01.07.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, memberikan kedamaian kepada seluruh dunia hanyalah tugas Sang Ayah
Yang Esa. Inilah sebabnya, orang-orang berkata, “Wahai, Sang Pemberkah Kedamaian!”
Oleh sebab itu, Sang Ayahlah yang seharusnya menerima penghargaan.
Pertanyaan:
Anak-anak
manakah yang mampu mengikuti Sang Ayah sepenuhnya?
Jawaban:
Anak-anak
yang menjadi sesuci Sang Ayah mampu mengikuti Beliau sepenuhnya. Mereka yang
menjadi kekasih-kekasih sejati bisa mengikuti Saya, Sang Kekasih. Hanya
kekasih-kekasih seperti itulah yang Saya bawa pulang bersama Saya. Dalam kitab
suci, digambarkan bahwa Anda bisa menyeberang dengan berpegangan pada ekor sapi.
Akan tetapi, di sini tidak ada hubungannya dengan sapi atau ekor sapi.
Lagu:
Engkaulah
Sang Samudra Cinta Kasih. Kami merindukan setetes cinta kasih-Mu.
Om Shanti.
Di sini, ada
Bap dan juga Dada. Anda anak-anak sekarang tahu bahwa Sang Ayah dari jiwa-jiwa
adalah Shiva Baba. Anda tahu bahwa Beliaulah Sang Penyuci, dan Beliau tak
berwujud jasmani. Anda juga merupakan perwujudan kedamaian yang tak berwujud
jasmani. Sang Ayah yang tak berwujud jasmani adalah perwujudan kedamaian, dan
jiwa-jiwa juga merupakan perwujudan kedamaian. Agama asli jiwa-jiwa adalah
kedamaian. Tempat tinggal Anda adalah hunian kedamaian. Pada saat orang-orang
menciptakan api persembahan, mereka memanggil-manggil Sang Pemberkah Kedamaian,
karena Tuhan adalah Sang Samudra Kedamaian. Sang Ayahlah yang memberikan
kedamaian kepada seluruh dunia. Ada banyak orang yang menerima penghargaan Nobel
perdamaian. Ketika seseorang menerima penghargaan itu, mereka berkata bahwa dia
berperan dalam menciptakan perdamaian. Mereka menyebutkan nama tokoh-tokoh hebat.
Akan tetapi, kedamaian diperlukan di seluruh dunia. Jika tidak, mereka yang
tidak damai akan menjadikan orang lain tidak damai. Ini adalah kerajaan Rahwana.
Rahwana disebut sebagai musuh, sedangkan Rama tidak disebut sebagai musuh.
Orang-orang tidak pernah membakar ogoh-ogoh Rama, baik Rama yang berasal dari
zaman perak maupun Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita
Paramatma). Semua orang menginginkan adanya kerajaan Rama, tetapi tak seorang
pun mengetahui apa sebenarnya kerajaan Rama itu. Mereka hanya berkata bahwa
harus ada dunia baru dan harus ada kerajaan Rama di New Delhi. Mereka berbicara
tentang New Delhi; kota itu telah diberi banyak nama. Delhi adalah ibu kota, dan
dahulu, itu adalah daratan malaikat. Radhe dan Krishna juga ditunjukkan pernah
ada di sana. Keduanya adalah pangeran dan putri raja yang utama. Tidak mungkin
hanya ada mereka berdua; pasti ada juga yang lain. Ada “delapan dinasti” yang
dikenang. Anda harus menggunakan intelek Anda untuk segala sesuatu. Pasti juga
ada dinasti-dinasti yang lain di zaman emas. Lihatlah, ada berapa banyak dinasti
di sini! Dinasti-dinasti ini terus berkembang sampai berjumlah banyak. Bahkan,
ada kabar tentang maharaja dari desa ini atau itu. Ada begitu banyak desa kecil.
Di zaman emas, tidak ada sebanyak itu. Di sana, nama Lakshmi dan Narayana sangat
terkenal. Kerajaan mereka berlangsung selama 2500 tahun. Orang-orang berkata
bahwa itu ada ratusan ribu tahun yang lalu. Ini adalah sesuatu yang harus
direnungkan. Ini makanan bagi jiwa-jiwa. Sang Ayah memberikan makanan spiritual
kepada Anda, jiwa-jiwa, yaitu kepada intelek Anda. Gembok pada intelek Anda
sekarang sudah terbuka. Para rishi, muni, dan sebagainya mengatakan bahwa mereka
tidak mengenal Sang Pencipta maupun ciptaan. Anda anak-anak tidak berkata
demikian, saat ini. Anda mengenal Sang Pencipta dan juga permulaan, pertengahan,
dan akhir ciptaan. Anda sekarang mengetahui siklus 84 kelahiran Anda. Pada
awalnya, Anda devi-devta, kemudian, di pertengahan, saat Rahwana datang, Anda
menjadi penuh sifat buruk. Sekarang, ini adalah akhir. Anda tahu bahwa akan
terjadi penghancuran dunia lama, dan selanjutnya akan ada permulaan. Pada
permulaan, akan ada kerajaan Rama. Selanjutnya, kerajaan Rahwana dimulai pada
pertengahan. Kerajaan Rahwana sekarang akan berakhir dan kerajaan Rama akan
dimulai. Anda harus berubah dari manusia biasa menjadi Narayana. Ini adalah
kisah tentang Narayana sejati. Anda tahu bahwa Shrimad Gita adalah permata utama
dari semua kitab suci. Anda menerima shrimat agar bisa menjadi luhur. Mereka
yang luhur disebut “Shri”. Anda anak-anak tahu bahwa hanya kitab suci Gita yang
disebut kitab suci agama devi-devta. Melaluinya, agama devi-devta didirikan pada
zaman peralihan. Tidak ada orang yang tidak suci di zaman emas, jadi tidak perlu
ada seseorang yang harus datang untuk menyucikan mereka. Sang Ayah sekarang
menjelaskan kepada Anda, “Gita tidak bisa disebut sebagai Sang Penyuci. Anda
tidak bisa menjadi suci melalui Gita. Yang disebut Sang Penyuci adalah Tuhan
dari Gita. Ingatlah ini baik-baik.” Gita adalah kitab suci agama devi-devta yang
asli dan abadi. Perang Mahabharata, yang melaluinya agama-agama yang tak
terhitung jumlahnya itu berakhir dan satu agama didirikan, berlangsung pada
waktu episode Gita. Mereka mengatakan bahwa Gita adalah kitab suci agama
devi-devta. Gita tidak disebut sebagai kitab suci Brahmana. Kaum Brahmana tidak
disebutkan dalam Gita. Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita
Paramatma) datang dan memberi tahu Anda intisari Weda dan kitab-kitab suci
melalui Brahma. Anda sekarang paham bahwa tidak ada Brahmana di zaman emas. Di
sana, yang ada adalah Lakshmi dan Narayana serta devi-devta. Setelah Brahma, ada
Vishnu. Dalam kitab suci, orang telah melukiskan bahwa daratan Vishnu didirikan
melalui Brahma. Brahma dan Vishnu tidak berada pada masa yang sama. Agama
devi-devta didirikan melalui Brahma. Hal-hal ini harus dipahami secara rinci.
Anda anak-anak sekarang sedang menerima warisan surga dari Shiva Baba. Andalah
yang memiliki hak atas surga. Ada empat kitab suci agama utama. Shrimad Bhagawad
Gita adalah kitab suci agama nomor satu, dan melaluinya, agama nomor satu
didirikan. Kemudian, ada kitab suci agama Islam dan Buddha. Hanya dalam Gita,
dituliskan: “Shrimad Bhagawad Gita”. Tidak ada kitab suci lain yang menyebutkan
shrimat. Tidak ada kitab suci yang disebut “Shrimat Islam” atau “Shrimat
Buddha”. Hanya ada satu Shrimad Bhagawad Gita. Agama manakah yang didirikan
melaluinya? Agama devi-devta yang asli dan abadi. Pendirian berlangsung pada
saat akhir. Hal ini harus dimengerti. Baba sekarang sedang mengajar kita sebagai
Sang Pengajar. Ini harus dipahami dalam intelek Anda. Baba adalah Ayah kita,
sekaligus Pengajar kita. Baba memberikan keselamatan kepada semua jiwa melalui
studi ini, oleh sebab itu, Beliau juga adalah Sang Satguru. Semua jiwa mengingat
Sang Ayah. Mereka telah memasukkan nama Krishna dalam Gita; dia bukan Sang
Samudra Pengetahuan. Sang Ayah, Sang Samudra Pengetahuan, membuat Krishna
menjadi sedemikian rupa, jadi Beliau juga adalah Sang Pengajar. Anda
mendengarkan hal-hal baru di sini. Anda dahulu telah mendengarkan dan membaca
begitu banyak kitab suci dan sebagainya. Anda sekarang sedang mendengarkan Sang
Ayah secara langsung. Sebelumnya, Anda mendengarkan manusia berbadan. Anda
jiwa-jiwa sekarang paham bahwa Anda aslinya tanpa badan, kemudian Anda
mengadopsi badan. Baba juga tanpa badan. Orang-orang menciptakan Shiva linggam.
Jiwa-jiwa memuja Beliau melalui badan mereka. Anda memanggil-manggil, “Wahai,
Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, datanglah dan sucikan
kami yang tidak suci ini!” Mereka memuja linggam, tetapi tidak mengerti bahwa
Beliau adalah Sang Ayah, Sang Penyuci, Yang Esa, yang telah mereka
panggil-panggil. Shiva adalah Tuhan. Beliau adalah Ishwara (Tuhan). Manusia
terus mengingat Beliau seperti ini. Ketika Anda memanggil Beliau sebagai “Baba”,
intelek Anda paham bahwa Anda akan menerima warisan dari Baba. Kita dahulu
benar-benar menerima warisan itu, dan inilah sebabnya, kita memuja Beliau.
Orang-orang Bharata benar-benar telah menerima warisan. Hanya saja, mereka lupa
tentang kapan mereka menerimanya! Anda anak-anak sekarang memahami hal ini. Anda
berkata kepada Baba bahwa Anda telah datang kepada-Nya. Shiva Baba memasuki
badan Brahma dan menjelaskan kepada Anda. Nama “Trimurti” sangat terkenal.
Orang-orang memberikan nama “Jalan Trimurti”. Ada banyak sekali pujian bagi Sang
Ayah. Anda juga mendengar dalam lagu, bahwa Beliaulah Sang Samudra Cinta Kasih,
bahwa Beliau adalah Sang Pemberkah Keselamatan bagi Semua Jiwa. Beliaulah Yang
Esa, yang memberikan kedamaian dan kebahagiaan kepada semua jiwa. Beliaulah Sang
Penghapus Kesengsaraan dan Sang Pemberkah Kebahagiaan bagi Semua Jiwa. Beliau
sangat manis dan menyenangkan. Tidak ada yang lebih manis dan menyenangkan
dibandingkan Beliau. Sang Ayah, yang menjadikan Anda master surga, pasti sangat
manis dan menyenangkan. Beliau adalah Sang Ayah yang tak terbatas. Beliau
berkata, “Anak-anak, Anda menerima kedaulatan surga dari Saya. Anda, jiwa-jiwa,
bersaudara.” Anda sekarang sedang mendengarkan Sang Ayah. Semua jiwa mengingat
Sang Ayah, “Baba, datanglah dan sucikanlah kami!” Jiwa-jiwa berkata, “Baba telah
datang untuk menyucikan kita.” Beliau berkata, “Anak-anak, Saya datang untuk
menyucikan Anda 5000 tahun yang lalu. Sekarang, ingatlah Saya, Ayah Anda, maka
semua dosa Anda akan terhapus dan semua kesengsaraan Anda akan dihilangkan.”
Orang-orang memanggil-manggil, “Wahai, Sang Penyuci, datanglah!” Mereka terus
menepuk tangan dan berteriak keras-keras, “Rama, Sang Penyuci, milik Sita.” Oleh
sebab itu, ini berarti bahwa mereka tidak suci. Ini adalah neraka. Ini disebut
kedalaman neraka yang ekstrem. Dalam Garuda Purana, orang-orang telah menulis
banyak cerita mengerikan tentang Anda akan menjadi apa jika melakukan ini dan
itu. Mereka kemudian berkata bahwa Anda bisa pergi ke surga dengan berpegangan
pada ekor sapi. Hal-hal semacam itu telah dituliskan di dalamnya. Ini tidak ada
hubungannya dengan hewan; Anda, ibu-ibu, adalah sapi itu. Sebelum orang
menangkap ekor Anda, yaitu punggung Anda, mereka tidak bisa menemukan jalan.
Anda tidak punya ekor. Mereka berkata, “Kami akan menyeberang dengan berpegangan
pada ekor Anda.” Anda tidak berpegangan pada ekor siapa pun di sini, tetapi Anda
memang harus mengikuti. Para saniyasi memiliki banyak pengikut, tetapi mengikuti
berarti menjadi suci. Andalah pengikut-pengikut sejati. Shiva Baba berkata,
“Saya telah datang untuk membawa Anda semua pulang ke rumah. Ingatlah Saya, maka
dosa-dosa Anda akan terbakar habis!” Tanpa menjadi suci, Anda tidak bisa
mengikuti. Ikutilah Shiva Baba sepenuhnya! Anda duduk di sini demi mengikuti
Beliau. “Anda telah mengingat Saya di jalan pemujaan.” Anda tahu bahwa jiwa-jiwa
adalah para kekasih dari Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, Sang Kekasih. Semua jiwa
mengingat Beliau, dan Beliau telah datang untuk membawa Anda pulang. Beliau
berkata, “Ikutilah Saya, maka Saya akan membawa Anda pulang bersama Saya.”
Beliau juga menjelaskan bagaimana cara untuk mengikuti Beliau, “Saya suci,
sedangkan Anda tidak suci, jadi Anda pasti harus menjadi suci.” Anda benar-benar
harus mengikuti Beliau. Jiwa-jiwa yang penuh sifat buruk tidak bisa mengikuti
Beliau. “Agar bisa mengikuti Saya, Anda harus menjadi sesuci Saya. Akankah Saya
membawa jiwa-jiwa yang tidak suci pulang ke hunian kedamaian bersama Saya?” Ada
begitu banyak manusia yang melakukan pemujaan, bertapasya, atau memberikan
donasi dan berbuat amal demi memperoleh mukti. Ini karena mereka mengalami
kesengsaraan di sini, dan mereka ingin pulang ke rumah. Sang Ayah berkata, “Anda
benar-benar harus menjadi suci. Saya suci. Inilah sebabnya, Saya menyucikan Anda.
Saya memasuki badan Brahma. Sayalah Sang Pencipta, dan Saya memasuki badan
Brahma ini.” Sudah diterangkan bahwa Sang Ayah mendirikan agama devi-devta
melalui Brahma. Anda adalah Brahma Kumar dan Brahma Kumari. Anda tahu bahwa Anda
harus mengikuti Shiva Baba. Sang Ayah berkata, “Ingatlah Saya, maka Saya
berjanji kepada Anda bahwa Saya akan membawa Anda ke dunia yang suci. Tidak ada
jalan lain.” Ketika orang-orang berkata, “Wahai, Sang Penyuci!” pandangan mereka
tertuju ke atas atau mereka melihat air. Sungai Gangga bukanlah Sang Penyuci.
Itu hanya sungai yang telah muncul dari samudra. Ekor Andalah yang harus mereka
pegang. Sang Ayah berkata, “Anda harus menjadi suci dan mengikuti Saya, karena
hanya dengan demikian, Anda bisa pulang bersama Saya.” Sang Ayah berkata, “Anda
dahulu tinggal bersama Saya, kemudian Anda mengelilingi siklus 84 kelahiran dan
sekarang telah menjadi tidak suci. Sekarang, ingatlah Saya kembali, maka Anda
akan menjadi suci!” Para saniyasi memberi tahu orang-orang yang berumah tangga,
“Jika Anda ingin mengikuti saya, tinggalkanlah rumah dan keluarga Anda.” Sang
Ayah berkata, “Saya tinggal di hunian tertinggi. Apakah Anda mau pulang ke sana
bersama Saya atau Anda lebih suka tinggal di samudra racun ini?” Anda telah
memanggil-manggil, “Wahai, Sang Penyuci, datanglah!” Sang Ayah sekarang telah
datang dan akan membawa Anda pulang bersama Beliau. “Saya datang setiap siklus
dan membawa Anda pulang bersama Saya. Kemudian, di zaman emas, Anda akan selalu
sangat bahagia.” Lakshmi dan Narayana dahulu adalah master surga. Siapa yang
memberi mereka begitu banyak kebahagiaan? Tuhan, Sang Ayah, Sang Pencipta Surga.
Sang Ayah mengingatkan Anda, “Anda merayakan hari kelahiran Saya. Semua orang di
Bharata merayakan hari kelahiran Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha
Tinggi (Parampita Paramatma). Inilah tempat kelahiran Saya.” Orang-orang Kristen
tidak menerima ini. Mereka hanya percaya kepada Kristus. Orang-orang Bharata
merayakan hari kelahiran Shiva. Inilah tempat kelahiran Sang Ayah, Sang Penyuci
bagi Semua Jiwa. Sang Ayah memberikan kebahagiaan kepada semua jiwa. Beliaulah
Yang Esa, yang membebaskan semua jiwa. Oleh sebab itu, Bharata begitu luhur.
Sang Ayah tahu bahwa sesuai dengan drama, ketika semua anak-Nya telah menjadi
tidak bahagia, Beliau datang dan memberi mereka warisan. Sang Ayah adalah Sang
Samudra Pengetahuan dan Sang Samudra Kebahagiaan. Beliau sedang memberikan
warisan kepada Anda anak-anak. Beliau berkata, “Ikutilah Saya!” Anda jiwa-jiwa
tahu bahwa Anda penuh sifat buruk. Inilah sebabnya, badan Anda juga penuh sifat
buruk. Di zaman emas, Anda suci, jadi Anda juga menerima badan yang suci. Sang
Ayah sekarang berkata, “Anak-anak, jadilah suci!” Hanya dengan mengingat Baba,
Anda akan berubah dari tamopradhan menjadi satopradhan. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Agar bisa
mengklaim warisan surga dari Sang Ayah, teguhkanlah bahwa Anda semua, jiwa-jiwa,
bersaudara. Hiduplah bersama satu sama lain dengan penuh cinta kasih.
Sebagaimana Sang Ayah adalah yang paling manis dan menyenangkan, Anda juga harus
menjadi sedemikian manis dan menyenangkan.
2. Jadilah sesuci
Sang Ayah dan ikutilah Beliau sepenuhnya. Agar bisa pulang ke hunian kedamaian
bersama Sang Ayah, Anda harus benar-benar menjadi suci.
Berkah:
Semoga Anda
menjadi pemberkah pengetahuan dan pemberkah berkah-berkah, serta mengisi
jiwa-jiwa yang lemah dengan berbagai dorongan kekuatan.
Saat ini, jiwa-jiwa
yang lemah tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melakukan lompatan; mereka
memerlukan dorongan kekuatan tambahan. Oleh karena itu, Anda jiwa-jiwa istimewa
harus mengisi diri dengan kekuatan yang istimewa agar mampu memberikan dorongan
kepada mereka untuk melompat maju. Untuk itu, selain menjadi pemberkah
pengetahuan, Anda juga harus menjadi pemberkah berkah-berkah berupa berbagai
kekuatan. Seorang pencipta memengaruhi ciptaannya; karena itu, jadilah pemberkah
berkah-berkah dan berikan kepada ciptaan Anda berkah dari semua kekuatan. Saat
ini, pelayanan seperti inilah yang dibutuhkan.
Slogan:
Saksikan
setiap permainan sebagai pengamat tanpa keterikatan, maka Anda akan tetap aman
sekaligus menikmatinya.
Sinyal Avyakt:
Tetaplah Berada dalam Tahapan Vulkanik dan Alamilah Ingatan yang Penuh Kekuatan
Anda jiwa-jiwa
tapaswi yang agung harus mengalami sinar-sinar pencapaian melalui ingatan Anda
yang penuh kekuatan dan vulkanik, serta memberikan pengalaman itu kepada
jiwa-jiwa lain. Wujud tapaswi Anda adalah wujud yang senantiasa memberi kepada
jiwa-jiwa lain. Sebagaimana matahari memberikan cahaya dan pengalaman berbagai
pencapaian duniawi yang fana kepada dunia, demikian pula melalui wujud tapaswi
Anda, teruslah memancarkan sinar kedamaian dan kekuatan kepada semua jiwa.