28.08.25       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, Anda sekarang telah didengar. Akhirnya, tibalah hari ini, yaitu zaman peralihan yang terluhur, masa ketika Anda menjadi manusia terluhur.

Pertanyaan:
Apa aktivitas korup, yang berhubungan dengan kemenangan dan kekalahan, yang menjadikan manusia tidak bahagia?

Jawaban:
Judi. Banyak orang memiliki kebiasaan berjudi. Kegiatan ini korup, karena ketika seseorang kalah, ada kesengsaraan, dan ketika dia menang, ada kebahagiaan. Sang Ayah telah memberi Anda anak-anak perintah: “Anak-anak, lakukanlah perbuatan ilahi. Jangan melakukan perbuatan yang menyia-nyiakan waktu Anda. Teruslah berupaya untuk mengklaim kemenangan tanpa batas.”

Lagu:
Akhirnya, tibalah hari yang telah kita nanti-nantikan.

Om Shanti.
Om Shanti ganda. Anda anak-anak harus mengucapkan: “Om Shanti,” dan di sini, ada “Om Shanti” ganda. Sang Jiwa Yang Maha Tinggi mengucapkan “Om Shanti”, bersama Dada ini pun mengucapkan “Om Shanti.” Anda anak-anak juga mengucapkannya. Anda anak-anak juga mengatakan: “Kita, jiwa-jiwa, adalah perwujudan kedamaian. Kita adalah penghuni hunian kedamaian. Kita telah datang ke dunia fisik ini untuk memainkan peran kita.” Jiwa-jiwa telah melupakan hal-hal ini. Akhirnya, hari ketika Anda didengar benar-benar telah tiba. Apa yang telah didengar? Anda mengatakan: “Baba, hapuslah kesengsaraan kami dan berilah kami kebahagiaan!” Semua manusia menyukai kedamaian dan kebahagiaan. Sang Ayah adalah Tuhan Bagi Yang Miskin. Pada saat ini, Bharata benar-benar miskin. Anda anak-anak tahu bahwa Anda dahulu sangat kaya. Hanya Anda anak-anak Brahmana yang mengetahui ini. Semua yang lainnya berada di hutan. Anda anak-anak memiliki keyakinan, secara berurutan, sesuai dengan upaya yang Anda buat. Anda tahu bahwa Yang Esa adalah Shri Shri dan bahwa petunjuk Beliau adalah petunjuk yang paling luhur. Ini adalah sabda Tuhan. Orang-orang merapal nama “Rama, Rama,” dengan sedemikian rupa sehingga terdengar bagai permainan harmonium. Akan tetapi, Rama adalah raja zaman perak. Dia begitu banyak dipuji, walaupun hanya memiliki 14 derajat; dua derajat kurang. Tentang Rama, juga dinyanyikan: “Sebagaimana Raja Rama, demikianlah rakyat dari Rama.” Anda adalah orang-orang yang menjadi kaya. Lakshmi dan Narayana akan menjadi lebih kaya raya daripada Rama. Seorang raja disebut sebagai pemberkah (penyedia) makanan. Sang Ayah juga adalah Sang Pemberkah; Beliau memberi Anda segalanya. Beliau membuat Anda anak-anak menjadi master dunia. Tidak ada apa pun yang kurang di sana sehingga Anda harus melakukan dosa. Dosa tidak pernah disebutkan di sana. Selama setengah siklus, itu adalah kerajaan ilahi dan untuk setengah siklus sisanya, itu adalah kerajaan iblis. Iblis adalah mereka yang berkesadaran badan dan memiliki sifat-sifat buruk. Anda sekarang telah datang kepada Sang Tukang Perahu dan Master Kebun. Anda tahu bahwa Anda sedang duduk secara langsung di hadapan Beliau. Anda anak-anak bahkan melupakan ini sementara duduk di sini. Anda harus mendengarkan apa yang Tuhan sabdakan. Pertama-tama, Beliau memberi Anda shrimat untuk membuat Anda menjadi jiwa-jiwa terluhur. Oleh karena itu, Anda harus mengikuti petunjuk-Nya. Petunjuk pertama dan yang utama yang Beliau berikan adalah: “Jadilah sadar jiwa.” Baba sedang mengajar kita, jiwa-jiwa. Ingatlah ini dengan sangat teguh. Jika Anda mengingat kata-kata ini, perahu Anda bisa menyeberang. Anda anak-anak telah menerima penjelasan bahwa hanya Andalah yang mengalami 84 kelahiran, bahwa hanya Andalah yang menjadi satopradhan dari tamopradhan. Dunia ini tidak suci dan tidak bahagia. Surga disebut daratan kebahagiaan. Anda anak-anak tahu bahwa Shiva Baba, Tuhan, sedang mengajar kita; kita adalah murid-murid Beliau. Beliau adalah Sang Ayah dan juga Sang Pengajar. Oleh karena itu, Anda harus belajar dengan baik. Aktivitas ilahi juga diperlukan. Jangan melakukan perbuatan yang korup. Judi termasuk dalam perbuatan korup. Itu juga menyebabkan kesengsaraan. Ketika seseorang kalah, dia mengalami penderitaan dan ketika menang, dia menjadi bahagia. Anda anak-anak sekarang telah sepenuhnya dikalahkan oleh Maya. Ini adalah sandiwara tak terbatas tentang kemenangan dan kekalahan. Anda telah sepenuhnya dikalahkan oleh Rahwana, lima sifat buruk, dan Anda sekarang harus menaklukkannya. Anda dahulu dikalahkan oleh Maya. Anda anak-anak sekarang akan mengklaim kemenangan atas Maya. Anda sekarang harus berhenti berjudi, dll. Anda sekarang harus memberi perhatian penuh untuk mengklaim kemenangan yang tak terbatas. Jangan melakukan aktivitas semacam itu. Jangan menyia-nyiakan waktu Anda. Buatlah upaya untuk mengklaim kemenangan yang tak terbatas. Yang Esa yang menginspirasi Anda untuk melakukan ini adalah Sang Ayah yang kuat. Beliau adalah Yang Mahakuasa. Juga telah dijelaskan bahwa bukan Sang Ayah saja yang mahakuasa. Rahwana juga mahakuasa. Selama setengah siklus, ada kerajaan Rama dan selama setengah siklus lainnya ada kerajaan Rahwana. Anda sekarang sedang menaklukkan Rahwana. Anda sekarang harus menanggalkan segalanya yang terbatas dan menjadi sibuk dalam yang tak terbatas. Sang Tukang Perahu telah datang. Akhirnya, hari itu telah tiba. Panggilan Anda telah didengar oleh Sang Ayah Yang Maha Tinggi. Sang Ayah berkata: “Anak-anak, Anda telah tersandung-sandung begitu banyak selama setengah siklus; Anda telah menjadi tidak suci. Bharata yang suci dahulu adalah Shivalaya.” Anda dahulu tinggal di Shivalaya dan Anda sekarang berada di rumah bordil. Anda memuja mereka yang dahulu tinggal di Shivalaya. Di sini, ada banyak sekali kekacauan akibat agama yang tak terhitung jumlahnya. Sang Ayah berkata: “Saya menghancurkan semuanya. Semua harus dihancurkan.” Tidak ada satu pun pendiri agama lain yang menghancurkan sesuatu. Mereka bahkan bukan guru; mereka tidak bisa memberikan keselamatan. Hanya melalui pengetahuan inilah bisa ada keselamatan. Sang Pemberkah Keselamatan bagi semua jiwa dan Sang Samudra Pengetahuan hanyalah Sang Ayah Yang Esa. Catatlah kata-kata ini dengan sangat hati-hati. Ada banyak yang mendengarkan segalanya di sini, tetapi begitu mereka pergi ke luar sana, mereka meninggalkan segalanya di sini. Mereka hanya seperti bayi di dalam penjara rahim yang berkata: “Saya tidak akan melakukan dosa lagi.” Akan tetapi, begitu lahir, dia meninggalkan janji yang telah dibuatnya. Begitu seorang anak tumbuh dewasa, dia mulai melakukan dosa. Dia menggunakan pedang sifat buruk nafsu birahi. Di zaman emas, rahim pun bagaikan istana. Oleh karena itu, Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan: “Akhirnya, hari itu telah tiba.” Hari yang mana? Zaman peralihan yang paling penuh berkah, yang tak diketahui seorang pun. Anda anak-anak merasa bahwa Anda sedang menjadi manusia yang paling luhur. Kita adalah manusia yang tertinggi ketika ada agama yang paling luhur. Bahkan perbuatan kita dahulu adalah yang paling luhur. Tidak ada kerajaan Rahwana di sana. Akhirnya, harinya tiba ketika Sang Ayah datang dan mengajar kita. Beliau adalah Sang Penyuci. Oleh karena itu, Anda harus mengikuti shrimat dari Sang Ayah yang demikian. Sekarang adalah akhir dari zaman besi. Hanya diperlukan sedikit waktu untuk menjadi suci. Usia pensiun ditentukan setelah umur 60 tahun, sehingga begitu seseorang mencapai usia 60 tahun, dia memerlukan tongkat. Lihatlah orang-orang dewasa ini! Bahkan sesudah berusia 80 tahun, mereka tidak mau melepaskan sifat buruk nafsu birahi! Sang Ayah berkata: “Saya memasuki badan orang ini pada tahapan pensiunnya dan menjelaskan kepadanya. Jiwa-jiwalah yang menjadi suci dan pergi menyeberang. Jiwa-jiwalah yang terbang. Sayap jiwa-jiwa sekarang patah, jadi mereka tidak bisa terbang. Rahwana telah mematahkan sayap-sayap itu; mereka telah menjadi tidak suci. Tak satu pun jiwa bisa pulang ke rumah.” Pertama-tama, Sang Ayah Yang Maha Tinggi pulang. Ada istilah: “iring-iringan pernikahan Shiva”. Tidak ada iring-iringan pernikahan Shankar. Kita semua, anak-anak, mengikuti Sang Ayah. Baba telah datang untuk membawa kita pulang. Beliau tidak akan membawa kita pulang bersama dengan badan kita. Semua jiwa tidak suci; mereka tidak bisa pulang ke rumah sebelum menjadi suci. Ketika ada kesucian, juga ada kedamaian dan kemakmuran. Hanya Anda, yang berasal dari agama devi-devta yang asli dan abadi, ada di sana. Karena sekarang ada jiwa-jiwa dari semua agama lain, agama devi-devta (deityism) tidak ada lagi. Ini disebut pohon kalpa. Pohon ini dibandingkan dengan pohon beringin. Sebagaimana pohon itu tidak memiliki batang tetapi semua bagian yang lain masih berdiri, demikian pula, fondasi agama devi-devta sudah tidak ada lagi, tetapi semua yang lainnya masih ada. Itu pasti pernah ada tetapi sekarang telah sirna. Hal ini kemudian berulang. Sang Ayah berkata: “Saya telah datang sekali lagi untuk mendirikan satu agama dan menghancurkan semua agama yang lain. Jika tidak, bagaimana siklus dunia bisa berputar?” Ada istilah: “Sejarah dan geografi dunia berulang”. Sekarang adalah dunia lama, dan dunia baru harus berulang. Dunia tua ini akan berubah dan dunia baru akan didirikan. Bharata inilah yang menjadi baru dan tua. Dikatakan bahwa Paristhan (daratan malaikat) dahulu ada di tepian Sungai Jamuna. Baba berkata: “Dengan duduk di atas tungku sifat buruk nafsu birahi, Anda telah menjadi penghuni kuburan. Anda sekarang sedang dijadikan penghuni Paristhan.” Shri Krishna disebut sebagai ‘yang jelek dan rupawan’. Mengapa? Ini tidak dipahami oleh siapa pun. Nama mereka, ‘Radhe’ dan ‘Krishna’, sangat bagus. Mereka adalah pangeran dan putri raja dunia baru. Sang Ayah berkata: “Karena semua orang duduk di atas tungku nafsu birahi, dunia telah menjadi bersifat zaman besi.” Telah diingat bahwa anak-anak sang samudra terbakar dalam tungku api nafsu birahi. Sang Ayah sekarang menghujani Anda semua dengan pengetahuan, kemudian Anda akan pergi ke zaman emas. Sekarang adalah zaman peralihan. Anda sedang menerima donasi permata-permata pengetahuan yang tak termusnahkan. Melaluinya, Anda menjadi kaya. Masing-masing dari permata-permata ini bernilai ratusan ribu rupee. Orang-orang percaya bahwa ayat-ayat kitab suci bernilai ratusan ribu rupee. Anda anak-anak sedang menjadi multi-jutawan melalui studi ini. Ini adalah sumber pendapatan Anda. Anda meresapkan permata-permata pengetahuan ini dan mengisi celemek Anda. Orang-orang itu kemudian mengatakan kepada Shankar: “O, dewa agung (Mahadev), isilah celemek kami!” Mereka telah menuduh Shankar melakukan banyak hal. Brahma dan Vishnu memainkan peran di sini. Anda tahu bahwa ada 84 kelahiran untuk Vishnu dan juga ada 84 kelahiran untuk Lakshmi dan Narayana. Anda juga mengatakan ini untuk Brahma. Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan apa yang benar dan apa yang salah dan juga apa peran yang dimainkan oleh Brahma dan Vishnu. Anda dahulu adalah devi-devta. Anda mengelilingi siklus dan telah menjadi Brahmana. Anda sekarang akan menjadi devi-devta lagi. Seluruh peran dimainkan di sini. Anda melihat permainan dan hal-hal yang menyenangkan di surga. Surga tidak ada di sini sekarang. Meera dahulu menari, tetapi semua itu disebut penglihatan gaib. Ada banyak sekali hormat untuk Meera. Dia mendapatkan penglihatan gaib di mana dia menari dengan Krishna. Lalu apa? Dia tidak pergi ke surga, bukan? Hanya pada zaman peralihan, mukti (kebebasan) dan keselamatan bisa diterima. Anda sekarang memahami zaman peralihan yang paling penuh berkah ini. Kita sekarang sedang menjadi devi-devta dari manusia melalui Baba. Anda juga perlu memiliki pengetahuan tentang sosok Vishnu yang terdiri dari empat bagian yang menggambarkan kasta-kasta. Mereka menyimpan gambar-gambar itu, tetapi tidak memahami apa pun. Nama-nama Akasur, Bakasur (nama-nama iblis yang disebutkan dalam kitab suci) adalah milik zaman peralihan. Juga ada nama Bhasmasur (iblis yang membakar dirinya sendiri hingga mati). Dia terbakar dengan duduk di atas tungku nafsu birahi. Sang Ayah berkata: “Saya sekarang memampukan semua orang untuk duduk di atas tungku pengetahuan sekali lagi dan Saya kemudian membawa mereka pulang ke rumah.” Semua jiwa adalah brother. Mereka berkata: “Orang Hindu dan Tionghoa bersaudara, orang Hindu dan Muslim bersaudara,” tetapi bahkan para saudara sekarang berkelahi di antara mereka sendiri. Sang jiwalah yang melakukan perbuatan. Sang jiwa berkelahi melalui badan. Dosa-dosa dikumpulkan oleh sang jiwa, dan inilah sebabnya ada istilah: “jiwa berdosa”. Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan dengan begitu banyak kasih. Keduanya, Shiva Baba dan Brahma Baba, memiliki hak untuk mengucapkan, “Anak-anak.” Sang Ayah, melalui Dada, berkata: “O, anak-anak. Anda mengerti bahwa Anda jiwa-jiwa datang ke sini dan memainkan peran Anda dan bahwa Sang Ayah datang pada saat akhir untuk menyucikan semua jiwa dan membawa mereka pulang bersama Beliau.” Hanya Sang Ayahlah yang datang dan memberikan pengetahuan. Beliau harus datang ke sini. Orang-orang juga merayakan hari kelahiran Shiva. Setelah kelahiran Shiva, ada kelahiran Krishna. Shri Krishna kemudian menjadi Shri Narayana. Sekarang, pada saat akhir, setelah mengelilingi siklus, dia telah menjadi jelek (tidak suci). Sang Ayah datang kembali dan menjadikannya rupawan. Anda anak-anak Brahma sekarang sedang menjadi devi-devta. Kemudian, Anda akan menuruni anak tangga. Perhitungan 84 kelahiran ini tidak ada dalam intelek orang lain. Hanya Sang Ayah yang bisa menjelaskan kepada Anda anak-anak. Anda mendengar dalam lagu: “Akhirnya, para pemuja telah didengar.” Mereka memanggil-manggil, “O, Tuhan, datanglah dan berikanlah kami buah atas pemujaan kami.” Pemujaan tidak memberi Anda buah apa pun. Tuhanlah yang memberikan buah. Beliau membuat para pemuja menjadi devi-devta. Anda telah melakukan banyak pemujaan. Anda adalah orang-orang yang pertama memuja Shiva. Anda bisa merasakan bahwa mereka yang memahami aspek-aspek ini dengan sangat baik adalah milik marga Anda. Jika ini tidak bisa dipahami oleh seseorang, Anda bisa mengerti bahwa orang itu datang belakangan dan belum melakukan banyak pemujaan. Dia juga tidak akan datang ke sini lebih awal. Inilah perhitungannya. Mereka yang telah melakukan banyak pemujaan akan menerima banyak buah; sedikit pemujaan, sedikit buah. Mereka tidak bisa mengalami buah surga yang penuh karena mereka tidak memuja Shiva dari awal. Intelek Anda sekarang bekerja. Baba terus menjelaskan berbagai metode kepada Anda. Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan, dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Isilah celemek Anda dengan permata pengetahuan yang tak termusnahkan. Setiap permata bernilai berjuta-juta. Biarlah intelek Anda meresapkan pengetahuan ini, kemudian donasikanlah itu kepada orang lain.

2. Ikutilah petunjuk luhur Shri Shri sepenuhnya. Untuk menjadikan diri Anda satopradhan, berupayalah semaksimal mungkin untuk menjadi sadar jiwa.

Berkah:
Semoga Anda memiliki niat suci dan harapan luhur bagi semua jiwa serta menjadi angsa suci yang memiliki intelek angsa.

Memiliki intelek angsa berarti senantiasa memiliki pikiran suci serta luhur bagi semua jiwa. Pertama-tama, pilahlah hasrat setiap jiwa lalu pahamilah dengan baik. Jangan biarkan intelek Anda memiliki niat yang tidak suci maupun biasa terhadap jiwa mana pun. Mereka yang senantiasa memiliki niat suci dan harapan suci adalah angsa suci. Saat mereka melihat atau mendengar hal yang tidak baik dari jiwa mana pun, mereka akan mentransformasi ketidakbaikan itu dengan sikap mental kebajikan mereka. Pandangan mereka bagi setiap jiwa akan senantiasa luhur, suci, dan penuh cinta kasih.

Slogan:
Jadilah Sungai Gangga cinta kasih yang sebegitu rupa, sehingga Sang Ayah, Sang Samudra Cinta Kasih, tertampak melalui diri Anda.

Sinyal Avyakt: Untuk menjadi yogi luwes (sahaj yogi), jadilah berpengalaman dalam cinta kasih Tuhan.

Ada jiwa-jiwa pemuja yang ingin menjadi terlebur dalam cinta kasih Tuhan, dan yang lain ingin meleburkan diri dalam cahaya. Berikanlah dalam satu detik, kepada jiwa-jiwa seperti itu, pengenalan terhadap Sang Ayah, pujian Sang Ayah, dan beragam pencapaian yang Anda terima dari Beliau. Lalu, biarlah jiwa-jiwa tersebut mengalami tahapan terhanyut dalam cinta kasih Tuhan itu. Ketika Anda tetap hanyut dalam cinta kasih ilahi, Anda akan dengan mudah mampu memahami rahasia menjadi terlebur.