelaparan. Bharata
sekarang miskin. Di zaman emas dahulu, Bharata begitu kaya raya! Anda tahu bahwa
tak seorang pun bisa memiliki sedemikian banyak makanan dan bahan pangan seperti
yang Anda miliki ketika Anda ada di sana. Di sana, itu tidak memerlukan biaya
sedikit pun. Dengan mendonasikan segenggam beras, Anda menerima istana selama 21
kelahiran sebagai imbalannya. Anda juga akan menerima properti. Sekarang,
berhubung unsur-unsur alam juga tamopradhan, mereka terus mendatangkan
penderitaan. Di sana, semua unsur alam satopradhan. Anda tahu siapa yang akan
pergi ke zaman emas dan siapa yang akan masuk ke zaman perunggu. Pada penghujung
zaman besi, berbagai sekte dan aliran kecil, atau ranting dan tangkai, terus
bermunculan. Anda sekarang memiliki pengetahuan tentang pohon, drama, dan
sebagainya dalam intelek Anda. Anda juga mengetahui tentang peran Sang Ayah.
Dalam Perang Mahabharata, ditunjukkan bahwa hanya lima Pandawa yang selamat.
Baiklah, apa yang terjadi setelah itu? Mereka yang mempelajari Raja Yoga pasti
memerintah kerajaan. Sebelumnya, Anda juga tidak mengetahui apa pun. Brahma Baba
dahulu juga mempelajari Gita dan sebagainya. Dia dahulu memuja Narayana. Dia
begitu menyenangi Gita! Bahkan, selagi bepergian naik kereta api, dia
mempelajari Gita. Sekarang, dia menyadari bahwa dia dahulu tidak mengerti apa
pun; itu hanya bagaikan tong kosong yang nyaring bunyinya. Anda melakukan begitu
banyak hal di jalan pemujaan, tetapi tidak ada pengangkatan. Ada begitu banyak
pertengkaran di dunia. Di sini pun, tidak semua orang bisa menjadi suci. Inilah
sebabnya, timbul pertengkaran. Sang Ayah memberikan perlindungan kepada Anda dan
memberi tahu Anda bahwa semua penyakit Anda pasti akan keluar; Anda akan
mengingat anak-anak Anda dan sebagainya. Anda harus menjadi penakluk keterikatan
itu. Berpikirlah bahwa Anda sudah mati. Ketika Anda menjadi milik Sang Ayah,
artinya Anda sudah mati bagi dunia ini. Dengan demikian, tidak akan terdapat
kesadaran tentang badan. Sang Ayah berkata, “Lupakanlah badan Anda dan semua
relasi badan yang Anda miliki.” Seakan-akan, apa pun yang Anda lihat di dunia
ini tidak ada. Badan-badan tua ini harus ditanggalkan. Kita harus pulang ke
rumah. Kita akan pulang ke rumah, kemudian menerima badan-badan baru yang
rupawan. Sekarang, badan ini jelek, tetapi nanti, itu akan rupawan. Bharata
sekarang jelek, tetapi nanti akan menjadi indah. Bharata kini merupakan hutan
duri; semua orang terus saling menusuk. Ketika mereka kesal mengenai sesuatu hal
atau yang lain, mereka mulai menghina satu sama lain dan mengawali pertengkaran.
Anda anak-anak harus menjadi sangat manis, bahkan di rumah. Jika tidak, orang
bisa berkata, “Orang itu sudah mendonasikan lima sifat buruk, tetapi mengapa dia
masih marah-marah? Mungkin, dia tidak mendonasikan amarah.” Sang Ayah berkata,
“Anak-anak, donasikanlah lima sifat buruk ke dalam celemek Saya, maka pertanda
buruk gerhana akan dihilangkan.” Bulan juga tertutupi gerhana. Anda sekarang
sedang menjadi bulan purnama, jadi Sang Ayah berkata, “Donasikanlah sifat-sifat
buruk itu.” Anda sedang menerima kedaulatan surga. Anda, jiwa-jiwa, menerima
warisan dari Sang Ayah. Sang jiwa berkata, “Hanya tersisa sangat sedikit waktu
di dunia lama ini.” Anda harus menuntaskan segala sesuatu. Anda harus mengakhiri
semua kekhawatiran Anda. Baba tahu bahwa ada berbagai macam pikiran yang akan
mendatangi Anda. Pikiran tentang bisnis Anda pasti datang. Di jalan pemujaan,
ketika orang duduk untuk memuja, mereka mengingat pelanggan dan bisnis mereka
dan sebagainya – jadi, mereka mencubit diri sendiri. “Saya sedang duduk
mengingat Narayana, tetapi mengapa saya mengingat hal-hal itu?” Hal yang sama
juga terjadi di sini. Ketika Anda menyibukkan diri sepenuhnya dalam pelayanan
spiritual ini, Anda diberi tahu bahwa Anda harus melepaskan bisnis Anda dan
sebagainya. Sibukkanlah diri Anda dalam pelayanan Baba saja. Ada ungkapan, “Jika
Anda melepaskan, Anda pun bebas.” Teruslah menanggalkan kesadaran badan.
Ingatlah Sang Ayah saja, maka dari menjadi seperti monyet, Anda akan menjadi
layak ditempatkan di dalam kuil. Sang Ayah juga memberikan contoh tentang
serangga yang berdengung dan kura-kura. Orang-orang kemudian menerapkan berbagai
contoh ini di jalan pemujaan. Anda sekarang tahu siapa sebenarnya
serangga-serangga itu. Andalah serangga yang berdengung itu, dan Anda
mendengungkan pengetahuan ini. Contoh ini mengacu pada masa kini. Mereka tidak
bisa menggunakan contoh yang sama ini. Berbagai festival dan lain-lain itu
berasal dari masa kini. Tidak ada festival di zaman emas dan perak. Semua itu
berasal dari jalan pemujaan. Belakangan ini, pada perayaan hari kelahiran
Krishna, mereka menciptakan patung Krishna dari tanah liat, memujanya, kemudian
menenggelamkannya di danau. Anda sekarang memahami apa yang mereka lakukan. Itu
adalah keyakinan buta. Ketika Anda menjelaskan kepada siapa pun, mereka tidak
akan memahaminya. Ketika seseorang jatuh sakit, mereka berkata, “Ini terjadi
karena Anda berhenti memuja Krishna.” Ada banyak orang yang takjub seperti ini.
Mereka mendengarkan pengetahuan ini, menyampaikannya kepada orang lain, kemudian
melarikan diri. Inilah sebabnya, rosario Brahmana tidak bisa diciptakan. Hiasan
klan Brahmana ini adalah yang terluhur, tetapi rosario mereka tidak bisa
diciptakan. Intelek Anda mengerti bahwa ini adalah rosario Shiva Baba, kemudian
Anda akan pergi ke zaman emas dan menjadi manik-manik rosario Vishnu secara
berurutan. Setiap perkataan Anda sedemikian rupa sehingga tidak ada seorang pun
yang memahaminya. Sang Ayah terus mengajar Anda dan perkembangan terus berlanjut.
Ada begitu banyak orang yang menghadiri pameran dan sebagainya. Mereka berkata,
“Kami akan datang dan mendengarkan ini lebih lanjut.” Akan tetapi, ketika mereka
pulang, segala sesuatu berakhir. Segala hal yang mereka dengar di sana
tertinggal di sana. Mereka berkata, “Anda menunjukkan jalan yang sangat bagus
untuk menemukan Tuhan.” Akan tetapi, intelek mereka tidak paham bahwa mereka
harus mengikutinya dan mengklaim warisan mereka. Mereka berkata bahwa Brahma
Kumaris melakukan pelayanan yang sangat baik. Itu saja! Jadi, Anda juga harus
memahaminya, bukan? Anda terus melakukan pelayanan fisik. Sekarang, lakukanlah
pelayanan spiritual ini! Semua manusia terus melayani masyarakat. Tak seorang
pun melakukan pelayanan tanpa biaya; bagaimana lagi mereka bisa memberi makan
diri sendiri? Anda anak-anak sekarang sedang melakukan pelayanan yang sangat
bagus. Anda sangat berbelas kasih terhadap Bharata. Seperti apa Bharata kita
dahulu? Sekarang, lihatlah seperti apa kondisinya akibat Rahwana! Kita sekarang
akan mengikuti shrimat Sang Ayah dan pasti mengklaim warisan kita. Anda tahu
bahwa Anda sekarang berada di zaman peralihan, sedangkan semua manusia yang lain
berada di zaman besi. Kita sedang menyeberang ke sana. Mereka yang terus
mengingat Sang Ayah dengan sangat baik pasti akan meninggalkan badannya selagi
duduk di suatu tempat dan mengingat Baba. Sang jiwa kemudian tidak akan kembali.
Jiwa-jiwa itu pergi begitu saja selagi mengingat Baba. Di sini tidak ada
hubungannya dengan hatha yoga dan sebagainya. Anda bisa melihat bagaimana mereka
menghilang selagi memasuki trans. Dengan cara yang sama, Anda akan meninggalkan
badan-badan Anda selagi sedang duduk. Anda akan pergi ke alam halus, kemudian
kepada Sang Ayah. Mereka yang banyak berupaya untuk terus melakukan perziarahan
ingatan akan meninggalkan badan mereka seperti ini. Mereka akan menerima
penglihatan ilahi. Pada awalnya, Anda menerima banyak penglihatan ilahi. Pada
akhirnya, Anda akan melihat banyak penglihatan ilahi kembali, dengan cara yang
sama. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Agar bisa
menjadi layak ditempatkan di dalam kuil, tanggalkanlah kesadaran badan. Sibukkan
diri Anda dalam melakukan pelayanan spiritual.
2. Sekarang adalah
waktunya pulang ke rumah. Oleh sebab itu, akhirilah utang karma apa pun yang
masih tersisa dan pikiran apa pun tentang bisnis yang masih Anda miliki.
Berupayalah untuk terus melakukan perziarahan ingatan.
Berkah:
Semoga Anda
senantiasa ceria dan ringan bercahaya, serta mewarnai diri Anda dengan warna
spiritual dengan menjaga persahabatan spiritual.
Anak-anak yang
menjadikan Sang Ayah sebagai Sahabat sejati bagi hati mereka akan senantiasa
diwarnai oleh persahabatan spiritual. Menjaga intelek Anda dalam persahabatan
dengan Sang Ayah sejati, Sang Pengajar sejati, dan Sang Satguru sejati berarti
berada dalam persahabatan dengan kebenaran (satsang). Mereka yang senantiasa
berada dalam persahabatan dengan Sang Kebenaran akan selalu ceria dan ringan
bercahaya. Mereka tidak merasakan beban apa pun. Mereka merasa diri mereka penuh,
seolah-olah memiliki tambang kebahagiaan di dalam diri mereka, serta apa pun
yang menjadi milik Sang Ayah adalah milik mereka juga.
Slogan:
Kuatkanlah
mereka yang sedang berkecil hati melalui kerja sama kata-kata Anda yang manis
serta semangat dan antusiasme Anda.
Sinyal Avyakt:
Tumbuhkan Semangat untuk Mengangkat Jiwa Lain dan Angkatlah Juga Mereka yang
Telah Menghina serta Mencemarkan Nama Baik Anda
Untuk menumbuhkan
semangat mengangkat jiwa lain, pandanglah hanya kebajikan ilahi yang ada pada
setiap jiwa. Saat melihat kelemahan dan kekurangan seseorang, gunakanlah restu
baik serta keinginan untuk membantunya, untuk mendonasikan kekuatan kepada jiwa
tersebut dan menjadikannya sosok yang penuh kebajikan. Korbankanlah waktu,
kebahagiaan, nama baik, ketenaran, serta nafsu untuk meraih pencapaian apa pun.
Jadilah donator agung yang telah menanggalkan keinginan untuk menerima; sebab
hanya dengan cara itulah Anda bisa dikatakan penuh dengan niat untuk mengangkat
jiwa lain.