21.10.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, bakarlah dosa-dosa Anda dalam api yoga dan jadilah sepenuhnya
satopradhan. Jangan melakukan perbuatan berdosa sedikit pun.
Pertanyaan:
Atas dasar
apa Anda menerima status luhur di zaman emas? Aturan apa di sini yang harus Anda
beri tahukan kepada semua orang?
Jawaban:
Status luhur
di zaman emas diterima berdasarkan kesucian Anda. Mereka yang kurang meresapkan
kesucian akan memasuki zaman emas belakangan dan menerima status rendah. Ketika
orang datang kemari, beri tahulah mereka tentang aturan ini: “Jika Anda
memberikan donasi, pertanda buruk gerhana bisa dihilangkan. Donasikanlah lima
sifat buruk, maka Anda akan menjadi 16 derajat surgawi sempurna.” Anda
masing-masing harus bertanya kepada diri sendiri, “Masih adakah sifat buruk apa
pun di dalam diri saya?”
Om Shanti.
Sang Ayah
rohani menjelaskan kepada anak-anak rohani tentang cara Anda harus menjelaskan
kepada manusia bahwa surga sekarang sedang didirikan. Surga juga ada di Bharata
5000 tahun yang lalu. Dahulu, itu adalah kerajaan Lakshmi dan Narayana. Anda
harus berpikir tentang seberapa banyak jumlah penduduk yang ada di sana pada
masa itu. Pada awal zaman emas, terdapat antara 900.000 sampai maksimal satu
juta jiwa. Pada awalnya, pohon ini kecil. Dewasa ini, pada akhir zaman besi,
pohon telah berkembang sedemikian besar; sekarang, pohon ini pasti harus
dihancurkan. Anda anak-anak mengerti bahwa inilah Perang Mahabharata. Pada masa
inilah Tuhan dari Gita mengajarkan Raja Yoga dan mendirikan dharma devi-devta.
Pada zaman peralihan, agama-agama yang tak terhitung jumlahnya berakhir dan satu
dharma didirikan. Anda anak-anak juga tahu bahwa 5000 tahun yang lalu, Bharata
adalah surga dan di sana tidak ada dharma lain. Sang Ayah datang pada zaman
peralihan untuk mendirikan dunia baru yang sedemikian rupa. Sekarang, dunia itu
sedang didirikan, sedangkan dunia lama akan dihancurkan. Di zaman emas, hanya
ada satu daratan Bharata; tidak ada negeri lain. Sekarang, ada begitu banyak
negeri. Daratan Bharata juga ada, tetapi dharma devi-devta yang asli dan abadi
tidak ada; dharma itu telah hilang. Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang
Maha Tinggi (Parampita Paramatma) sekarang sedang mendirikannya kembali melalui
Brahma. Semua agama yang lain akan berakhir. Anda harus ingat bahwa di zaman
emas dan perak, tidak ada kerajaan lain. Semua agama yang lain juga datang
belakangan. Ada begitu banyak penderitaan, ketidakdamaian, dan kekerasan. Inilah
Perang Mahabharata yang sama. Di satu pihak, ada kaum Yadawa, penghuni Eropa.
Mereka juga menciptakan peluru-peluru kendali, 5000 tahun yang lalu. Selain itu,
ada para Kurawa dan Pandawa. Sang Ayah, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, adalah
Penolong para Pandawa. Beliau memberi tahu semua orang, “Dengan tinggal di rumah
dan mengingat Saya, dosa-dosa Anda tidak akan bertambah, dan dosa-dosa masa lalu
akan terhapus.” Sekarang, Sang Ayah juga menjelaskan, “Anda, orang-orang Bharata,
yang dahulu satopradhan di zaman emas, sekarang telah menjadi tamopradhan
seiring mengalami 84 kelahiran. Sekarang, bagaimana Anda bisa menjadi
satopradhan? Hanya ketika Anda mengingat Saya, Sang Ayah, Sang Penyuci, barulah
Anda bisa menjadi satopradhan. Hanya dalam api yoga ini, dosa-dosa Anda bisa
terbakar habis, dan Anda, jiwa-jiwa, bisa menjadi satopradhan. Anda kemudian
akan menerima warisan Anda selama 21 kelahiran di surga.” Akan tetapi, dunia
lama ini harus dihancurkan. Bharata dahulu luhur di zaman emas, dan hanya
terdapat sangat sedikit manusia pada awal dunia baru. Bharata dahulu adalah
surga dan tidak ada daratan lain. Sekarang, semua agama yang lain telah begitu
banyak berkembang dan pohon telah menjadi sedemikian besar, tamopradhan, dan
mencapai tahapan lapuk total. Sekarang, pohon yang tamopradhan ini harus
dihancurkan dan pohon baru dharma devi-devta harus didirikan. Ini hanya terjadi
pada zaman peralihan. Anda sekarang berada di zaman peralihan. Bibit pohon
dharma devi-devta yang asli dan abadi sekarang sedang ditanam. Manusia yang
tidak suci sedang disucikan oleh Sang Ayah. Kemudian, mereka akan menjadi
devi-devta. Mereka yang dahulu adalah jiwa-jiwa nomor satu dan telah mengalami
84 kelahiran akan menjadi jiwa-jiwa nomor satu kembali. Terlebih dahulu, ada
peran devi-devta. Merekalah yang pertama-tama terpisah. Peran mereka harus
dimulai kembali. Di zaman emas, mereka penuh dengan semua kebajikan luhur.
Sekarang, ini adalah dunia penuh sifat buruk. Perbedaannya bagaikan siang dan
malam. Siapa yang akan mengubah dunia penuh sifat buruk ini menjadi dunia tanpa
sifat buruk? Manusia memanggil-manggil, “Wahai, Sang Penyuci, datanglah!”
Sekarang, Beliau telah datang. Sang Ayah berkata, “Saya sekarang menjadikan Anda
tanpa sifat buruk.” Perang harus terjadi demi penghancuran dunia penuh sifat
buruk ini. Orang bertanya-tanya, bagaimana mungkin bisa ada satu keyakinan saja,
sementara sekarang terdapat keyakinan yang tak terhitung jumlahnya? Siapa yang
bisa menciptakan keyakinan terhadap satu dharma, di tengah sedemikian banyaknya
keyakinan yang berbeda-beda? Sang Ayah menjelaskan, “Satu keyakinan sekarang
sedang diciptakan dan semua keyakinan yang lain akan berakhir.” Mereka yang
dahulu suci dan berasal dari dharma devi-devta yang asli dan abadi telah
mengalami 84 kelahiran dan menjadi tidak suci. Sang Ayah datang dan sekali lagi
memberikan warisan surga kepada orang-orang Bharata, yaitu Beliau mengubah iblis
menjadi devi-devta. Anda bisa menjelaskan kepada siapa pun, “Sang Ayah berkata,
‘Ingatlah Saya, maka Anda akan berubah dari tidak suci menjadi suci.’” Anda
sekarang sedang duduk di atas tungku pengetahuan. Dengan duduk di atas tungku
ini, Anda menjadi suci. Di zaman perunggu, ketika dunia berubah menjadi kerajaan
Rahwana, Anda duduk di atas tungku sifat buruk nafsu birahi, sehingga dunia
menjadi korup. Devi-devta dahulu pernah ada, 5000 tahun yang lalu, dan jumlah
manusia sangat sedikit. Sekarang, mereka benar-benar bersifat iblis. Agama-agama
lain telah berdatangan dan pohon telah menjadi sangat besar. Sang Ayah
menjelaskan, “Pohon ini telah mencapai tahapan lapuk total. Sekarang, Saya harus
mendirikan kerajaan di mana hanya terdapat satu keyakinan.” Orang-orang Bharata
mengatakan bahwa harus ada satu keyakinan terhadap satu dharma. Mereka telah
melupakan bahwa di zaman emas dahulu, hanya terdapat satu dharma. Di sini, ada
agama-agama yang tak terhitung jumlahnya. Sang Ayah telah datang dan sedang
mendirikan satu dharma sekali lagi. Anda anak-anak sekarang sedang mempelajari
Raja Yoga. Pasti hanya Tuhan yang bisa mengajarkan Raja Yoga. Tak seorang pun
mengetahui ini. Ketika seseorang datang untuk meresmikan suatu pameran, Anda
harus menjelaskan kepadanya, apa yang sedang diresmikannya: “Sang Ayah sedang
mengubah Bharata ini menjadi surga. Semua penghuni neraka akan dihancurkan.
Mereka yang ingin mengklaim warisan mereka dari Sang Ayah sebelum penghancuran
terjadi, harus datang untuk memahaminya. Ashram Brahma Kumaris merupakan kelas
karantina. Anda harus mengikuti kelas di sini selama tujuh hari, agar lima sifat
buruk bisa dihilangkan. Devi-devta tidak memiliki kelima sifat buruk ini. Anda
sekarang harus mendonasikan lima sifat buruk tersebut di sini, karena hanya
dengan demikian, pertanda gerhana bisa dihilangkan. Berikanlah donasi itu, maka
pertanda gerhana akan hilang. Anda kemudian akan menjadi 16 derajat surgawi
sempurna.” Bharata dahulu 16 derajat surgawi sempurna di zaman emas. Sekarang,
tidak ada derajat yang tersisa. Semua telah jatuh miskin. Ketika seseorang
datang untuk menghadiri acara pembukaan, beri tahulah dia, “Sistem yang berlaku
di sini adalah: Sang Ayah berkata, ‘Berikanlah donasi lima sifat buruk, maka
pertanda buruk akan dihilangkan. Anda akan menjadi devi-devta, 16 derajat
surgawi sempurna.’ Anda akan menerima status sesuai dengan kesucian Anda. Jika
derajat Anda kurang, Anda akan lahir belakangan. Bukankah mendonasikan
sifat-sifat buruk itu bagus?” Di masa lalu, ketika terjadi gerhana bulan, para
brahmana fisik sering menerima donasi. Sekarang, para brahmana itu telah menjadi
orang-orang penting. Semua brahmana yang miskin telah mulai meminta-minta.
Mereka bahkan mau menerima pakaian bekas dan sebagainya. Sesungguhnya, kaum
brahmana tidak menerima pakaian bekas; mereka diberi pakaian baru. Anda sekarang
menjelaskan bahwa Bharata dahulu 16 derajat surgawi sempurna. Sekarang, Bharata
telah bersifat zaman besi, tertutupi gerhana lima sifat buruk. Jika Anda
sekarang mendonasikan lima sifat buruk dan tetap hidup suci dalam kelahiran
terakhir ini, Anda akan menjadi master dunia baru. Di zaman emas dahulu hanya
terdapat sangat sedikit manusia. Jumlah mereka kemudian berkembang. Penghancuran
sudah di ambang pintu. Sang Ayah berkata, “Donasikanlah lima sifat buruk, maka
gerhana apa pun akan dihilangkan.” Anda sekarang harus menjadi luhur dan
mengklaim kerajaan surga dinasti surya. Anda harus melepaskan hal-hal yang korup.
Donasikanlah lima sifat buruk. Tanyalah hati Anda, sudahkah Anda menjadi penuh
dengan semua kebajikan luhur dan sepenuhnya tanpa sifat buruk? Ada cerita
tentang Narada. Bagaimana mungkin Anda bisa menikahi Lakshmi jika Anda masih
memiliki bahkan satu saja sifat buruk? Teruslah berupaya dan bakarlah campuran
ketidaksucian. Ketika orang melelehkan emas, jika dalam proses tersebut apinya
kurang panas, campuran logam tidak bisa dihilangkan. Inilah sebabnya, mereka
melelehkannya dengan api yang sangat panas. Kemudian, setelah mereka melihat
bahwa emas dan logam sudah terpisah, barulah mereka menuangnya ke dalam cetakan.
Sang Ayah sendiri berkata, “Jangan menuruti sifat buruk sama sekali.”
Berupayalah dengan kecepatan tinggi. Terlebih dahulu, berjanjilah untuk tetap
hidup suci: “Baba, Engkau telah datang untuk menyucikan saya. Saya tidak akan
pernah menuruti sifat buruk apa pun.” Jadilah berkesadaran jiwa! Sang Ayah
sedang menjelaskan kepada kita, jiwa-jiwa. Beliaulah Sang Jiwa Yang Maha Tinggi.
Anda tahu bahwa Anda tidak suci. Sanskara berada di dalam jiwa. “Saya, Ayah Anda,
sedang berbicara kepada Anda, jiwa-jiwa.” Tidak ada orang lain yang bisa berkata,
“Sayalah Ayah Anda, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Saya telah datang untuk
menyucikan Anda.” Pada awalnya, Anda satopradhan. Kemudian, Anda memasuki
tahapan sato, rajo, dan tamo. Anda telah menjadi tamopradhan. Bahkan lima unsur
alam pun pada saat ini tamopradhan. Itulah sebabnya, mereka mendatangkan
penderitaan. Segala sesuatu mengakibatkan penderitaan. Ketika semua unsur alam
satopradhan, mereka mendatangkan kebahagiaan. Itu disebut daratan kebahagiaan.
Ini disebut daratan penderitaan. Daratan kebahagiaan adalah warisan Sang Ayah
yang tak terbatas. Daratan penderitaan adalah warisan Rahwana. Semakin banyak
Anda mengikuti shrimat, semakin luhur Anda jadinya. Anda kemudian akan dikenal
luas sebagai jiwa yang melakukan upaya ini setiap siklus. Ini adalah permainan
setiap siklus. Mereka yang melakukan upaya lebih besar, mengklaim keberuntungan
kerajaan ini. Orang yang tidak berupaya dengan baik akan memasuki kelas tiga.
Tidak diketahui, di mana posisi mereka di tengah-tengah rakyat. Ayah fisik
berkata, “Kalian mencemarkan nama baikku! Keluar dari rumah ini!” Sang Ayah yang
tak terbatas juga berkata, “Anda akan ditampar sedemikian keras oleh Maya
sehingga Anda tidak akan mampu menjadi bagian dari dinasti surya dan chandra.
Anda menampar diri sendiri.” Baba berkata, “Jadilah pewaris. Jika Anda ingin
mengklaim tilak kedaulatan, ingatlah Saya dan ingatkanlah orang lain, maka Anda
akan menjadi raja-raja.” Ini berurutan. Beberapa pengacara memperoleh
penghasilan ratusan ribu rupee hanya untuk satu kasus, sedangkan yang lain
bahkan tidak memiliki cukup penghasilan untuk membeli jas. Segalanya tergantung
pada upaya. Jika Anda berupaya, Anda pasti akan mengklaim status tinggi. Entah
Anda menjadi master atau rakyat, Anda benar-benar harus berubah dari manusia
menjadi devi-devta. Di sana juga akan ada pelayan dan pembantu di antara rakyat.
Seorang pengajar bisa paham dari aktivitas murid-muridnya. Sungguh mengherankan
bahwa mereka yang datang belakangan justru mendahului mereka yang datang lebih
awal, karena hari demi hari, Anda sekarang terus menerima poin-poin yang halus.
Anda terus menanam bibit pohon. Beberapa di antara mereka yang datang lebih awal
telah meninggalkan Baba, sedangkan anak-anak yang baru terus berdatangan. Anda
terus-menerus menerima poin-poin baru. Ini dijelaskan dengan sangat bijaksana.
Baba berkata, “Saya memberitahukan hal-hal sangat mendalam yang menghibur.
Melaluinya, intelek Anda bisa langsung memiliki keyakinan. Saya akan terus
mengajar Anda selama peran ini masih harus Saya mainkan.” Ini juga sudah
ditakdirkan dalam drama. Studi Anda akan sudah selesai pada saat Anda mencapai
tahapan karmateet Anda. Anda anak-anak akan mengerti. Anda akhirnya juga
mengetahui tentang hasil ujian pada saat terakhir. Mata pelajaran nomor satu
dalam studi ini adalah kesucian. Selama Anda tidak mengingat Baba dan tidak
melakukan pelayanan, Anda tidak boleh beristirahat. Peperangan Anda adalah
melawan Maya. Sekalipun orang-orang membakar ogoh-ogoh Rahwana, mereka tidak
tahu siapa dia. Mereka merayakan Dashera dengan begitu meriah. Anda sekarang
terheran-heran, bagaimana mungkin Dewi Sita, istri Dewa Rama, bisa diculik? Rama
kemudian memimpin pasukan monyet. Apakah ini masuk akal? Mereka sama sekali
tidak memahami apa pun! Ketika mereka datang ke pameran, Anda harus terlebih
dahulu bertanya kepada mereka, “Berapa banyak jumlah penduduk di Bharata ketika
kerajaan Lakshmi dan Narayana ada?” Itu adalah persoalan 5000 tahun yang lalu.
Sekarang, ini adalah zaman besi, dan Perang Mahabharata yang sama akan terjadi
lagi. Sang Ayah datang dan mengajarkan Raja Yoga kepada Anda. Penghancuran juga
akan berlangsung. Bagaimana mungkin di sini bisa ada satu dharma dan satu
keyakinan? Dengan kata lain, bagaimana mungkin di sini bisa ada kedamaian?
Orang-orang memutar otak sedemikian rupa demi menciptakan satu keyakinan, tetapi
hingga sejauh itu, mereka juga terus bertengkar. Sang Ayah berkata, “Saya
sekarang menginspirasi mereka untuk saling bertengkar satu sama lain, sementara
Saya memberikan mentega kepada Anda.” Sang Ayah menjelaskan, “Mereka yang
bertindak, akan menerima. Beberapa anak bahkan melampaui ayah mereka. Anda akan
menjadi bahkan lebih kaya dibandingkan Saya dan menjadi master dunia. Saya tidak
menjadi master dunia. Saya melayani Anda anak-anak tanpa pamrih. Sayalah Sang
Pemberkah.” Tak seorang pun dari Anda boleh berpikir bahwa Anda memberikan lima
rupee kepada Shiva Baba, karena Anda mengambil lima kali berjuta-juta di surga,
dari Sang Ayah. Jadi, apakah ini bisa disebut “memberi”? Jika Anda mengira bahwa
Anda memberikan sesuatu kepada Shiva Baba, itu merupakan penghinaan besar
terhadap Beliau. Sang Ayah sedang menjadikan Anda sedemikian luhur. Anda
memasukkan lima rupee ke gudang harta Shiva Baba. Namun, Baba kemudian memberi
Anda lima juta. Beliau mengubah Anda dari kerang menjadi berlian. Jangan pernah
berpikir bahwa Anda telah memberi Shiva Baba sesuatu! Beliau adalah Tuhan yang
sedemikian polos! Jangan sekali-kali mengira bahwa Anda sedang memberi kepada
Baba. Tidak. Anda justru sedang mengklaim warisan Anda dari Shiva Baba untuk 21
kelahiran. Bagaimana mungkin itu bisa diterima jika Anda tidak memberikannya
dengan niat yang suci? Anda harus memiliki pemahaman tentang semua hal ini dalam
intelek Anda. Orang-orang berkata bahwa mereka berdonasi dalam nama Tuhan.
Apakah Tuhan kekurangan sesuatu? Tidak. Hanya saja, mereka yakin bahwa mereka
akan menerima imbalannya dalam kelahiran mereka berikutnya. Sang Ayah sekarang
duduk di sini dan menjelaskan kepada Anda falsafah tentang karma, karma netral,
dan karma berdosa: “Perbuatan (karma) apa pun yang dilakukan di sini adalah
karma berdosa, karena ini adalah kerajaan Rahwana. Di zaman emas, karma bersifat
netral. Saya sekarang sedang mentransfer Anda ke dunia di mana Anda tidak akan
melakukan dosa apa pun.” Apa yang akan Baba lakukan dengan semua uang Anda
sedangkan Beliau memiliki begitu banyak anak? “Saya bukan pialang saham yang tak
berpengalaman, yang mengambil hal-hal yang tidak ada gunanya bagi Saya sehingga
Saya kemudian harus memberikan imbalan untuk itu. Saya adalah Sang Pialang Saham
yang sangat pandai. Saya memberi tahu Anda: Saya tidak membutuhkan apa pun.”
Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Lakukanlah
upaya intens dan lelehkan semua campuran logam ketidaksucian dalam api yoga.
Buatlah janji yang teguh untuk tetap hidup suci.
2. Selagi mengingat
falsafah karma, karma netral, dan karma berdosa dalam intelek Anda, transferlah
segala sesuatu yang Anda miliki ke dunia baru.
Berkah:
Semoga Anda
penuh dengan segala pencapaian serta mengalami kebahagiaan, kekuatan, dan
kesuksesan dengan mengikuti Shrimat.
Anak-anak yang
menyadari diri mereka sebagai wali dan terus melangkah sesuai dengan shrimat—tanpa
sedikit pun mencampurkan kehendak pribadi atau kehendak orang lain ke dalam
shrimat—akan senantiasa mengalami kebahagiaan, kekuatan, dan kesuksesan. Ketika
Anda mampu mencapai banyak hal dengan upaya yang lebih ringan atau tanpa harus
bekerja terlalu keras, itu berarti Anda sedang mengikuti shrimat secara tepat.
Namun, Maya sering kali mencampurkan kehendak pribadi dan kehendak orang lain ke
dalam shrimat Tuhan dengan cara yang halus dan agung, sehingga membuat Anda
tidak mampu mengalami dan menikmati segala pencapaian tersebut. Oleh karena itu,
resapkanlah kekuatan untuk memilah dan mengambil keputusan, maka Anda tidak akan
tertipu.
Slogan:
Jiwa yang
menjadi anak sekaligus master adalah mereka yang menjadikan Sang Ayah—Sang
Pemberkah Keberuntungan—menjadi milik mereka melalui power tapasya.
Sinyal Avyakt:
Tumbuhkan Semangat untuk Mengangkat Jiwa Lain dan Angkatlah Juga Mereka yang
Telah Menghina serta Mencemarkan Nama Baik Anda
Bukanlah suatu
keberanian untuk membuat jiwa-jiwa yang sudah puas menjadi puas, atau memberikan
cinta kasih kepada jiwa-jiwa yang penuh cinta kasih, ataupun bekerja sama dengan
mereka yang memang kooperatif. Anda disebut berani ketika menggunakan kekuatan
kerja sama Anda untuk membuat jiwa-jiwa yang tidak kooperatif mau bekerja sama
dengan Anda. Janganlah mengabaikan mereka yang lemah hanya karena Anda
menganggap mereka lemah; sebaliknya, berikanlah mereka kekuatan dan jadikanlah
mereka kuat. Bantulah jiwa-jiwa yang lemah agar mampu melakukan lompatan tinggi.
Dengan demikian, Anda akan disebut sebagai sosok pemberani yang mengangkat jiwa
lain.