04.09.26       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, Andalah yang memegang peran pahlawan dalam drama yang tak terbatas ini, bukan Sang Ayah. Beliaulah satu-satunya yang menguasai seni menyucikan jiwa-jiwa yang tidak suci.

Pertanyaan:
Apa makna penting yang harus Anda jelaskan kepada orang-orang yang menolak ketika mereka melihat gambar Brahma?

Jawaban:
Jelaskanlah kepada mereka bahwa dialah jiwa yang memainkan peran sejak awal sampai akhir. Sang Ayah memasuki badan dari jiwa yang pertama menjadi Pangeran Shri Krishna. Beliau memasuki badannya dalam kelahirannya yang terakhir. Ini adalah badan yang tidak suci dan harus menjadi suci. Dia bukan Tuhan. Tuhan senantiasa suci. Namun, Tuhan mengambil dukungan dari badan ini.

Lagu:
Lihatlah wajahmu di cermin hatimu.

Om Shanti.
Sang Ayah telah menjelaskan kepada Anda anak-anak bahwa Anda tidak semestinya tersandung-sandung di luar, dari pintu ke pintu, mencari-cari kedamaian. Para saniyasi hatha yogi yakin bahwa mereka tidak mungkin bisa menemukan kedamaian selagi tinggal bersama keluarga mereka di rumah, dan bahwa mereka hanya bisa menemukannya di hutan-hutan. Akan tetapi, Sang Ayah menjelaskan bahwa bahkan di hutan pun, mereka tetap tidak mampu menemukan kedamaian. Ada kisah atau contoh tentang ini: seorang ratu mencari-cari kalungnya ke mana-mana, padahal kalung itu melingkar di lehernya. Demikian juga, kedamaian melingkar di leher Anda. Mengapa Anda mencari-carinya di luar? Sang Ayah datang dan menjelaskan, “Anak-anak, agama asli Anda, jiwa-jiwa, adalah kedamaian. Badan itu adalah organ fisik yang Anda gunakan untuk memainkan peran Anda.” Jiwa-jiwa tak termusnahkan. Jiwa tidak pernah menjadi lebih besar atau lebih kecil. Jiwa tidak bisa hancur. Memang, jiwa-jiwa menjadi tidak suci dan harus disucikan. Pada awalnya, jiwa menerima badan yang kecil, kemudian itu bertumbuh menjadi badan remaja – lalu badan itu semakin lama semakin tua. Namun, jiwa-jiwa tak berubah. Pertama-tama, Anda harus tahu tentang jiwa. Saya, sang jiwa, menjadi pengacara dan sebagainya. Ini disebut berkesadaran jiwa. Sang Ayah menjelaskan, “Anak-anak, Anda telah menjadi berkesadaran badan. Itulah sebabnya, Anda beranggapan bahwa Anda adalah badan. Anda lupa bahwa Anda adalah jiwa, sedangkan itu adalah badan Anda. Anda harus menyadari diri sendiri. Jiwalah yang mengalami 84 kelahiran.” Sang Ayah sekarang telah menjelaskan, “Mereka yang telah menjadi Brahmana nantinya akan menjadi devi-devta.” Tidak semua jiwa mengalami 84 kelahiran. Beberapa jiwa akan datang pada permulaan, sedangkan yang lain akan terus datang setelah 50 atau 100 tahun. Ada jiwa yang mengalami 80 atau 82 kelahiran, sedangkan yang lain mengalami jumlah kelahiran yang berbeda. Orang-orang mengatakan tentang 8,4 juta kelahiran, tetapi mereka bahkan tidak puas dengan pendapat itu. Jadi, mereka kemudian mengatakan bahwa Tuhan ada dalam setiap partikel. Sekarang, Tuhan berkata, “Saya tidak berada dalam badan manusia, jadi bagaimana mungkin Saya bisa berada dalam hewan, bebatuan, partikel, dan sebagainya?” Sang Ayah telah menjelaskan bahwa jiwa nomor satu pun menjadi tamopradhan pada akhirnya. “Saya sendiri memberi tahu Anda bahwa Saya memasuki badan orang biasa pada akhir dari banyak kelahirannya. Dia telah mengalami 84 kelahiran penuh, jadi dia pasti tidak suci. Dia tidak mungkin suci pada saat ini.” Sang Ayah sendiri berkata, “Shri Krishna adalah pangeran pertama, yang nomor satu. Dia menjadi Shri Narayana di kemudian hari, ketika usianya sudah dewasa; mungkin 20 sampai 25 tahun sesudahnya.” Anda juga tidak bisa mengatakan 84 kelahiran penuh untuk mereka (Lakshmi dan Narayana). Shri Krishnalah yang nomor satu, kemudian dia menjadi Narayana setelah menikah. Akan tetapi, Anda anak-anak harus membuat perhitungan. Hanya Shri Krishna yang disebut mengalami 84 kelahiran penuh dalam 5000 tahun. Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan, “Setiap siklus, Saya memasuki badan yang sama dari jiwa yang memainkan peran sejak awal sampai akhir. Saya tidak bisa memasuki badan orang lain. Perhitungannya ada. Brahma adalah nomor satu. Bagaimana mungkin Saya bisa memasuki badan orang lain?” Ada banyak orang yang bertanya kepada Anda, “Mengapa Tuhan hanya datang dalam badan Brahma?” Meskipun demikian, perhitungan ini ada. Hal-hal ini harus dipahami. Ada ungkapan bahwa pendirian dilakukan melalui Brahma. Pendirian tidak dilakukan melalui Vishnu atau Shankar. Ini bukan tugas orang lain. Orang-orang tidak mengenal Sang Pencipta maupun ciptaan. Ini juga sudah ditakdirkan dalam drama. Apa pun yang sudah ditakdirkan, itulah yang terjadi. Maka, untuk apa Anda mengkhawatirkan apa pun? Itu mengacu pada masa kini. Apa pun yang harus terjadi pasti terjadi, dan tidak ada yang bisa diubah dalam hal itu. Apa pun yang terjadi hari ini akan terulang kembali setelah 5000 tahun. Baba telah menjelaskan bahwa kapan pun Anda menyaksikan sesuatu, katakanlah, “Itu bukan hal baru. Itu juga terjadi 5000 tahun yang lalu.” Anda harus menuliskan ini dengan jelas dan biarkanlah orang-orang datang untuk menanyakannya kepada Anda. Tidak ada yang salah dalam menuliskan hal ini. Perang ini juga pernah terjadi sebelumnya. Ini bukan hal baru. Perang Mahabharata juga berlangsung 5000 tahun yang lalu. Orang-orang Kristen datang dan merampas kerajaan Bharata. Itu bukan hal baru. Itu akan terjadi kembali dengan cara yang sama di siklus berikutnya. Sejarah dan geografi dunia terus berulang. Agama devi-devta yang asli dan abadi sedang didirikan sekali lagi. Mereka yang telah mengalami 84 kelahiran penuh akan menjadi Lakshmi dan Narayana nomor satu. Hanya Sang Ayah yang duduk dan menjelaskan semua rahasia ini. Sang Ayah berkata, “Sayalah Sang Benih pohon dunia manusia.” Ini disebut pohon terbalik. Durasi pohon kalpa ini adalah 5000 tahun. Dalam swastika, Anda melihat empat bagian yang sama besar. Zaman-zaman juga setara; tidak ada perbedaan. Sang Ayah menjelaskan, “Lihatlah apa yang berlangsung di dunia! Ada yang pergi ke bulan, ada yang belajar berjalan di atas api atau air. Semua itu tidak ada gunanya; tidak ada manfaat yang terkandung di dalamnya.” Manusia tidak bisa menjadi suci dan mencapai mukti atau jeevan mukti. Apa pun yang mereka lakukan, mereka tidak bisa pulang ke rumah. Jiwa-jiwa telah melupakan rumah mereka dan rumah Sang Ayah. Jiwa-jiwa telah melupakan jati diri mereka dan menjadi berkesadaran badan. Orang-orang pergi ke kuil dan menyanyikan pujian, “Engkau penuh dengan kebajikan luhur, sementara kami ini pendosa yang merosot.” Mereka menghina diri sendiri. Sang Ayah tidak pernah menjadi pemuja. Kedua, Anda mengatakan bahwa Shankar senantiasa layak dipuja. Dia juga tidak pernah menjadi pemuja. Dia tidak memiliki peran di sini. Hanya Brahma dan Vishnu yang memiliki peran di panggung ini. Tak seorang pun di dunia mengetahui peran yang dimainkan Brahma dan Vishnu. Mereka berbicara tentang Trimurti Brahma, tetapi sama sekali tidak memahami maknanya. Orang-orang berkata tentang pendirian melalui Brahma, tetapi tidak memiliki gambaran tentang Yang Esa, yang mendirikannya. Mereka mengucapkannya dengan bibir mereka, tetapi di manakah Beliau? Mereka tidak mengenal Shiva. Tentang jiwa-jiwa, mereka berkata, “Bintang yang luar biasa berkilau di tengah-tengah dahi.” Saya, sang jiwa, tak termusnahkan, sedangkan badan ini bisa musnah. Orang-orang itu tidak tahu berapa banyak badan yang mereka kenakan. Manusia begitu tidak bahagia dan terus memanggil-manggil dalam penderitaan, “Wahai, Tuhan, Sang Ayah!” Mereka telah memanggil-manggil sejak mulai mengalami kesengsaraan. Anda juga telah menerima penjelasan bahwa ketika kerajaan Rahwana dimulai di Bharata, bukan berarti bahwa kerajaan Rahwana juga ada dalam agama-agama lain. Tidak, mereka harus melewati tahapan sato, rajo, dan tamo dalam waktu mereka sendiri. Kisah ini didasarkan pada Bharata. Semua yang lain adalah “adegan sampingan”. Sang Ayah datang untuk menjembataninya. Setelah Bharata menjadi tamopradhan, seluruh pohon menjadi tamopradhan. Mereka semua harus mengalami kebahagiaan dan kesengsaraan. Daun-daun baru yang bertunas pada pohon sangatlah indah. Jiwa-jiwa yang baru datang juga pasti harus melewati tahapan sato, rajo, dan tamo. Mereka, yang datang terakhir, mendapat sedikit penghormatan. Mereka melewati tahapan sato, rajo, dan tamo dalam satu kelahiran, tetapi mereka tak punya nilai. Jiwa-jiwa yang bernilai adalah mereka yang memainkan peran pahlawan. Bukan berarti bahwa hanya Baba yang memainkan peran pahlawan. Ini tidak bisa mengacu kepada Baba. Beliau datang dan menyucikan mereka yang tidak suci. Beliau sendiri tidak menjadi tidak suci. Anda sedang berupaya untuk berubah dari tidak suci menjadi suci. Anda mengklaim kerajaan Anda dengan mengikuti shrimat Raja Yoga. Anda sekarang sedang menerimanya kembali. Baba berkata, “Saya tidak memerintah kerajaan, tetapi Saya menjadikan Anda raja diraja.” Orang-orang di dunia mengatakan banyak hal. Tuhan berkata, “Saya menjadikan Anda raja diraja.” Akan tetapi, mereka sendiri tidak memahami makna hal ini, sehingga mereka tidak mampu menjelaskannya kepada siapa pun. Jika Tuhan berbicara, maka Beliau pasti telah datang. Beliau pasti mengatakan, “Wahai, anak-anak!” Hanya di Bharata, orang-orang merayakan hari kelahiran dan malam Shiva. Sang Ayah hanya datang di daratan Bharata. Hanya Bharatalah daratan yang tak termusnahkan. Pujiannya begitu agung. Sebagaimana pujian Sang Ayah tanpa batas, demikian juga, pujian Bharata tanpa batas. Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita Paramatma) hanya datang di Bharata dan memberikan keselamatan kepada semua manusia. Beliau memberikan kebahagiaan kepada semua jiwa. Bharata adalah tempat kelahiran Beliau. Bharata adalah daratan kuno. Tuhan hanya datang dan mengajarkan Raja Yoga di Bharata. Akan tetapi, berhubung orang-orang mengatakan bahwa Krishna adalah Tuhan, pujian Yang Esa telah hilang. Hanya Tuhanlah Yang Esa. Hanya Beliaulah yang disebut Sang Satguru. Ada banyak guru yang lain. Mereka yang mengajarkan bisnis apa pun kepada Anda juga disebut guru. Dewasa ini, orang-orang yakin bahwa semua orang adalah inkarnasi. Mereka sama sekali tidak memahami apa pun. Hanya ketika mereka telah menjadi sepenuhnya tidak suci, barulah mereka memanggil-manggil, “Baba, datanglah dan sucikanlah kami!” Hanya Sang Ayah yang datang dan memberitahukan kepada Anda kisah sejati tentang keabadian. Sekarang, intelek Anda mengerti bagaimana Anda telah mengelilingi siklus 84 kelahiran. Kelahiran pertama pasti bagus, kemudian Anda perlahan-lahan menurun. Dunia juga melewati tahapan menurun. Intelek manusia menjadi sato, rajo, dan tamo; derajat terus menurun sedikit demi sedikit, sejak zaman emas. Ada ungkapan, “Ada tahapan menaik, ada tahapan menurun.” Hanya karena Andalah, ada manfaat bagi semua jiwa. Sang Pemberkah Keselamatan Bagi Semua Jiwa adalah Sang Ayah Yang Esa. Guru-guru itu hanya membacakan kitab suci. Selagi mendengarkan semua itu, Anda terus menurun. Sang Ayah yang tak terbatas datang dan bertanya kepada Anda anak-anak, “Saya telah menjadikan Anda begitu kaya raya dan memberi Anda begitu banyak istana bertatahkan berlian dan permata, kemudian Saya pergi. Apa yang terjadi pada semua itu?” Ketika ayah duniawi memberikan uang kepada anak-anaknya dan mereka menghambur-hamburkan harta itu, dia pasti bertanya kepada mereka, “Bagaimana cara kalian menghabiskan seluruh uang itu?” Ketika anak-anak memiliki uang, mereka membelanjakannya tanpa tujuan untuk hal-hal yang tak berguna. Seorang ayah mungkin adalah jiwa beriman (dharamatma), tetapi ketika anak-anaknya pergi ke luar negeri dan memboroskan ratusan ribu rupee, dia tidak akan mampu berbuat apa pun. Dia bahkan tidak bisa menceraikan anak-anaknya, karena properti itu adalah milik kakek mereka. Meskipun demikian, dia menyimpan amarah dalam hati. Ketika ayah mereka meninggalkan badan, beberapa anak menjadi sedemikian kotor sehingga mereka menghamburkan seluruh kekayaan itu dalam 12 bulan. Itu adalah hal yang terbatas, sedangkan di sini, ini adalah hal yang tak terbatas. Sang Ayah yang tak terbatas berkata, “Anda dahulu adalah master dunia yang sedemikian kaya raya! Lalu, bagaimana Anda bisa jatuh bangkrut? Apa yang Anda perbuat dengan seluruh kekayaan itu?” Sang Ayah pasti menanyai anak-anak Beliau. “Saya menjadikan Bharata sedemikian kaya! Ke mana perginya seluruh kekayaan itu?” Hanya Sang Ayah yang menjelaskan kepada Anda anak-anak. Di jalan pemujaan, Anda menghabiskan begitu banyak uang. Anda membelanjakan begitu banyak untuk kitab-kitab suci dan sebagainya. Anda terus menunduk-nundukkan kepala sampai lelah. Anda kehilangan seluruh kekayaan itu dan sebagainya. Inilah drama! Saya menjadikan Anda kaya raya sedangkan Rahwana menjadikan Anda jatuh miskin. Sang Ayah hanya menjelaskan ini kepada orang-orang Bharata. Hanya Bharatalah Burung Gereja Emas. Bharata memiliki kekayaan sedemikian besar sehingga orang-orang dari agama-agama lain datang dan menjarahnya. Cobalah pikir, seperti apa Bharata dahulu! Drama ini sudah ditakdirkan. Bharata dahulu surga dan Bharata sekarang neraka. Sekarang, ini adalah neraka. Itulah sebabnya, Baba menyuruh gambar tangga dibuat, agar semua orang bisa mengerti bahwa mereka sekarang tidak suci. Anak-anak kecil diajar tentang berbagai hal dengan menggunakan gambar-gambar. Bagaimana mungkin anak-anak bisa memahami apa pun tanpa gambar? Hanya Sang Ayah yang datang dan mengajarkan cara yang mudah kepada Anda untuk berubah dari tidak suci menjadi suci. Ini adalah cara yang termudah sekaligus tersulit. Di zaman emas, Anda berkesadaran jiwa. Sang jiwa menyadari bahwa badannya sudah menjadi tua dan bahwa dia harus meninggalkan badan tua itu serta mengenakan badan baru. Seakan-akan, Anda menerima penglihatan tentang anak kecil, yaitu diri Anda, di masa depan. Anda menanggalkan kulit tua Anda. Ketika seseorang meninggalkan badan di sini, orang-orang menangis. Mereka bahkan menyewa band untuk memainkan musik. Di zaman emas, mereka meninggalkan badan lama dan mengambil badan baru dalam kebahagiaan. Mereka mengadakan perayaan, sedangkan di sini, mereka begitu banyak berduka cita! Ketika seseorang meninggalkan badan, mereka mengatakan bahwa dia sudah pergi ke surga. Ini berarti bahwa sebelumnya, dia berada di neraka. Anda sekarang sedang berupaya untuk menjadi penghuni surga. Sang Ayah sedang menjadikan Anda penghuni surga. Sang Ayah datang untuk memberikan jeevan mukti kepada Anda. Beliau membebaskan Anda dari ikatan Rahwana dan memberi Anda jeevan mukti. Sang Ayah berkata, “Saya datang sama persis seperti dalam siklus sebelumnya dan mengajarkan Raja Yoga kepada Anda. Saya memasuki badan Brahma, setiap siklus.” Anda pasti harus menjadi Brahmana. Brahmana pasti diperlukan untuk api persembahan. Ini adalah api persembahan pengetahuan yang tak termusnahkan, di mana kuda dipersembahkan untuk mencapai kedaulatan diri. Kendaraan ini harus dipersembahkan. Kendaraan ini disebut kuda. Semua kuda, yaitu badan, akan dipersembahkan ke dalam api ini untuk kedaulatan diri. Jiwa-jiwa tidak bisa dipersembahkan. Jiwa akan pergi setelah melunasi rekeningnya, kemudian peran semua jiwa akan dimulai kembali. Ini disebut pengulangan sejarah dan geografi. Sang Ayah datang untuk mendirikan dunia baru dan menghancurkan dunia lama. Hanya Perang Mahabharata inilah yang diingat dalam kitab-kitab suci. Anda harus menjelaskan bahwa gerbang ke surga terbuka melalui perang ini. Inilah sebabnya, perang ini diingat dalam kitab-kitab suci. Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Jangan mengkhawatirkan hal-hal masa lalu. Lupakan segala sesuatu yang telah terjadi dengan menganggapnya bukan hal baru!

2. Persembahkanlah badan, mental, dan kekayaan Anda ke dalam api persembahan ini, di mana kuda dipersembahkan untuk kedaulatan diri, dan gunakanlah semuanya dengan cara yang bermanfaat. Berupayalah dalam kelahiran terakhir ini untuk menjadi sepenuhnya suci.

Berkah:
Semoga Anda senantiasa penuh kekuatan dan menggunakan sikap mental luhur Anda untuk menjadikan rumah tangga sebagai sarana membuat kemajuan.

Dalam kehidupan rumah tangga, Anda menjadi suci atau tidak suci terutama karena sikap mental Anda. Jika Anda senantiasa menghubungkan sikap mental Anda dengan Sang Ayah Yang Esa, jika Anda menjadi milik Sang Ayah Yang Esa dan bukan milik siapa pun yang lain, serta memiliki sikap mental yang begitu luhur, maka kehidupan rumah tangga Anda akan menjadi sarana bagi kemajuan Anda. Jika sikap mental Anda luhur, maka sikap mental itu tidak akan menjadi nakal. Dengan mencapai kemajuan melalui sikap mental yang luhur seperti itu, Anda akan dengan mudah memperoleh mukti dan keselamatan. Dengan demikian, segala keluhan pun akan berakhir.

Slogan:
Jika kesucian Anda terguncang, bahkan dalam mimpi sekalipun, itu berarti fondasi keyakinan Anda lemah.

Sinyal Avyakt: Sekarang Munculkan Wujud Pemberkah Anda

Ketika Anda, bintang-bintang yang berkilauan, mencapai tahapan kesempurnaan seperti matahari dan bulan—yaitu ketika Anda stabil dalam tahapan sebagai master pemberkah—maka dengan sendirinya jiwa-jiwa yang mengembara dan sedang mencari, akan segera datang kepada Anda untuk memperoleh sesuatu, dan bertemu dengan Anda. Anda semua harus melayani dengan kecepatan tinggi agar jiwa-jiwa tersebut bisa mengklaim hak mereka atas mukti dan jeevan mukti dari Sang Ayah dalam sedetik.