10.02.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, Tuhan adalah Sahabat Anda dan Rahwana adalah musuh Anda. Itulah
sebabnya Anda mengasihi Tuhan dan membakar Rahwana.
Pertanyaan:
Anak-anak
manakah yang dengan sendirinya menerima berkah dari banyak orang?
Jawaban:
Anak-anak
yang terus mengingat Baba dan menyucikan diri serta menjadikan orang lain sama
seperti diri mereka, terus menerima berkah dari banyak orang. Mereka mengklaim
status yang sangat tinggi. Sang Ayah hanya memberi Anda satu shrimat untuk
menjadikan Anda luhur. Beliau berkata, “Anak-anak, jangan mengingat sosok
berbadan. Ingatlah Saya saja.”
Lagu:
Akhirnya,
hari yang kita nanti-nantikan telah tiba!
Om Shanti.
Sang Ayah
rohani telah menjelaskan makna “Om shanti” kepada Anda anak-anak. “Om” berarti
“saya adalah jiwa dan ini adalah badan saya.” Jiwa tidak kasat mata. Sanskara
baik dan buruk ada di dalam jiwa. Jiwa memiliki mental dan intelek. Intelek
bukan berada di dalam badan. Hal yang utama adalah sang jiwa. Badan ini milik
saya. Tidak ada orang yang bisa melihat jiwa. Jiwa melihat badan, tetapi badan
tidak melihat jiwa. Ketika jiwa meninggalkan badannya, badan tersebut menjadi
tidak hidup. Jiwa tidak bisa dilihat, tetapi badan bisa dilihat. Demikian juga,
bahkan Sang Ayah dari semua jiwa, yang dipanggil-panggil oleh semua orang, “Oh,
Tuhan, Sang Ayah!” tidak bisa dilihat. Beliau bisa disadari atau dikenal. Kita,
jiwa-jiwa, bersaudara. Ketika Anda memasuki badan, Anda disebut sebagai sesama
brother, atau brother dan sister. Sesungguhnya, semua jiwa adalah brother. Ayah
dari semua jiwa adalah Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi.
Brother dan sister fisik bisa melihat satu sama lain. Sang Ayah dari semua jiwa
adalah Yang Esa; Beliau tidak bisa dilihat. Sang Ayah sekarang telah datang
untuk mengubah dunia tua menjadi baru. Zaman emas adalah dunia baru. Zaman besi
saat ini adalah dunia tua, dan harus berubah. Dunia tua sekarang harus
dihancurkan. Sebagaimana bangunan yang sudah tua diruntuhkan dan yang baru
dibangun, demikian juga, dunia tua ini harus dihancurkan. Setelah zaman emas
berlalu, datanglah zaman perak, perunggu, dan besi; kemudian, zaman emas pasti
harus datang kembali. Sejarah dan geografi dunia harus berulang. Di zaman emas,
ada kerajaan devi-devta. Ada dinasti surya dan dinasti chandra; itu disebut
dinasti Lakshmi dan Narayana, serta dinasti Rama dan Sita. Ini mudah, bukan?
Kemudian, di zaman perunggu dan besi, agama-agama yang lain berdatangan.
Devi-devta yang dahulu suci selanjutnya menjadi tidak suci; ini disebut kerajaan
Rahwana. Orang-orang terus membakar ogoh-ogoh Rahwana setiap tahun, tetapi dia
tidak terbakar. Mereka terus membakarnya berulang kali. Dialah musuh terbesar
semua orang; itulah sebabnya ada tradisi membakar Rahwana. Siapa musuh nomor
satu Bharata? (Rahwana.) Sahabat nomor satu, Yang Esa, yang memberikan
kebahagiaan konstan, adalah Tuhan. Tuhan disebut sebagai Sang Sahabat. Ada kisah
yang diceritakan tentang ini. Oleh sebab itu, Tuhan adalah Sang Sahabat dan
Rahwana adalah musuh. Tuhan, Sang Sahabat, tidak pernah dibakar. Rahwana adalah
musuh. Itulah sebabnya mereka membuat ogoh-ogoh Rahwana dengan sepuluh kepala
dan membakarnya setiap tahun. Gandhiji dahulu juga sering berkata, “Kita
menginginkan kerajaan Rama.” Ada kebahagiaan di kerajaan Rama dan penderitaan di
kerajaan Rahwana. Siapa yang duduk di sini dan menjelaskan semua ini? Sang Ayah,
Sang Penyuci. Shiva adalah Baba dan Brahma adalah Dada. Baba selalu membubuhkan
tanda tangan: BapDada. Ayah Umat Manusia (Prajapita) Brahma adalah milik semua
orang. Dia juga dipanggil Adam. Dia juga disebut sebagai sang kakek buyut. Dia
adalah ayah dari dunia umat manusia. Brahmana tercipta melalui Prajapita Brahma,
kemudian Brahmana menjadi devi-devta. Devi-devta selanjutnya menjadi kesatria,
vaisya, dan shudra. Orang ini disebut Prajapita Brahma, leluhur dunia umat
manusia. Prajapita Brahma memiliki begitu banyak anak; mereka terus mengatakan,
“Baba, Baba!” Orang ini adalah Baba yang berwujud fisik, sedangkan Shiva Baba
adalah Baba yang tanpa citra jasmani. Orang juga ingat bahwa dunia manusia yang
baru diciptakan melalui Prajapita Brahma. Sekarang, itu adalah kulit usang Anda.
Dunia ini adalah kerajaan Rahwana yang tidak suci. Dunia tua Rahwana yang
bersifat iblis sekarang harus dihancurkan. Untuk itu, ada Perang Mahabharata.
Setelahnya, di zaman emas, tidak akan ada orang yang membakar Rahwaha, si musuh.
Rahwana tidak akan ada di sana. Rahwanalah yang menciptakan dunia penderitaan.
Bukan berarti bahwa mereka yang kaya raya dan tinggal dalam istana megah berada
di surga. Sang Ayah menjelaskan bahwa sekalipun seseorang bisa saja memiliki
harta berjuta-juta, semua itu akan menjadi debu. Di dunia baru, tambang-tambang
baru akan muncul dan dari situlah Anda akan membangun istana-istana Anda di
dunia baru. Dunia tua ini sekarang akan berakhir. Orang-orang melakukan pemujaan
demi menerima keselamatan. Mereka mengatakan, “Datanglah dan sucikanlah kami
karena kami telah menjadi penuh sifat buruk!” Mereka yang penuh sifat buruk
disebut tidak suci. Di zaman emas, semua orang tanpa sifat buruk, sepenuhnya
tanpa sifat buruk. Anak-anak di sana lahir melalui kekuatan yoga. Tidak ada
sifat buruk di sana; tidak ada kesadaran badan, nafsu birahi, maupun amarah.
Kelima sifat buruk tidak ada di sana. Itulah sebabnya, mereka tidak pernah
membakar Rahwana di sana. Di sini, ini adalah kerajaan Rahwana. Sang Ayah
sekarang mengatakan, “Jadilah suci! Dunia yang tidak suci ini harus dihancurkan!”
Mereka yang tetap hidup suci sesuai shrimat dan mereka yang mengikuti petunjuk
Sang Ayah, mengklaim warisan mereka atas kedaulatan dunia. Dahulu ada kerajaan
Lakshmi dan Narayana. Sekarang adalah kerajaan Rahwana. Itu harus dihancurkan.
Kerajaan Rama (Tuhan) di zaman emas harus didirikan. Hanya ada sangat sedikit
manusia di zaman emas. Ibu kotanya tetap Delhi, dan di sana akan ada kerajaan
Lakshmi dan Narayana. Delhi dahulu adalah daratan malaikat di zaman emas.
Singgasana kerajaan dahulu ada di Delhi. Delhi adalah ibu kota di kerajaan
Rahwana dan juga ibu kota di kerajaan Rama. Akan tetapi, di kerajaan Rama, ada
istana-istana bertatahkan berlian dan permata; di sana ada kebahagiaan tanpa
batas. Sang Ayah sekarang berkata, “Anda kehilangan kerajaan dunia. Saya
sekarang mengembalikannya kepada Anda sekali lagi. Ikutilah petunjuk Saya saja.
Jika Anda ingin menjadi luhur, cukup ingatlah Saya dan jangan mengingat sosok
berbadan. Sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan ingatlah Saya, Ayah Anda, maka
Anda akan menjadi satopradhan dari tamopradhan. Anda kemudian akan datang kepada
Saya; Anda akan menjadi kalung bunga di leher Saya, kemudian menjadi kalung
bunga di leher Vishnu. Dalam rosario, Saya adalah tassel (bunga) di puncak,
kemudian ada manik ganda: Brahma dan Saraswati. Mereka kemudian menjadi maharaja
dan maharani zaman emas. Rosario kemudian terdiri atas jiwa-jiwa yang duduk di
atas singgasana kerajaan, secara berurutan. Saya mengubah Bharata menjadi surga
melalui Brahma dan Saraswati serta Anda, para Brahmana. Memorial dari mereka
yang berupaya, diciptakan. Itu adalah rosario Rudra, dan ini adalah rosario
Vishnu. Rosario Rudra adalah rosario jiwa-jiwa, kemudian ada rosario Vishnu,
yaitu rosario manusia. Hunian jiwa-jiwa adalah hunian tertinggi yang tanpa citra
jasmani, yang juga disebut Brahmanda. Jiwa-jiwa tidak berbentuk bulat telur;
jiwa hanyalah seperti titik yang sangat kecil. Kita, jiwa-jiwa, adalah penghuni
rumah yang manis itu. Kita tinggal di sana bersama Sang Ayah. Itu adalah hunian
mukti. Semua manusia ingin pergi ke hunian mukti, tetapi tak satu jiwa pun mampu
pulang ke rumah. Tiap-tiap jiwa harus datang untuk memainkan perannya. Sebelum
waktu itu tiba, Sang Ayah terus mempersiapkan Anda. Ketika Anda siap, semua jiwa
yang masih tersisa akan turun. Kemudian, segala sesuatu akan dihancurkan. Anda
kemudian akan pergi ke dunia baru dan memerintah di sana, dan siklus akan
berputar sesuai urutannya (zaman emas, zaman perak, dan seterusnya). Anda sudah
mendengar lagu, “Akhirnya, hari yang kita nanti-nantikan telah tiba.” Anda tahu
bahwa orang-orang Bharata, yang sekarang adalah penghuni neraka, nanti akan
menjadi penghuni surga. Semua jiwa yang lain akan pulang ke hunian kedamaian.
Anda harus menjelaskan hanya sedikit: “Alpha adalah Baba dan beta adalah
kerajaan.” Jiwa pertama adalah yang menerima kerajaan. Saat ini, Sang Ayah
berkata, “Saya sekarang sedang mendirikan kerajaan tersebut.” Setelah menjalani
84 kelahiran, Anda saat ini telah menjadi tidak suci. Rahwanalah yang menjadikan
Anda tidak suci. Siapa yang kemudian menjadikan Anda suci? Tuhan, yang disebut
Sang Penyuci. Sejarah dan geografi lengkap akan berulang kembali, yaitu
bagaimana Anda berubah dari suci menjadi tidak suci, dan dari tidak suci menjadi
suci. Penghancuran ini ditujukan untuk itu. Ada tertulis dalam kitab suci bahwa
usia Brahma adalah 100 tahun. Brahma ini, yang di dalam badannya Sang Ayah duduk
dan memberikan warisan kepada Anda, juga akan meninggalkan badannya. Sang Ayah
dari semua jiwa duduk di sini dan menjelaskan kepada jiwa-jiwa. Manusia tidak
mampu menyucikan manusia. Devi-devta tidak pernah lahir melalui sifat buruk
nafsu birahi. Semua jiwa terus mengalami kelahiran kembali. Sang Ayah
menerangkan segala sesuatu dengan begitu jelas, sehingga keberuntungan Anda bisa
terbangkitkan. Baba datang untuk membangkitkan keberuntungan manusia. Semua jiwa
tidak suci dan tidak bahagia. Penghancuran akan terjadi pada saat mereka
memanggil-manggil dalam penderitaan. Inilah sebabnya, Sang Ayah berkata,
“Klaimlah warisan Anda dari Saya, Ayah Anda yang tak terbatas, sebelum
memanggil-manggil dalam penderitaan.” Apa pun yang bisa Anda lihat di dunia ini,
akan dihancurkan. Sandiwara ini adalah tentang kebangkitan dan kejatuhan Bharata.
Ada kebangkitan dunia. Hanya Sang Ayah yang duduk di sini dan menjelaskan siapa
yang memerintah di surga. Kebangkitan Bharata berarti kerajaan devi-devta,
sedangkan kejatuhan Bharata berarti kerajaan Rahwana. Dunia baru sekarang sedang
diciptakan. Anda sedang belajar dengan Sang Ayah untuk mengklaim warisan Anda
atas dunia baru. Ini begitu mudah! Inilah studi untuk berubah dari manusia
menjadi devi-devta. Anda telah mengerti dengan sangat baik tentang agama-agama
yang datang dan kapan mereka datang. Semua agama yang lain mulai berdatangan
sejak zaman perunggu. Anda terlebih dahulu mengalami kebahagiaan, kemudian
penderitaan. Anda harus memahami seluruh siklus ini baik-baik dalam intelek Anda.
Dengan demikian, Anda menjadi maharaja dan maharani yang memerintah dunia. Anda
hanya perlu memahami Alpha dan beta. Penghancuran harus terjadi. Akan terjadi
begitu banyak pergolakan sehingga tidak akan ada orang yang bisa datang kemari
dari luar negeri. Inilah sebabnya Sang Ayah menjelaskan bahwa negeri Bharata
adalah yang paling luhur. Perang akan berlangsung begitu sengit, sehingga Anda
akan terdampar di tempat Anda berada. Bahkan seandainya Anda bisa membayar lima
hingga enam juta, akan sulit bagi Anda untuk pergi ke mana pun. Negeri Bharata,
tempat Sang Ayah berinkarnasi, adalah daratan yang paling luhur. Hari kelahiran
Shiva dirayakan di sini. Namun, karena nama Krishna disebutkan, semua pujian pun
telah hilang. Sang Pembebas umat manusia berinkarnasi di sini. Hari kelahiran
Shiva juga dirayakan di sini. Hanya Tuhan, Sang Ayah, yang datang untuk
membebaskan semua jiwa. Oleh sebab itu, Anda harus menghormati hanya Sang Ayah
yang sedemikian rupa dan hanya merayakan hari kelahiran Beliau. Sang Ayah datang
di sini, di Bharata, dan menyucikan semua jiwa. Itulah sebabnya, ini adalah
tempat perziarah teragung. Sudah ditakdirkan dalam drama bagi Beliau untuk
membebaskan semua jiwa dari kemerosotan dan memberikan keselamatan kepada mereka.
Kita, jiwa-jiwa, sekarang tahu bahwa Baba kita sedang menjelaskan rahasia ini
kepada kita melalui badan ini. Kita, jiwa-jiwa, mendengarkan melalui badan kita.
Anda harus berkesadaran jiwa. Sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan ingatlah Sang
Ayah, maka karat akan terus dihilangkan. Anda akan menjadi suci dan pergi kepada
Sang Ayah. Semakin banyak Anda mengingat Beliau, semakin suci Anda jadinya. Saat
Anda menjadikan orang lain sama seperti diri Anda, Anda akan menerima berkah
dari banyak orang dan juga mengklaim status yang tinggi. Inilah sebabnya, ada
ungkapan bahwa Anda bisa menerima jeevan mukti dalam sedetik. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan, dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Jadilah
suci dengan mengikuti shrimat. Ikutilah petunjuk Sang Ayah pada setiap langkah
dan klaimlah kedaulatan dunia. Jadilah penghapus kesengsaraan dan pemberkah
kebahagiaan, seperti Sang Ayah.
2. Teruslah
senantiasa mempelajari studi ini untuk berubah dari manusia menjadi devi-devta.
Layanilah semua jiwa untuk menjadikan mereka sama seperti diri Anda, dan
terimalah berkah mereka.
Berkah:
Semoga Anda
menjadi pembuat upaya intens dan menjadi instrumen untuk memberi manfaat bagi
dunia dengan sikap mental pemberkah dan dengan memiliki niat yang suci dan
positif.
Seorang pembuat
upaya yang intens adalah jiwa yang memiliki sikap mental pemberkah serta niat
yang suci dan positif terhadap semua jiwa. Meskipun seseorang mungkin berulang
kali mencoba membuat Anda terjatuh, atau mungkin mencoba membuat mental Anda
berfluktuasi, atau mungkin menjadi rintangan, namun Anda harus selalu memiliki
niat yang suci, positif dan tak tergoyahkan terhadap jiwa tersebut, serta tidak
mengubah perasaan Anda karena situasi tersebut. Jagalah sikap mental dan niat
Anda tetap benar, dalam situasi apa pun, maka Anda tidak akan terpengaruh oleh
situasi itu. Anda bahkan tidak akan melihat sesuatu yang sia-sia, sehingga waktu
Anda akan menjadi hemat. Ini adalah tahapan pemberkah dunia.
Slogan:
Kepuasan
adalah hiasan kehidupan. Oleh karena itu, jadilah permata kepuasan, tetaplah
merasa puas dan buatlah semua jiwa merasa puas.
Sinyal Avyakt:
Dengan Keistimewaan Kesatuan dan Keyakinan; Jadilah Penuh Kesuksesan
Untuk menciptakan
atmosfer satu arah, yaitu kesatuan, seraplah kekuatan untuk mengakomodasi.
Akomodasilah berbagai perbedaan yang ada. Lihatlah keistimewaan masing-masing,
dan jangan melihat kelemahan siapa pun sama sekali. Dikatakan bahwa jika terjadi
gerhana matahari atau bulan, jangan melihatnya, jika tidak maka akan terjadi
pertanda buruk. Begitu pula, kelemahan seseorang juga merupakan gerhana, jadi
jangan melihatnya.