25.09.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, hanya ada satu universitas di mana semua manusia dan unsur alam
ditransformasi. Di sinilah semuanya menerima keselamatan.
Pertanyaan:
Nasihat apa
yang harus segera Anda terapkan begitu Anda memiliki keyakinan terhadap Sang
Ayah?
Jawaban:
Ketika Anda
memiliki keyakinan bahwa Sang Ayah telah datang, Anda harus langsung menerapkan
nasihat pertama yang Beliau berikan kepada Anda: 1. Lupakan segala sesuatu yang
Anda lihat dengan mata. Ikutilah petunjuk Beliau saja. Segeralah menerapkan
nasihat ini. 2. Ketika Anda menjadi milik Sang Ayah, Anda tidak boleh lagi
saling memberi dan menerima dengan jiwa-jiwa yang tidak suci. Anak-anak yang
inteleknya memiliki keyakinan tidak pernah meragukan apa pun.
Om Shanti.
Ini adalah
rumah sekaligus universitas. Ini disebut Universitas Ketuhanan Dunia karena di
sinilah manusia dari seluruh dunia menerima keselamatan. Berarti, ini adalah
universitas dunia yang sejati, sekaligus rumah. Anda sedang duduk di hadapan
Sang Ibu dan Sang Ayah, dan ini juga merupakan universitas. Sang Ayah rohani
sedang duduk di sini. Ini adalah pengetahuan spiritual yang Anda terima dari
Sang Ayah rohani. Tidak ada manusia yang mampu memberikan pengetahuan spiritual
ini, hanya Sang Ayah rohani yang bisa memberikannya. Hanya Beliaulah yang
disebut Sang Samudra Pengetahuan, dan melalui pengetahuan, Anda menerima
keselamatan. Inilah sebabnya, Sang Samudra Pengetahuan, Sang Pemberkah
Keselamatan Bagi Semua, hanyalah Sang Ayah Yang Esa. Bukan saja semua jiwa
manusia di seluruh alam semesta, tetapi segala sesuatu, bahkan lima unsur alam,
juga menjadi satopradhan melalui Sang Ayah; semuanya menerima keselamatan. Hal-hal
ini harus dipahami dengan sangat baik. Sekarang, semua jiwa akan menerima
keselamatan. Dunia lama ini, beserta semua jiwa yang tinggal di dunia, akan
berubah. Apa pun yang Anda lihat akan berubah dan menjadi baru. Ada nyanyian,
“Di sini, ada Maya yang palsu dan badan yang palsu.” Dunia ini telah menjadi
daratan kepalsuan. Bharata dahulu adalah daratan kebenaran, tetapi sekarang
telah menjadi daratan kepalsuan. Segala sesuatu yang dikatakan orang mengenai
Sang Pencipta dan ciptaan, itu palsu. Anda sekarang telah mengetahui segala
sesuatu dari Sang Ayah. Tuhan berbicara, “Tuhan hanyalah Sang Ayah Yang Esa.”
Beliau tak berwujud jasmani. Sesungguhnya, semua jiwa tak berwujud jasmani.
Mereka kemudian mengenakan wujud jasmani di sini. Di sana, tidak ada wujud.
Jiwa-jiwa tinggal di alam jiwa, dalam unsur brahm. Unsur brahm yang besar adalah
rumah kita, jiwa-jiwa. Ini adalah unsur langit, dan di bawah langit, peran-peran
dilakonkan dalam wujud jasmani. Sejarah dan geografi dunia berulang. Orang-orang
tidak memahami maknanya. Mereka berkata bahwa itu berulang, bahwa ada zaman emas,
zaman perak … kemudian apa? Zaman emas kemudian pasti datang. Hanya ada satu
zaman peralihan. Peralihan antara zaman emas dan perak, juga peralihan antara
zaman perak dan tembaga, bukanlah peralihan; itu keliru. Sang Ayah berkata,
“Saya datang pada zaman peralihan setiap siklus. Hanya ketika Anda sudah menjadi
tidak suci, barulah Anda memanggil-manggil Saya. Anda berkata, ‘Datanglah dan
sucikanlah kami!’ Anda hanya suci di zaman emas. Sekarang adalah zaman peralihan.
Ini disebut zaman peralihan yang paling penuh berkah.” Inilah peralihan, masa
pertemuan antara jiwa-jiwa dengan Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Ini juga disebut
“Kumbha” (pertemuan). Orang-orang kemudian menunjukkan pertemuan sungai-sungai.
Ada dua sungai, kemudian mereka mengatakan bahwa sungai yang ketiga tersamar.
Itu juga tidak benar. Bagaimana mungkin ada sungai yang tersamar? Bahkan para
ilmuwan pun tidak percaya bahwa ada sungai yang bisa tersamar. Mereka berkata
bahwa ada anak panah yang dilepaskan dan Sungai Gangga muncul dari situ, tetapi
semua itu keliru. Ada ungkapan: “pengetahuan, pemujaan, dan ketidaktertarikan”.
Mereka memegang teguh kata-kata ini, tanpa memahami maknanya. Pertama-tama, ada
pengetahuan – siang hari, kebahagiaan – kemudian ada pemujaan – malam hari,
kesengsaraan. Ada siang Brahma dan malam Brahma. Tidak mungkin hanya ada satu;
jumlahnya pasti banyak. Siang adalah setengah siklus, dan malam adalah setengah
siklus, kemudian terdapat ketidaktertarikan terhadap seluruh dunia lama. Sang
Ayah berkata, “Apa pun yang Anda lihat dengan mata Anda, termasuk badan Anda
sendiri, harus dilupakan melalui pengetahuan.” Anda memang harus menjalankan
bisnis Anda dan sebagainya, serta memelihara anak-anak Anda, tetapi intelek Anda
harus terhubung dalam yoga kepada Yang Esa. Anda telah mengikuti petunjuk
Rahwana selama setengah siklus. Sekarang, Anda menjadi milik Sang Ayah. Jadi,
apa pun yang Anda lakukan, lakukanlah itu berdasarkan nasihat Sang Ayah.
Sepanjang waktu itu, Anda telah memberi dan menerima dengan manusia-manusia yang
tidak suci. Apa akibatnya? Hari demi hari, Anda terus menjadi tidak suci, karena
jalan pemujaan adalah jalan menurun. Anda harus melewati tahapan satopradhan,
sato, rajo, dan tamo. Anda pasti harus menurun; tidak ada yang bisa membebaskan
Anda dari itu. Ke-84 kelahiran Lakshmi dan Narayana telah ditunjukkan. Istilah
dalam bahasa Inggris sangat bagus: “zaman emas” (golden age), zaman perak
(silver age)” … kemudian, masuklah campuran ketidaksucian. Sekarang, Anda telah
menjadi bersifat zaman besi. Dahulu, ada dunia baru, Bharata baru, di zaman emas.
Dahulu, ada kerajaan Lakshmi dan Narayana; ini hanyalah persoalan kemarin.
Orang-orang telah menuliskan dalam kitab-kitab suci bahwa itu adalah persoalan
ratusan ribu tahun. Sang Ayah sekarang berkata, “Siapa yang benar? Kitab-kitab
suci itu atau Saya?” Sang Ayah disebut sebagai Sang Pemegang Kekuasaan Dunia.
Orang-orang yang mempelajari banyak Weda dan kitab suci disebut sebagai pemegang
kekuasaan. Sang Ayah berkata, “Mereka semua adalah penguasa jalan pemujaan.
Dalam kaitannya dengan pengetahuan, pujian Saya adalah: Sang Samudra Pengetahuan.”
Kita bukan itu. Semua manusia sedang tenggelam dalam samudra pemujaan. Tak
seorang pun di zaman emas menuruti sifat buruk nafsu birahi. Di zaman besi,
manusia mengalami kesengsaraan sejak permulaan, pertengahan, hingga akhirnya.
Sang Ayah juga menjelaskan seperti ini di siklus sebelumnya. Beliau sekarang
menjelaskan kembali kepada Anda. Anda anak-anak mengerti bahwa Anda dahulu juga
mengklaim warisan Anda dari Sang Ayah yang tak terbatas. Anda sekarang sedang
belajar dan mengklaimnya sekali lagi. Hanya tersisa sangat sedikit waktu. Dunia
lama ini akan dihancurkan. Inilah sebabnya, Anda harus mengklaim warisan penuh
Anda dari Sang Ayah yang tak terbatas. Sang Ayah juga adalah Sang Pengajar dan
Sang Guru. Beliau adalah Sang Ayah Yang Maha Tinggi, sekaligus Sang Pengajar
Yang Maha Tinggi. Beliau memberikan seluruh pengetahuan tentang bagaimana
sejarah dan geografi dunia berulang. Tidak ada orang lain yang mampu
menjelaskannya. Anda anak-anak mengerti bahwa inilah Tuhan dari Gita yang sama
itu, yang pernah datang 5000 tahun yang lalu – bukan Shri Krishna. Manusia tidak
bisa disebut “Tuhan”. Tuhan melampaui kelahiran kembali. Kelahiran-Nya disebut
ilahi. “Bagaimana lagi Saya, Yang Esa, yang tak berwujud jasmani, bisa berbicara?
Saya pasti harus datang untuk menyucikan Anda dan menunjukkan jalan kepada Anda.”
Anda, jiwa-jiwa, tahu bahwa Anda abadi. Di kerajaan Rahwana, Anda semua telah
menjadi berkesadaran badan. Di zaman emas, Anda berkesadaran jiwa. Di sana pun,
tidak ada orang yang mengenal Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Pencipta, maupun
ciptaan Beliau. Seandainya mereka mengetahui bahwa mereka nantinya harus menurun
kembali, mereka tidak akan menikmati kebahagiaan kerajaan. Inilah sebabnya, Sang
Ayah berkata, “Ketika Anda ada di sana, pengetahuan ini sudah menghilang, karena
Anda telah menerima keselamatan, sehingga pengetahuan tidak diperlukan lagi.
Pengetahuan hanya diperlukan ketika Anda merosot.” Pada saat ini, semua jiwa
merosot. Semua telah hangus terbakar karena duduk di atas tungku sifat buruk
nafsu birahi. Sang Ayah berkata, “Anak-anak Saya, jiwa-jiwa yang datang dan
memainkan peran melalui badan mereka, telah menjadi tamopradhan akibat duduk di
atas tungku sifat buruk nafsu birahi.” Anda memanggil-manggil, “Kami telah
menjadi tidak suci.” Anda menjadi tidak suci melalui tungku sifat buruk nafsu
birahi. Anda bukan menjadi tidak suci melalui amarah atau keserakahan. Para
sadhu, orang suci, dan sebagainya itu suci. Devi-devta dahulu suci, dan itulah
sebabnya, manusia yang tidak suci pergi bersujud di hadapan patung-patung mereka.
Mereka bernyanyi, “Engkau tanpa sifat buruk, sedangkan kami penuh sifat buruk.”
Orang-orang mengenang dunia tanpa sifat buruk dan dunia penuh sifat buruk.
Bharata dahulu adalah dunia tanpa sifat buruk, tetapi sekarang telah menjadi
penuh sifat buruk. Seluruh dunia, termasuk Bharata, penuh dengan sifat buruk.
Lima ribu tahun yang lalu, di dunia tanpa sifat buruk, hanya terdapat satu
dharma. Di sana ada kesucian, sehingga kedamaian dan kemakmuran juga ada di sana;
ketiga-tiganya ada. Kesucian adalah yang utama. Sekarang, tidak ada kesucian,
sehingga kedamaian maupun kemakmuran juga tidak ada. Hanya Sang Ayah Yang Esalah
Sang Samudra Pengetahuan, Sang Samudra Kebahagiaan, dan Sang Samudra Cinta Kasih.
Beliau menjadikan Anda sedemikian manis dan menyenangkan, sama seperti diri-Nya.
Di kerajaan Lakshmi dan Narayana, semuanya indah; semua manusia dan hewan di
sana manis dan menyenangkan. Singa dan anak domba minum air bersama-sama di
sungai yang sama. Ini hanyalah contoh. Tidak ada apa pun di sana yang
menghasilkan sampah. Di sini, ada begitu banyak penyakit, nyamuk, dan sebagainya.
Hal-hal semacam itu tidak ada di sana. Orang-orang kaya memiliki perabotan kelas
satu, sedangkan perabotan orang miskin biasa-biasa saja. Sekarang, karena
Bharata sedemikian miskin, ada begitu banyak sampah. Di zaman emas, segalanya
begitu bersih. Di sana akan ada istana-istana emas kelas satu. Lihatlah, betapa
kelas satunya sapi-sapi di surga! Mereka menunjukkan Krishna bersama sapi-sapi
yang begitu elok. Akan ada sapi-sapi di daratan Krishna. Di sana, segalanya
kelas satu. Cobalah pikir, itu adalah surga; jadi, tidak ada apa pun yang kurang.
Di dunia lama yang kotor ini, ada begitu banyak sampah. Semua itu akan
dipersembahkan ke dalam api persembahan pengetahuan. Orang-orang terus
memproduksi berbagai macam bom. Mereka memiliki bom-bom yang langsung meledak
dan menyulut api begitu dijatuhkan. Dewasa ini, mereka memasukkan bahan-bahan
nuklir ke dalamnya sehingga bom-bom itu bisa menghancurkan segala sesuatu dengan
tak terbatas. Tidak akan ada rumah sakit yang masih berdiri sehingga orang-orang
bisa dirawat dan sebagainya. Sang Ayah berkata, “Anda anak-anak tidak akan
mengalami kesulitan apa pun.” Inilah sebabnya, orang mengingat bahwa dahulu ada
banyak bencana alam dan hujan lebat tanpa henti. Anak-anak juga telah menerima
penglihatan tentang penghancuran. Intelek Anda juga mengerti bahwa penghancuran
pasti harus terjadi. Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa mereka hanya akan
memercayainya jika mereka menerima penglihatan tentang penghancuran. Baiklah,
jika Anda tidak percaya, itu pilihan Anda sendiri. Ada beberapa orang yang
berkata bahwa mereka hanya akan percaya tentang adanya jiwa jika mereka menerima
penglihatan tentang sang jiwa. Baiklah, jiwa adalah titik. Setelah Anda
melihatnya, lalu bagaimana? Akankah Anda menerima keselamatan melaluinya?
Orang-orang mengatakan bahwa Sang Jiwa Yang Maha Tinggi adalah cahaya abadi yang
lebih terang dibandingkan seribu matahari. Akan tetapi, bukan seperti itu. Dalam
Gita, dituliskan bahwa Arjuna berkata, “Hentikan! Saya tidak mampu menanggungnya.”
Bukan seperti itu. Tidak mungkin seorang anak melihat ayahnya sendiri kemudian
berkata bahwa dia tidak mampu menanggungnya; itu mustahil. Sebagaimana jiwa,
demikian juga Sang Ayah, Parampita Paramatma (Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang
Jiwa Yang Maha Tinggi). Hanya saja, Beliau adalah Sang Samudra Pengetahuan. Anda
juga memiliki pengetahuan. Sang Ayah datang dan mengajar Anda; hanya itu. Apa
pun perasaan pemujaan yang Anda miliki dalam memuja siapa pun, Sang Ayah
memenuhi perasaan pemujaan itu. Ini juga sudah ditakdirkan dalam drama. Meskipun
demikian, tak seorang pun mampu mencapai Tuhan. Meera dahulu begitu bahagia
ketika dia memperoleh penglihatan gaib. Dia pasti juga menjadi pemuja dalam
kelahirannya yang berikutnya. Dia tidak mungkin pergi ke surga. Anda anak-anak
sekarang sedang melakukan persiapan untuk pergi ke surga. Anda tahu bahwa Anda
sedang menjadi master surga, daratan Krishna. Di sini, semua adalah master
neraka. Sejarah dan geografi pasti berulang. Anda anak-anak tahu bahwa Anda
sekarang sedang mengklaim kembali keberuntungan kerajaan Anda. Inilah kekuatan
Raja Yoga. Peperangan dengan kekuatan fisik telah berlangsung berkali-kali
selama kelahiran demi kelahiran. Melalui kekuatan yoga, Anda memperoleh tahapan
menaik. Anda tahu bahwa kedaulatan surga sedang didirikan. Mereka yang berupaya
di siklus sebelumnya pasti akan berupaya kembali. Jangan mengalami gagal jantung.
Mereka yang inteleknya memiliki keyakinan yang teguh tidak mungkin menyimpan
keraguan. Namun, pasti ada orang-orang yang inteleknya memiliki keraguan. Baba
telah memberi tahu Anda, “Ada orang-orang yang terkagum-kagum saat mendengar
pengetahuan ini, tetapi mereka kemudian lari.” Oho! Maya telah menaklukkan
mereka! Maya begitu kuat. Dia bahkan menampar anak-anak yang sangat bagus, yang
melakukan pelayanan kelas satu dan mengelola center. Ada beberapa orang yang
menulis, “Baba, saya menikah dan telah mengotori wajah saya. Saya dikalahkan
oleh pedang sifat buruk nafsu birahi. Baba, saya sekarang tidak layak lagi untuk
datang ke hadapan-Mu.” Mereka selanjutnya menulis, “Baba, bolehkah saya datang
menghadap-Mu?” Baba lalu membalas surat itu, “Berupayalah di mana pun Anda
berada. Begitu Anda jatuh, apa boleh buat. Itu tidak berarti bahwa Anda bisa
mengklaim status kerajaan.” Ada ungkapan: “Mereka yang mendaki naik, mencicipi
manisnya surga, sedangkan mereka yang jatuh, menjadi pembakar mayat.” Ketika
mereka jatuh dari lantai lima, semua tulang mereka remuk. Beberapa di antara
mereka kemudian menuliskan yang sebenarnya, sedangkan yang lain bahkan tidak
memberi tahu Baba. Contohnya adalah kisah tentang malaikat di Balairung Indra.
Ini semua adalah persoalan pengetahuan. Tidak ada manusia yang tidak suci yang
berhak untuk duduk dalam perkumpulan ini, tetapi dalam beberapa kondisi tertentu,
mereka harus diperbolehkan duduk di sini. Bagaimanapun juga, hanya jiwa-jiwa
yang tidak sucilah yang akan datang kemari. Lihatlah, betapa banyak Drupadi yang
sekarang memanggil-manggil, “Baba! Selamatkanlah kami dari dilucuti!” Pasti juga
ada peran bagi mereka yang hidup dalam ikatan. Masih ada juga orang-orang yang
penuh sifat buruk nafsu birahi dan amarah; ada begitu banyak konflik! Baba
menerima semua kabar. Sang Ayah yang tak terbatas berkata, “Anak-anak,
taklukkanlah ini! Sekarang, jadilah suci! Ingatlah Saya, maka Anda dijamin akan
menjadi master dunia.” Mereka (orang-orang yang memproduksi bom-bom) juga
menulis di surat kabar, “Seseorang menginspirasi kami untuk memproduksi semua
hal ini.” Mereka akan menghancurkan marga mereka sendiri dengan hal-hal itu.
Akan tetapi, apa yang bisa Anda lakukan jika itu sudah ditakdirkan dalam drama?
Hari demi hari, mereka semakin banyak memproduksinya. Tidak ada banyak waktu
yang tersisa. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Agar bisa
pergi ke kerajaan zaman emas yang begitu indah, jadilah sangat, sangat manis dan
menyenangkan. Anda benar-benar harus menjadi suci agar bisa meraih status
kerajaan. Kesucian adalah yang utama. Inilah sebabnya, Anda harus menaklukkan
sifat buruk nafsu birahi, musuh terbesar Anda.
2. Agar bisa
memiliki ketidaktertarikan yang tak terbatas terhadap dunia lama ini, lihatlah
tetapi jangan menghiraukan apa pun yang Anda lihat dengan mata Anda, termasuk
badan Anda sendiri. Mintalah nasihat Sang Ayah pada setiap langkah.
Berkah:
Semoga Anda
melakukan tapasya dengan tetap memiliki pengetahuan tentang seluruh pohon dalam
kesadaran Anda sebagai tapaswi dan pelayan sejati.
Di jalan pemujaan,
mereka menggambarkan seorang tapaswi melakukan tapasya sambil duduk di bawah
pohon. Hal ini juga memiliki makna. Anda, anak-anak, tinggal di antara akar-akar
pohon kalpa dunia. Dengan duduk di bawah pohon, Anda secara otomatis memiliki
pengetahuan tentang seluruh pohon dalam intelek Anda. Oleh karena itu, tetaplah
memiliki pengetahuan tentang seluruh pohon dalam kesadaran Anda dan pandanglah
pohon tersebut sebagai pengamat tanpa keterikatan. Dengan melakukan hal ini,
Anda akan memiliki intoksikasi dan kebahagiaan, serta baterai Anda juga akan
terisi. Kemudian, ketika Anda melakukan pelayanan, Anda juga akan melakukan
tapasya pada saat yang sama.
Slogan:
Penyakit apa
pun pada badan bukanlah hal yang besar, namun jangan pernah membiarkan pikiran
Anda menjadi sakit.
Sinyal Avyakt:
Sekarang Munculkan Wujud Pemberkah Anda
Anak-anak Sang
Pemberkah senantiasa penuh dengan segala jenis kemakmuran. Sanskara pemuja atau
pengemis tidak boleh pernah muncul. Jangan pernah memiliki pikiran bahwa Baba
harus membantu Anda atau memberikan berkah kepada Anda. “Baba, saya membutuhkan
kerja sama. Saya membutuhkan kekuatan.” Kata-kata “Saya ingin...” ini tidak
sesuai bagi anak-anak yang merupakan pemberkah, pemberkah keberuntungan, dan
pemberkah berkah-berkah. Anda, anak-anak Sang Pemberkah, penuh dengan semua
kekuatan. Tahapan penuh ini akan mendekatkan Anda pada tahapan kesempurnaan.