19.10.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, sekarang, berlatihlah melampaui badan. Akhirilah seluruh kecintaan
Anda terhadap badan Anda yang bisa musnah itu, dan cintailah Shiva Baba saja.
Pertanyaan:
Apa
tanda-tanda dari mereka yang sudah memiliki ketidaktertarikan terhadap dunia
lama yang tak terbatas ini?
Jawaban:
Mereka
melihat segala sesuatu dengan mata fisik mereka, tetapi tidak memedulikannya.
Intelek mereka sadar bahwa semua hal itu akan dihancurkan, bahwa semua orang
sudah mati, bahwa mereka harus pergi ke hunian kedamaian dan daratan kebahagiaan.
Keterikatan mereka sedang disingkirkan. Ketika mereka tetap berada dalam tahapan
yoga selagi berbicara dengan orang lain, orang itu akan tertarik kepada mereka.
Mereka memiliki intoksikasi pengetahuan.
Lagu:
Salam hormat
kepada Shiva.
Om Shanti.
Baba berkata,
“Anak-anak yang manis, Anda sekarang mengenal Shiva Baba. Oleh sebab itu,
menyanyikan lagu-lagu ini seolah-olah sama seperti mereka yang berada di jalan
pemujaan.” Orang-orang di jalan pemujaan berkata, “Salam hormat kepada Shiva,”
atau, “Sang Ibu dan Sang Ayah,” tetapi mereka tidak mengenal Beliau. Anda harus
menerima warisan surga Anda dari Shiva Baba. Anda anak-anak telah menemukan Sang
Ayah dan sedang menerima warisan surga dari Beliau. Inilah sebabnya, Anda
mengingat Beliau. Anda telah menemukan Shiva Baba; dunia belum menemukan Beliau.
Bahkan mereka yang telah menemukan Beliau pun tidak mampu menjalani kehidupan
spiritual dengan baik. Petunjuk Baba sangat manis: “Semoga Anda berkesadaran
jiwa. Semoga Anda memiliki kesadaran melampaui badan.” Beliau hanya berbicara
kepada jiwa-jiwa. Sang Ayah yang berkesadaran jiwa berbicara kepada anak-anak
yang berkesadaran jiwa. Hanya ada satu Sang Ayah dan Beliau sedang duduk bersama
Anda anak-anak di Madhuban. Anda anak-anak tahu bahwa Sang Ayah benar-benar
telah datang untuk mengajar Anda. Tak seorang pun, kecuali Shiva Baba, yang
mampu mengajarkan studi ini kepada Anda; baik Brahma maupun Vishnu tidak mampu
mengajarkannya. Hanya Sang Ayahlah yang datang untuk menyucikan jiwa-jiwa yang
tidak suci dengan memberitahukan kisah tentang keabadian. Beliau pasti harus
memberitahukannya di sini. Beliau tidak mungkin memberitahukannya di Amarnath.
Kisah tentang keabadian adalah kisah tentang Narayana sejati. Sang Ayah berkata,
“Saya memberitahukan kisah ini kepada Anda di sini. Semua manusia yang lain
tersandung-sandung di jalan pemujaan.” Sang Pemberkah Keselamatan, Rama,
hanyalah Yang Esa yang tak berwujud jasmani. Hanya Beliaulah Sang Penyuci, Sang
Samudra Pengetahuan, dan Sang Samudra Kedamaian. Beliau hanya datang ketika
waktu penghancuran sudah tiba. Hanya Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang
Maha Tinggi (Parampita Paramatma) yang bisa menjadi Sang Guru bagi seluruh dunia.
Beliau tak berwujud jasmani. Devi-devta juga manusia, tetapi mereka adalah
manusia berkebajikan ilahi. Itulah sebabnya, mereka disebut devi-devta. Anda
sekarang telah menerima pengetahuan. Di jalan pengetahuan, Anda harus menjaga
tahapan Anda sangat kokoh. Ingatlah Sang Ayah semaksimal mungkin. Lampauilah
badan. Untuk apa Anda mengasihi badan? Baba berkata, “Ingatlah Shiva Baba,
kemudian datanglah kepada orang ini.” Orang-orang mengira bahwa Anda akan
menemui Dada. Anda tahu bahwa Anda mengingat Shiva Baba pada saat Anda bertemu
orang ini. Di sana, hanya ada jiwa-jiwa yang tak berwujud jasmani, hanya ada
titik-titik. Anda tidak bisa menemui titik. Jadi, bagaimana Anda bisa menemui
Shiva Baba? Inilah sebabnya, di sini dijelaskan, “Wahai, jiwa-jiwa, sadarilah
diri Anda sebagai jiwa dan biarlah intelek Anda mengingat bahwa Anda sedang
menemui Shiva Baba.” Ini adalah rahasia yang sangat mendalam. Ada banyak orang
yang tidak mampu mengingat Shiva Baba. Baba menjelaskan, “Teruslah mengingat
Shiva Baba. Beliau datang untuk bertemu dengan Anda.” Baba, saya sekarang
milik-Mu. Shiva Baba memasuki badan orang ini dan menyampaikan pengetahuan.
Beliau adalah jiwa yang tak berwujud jasmani, dan Anda juga jiwa. Hanya Sang
Ayah Yang Esalah yang memberi tahu Anda, anak-anak: “Teruslah mengingat Saya
saja.” Anda harus mengingat Beliau dalam intelek Anda. Kita telah datang kepada
Sang Ayah. Baba telah memasuki badan yang tidak suci ini. Begitu kami datang ke
hadapan-Mu, kami memiliki keyakinan ini: “Shiva Baba, saya sekarang milik-Mu.”
Dalam murli, Anda juga mendengar: “Teruslah mengingat Saya saja, maka dosa-dosa
Anda akan terhapus.” Anda tahu bahwa Beliaulah Sang Ayah, Sang Penyuci.
Beliaulah Sang Satguru yang sejati. Intelek Anda, para Pandawa, memiliki cinta
kasih bagi Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita
Paramatma). Semua manusia yang lain memiliki intelek tanpa cinta kasih, terhadap
seseorang atau yang lain. Air raksa kebahagiaan jiwa-jiwa yang menjadi milik
Shiva Baba harus sangat tinggi. Saat waktunya semakin dekat, Anda akan merasa
semakin bahagia karena 84 kelahiran Anda sekarang menjelang berakhir. Ini adalah
kelahiran terakhir dan kita akan segera pulang. Gambar tangga sangat bagus, dan
ini sangat jelas di dalamnya. Anda anak-anak harus menggunakan intelek Anda
sepanjang hari. Mereka yang melukis gambar-gambar ini harus banyak merenungkan
pengetahuan. Para pimpinan juga harus ikut memikirkan hal ini. Anda menyatakan
tantangan bahwa akan ada 900.000 jiwa dalam kerajaan devi-devta zaman emas yang
luhur. Seseorang mungkin bertanya, apa bukti yang Anda miliki sehubungan dengan
ini. Jawablah dia, “Ini harus dipahami. Pohon akan sangat kecil di zaman emas.
Di sana hanya ada satu agama dan pasti hanya terdapat sangat sedikit manusia.”
Seluruh pengetahuan terkandung dalam gambar tangga. Misalnya, lihatlah gambar
Kumbhakarna ini. Buatlah gambar ini melukiskan para BK memberikan nektar
pengetahuan untuk diminum, sedangkan orang-orang itu meminta racun. Baba terus
memberikan semua petunjuk dalam murli. Penjelasan setiap gambar sangat bagus.
Jelaskanlah gambar Lakshmi dan Narayana: “Bharata ini dahulu adalah surga.
Berhubung hanya ada satu agama, seberapa banyak manusia yang dahulu ada di sana?
Sekarang, pohon telah berkembang sedemikian besar! Sekarang, penghancuran harus
terjadi. Hanya Sang Ayah Yang Esalah yang mengubah dunia lama.” Ada empat atau
lima gambar utama yang bisa digunakan untuk langsung menembakkan anak panah
kepada seseorang. Sesuai dengan drama, poin-poin pengetahuan semakin hari
semakin mendalam, sehingga berbagai perubahan juga terjadi pada gambar-gambar.
Perubahan juga terjadi dalam intelek Anda anak-anak. Sebelumnya, Anda tidak
mengerti bahwa Shiva Baba adalah titik. Jangan bertanya mengapa Anda tidak
diberi tahu tentang ini sebelumnya. Sang Ayah berkata, “Tidak semuanya bisa
dijelaskan pada permulaan.” Sang Ayah adalah Sang Samudra Pengetahuan, jadi
Beliau pasti terus menyampaikan pengetahuan. Koreksi juga terus dilakukan.
Beliau tidak akan memberitahukan segala sesuatu kepada Anda sebelumnya. Jika
demikian, itu akan tampak seperti dibuat-buat. Jika sesuatu terjadi secara
mendadak, itu hanya bisa dikatakan sudah merupakan bagian dari drama. Anda tidak
bisa berkata, “Ini tidak seharusnya terjadi. Mama semestinya tetap di sini
sampai akhir. Mengapa Mama pergi?” Apa pun yang terjadi dalam drama sudah tepat.
Apa pun yang Baba katakan, Beliau mengatakannya sesuai dengan drama:
“Demikianlah peran Saya di dalam drama!” Baba juga memasrahkan segala sesuatu
kepada drama. Manusia mengatakan bahwa itu adalah kehendak Tuhan. Tuhan berkata,
“Itu adalah takdir drama.” Entah Tuhan mengatakan sesuatu, atau orang ini
mengatakan sesuatu, itu sudah bagian dari drama. Jika sesuatu yang salah terjadi,
itu sudah bagian dari drama, dan itu akan diluruskan kembali. Tahapan menaik
pasti ada. Ketika Anda mendaki tinggi-tinggi, terkadang Anda merasa gemetar.
Semua itu merupakan badai Maya; selama Maya masih ada, pikiran-pikiran berdosa
pasti datang. Maya tidak ada di zaman emas. Jadi, di sana tidak ada pikiran
berdosa. Perbuatan berdosa tidak pernah dilakukan di zaman emas. Hanya tinggal
beberapa hari lagi yang tersisa, dan Anda merasakan kebahagiaan karena ini
adalah kelahiran terakhir kita. Anda sekarang sedang mendengarkan kisah tentang
keabadian dari Shiva Baba agar Anda bisa pergi ke daratan keabadian. Hanya Anda
yang memahami hal-hal ini. Orang-orang itu pergi ke Amarnath dan begitu banyak
tersandung-sandung. Mereka tidak paham, siapa yang menyampaikan kisah tentang
keabadian kepada Parwati. Mereka menunjukkan sosok Shiva di sana. Achcha, dalam
badan siapa Shiva duduk? Mereka menunjukkan Shiva dan Shankar. Apakah Shiva
duduk dalam badan Shankar dan menyampaikan kisah itu? Mereka tidak memahami
apa-apa. Bahkan sekarang pun, orang-orang di jalan pemujaan pergi ke sana untuk
berziarah. Sesungguhnya, kisah itu tidak panjang. Sebenarnya, itu hanya “Manmanabhawa”,
itu saja! Ingatlah Sang Benih. Ingatlah siklus drama. Kita, jiwa-jiwa, juga
memiliki pengetahuan yang Baba miliki. Beliau adalah Sang Samudra Pengetahuan,
dan kita, jiwa-jiwa, juga menjadi master samudra pengetahuan. Anda harus
terintoksikasi mengenai ini. Beliau sedang berbicara kepada kita, para brother (jiwa-jiwa).
Beliau hanya bisa berbicara melalui badan. Jangan meragukan ini sedikit pun.
Ketika Anda mengingat Sang Ayah, seluruh pengetahuan akan memasuki intelek Anda.
Hanya dengan mengingat Sang Ayah, dosa-dosa Anda bisa terhapus dan semua
keterikatan Anda semakin hilang. Sebagian orang hanya mengasihi demi formalitas.
Kita pun sama. Kita sekarang sedang menuju daratan kebahagiaan. Semua orang
seolah-olah sudah mati, jadi untuk apa kita mengikatkan hati kita kepada mereka?
Kita akan pergi ke hunian kedamaian, kemudian ke daratan kebahagiaan, dan
memerintah di sana. Ini disebut memiliki ketidaktertarikan terhadap dunia lama.
Sang Ayah berkata, “Segala sesuatu yang bisa Anda lihat dengan mata fisik Anda
pasti dihancurkan. Setelah penghancuran terjadi, Anda akan melihat surga.” Anda
anak-anak sekarang harus menjadi sangat manis. Ketika seseorang berbicara dalam
tahapan yoga, dia menjadi begitu menarik. Pengetahuan ini sedemikian hebatnya,
sehingga Anda melupakan segala hal yang lain. Achcha.
Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan
sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari
Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak
rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Di jalan
pengetahuan, Anda harus menjadikan tahapan Anda sangat kokoh. Lampauilah badan!
Milikilah cinta kasih sejati bagi Sang Ayah Yang Esa.
2. Tetaplah tak
tergoyahkan mengenai takdir drama. Apa pun yang terjadi dalam drama sudah tepat.
Jangan pernah mengizinkan diri Anda goyah. Jangan pernah meragukan apa pun.
Berkah:
Semoga Anda
membubuhkan titik pada kelemahan dan mengungkapkan wujud Anda yang komplet dan
sempurna, sehingga menjadi sosok yang memberikan penglihatan.
Dunia mengingat
wujud Anda yang komplet dan sempurna serta wujud Anda yang layak dipuja dari
siklus sebelumnya. Oleh karena itu, sekarang ungkapkan wujud sempurna Anda
secara nyata. Bubuhkan titik pada kelemahan masa lalu dan akhiri sanskara serta
sifat lama Anda dengan tekad. Jangan meniru kelemahan orang lain. Hentikan
intelek Anda agar tidak menyerap kekurangan. Milikilah intelek satopradhan yang
menyerap kebajikan ilahi maka kemudian Anda akan menjadi sosok yang memberikan
penglihatan.
Slogan:
Pertahankanlah kebajikan ilahi Anda yang abadi dan asli dalam kesadaran Anda
serta jadikan itu nyata dalam kehidupan.
Sinyal Avyakt:
Tumbuhkan Semangat untuk Mengangkat Jiwa Lain dan Angkatlah Juga Mereka yang
Telah Menghina serta Mencemarkan Nama Baik Anda
Bahkan jika
seseorang menghina Anda atau menuduh Anda secara tidak benar, jangan menjadi
marah. Adalah tugas Anda, para Brahmana, untuk mengangkat mereka yang menghina
dan mencemarkan nama baik Anda. Ketika mereka menghina Anda, Anda seharusnya
merangkul mereka. Inilah keajaibannya. Inilah yang disebut transformasi.
Merangkul mereka yang merangkul Anda bukanlah hal yang besar. Namun, ketika Anda
menganggap seseorang yang menghina dan mencemarkan nama Anda sebagai teman
sejati Anda, Anda akan dikenal sebagai jiwa yang mengangkat jiwa-jiwa lain.
Perkataan Luhur yang
Tak Ternilai dari Mateshwari
1. Badan Brahma
adalah badan yang dipersiapkan khusus bagi Tuhan yang tak berwujud jasmani.
Kita harus memiliki
keyakinan penuh bahwa Tuhan sedang mengajar kita melalui badan Brahma yang
berwujud jasmani. Ada banyak murid yang mengajukan pertanyaan mengenai poin ini.
Pada saat amrit vela, ketika Tuhan yang tak berwujud jasmani memasuki badan
Brahma yang berwujud jasmani, perubahan apa yang terjadi dalam badan Brahma pada
saat itu? Mereka bertanya, “Pada waktu itu, apakah Anda duduk dan mengamati
bagaimana Tuhan datang?” Anda sudah menerima penjelasan bahwa ketika Tuhan
memasuki badan Brahma, bukan berarti bahwa mata dan wajahnya berubah. Tidak.
Akan tetapi, ketika kita memasuki trans, mata dan wajah kita berubah. Meskipun
demikian, peran Brahma yang berwujud jasmani ini tersamar. Ketika Tuhan memasuki
badannya, tak seorang pun mengetahuinya. Badannya telah dipersiapkan secara
khusus, itulah sebabnya Beliau datang dalam sedetik dan pergi dalam sedetik.
Rahasia ini harus dipahami. Bukan berarti bahwa jika Anda tidak mampu memahami
poin apa pun, Anda kemudian meninggalkan studi ini. Hari demi hari, studi ini
semakin mendalam dan semakin jernih. Anda tidak mungkin mempelajari keseluruhan
kursus pada saat bersamaan. Ini dijelaskan kepada Anda. Ketika para pendiri
agama datang, jiwa-jiwa suci juga datang bersama mereka dan memainkan peran
mereka sendiri. Jiwa-jiwa itu kemudian memasuki sandiwara kebahagiaan dan
penderitaan. Mereka tidak pulang. Akan tetapi, ketika Sang Jiwa Yang Maha Tinggi,
yang tak berwujud jasmani, datang, Beliau melampaui kebahagiaan dan penderitaan.
Beliau hanya memainkan peran-Nya, kemudian pulang. Kita harus memahami poin ini
dengan intelek kita.
2. Perbedaan antara
jiwa-jiwa dan Sang Jiwa Yang Maha Tinggi adalah kebajikan dan kekuatan mereka.
Tidak ada perbedaan
antara jiwa-jiwa dan Sang Jiwa Yang Maha Tinggi dalam hal wujud. Sang Jiwa Yang
Maha Tinggi memiliki wujud cahaya yang sama; ukuran jiwa-jiwa dan Sang Jiwa Yang
Maha Tinggi pun sama. Akan tetapi, pasti ada perbedaan antara jiwa-jiwa dan Sang
Jiwa Yang Maha Tinggi dalam hal kebajikan dan kekuatan mereka. Semua kebajikan
ilahi adalah pujian Tuhan. Tuhan melampaui kebahagiaan dan penderitaan.
Beliaulah Yang Maha Kuasa. Seluruh kekuatan-Nyalah yang bekerja, bukan kekuatan
jiwa manusia. Peran Tuhanlah yang berlanjut. Sekalipun Tuhan datang dan
memainkan peran, Beliau tetap tak terikat. Akan tetapi, ketika suatu jiwa
mengambil peran, dia menjadi aktor. Tuhan mengambil peran, tetapi Beliau tetap
bebas dari ikatan karma apa pun. Ketika jiwa mengambil suatu peran, dia terikat
oleh ikatan karma tertentu. Inilah perbedaan antara jiwa-jiwa dan Sang Jiwa Yang
Maha Tinggi. Achcha.