19.04.26    Avyakt Bapdada     Indonesian Murli     15.12.2009     Om Shanti     Madhuban


Untuk Memenuhi Tanggung Jawab Cinta Kasih kepada Keluarga: Jadilah Berpengetahuan Penuh, Setara dengan Sang Ayah serta Senantiasa Stabil dalam Tahapan Pengamat Tanpa Keterikatan—Biarlah Intelek Anda Memiliki Keyakinan kepada Sang Ayah, Diri Anda Sendiri, Drama dan Keluarga serta Jadilah Pemenang


Hari ini, Sang Ayah Yang Mahakuasa sedang melihat anak-anak Beliau yang penuh kekuatan, karena setiap anak berupaya dengan penuh cinta kasih kasih untuk menjadi setara dengan Sang Ayah (Bapsamaan). BapDada senang melihat Anda anak-anak dan menyanyikan lagu-lagu tentang keajaiban Anda di dalam hati Beliau: Wah anak-anak, Wah! Anda anak-anak adalah mahkota di atas kepala Sang Ayah. Anda anak-anak dipuja dalam dua wujud, sedangkan Sang Ayah hanya dipuja dalam satu wujud. Jadi, Anda anak-anak mendahului Sang Ayah melalui Sang Ayah, dan inilah mengapa Sang Ayah senang melihat upaya Anda anak-anak. Tentu saja, Anda berurutan, tetapi memiliki tujuan dalam upaya Anda akan membuat Anda maju.

Hari ini, pada amrit vela, Baba melihat satu aspek, yang merupakan fondasi dari pengetahuan ini pada Anda semua anak-anak di mana pun. Keyakinan adalah fondasi. Dikatakan: Mereka yang inteleknya memiliki keyakinan adalah pemenang. Jadi, Baba telah melihat keyakinan Anda semua. Berurutan, tentu saja; setiap anak memiliki keyakinan kepada Sang Ayah, dan tandanya adalah Anda semua telah mengenali Sang Ayah, dan menjadi milik Beliau serta telah datang ke sini untuk bertemu dengan Beliau. Setiap anak memiliki keyakinan yang tak tergoyahkan kepada Sang Ayah, tetapi, selain keyakinan kepada Sang Ayah, keyakinan Anda pada hal-hal lain juga harus kuat. Harus ada keyakinan pada diri sendiri. Selain itu, harus ada keyakinan pada drama dan keyakinan pada keluarga. Untuk menjadi kuat dalam keempat jenis keyakinan ini berarti intelek Anda memiliki keyakinan, dan menjadi pemenang atas dasar itu. Jadi, periksalah: Apakah saya kuat dalam keempat jenis keyakinan ini? Dengan memiliki keyakinan kepada Sang Ayah, Anda semua berkata: “Baba saya” dan “Saya milik Sang Ayah”. Anda mengatakan “milik saya” terhadap Sang Ayah dan telah mengklaim hak penuh atas Sang Ayah. Anda telah mengklaim hak yang konstan dari Sang Ayah dan mengklaim hak atas semua khazanah, semua harta. Bersamaan dengan itu, keyakinan pada diri sendiri juga sangat penting. Mengapa? Jika Anda tidak memiliki keyakinan pada diri sendiri, Anda akan menjadi berkecil hati. Keyakinan pada diri sendiri adalah: Saya adalah perwujudan dari swamaan (respek diri) yang diberikan kepada saya oleh Sang Ayah; saya memiliki hak atas kedaulatan diri. Sang Ayah sendiri telah memberi saya begitu banyak swamaan. Milikilah kesadaran akan setiap poin swamaan maka Anda akan menjadi sangat bahagia. Dewasa ini, jika orang menerima gelar apa pun, mereka menganggapnya sebagai keberuntungan mereka, tetapi siapa yang telah memberi Anda anak-anak setiap poin swamaan (gelar)? BapDada sendiri telah menjadikan setiap anak sebagai perwujudan swamaan. Dengan mengingat setiap poin swamaan, Anda akan mampu terbang dalam kebahagiaan. Jadi, teruslah memiliki intoksikasi keyakinan pada diri sendiri seperti ini: Saya adalah satu dari jutaan jiwa yang memiliki kedaulatan diri melalui Sang Ayah dan merupakan perwujudan swamaan. Sebagaimana Anda memiliki keyakinan kepada Sang Ayah, demikian pula, sangat penting untuk memiliki keyakinan kepada diri sendiri, karena ketika Anda memiliki keyakinan kepada diri sendiri, intelek Anda kemudian memiliki keyakinan dalam setiap tindakan Anda, yaitu, Anda memiliki swamaan dan menjadi pemenang. Arti keyakinan adalah kesuksesan. Dan itu bukanlah: ‘Saya hanya memiliki keyakinan kepada Sang Ayah’. Sangat baik memang bahwa Anda memiliki keyakinan kepada Sang Ayah, tetapi, selain memiliki keyakinan kepada Sang Ayah, sangatlah penting untuk juga memiliki intoksikasi mengenai: Siapakah saya! Ingatlah setiap gelar, semua swamaan Anda dan keyakinan, maka intoksikasi itu akan terlihat dalam aktivitas dan wajah Anda. Itu bisa terlihat dan akan terus terlihat. Selain itu, hal ketiga adalah, memiliki keyakinan pada drama. Ini juga diperlukan, karena dalam drama terdapat berbagai masalah dan juga kesuksesan. Jika Anda memiliki keyakinan yang teguh pada drama, maka mereka yang inteleknya memiliki keyakinan, dan berdasarkan keyakinan itu mereka akan mampu mengubah masalah menjadi beberapa wujud solusi, karena keyakinan berarti kemenangan. Jadi, atas siapa Anda meraih kemenangan? Dengan mentransformasinya, setiap masalah menjadi wujud solusi dalam sedetik; dan Anda tidak akan mengalami gejolak apa pun. Anda akan tetap kokoh, karena dengan memiliki pengetahuan tentang drama, Anda menjadi kokoh dan tak tergoyahkan. Anda memiliki keyakinan bahwa Anda juga merupakan perwujudan solusi dalam siklus sebelumnya, yaitu, Anda adalah jiwa yang sukses penuh, dan Anda adalah itu saat ini, dan bahwa, setelah satu siklus pun, Anda akan menjadi itu. Jadi, intoksikasi ini memampukan Anda untuk membuat keyakinan Anda pada drama sangat kuat. Anda kemudian akan memiliki kebanggaan spiritual (fakhoor) dan intoksikasi spiritual (nasha), bahwa: Saya adalah itu, saya adalah itu dan saya akan menjadi itu. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki keyakinan pada drama dalam kehidupan sebagai pembuat upaya spiritual. Selain itu, hal keempat adalah memiliki keyakinan pada keluarga, karena Sang Ayah menciptakan keluarga segera setelah Beliau datang. Sama seperti Anda memiliki keyakinan pada Sang Ayah, sangat penting untuk memiliki keyakinan pada keluarga juga karena, bagaimanapun juga, milik siapa keluarga ini? Siapa lagi yang bisa memiliki keluarga sebesar itu? Amat sangat penting untuk memiliki keyakinan pada keluarga, karena siapa lagi di dunia ini yang memiliki keluarga sebesar itu? Anda dapat memeriksa sebanyak mungkin keluarga di dunia ini; adakah yang memiliki keluarga seperti itu? Bahkan ‘ayah spiritual’ lain pun tidak memiliki keluarga sebesar itu, karena yang mereka miliki adalah pengikut, sedangkan di sini adalah keluarga. Dengan keluarga inilah Anda akan terus melayani dan menjalin relasi. Bukan berarti Anda hanya memiliki relasi dengan Sang Ayah, dan tidak menjadi masalah jika Anda tidak memiliki relasi dengan keluarga. Bukan seperti itu. Keyakinan Anda pada keluarga harus bertahan selama 21 kelahiran. Anda memahami itu, bukan? Dengan menjalin relasi dengan keluarga melalui intelek Anda yang memiliki keyakinan, Anda akan menyadari bahwa Anda bergerak bersama semua orang dalam keluarga besar ini. Untuk bergerak bersama keluarga, Anda harus memperhatikan hal ini. Setiap jiwa dalam keluarga ini memiliki dan pasti memiliki sanskara yang berbeda. Memorial Anda adalah rosario, dan jika Anda melihat rosario, Anda dapat melihat urutan pertama dan urutan ke-108, karena mereka semua memiliki sanskara yang berbeda dalam keluarga. Jadi, Anda harus bergerak maju dalam keluarga besar ini, sambil memahami sanskara satu sama lain. Ini adalah satu keluarga, satu Sang Ayah, satu kerajaan, dan karena itu kita harus bergerak maju dalam satu kesatuan. Sama seperti ini adalah keluarga besar, Anda harus memiliki hati yang besar kepada semua orang dan beriringan bersama dengan mereka, sambil tetap stabil dalam memiliki restu baik dan perasaan suci untuk semua orang, karena di dalam keluarga ini terdapat berbagai sanskara dan sifat-sifat yang berbeda. Beberapa anak mungkin berpikir: Apa pentingnya keluarga? Saya memiliki keyakinan pada Baba. Namun, di sini, baik agama maupun kerajaan sedang didirikan bersama; ini bukan hanya agama. Semua pendiri agama lain yang datang hanya mendirikan agama, bukan kerajaan. Di sini, Anda semua juga akan memerintah. Dalam sebuah kerajaan, keluarga dibutuhkan dan Anda harus hidup bersama keluarga selama 21 kelahiran, dalam berbagai wujud. Anda tidak dapat meninggalkan keluarga dan pergi ke mana pun. Jadi periksalah ini. Jangan berpikir bahwa: Sang Ayah dan saya toh sudah sama-sama tahu. Segala sesuatunya memang berkaitan dengan Sang Ayah, tetapi jika salah satu jenis keyakinan kurang dari keempat jenis keyakinan ini, itu akan menyebabkan fluktuasi. Tentu saja, Sang Ayah menyertai Anda sebagai Sahabat pelayanan Anda untuk memberikan sakaash, tetapi siapa rekan sesama Anda? Teman fisik yang Anda miliki adalah keluarga. Jadi, Sang Ayah melihat bahwa sebagian besar dari Anda bergerak maju dengan baik dalam memiliki tiga jenis keyakinan, tetapi Anda juga harus memenuhi tanggung jawab Anda kepada keluarga; Anda harus mengharmoniskan sanskara Anda; Anda harus saling memahami dan beriring bersama dengan perasaan penuh berkah. Banyak anak bergerak maju sesuai dengan kemampuan mereka dalam hal ini. Namun, Sang Ayah telah melihat bahwa mereka yang berpengetahuan penuh dalam memiliki keyakinan terhadap keluarga dan yang konstan bergerak maju serta hidup dalam tahapan pengamat tak terikat, seperti Sang Ayah, adalah mereka yang menjadi nomor satu atau berada di divisi pertama. Jadi periksalah: berbagai sifat (swabhav) dan niat (bhav) ada dalam keluarga. Jika ada kesalahan kecil terjadi dalam keluarga; rintangan akan datang dalam konteks keluarga. Jadi, sangat penting untuk lulus dalam konteks keluarga ini.

Jika ada kekurangan dalam hal menjalani kehidupan bersama keluarga serta memenuhi tanggung jawab, maka, baik itu rintangan kecil maupun besar, akan menimbulkan masalah. Hanya dalam keterkaitan dengan keluarga, pertanyaan-pertanyaan ini muncul: “Mengapa ini seperti ini? Bagaimana ini bisa seperti ini?” Jadi, alih-alih bertanya: “Mengapa?”, lebih baik sadarilah bahwa Anda harus hidup harmonis beriring bersama, dan memenuhi tanggung jawab keluarga, karena ini adalah keluarga Sang Ayah. Ini adalah keluarga Tuhan; ini bukan keluarga biasa. Miliki keyakinan: “Wah Baba! Wah drama! Wah diri saya, dan, Wah keluarga!” Apakah keempatnya sudah OK? Anda memeriksanya? Sudahkah Anda lulus dalam keempatnya? Dalam keempatnya? Tidak kurang satu pun? Periksalah itu! Periksa sekarang juga, karena itu adalah satu-satunya cara untuk menjadi pemenang. Di dalam keluarga itulah sanskara-sanskara muncul dan untuk mengharmoniskan berbagai sanskara tersebut, Anda harus mentransformasi sanskara-sanskara itu, dan juga memandang semua anggota keluarga dengan pandangan yang luhur. BapDada sudah memberi tahu Anda sebelumnya bahwa BapDada bahkan memandang anak terakhir sebagai yang paling beruntung. Mengapa? Karena ia berhasil mengenali Tuhan. Dia telah mengenali Sang Ayah yang sedang berada dalam wujud biasa. Mahatma-mahatma yang sedemikian dihormati itu pun tidak mampu mengenali Tuhan, tetapi anak terakhir BapDada menyebutkan: “Baba saya.” Ia memanggil dari lubuk hatinya, “Baba saya”. Sama seperti BapDada memberikan cinta kasih, juga cinta kasih beserta ingatan, kepada semua anak, demikian pula, melihat keistimewaan bahkan anak yang terakhir, Beliau juga memberikan hal yang sama kepada anak-anak yang terakhir. Jadi, periksalah apakah Anda OK dalam tiga hal atau dalam keempatnya, atau hanya dalam dua, atau hanya satu hal. Sudahkah Anda memeriksanya? Apakah Anda sudah memeriksanya? Untuk Anda yang merasa bahwa Anda sudah OK dalam memiliki keyakinan terhadap keempat hal itu: Sang Ayah, diri sendiri, drama, dan keluarga – bagi Anda yang sudah memiliki keyakinan pada keempat hal ini, angkat tangan Anda! Benar sudah OK? Betul OK? Bisakah Baba menguji Anda? Ya, angkat tangan Anda! OK? Apakah Anda sudah lulus dalam mata pelajaran keluarga? Anda harus menjalin relasi dengan keluarga, karena Anda tidak akan meninggalkan keluarga; Anda harus hidup dalam keluarga, dan memenuhi tanggung jawab Anda. Jadi, apakah Anda sudah lulus dalam hal ini? Pernahkah Anda berpikir bahwa: “Akan lebih baik jika orang ini tidak ada di sini?” “Mengapa orang ini melakukan ini?” “Mengapa ini bisa sampai terjadi?” Pernahkah Anda memiliki pikiran seperti itu? Atau apakah Anda sudah memiliki intoksikasi komplet yang sedemikian rupa terhadap keluarga? Seseorang yang memiliki keyakinan pada keempat aspek tidak akan memiliki pikiran-pikiran, “seperti ini, atau seperti itu”. Mungkin terlintas dalam pikiran Anda: “Mengapa ini terjadi seperti itu?”, tetapi pertanyaan: “Mengapa?” ​​atau “Apa?” seharusnya tidak mengguncang Anda; seharusnya tidak mengubah suasana hati Anda. Inilah yang disebut lulus dalam keempat aspek. Anda mengangkat tangan dan menyenangkan BapDada, tetapi BapDada terkadang harus mendengar dan melihat banyak hal, ketika menyangkut hal tentang keluarga. Anda harus memiliki hati yang benar-benar sangat besar. Semua anggota keluarga harus diberi dukungan dengan restu baik dan perasaan suci, karena keluarga ini adalah satu. Anda semua harus harmonis, bersatu, beriring bersama serta membuat yang lain bergerak maju. Anda bukan hanya akan membuat diri Anda sendiri bergerak maju dengan cara ini, tetapi juga membuat yang lain bergerak maju dengan cara yang sama, karena itulah mengapa BapDada menarik perhatian Anda pada hal ini: Mereka yang berada dalam keluarga, yang lulus dalam berbagai situasi sulit, dan yang tidak memiliki kesia-siaan, harus membuat yang lain juga seperti itu. Saat ini, berapa banyak dari Anda yang tinggal di center-center Anda? Paling banyak, mungkin maksimal 25 hingga 50; tidak sebanyak itu, tetapi jika tempatnya besar, mungkin ada 50 hingga 60, atau paling banyak, katakanlah mungkin sampai 100. Tidak sebanyak itu, tetapi bayangkan saja ada banyak. BapDada telah membuat Anda, anak-anak di semua center, bahkan yang terakhir, bergerak maju, dengan mengatakan bahwa Anda adalah anak yang dikasihi. Tanda cinta kasih itu apa? Apa cinta kasih dan ingatan yang diberikan BapDada kepada Anda setiap hari? Anak-anak yang begitu manis (anak-anak yang termanis). Mengetahui bahwa ada juga anak-anak yang masam, pernahkah Baba memberikan cinta kasih dan ingatan dengan mengatakan: Anak-anak yang manis dan masam? Beliau menyebut mereka juga sebagai anak-anak terkasih, dan bukan hanya mengatakan itu, tetapi Beliau percaya bahwa anak itu adalah: Anak saya. Beliau menjadikan anak itu bergerak maju dengan perasaan bahwa anak itu milik Beliau, karena Baba tahu, bahwa dalam drama ini, dan dalam rosario, tidak semua anak adalah nomor satu, bahwa memang seperti itulah hasilnya. Ada sanskara yang berbeda-beda, dan memang harus ada - jika tidak, semua anak akan menjadi raja; lalu siapa yang akan menjadi rakyatnya? Siapa yang akan Anda perintah? Kelompok masyarakat yang bagus dibutuhkan, selain itu ada juga kaum bangsawan; ini adalah sebuah kerajaan. Melalui pemahaman ini, Anda masing-masing harus memeriksa diri sendiri. Dalam sebuah keluarga, seseorang mungkin memiliki sanskara yang buruk dalam beberapa hal, tetapi bagaimana dengan sanskara Anda? Dengan melihat sanskara buruk seseorang, sanskara Anda juga menjadi buruk, maka Anda pun menjadi buruk. Yang buruk akan merusak yang baik.

Pada saat pendirian, BapDada mengurus sekitar 350 hingga 400 orang, semuanya. Saat ini, tidak ada yang memiliki keluarga yang hidup bersama seperti itu. Baiklah, Anda mungkin memiliki tugas yang berbeda, tetapi itu adalah tugas dan dalam sebuah keluarga ada berbagai tugas. Keluarga biasa, tugas biasa, Anda menghabiskan hari dengan cara biasa. Bukan seperti itu. Ini adalah keluarga yang unik dan indah. Bagi Anda untuk merasa terganggu dalam hal ini, dan kemudian membuat alasan bahwa itu terjadi karena seseorang melakukan sesuatu, itu terjadi karena orang itu melakukan itu… Namun, bukankah sang ayah harus menghadapi oposisi? Lalu kemudian ada yang pergi. Bukankah itu oposisi? Bahkan saat itu, meskipun beberapa anak pergi, Sang Ayah berkata: “Kirim mereka toli dan cobalah memanggil mereka kembali. Layanilah mereka dan ingatkan mereka.” Jadi, apakah Anda harus lulus dalam memiliki keempat jenis keyakinan, atau hanya tiga atau dua? Anda harus mengklaim nomor satu. Untuk ini, meskipun persiapan untuk penghancuran telah dilakukan, penghancuran masih menunggu untuk terjadi. Unsur alam datang kepada Sang Ayah, dan berkata: Saat ini, beban sudah terlalu berat. Bahkan unsur-unsur alam pun ingin dibebaskan dari beban. Maya juga berkata: Saya tahu bahwa peran saya akan segera berakhir, tetapi ada anak-anak yang sedemikian rupa dalam keluarga Brahmana yang menjadi teman saya dalam hal-hal sepele. Mereka mengajak saya duduk bersama mereka. Dalam mewujudkan kerajaan Anda sendiri, keyakinan pada keempat hal ini masih merupakan persentase, dan itulah sebabnya waktu juga menunggu. Namun, baik Maya maupun unsur alam sudah berada dalam kondisi siap. Sekarang, bicaralah: Haruskah Baba memberi mereka perintah? Jika Anda anak-anak tidak selalu siaga, haruskah Baba memberi perintah ini kepada Maya dan unsur alam? Sudah haruskah Beliau melakukannya? Angkat tangan Anda! Apakah Anda sudah siap? Jangan angkat tangan Anda begitu saja! Ujian akan datang; ujian akan datang kepada Anda. Apakah Anda selalu siaga?

Sekarang, BapDada menaruh harapan pada setiap anak agar Anda mengakhiri kata: “kaise?” (bagaimana?) dan menggantinya dengan: “aise!” (seperti ini!). Bukanlah: “Bagaimana saya harus melakukannya? Bagaimana itu akan terjadi?” Melainkan: “Seperti inilah”. Bukan: “Apa yang harus saya lakukan?” Tetapi: “Lakukan seperti ini.” Kapan Anda akan memenuhi harapan ini? Berapa banyak waktu yang Anda butuhkan? Setiap anak harus siap. Jika Anda siap dan telah mengangkat tangan, lalu apa tugas Anda? Tugas Anda, membuat satu sama lain setara dengan diri Anda sendiri.

BapDada telah mendengar semua berita hasil dari semua program yang telah berlangsung. Semuanya baik, hasilnya juga baik, penuh dengan semangat dan antusiasme. Karena itu, sekarang milikilah tujuan bahwa hal itu harus terjadi, bahwa Anda harus melakukan ini. Dekatkan penyelesaian. Ketika Anda sedikit saja berfluktuasi, penyelesaian akan semakin menjauh. Andalah yang harus mendekatkan penyelesaian, karena apa yang akan dilakukan sang waktu jika mereka yang akan memerintah belum siap? Karena itu, sekarang berhentilah membuat alasan atau berdalih. Letakkan solusi di hadapan Anda. Tujuan Anda semua adalah untuk menyampaikan pesan kepada mereka yang dalam penderitaan dan untuk membebaskan mereka. Anda tidak dapat mencapai mukti tanpa membebaskan mereka. Jadi bebaskan mereka! Sang Ayah telah datang dan karena itu Beliau akan memberikan warisan kepada anak-anak dari seluruh dunia, bukankah demikian seharusnya? Beliau memang akan memberi Anda warisan jeevan mukti, tetapi semua adalah anak-anak Beliau. Beliau juga harus memberi mereka warisan mereka, bukan? Jadi, warisan mereka adalah mukti, dan warisan Anda adalah jeevan mukti. Sebelum Anda memberi mereka mukti, Anda tidak akan bisa pulang. Untuk itu, lakukan latihan ini: setiap hari jadilah malaikat 12 kali dan tetaplah dalam tahapan tanpa citra jasmani 12 kali. Siang bersama malam adalah 24 jam, jadi Anda harus melakukan drill ini 24 kali. Anda boleh tidur pada waktu tidur Anda. BapDada tidak mengatakan bahwa Anda tidak boleh tidur. Tidurlah, tetapi tingkatkan drill ini di siang hari. Saat Anda harus menyelesaikan suatu kewajiban, Anda akan bekerja sepanjang hari, dan Anda tetap terjaga, bukan? Jadi, luangkan juga waktu untuk melakukan drill ini. Achcha.

Kepada semua anak di segala tempat yang mengasihi Sang Ayah - karena mereka yang penuh cinta kasih pasti selalu memberi kerja sama, dan balasan cinta kasih adalah, bahwa secara nyata, dalam setiap tugas, mereka pasti akan bekerja sama satu sama lain dengan badan, mental, kekayaan, dan relasi mereka, kepada anak-anak yang penuh cinta kasih, dan yang selalu memberi kerja sama, yang senantiasa terserap dalam cinta kasih kepada Sang Ayah - bukan hanya dalam cinta kasih, tetapi mereka yang senantiasa terserap dalam cinta kasih, dan yang selalu menggunakan waktu dan pikiran mereka dalam semua tugas Sang Ayah, karena di zaman peralihan ini, waktu dan pikiran Anda memiliki nilai yang amat tinggi, kepada mereka yang menciptakan imbalan dalam satu kelahiran ini untuk banyak kelahiran, kepada para pembuat upaya intens yang menggunakan setiap kebajikan ilahi dan setiap kekuatan sesuai dengan waktunya, kepada Anda anak-anak yang dipenuhi dengan kebajikan ilahi dan kekuatan, sangat sangat banyak dan bermilyar kali lipat cinta kasih, ingatan, dan namaste.

Berkah:
Semoga Anda memiliki belas kasih dan memenuhi semua jiwa dengan kekuatan dengan menjadi pembuat hukum sekaligus pemberkah berkah-berkah.

Jika ada jiwa yang memiliki keinginan, tetapi karena tidak memiliki keberanian, dia tidak mampu mencapai apa yang diinginkannya, meskipun dia memiliki keinginan itu, maka, selain menjadi pembuat hukum, yaitu, pemberkah pengetahuan ini bagi jiwa tersebut, berikanlah juga belas kasih dan jadilah pemberkah berkah-berkah. Berikan jiwa itu kekuatan ekstra dari restu baik Anda. Namun, Anda hanya akan mampu menjadi perwujudan pemberkah berkah-berkah tersebut ketika setiap pikiran Anda diserahkan kepada Sang Ayah. Penuhi janji yang Anda buat untuk menyerahkan setiap detik, setiap pikiran, dan setiap perbuatan Anda.

Slogen:
Tetaplah menyadari wujud sejati Anda, maka Anda akan memiliki kekuatan kebenaran.

Sinyal Avyakt: Untuk Menjadi Agung Resapkanlah Kebajikan Ilahi Kemanisan dan Kerendahan Hati Sekarang BapDada ingin melihat permata berkilauan dari kesucian komplet di dahi setiap anak. Beliau ingin melihat mata Anda selalu berkilau dengan spiritualitas, mendengar kata-kata manis dan tak ternilai, dan melihat kepuasan serta kerendahan hati dalam perbuatan Anda.