29.01.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, ingatlah Sang Ayah yang manis, maka Anda akan menjadi devi-devta
yang satopradhan. Segalanya tergantung pada perziarahan ingatan.
Pertanyaan:
Sebagaimana
Anda anak-anak merasakan tarikan dari Sang Ayah, dari anak-anak yang manakah
semua jiwa juga merasakan tarikan dengan cara yang sama?
Jawaban:
Dari mereka
yang telah menjadi bunga. Sebagaimana anak-anak kecil merupakan bunga dan tidak
mengenal sifat buruk, maka semua orang tertarik kepada mereka. Demikian juga,
ketika Anda anak-anak menjadi bunga, yaitu saat Anda menjadi suci, semua jiwa
akan tertarik kepada Anda. Jangan ada duri sifat buruk di dalam diri Anda.
Om Shanti.
Anda
anak-anak rohani tahu bahwa inilah zaman peralihan yang paling penuh berkah.
Bisakah Anda melihat wajah-wajah Anda yang terluhur di masa depan? Bisakah Anda
melihat pakaian Anda yang terluhur? Bisakah Anda merasakan bahwa Anda akan
sekali lagi memasuki dunia baru zaman emas, dinasti Lakshmi dan Narayana, yaitu
daratan kebahagiaan, dan bahwa Anda akan menjadi manusia yang paling luhur?
Selagi duduk di sini, apakah Anda memiliki berbagai pikiran ini? Ketika
murid-murid sedang belajar, intelek mereka menyadari, dalam kelas apa mereka
sedang belajar: “Saya akan menjadi pengacara,” atau, “Saya akan menjadi orang
yang sukses.” Dengan cara yang sama, ketika sedang duduk di sini, Anda menyadari
bahwa Anda akan memasuki dinasti Vishnu. Lakshmi dan Narayana adalah wujud ganda
Vishnu: dewa dan dewi. Intelek Anda sekarang alokik. Hal-hal ini tidak bisa
dicerna oleh intelek orang lain. Semua hal ini dipahami oleh intelek Anda
anak-anak. Ini bukan satsang (persahabatan dengan kebenaran) biasa. Anda duduk
di sini dengan pemahaman bahwa Anda sedang duduk dalam persahabatan dengan Baba
yang sejati, yang disebut Shiva. Hanya Shiva Babalah Sang Pencipta. Hanya
Beliaulah yang mengetahui permulaan, pertengahan, dan akhir ciptaan, dan Beliau
memberi kita pengetahuan itu, seakan-akan Beliau memberitahukan peristiwa
kemarin kepada kita. Selagi duduk di sini, Anda harus ingat bahwa Anda telah
datang kemari untuk dijadikan muda kembali, yaitu untuk mengubah badan Anda
menjadi badan devi-devta. Sang jiwa mengatakan, “Ini adalah badan usang
tamopradhan saya, yang harus saya ganti, agar menjadi seperti Lakshmi dan
Narayana.” Tujuan dan sasaran Anda sedemikian luhur. Sang Pengajar, yang
mengajar Anda, pasti lebih pintar dibandingkan murid-murid yang sedang belajar.
Beliau mendidik dan mengajar kita untuk melakukan perbuatan baik, jadi Beliau
pastilah luhur. Anda tahu bahwa Tuhan, Yang Maha Tinggi, sedang mengajar kita.
Di kemudian hari, kita akan menjadi devi-devta seperti mereka. Hal-hal yang
sedang kita pelajari adalah demi dunia baru di masa depan. Tidak ada orang lain
yang mengetahui apa pun mengenai dunia baru. Sekarang, Anda memahami bahwa
Lakshmi dan Narayana adalah master dunia baru. Itu pasti berulang. Sang Ayah
menjelaskan, “Saya mengajar Anda dan mengubah Anda dari manusia biasa menjadi
devi-devta.” Di antara devi-devta pun, ada urutannya. Bukankah itu kerajaan
ilahi? Sepanjang hari, milikilah pikiran, “Saya adalah jiwa. Saya, sang jiwa,
yang sebelumnya sangat tidak suci, sekarang mengingat Sang Ayah yang suci agar
saya bisa menjadi suci.” Anda juga harus memahami makna dari ingatan. Jiwa
mengingat Sang Ayah yang manis. Sang Ayah sendiri berkata, “Anak-anak, dengan
mengingat Saya, Anda akan menjadi devi-devta yang satopradhan. Segala sesuatu
tergantung pada perziarahan ingatan.” Sang Ayah pasti bertanya, “Anak-anak,
seberapa lama Anda mengingat Saya?” Dalam ingatanlah terjadi pertempuran dengan
Maya. Anda sendiri juga bisa memahami, saat ingatan akan Baba tidak terasa
seperti perziarahan, tetapi lebih mirip pertempuran; ada banyak rintangan dalam
hal ini. Maya menciptakan berbagai rintangan bagi Anda dalam perziarahan ingatan.
Dia membuat Anda lupa. Anda berkata, “Baba, kami mengalami banyak badai Maya
selagi terus mengingat Engkau.” Badai nomor satu adalah kesadaran badan.
Kemudian, ada nafsu birahi, selanjutnya amarah, lalu keserakahan, keterikatan,
dan ego. Anak-anak berkata, “Baba, kami sungguh-sungguh berupaya agar tidak
mengalami rintangan saat terus mengingat Engkau. Meskipun demikian, ada banyak
badai.” Hari ini, datang badai amarah, atau hari ini, datang badai keserakahan.
Hari ini, tahapan saya sangat bagus dan saya tidak mengalami badai apa pun. Saya
terus menjalani perziarahan ingatan sepanjang hari dan merasakan banyak
kebahagiaan. Saya sangat banyak mengingat Baba. Air mata cinta kasih terus
mengalir dalam ingatan akan Baba. Dengan terus mengingat Sang Ayah, Anda akan
menjadi manis. Anda anak-anak mengerti, telah berada di mana Anda akibat
dikalahkan oleh Maya. Beberapa anak menghitung berapa banyak bulan dan hari yang
ada dalam satu siklus. Intelek Anda memahami bahwa jika ada yang mengatakan
bahwa durasi siklus berlangsung selama ratusan ribu tahun, tidak akan ada orang
yang bisa menghitung apa pun. Baba menjelaskan bahwa siklus dunia ini terus
berputar. Anda tahu berapa banyak kelahiran yang Anda alami sepanjang
keseluruhan siklus dan bagaimana Anda memasuki dinasti. Ini adalah hal-hal yang
sepenuhnya baru. Ini pengetahuan baru bagi dunia baru. Surga disebut dunia baru.
Anda bisa mengatakan bahwa saat ini Anda adalah manusia, tetapi Anda sedang
menjadi devi-devta. Status devi-devta itu luhur. Anda anak-anak tahu bahwa Anda
sedang menerima pengetahuan yang unik. Yang Esa, yang sedang mengajar kita,
sungguh unik, tanpa sosok. Beliau tidak memiliki sosok jasmani. Beliau
senantiasa tanpa citra jasmani. Lihatlah, betapa bagusnya peran Beliau dalam
drama. Bagaimana cara Sang Ayah mengajar kita? Beliau sendiri memberi tahu Anda,
“Saya memasuki badan seseorang.” Beliau juga memberi tahu Anda, badan siapa yang
dimasukinya. Orang-orang menjadi bingung, “Apakah Beliau selalu datang dalam
badan yang sama?” Akan tetapi, inilah drama. Tidak bisa ada perubahan apa pun di
dalamnya. Hanya Andalah yang mendengarkan hal-hal ini serta meresapkannya,
kemudian menyampaikannya kepada orang lain dengan cara yang diajarkan oleh Shiva
Baba. Kita kemudian mengajar jiwa-jiwa yang lain. Jiwa-jiwalah yang belajar.
Jiwa-jiwalah yang belajar dan mengajar jiwa yang lain. Jiwa adalah yang paling
bernilai. Jiwa-jiwa tak termusnahkan dan abadi. Hanya badanlah yang hancur.
Kita, jiwa-jiwa, sedang menerima pengetahuan dari Ayah kita Yang Maha Tinggi,
Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Kita sedang menerima pengetahuan tentang Sang
Pencipta dan permulaan, pertengahan, dan akhir ciptaan, serta pengetahuan
tentang 84 kelahiran. Siapa yang menerima pengetahuan ini? Jiwa-jiwalah yang
menerimanya. Jiwa-jiwa tak termusnahkan. Keterikatan harus ditujukan hanya
kepada hal-hal yang tak termusnahkan, bukan hal-hal yang bisa musnah. Sebelumnya,
Anda sudah begitu lama memiliki keterikatan terhadap badan-badan yang bisa
musnah. Anda sekarang paham bahwa Anda masing-masing adalah jiwa dan bahwa Anda
harus menanggalkan kesadaran akan badan Anda. Beberapa anak menulis, “Saya, sang
jiwa, mengerjakan tugas ini. Saya, sang jiwa, menyampaikan ceramah ini, pada
hari ini. Saya, sang jiwa, banyak mengingat Baba hari ini.” Yang Esa adalah Sang
Jiwa Yang Maha Tinggi. Beliau penuh dengan pengetahuan. Beliau memberi Anda
anak-anak begitu banyak pengetahuan. Anda mengetahui tentang alam jiwa dan alam
halus. Orang-orang tidak menyadari apa pun dalam intelek mereka. Intelek Anda
menyadari tentang siapa Sang Pencipta itu. Orang-orang mengingat Sang Pencipta
dunia manusia, jadi Beliau pasti datang ke sini untuk berlakon. Anda tahu bahwa
tidak ada manusia lain yang mengingat sang jiwa atau Sang Jiwa Yang Maha Tinggi.
Hanya Sang Ayahlah yang memberikan pengetahuan ini kepada Anda: “Sadarilah diri
Anda sebagai jiwa.” Dengan menganggap diri Anda sebagai badan, Anda telah
tergantung terbalik. Jiwa adalah yang benar, yang hidup, dan perwujudan
kebahagiaan di luar panca indra. Pujian terbanyak adalah tentang sang jiwa. Ada
begitu banyak pujian tentang jiwa Sang Ayah Yang Esa. Hanya Beliaulah Sang
Penghapus Kesengsaraan dan Sang Pemberkah Kebahagiaan. Nyamuk tidak mungkin
dipuji sebagai penghapus kesengsaraan dan pemberkah kebahagiaan atau samudra
pengetahuan. Tidak, ini pujian Sang Ayah. Anda masing-masing juga adalah
penghapus kesengsaraan dan pemberkah kebahagiaan, karena Anda adalah anak-anak
Sang Ayah yang menghapuskan kesengsaraan semua jiwa dan memberi mereka
kebahagiaan, bukan? Dan itu pun untuk setengah siklus. Tidak ada orang lain yang
memiliki pengetahuan ini. Hanya Sang Ayah Yang Esalah yang penuh dengan
pengetahuan. Kita dahulu tidak memiliki pengetahuan. Jika kita bahkan tidak
mengenal Sang Ayah Yang Esa, maka pengetahuan lain apa yang bisa kita miliki?
Anda sekarang merasa bahwa Anda adalah jiwa-jiwa yang pertama kali mempelajari
pengetahuan ini. Sebelumnya, Anda tidak mengetahui apa pun. Seorang bayi sama
sekali tidak memiliki pengetahuan maupun kecacatan. Oleh sebab itu, karena bayi
masih suci, dia disebut jiwa agung. Semakin muda seorang anak, semakin dia
menjadi bunga nomor satu, seakan-akan dia berada dalam tahapan karmateet Beliau.
Dia tidak tahu apa-apa tentang perbuatan maupun perbuatan berdosa. Bayi hanya
tahu tentang dirinya sendiri. Dia adalah bunga. Dengan demikian, dia menarik
semua orang, sama seperti Baba sekarang menarik Anda. Baba telah datang untuk
membuat Anda semua menjadi bunga. Anda juga memiliki beberapa duri yang sangat
buruk dalam diri Anda; ada duri-duri lima sifat buruk. Pada saat ini, Anda
memiliki pengetahuan tentang bunga dan duri. Ada juga hutan duri. Duri-duri
semak babul sangat besar. Ada banyak barang yang dibuat dari duri-duri itu.
Manusia diibaratkan duri. Sang Ayah menjelaskan, “Pada saat ini, ada banyak duri
manusia yang mendatangkan banyak penderitaan. Inilah sebabnya, dunia ini disebut
dunia penderitaan.” Orang bahkan berkata, “Sang Ayah adalah Sang Pemberkah
Kebahagiaan. Maya, Rahwana, adalah pemberi kesengsaraan.” Kemudian, di zaman
emas, tidak akan ada Maya. Jadi, hal-hal ini juga tidak akan ada di sana. Dalam
suatu drama, peran yang sama tidak dilakonkan dua kali. Anda paham bahwa setiap
peran yang dilakonkan itu baru. Cobalah pikir: sejak zaman emas hingga sekarang,
hari-hari berubah dan seluruh aktivitas pun berubah. Rekaman keseluruhan
aktivitas sepanjang 5000 tahun terekam dalam diri Anda, jiwa-jiwa, dan ini tidak
bisa berubah. Tiap jiwa memiliki rekaman perannya sendiri. Tak seorang pun mampu
memahami satu hal ini. Anda sekarang mengetahui tentang permulaan, pertengahan,
dan akhir. Bukankah ini sekolah? Anda harus tahu tentang permulaan, pertengahan,
dan akhir dunia. Ini juga merupakan studi untuk mengingat Baba dan menjadi suci.
Sebelumnya, apakah Anda tahu bahwa Anda harus menjadi sedemikian rupa? Sang Ayah
menjelaskan segalanya dengan begitu jelas. Anda dahulu termasuk dalam nomor
pertama, kemudian Anda perlahan-lahan menurun, sehingga Anda sekarang telah
menjadi seperti ini. Lihatlah, seperti apa jadinya dunia sekarang! Ada begitu
banyak manusia. Pikirkanlah, seperti apa kerajaan Lakshmi dan Narayana nantinya.
Istana-istana tempat mereka tinggal akan bertatahkan berlian dan permata.
Intelek Anda mengerti bahwa Anda sekarang sedang menjadi penghuni surga. Di sana,
Anda akan membangun istana-istana Anda sendiri. Bukan berarti bahwa Dwaraka (kota
emas Krishna) akan muncul dari dasar laut, seperti yang mereka gambarkan dalam
kitab-kitab suci. Kata “kitab suci” terus dipakai; orang tidak bisa memberinya
sebutan lain. Buku-buku yang lain digunakan untuk belajar. Jenis buku yang
lainnya lagi adalah novel. Akan tetapi, buku-buku yang itu disebut kitab suci
atau buku agama. Buku-buku yang lain dipakai untuk bahan pelajaran. Mereka yang
mempelajari kitab suci disebut pemuja. Ada dua hal: pemujaan dan pengetahuan.
Dalam hal apa timbul ketidaktertarikan: pemujaan atau pengetahuan? Orang pasti
mengatakan pemujaan. Anda sekarang sedang menerima pengetahuan yang menjadikan
Anda sedemikian luhur. Sang Ayah sedang membuat Anda menjadi pemberkah
kebahagiaan. Daratan kebahagiaan disebut surga. Anda akan pergi ke daratan
kebahagiaan, jadi Beliau mengajar Anda. Anda jiwa-jiwalah yang mempelajari
pengetahuan ini. Jiwa-jiwa tidak memiliki agama. Jiwa adalah jiwa. Ketika jiwa
memasuki badan, barulah ada agama dari badan, yang berbeda. Apa agama dari jiwa?
Jiwa seperti titik dan merupakan perwujudan kedamaian. Jiwa-jiwa tinggal di
hunian kedamaian, hunian mukti. Sang Ayah sekarang menjelaskan, “Semua anak
memiliki hak. Ada banyak anak yang telah beralih ke agama-agama lain. Mereka
nanti akan muncul dan kembali ke agama asli mereka.” Jiwa-jiwa yang telah
meninggalkan agama devi-devta dan beralih ke agama-agama yang lain, semuanya
akan kembali ke tempat asal mereka. Tidak ada orang lain yang mampu memahami
hal-hal ini. Pertama-tama, sampaikanlah perkenalan Sang Ayah. Dalam hal inilah
semua orang menjadi bingung. Anda anak-anak sekarang tahu, Siapa yang sedang
mengajar Anda. Sang Ayah sedang mengajar Anda. Krishna adalah sosok berbadan.
Brahma ini disebut Dada. Semua jiwa bersaudara. Selanjutnya, semua tergantung
status. Ini adalah badan dari seorang brother dan ini adalah badan dari seorang
sister. Anda juga tahu tentang ini. Jiwa hanyalah bintang yang sangat kecil.
Semua pengetahuan ini terkandung dalam bintang yang sangat kecil. Bintang tidak
bisa berbicara tanpa badan. Bintang memerlukan organ fisik agar bisa melakonkan
peran. Dunia bintang-bintang berbeda. Kemudian, jiwa datang kemari dan
mengadopsi badan. Itu adalah rumah jiwa-jiwa. Jiwa adalah titik yang sangat
kecil, sedangkan badan adalah sosok yang besar. Oleh sebab itulah, orang begitu
banyak mengingat badan. Anda sekarang harus mengingat satu-satunya Sang Ayah
Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Beliau adalah Yang Maha Benar
ketika terjadi pertemuan antara jiwa-jiwa dan Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Ada
juga ungkapan, “Jiwa-jiwa terpisah dari Sang Jiwa Yang Maha Tinggi untuk masa
yang lama.” Kita telah terpisah dari Baba. Ingatkah Anda sudah seberapa lama
Anda telah terpisah? Sang Ayah datang dan memberi tahu Anda hal yang
diberitahukan Beliau kepada Anda setiap siklus. Tidak bisa ada sedikit pun
perbedaan di dalamnya. Setiap adegan yang berlangsung, detik demi detik, itu
baru, seakan-akan Anda meninggalkan setiap detik yang berlalu, setiap menit yang
lewat. Waktu terus berlalu, sehingga Anda kemudian bisa mengatakan, “Anda telah
melewati begitu banyak tahun, hari, menit, dan detik. Lima ribu tahun akan
terpenuhi, kemudian siklus akan dimulai kembali dari nomor satu.” Ada
perhitungan yang akurat. Setiap menit dan detik tercatat. Seandainya ada yang
bertanya kepada Anda berapa banyak kelahiran yang dilalui seseorang, Anda bisa
menghitung dan menjawabnya. Krishna mengalami kelahiran nomor satu. Anda tidak
bisa menghitung setiap menit dan detik untuk Shiva. Tanggal, waktu, dan momen
bagi Krishna telah disebutkan. Perbedaan menit dan detik pada jam manusia bisa
terjadi, tetapi tidak bisa ada perubahan sedikit pun dalam momen ketika Shiva
Baba berinkarnasi. Anda bahkan tidak bisa tahu kapan Beliau datang. Bukan
berarti bahwa Beliau datang ketika Brahma Baba memperoleh penglihatan. Tidak.
Orang hanya bisa memperkirakan. Bukan berarti bahwa Shiva Baba masuk pada saat
Brahma Baba menerima penglihatan bahwa dia akan menjadi Narayana. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan, dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Untuk
pergi ke daratan kebahagiaan, jadilah pemberkah kebahagiaan. Hapuskanlah
penderitaan semua jiwa dan berilah mereka kebahagiaan. Jangan pernah menjadi
duri yang menyebabkan penderitaan.
2. Jiwa yang berada
dalam badan yang bisa musnah ini adalah yang paling berharga. Jiwa itu abadi dan
tak termusnahkan. Oleh karenanya, milikilah cinta kasih terhadap hal-hal yang
tak termusnahkan. Akhirilah kesadaran badan.
Berkah:
Semoga Anda
mati selagi hidup dan terbebas dari ikatan, serta memampukan orang lain untuk
terbebas dari ikatan dengan kesadaran akan wujud asli dan abadi Anda.
Sebagaimana Sang
Ayah meminjam badan ini dan tidak terikat, demikian pula Anda, anak-anak yang
telah mati selagi hidup, harus terbebas dari segala ikatan badan, sanskara, dan
sifat Anda. Seraplah sanskara apa pun yang Anda inginkan, kapan pun Anda
inginkan. Sebagaimana Sang Ayah terbebas dari ikatan, demikian pula Anda harus
terbebas dari ikatan dengan cara yang sama. Stabilkan diri Anda dalam tahapan
dunia yang tanpa citra jasmani dan kemudian turunlah. Tetaplah sadar akan wujud
asli dan abadi Anda. Lakukan perbuatan sebagai jiwa yang telah berinkarnasi,
maka jiwa lain kemudian akan mengikuti Anda.
Slogan:
Menciptakan
atmosfer yang penuh kekuatan dengan sikap mental ingatan berarti melakukan
pelayanan dengan mental Anda.
Sinyal Avyakt:
Tetaplah Terbebas dari Ikatan kemudian Alamilah Tahapan Jeevan Mukti
Selama Anda memiliki
jenis keterikatan apa pun, baik itu dalam bentuk pikiran, relasi, koneksi, atau
keistimewaan Anda sendiri, semua jenis keterikatan akan mengikat Anda dengan
satu atau lain cara. Ikatan itu tidak akan memampukan Anda untuk menjadi
terpisah dari badan atau mengijinkan Anda untuk menjadi pemberkah dunia. Oleh
karena itu, pertama-tama, bebaskanlah diri Anda dari semua keterikatan karena
hanya dengan demikian Anda akan mampu memberikan warisan mukti dan jeevan mukti
kepada dunia.