21.05.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, ikutilah shrimat dan jadikanlah semua orang bahagia. Anda dahulu
telah menjadikan semua orang tidak bahagia karena mengikuti petunjuk iblis.
Sekarang, berilah kebahagiaan dan terimalah kebahagiaan.
Pertanyaan:
Dengan
memahami rahasia manakah anak-anak yang bijaksana berupaya untuk mengklaim
status tinggi?
Jawaban:
Mereka paham
bahwa ini adalah sandiwara tentang kebahagiaan dan kesengsaraan, kemenangan dan
kekalahan. Sandiwara kebahagiaan sekarang akan berlanjut selama setengah siklus.
Di sana tidak akan ada kesengsaraan apa pun. Kerajaan baru sekarang akan tiba.
Untuk itu, Sang Ayah telah meninggalkan hunian tertinggi Beliau dan datang
kemari untuk mengajar kita, anak-anak. Sekarang, Anda harus berupaya dan
benar-benar mengklaim status tinggi.
Lagu:
Dunia bisa
berubah, tetapi kita tidak akan berubah.
Om Shanti.
Anda
anak-anak yang termanis memahami maknanya. Di sini, Anda tidak perlu bersumpah.
Jiwa-jiwa harus memiliki pemahaman. Karena jiwa-jiwa tamopradhan, mereka telah
menjadi sepenuhnya tidak bijak. Anda anak-anak tahu betapa tidak bijaknya Anda
dahulu dan betapa bijaknya Anda sekarang. Hal-hal semacam ini tidak ada di
perkumpulan-perkumpulan spiritual lainnya. Mereka mempelajari kitab suci,
Ramayana, dan sebagainya. Mereka hanya mendengarkan dengan satu telinga dan
membiarkannya keluar dari telinga lainnya; tidak ada pencapaian di sana. Mereka
melakukan banyak tapasya, memberikan donasi, beramal, dan lain-lain. Mereka
terus tersandung-sandung tanpa memperoleh pencapaian apa pun. Tak seorang pun di
dunia ini memiliki kebahagiaan. Sang Ayah sekarang sedang memberi Anda pemahaman
yang lengkap. Hanya Sang Ayah Yang Esa memberikan kedamaian dan kebahagiaan
kepada semua jiwa. Manusia berada dalam kegelapan total. Orang-orang di jalan
pemujaan terus mengingat Beliau, “Wahai, Sang Penghapus Kesengsaraan! Sang
Pemberkah Kebahagiaan! Sang Pemberkah Keselamatan!” Lihatlah, apa yang sekarang
sedang terjadi di seluruh dunia! Semua orang mengalami penderitaan. Tidak ada
manusia yang mengenal Sang Ayah maupun warisan yang Anda terima dari Beliau.
Mereka sama sekali tidak mengenal Sang Ayah yang tak terbatas. Mereka terus
tersandung-sandung, mencari kedamaian. Siapa yang mengatakan bahwa mereka
menginginkan kedamaian mental? Jiwalah yang mengatakannya, tetapi orang bahkan
tidak mengetahui sebanyak ini; mereka berkesadaran badan. Semua sadhu dan orang
suci tidak bahagia, dan mereka semua menginginkan kedamaian. Bahkan sadhu dan
orang suci pun menderita penyakit; kecelakaan juga terjadi. Di dunia ini, yang
ada hanyalah penderitaan. Anda sekarang telah menjadi bijaksana. Sang Ayah telah
menjelaskan, “Sandiwara tentang dunia baru dan dunia lama, kebahagiaan dan
kesengsaraan, telah tercipta di dalam drama.” Baba telah membuka gembok pada
intelek Anda, sedangkan semua manusia yang lain inteleknya terkunci dengan
gembok Godrej; mereka memiliki intelek yang sepenuhnya tamopradhan. Anda
anak-anak mengetahui segalanya secara berurutan, sesuai dengan upaya yang Anda
lakukan. Anda benar-benar telah menemukan Sang Ayah yang tak terbatas. Beliau
sedang memberi tahu kita rahasia tentang permulaan, pertengahan, dan akhir dunia,
serta bagaimana sandiwara ini tercipta. Ketika ada kebahagiaan, tidak ada
penderitaan. Intelek Anda anak-anak memahami bahwa Anda sedang mengklaim warisan
kedamaian, kebahagiaan, dan kemakmuran Anda dari Sang Ayah. Tidak akan ada
kesengsaraan sejak permulaan zaman emas sampai akhir zaman perak. Anda sekarang
berada dalam cahaya. Anda masing-masing sedang berupaya untuk mengklaim status
yang tertinggi dalam kerajaan Anda sendiri. Ini adalah sekolah yang tak terbatas.
Sang Ayah yang tak terbatas sedang mengajar Anda. Anda tahu bahwa Beliau adalah
Ayah Anda yang terkasih, Yang Esa, yang memiliki pujian tanpa batas. Sang Ayah
Yang Maha Tinggi sedang memberi Anda shrimat. Semua manusia yang lain terus
membuat satu sama lain tidak bahagia dengan mengikuti petunjuk iblis. Anda harus
menjadikan semua orang bahagia dengan mengikuti shrimat. Tak seorang pun
mengerti bahwa kita adalah aktor dalam drama ini. Anda anak-anak sekarang
mengerti bahwa hanya orang-orang Bharata yang memiliki peran serba-bisa dalam
drama ini. Sebelumnya, Anda tidak tahu apa pun sama sekali. Anda sekarang
mengetahui segalanya mengenai alam jiwa, alam halus, dan dunia fisik. Anda
sekarang memiliki pengetahuan sejati. Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang
Maha Tinggi, sedang mengajar kita melalui orang ini. Baba kini memberikan
seluruh pengetahuan mengenai ketiga dunia kepada kita. Ini adalah hutan duri.
Anda anak-anak tahu bahwa Anda sedang berubah dari duri menjadi bunga, yaitu
dari manusia biasa menjadi devi-devta. Di sini, semua orang, tua maupun muda,
terus menimbulkan penderitaan. Bahkan bayi dalam kandungan pun mendatangkan
penderitaan bagi ibunya. Ini adalah dunia tua yang sangat kotor. Tak seorang pun
mengetahui tentang siklus dunia ini. Tak seorang pun tahu dari mana asal kita,
berapa kelahiran yang kita alami, atau ke mana kita harus pergi. Sang Ayah yang
tak terbatas, yaitu Rama dari semua Sita, adalah Yang Esa, yang tanpa citra
jasmani. Anda semua adalah Sita dan Baba adalah Sang Mempelai Pria. Anda semua
adalah mempelai perempuan, pemuja-pemuja dari Sang Mempelai Pria Yang Esa. Semua
Sita sekarang terperangkap dalam penjara Rahwana, dalam pondok penderitaan.
Semua manusia di dunia mengingat Tuhan Yang Esa. Tuhan disebut sebagai Sang
Pelindung dari semua pemuja. Anda semua sekarang adalah Brahmana, ciptaan yang
lahir dari mulut lotus Brahma. Anda, anak-anak Brahmana, tahu bahwa Shiva Baba
sedang mengajar Anda. Anda pasti menerima warisan dari Baba. Shiva Baba adalah
Sang Pencipta surga. Anda bisa menyebutnya “surga” atau “kerajaan ilahi”; itu
adalah kerajaan surga. Lakshmi dan Narayana adalah master surga. Anda sekarang
memahami ini. Ketika di sini ada zaman emas, itu adalah kerajaan Lakshmi dan
Narayana. Sekarang adalah zaman besi. Karena orang-orang malang tak berdaya itu
berada dalam kegelapan ekstrem, mereka tidak mengetahui apa pun tentang hal ini
sekarang, berhubung sekarang adalah akhir zaman besi. Penghancuran sudah di
ambang pintu. Rama, Yang Esa, adalah Sang Pemberkah Keselamatan bagi Anda, semua
Sita. Pada saat ini, semua Sita berada dalam kemerosotan. Akan tetapi,
orang-orang tidak mengerti bahwa mereka berada dalam kemerosotan. Mereka hanya
memiliki intoksikasi terhadap kekayaan mereka. Mereka berkata, “Kami memiliki
begitu banyak properti, begitu banyak harta, begitu banyak istana.” Tak seorang
pun tahu bahwa dunia kesengsaraan ini akan berubah. Kematian sudah berada di
ambang pintu. Segala sesuatu akan berubah menjadi debu. Semua yang Anda lihat di
dunia tua ini akan lenyap. Persiapan penuh sedang dilakukan untuk penghancuran.
Inilah Perang Mahabharata. Inilah Tuhan dari Gita. Akan tetapi, mereka telah
memasukkan nama sang anak dalam biografi Sang Ayah. Shiva Baba sekarang sedang
mengajarkan Raja Yoga kepada Anda. Kesalahan terbesar adalah mereka
menghilangkan nama Tuhan. Anda anak-anak tahu bahwa bukan manusia, sadhu, atau
orang suci yang sedang mengajar kita. Shiva Babalah yang sedang mengajar kita.
Beliau adalah Sang Ayah, Sang Pengajar, dan Sang Satguru; Beliau adalah
segala-galanya. Jangan melupakan ini. Sang Ayah berkata, “Semua jiwa adalah
anak-anak Saya,” tetapi Beliau tidak mengajar semua orang. Baba berkata, “Saya
telah datang sekali lagi untuk mengajarkan Raja Yoga kepada Anda, orang-orang
Bharata.” Orang-orang Bharata dahulu adalah penghuni surga. Mereka dahulu
seperti berlian, tetapi sekarang telah menjadi seperti kerang. Ada begitu banyak
ketidakdamaian dalam setiap rumah tangga. Beberapa orang berkata, “Baba, saya
menjadi marah dan harus mendisiplinkan anak-anak saya. Saya merasa gelisah,
karena saya telah mendonasikan kelima sifat buruk kepada Shiva Baba. Lalu,
mengapa saya bertindak seperti ini?” Baba menjelaskan, “Pada saat ini, ada
gerhana lima sifat buruk di atas semua orang. Ketika sifat iblis kesadaran badan
datang, semua sifat iblis yang lain juga datang.” Baba mengatakan, “Sekarang,
jadilah berkesadaran jiwa!” Anda sekarang telah menerima pemahaman. Kita dahulu
berkesadaran jiwa di zaman emas. Anda mengerti bahwa badan dari jiwa ini
sekarang telah menjadi tua. Saya sudah mencapai akhir rentang usia saya. Oleh
sebab itu, saya akan meninggalkan badan ini dan mengambil badan baru. Ketika
kulit seekor ular sudah menjadi tua, ular itu menanggalkan kulit lamanya dan
mengenakan kulit baru. Ini adalah contoh tentang zaman emas. Di sana, Anda
meninggalkan badan sedemikian rupa sehingga tidak ada penderitaan. Di sini, ada
begitu banyak penderitaan. Ada begitu banyak tangisan dan ratapan. Anda
anak-anak sekarang tahu bahwa ini adalah kulit tua. Anda tidak akan menerima
kulit baru di sini. Ini adalah sepatu tua terakhir dan Anda sekarang sudah bosan
terhadapnya. Di sana, Anda meninggalkan badan tua dan mengambil badan baru dalam
kebahagiaan. Anda memahami hal-hal ini. Ada banyak orang baru yang datang kemari,
tetapi mereka tidak mengerti apa-apa. Mereka datang kemari selama dua sampai
empat hari untuk memahami segala sesuatu, kemudian mereka melupakan semuanya.
Memang, jika mereka mendengarkan segala sesuatu dengan sangat teliti dan
merasakan kebahagiaan, mereka akan menjadi rakyat. Banyak rakyat juga harus
diciptakan. Ini adalah rumah Tuhan dan ambang pintu Tuhan. Anda sedang duduk di
rumah Tuhan. Sang Jiwa Yang Maha Tinggi telah meninggalkan hunian tertinggi
Beliau dan sekarang sedang duduk di sini dalam badan orang biasa. Di sana,
jiwa-jiwa tinggal bersama Sang Ayah. Di sini, Sang Ayah sendiri telah datang
pada zaman peralihan untuk menyucikan jiwa-jiwa yang tidak suci. Beliau disebut
Shiva yang tanpa citra jasmani. Jiwa-jiwa memanggil-manggil kepada Sang Ayah
yang tanpa citra jasmani, “Wahai, Tuhan, Sang Ayah!” Orang-orang mengatakan,
“Wahai, Tuhan, Sang Ayah!” tanpa pemahaman apa pun. Orang Eropa menyebut Lakshmi
dan Narayana sebagai dewi dan dewa. Siapa yang menjadikan mereka sedemikian rupa?
Orang-orang berkata kepada patung devi-devta, “Engkau penuh dengan semua
kebajikan ilahi, 16 derajat surgawi sempurna.” Apa yang kemudian mereka katakan
tentang diri mereka sendiri? Mereka tidak mengerti bahwa devi-devta dahulu
adalah manusia yang hidup dan memerintah di Bharata. Orang-orang itu datang ke
hadapan patung devi-devta dan menyanyikan pujian mereka. Mereka terus menyebut
diri mereka pendosa yang hina. Mereka bahkan pergi ke kuil Krishna dan
menyanyikan pujiannya. Mereka tidak akan menyanyikan pujian ini tentang Shiva.
Pujian Beliau berbeda. Pada umumnya, ketika pergi ke kuil Shiva, mereka meminta
Beliau untuk mengisi celemek mereka. Kemudian, mereka mengatakan bahwa Beliau
meminum minuman yang memabukkan dan memakan bunga-bunga beracun. Bagaimana
mungkin ada minuman yang memabukkan atau bunga beracun di sana? Mereka sama
sekali tidak punya pengertian! Mereka terus meminta segalanya: mereka
menginginkan suami, mereka menginginkan ini dan itu, dan lain-lain. Pada hari
Deepmala, mereka mengundang Lakshmi. Tak seorang pun tahu siapa dia. Adakah
orang bertangan delapan atau sepuluh? Patung bertangan empat menggambarkan jalan
keluarga. Mereka telah menamai sosok itu sebagai Vishnu. Lakshmi dan Narayana
hidup di zaman emas. Orang-orang tidak mengerti bahwa pemeliharaan berlangsung
melalui dua wujud Vishnu: Lakshmi dan Narayana. Mereka bahkan telah menunjukkan
sosok Lakshmi bertangan empat. Siapa pun yang memiliki empat tangan pasti juga
memiliki anak-anak bertangan empat. Mereka tidak mengerti apa-apa. Anda sekarang
mengerti bahwa sebelum Baba datang, Anda dahulu juga tidak mengerti apa-apa.
Anda sekarang mengetahui tentang permulaan, pertengahan, dan akhir seluruh dunia.
Baba datang dan menyucikan dunia yang tidak suci. Orang memanggil-manggil,
“Wahai, Sang Penyuci, datanglah!” Bagaimana Tuhan bisa datang? Bagaimana cara
Beliau datang dan menyucikan mereka yang tidak suci? Baba berkata, “Saya
menciptakan kerajaan devi-devta 5000 tahun yang lalu. Sebelumnya, intelek Anda
tidak memiliki pemahaman sama sekali tentang bagaimana Anda mengalami 84
kelahiran. Bahkan Brahma ini juga tidak mengetahui apa-apa. Dia terus memuja
Radhe dan Krishna dan Lakshmi dan Narayana, tetapi dia tidak tahu bahwa Radhe
dan Krishna menjadi Lakshmi dan Narayana setelah mereka menikah. Itulah sebabnya,
disebutkan: Putri Radhe dan Pangeran Krishna. Setelah menikah, mereka menjadi
maharani dan maharaja. Orang ini, yang sedang menjadi itu, tadinya juga tidak
mengetahuinya. Sekalipun seseorang mungkin memperoleh penglihatan gaib, dia
tidak memahami apa-apa. Saya tetap memberikan penglihatan gaib kepada para
pemuja, untuk memenuhi keinginan mereka untuk sementara waktu. Di sini, tidak
ada persoalan trans atau penglihatan gaib.” Sang Ayah menjelaskan, “Jika Maya
muncul dalam penglihatan Anda, status Anda kemudian akan hancur.” Ada banyak
orang yang datang dan meminta penglihatan tentang Shiva Baba. Anda telah
menerima penjelasan tentang betapa kecilnya kunang-kunang, tetapi
setidak-tidaknya, mereka masih bisa dilihat dengan mata fisik. Jiwa bahkan lebih
kecil dari itu. Sebagaimana jiwa, demikian juga wujud Sang Jiwa Yang Maha Tinggi.
Bahkan seandainya Anda memang menerima penglihatan, Anda hanya akan melihat
titik kecil. Itu hanyalah titik kecil yang tinggal di tengah-tengah dahi. Bahkan
seandainya mereka memperoleh penglihatan tentang jiwa, mereka tidak akan
memahami apa-apa. Anda anak-anak tahu bahwa Anda adalah anak-anak Shiva Baba.
Anda semua, Brahma Kumar dan Brahma Kumari, sedang mengklaim warisan Anda dari
Shiva Baba. Inilah tujuan dan sasaran Anda. Anda adalah murid. Anda mengatakan
bahwa Anda telah datang untuk mempelajari Raja Yoga yang mudah dari Sang Ayah.
Inilah tujuan dan sasaran Anda. Anda anak-anak tidak boleh melupakannya. Di
jalan pemujaan, para pemuja terus menyimpan gambar devi-devta bersama mereka.
Oleh sebab itu, Anda juga harus menyimpan gambar Trimurti dalam saku Anda. Kita
sedang menjadi Lakshmi dan Narayana melalui Shiva Baba. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Setelah
mendonasikan sifat-sifat buruk kepada Shiva Baba, jangan pernah mengambilnya
kembali. Lindungilah diri Anda dari sifat iblis kesadaran badan. Semua sifat
iblis yang lain datang melalui sifat iblis ini. Oleh sebab itu, berlatihlah
untuk berkesadaran jiwa
2. Jangan
berkeinginan untuk mengalami trans atau memperoleh penglihatan gaib. Berupayalah
dengan selalu melihat tujuan dan sasaran Anda di hadapan Anda. Berikanlah
kebahagiaan kepada semua orang dengan mengikuti shrimat
Berkah:
Semoga Anda
menjadi karma yogi yang selalu melakukan pekerjaan konstruktif dalam pelayanan
yang Anda lakukan sambil menyadari Karavanhar (Yang Menginspirasi Perbuatan).
Transformasilah
setiap perbuatan dengan tahapan sebagai karma yogi. Anda bukan hanya seseorang
yang melakukan perbuatan, tetapi Anda adalah karma yogi. Karma berarti relasi
dan yoga berarti demi Tuhan, jadi biarlah ada keseimbangan di antara keduanya.
Sambil menjaga nafkah badan Anda, jangan lupakan nafkah bagi diri Anda sendiri,
jiwa. Apa pun perbuatan yang Anda lakukan, biarlah itu untuk pelayanan Ketuhanan.
Untuk ini, ingatlah selalu slogan tentang hanya menjadi instrumen untuk melayani
serta senantiasa sadar menjadi karanhar (yang melakukan perbuatan). Ketika Anda
tidak melupakan Karavanhar, Anda akan terus menjadi konstruktif dalam pelayanan
yang Anda lakukan.
Slogan:
Penyebab
rintangan dalam pelayanan, relasi, dan koneksi adalah sanskara lama, dan
karenanya miliki ketidaktertarikan terhadap sanskara-sanskara tersebut.
Sinyal Avyakt:
Alamilah Senantiasa Tahapan Kokoh Tak Tergoyahkan dan Konstan
Singgasana tertinggi
yang bisa diduduki adalah singgasana hati BapDada. Namun, sebelum duduk di
singgasana ini, Anda membutuhkan singgasana tahapan yang kokoh, tak tergoyahkan
dan konstan. Anda hanya bisa tetap stabil di singgasana tahapan yang konstan
ketika Anda memiliki latihan untuk tetap duduk di singgasana abadi Anda. Sama
seperti para tapaswi yang selalu duduk di suatu tempat duduk, demikian pula,
Anda harus tetap stabil di singgasana tahapan kesadaran jiwa yang konstan.
Jangan tinggalkan tempat duduk ini, dan hanya dengan demikian Anda akan menerima
singgasana hati.