17.10.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, jangan mendengarkan hal-hal buruk! Dengarkanlah Sang Ayah Yang Esa
saja. Hiduplah seperti bunga lotus selagi tinggal di rumah.
Pertanyaan:
Dengan
mengetahui sandiwara yang mana secara akurat, anak-anak tidak akan pernah
menjadi bingung?
Jawaban:
Mereka yang
mengetahui sandiwara tentang kebahagiaan dan kesengsaraan, pengetahuan dan
pemujaan, secara akurat, tidak pernah menjadi bingung. Anda tahu bahwa Tuhan
tidak pernah mendatangkan kesengsaraan bagi siapa pun. Beliau adalah Sang
Penghapus Kesengsaraan dan Sang Pemberkah Kebahagiaan. Ketika semua jiwa menjadi
tidak bahagia, Beliau datang untuk membebaskan mereka dari kesengsaraan.
Lagu:
Siapa yang
telah datang kemari pada waktu dini hari?
Om Shanti.
Apa yang Anda
anak-anak dengar? Anda mendengar nyanyian pemujaan. Dalam bahasa Inggris,
pemujaan adalah “filsafat” (philosophy). Orang-orang meraih gelar semacam
“Doctor of Philosophy” (Ph.D.). Baik tua maupun muda, semua mengenal filsafat (pemujaan).
Ketika Anda bertanya kepada siapa pun, “Di mana Tuhan berada?” pasti mereka
menjawab, “Beliau ada di mana-mana.” Itu juga filsafat. Sang Ayah tidak
memberitahukan hal-hal yang berasal dari kitab suci kepada Anda. Tidak ada
pemuja yang bisa disebut “Sang Samudra Pengetahuan”. Mereka tidak memiliki
pengetahuan maupun merupakan anak-anak Sang Samudra Pengetahuan. Tak seorang pun
mengenal Sang Ayah, Sang Samudra Pengetahuan, maupun menyadari diri mereka
sebagai anak-anak Beliau. Mereka semua melakukan pemujaan agar bisa bertemu
Tuhan, tetapi mereka tidak mengenal Tuhan. Jadi, apa manfaat yang mereka terima
dengan melakukan pemujaan? Ada banyak orang yang menerima gelar Ph.D. (Doctor of
Philosophy). Mereka hanya memiliki satu pemikiran dalam intelek mereka, yaitu
bahwa Tuhan berada di mana-mana. Mereka menganggapnya sebagai filsafat. Melalui
inilah, mereka terus merosot. Itu disebut penghinaan terhadap agama. Kita tidak
bisa memperdebatkan kitab suci dengan orang lain. Kita tidak mempelajari ini
dari manusia. Semua manusia yang lain belajar dari sesama manusia. Mereka
mempelajari Weda, kitab suci, dan lain-lain, dengan sesama manusia. Manusialah
yang menuliskan semua itu. Pengetahuan ini hanya diberikan kepada Anda oleh Sang
Ayah rohani Yang Esa. Beliau hanya datang satu kali untuk menjelaskan kepada
Anda. Sekarang, kita tidak perlu mempelajari apa pun dari manusia. Sekarang,
Anda harus mendengarkan Sang Ayah rohani saja. Anak-anak rohani, yaitu jiwa-jiwa,
mendengarkan Beliau. Semua manusia yang lain menyampaikan berbagai hal kepada
sesama manusia. Ini adalah pengetahuan dari Sang Ayah rohani, sedangkan itu
adalah pengetahuan dari manusia. Baba ini juga manusia yang berwujud jasmani.
Beri tahulah mereka, “Sang Ayah rohani menjelaskan melalui orang ini. Saya, sang
jiwa, mendengarkan Beliau, kemudian saya, sang jiwa, menyampaikannya kepada yang
lain melalui badan saya.” Ini adalah pengetahuan spiritual. Semua yang lain
bersifat fisik. Di jalan pemujaan, mereka memuja badan-badan. Sang Ayah berkata,
“Jangan menganggap diri Anda sebagai manusia atau pemuja. Sadarilah diri Anda
sebagai jiwa dan ingatlah Saya, Ayah Anda.” Anda, jiwa-jiwa, bersaudara. Ada
ungkapan bahwa jiwa-jiwa sudah sangat lama terpisah dari Sang Jiwa Yang Maha
Tinggi. Jangan mendengarkan manusia. Jika ada orang yang mengajukan berbagai
pertanyaan kepada Anda, beri tahulah dia bahwa pengetahuan Anda tidak berasal
dari kitab suci mana pun. Kita menyebut itu sebagai filsafat; artinya, yang
mereka miliki adalah pengetahuan dari jalan pemujaan. Hanya Sang Ayah Yang
Esalah yang memberi Anda pengetahuan untuk keselamatan. Hanya Yang Esalah yang
diingat sebagai Sang Pemberkah Keselamatan Bagi Semua Jiwa. Anda, anak-anak,
tidak boleh berdebat dengan siapa pun. Sang Ayah berkata, “Saya adalah Sang
Penguasa Pengetahuan, Sang Samudra Pengetahuan. Saya tidak menyampaikan kitab
suci dan sebagainya kepada Anda. Pengetahuan Saya ini spiritual, sedangkan semua
pengetahuan yang lain adalah pengetahuan mengenai hal-hal fisik.” Berbagai
perkumpulan spiritual itu ditujukan bagi jalan pemujaan. Sang Ayah rohani duduk
di sini dan menjelaskan kepada Anda, jiwa-jiwa. Inilah sebabnya, anak-anak
merasa bahwa diperlukan upaya untuk menjadi berkesadaran jiwa. Kita, jiwa-jiwa,
sedang mengklaim warisan kita dari Sang Ayah. Anak-anak dari seorang ayah pasti
akan menjadi pewaris kursi (kedudukan) ayah mereka. Lakshmi dan Narayana juga
sosok-sosok berbadan. Anak-anak mereka menerima warisan dari ayah fisik mereka.
Hal ini unik. Bahkan di zaman emas, itu juga bersifat fisik. Di sana, Anda tidak
mungkin berkata bahwa Anda menerima warisan dari Ayah rohani Anda. Kesadaran
badan harus dipatahkan. Saya adalah jiwa dan saya harus mengingat Sang Ayah.
Yoga kuno dari Bharata ini dikenang. Istilah “yaad” (ingatan) adalah kata dalam
bahasa Hindi. Siapa yang memberikan pengetahuan kepada Anda pada saat ini? Tidak
ada manusia yang mengetahuinya. Selama kelahiran demi kelahiran, manusia telah
berbicara kepada sesama manusia. Sekarang, Sang Ayah rohani berbicara dengan
Anda, anak-anak rohani. Sang Jiwalah yang berbicara. Inilah sebabnya, ini
disebut pengetahuan spiritual. Orang-orang menganggap Gita sebagai pengetahuan
spiritual juga, tetapi mereka telah menyebutkan nama sosok berbadan, yaitu
Krishna. Sang Ayah berkata, “Tidak ada manusia yang bisa memiliki pengetahuan
ini.” Ketika seseorang mengajak Anda berdebat, beri tahulah dia, “Pengetahuan
Anda adalah pemujaan; itu adalah pengetahuan dari kitab-kitab suci yang ditulis
oleh manusia.” Hanya Sang Ayah Yang Esa, Sang Samudra Pengetahuan, yang memiliki
pengetahuan sejati ini. Beliau sendirilah yang sekarang memberikan pengetahuan
kepada Anda. Beliau disebut Sang Ayah Yang Maha Tinggi. Yang Esa, yang tak
berwujud jasmani, dipuja. Jika ada jiwa-jiwa lain yang tak berwujud jasmani yang
juga dipuja, itu adalah anak-anak Beliau. Orang-orang membuat saligram dari
lumpur dan memujanya. Mereka menciptakan api persembahan. Anda tahu bahwa Sang
Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita Paramatma) tinggal
di alam jiwa. Kita, jiwa-jiwa, juga tinggal di sana. Sang Samudra Pengetahuan
datang dan memberikan keselamatan kepada semua jiwa dengan menyampaikan
pengetahuan. Beliaulah Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita
Paramatma) yang tinggal nun jauh di sana. Semua jiwa, semua saudara, menerima
peran. Mereka kemudian mengenakan badan serta menjadi saudara dan saudari. Semua
jiwa adalah anak-anak dari Sang Ayah Yang Esa. Ketika jiwa mengenakan badan di
surga, ada kebahagiaan, sedangkan di neraka, ada kesengsaraan. Mengapa ini
terjadi? Anda sudah menerima penjelasan bahwa ada pengetahuan dan ada pemujaan.
Itu adalah siang sedangkan ini adalah malam. Pengetahuan mendatangkan
kebahagiaan sedangkan pemujaan mendatangkan kesengsaraan. Sandiwara ini telah
diciptakan. Bukan berarti bahwa Tuhan memberikan kebahagiaan dan kesengsaraan.
Hanya ketika manusia tidak bahagia, barulah mereka memanggil-manggil Tuhan.
Mereka mengerti bahwa Beliaulah Sang Pemberkah Kebahagiaan. Kemudian, ketika
masa kebahagiaan mereka menjelang berakhir, kesengsaraan dimulai, karena adanya
Rahwana, lima sifat buruk. Sandiwara ini harus dipahami secara akurat. Ini
adalah pengetahuan spiritual. Semua yang lain adalah pengetahuan tentang hal-hal
fisik. Kita tidak ingin mendengarkannya. Kita telah menerima perintah: “Hanya
dengarkan Saya, Sang Ayah yang tak berwujud jasmani.” Sang Ayah berkata, “Jangan
mendengarkan hal-hal buruk!” Kita hanya mendengarkan Tuhan, sedangkan orang lain
mendengarkan manusia. Perbedaannya bagaikan siang dan malam. Bahkan para ahli
kitab suci kenamaan pun mempelajari kitab-kitab suci. Kita dahulu juga telah
begitu banyak mempelajarinya. Tuhan sekarang berkata, “Anda dahulu memiliki
banyak guru. Sekarang, tinggalkan mereka semua dan dengarkanlah apa yang Saya
katakan kepada Anda.” Tuhan tak berwujud jasmani dan nama-Nya adalah Shiva. Kita
sekarang mendengarkan Beliau. Sang Ayah sendiri menyampaikan perkenalan-Nya
kepada kita serta menjelaskan tentang permulaan, pertengahan, dan akhir
ciptaan-Nya. Jadi, untuk apa kita mendengarkan hal-hal dari kitab suci yang
disampaikan orang? Kita menyampaikan pengetahuan spiritual kepada orang lain.
Jika mereka mau mendengarkannya, silakan. Tidak perlu menjadi bingung. Seluruh
dunia berada di satu pihak sedangkan jumlah Anda sangat sedikit. Sang Ayah
sekarang berkata, “Ingatlah Saya, maka beban dosa Anda akan terhapus dan Anda
akan menjadi suci. Mereka yang menjadi suci akan menjadi master dunia yang suci.
Dunia lama ini sekarang harus berubah. Setelah zaman besi berlalu, zaman emas
harus datang. Zaman emas adalah dunia yang suci. Hanya di zaman besilah manusia
memanggil-manggil Saya untuk datang dan menyucikan dunia. Jadi, Saya sekarang
telah datang. Teruslah mengingat Saya saja!” Dunia sekarang sedang berubah. Ini
adalah kelahiran terakhir Anda. Kerajaan iblis di dunia lama ini akan
dihancurkan dan kerajaan Rama sedang didirikan. Inilah sebabnya, Anda harus
menjadi suci seperti bunga lotus dalam kelahiran terakhir ini, selagi tinggal di
rumah bersama keluarga Anda. Ini adalah samudra racun. Bunga lotus hidup di atas
permukaan air. Oleh sebab itu, Anda sekarang harus menjadi suci seperti bunga
lotus selagi tinggal di rumah bersama keluarga Anda. Anda anak-anak tahu bahwa
kita sedang mendirikan kerajaan. Seluruh dunia sekarang harus berubah. Para
pendiri agama itu hanya mendirikan agama-agama mereka sendiri. Pada mulanya,
mereka suci, kemudian mereka menjadi tidak suci. Sang Pemberkah Keselamatan
hanyalah Sang Satguru Yang Esa. Manusia mengadopsi guru ketika mereka ingin
meraih keselamatan. Sang Ayah rohani memberikan pengetahuan ini kepada Anda
ketika ada begitu banyak dosa. Anda menerima pengetahuan, buah dari pemujaan,
dari Tuhan. Tuhan tidak mengajar Anda untuk melakukan pemujaan. Beliau memberi
Anda pengetahuan. Beliau berkata, “Teruslah mengingat Saya saja, maka dosa-dosa
Anda akan terhapus. Tidak ada cara lain untuk menjadi suci.” Di dunia baru,
semua jiwa adalah penghuni surga. Sekarang, di dunia lama, semua jiwa adalah
penghuni neraka. Inilah sebabnya, Sang Ayah berkata, “Saya datang untuk
mengangkat semua jiwa. Saya datang dan memberikan pengetahuan spiritual ini.”
Sang Ayah menyampaikan perkenalan-Nya sendiri, “Sayalah Ayah Anda.” Sekarang,
ini adalah neraka. Dunia baru disebut surga. Bagaimana mungkin Anda berkata
bahwa surga dan neraka ada di sini pada saat bersamaan? Orang-orang yang
memiliki banyak kekayaan mengira bahwa mereka ada di surga. Sesungguhnya, surga
ada di dunia baru. Bagaimana mungkin surga bisa ada di sini? Inilah sebabnya,
kita tidak mendengarkan manusia. Sang Ayah berkata, “Jika Anda ingin berubah
dari tamopradhan menjadi satopradhan, teruslah mengingat Saya saja. Pengetahuan
ini harus selalu Anda ingat dalam intelek Anda sepanjang hari.” Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Hanya
dengarkan hal-hal spiritual dari Sang Ayah Yang Esa. Jangan berdebat tentang apa
pun dengan siapa pun.
2. Berupayalah untuk
berkesadaran jiwa. Agar bisa menjadi satopradhan, teruslah mengingat Sang Ayah
Yang Esa.
Berkah:
Semoga Anda
menjadi malaikat double-light yang mendonasikan kebajikan ilahi melalui
perbuatan Anda.
Wajah dan perbuatan
anak-anak yang mendonasikan kebajikan melalui perbuatan mereka tampak seperti
wajah dan perbuatan malaikat. Mereka megalami diri mereka double light, yaitu,
bercahaya (terang) sekaligus ringan (tanpa beban). Mereka tidak merasa ada
sesuatu yang menjadi beban. Mereka mengalami adanya bantuan dalam setiap
tindakan yang mereka lakukan, seolah-olah ada kekuatan yang menggerakkan mereka.
Karena menjadi pemberkah agung dalam segala perbuatan mereka, mereka menerima
berkah dan doa restu dari semua orang.
Slogan:
Jadilah
bintang kesuksesan dalam pelayanan yang Anda lakukan; janganlah menjadi lemah.
Sinyal Avyakt:
Tumbuhkan Semangat untuk Mengangkat Jiwa Lain dan Angkatlah Juga Mereka yang
Telah Menghina serta Mencemarkan Nama Baik Anda
Apa pun jenis jiwa
yang berinteraksi dengan Anda, baik yang satoguni maupun tamoguni, senantiasa
milikilah pikiran suci bagi semua jiwa. Selalu angkatlah bahkan mereka yang
menghina dan mencemarkan nama baik Anda. Jangan pernah memandang jiwa mana pun
dengan rasa tidak suka, karena Anda tahu bahwa jiwa tersebut tidak memiliki
pengetahuan. Anda tahu bahwa jiwa tersebut tidak memiliki pemahaman. Seseorang
tidak akan pernah merasa tidak suka terhadap seorang anak yang bertindak tanpa
pemahaman. Sebaliknya, akan muncul perasaan belas kasih dan cinta kasih terhadap
anak tersebut.
Perkataan Luhur yang
Tak Ternilai dari Mateshwariji
1. Landasan
kehidupan adalah gyan, yoga, dan dharna.
Anda memiliki
keyakinan bahwa Anda sedang menerima pengetahuan dari Sang Ayah Yang Maha Tinggi,
Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita Paramatma). Ada tiga poin utama dalam
pengetahuan ini yang harus benar-benar Anda perhatikan sepenuhnya dalam upaya
Anda: pertama, yoga – ingatan terus-menerus akan Tuhan, yang melaluinya
dosa-dosa kita dihapuskan; kedua, pengetahuan – bagaimana permulaan, pertengahan,
dan akhir Brahmanda, yaitu seluruh dunia; hanya ketika kita memiliki pengetahuan
ini, barulah bisa terjadi perubahan nyata dalam kehidupan kita, sehingga kita
bisa menciptakan hadiah yang baik untuk diri sendiri; ketiga, dharna – yaitu
kualifikasi kita untuk menjadi penuh dengan semua kebajikan ilahi, 16 derajat
surgawi sempurna; hanya dengan demikian, kita bisa menjadi devi-devta. Sangat
penting bagi kita untuk memperhatikan ketiga poin ini selagi berjalan dan
beraktivitas, makan dan minum. Hanya dalam satu kelahiran ini, kita benar-benar
memiliki kekuatan pengetahuan, kekuatan yoga, dan peresapan dan penerapan
kebajikan ilahi (dharna). Ketiganya saling berkaitan. Kita tidak bisa beryoga
tanpa pengetahuan dan kita tidak bisa meresapkan kebajikan ilahi tanpa beryoga.
Kehidupan kita didasarkan pada ketiga poin ini, dan hanya dengan demikian, kita
bisa mengakhiri rekening dosa kita dan melakukan perbuatan baik. Inilah yang
disebut sebagai kehidupan Ketuhanan.
2. Yoga kuno dari
Bharata diajarkan oleh Tuhan.
Yoga Ketuhanan kita
ini dikenal luas di Bharata sebagai “yoga kuno”. Mengapa yoga ini disebut
sebagai yoga yang tak termusnahkan? Karena ini diajarkan oleh Sang Ayah Yang
Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita Paramatma) yang tak
termusnahkan. Sekalipun ada banyak jiwa manusia lain yang mengajarkan yoga – dan
karena inilah ada banyak ashram yoga yang dibuka – mereka tidak mampu
mengajarkan yoga kuno ini. Seandainya mereka bisa mengajarkan yoga seperti itu,
lalu di mana kekuatan mereka? Hari demi hari, Bharata semakin lemah, dan ini
membuktikan bahwa yoga mereka bisa musnah. Hanya Yang Esa, yang dengan-Nya Anda
beryoga, mampu mengajarkan yoga ini kepada Anda. Kita tidak semestinya beryoga
dengan yang lain; bagaimana mereka mampu mengajar kita? Hanya Tuhanlah yang bisa
melakukan tugas ini. Hanya Beliaulah yang bisa memberitahukan rahasianya kepada
kita, sedangkan orang-orang lain terus saja mengatakan bahwa mereka akan
mengajarkan yoga kepada kita. Kita tahu bahwa hanya Tuhan yang mampu mengajarkan
yoga kuno kepada kita serta mendirikan dinasti surya dan chandra dari kerajaan
devi-devta. Tuhan datang dan mengajarkan yoga kuno ini kepada kita, setiap
siklus. Beliau berkata, “Wahai, jiwa-jiwa, beryogalah terus-menerus dengan Saya,
Tuhan, maka dosa-dosa Anda akan terhapus.” Achcha.