23.10.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, dalam hubungan darah, terdapat kesengsaraan. Anda harus
menanggalkannya dan memiliki cinta kasih spiritual terhadap satu sama lain.
Inilah dasar dari kebahagiaan dan kebahagiaan melampaui indrawi.
Pertanyaan:
Apa upaya
khusus yang perlu Anda lakukan untuk menjadi bagian dari rosario kemenangan?
Jawaban:
Agar bisa
menjadi bagian dari rosario kemenangan, berupayalah khusus untuk menjadi suci.
Hanya ketika Anda menjadi saniyasi sejati, yaitu hanya ketika Anda menjadi tanpa
sifat buruk, barulah Anda bisa menjadi manik dalam rosario kemenangan. Jika
masih ada rekening ikatan karma, Anda tidak bisa menjadi pewaris; Anda hanya
akan menjadi bagian dari rakyat.
Lagu:
Sang Pelita
telah menyala dalam perkumpulan laron-laron yang riang gembira.
Om Shanti.
Lihatlah,
kita sedang memuji Ayah kita. Saya, sang jiwa, pasti akan menunjukkan (mengungkapkan)
Ayah saya. Anak menunjukkan Ayah. Saya adalah jiwa, dan Anda pasti berkata,
“Kita adalah jiwa dan Ayah kita adalah Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, Sang Ayah
dari semua jiwa.” Semua orang pasti menerima ini. Tidak mungkin mereka
mengatakan bahwa Ayah kita, jiwa-jiwa, berbeda. Sang Ayah dari semua jiwa
hanyalah Yang Esa. Sekarang, karena kita adalah anak-anak-Nya, kita mengetahui
tentang peran Beliau. Kita tidak bisa mengatakan bahwa Tuhan berada di mana-mana.
Jika demikian, Tuhan pasti berada dalam diri setiap orang. Anak-anak gembira
ketika mengingat ayah mereka, karena apa pun yang dimiliki oleh ayah mereka,
diterima oleh anak-anak itu sebagai warisan. Kita sekarang adalah
pewaris-pewaris Tuhan. Jadi, apa yang Beliau miliki? Beliau adalah Sang Samudra
Kebahagiaan melampaui indrawi, Sang Samudra Pengetahuan, Sang Samudra Cinta
Kasih. Karena mengetahui hal ini, maka kita menyanyikan pujian-Nya. Orang-orang
lain tidak mungkin mengatakan ini. Mereka bisa saja mengatakannya, tetapi mereka
tidak tahu mengapa Beliau memiliki semua gelar itu. Semua orang yang lain
mengatakan bahwa Tuhan berada di mana-mana. Akan tetapi, kita adalah
anak-anak-Nya. Jadi, kita menyanyikan pujian Ayah kita yang abadi dan tak
berwujud jasmani: Beliaulah Sang Samudra Kebahagiaan melampaui indrawi, Sang
Samudra Pengetahuan, dan Gudang Harta Cinta Kasih. Akan tetapi, mungkin ada yang
bertanya, “Anda mengatakan bahwa tahapan Anda di alam jiwa melampaui kebahagiaan
dan kesengsaraan. Dari mana datangnya kebahagiaan – yaitu kebahagiaan melampaui
indrawi – dan cinta kasih di sana?” Hal-hal ini harus dipahami. Ketika Anda
berbicara tentang kebahagiaan, kebahagiaan melampaui indrawi, dan cinta kasih,
itu merupakan tahapan kebahagiaan, tetapi bagaimana mungkin ada kebahagiaan
melampaui indrawi, cinta kasih, dan pengetahuan di hunian kedamaian? Ketika Sang
Samudra Kebahagiaan datang ke dunia fisik ini, Beliau datang dan memberikan
kebahagiaan kepada kita. Namun, di sana, Anda tetap berada dalam tahapan
melampaui kebahagiaan dan kesengsaraan, karena sebagaimana telah dijelaskan
kepada Anda, itu adalah dunia yang melampaui kebahagiaan dan kesengsaraan, yang
disebut alam jiwa. Kemudian, ada dunia lain, yaitu dunia kebahagiaan, di mana
terdapat kebahagiaan dan kebahagiaan melampaui indrawi yang konstan; itu disebut
surga, sedangkan ini adalah dunia kesengsaraan, yang disebut neraka, yaitu dunia
zaman besi. Sekarang, Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita
Paramatma), yaitu Sang Samudra Kebahagiaan, datang dan mengubah dunia zaman besi
ini dan menjadikannya gudang harta kebahagiaan, kebahagiaan melampaui indrawi
dan cinta kasih, di mana semata-mata hanya terdapat kebahagiaan dan lebih banyak
lagi kebahagiaan, hanya ada cinta kasih dan lebih banyak lagi cinta kasih. Di
sana, bahkan hewan-hewan pun penuh dengan cinta kasih. Sapi dan singa minum air
bersama-sama dari sungai yang sama. Mereka begitu penuh cinta kasih terhadap
satu sama lain. Jadi, kerajaan yang didirikan oleh Tuhan ketika Beliau datang
memiliki kebahagiaan dan kebahagiaan melampaui indrawi. Akan tetapi, alam jiwa
tidak ada hubungannya dengan kebahagiaan, kebahagiaan melampaui indrawi maupun
cinta kasih. Itu adalah hunian jiwa-jiwa yang tak berwujud jasmani. Itu adalah
kehidupan setelah pensiun, yaitu tahapan nirwana bagi semua jiwa, di mana tidak
terdapat perasaan bahagia maupun sengsara. Peran kebahagiaan dan kesengsaraan
dimainkan di dunia fisik ini. Ketika surga ada di dunia ini, terdapat cinta
kasih spiritual abadi. Akan tetapi, dalam hubungan darah, terkandung
kesengsaraan. Para saniyasi juga tidak memiliki hubungan darah apa pun. Inilah
sebabnya, mereka tidak merasa sengsara tentang apa pun. Mereka berkata, “Sayalah
kebenaran, saya adalah jiwa yang hidup dan perwujudan kebahagiaan melampaui
indrawi,” karena mereka telah menanggalkan hubungan darah mereka. Di sini juga
sama; Anda tidak memiliki sedikit pun hubungan darah. Di sini, kita semua
memiliki cinta kasih spiritual yang diajarkan Tuhan kepada kita. Sang Ayah
berkata, “Anda adalah putra-putra Saya yang terkasih. Kebahagiaan, kebahagiaan
melampaui indrawi dan cinta kasih Saya menjadi milik Anda karena Anda telah
meninggalkan dunia itu dan duduk di pangkuan Saya (diadopsi). Anda telah datang
dan duduk di pangkuan Saya dalam kehidupan nyata.” Namun, hanya mereka yang
melakukan penanggalan yang akan datang ke pangkuan dan menjadi putra-putra yang
terkasih, karena merekalah yang duduk di atas gaddi setelah sang guru pergi. Ada
perbedaan siang dan malam antara anak-anak dan rakyat. Ada perbedaan bagaikan
siang dan malam antara anak-anak dan rakyat. Anak-anak menjadi pewaris dan
mengklaim warisan; demikian juga, Anda telah mengakhiri hubungan darah Anda dan
duduk di pangkuan Sang Ayah Yang Esa yang tak berwujud jasmani dan ayah alokik
yang berwujud jasmani ini. Jadi, Anda telah menjadi ahli-ahli waris. Dalam hal
ini pun, semakin banyak pengetahuan yang Anda resapkan, semakin besar
kebahagiaan melampaui indrawi yang Anda alami. Pendidikan disebut sebagai
kebahagiaan melampaui indrawi. Jadi, semakin banyak Anda mempelajari pendidikan
ini, semakin besar kebahagiaan yang akan Anda terima di kerajaan itu sebagai
rakyat. Pendidikan Ketuhanan ini merupakan kebahagiaan melampaui indrawi. Anda
menerima kebahagiaan dan kedamaian yang tertinggi melaluinya. Kedaulatan diri
penuh kebahagiaan dan kedamaian yang konstan, kokoh, dan tak tergoyahkan ini
adalah properti Tuhan yang Anda terima. Selanjutnya, hingga sejauh mana Anda
mempelajari pengetahuan ini, sesuai dengan itu Anda akan menerima warisan Sang
Ayah. Misalnya: para pencari Tuhan datang kepada Anda; mereka adalah rakyat Anda
yang terkasih. Mereka bukan anak-anak, karena mereka terus datang dan pergi.
Tidak tertutup kemungkinan bagi mereka untuk menjadi anak-anak, karena beberapa
di antara mereka berubah dari rakyat menjadi ahli waris. Ketika mereka
mempelajari pengetahuan ini dan dan melihat bahwa di sini terdapat kebahagiaan
dan kedamaian tak terbatas, serta menyadari bahwa di dunia itu hanya terdapat
kesengsaraan, maka mereka pun datang ke pangkuan Tuhan. Tidak ada orang yang
langsung menjadi anak. Sebelumnya, Anda dahulu juga datang dan pergi, kemudian
setelah mendengarkan pengetahuan ini, Anda tinggal di sini, dan dengan demikian,
Anda menjadi ahli waris. Hal yang sama juga berlaku bagi para saniyasi. Selagi
mendengarkan, ketika mereka menyadari bahwa dalam penanggalan terkandung
kedamaian dan kebahagiaan, mereka pun menanggalkan segala sesuatu. Di sini juga
sama; setelah orang mencicipi pengetahuan ini, mereka menjadi putra-putra
terkasih. Dengan demikian, mereka menerima warisan, kelahiran demi kelahiran.
Kemudian, mereka terus memasuki pohon silsilah devi-devta. Rakyat tidak terus
tinggal bersama Anda; mereka pergi ke tempat lain karena memiliki ikatan karma.
Lagu tadi berkata: “Sang Pelita telah menyala dalam perkumpulan laron-laron yang
riang gembira.” Jadi, laron-laron juga menari pada pelita, kemudian mati.
Sebagian dari mereka hanya terbang berkeliling, lalu pergi. Badan ini, yang
dimasuki oleh Baba Yang Mahakuasa, bagaikan pelita. Anda datang kemari sebagai
laron, dan setelah memahami berbagai rahasia, Anda tinggal di sini. Ribuan dan
ratusan ribu orang datang kemari dan mereka terus mendengarkan Anda. Semakin
banyak yang mereka dengar, semakin banyak berkah kebahagiaan melampaui indrawi
dan kedamaian yang akan terus mereka terima, karena ajaran-ajaran Sang Ayah Yang
Abadi ini tidak bisa hancur. Ini disebut kekayaan pengetahuan yang tak
termusnahkan; ini tidak pernah bisa hancur. Jadi, bahkan mereka yang mendengar
sedikit saja, pasti akan menjadi bagian dari rakyat. Di sana, bahkan rakyat pun
sangat bahagia. Di sana terdapat kebahagiaan melampaui indrawi dalam hati,
karena semua orang berkesadaran jiwa. Di sini, kita telah menjadi berkesadaran
badan; inilah sebabnya, kita tidak bahagia. Itu adalah surga; di sana, tidak ada
nama maupun jejak kesengsaraan. Bahkan hewan-hewan pun hidup penuh kedamaian dan
kebahagiaan; jadi, bayangkan betapa besarnya kedamaian dan cinta kasih yang akan
terdapat di antara rakyat! Sudah jelas bahwa tidak semua jiwa bisa menjadi ahli
waris. Di sini, 108 penanggal yang teguh akan menjadi manik-manik rosario
kemenangan. Pada saat ini, mereka masih belum menjadi itu; mereka masih
menjalani proses menuju ke sana. Rakyat juga sedang diciptakan pada saat yang
sama. Mereka tinggal di luar center dan juga terus mendengarkan pengetahuan ini.
Mereka beryoga selagi duduk di rumah. Selagi beryoga, mereka menjadi bagian dari
anggota di sini, dan dengan demikian, mereka berubah dari rakyat menjadi pewaris.
Meskipun mereka memang masih memiliki beberapa rekening ikatan karma dan tetap
tinggal di luar, mereka beryoga dan tetap tanpa sifat-sifat buruk. Selagi
tinggal di rumah, jika mereka mempraktikkan pola hidup tanpa sifat buruk, pasti
akan timbul pertengkaran, karena adanya orang-orang lain yang penuh sifat buruk
nafsu birahi dan amarah … Ketika Anda menaklukkan sifat buruk nafsu birahi –
musuh terbesar Anda – dan berhenti memberikan racun, terjadilah pertengkaran.
Tuhan berkata, “Anak-anak, kematian sudah di ambang pintu; seluruh dunia akan
dihancurkan.” Orang-orang berkata kepada kaum lanjut usia: “Kematian sudah di
depan mata, jadi ingatlah Tuhan.” Baba duduk di sini dan berkata, “Anak-anak,
jadilah tanpa sifat buruk! Ingatlah Tuhan!” Sama halnya ketika Anda pergi
berziarah, Anda pasti berhenti menuruti sifat buruk nafsu birahi dan amarah.
Anda tidak mungkin menuruti sifat buruk nafsu birahi dalam perziarahan.
Sepanjang jalan, para peziarah terus bernyanyi, “Kemenangan bagi Tuhan Keabadian,”
tetapi ketika pulang ke rumah, mereka kembali menenggelamkan diri dalam
sifat-sifat buruk yang sama. Anda tidak akan kembali. Anda tidak akan menjadi
penuh sifat buruk nafsu birahi atau amarah. Jika Anda menuruti sifat buruk nafsu
birahi, status Anda pun hancur. Anda tidak akan menjadi “Yang Mulia”. Mereka
yang menjadi suci dan mulia akan menjadi bagian dari rosario kemenangan. Mereka
yang gagal akan menjadi bagian dari dinasti chandra. Sang Ayah Yang Maha Tinggi,
Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita Paramatma) duduk di sini dan mengajar Anda
semua. Hanya Beliaulah Sang Samudra Pengetahuan. Beliau tidak mungkin duduk di
sana, di alam jiwa, sambil memberikan pengetahuan kepada jiwa-jiwa. Beliau
datang kemari dan menyampaikan pengetahuan kepada Anda. Beliau berkata, “Anda
adalah anak-anak Saya. Sebagaimana Saya suci, Anda pun harus menjadi suci.” Anda
kemudian akan memerintah dunia zaman emas yang penuh cinta kasih dan kebahagiaan,
yang disebut “surga”. Dunia ini sekarang berubah karena sedang beralih dari
zaman besi ke zaman emas. Kemudian, dari zaman emas, dunia akan beralih ke zaman
perak. Dari zaman perak, dunia akan beralih ke zaman perunggu, dan selanjutnya,
dari zaman perunggu, dunia akan memasuki zaman besi. Dunia terus berubah seperti
ini. Jadi, dunia ini sedang berubah. Siapa yang mengubahnya? Tuhan sendiri – dan
Anda telah menjadi anak-anak Beliau yang terkasih. Rakyat juga sedang diciptakan,
tetapi anak adalah anak dan rakyat adalah rakyat. Mereka yang melakukan
penanggalan, menjadi pewaris. Mereka pasti akan menjadi bagian dari keluarga
kerajaan. Akan tetapi, jika Anda belum mempelajari pengetahuan sebanyak itu,
Anda tidak akan menerima status. Mereka yang belajar dengan baik, akan menjadi
penguasa. Mereka yang sekadar datang dan pergi akan menjadi bagian dari rakyat.
Di samping itu, sejauh mana Anda menjadi suci, sesuai dengan itu Anda akan
menerima kebahagiaan. Mereka juga menjadi terkasih, tetapi mereka baru akan
benar-benar menjadi yang terkasih ketika mereka menjadi anak-anak. Apakah Anda
paham? Ada berbagai macam penanggal. Ada penanggal yang meninggalkan keluarga
dan rumah tangga mereka, dan ada penanggal yang tinggal dalam rumah tangga tanpa
menuruti sifat buruk nafsu birahi. Mereka duduk dan membacakan kitab suci dan
sebagainya kepada para pengikut mereka. Mereka menyampaikan pengetahuan tentang
sang jiwa. Mereka juga memiliki murid-murid, tetapi para murid itu tidak bisa
menjadi putra-putra terkasih mereka, karena mereka berumah tangga dan memiliki
anak. Jadi, mereka tidak bisa mengizinkan murid-murid itu tinggal bersama mereka.
Mereka sendiri tidak melakukan penanggalan maupun mampu membuat orang lain
melakukan penanggalan. Murid-murid itu juga tinggal bersama keluarga mereka
masing-masing; hanya saja, mereka terus datang kepada guru mereka. Dia hanya
terus menyampaikan pengetahuan kepada mereka atau memberi mereka suatu mantra;
itu saja. Mereka tidak menjadi pewaris guru tersebut; jadi, bagaimana mungkin
bisa terjadi perkembangan di antara mereka? Mereka sekadar menyampaikan
pengetahuan, meninggalkan badan, kemudian pergi. Lihat, ada rosario 108 dan ada
rosario 16.108 yang lebih besar. Itulah rosario dinasti chandra, klan kerajaan
para pangeran dan putri raja. Jadi, mereka yang tidak mampu meresapkan
pengetahuan sebanyak itu di sini dan disucikan, akan mengalami hukuman dan
menjadi bagian dari rosario dinasti chandra. Ada banyak pangeran dan putri raja.
Anda mendengarkan dan mengetahui berbagai rahasia ini pada saat ini. Semua aspek
pengetahuan ini tidak akan ada di sana. Pengetahuan ini hanya diterima pada saat
ini, di zaman peralihan, ketika agama dewa-dewi sedang didirikan. Jadi, Anda
diberi tahu, “Mereka yang tidak sepenuhnya menaklukkan organ-organ fisik mereka
akan menjadi bagian rosario klan dinasti chandra. Mereka yang menaklukkan
organ-organ fisik akan menjadi bagian dari klan dinasti surya. Di antara mereka
pun, pasti ada urutan.” Jiwa menerima badan sesuai dengan tahapannya sendiri.
Lihat! Mama mendahului semua yang lain, jadi dia menerima beasiswa; dia menjadi
pengawas. Seluruh kendi pengetahuan dipercayakan kepadanya. Saya juga memanggil
dia “Ibu”, karena saya menyerahkan seluruh badan, mental, dan kekayaan saya di
kakinya dan tidak memberikan apa pun kepada anak-anak lokik saya, karena itu
adalah hubungan darah. Di sini, Anda menjadi anak-anak abadi. Anda datang kemari
setelah menanggalkan segala sesuatu, jadi ada cinta kasih yang lebih besar bagi
Anda. Cinta kasih abadi adalah yang terkuat. Para saniyasi meninggalkan rumah
tangga mereka dan pergi jauh. Anda telah membawa segala sesuatu kemari dan
mempersembahkannya. Tuhan sendiri bertindak secara nyata dan menunjukkan kepada
Anda. Di sini, Anda bisa menerima jawaban atas pertanyaan apa pun. Tuhan sendiri
juga bisa datang dan memberitahukannya kepada Anda. Beliau adalah Sang Ahli
Sulap, dan peran keajaiban-Nya sedang dilakonkan sekarang. Anda adalah anak-anak
yang sangat manis dan menyenangkan; Sang Ayah tidak mungkin pernah membuat Anda
kesal. Seandainya Beliau bisa membuat Anda kesal, Anda pasti juga belajar untuk
menjadi marah. Di sini, semua orang memiliki cinta kasih dalam hati. Di surga,
mereka juga penuh dengan cinta kasih. Di sana, mereka senantiasa satopradhan. Di
sini, ada banyak pelayanan yang dilakukan bagi para pengunjung yang datang
kemari, karena mereka juga dihujani dengan kedamaian dan kebahagiaan. Mereka
akan menjadi rakyat yang terkasih. Kedua orang tua (Mama dan Baba) beserta
anak-anak, semuanya sibuk melayani mereka. Sekalipun Anda sedang menjadi
devi-devta, Anda tidak memiliki kesombongan tentang status itu di sini. Anda
semua menjadi pelayan yang patuh dan terus sibuk dalam pelayanan. Tuhan juga
menjadi Sang Pelayan Yang Patuh dan melayani anak-anak-Nya dan rakyat yang
terkasih. Beliau menghujani anak-anak dengan kebahagiaan melampaui indrawi.
Achcha.
Kepada anak-anak
cahaya mata yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang
telah ditemukan kembali, yang telah terpisah setiap siklus dan sekali lagi
datang kemari, kepada anak-anak yang sedemikian rupa, terimalah banyak cinta
kasih, salam, dan selamat pagi dari kedalaman hati, penuh cinta kasih, dari Sang
Ibu, Sang Ayah, BapDada. Sang Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak
rohani.
Intisari untuk
dharna:
1.
Sebagaimana BapDada tidak pernah membuat Anda anak-anak merasa kesal, demikian
juga, Anda tidak boleh membuat siapa pun merasa kesal. Hiduplah bersama satu
sama lain dengan cinta kasih dalam hati. Jangan pernah marah.
2. Agar bisa
mengklaim berkah kedamaian dan kebahagiaan melampaui indrawi, serahkanlah diri
Anda sepenuhnya kepada Sang Pelita. Klaimlah hak Ketuhanan atas kedamaian dan
kebahagiaan yang tertinggi melalui studi ini.
Berkah:
Semoga Anda
memiliki keberuntungan luhur dan mengungkapkan Sang Ayah melalui contoh teladan
nyata Anda.
Untuk memperjelas
sesuatu, banyak jenis bukti bisa diberikan. Namun, bukti yang paling luhur
adalah contoh nyata Anda. Menjadi contoh teladan nyata berarti tetap berada
dalam kesadaran tentang siapa diri Anda dan milik siapa Anda. Anak-anak yang
tetap stabil dalam wujud mereka yang sejati dan abadi menjadi instrumen untuk
mengungkapkan Sang Ayah. Ketika jiwa lain melihat keberuntungan mereka, secara
otomatis mereka mengingat Yang Esa yang menciptakan keberuntungan mereka.
Slogan:
Mereka yang
mentransformasi setiap jiwa dengan pandangan penuh belas kasih adalah jiwa-jiwa
dermawan.
Sinyal Avyakt:
Tumbuhkan Semangat untuk Mengangkat Jiwa Lain dan Angkatlah Juga Mereka yang
Telah Menghina serta Mencemarkan Nama Baik Anda
Ketika jiwa-jiwa,
karena sifat atau sanskara mereka, datang untuk menguji Anda, maka, dalam
sedetik, dengan kesadaran akan Yang Esa, gunakan sanskara luhur Anda, yaitu
sanskara dan sifat penuh belas kasih yang telah Anda serap, untuk jiwa-jiwa
tersebut. Inilah yang dimaksud dengan mengangkat mereka.