25.07.26       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, Anda telah datang kemari untuk menjadikan badan-badan di seluruh dunia, termasuk badan Anda sendiri, abadi seperti pohon kalpa. Hanya dengan mengingat Baba, badan-badan Anda bisa menjadi abadi (“badan menjadi abadi” berarti panjang umur).

Pertanyaan:
Bagaimana cara untuk berubah dari penghuni neraka menjadi penghuni surga? Bagaimana Anda anak-anak sekarang menerima donasi kehidupan?

Jawaban:
Agar bisa berubah dari penghuni neraka menjadi penghuni surga, Anda pasti harus mati. Baba berkata, “Saya telah datang untuk mendatangkan kematian bagi Anda semua. Saya akan mengakhiri semua badan serta membawa semua jiwa pulang bersama Saya. Inilah donasi kehidupan yang sejati. Perang Mahabharata, yang di dalamnya semua akan dilenyapkan, ditujukan untuk ini. Jiwa-jiwa akan menjadi suci dan pulang ke rumah, kemudian pergi ke surga.”

Lagu:
Ibu, wahai Ibu, engkaulah Pemberkah Keberuntungan bagi dunia!

Om Shanti.
Anda, anak-anak rohani yang termanis, mendengar satu baris lagu itu. Anda mendengar pujian Jagadamba (ibu dunia). Jagadamba hanya diingat di sini, di Bharata. Berhubung ada Jagadamba, pasti juga ada Jagadpita (ayah dunia). Saraswati disebut Jagadamba. Seharusnya, dia hanya memiliki satu nama. Anda juga hanya memiliki satu nama; Anda tidak memiliki dua atau tiga nama. Orang-orang menunjukkan Jagadamba sebagai sosok berbadan dalam wujud jasmani. Ada juga Jagadpita yang disebut Prajapita (Ayah Umat Manusia). Sebagaimana ada ibu bagi seluruh dunia, demikian juga, ada ayah bagi seluruh dunia. Keduanya pasti ada di sini. Anda telah diberi tahu nama-nama keduanya. Merekalah ibu dan ayah umat manusia. Sang Ayah yang lain bagi seluruh dunia adalah Shiva Baba, yaitu Sang Ayah bagi semua jiwa. Nama-Nya adalah Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, Shiva. Jangan hanya menyebutkan “Tuhan” atau “Sang Jiwa Yang Maha Tinggi”. Beliau memiliki nama dan wujud. Beliau disebut Tuhan, Sang Ayah. Ada Sang Ayah dari jiwa-jiwa dan ada ayah dari manusia berbadan. Kemudian, juga ada Mama. Shiva adalah Ayah jiwa-jiwa. Jiwa-jiwa mengatakan bahwa Beliaulah Ayah mereka. Jiwa ini menerima badan yang berwujud jasmani, maka mereka menyebutnya Brahma Baba. Jadi, ada dua ayah. Ayah yang pertama adalah Shiva Baba dan ayah yang lain adalah Prajapita Brahma. Brahma adalah anak Shiva Baba. Ada Sang Ayah yang tak berwujud jasmani dan ada ayah yang berwujud jasmani. Sang Ayah yang tak berwujud jasmani disebut Sang Penyuci. Baik Brahma maupun Saraswati tidak bisa disebut Sang Penyuci. Mereka ada berdua. Hanya Yang Esalah Sang Penyuci. Semua jiwa memanggil-manggil, “Wahai, Sang Penyuci, datanglah!” Oleh sebab itu, Anda memiliki dua ayah. Shiva Baba adalah Sang Pencipta. Beliau menciptakan dunia baru. Jadi, Beliau pasti harus menciptakan Brahma terlebih dahulu. Baik Vishnu maupun Shankar tidak bisa disebut Prajapita. Hanya Brahma yang disebut Prajapita. Shiva Baba mengadopsi Anda melalui Prajapita Brahma. Anda berkata, “Kami adalah anak-anak Shiva Baba. Shiva Baba telah memasuki badan orang ini dan mengadopsi kami.” Beliau menyucikan jiwa-jiwa. Jiwa-jiwalah yang telah menjadi tidak suci. Oleh karena itu, Anda menerima badan-badan yang tidak suci. Sebagaimana logam perak, perunggu, dan besi dicampurkan ke dalam emas, demikian juga campuran ketidaksucian tercampur dalam jiwa-jiwa. Pada awalnya, jiwa-jiwa suci, dan mereka adalah penghuni hunian kebebasan, tempat Shiva Baba juga tinggal. Di sini, ada Shiva Baba dan Prajapita Brahma; yang satu dipanggil Bap dan yang lain dipanggil Dada. Anda tahu bahwa semua manusia adalah anak-anak Shiva. Mereka yang berasal dari dinasti Shiva kemudian menjadi Brahma Kumar dan Brahma Kumari. Shiva Baba dan Dada berkombinasi. Shiva Baba hadir dalam orang ini. Beliau menjadikan kita sebagai Brahmana dan mengajarkan Raja Yoga kepada kita untuk mengubah manusia menjadi devi-devta. Devi-devta tinggal di zaman emas. Devi-devta tidak bisa disebut penyuci atau samudra pengetahuan. Mereka bahkan tidak bisa disebut Baba. Anda sekarang sedang menjadi master daratan Vishnu. Dua wujud Vishnu adalah Lakshmi dan Narayana. Orang-orang tidak mengetahui hal ini. Mereka yang melakukan pemujaan pasti memiliki dua ayah. Di zaman emas, Anda hanya memiliki satu ayah. Di sana, Anda tidak berkata, “Wahai, Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, Sang Penghapus Kesengsaraan dan Pemberkah Kebahagiaan, datanglah!” Di sana, ada kerajaan devi-devta. Mereka tidak pernah berkata, “Wahai, Tuhan, Sang Ayah, Sang Pembebas!” Di sana, tidak ada seorang pun yang tidak suci atau tidak bahagia. Jadi, mereka tidak memanggil-manggil Sang Penyuci. Anda tahu bahwa 5000 tahun yang lalu, ada kerajaan devi-devta di Bharata. Kemudian, 1250 tahun sesudahnya, ada kerajaan Rama dan Sita. Sang Ayah menjelaskan semua ini kepada Anda dengan sangat jelas. Anda mengalami 21 kelahiran di zaman emas dan perak. Di Bharatalah ada Brahmana, devi-devta, kesatria, dan sebagainya. Sang Ayah datang dan mengubah dunia tua menjadi baru; Beliau meremajakannya. Beliau menjadikan badan-badan Anda abadi. Beliau menjadikan Anda abadi. Sang Ayah datang dan membuat Anda anak-anak menjadi master daratan keabadian. Ketika Bharata dahulu merupakan daratan keabadian, itu adalah kerajaan devi-devta. Setelah menuruni tangga, Anda sekarang telah menjadi master daratan kematian. Orang-orang mengatakan, “Bharata kami.” Oleh sebab itu, orang-orang itu juga merupakan master. Anda pasti juga berkata, “Bharata kami. Dahulu, kamilah master Bharata, tetapi kami sekarang telah menjadi penghuni neraka.” Devi-devta pasti mengatakan bahwa mereka penghuni surga. Anda dahulu juga penghuni surga. Kemudian, setelah mengalami 84 kelahiran, Anda menjadi penghuni neraka. Di sinilah, di Bharata, Shiva Baba mengambil kelahiran. Malam Shiva dan hari kelahiran Shiva dikenang. Orang-orang merayakan hari kelahiran Krishna. Mereka bahkan menunjukkan waktu ketika itu terjadi. Mereka berkata bahwa Krishna lahir dari rahim ibunya pada waktu tertentu. Dia pasti mengalami kelahiran dari rahim ibunya di zaman emas. Kelahiran Krishna terjadi di zaman emas, di dunia baru. Kemudian, dia mulai mengalami kelahiran kembali. Baba tidak memberi tahu Anda tentang satu orang saja. Daratan Krishna adalah daratan Vishnu. Ketika raja-raja menurun, seluruh dinasti ikut menurun. Raja, ratu, dan rakyat, semuanya termasuk di dalamnya. Ketika kerajaan dinasti chandra dimulai, kerajaan dinasti surya sudah berlalu. Kerajaan itu ditransfer ke dinasti chandra. Kemudian, dinasti waisya menerimanya. Anda sekarang memahami bahwa Anda adalah perucut, yaitu marga Brahmana, dan di atas perucut, ada Sang Ayah. Pada awalnya, kita adalah Brahmana, kemudian kita menjadi shudra, yaitu kaki. Dari kaki, kita menjadi perucut. Pertama-tama, ada Shiva Baba, kemudian perucut. Baba menjadikan kita sebagai Brahmana. Anda sekarang berkata kepada Shiva Baba, “Baba, Baba!” Dengan demikian, Anda adalah cucu-cucu laki-laki dan perempuan. Anda tahu bahwa Anda semua adalah Brahmana, anak-anak Brahma. Kita semua adalah anak-anak dari Sang Ayah Yang Esa. Brother dan sister tidak bisa melakukan tindak kejahatan dengan menyerang satu sama lain. Ada begitu banyak anak, dan mereka semua mengatakan, “Baba,” jadi mereka semua tidak mungkin salah. Hanya Shiva yang tak berwujud jasmani dan Prajapita Brahma yang berwujud jasmani adalah Bapu (ayah) dari semua; itu saja! Anak-anak dari Sang Ayah Yang Esa adalah brother dan sister. Anda pasti harus menjadi suci. Bagaimana suami dan istri bisa menjadi suci? Inilah sebabnya, metode ini telah ditakdirkan dalam drama. Di sini, hanya ada Brahma Kumar dan Brahma Kumari. Tidak ada shudra kumar atau shudra kumari. Shudra, yaitu mereka yang berintelek merosot, adalah jiwa-jiwa yang tidak suci, karena mereka tidak mengenal Sang Ayah. Mereka berkata, “Wahai, Tuhan, Sang Ayah!” Baiklah, tahukah Anda tentang peran Beliau? Beri tahulah kami nama, wujud, daratan, dan periode waktu Beliau! Ceritakanlah kisah hidup-Nya kepada kami! Jika mereka tidak mengetahui hal ini, berarti mereka atheis. Mereka tidak mengenal Sang Pencipta maupun permulaan, pertengahan, atau akhir ciptaan. Itu adalah dunia yang tidak suci. Zaman emas adalah dunia yang suci, sedangkan zaman besi adalah dunia yang tidak suci. Pada saat ini, mereka sepenuhnya tamopradhan. Ini disebut kedalaman neraka yang ekstrem. Dalam hal ini pun ada berbagai tahapan. Neraka dimulai sejak zaman perunggu dan itu terus berkembang. Pemujaan pada awalnya satopradhan dan tak tercemar, kemudian itu juga melewati tahapan sato, rajo, dan tamo. Anda pasti pernah melihat para pemuja menuangkan minyak (ke dalam pelita), melakukan pemujaan, dan bersujud di pertigaan jalan raya. Ada begitu banyak perbedaan antara memuja Shiva Baba dengan memuja pertigaan jalan raya! Itu disebut pemujaan yang tamopradhan. Mereka bahkan memuja air. Mereka mengatakan bahwa Sungai Gangga adalah Sang Penyuci. Siapa Sang Penyuci? Bagaimana mungkin air Sungai Gangga bisa menjadi Sang Penyuci? Itu hanyalah air. Sang Ayah adalah Sang Penyuci. Hari kelahiran Shiva dirayakan di Bharata, jadi Beliau pasti datang di Bharata untuk mengubah jiwa-jiwa yang tidak suci menjadi devi-devta yang suci. Beliau memasuki badan Brahma dan mengubah manusia menjadi devi-devta. Anda datang kemari untuk berubah dari tidak suci menjadi suci. Sebagaimana Anda memiliki dua tangan, mereka juga memiliki dua tangan. Tidak mungkin ada manusia dengan empat atau delapan tangan. Mereka telah menunjukkan berbagai hiasan dan patung bertangan empat itu untuk mewakili jalan keluarga. Daratan Lakshmi dan Narayana disebut daratan Vishnu. Istilah “Vaishnawa” berasal dari nama Vishnu. Devi-devta dahulu adalah Vaishnawa. Kaum Vaishnawa Vallbhachari adalah vegetarian; mereka bukannya tanpa sifat buruk. Mereka memiliki banyak haveli besar (rumah megah, dengan halaman besar di tengah-tengahnya, tempat keluarga besar tinggal bersama-sama). Mereka tidak memahami makna dari Vaishnawa. Penghuni daratan Vishnu disebut Vaishnawa. Mereka yang suci disebut Vaishnawa. Ada kuil-kuil yang berbeda untuk Radhe dan Krishna serta untuk Lakshmi dan Narayana. Orang-orang Bharata tidak mengetahui perbedaan di antara mereka. Tak seorang pun mengetahui bahwa Radhe dan Krishna menjadi Lakshmi dan Narayana. Yang satu adalah wujud masa kanak-kanak mereka, sedangkan yang lain adalah wujud dewasa mereka. Tidak ada patung tentang masa kanak-kanak Lakshmi dan Narayana. Mereka telah menunjukkan Lakshmi dan Narayana di zaman emas, sedangkan Radhe dan Krishna di zaman perunggu. Anda sekarang mengenal Sang Ayah, Sang Pencipta, serta mengetahui permulaan, pertengahan, dan akhir ciptaan. Baba memberi tahu Anda rahasia tentang pohon dan drama. Ketika Anda melihat pohon, Anda mengerti bahwa Shankaracharya datang pada zaman besi. Dinasti saniyasi tidak mungkin ada di zaman emas. Seandainya semua adalah anak-anak Tuhan, seharusnya mereka semua menjadi penghuni surga. Akan tetapi, tidak semua orang bisa menjadi penghuni surga. Hanya devi-devta yang bisa menjadi itu. Anda sekarang telah menjadi dinasti Brahmana dan nanti Anda akan menjadi dinasti devi-devta. Anda benar-benar harus menjadi suci. Anda tahu bahwa Anda semua adalah Brahma Kumar dan Brahma Kumari, baik muda maupun tua. Keduanya berkata, “Baba, kami adalah anak-anak-Mu. Kami adalah Brahmana.” Ini adalah BapDada – Adi Dewa Brahma dan Shiva Baba. Anda tahu bahwa Anda sedang duduk di hadapan Brahma Baba dan Shiva Baba. Sang Ayah berkata, “Ingatlah Saya, maka Anda akan berubah dari tidak suci menjadi suci.” Kita sedang mengklaim warisan kita dari Shiva Baba. Shiva Baba adalah Ayah kita dan juga Sang Penyuci. Beliau juga Sang Guru kita. Sekarang, ini adalah zaman peralihan. Ini adalah pertemuan (mela) untuk berubah dari tidak suci menjadi suci. Melalui Sang Penyuci, kita menjadi suci. Pada zaman peralihan, terjadi pertemuan antara sungai-sungai dengan Sang Samudra. Ini bukan pertemuan sungai-sungai fisik. Sekarang, ini adalah pertemuan antara Sang Samudra Pengetahuan dengan Anda, jiwa-jiwa. Anda telah datang kepada Sang Samudra Pengetahuan. Anda, Sungai-sungai Gangga pengetahuan, telah muncul dari Sang Samudra Pengetahuan. Anda memandikan semua orang dalam pengetahuan dan menjadikan mereka suci serta mengajarkan yoga kepada mereka. Anda memberi mereka perkenalan tentang Sang Samudra dan membawa mereka kemari, ke pertemuan. Pada saat ini, ketika Anda menjadi Brahmana, Anda masing-masing memiliki tiga ayah: Anda memiliki ayah fisik, Prajapita, dan juga Shiva Baba. Anda memiliki dua ayah di jalan pemujaan. Di zaman emas, Anda hanya memiliki satu ayah. Hal-hal ini harus dipahami. Anda, jiwa-jiwa, sekarang berkata, “Milik saya satu-satunya hanyalah Shiva Baba, tidak ada yang lain.” Bahkan sekalipun memiliki kerabat dan sahabat, Anda berkata, “Milik saya satu-satunya hanyalah Shiva Baba.” Dengan mengingat Beliau, Anda berubah dari tidak suci menjadi suci. Sang jiwa mengenal bahwa Beliau adalah Ayah Anda, Pengajar Anda, dan Satguru Anda. Sang Ayah telah datang untuk membawa kita pulang. Beliau memasuki badan Brahma dan menjadikan kita suci. Sang Ayah telah datang untuk membawa Anda pulang. “Saya telah datang untuk mendatangkan kematian bagi Anda semua. Agar bisa berubah dari penghuni neraka menjadi penghuni surga, Anda pasti harus mati. Saya akan menghancurkan badan-badan itu dan membawa Anda jiwa-jiwa pulang ke rumah.” Sang Ayah berkata, “Saya memberi Anda donasi kehidupan. Perang Mahabharata ditujukan untuk ini. Segala sesuatu akan dihancurkan. Bagaimana lagi Saya bisa membawa semua jiwa pulang? Saya menyucikan jiwa-jiwa dan membawa mereka pulang.” Itu adalah hunian kedamaian. Ketika zaman emas tiba, zaman besi pasti dihancurkan. Perang Mahabharata sangat terkenal untuk ini. Pada zaman peralihanlah Anda berubah dari manusia menjadi devi-devta. Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Mandilah dalam samudra pengetahuan dan jadikan diri Anda suci. Selagi hidup bersama kerabat dan sahabat, biarlah intelek Anda selalu mengingat, “Milik saya satu-satunya hanyalah Shiva Baba, tidak ada yang lain.”

2. Agar bisa pergi ke daratan Vishnu, jadilah Vaishnawa sejati, yaitu jadilah suci. Matilah selagi hidup terhadap neraka, dan hubungkanlah intelek Anda ke surga dalam yoga.

Berkah:
Semoga Anda senantiasa terbebas dari rintangan dan menjadi perwujudan solusi dengan memiliki tahapan yang konstan dan stabil, cinta kasih kepada Yang Esa, dan keyakinan kepada Yang Esa.

Tetaplah senantiasa terhanyut dalam cinta kasih kepada Sang Ayah Yang Esa dan tugas Beliau, sedemikian rupa sehingga Anda tidak lagi merasakan adanya orang lain ataupun kepemilikan lain di dunia ini. Anak-anak yang memiliki cinta kasih kepada Yang Esa, keyakinan kepada Yang Esa, serta tahapan yang konstan dan stabil, akan senantiasa bebas dari rintangan dan mengalami tahapan naik. Mereka mentransformasi alasan menjadi solusi. Mereka tidak menjadi lemah dengan membuat berbagai alasan, melainkan menjadi perwujudan solusi.

Slogan:
Kebahagiaan yang didasarkan pada pujian adalah bersifat sementara.

Sinyal Avyakt: Tetaplah Berada dalam Tahapan Vulkanik dan Alamilah Ingatan yang Penuh Kekuatan

Untuk membuat tahapan Anda menjadi sekuat api, jagalah agar api ingatan Anda senantiasa menyala. Cara mudah untuk melakukannya adalah dengan senantiasa menganggap diri Anda sebagai kusir dan pengamat tanpa keterikatan. Anda, sang jiwa, adalah kusir kereta (badan) Anda. Kesadaran ini akan melepaskan Anda dari badan Anda dan segala jenis kesadaran badan. Dengan menganggap diri Anda sebagai kusir, Anda dapat mengendalikan semua indra fisik Anda. Bahkan kekuatan halus dari mental, intelek, dan sanskara Anda akan tetap patuh.