01.11.26 Avyakt Bapdada
Indonesian Murli 05.03.2012 Om Shanti Madhuban
Kesengsaraan dan
Ketidakdamaian Meningkat di Mana-Mana Saat Ini; Oleh Karena Itu, Ungkaplah Wujud
Pemberkah Dunia Anda; Tingkatkan Pelayanan Melalui Mental—Jadilah Holy (Suci)
Berganda dengan Warna Persahabatan Sang Ayah
Hari ini, BapDada
sedang melihat garis keberuntungan setiap anak. Beliau melihat garis bintang
yang berkilau di dahi, garis cinta kasih dan kekuatan di mata, garis senyum di
bibir, serta garis keberuntungan bernilai berjuta-juta pada setiap langkah kaki.
Anda semua juga merasa bahagia melihat garis-garis keberuntungan Anda, bukan? Di
dalam hati, Anda melantunkan lagu, "Wah, keberuntungan saya!" Melihat bintang
ilahi yang berkilau di dahi setiap orang, BapDada merasa senang dan melantunkan
lagu di dalam hati Beliau: "Wah, anak-anak! Wah!" Lagu apakah yang Beliau dengar
di dalam hati anak-anak? "Wah, Baba! Wah!" Jadi, anak-anak wah dan Sang Ayah pun
wah! Lantas, seperti apakah jadinya seluruh perkumpulan ini? Wah! Wah! Wah! Jadi,
dengan melihat keberuntungan Anda ini, tetaplah bahagia seperti saat ini. Hanya
di Zaman Peralihan inilah Anda menerima keberuntungan ini. Semua waktu di Zaman
Peralihan memiliki nilai yang sangat besar. Setiap momen di Zaman Peralihan
menjadi tak termusnahkan, karena setiap momen terhubung dengan 21 kelahiran.
Satu saat di masa kini berkaitan dengan 21 kelahiran. Jadi, perhatikanlah: jika
satu saat disia-siakan, itu bukan sekadar masalah satu kelahiran, melainkan
menyangkut 21 kelahiran. Itulah sebabnya BapDada dari waktu ke waktu menarik
perhatian Anda, anak-anak, pada hal ini: Jangan sia-siakan satu saat pun atau
satu pikiran pun di Zaman Peralihan, karena itu berarti Anda tidak hanya
menyia-nyiakan satu kelahiran, tetapi menyia-nyiakan 21 kelahiran. Ingatlah
selalu pentingnya Zaman Peralihan di setiap saat.
BapDada memberikan
tugas pekerjaan rumah kepada semua anak untuk tidak membuang-buang waktu ataupun
pikiran. Jadi, apakah Anda semua sudah mengerjakan tugas tersebut? Bagi Anda
yang merasa telah memberikan perhatian penuh, mencapai banyak kesuksesan, serta
memenuhi kualifikasi yang sesuai dengan tujuan Anda—angkatlah tangan Anda!
Achcha. Apakah para Pandawa juga mengangkat tangan? Angkatlah tangan Anda
tinggi-tinggi. Sekarang, tidak semua anak telah melakukan upaya ini. Jika Anda
senantiasa mengingat pentingnya Zaman Peralihan dalam intelek Anda—bahwa Anda
telah menerima tugas ini dari Sang Ayah yang tak termusnahkan dan bahwa setiap
saat harus menjadi tak termusnahkan—maka hal itu akan terjadi dengan mudah,
karena Sang Ayah yang tak termusnahkanlah yang telah memberikan berkah ini
kepada Anda.
Sang Ayah telah
memberi tahu Anda bahwa setiap Brahmana memiliki garis keberuntungan bernilai
berjuta-juta pada setiap langkahnya. Coba bayangkan: jika Anda memiliki garis
keberuntungan bernilai berjuta-juta pada setiap langkah, maka betapa besarnya
nilai berjuta-juta yang bisa Anda raih melalui kesempatan emas di Zaman
Peralihan ini? Anda masing-masing harus senantiasa menyadari keberuntungan ini.
Sebagian anak bertanya-tanya apa sebenarnya yang diinginkan oleh BapDada.
BapDada ingin setiap anak menjadi raja ganda: master atas diri sendiri di masa
kini dan penguasa dunia di masa depan. Jangan sampai ada anak yang tertinggal
dalam hal menjadi raja ganda. Anda semua memiliki hak atas kedaulatan ganda,
bukan? Anggukkan kepala Anda! Apakah setiap anak memiliki hak atas kedaulatan
ganda itu? Sang Ayah pun merasa sangat bahagia.
BapDada melihat
catatan setiap anak setiap hari. Apa yang Beliau lihat? Anda masing-masing harus
mengetahui hal ini di dalam hati Anda. Anda telah menjadi master kerajaan, namun
saat ini, Anda baru memiliki kedaulatan atas diri sendiri. Kedaulatan atas diri
sendiri berarti Anda mampu menjaga mental, intelek, dan sanskara Anda tetap
berada di bawah kendali Anda. Hal-hal tersebut harus tetap berada di bawah
kendali Anda kapan pun Anda menghendakinya. Sebagai contoh, anggota badan fisik—tangan
dan kaki—tetap berada di bawah kendali Anda. Demikian pula, milikilah kekuatan
untuk memerintah dan mengendalikan mental, intelek, dan sanskara Anda. Saat ini,
terlihat bahwa setiap anak berurutan dalam hal ini. Hal-hal ini pun adalah
“milik saya”. Saya bukanlah mental, mental itu adalah “milik saya”; sanskara itu
adalah “milik saya”; intelek itu adalah “milik saya”. Oleh karena itu, kekuatan
untuk mengendalikan dan kekuatan untuk memerintah berurutan. Dari waktu ke waktu,
BapDada terus memperingatkan Anda mengenai waktu. Sesuai dengan kebutuhan waktu,
swamaan Anda masing-masing adalah sebagai pemberkah dunia. Kini, sesuai dengan
waktu, saatnya bagi Anda masing-masing untuk mengungkap wujud Anda sebagai
pemberkah dunia. Kesengsaraan dan ketidakdamaian kian meningkat di mana-mana.
Brother, Sister, serta keluarga Anda semua sedang mengalami penderitaan;
tidakkah Anda merasa belas kasih terhadap keluarga Anda?
Saat ini, BapDada
memberikan isyarat berikut: Selain melakukan pelayanan bagi diri sendiri,
lakukanlah juga pelayanan bagi dunia dengan cara yang sama seperti saat Anda
melakukan pelayanan melalui kata-kata—yang saat ini Anda lakukan dengan sangat
baik dan penuh kemegahan. BapDada merasa senang. Perayaan Platinum Jubilee ke-75
telah membangkitkan antusiasme yang besar dalam mental sebagian besar dari Anda
untuk melakukan pelayanan. Melihat hal ini, BapDada merasa senang; namun,
pelayanan melalui mental kini juga dibutuhkan, karena Anda harus menjadi
pemberkah bagi dunia dalam segala aspek. Pelayanan melalui pikiran, kata-kata,
dan perbuatan—yakni melalui wajah dan perbuatan Anda—ketiga jenis pelayanan ini
kini sangat diperlukan. Periksalah setiap hari: Berapa persentase pelayanan yang
telah Anda lakukan melalui ketiga jenis pelayanan tersebut? BapDada telah
memberikan sertifikat kepada Anda atas pelayanan melalui kata-kata, namun kini,
melalui vibrasi halus mental Anda, Anda harus menjadi pendukung bagi jiwa-jiwa
yang sedang dirundung kesengsaraan dan ketidakdamaian. Tidakkah Anda merasakan
belas kasihan? BapDada menaruh belas kasihan kepada anak-anak, karena
bagaimanapun keadaan mereka, mereka tetaplah anak-anak Beliau. Oleh karena itu,
kini setiap anak harus menjadi bukan sekadar pemberkah bagi center atau zona,
melainkan menjadi pemberkah dunia. BapDada kini menarik perhatian Anda: Jadilah
pemberkah bagi para pemuja Anda, karena Zaman Peralihan ini sangatlah penting.
Kini, di Zaman Peralihan, Anda dapat menerima kerja sama sebanyak yang Anda
inginkan dari Sang Ayah. Jadi, sudahkah Anda mendengar apa yang harus Anda
lakukan sekarang? Tingkatkanlah pelayanan melalui mental Anda. Sebagaimana Anda
telah menetapkan waktu untuk traffic control sesuai dengan tugas masing-masing,
demikian pula Anda harus menetapkan waktu untuk melayani melalui mental. Di saat
kesengsaraan meningkat, perhatian setiap orang akan tertuju pada gejolak
tersebut; namun, inilah saatnya untuk melayani melalui mental, dan oleh karena
itu, Anda semua harus memunculkan wujud Anda sebagai pemberkah bagi dunia.
Manfaat bagi diri sendiri dengan sendirinya dan mudah tercakup saat memberi
manfaat bagi dunia, karena jika mental Anda bebas, maka hal-hal yang sia-sia
akan datang. Sebaliknya, jika mental Anda sibuk, hal-hal yang sia-sia itu justru
akan berakhir dengan mudah. Oleh karena itu, ketika BapDada berkeliling ke
berbagai tempat di dalam maupun luar negeri dan melihat anak-anak yang belum
memiliki pengetahuan ini, Beliau merasakan belas kasih; inilah sebabnya Anda
semua kini harus menjadi penghapus kesengsaraan dan pemberkah kebahagiaan.
Lihatlah, Holi Anda
sangat berbeda dari Holi orang-orang di dunia. Namun, BapDada juga sudah pernah
mengatakan kepada Anda bahwa para pemuja Anda pandai meniru apa pun yang telah
Anda lakukan, karena semua ritual ini diciptakan oleh jiwa-jiwa yang datang dari
Zaman Perunggu. Itu adalah kelahiran pertama mereka, dan itulah sebabnya intelek
mereka pun bersifat satopradhan. Sudah menjadi hukum alam bahwa segala sesuatu
pada awalnya bersifat satopradhan dan kemudian melewati tahapan rajo dan tamo.
Jadi, pada masa itu, dengan cara mereka sendiri, intelek mereka bersifat sato,
dan itulah sebabnya mereka meniru setiap keistimewaan Anda. Anda senantiasa
berada dalam kebahagiaan dan penuh antuasiasme, sehingga mereka mulai
merayakannya sebagai sebuah festival. Pada perayaan Shiva Ratri, telah
disampaikan kepada Anda betapa pandainya mereka dalam hal meniru. Demikian pula
sekarang, di Zaman Peralihan, Anda senantiasa memiliki antusiasme konstan,
sehingga mereka menciptakan memorial akan antusiasme Anda itu dalam bentuk
festival. Jadi, apa yang mereka lakukan saat perayaan Holi? Anda pun telah
mewarnai kehidupan Anda, namun warna apakah yang Anda miliki? Warna yang Anda
semua miliki adalah warna dari persahabatan dengan Sang Ayah. Anda senantiasa
berada dalam warna persahabatan dengan Sang Ayah, bukan? Jadi, mereka pun
menciptakan perayaan warna, namun karena mereka memiliki kesadaran badan, mereka
menganggap warna ini sebagai sesuatu yang bersifat fisik. Namun, Anda semua
senantiasa berada dalam warna ini di Zaman Peralihan yang penuh berkah ini. Anda
tetap diwarnai oleh persahabatan ini, bukan? Anda telah mewarnai diri Anda
sendiri, bukan? Anda telah diwarnai oleh warna persahabatan ini; dalam bahasa
Inggris, kata 'holy' bermakna suci. Jadi, Anda menjadi holy—yaitu suci—dalam
warna persahabatan ini. Anda telah menjadi suci, bukan? Anda semua sedang
menjalankan sumpah kesucian, bukan? Apakah ini sudah kokoh? Anda mungkin
berurutan, namun menjadi Brahmana berarti mengikrarkan sumpah kesucian, karena
Sang Ayah senantiasa suci. Beliau adalah perwujudan kesucian. Beliau tidak perlu
menjadi demikian; wujud Beliau memanglah kesucian itu sendiri. Jadi, tahukah
Anda apa keistimewaan dari Holi? Anda menjadi suci, namun dalam warna
persahabatan ini, Anda menjadi suci secara ganda.
Para pendiri agama
dan para sadu menjadi suci, namun mereka hanya menyucikan jiwa mereka. Anda akan
menjadi suci baik secara badan maupun mental di masa depan. Sejak awal, mereka
yang berasal dari Zaman Perunggu dapat berupaya untuk menjadi suci, namun tidak
ada seorang pun yang menjadi suci secara ganda: badan suci dan jiwa yang suci.
Ketika Anda memiliki hak atas kerajaan di masa depan, maka baik jiwa maupun
badan Anda akan menjadi suci. Berkelilinglah ke sepanjang keseluruhan siklus. Di
antara mereka yang berasal dari Zaman Perunggu—dari Zaman Perunggu hingga saat
ini—adakah yang pernah menjadi suci secara ganda? Jadi, bagaimana Anda bisa
menjadi suci secara ganda dan begitu agung? Warna apakah yang mewarnai diri Anda?
Anda diwarnai oleh warna persahabatan Tuhan. Maka, sebagaimana Sang Jiwa
Tertinggi itu suci, demikian pula Anda tetap suci secara ganda selama 21
kelahiran. Bahkan para pendiri agama yang telah datang pun tidak memiliki
kesucian ganda. Ini adalah keberuntungan Anda, karena Anda senantiasa berada
dalam persahabatan Tuhan. Anda begitu kuat hidup dalam warna dari persahabatan
tersebut hingga Anda menjadi suci secara ganda. Makna lain dari Holi adalah "ho
li" (itu sudah terjadi). Hal itu sudah terjadi; masa lalu biarlah menjadi masa
lalu; itu adalah masa lalu. Tahukah Anda cara membiarkan masa lalu berlalu? Apa
pun yang telah terjadi, sudah terjadi. Apa makna dari kata-kata "ho li"? Masa
lalu adalah masa lalu. Melalui hal itu, Anda tetap suci secara ganda selama 21
kelahiran—bukan hanya untuk satu kelahiran—karena setiap detik di Zaman
Peralihan memiliki keterkaitan dengan 21 kelahiran. Jika Anda memanfaatkan satu
detik atau satu menit saja dengan cara yang bermanfaat di sini, maka 21
kelahiran Anda akan menjadi bermakna. Itu adalah sebuah jaminan. Jadi, apakah
Anda merayakan Holi seperti itu? Apakah Anda tahu caranya membiarkan masa lalu
berlalu? Apa pun yang telah terjadi di masa lalu, sudah terjadi. Jadi, apakah
hal ketiga yang mereka lakukan? Pertama, mereka membakar sesuatu dan kemudian
mereka merayakannya. Lantas, apa yang Anda lakukan? Anda membakar kelemahan dan
sanskara Anda—yaitu sanskara yang keliru selama kelahiran demi kelahiran—di
dalam api yoga, bukan? Apakah Anda sudah membakarnya atau masih sedang
membakarnya? Apakah Anda sudah membakarnya? Bagi Anda yang merasa telah membakar
sanskara Anda di dalam api yoga dan bahwa sanskara itu kini sudah terbakar habis,
angkatlah tangan Anda! Apakah sanskara itu sudah terbakar habis atau masih
muncul kembali? Apakah masih muncul sedikit? Saat Anda mengirimkan chart Anda
kepada BapDada, Anda mengatakan bahwa sebagian besarnya sudah hilang. Anda
pandai dalam mengatakan hal ini. Anda mengatakan bahwa sebagian besar telah
selesai, namun terkadang hal-hal itu muncul kembali sedikit demi sedikit. Akan
tetapi, membakar berarti benar-benar melenyapkannya, karena setelah sesuatu
dibakar, tidak ada nama atau jejak yang tersisa darinya. Setelah sesuatu dibunuh,
masih ada memorial dalam bentuk badan yang terlihat, namun setelah dibakar,
semuanya benar-benar berakhir secara total. Sebagai contoh, lihatlah Rahwana;
dia tidak hanya dibunuh tetapi juga dibakar, sehingga segala nama dan jejaknya
benar-benar lenyap total. Jadi, Anda semua juga harus mencermati apakah Anda
baru sekadar membunuh sanskara Anda atau sudah membakarnya. Apakah Anda sudah
membakarnya? Jika Anda belum membakar sanskara lama Anda, hal-hal itu akan
muncul kembali sesekali. Namun, para pemuja telah meniru segalanya. Anda
membakarnya, sehingga mereka pun membakar segalanya lalu merayakannya. Mereka
tidak merayakan apa pun tanpa membakarnya terlebih dahulu. Anda telah menjadi
suci dengan membakar sanskara Anda. Ada yang sedang dalam proses menjadi
demikian, dan ada pula yang sudah mencapainya. Jadi, apakah Anda merayakan Holi?
Yakni Holi yang berupa warna dari persahabatan Sang Ayah? Saat ini Anda sedang
duduk dalam persahabatan dengan Beliau, jadi Anda merayakan Holi berupa warna
persahabatan dengan Beliau, bukan? Apakah Anda merayakannya? Angkat tangan Anda!
Anda telah merayakannya. Merayakan Holi berarti menjadi kudus, menjadi suci
tanpa campuran. Sebagaimana Sang Ayah, demikian pula anak-anak Beliau. Misalnya,
jika suatu sanskara yang belum terbakar muncul kembali, apakah Anda menyukainya?
Anda memiliki tekad bahwa Anda pasti harus membakarnya dengan upaya intens. Anda
tidak boleh hanya sekadar membunuhnya. Dalam beberapa kasus, Anda hanya membunuh
sanskara tersebut, padahal sesuatu yang dibunuh terkadang bisa hidup kembali.
Namun, jika Anda membakarnya, hal itu tidak akan pernah muncul lagi.
Jadi, hari ini,
apakah Anda akan membakarnya atau apakah cukup dengan membunuhnya saja? Apakah
Anda memiliki kekuatan untuk membakarnya? Apakah Anda memiliki kekuatan ini?
Bisakah Anda memiliki pikiran seperti ini? Ada yang mengatakan bahwa mereka
melakukan percakapan dari hati ke hati dengan BapDada. Mereka melakukan
percakapan dari hati ke hati yang sangat manis. Mereka berkata: Baba, saya sudah
berusaha keras, tetapi hal-hal itu muncul kembali. Saya tidak menginginkannya,
namun hal-hal itu muncul lagi. Tahukah Anda apa penyebabnya? Anda membakarnya,
dan BapDada melihat hal itu. Anda melakukan banyak upaya, namun, bersamaan
dengan upaya tersebut, Anda juga perlu memiliki tekad yang kuat. Tekad adalah
kunci kesuksesan. Apa pun pikiran tekad yang Anda miliki—di mana kata "bertekad"
berarti hal itu tidak akan muncul kembali. Maka, Anda tahu bahwa Anda
mengucapkan kata-kata yang manis. Tahukah Anda apa yang Anda katakan saat hal
itu muncul lagi? Anda semua melakukan percakapan dari hati ke hati, bukan? Anda
melakukan percakapan yang sangat manis dari hati ke hati. Anda berkata: "Saya
tidak ingin hal itu datang, tetapi itu tetap datang." Ini berarti Anda tidak
memiliki cukup kekuatan maupun tekad. Jadilah jiwa yang memiliki tekad sangat
kuat: "Saya harus melakukan ini." Kemudian, periksalah tekad itu setiap hari,
cari tahu alasan di balik melemahnya tekad tersebut, dan teruslah memberikan
perhatian khusus pada situasi itu agar hal tersebut tidak muncul kembali.
Duduklah dalam kesadaran sebagai master mahakuasa, miliki tekad untuk mengakhiri
sanskara tersebut, lalu akhirilah! Beberapa anak berkata bahwa terkadang mereka
mengalami situasi di mana kekuatan tertentu tidak muncul pada saat mereka
membutuhkannya. Anda memang memiliki kekuatan-kekuatan tersebut, namun terkadang,
ketika Anda ingin memunculkan kekuatan tertentu pada saat tertentu, kekuatan itu
tidak muncul. Anda adalah master mahakuasa. Apa gelar Anda? Master mahakuasa.
Namun, apa yang Anda katakan? Bahwa kekuatan itu tidak muncul pada saat itu. Apa
alasannya? Anda tidak sedang duduk di singgasana master mahakuasa—sosok dengan
segala kekuatan. Bahkan saat ini, ketika Anda berada di kantor, bukankah Anda
harus mematuhi mereka yang memberikan perintah dengan otoritas tersebut? Apakah
Anda akan mematuhi orang lain yang mungkin memberikan perintah yang sama kepada
Anda? Singgasana Anda adalah singgasana master mahakuasa. Ketika Anda tidak
duduk di singgasana tersebut, maka meskipun Anda memanggil suatu kekuatan,
kekuatan itu tidak akan muncul pada saat itu. Oleh karena itu, BapDada telah
berulang kali meminta Anda untuk menjaga mental Anda agar tetap sibuk. Sepanjang
hari, munculkanlah satu kekuatan, lalu sesekali munculkanlah kekuatan lainnya
dan amati seberapa besar kekuatannya. Jika Anda terus mengalami hal ini sembari
tetap duduk di singgasana Anda, kekuatan-kekuatan tersebut akan senantiasa hadir
di hadapan Anda. Itu semua adalah kekuatan Anda sendiri, bukan? Jadi, apakah
Anda merayakan Holi? Anda senantiasa merayakan Holi. Anda selalu mewarnai diri
Anda dengan warna persahabatan Sang Ayah. Anda telah diwarnai dengan warna
tersebut, bukan? Achcha.
Hari ini, BapDada
memberikan swamaan ini kepada Anda masing-masing: Setiap anak harus menjadi jiwa
istimewa dengan tekad yang teguh ini. Memiliki sebuah pikiran dan hal itu pun
terjadi—inilah yang disebut sebagai tekad yang teguh. Sebagian dari Anda
mengatakan bahwa Anda memiliki tekad yang teguh. Namun, tekad berarti kesuksesan.
Jika tidak ada kesuksesan, hal itu tidak bisa disebut sebagai tekad. Jadi,
sekarang, semoga Anda memiliki tekad yang teguh! Bawalah swamaan yang istimewa
ini ke dalam kesadaran Anda setiap hari pada saat amrit vela dan teruslah
melangkah maju dengan cara ini. Masa Zaman Peralihan ini sungguh indah. Satu
detik bukan sekadar satu detik; satu detik memiliki pencapaian setara dengan
satu tahun. Itulah sebabnya BapDada terus mengatakan bahwa tidak boleh ada satu
detik pun yang terbuang sia-sia. Tidak boleh ada satu pikiran pun yang terbuang
sia-sia. Jadilah sosok yang penuh kekuatan dan buatlah jiwa lain menjadi kuat.
Apakah ini bisa dipahami?
Kepada Anda,
anak-anak yang paling suci di mana pun berada, yang senantiasa mengatakan "Baba
saya, Baba saya" di setiap langkah dan terus terbang; kepada Anda yang terus
maju dengan upaya intens serta terus memajukan orang lain; kepada
permata-permata cahaya yang melebur di hati BapDada— Baba melimpahkan banyak
cinta kasih dari lubuk hati Beliau. Bersamaan dengan itu, Baba juga mengucapkan
selamat merayakan Holi, karena Andalah sosok-sosok yang suci; sesungguhnya,
tidak ada orang lain yang menjadi 'suci ganda' (double holy). Hanya Andalah yang
menjadi suci ganda; oleh karena itu, ucapan selamat berjuta-juta kali lipat—Baba
sampaikan kepada Anda.
Berkah:
Semoga Anda
menjadi perwujudan dari penanggalan, yang memiliki keyakinan dalam intelek, dan
membuat BapDada menyerahkan diri Beliau kepada Anda.
“Setelah menemukan
Sang Ayah, saya telah menemukan segalanya.” Ketika mereka yang memiliki
intoksikasi akan hal ini menanggalkan segalanya, dan ketika anak-anak yang
memiliki keyakinan dalam intelek mereka mengalami sukacita, kedamaian, kekuatan,
dan kebahagiaan dari Sang Ayah, mereka tidak memedulikan pendapat orang lain,
melainkan terus melangkah maju di setiap langkah. Mereka mengalami segala
sesuatu yang ada di dunia ini hambar dan tanpa intisari kekuatan sejati. BapDada
menyerahkan diri Beliau beserta segala kekayaan Beliau kepada anak-anak yang
merupakan perwujudan dari penanggalan dan memiliki keyakinan dalam intelek. Sama
seperti Anda, anak-anak, memiliki pikiran, “Baba, saya adalah milik-Mu,”
demikian pula Baba berkata, “Apa pun yang menjadi milik Sang Ayah adalah milik
Anda.”
Slogen:
Yogi mudah (sahaj
yogi) adalah sosok yang menyebarkan vibrasi cinta kasih Sang Ayah melalui setiap
pikiran dan perbuatannya.
Sinyal Avyakt:
Alamilah Tahapan yang Komplet dan Sempurna; Sama Seperti Ayah Brahma Anda semua,
jiwa-jiwa Brahmana, telah mengucapkan sumpah saat kelahiran Anda untuk menjadi
komplet dan sempurna, sama seperti Ayah Brahma. Sama seperti Anda menggunakan
istilah selalu siaga, demikian pula sekarang, siagalah senantiasa untuk menjadi
komplet dan sempurna. Jangan sampai ada kecerobohan dalam hal ini.