04.05.26       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, biarlah intelek Anda memiliki keyakinan dan terus mengikuti setiap petunjuk Sang Ayah. Hanya dengan mengikuti petunjuk Beliau, Anda bisa menjadi luhur.

Pertanyaan:
Anak-anak manakah yang disebut pembantu sejati Tuhan?

Jawaban:
Mereka yang berupaya untuk mengklaim kerajaan dan juga membuat orang lain sama seperti diri mereka. Mereka yang menyibukkan diri untuk melakukan pelayanan Tuhan dengan cara ini disebut pembantu sejati Tuhan. Ketika orang lain melihat mereka, orang-orang itu juga ikut bekerja sama.

Om Shanti.
Ketika Anda duduk di sini, Anda memberi tahu semua orang untuk mengingat Shiva Baba. Anda tahu bahwa Shiva Baba ada. Orang-orang pergi ke kuil Beliau, tetapi tak seorang pun kecuali Anda anak-anak yang mengenal siapa Beliau. Oleh sebab itu, ingatkanlah mereka tentang Shiva Baba. Yoga intelek dari beberapa anak yang sedang duduk di sini mengembara ke semua tempat. Inilah sebabnya, sudah menjadi tugas Anda untuk mengingatkan mereka, “Brother dan sister, ingatlah Sang Ayah. Dari Beliaulah Anda akan menerima warisan.” Anda sekarang adalah brother dan sister sejati. Secara fisik, karena bersosok laki-laki dan perempuan, Anda disebut brother dan sister. Bahkan saat menyampaikan ceramah, Anda menyebut semua orang sebagai brother dan sister. Itu berarti menjadi brother dan sister dalam kaitannya dengan badan. Di sini, bukan seperti itu. Di sini, Anda jiwa-jiwa menerima penjelasan bahwa Anda harus mengingat Ayah Anda, Sang Pencipta. Anda akan menerima warisan dari Beliau; ada perbedaan. Istilah “brother” dan “sister” itu umum. Di sini, Sang Ayah memberi tahu Anda anak-anak, “Ingatlah Saya, Ayah Anda!” Shiva Baba adalah Sang Ayah rohani, sedangkan Prajapita Brahma adalah ayah fisik. Bap dan Dada berkata bersama-sama, “Anak-anak, ingatlah Sang Ayah dan jangan izinkan yoga intelek Anda mengembara ke tempat lain.” Intelek sering sekali mengembara. Hal yang sama juga terjadi di jalan pemujaan. Orang-orang duduk di hadapan patung Krishna atau devi-devta yang lain serta memutar manik-manik rosario. Akan tetapi, pada saat yang sama, intelek mereka mengembara ke tempat lain. Siapa devi-devta itu? Bagaimana dan kapan mereka menerima kerajaan mereka? Tak seorang pun mengetahuinya. Orang-orang Sikh tahu bahwa Guru Nanak mendirikan agama Sikh. Kemudian, ada cucu-cucunya, yaitu para guru yang datang setelah dia; mereka terus mengalami kelahiran kembali. Tak seorang pun memahami hal-hal ini. Mereka tidak mengingat Guru Nanak terus-menerus. Baiklah, misalnya, andaikata ada beberapa orang yang terus mengingat Guru Nanak, atau Buddha, atau pendiri agama mereka, mereka tidak tahu di mana pendiri agamanya sekarang berada. Mereka hanya berkata bahwa dia melebur ke dalam cahaya atau bahwa dia sudah pergi melampaui suara, atau mereka berkata bahwa Krishna ada di mana-mana. Mereka terus mengatakan bahwa ke mana pun mereka memandang, mereka hanya melihat Krishna, atau hanya melihat Radhe. Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan, “Anda, orang-orang Bharata, dahulu adalah devi-devta. Anda berwajah manusia, tetapi berkarakter devi-devta.” Ada patung devi-devta. Seandainya tidak ada patung apa pun, Anda tidak mungkin memahami ini. Hanya Sang Ayah yang datang dan menjelaskan hubungan antara Radhe dan Krishna, serta Lakshmi dan Narayana. Anda bisa menjelaskan kepada siapa pun bahwa Baba yang tanpa citra jasmani sedang menjelaskan ini kepada kita. Sesungguhnya, kita semua tanpa citra jasmani. Jiwa-jiwa tanpa citra jasmani. Kemudian, jiwa berbicara melalui wujud jasmani. Jiwa yang tanpa citra jasmani tidak bisa berbicara. Anda bisa menjelaskan bahwa Baba kita juga adalah Baba mereka. Shiva Baba adalah Sang Samudra Pengetahuan dan Sang Samudra Kedamaian. Beliau adalah Sang Ayah yang tak terbatas. Beliau juga memerlukan badan. Beliau sendiri berkata, “Saya memasuki badan Brahma ini, karena hanya dengan demikian, agama Brahmana bisa didirikan. Penciptaan Brahmana terjadi melalui Brahma.” Itulah sebabnya, Sang Ayah hanya menjelaskan kepada anak-anak Brahmana, bukan kepada siapa pun yang lain. Beliau hanya menjelaskan kepada Anda anak-anak. Bukan berarti bahwa karena kita adalah anak-anak Shiva Baba, maka kita juga adalah tuhan; tidak. Ayah adalah ayah, anak adalah anak. Memang, ketika seorang anak tumbuh dewasa dan menjadi ayah dengan menciptakan anak-anak, dia juga menjadi seorang ayah. Yang Esa memiliki banyak anak. Beliau hanya menjelaskan kepada anak-anak yang inteleknya memiliki keyakinan. Mereka yang inteleknya memiliki keyakinan mengikuti petunjuk Sang Ayah, karena hanya dengan mengikuti shrimat, Anda menjadi luhur. Anda sekarang mengerti bahwa Anda sedang menjadi seperti devi-devta. Kita terus menyanyikan pujian devi-devta, kelahiran demi kelahiran, dan sekarang, kita harus menjadi sama seperti mereka dengan mengikuti shrimat. Kerajaan harus didirikan. Tidak semua orang akan mengikuti shrimat sepenuhnya. Karena kerajaan ini sangat besar, mereka akan mengikuti shrimat secara berurutan. Dalam suatu kerajaan, ada bermacam-macam orang: rakyat, dayang, pelayan, pembakar mayat, dan sebagainya. Semua diperlukan. Anda akan memperoleh penglihatan tentang mereka yang melakukan aktivitas sedemikian rupa dan bagaimana si ini atau si itu akan terlahir dalam keluarga pembakar mayat. Bukan satu orang saja yang menjadi pembakar mayat; dia pasti punya keluarga. Ada juga persatuan pembakar mayat; mereka semua mengadakan rapat bersama. Jika mereka mengadakan pemogokan, semua berhenti bekerja. Hal-hal semacam itu tidak terjadi di zaman emas. Anda juga memiliki gambar di mana Anda menanyai orang-orang, ingin menjadi apa mereka nanti, “Apakah Anda mau menjadi pengacara atau devi-devta?” Seluruh kerajaan Anda sedang didirikan. Ini bukan hal kecil! Sang Ayah yang tak terbatas duduk di sini dan menjelaskan hal-hal yang tak terbatas kepada Anda; ini harus melekat dalam intelek Anda. Kita akan berupaya dan mengklaim status tinggi di masa depan. Dengan mengikuti shrimat, kita akan mengklaim status kerajaan yang terluhur. Ketika kita menjadikan orang lain setara dengan diri kita, kita disebut pembantu-pembantu Tuhan. Tidak ada apa pun yang bisa terus disembunyikan orang. Seiring perkembangan Anda, segala sesuatu akan diketahui. Ini disebut cahaya pengetahuan; Anda terus menerima cahaya. Orang-orang tidak mengetahui apa pun. Mereka terus memproduksi bom-bom di bawah tanah. Tidak ada sesuatu yang diproduksi untuk disimpan saja. Pada mulanya, orang-orang bertarung dengan pedang, kemudian mereka menciptakan pistol untuk digunakan, bukan sekadar untuk disimpan saja. Mereka bahkan mengerti bahwa kematian akan terjadi melalui hal-hal itu. Mereka sudah mengujinya. Ada begitu banyak orang yang meninggalkan badan ketika satu bom saja dijatuhkan di Hiroshima. Mereka telah berkembang sangat pesat sejak saat itu dan membangun begitu banyak gedung. Penghancuran tidak akan terjadi dengan cara yang sama sehingga ada orang yang sempat dirawat di rumah sakit. Bahkan rumah sakit pun tidak akan ada lagi, karena gempa bumi juga akan terjadi pada saat bersamaan. Tidak ada orang yang bisa mencegah bencana alam. Mereka berkata, “Semuanya ada di tangan Tuhan.” Anda anak-anak sekarang mengerti bahwa penghancuran harus terjadi. Akan ada bencana kelaparan dan Anda bahkan tidak akan bisa mendapatkan air. Anda mengerti bahwa ini bukan sesuatu yang baru. Hal serupa terjadi di siklus yang lalu juga. Tidak ada orang yang memiliki pengetahuan tentang siklus. Mereka berkata bahwa 3000 tahun sebelum Kristus, ada surga. Akan tetapi, mereka kemudian menuliskan dalam kitab-kitab suci bahwa durasi siklus berlangsung ratusan ribu tahun. Tidak ada perhatian orang yang tertarik kepada hal itu. Mereka sekadar mendengarkannya, kemudian sibuk mengerjakan urusan mereka sendiri dan sebagainya. Oleh sebab itu, Sang Ayah menjelaskan kepada Anda anak-anak, “Sekarang, cepatlah melakukan upaya. Teruslah mengingat Baba, maka campuran ketidaksucian akan dihilangkan. Anda harus menjadi satopradhan di sini. Jika tidak, Anda harus mengalami hukuman, kemudian pergi ke agama Anda sendiri.” Anda menerima shrimat dari Tuhan. Shri Krishna adalah seorang pangeran. Oleh sebab itu, bagaimana mungkin dia bisa memberikan petunjuk kepada siapa pun? Tidak ada orang di dunia yang memahami hal-hal ini. Jelaskanlah dengan penuh cinta kasih, “Ingatlah Shiva Baba.” Shiva Baba sendiri berkata, “Teruslah mengingat Saya saja!” Beliau adalah Sang Pemberkah. Jauhkanlah diri Anda dari semua yang lain dan hubungkan diri kepada Yang Esa. Andalah jiwa-jiwa yang menyeberangkan perahu Bharata. Kisah Narayana yang sejati berkaitan dengan Bharata. Jiwa-jiwa dari agama-agama lain tidak akan pernah mendengarkan kisah Narayana yang sejati. Hanya mereka, yang berasal dari agama devi-devta yang asli dan abadi, dan akan berubah dari manusia biasa menjadi devi-devta (Narayana), yang akan mendengarkannya. Hanya merekalah yang akan mendengarkan kisah tentang keabadian. Dahulu ada devi-devta di dunia keabadian, dan mereka pasti telah mengklaim status itu karena mendengarkan kisah tentang keabadian. Setiap aspek layak diingat. Seandainya hanya ada satu hal yang melekat dalam intelek Anda, Anda akan mengingat semua yang lain. Ingatlah Sang Ayah dan juga perhatikanlah upaya memutar chakra kesadaran diri. Anda sekarang sedang memainkan peran Anda di sini bersama Shiva Baba, kemudian Anda harus pulang ke rumah. Hanya Sang Ayah yang menjelaskan apa itu kebenaran dan apa itu kepalsuan. Hanya Yang Esalah Yang Maha Benar. Segala sesuatu yang lain itu palsu. “Rahwana ada di Alengka.” Bukan satu Rahwana saja yang ada. Hal-hal semacam itu tidak terjadi di zaman emas dan perak. Seluruh dunia umat manusia ini adalah Alengka. Ini adalah kerajaan Rahwana. Semua Sita mengingat Rama Yang Esa. Artinya, semua pemuja, semua mempelai wanita, mengingat Sang Mempelai Pria, Tuhan, Yang Esa, karena ini adalah kerajaan Rahwana. Para saniyasi tidak memahami hal-hal ini. Semua orang tidak bahagia di pondok penderitaan. Zaman besi adalah pondok penderitaan. Zaman emas adalah pondok tanpa penderitaan. Di sini, ada penderitaan pada setiap langkah. Baba sekarang sedang membawa Anda ke surga, di mana tidak ada penderitaan. Di sini, manusia begitu menderita. Ketika seseorang meninggalkan badan, mereka menjadi gila. Hal-hal semacam itu tidak terjadi di surga. Di sana tidak pernah terjadi kematian sebelum waktunya sehingga ada istri yang menjadi janda. Di sana, mereka menanggalkan kostum lama dan mengenakan kostum baru pada saat yang tepat. Mereka mengenakan kostum laki-laki atau perempuan, dan oleh karenanya, mereka akan memperoleh penglihatan tentang itu. Pada saat akhir, Anda akan tahu segala sesuatu tentang siapa akan menjadi apa. Kemudian, pada saat itu, Anda akan berkata bahwa selama ini Anda belum cukup berupaya. Tidak akan ada gunanya berkata demikian pada saat itu, karena waktunya sudah lewat. Inilah sebabnya, Sang Ayah sekarang berkata, “Anak-anak, berupayalah! Jadilah tangan kanan sejati dalam pelayanan, maka Anda akan memasuki kerajaan. Teruslah sibuk dalam pelayanan.” Ada contoh-contoh tentang bagaimana seluruh keluarga menyibukkan diri dalam pelayanan. Akan dikatakan bahwa keluarga itu melakukan perbuatan yang sangat bagus karena semua anggota keluarga tersebut sibuk melakukan pelayanan Tuhan. Ibu, ayah, dan anak-anak, semuanya sibuk melakukan pelayanan. Bukankah itu bagus? Mereka terus mengusahakan pelayanan. Anda anak-anak harus memiliki antusiasme yang tinggi untuk menunjukkan jalan kepada manusia, agar jiwa-jiwa itu menjadi bahagia. Sudah berapa banyak orang yang telah Anda tunjukkan jalan? Ketika Anda menabur benih, Anda menciptakan rakyat. Tidak ada orang yang terlahir sebagai raja. Pertama-tama, mereka menjadi rakyat, kemudian dengan berupaya, mereka mampu menjadi agung meskipun awalnya bukan siapa-siapa. Ketika orang lain melihat Anda sibuk melakukan pelayanan, mereka juga akan memiliki antusiasme, “Mengapa saya tidak mau ikut berupaya?” Jika tidak, akan seperti inilah kondisi Anda setiap siklus. Akan ada banyak orang yang datang dan menyesal. Seumur hidup, Anda tidak akan pernah melihat orang mengalami penderitaan seperti itu. Karena tidak mengikuti shrimat, karena banyaknya perbuatan berdosa yang dilakukan, Anda akan menyaksikan penderitaan sedemikian rupa pada saat akhir, jangan tanya lagi! Baba menunjukkan jalan yang sangat mudah kepada Anda, “Ingatlah Sang Ayah saja dan tunjukkanlah jalan ini kepada orang lain juga.” Anda berasal dari agama devi-devta. Sebagaimana ada orang-orang yang berasal dari agama Kristen dan Islam, Anda berasal dari agama devi-devta. Devi-devta adalah yang tersuci. Tidak ada agama lain seperti agama Anda. Anda tetap suci selama setengah siklus. Orang mengenang surga dan neraka. Tidak ada orang yang mengerti, apa surga itu. Sang Ayah hanya datang di Bharata dan membangunkan Anda anak-anak. Ini persoalan 5000 tahun. Mereka yang menghuni surga telah menjadi penghuni neraka. Sang Ayah sekarang telah datang untuk menjadikan Anda penghuni surga yang suci. Sang Mempelai Pria Yang Esa datang dan membawa semua mempelai wanita Beliau ke pondok yang bebas dari penderitaan. Oleh sebab itu, pertama-tama, beri tahulah semua orang untuk mengingat Sang Ayah. Jika tidak, selagi duduk di sini, intelek mereka terus mengembara ke mana-mana. Seperti itulah kondisi mereka di jalan pemujaan juga. Baba berpengalaman. Bisnis terbaik adalah bisnis ahli permata. Mampu membedakan antara permata asli dan permata palsu sangatlah sulit. Kebenaran tersembunyi di sana; di mana-mana, tidak ada apa pun selain kepalsuan. Ini juga sudah ditakdirkan dalam drama. Anda tahu bahwa Anda semua adalah aktor dalam drama. Tidak ada jiwa yang bisa meninggalkan drama ini; tak seorang pun mampu mencapai kebebasan abadi. Segala sesuatu harus dilakukan dengan pemahaman. Anda terus memainkan peran Anda. Anda kemudian akan mengulangi peran yang sama setelah satu siklus. Anda akan melihat bagaimana orang-orang terus mengalami kematian. Penghancuran harus terjadi. Semua jiwa akan pergi ke hunian Nirvana. Anda memiliki pengetahuan ini dalam intelek Anda. Dengan terus sibuk dalam pelayanan, banyak orang akan memperoleh manfaat. Sungguh luar biasa ketika seluruh keluarga mulai mengikuti pengetahuan ini. Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Agar bisa terbebas dari adegan-adegan menakutkan pada saat akhir dan terbebas dari segala penderitaan, ikutilah shrimat Sang Ayah sejak sekarang. Lakukanlah pelayanan untuk menjadikan orang lain setara dengan diri Anda sesuai dengan shrimat.

2. Jadilah tangan kanan Sang Ayah dalam pelayanan. Tunjukkanlah jalan kepada jiwa-jiwa agar mereka bahagia. Berikanlah manfaat kepada semua orang.

Berkah:
Semoga Anda melampaui segala masalah yang merupakan konsekuensi dari pikiran Anda sendiri dan lulus dengan pujian.

Lulus dengan pujian berarti tidak mengalami konsekuensi (hukuman) apa pun dari pikiran sendiri. Persoalan menerima hukuman dari Dharamraj (Hakim Agung) ada belakangan. Namun, untuk tetap melampaui masalah apa pun yang merupakan konsekuensi dari pikiran sendiri adalah tanda lulus dengan pujian. Masalah kata-kata, perbuatan, relasi, dan koneksi adalah hal-hal yang kasar (fisik), tetapi jangan sampai ada masalah yang muncul bahkan dari pikiran Anda. Ketika Anda memenuhi janji tersebut, Anda akan lulus dengan pujian.

Slogan:
Ketika minyak pengetahuan ini dan sumbu yoga, keduanya bagus, maka lampu kebahagiaan akan tetap menyala.

Sinyal Avyakt: Alamilah Senantiasa Tahapan Kokoh Tak Tergoyahkan dan Konstan

Tidak ada jenis gejolak di dunia yang seharusnya menciptakan rintangan jika tahapan Anda kokoh serta tak tergoyahkan. Jadilah penghancur rintangan yang sedemikian kokoh tak tergoyahkan, sehingga Anda menghancurkan semua rintangan seolah-olah itu bukan rintangan, melainkan hanya permainan. Alamilah gunung seolah biji mustard, karena jiwa-jiwa berpengetahuan penuh tahu sebelumnya bahwa semua hal itu akan datang dan akan terjadi.