27.09.26    Avyakt Bapdada     Indonesian Murli     15.12.2011     Om Shanti     Madhuban


Teruslah Memelihara Intoksikasi Spiritual Anda dan Menjadi Maharaja Tanpa Kekhawatiran—Jadilah Komplet dan Setara dengan Membuat Upaya Intens dan Persiapan untuk Pulang ke Rumah Berdampingan Bersama Sang Ayah


Hari ini, BapDada melihat perkumpulan para maharaja yang bebas dari kekhawatiran. Perkumpulan ini hanya diadakan pada masa ini, karena semua anak telah menyerahkan kekhawatiran (fikar) mereka kepada Sang Ayah dan menerima intoksikasi (fakhur) dari Beliau. Perkumpulan ini hanya berlangsung pada saat ini. Sejak saat Anda masing-masing bangun di pagi hari dan melakukan berbagai perbuatan, Anda tetap bebas dari kekhawatiran dan melangkah layaknya seorang maharaja, bukan? Kehidupan yang bebas dari kekhawatiran ini sungguh indah! Apa saja tanda-tanda yang terlihat dari sikap bebas kekhawatiran ini? Cahaya dari jiwa yang berkilau tampak pada dahi Anda masing-masing. Bagaimana Anda menjadikan hidup Anda bebas dari kekhawatiran? Sang Ayah telah melenyapkan kekhawatiran dari kehidupan Anda semua dan memberikan intoksikasi kepada Anda. Mereka yang tidak memiliki intoksikasi dalam hidupnya—yaitu mereka yang masih memiliki kekhawatiran—tidak memancarkan cahaya pada dahi mereka. Sebaliknya, garis-garis bebanlah yang terlihat di dahi mereka. Jadi, katakanlah kepada Saya, mana yang Anda pilih? Apakah Anda lebih memilih cahaya atau beban? Sekalipun ada beban—beban berarti kekhawatiran—Anda dapat menyerahkan kekhawatiran itu kepada Sang Ayah dan menerima intoksikasi dari Beliau. Anda semua tentu menyukai kehidupan yang bebas dari kekhawatiran, bukan? Semua orang yang melihat Anda pun lebih menyukai kehidupan yang bebas dari kekhawatiran.

Jadi, hari ini, BapDada melihat cahaya yang berkilauan di dahi semua anak di mana pun mereka berada, baik yang duduk di depan sini maupun di tempat lain. Jadi, apakah Anda senantiasa bebas dari kekhawatiran atau terkadang merasa cemas? Apakah Anda memiliki kekhawatiran? Karena Sang Ayah telah menjadikan Anda penakluk unsur alam dan penakluk sifat-sifat buruk, bagaimana mungkin Anda masih memiliki kekhawatiran? Jadi, angkatlah tangan Anda jika Anda sudah menjadi sosok yang bebas dari kekhawatiran. Apakah Anda sudah menjadi seperti ini selamanya? Apakah Anda sudah menjadi seperti ini selamanya atau hanya kadang-kadang saja? Masih ada yang hanya bebas dari kekhawatiran sesekali saja. Anda tidak mengangkat tangan. BapDada tidak ingin melihat tangan untuk hal ini. BapDada ingin melihat setiap anak sebagai maharaja yang bebas dari kekhawatiran. Jika Anda terkadang merasa khawatir, maka ada cara yang sangat mudah saat muncul sedikit kekhawatiran, yaitu dengan mengubah "milik saya" (mera) menjadi "milik-Mu" (Tera). Mengubah "milik saya" yang terbatas ini—mengubah "milik saya" menjadi "milik-Mu"—adalah cara yang sangat mudah. ​​Anda berkata, "Baba saya", jadi apa sebenarnya yang menjadi "milik saya"? Dengan begitu, rasa kepemilikan yang terbatas itu sudah berakhir, bukan? Sekarang yang ada hanyalah "Baba saya". Anda semua berkata dari lubuk hati, "Baba saya, Baba yang terkasih, Baba yang manis", bukan? Jadi, apakah sulit untuk meleburkan "milik saya" ke dalam "milik-Mu"? Apa bedanya? Hanya huruf "m" (mera) dan "T" (Tumhara) : perbedaannya sangatlah kecil. Anda memiliki pemikiran "Segalanya adalah milik-Mu", jadi apa yang tersisa sebagai milik saya? Milik saya adalah Baba. BapDada melihat bahwa sebagian besar dari Anda, anak-anak telah mengubah rasa "milik saya" yang terbatas menjadi "milik-Mu", dan dengan begitu Anda telah menjadi apa? Maharaja yang bebas dari kekhawatiran! Jadi, hari ini, BapDada memandang Anda semua sebagai maharaja yang bebas dari kekhawatiran. Lihatlah, bahkan di jalan pemujaan, ketika gambar-gambar Anda dibuat, gambar-gambar itu menampilkan mahkota ganda. Pertama adalah mahkota cahaya, karena tanda jiwa yang bebas dari kekhawatiran adalah cahaya yang berkilau di dahi, dan mahkota kedua melambangkan kemenangan atas sifat-sifat buruk. Oleh karena itu, karena BapDada telah melenyapkan kekhawatiran Anda dan memberikan Anda intoksikasi spiritual, perhatikanlah Anda telah menjadi apa. Anda masing-masing telah menjadi maharaja yang bebas dari kekhawatiran. Karena Anda telah menjadi maharaja, Anda juga membutuhkan singgasana. Jadi, BapDada telah menjadikan Anda master atas tiga singgasana. Tahukah Anda apa saja ketiga singgasana itu? Salah satunya adalah singgasana di tengah dahi Anda, yang dimiliki oleh setiap orang. Singgasana kedua adalah singgasana hati BapDada, dan singgasana ketiga adalah singgasana dunia, yaitu singgasana kedaulatan. Anda semua memiliki ketiga singgasana ini, bukan? Singgasana yang paling luhur adalah singgasana hati BapDada. Oleh karena itu, periksalah apakah Anda tetap duduk di singgasana tersebut. Siapakah yang dapat duduk di singgasana hati BapDada? Mereka yang senantiasa mendudukkan BapDada di singgasana hati mereka, mereka yang senantiasa berada dalam tahapan luhur sebagai master mahakuasa. Jadi, periksalah apakah Anda selalu duduk di singgasana hati ataukah terkadang Anda terperosok ke dalam lumpur. Kesadaran badan inilah yang merupakan lumpur tersebut. Karena Anda sudah lama berada di dalam lumpur, Anda tidak terkadang kembali lagi ke dalam lumpur itu, bukan?

Jadi, BapDada saat ini memberikan isyarat mengenai waktu kepada Anda semua, anak-anak Beliau. Beliau ingin pemahaman Anda akan pelajaran tentang "tiba-tiba", menjadi sangat teguh. Itulah sebabnya Anda harus amat sangat mengutamakan ‘waktu’ di Zaman Peralihan, karena hanya dalam satu kelahiran inilah Anda harus menciptakan imbalan untuk banyak kelahiran di depan. Oleh karena itu, BapDada telah memberi isyarat agar Anda senantiasa memperhatikan dua hal di setiap saat selama Zaman Peralihan ini. Pasti Anda masih ingat kedua hal tersebut, bukan? Waktu dan pikiran. Anda semua telah memelihara keberanian untuk menyerahkan pikiran sia-sia Anda kepada BapDada di dalam mental Anda. Maka, periksalah apakah Anda terus memelihara keberanian tersebut selamanya, karena begitu Anda menunjukkan keberanian itu, Sang Ayah akan memberikan bantuan seribu kali lipat. Jadi, bagaimana menurut Anda? Apakah tekad bulat yang telah Anda sampaikan kepada Sang Ayah—bahwa Anda tidak akan lagi memiliki pikiran sia-sia selamanya—sudah benar-benar tertanam? Hal ini penting karena banyak waktu terbuang percuma akibat pikiran sia-sia, padahal sesuai dengan panggilan sang waktu saat ini, tugas Anda adalah menyampaikan pesan kepada jiwa-jiwa di seluruh dunia. Oleh karena itu, Anda harus mengakhiri semua pikiran sia-sia; hanya dengan cara itulah Anda akan mampu memberikan pengalaman kedamaian dan kebahagiaan kepada jiwa-jiwa yang sedang menderita. Melihat jiwa-jiwa yang menderita itu, BapDada merasa iba. Anda pun merasakan belas kasih saat melihat brother dan sister Anda, bukan?

BapDada melihat bahwa saat ini, setiap anak memiliki minat, telah membuat rencana, dan juga telah mewujudkannya secara nyata. Semua program yang Anda jalankan sangatlah bagus dan BapDada mengapresiasi Anda atas hal tersebut. Namun, kini, sesuai dengan panggilan sang waktu, Anda harus segera menjadikan mereka sebagai ahli waris agar mereka setidaknya dapat mengklaim hak atas sebagian warisan. Banyak dari mereka mengatakan bahwa hal ini sangat bagus. BapDada juga telah melihat hasil dari pelayanan yang Anda lakukan, dan Sang Ayah pun merasa senang dengan Anda. Anda melakukan segalanya dengan sepenuh hati, dan kini, seiring berjalannya waktu, semua orang mendengarkan Anda dengan penuh minat. Setidaknya ada perbedaan sejauh itu. Mereka menganggap semuanya sangat baik, namun kini Anda harus menjadikan mereka sosok yang baik dan memampukan mereka untuk mengklaim hak atas warisan dengan cara apa pun yang memungkinkan. BapDada sebelumnya telah memberikan isyarat mengenai hal ini: Kini, sesuai dengan waktu, Anda perlu menjadi pembuat upaya intens. Untuk menjadi pembuat upaya intens, upaya utama yang perlu Anda lakukan adalah membubuhkan titik dalam sedetik. Satu detik dan perbuatan membubuhkan titik itu harus terjadi secara serentak. Jadi, BapDada kini melihat wujud Anda sebagai maharaja yang bebas dari kekhawatiran. Anda harus senantiasa mengalami wujud ini. Ketika apa pun atau siapa pun hadir di hadapan Anda, leburkanlah kesadaran "milik saya" ke dalam "Milik-Mu".

BapDada melihat bahwa hari ini adalah hari Kamis dan banyak anak telah datang kepada BapDada. BapDada berkata: Ada dua hari dalam seminggu yang istimewa, yaitu hari Kamis dan hari Minggu. Hari Kamis adalah hari Guru; jadi, apa yang Anda terima dari Guru? Berkah! Maka, hari Kamis adalah hari istimewa untuk berkah. Rayakanlah hari Kamis dengan cara ini. Jagalah agar satu berkah istimewa senantiasa hadir dalam ingatan Anda sejak amrit vela. Ada banyak berkah, namun simpanlah satu berkah istimewa dalam intelek Anda, lalu periksalah. Pada hari berkah ini, alih-alih hanya mengulang-ulang berkah tersebut, jadilah perwujudan dari berkah itu. Jadilah perwujudan dari berkah tersebut dan teruslah memeriksa seberapa lama Anda mampu menjadi perwujudan berkah itu. Di dunia ini, hari Minggu khususnya adalah hari libur. Jadi, rayakanlah hari Minggu. Apa pun kelemahan yang Anda miliki dalam hidup—baik dalam pikiran maupun bahkan dalam mimpi—ucapkan selamat tinggal pada hal-hal tersebut. Sama seperti orang-orang memanfaatkan kedua hari ini dengan sangat baik, Anda pun harus secara khusus memegang tujuan serta kualifikasi untuk kedua hari ini; perhatikanlah bukan hanya tujuannya, melainkan juga kualifikasi. BapDada telah berjanji kepada Anda semua, anak-anak, untuk membawa Anda pulang berdampingan bersama Beliau. Jadi, persiapan apa yang harus Anda lakukan agar bisa pulang berdampingan bersama Beliau? Sang Ayah akan menjadi tanpa badan dalam sedetik. Namun, Anda telah membuat janji dan Sang Ayah juga telah berjanji bahwa Anda akan pulang berdampingan bersama-sama. Oleh karena itu, periksalah apakah Anda sudah melakukan persiapan untuk hal itu. Bubuhkan titik dalam sedetik, jadilah komplet dan sempurna, lalu berangkatlah! Sudahkah Anda melakukan persiapan seperti itu? Anda semua ingin pulang berdampingan bersama Baba, bukan? Anggukkan kepala jika Anda ingin pulang berdampingan bersama Baba. Anda ingin pulang. Achcha. Apakah Anda yakin? Meletakkan tangan Anda dalam tangan Beliau berarti menjadi setara. Jadi, periksalah, karena saat itu akan datang secara tiba-tiba. Jadi, sudahkah Anda melakukan persiapan agar bisa pulang berdampingan bersama Baba?

Sang Ayah mengasihi Anda anak-anak, dan karena itu Sang Ayah tidak ingin meninggalkan satu pun dari Anda. Kita bersama-sama dan akan tetap bersama-sama; kita akan pulang berdampingan bersama-sama dan masuk ke dalam keluarga kerajaan bersama-sama. Apakah Anda setuju dengan hal ini? Apakah Anda setuju? Apakah Anda siap? Saat ditanya apakah Anda setuju, Anda mengangkat tangan, tetapi jangan mengangkat tangan hanya untuk hal itu. Angkatlah tangan Anda jika Anda sudah melakukan persiapan! Angkatlah tangan Anda tinggi-tinggi! Achcha. Apakah Anda akan siap jika penghancuran terjadi besok? Namun, apakah Anda sudah menyelesaikan pelayanan Anda? Masih ada pelayanan yang harus dilakukan. Apakah Anda sudah menuntaskan pelayanan Anda? Apakah semua orang sudah menerima pesan tersebut? Periksalah di wilayah Anda masing-masing: apakah Anda sudah menyampaikan pesan kepada semua orang bahwa Sang Ayah telah datang dan bahwa mereka harus mengklaim warisan mereka? Anda sekarang sedang menyusun rencana untuk hal itu. BapDada telah mendengar bahwa Anda sedang merencanakan untuk menyampaikan pesan tersebut ke setiap rumah. Itu bagus. Anda harus menyampaikan pesan itu; jika tidak, Anda akan menerima keluhan. Anda telah menyusun program-programnya. Berdirilah! Anda sudah menunjukkan rencana kepada Sang Ayah, bukan? Berdirilah! (Baba menyuruh orang-orang Media berdiri.) Itu bagus. Selesaikan keluhan mereka, karena semuanya akan terjadi tiba-tiba. Jadi, berkumpullah dan wujudkan rencana ini dalam bentuk nyata. Anda bisa saling berkonsultasi dengan cepat. Jika itu membutuhkan waktu, antusiasme Anda akan sedikit berkurang. BapDada ingin keluhan di setiap rumah ini berakhir: “Sang Ayah datang dan kami bahkan tidak tahu bahwa Sang Ayah telah datang dan Beliau pergi dan kami kehilangan segalanya.” Anda semua memiliki antusiasme, bukan? Apakah Anda memiliki antusiasme? Anda harus melakukan pelayanan ini dan mengakhiri keluhan itu. Ketika Anda memiliki antusiasme, Anda juga akan menerima bantuan BapDada. Achcha.

Anda semua mengetahui apa keinginan BapDada: agar Anda menjadi setara dan sempurna. Selalu periksa hal ini: Apakah saya memenuhi harapan Sang Ayah? BapDada menganggap setiap anak sebagai bintang harapan Beliau. Setiap anak memiliki cinta kasih kepada Sang Ayah. BapDada mengetahui hal ini. Apa yang membawa Anda semua ke Madhuban? Anda semua datang dengan kereta cinta kasih atau pesawat cinta kasih. Jadi, Sang Ayah merasa senang dengan Anda, anak-anak, dalam mata pelajaran cinta kasih Anda kepada Sang Ayah. Namun, Anda juga harus menjadi komplet dalam dua hal yang diinginkan Baba: setara dan sempurna. Hal ini juga harus diwujudkan. Jadi, hari ini, BapDada memandang Anda semua di mana pun berada dengan penuh cinta kasih di hati Beliau dan menyampaikan ucapan selamat kepada setiap anak dengan cinta kasih dari hati Beliau. Achcha.

Banyak pengajar telah datang: BapDada senantiasa mengingat para pengajar dan memberikan cinta kasih kepada mereka, karena para pengajar menjadi instrumen yang memajukan setiap brother dan sister. BapDada menyebut para pengajar sebagai "gurubhai" (sosok yang setara dengan guru utama). Istilah gurubhai menyiratkan kesetaraan; sebab sebagaimana tugas Sang Ayah adalah senantiasa sibuk dalam pelayanan, demikian pula para pengajar yang layak adalah mereka yang melayani—sama seperti Sang Ayah—dan senantiasa menjadi perwujudan kesuksesan yang juga menjadikan jiwa lain sebagai perwujudan kesuksesan. BapDada senantiasa menyimpan cinta kasih yang mendalam bagi para pengajar di hati Beliau. Mengapa demikian? Seorang pengajar berarti pelayan konstan yang senantiasa membimbing jiwa lain agar setara dengan Sang Ayah, memperkenalkan Sang Ayah kepada jiwa-jiwa baru, serta menjadikan mereka berpengalaman dan layak menerima warisan dari Sang Ayah. Oleh karena itu, BapDada merasa senang terhadap para pengajar. Cinta kasih yang dimiliki para pengajar terhadap Sang Ayah di dalam hati mereka—cinta kasih itulah yang mereka tularkan dan penuhkan kepada para murid, sehingga memampukan mereka untuk mengklaim hak atas warisan. Sang Ayah menaruh harapan pada Anda para pengajar; harapan agar Anda dapat mewujudkan keinginan Sang Ayah dan mengungkapkan apa yang Beliau inginkan. Itulah sebabnya BapDada menyampaikan ucapan selamat berjuta-juta kali lipat kepada Anda masing-masing. Beliau menyampaikan ucapan selamat kepada Anda. Achcha.

Kepada para double foreigner: BapDada telah melihat bahwa Anda, para double foreigner, tidak kalah hebatnya dibandingkan jiwa-jiwa dari Bharata dalam hal pelayanan. BapDada senang melihat bagaimana Anda semua memperluas pelayanan di tempat masing-masing serta bergerak maju dengan semangat dan antusiasme atas inisiatif sendiri. Sudah menjadi sanskara para double foreigner bahwa apa pun yang mereka lakukan, mereka mengerjakannya dengan semangat dan antusiasme hingga tuntas, sembari tetap memperhatikan upaya mereka sendiri. Angkatlah tangan Anda sebagai tanda bahwa Anda semua adalah pembuat upaya intens. Apakah Anda pembuat upaya intens? Achcha. Selain itu, banyak banyak ucapan selamat yang disampaikan atas nama semua anak. Mengapa? Pembuat upaya intens berarti jiwa yang mewujudkan harapan BapDada secara nyata. Jadi, BapDada mengucapkan selamat atas upaya intens Anda. Anda adalah pembuat upaya intens, akan senantiasa demikian, dan juga akan menjadikan jiwa lain juga sebagai pembuat upaya intens. Dengan demikian, semua wilayah di luar negeri akan masuk dalam daftar pembuat upaya intens. Anda sudah memiliki daftar ini sampai taraf tertentu, namun Anda masih perlu terus menunjukkannya. Bagaimanapun, BapDada mengucapkan selamat atas upaya Anda. Anda memberikan perhatian pada Murli. BapDada menyukai fakta bahwa Anda mengasihi Murli. Anda juga mengasihi Madhuban. Anda mengasihi Murli, mengasihi keluarga, dan juga mengasihi "Baba saya!" Kini Anda juga memberikan perhatian yang baik untuk melakukan upaya halus. BapDada melihat bahwa anak Janak juga telah memberikan banyak perhatian kepada negara-negara luar negeri. Meskipun dia tinggal di sini, setiap kelasnya pertama-tama ditujukan untuk luar negeri. Jadi, Anda menerima pemeliharaan yang sangat baik. Ini juga merupakan keberuntungan Anda. Anda adalah sosok yang paling beruntung sekaligus paling manis. Achcha.

Kepada mereka yang datang untuk pertama kalinya: Jumlah Anda sangat banyak. Anda boleh melambaikan tangan. Anda semua telah tiba di rumah Anda sendiri, Madhuban. BapDada mengucapkan selamat kepada Anda masing-masing atas hal ini, karena Anda telah sampai di sini sebelum masa akhir tiba. Anda memiliki kesempatan untuk datang paling akhir namun melaju paling cepat. BapDada senang melihat Anda. Selamat datang. Jadi sekarang, lakukanlah upaya intens, majulah di depan, dan miliki tekad yang kuat untuk mendahului yang lain. Tekad adalah kunci kesuksesan. BapDada memberikan hadiah istimewa berupa kunci tekad kepada Anda semua yang telah datang ke sini hari ini. Jangan biarkan tekad Anda melemah. Tekad akan memampukan Anda untuk terus maju dengan mudah dan konsisten. BapDada merasa senang. Selamat datang! Anda telah datang untuk mengklaim warisan Anda. Selamat, selamat, selamat untuk hal ini. Achcha.

BapDada menyampaikan cinta kasih dari hati Beliau serta pikiran luhur kepada Anda semua, para Brahmana di mana pun berada, agar Anda terus melangkah maju. Sang Ayah melihat Anda masing-masing dan melebur Anda dalam hati Beliau saat melihat Anda. Mereka yang duduk di dekat Beliau melihat BapDada tepat di hadapan mereka, sementara yang lainnya melihat Sang Ayah di hadapan mereka melalui fasilitas. Di mana pun Anda duduk, BapDada melihat Anda seolah-olah Anda berada tepat di hadapan Beliau dan memberikan cinta kasih dari lubuk hati Beliau kepada Anda masing-masing. Teruslah melangkah maju. Lakukan upaya intens dan teruslah melaju mendahului yang lain. Achcha. Kepada Anda semua yang duduk di hadapan BapDada: cinta kasih, ingatan, dan ucapan selamat karena terus melangkah maju dengan konstan. Selamat! Selamat! Achcha!

Berkah:
Semoga Anda menjadi sosok teladan yang layak yang memberikan penglihatan, dan membuktikan hal itu dengan mempraktikkan seluruh ajaran.

Anak-anak yang tidak hanya menyimpan ajaran-ajaran itu di dalam intelek mereka sekadar sebagai teori, tetapi juga menerapkan ke dalam perbuatan, akan tetap stabil dalam tahapan perwujudan dari pengetahuan ini, perwujudan cinta kasih, dan perwujudan kebahagiaan. Mereka yang menerapkan setiap poin pengetahuan ini ke dalam perbuatan, akan mampu senantiasa stabil dalam wujud titik. Memikirkan atau membicarakan tentang sebuah titik itu mudah, namun menjadi wujud titik itu sendiri dan memberikan pengalaman tersebut kepada jiwa-jiwa lain adalah cara untuk membuktikannya. Inilah makna menjadi sosok yang layak yang memberikan penglihatan.

Slogen:
Tingkatkan kekuatan konsentrasi Anda, maka pengembaraan mental dan intelek Anda akan berhenti.

Sinyal Avyakt: Sekarang Munculkan Wujud Pemberkah Anda Ketika jiwa yang lemah datang ke hadapan Anda, berikanlah kekuatan kepada jiwa tersebut. Berikanlah kepada jiwa itu warisan berupa semua kekuatan yang telah Anda terima. Jadilah pemberkah dan bagikanlah harta Sang Ayah kepada semua jiwa. Gunakanlah kekuatan Anda sendiri untuk memberikan donasi kehidupan kepada jiwa-jiwa yang dahaga dan putus asa. Jadilah pemberkah dan, melalui berkah tersebut, bawalah mereka ke dalam relasi yang erat dengan Sang Ayah. Dengan mengaktifkan sanskara Anda sebagai pemberkah di sini, Anda akan mampu mengisi diri Anda dengan sanskara status kerajaan—yaitu sebagai pemberkah—untuk 21 kelahiran di masa depan.