02.07.26       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, donasikanlah sifat-sifat buruk Anda, maka pertanda buruk gerhana Rahu akan dihilangkan. Berikanlah donasi, maka gerhana akan hilang.

Pertanyaan:
Kesadaran apa yang diberikan oleh Sang Ayah, Tuhan Dari Pohon, kepada Anda, anak-anak Bharata, untuk mendatangkan pertanda baik Jupiter?

Jawaban:
Wahai, anak-anak Bharata, agama devi-devta Anda yang asli dan abadi adalah yang paling luhur. Anda dahulu penuh semua kebajikan luhur, 16 derajat surgawi sempurna. Anda, anak-anak Saya, Sang Samudra, telah menjadi jelek karena duduk di atas tungku sifat buruk nafsu birahi dan tertutupi gerhana. Saya sekarang telah datang untuk menjadikan Anda rupawan kembali. Dengan kesadaran ini, pertanda baik Jupiter akan datang ke atas Anda.

Lagu:
Salam hormat kepada Shiva!

Om Shanti.
Pujian siapa yang Anda dengar? Pujian Sang Ayah yang tak terbatas. Sang Ayah yang tertinggi adalah Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita Paramatma). Tidak ada orang yang bisa mengatakan ini mengenai ayah lokik mereka. Anda anak-anak tahu bahwa Sang Ayah parlokik, Sang Ayah dari semua jiwa, adalah Yang Maha Tinggi. Nama Beliau adalah Shiva. Tidak ada sesuatu yang tidak memiliki nama atau wujud. Pada saat ini, semua jiwa tertutupi gerhana oleh pertanda buruk Rahu. Inilah sebabnya, ini disebut dunia zaman besi. Ada berbagai pertanda: pertanda Jupiter, pertanda Venus. Anda sekarang memiliki pertanda baik Jupiter di atas Anda. Anda mendengar pujian Tuhan, Yang Maha Tinggi, Shiva Baba. Nama Beliau yang sebenarnya adalah Shiva, tetapi manusia telah memberi Beliau berbagai nama yang berbeda-beda. Nama Beliau yang asli adalah Shiva Baba. Sang Ayah menjelaskan, “Saya adalah Sang Benih dan Yang Maha Hidup.” Beliau disebut Yang Maha Hidup, Yang Maha Benar. Beliau juga disebut Sang Samudra Kebahagiaan, Kebahagiaan Tiada Tara, dan Kedamaian. Semua pujian hanyalah milik Yang Esa. Orang-orang Bharata menyanyikan pujian Beliau, tetapi mereka tidak mengerti apa pun. Intelek mereka benar-benar telah membatu. Siapa yang mengubah intelek mereka menjadi batu? Rahwana. Di zaman emas, orang-orang Bharata berintelek ilahi. Lima ribu tahun yang lalu, Bharata adalah daratan keilahian, tempat devi-devta dahulu tinggal. Bharata diingat sebagai daratan yang tak termusnahkan. Dahulu, devi-devta berintelek ilahi ada di Bharata. Sekarang, manusia tidak suci berintelek batu ada di sini. Sang Ayah telah menjelaskan bagaimana mereka menjadi tidak suci. Ketika mereka mulai duduk di atas tungku sifat buruk nafsu birahi di zaman perunggu, mereka menjadi jelek. Semua jiwa telah terbakar oleh api sifat buruk nafsu birahi. Itu juga mengacu kepada Bharata pada khususnya. Dahulu ada kerajaan devi-devta berintelek ilahi di Bharata. Itu disebut daratan Vishnu, kerajaan Rama. Sang Ayah datang dan memberi tahu Anda, “Anak-anak termanis yang terkasih, ketika Anda dahulu ada di zaman emas, Anda penuh dengan semua kebajikan ilahi. Inilah pujian Anda.” Di sana tidak ada sifat buruk. Rahwana, kerajaan lima sifat buruk, dimulai pada zaman perunggu. Oleh sebab itu, kerajaan Rama berubah menjadi kerajaan Rahwana. Sekarang, ada gerhana. Bharata telah menjadi benar-benar jelek. Pertanda baik Jupiter adalah pertanda yang terbaik. Dahulu ada pertanda baik Jupiter di atas Bharata di zaman emas. Kemudian, di zaman perak, ada pertanda Venus, jadi itu berkurang dua derajat. Itu disebut zaman perak. Kemudian, datanglah zaman perunggu dan zaman besi. Anda terus menuruni tangga dan pertanda terus berubah. Pada saat ini, ada pertanda buruk Rahu di atas semua jiwa. Ketika terjadi gerhana matahari, orang-orang berkata, “Berikanlah donasi, maka gerhana akan hilang.” Sang Ayah rohani sekarang menjelaskan kepada Anda anak-anak, “Ini adalah pengetahuan spiritual. Ini bukan pengetahuan dari kitab suci mana pun.” Pengetahuan kitab suci disebut jalan pemujaan. Tidak ada pemujaan di zaman emas dan perak. Ada pengetahuan, pemujaan, kemudian ketidaktertarikan, artinya dunia lama ini harus ditanggalkan. Ini adalah klan shudra. Orang-orang menunjukkan patung Vishnu yang terdiri dari empat bagian, yang menggambarkan kasta-kasta: Brahmana, devi-devta, kesatria, waisya, dan shudra. Inilah kisah Bharata. Mereka menciptakan patung yang terdiri dari empat bagian, tetapi orang-orang berintelek batu itu tidak memahami apa pun. Mengapa mereka berintelek batu? Karena mereka tidak suci. Orang-orang Bharata dahulu berintelek ilahi; mereka sepenuhnya tanpa sifat buruk. Lima ribu tahun yang lalu, Bharata menjadi surga. Tidak ada daratan lain. Hanya Sang Ayah yang menjelaskan semua hal ini. Siapa yang mengajarkan Raja Yoga kepada Anda? Shiva, Sang Pengajar. Beliaulah Sang Samudra Pengetahuan. Tidak ada manusia yang bisa disebut sebagai Sang Samudra Pengetahuan, Sang Penyuci Bagi Semua Jiwa. Hanya Sang Ayah Yang Esa adalah Sang Pembebas Semua Jiwa. Beliau sendiri datang pada masa penderitaan untuk membebaskan Anda dari Rahwana, kemudian Beliau menjadi Sang Pemandu bagi Anda dan membawa Anda pulang. Beliau disebut Sang Pemandu spiritual. Sang Ayah berkata, “Sayalah Pemandu bagi Anda semua, jiwa-jiwa. Saya akan membawa Anda semua pulang. Tidak ada pemandu lain seperti Saya.” Orang-orang berkata, “Tuhan, Sang Ayah, adalah Sang Pembebas, Sang Pemandu, Yang Maha Bahagia.” Beliau memiliki belas kasih terhadap semua jiwa, sebab semua anak Sang Samudra telah hangus terbakar karena duduk di atas tungku sifat buruk nafsu birahi. Ini mengacu kepada Bharata pada khususnya. Sang Ayah berkata, “Anda dahulu 16 derajat surgawi sempurna, sepenuhnya tanpa sifat buruk. Lihatlah, seperti apa jadinya Anda sekarang karena duduk di atas tungku sifat buruk nafsu birahi!” Sang Ayah sekarang telah datang kembali. Sang Ayah, Tuhan Dari Pohon, datang dan memberikan pertanda baik Jupiter kepada semua manusia. Pada saat ini, Bharata pada khususnya dan dunia pada umumnya telah tertutupi gerhana karena pertanda buruk Rahu. Sang Ayah berkata, “Hanya Saya yang datang untuk memberikan mukti dan keselamatan kepada Bharata pada khususnya dan dunia pada umumnya.” Anda telah datang kemari untuk menjadi berintelek ilahi. Sang Ayah adalah yang paling dikasihi. Sang Kekasih dari semua kekasih hanyalah Yang Esa. Orang-orang dari semua bangsa menciptakan patung berbentuk oval karena Beliau adalah Sang Ayah dari semua jiwa. Di Bharata, ada banyak kuil Shiva, yang disebut Shivalaya, yaitu tempat kediaman. Orang-orang di zaman emas berasal dari agama devi-devta, tetapi tak seorang pun tahu kapan agama atau kerajaan mereka ada. Mereka telah menulis bahwa durasi zaman emas sangat panjang. Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan, “Sekarang ada pertanda baik Jupiter di atas Anda anak-anak untuk 21 kelahiran.” Tuhan Dari Pohon adalah Sang Samudra Pengetahuan, Sang Penyuci, yang dipanggil-panggil oleh semua orang, “Engkaulah Sang Ibu dan Sang Ayah. Kami adalah anak-anak-Mu.” Semua orang memuji Beliau. Dahulu benar-benar ada kebahagiaan yang berlimpah di zaman emas dan perak. Karena Sang Ayah adalah Tuhan, Sang Ayah, Sang Pencipta Surga, kita pasti juga berada di surga. Sang Ayah menjelaskan, “Anda semua dahulu adalah penghuni surga, dan sekarang telah menjadi penghuni neraka.” Agama devi-devta yang asli dan abadi berasal dari Bharata. Mereka yang berasal dari agama Kristen akan terus berpegang pada agama Kristen. Jadi, Sang Ayah bertanya, “Karena Anda berasal dari agama devi-devta, mengapa Anda melupakan agama Anda?” Sang Ayah mengingatkan Anda bahwa agama dan perbuatan Anda dahulu adalah yang terluhur. Anda sekarang telah menjadi merosot, berdosa, dan miskin. Anda adalah pemuja devi-devta, lalu mengapa Anda menyebut diri sebagai “Hindu”? Seperti apa kondisi Bharata sekarang? Karena jiwa-jiwa yang berasal dari agama devi-devta telah menjadi penuh sifat buruk, mereka tidak menyebut diri mereka sebagai devi-devta. Sang Ayah berkata, “Sekarang adalah akhir dari dunia yang tidak suci ini. Perang Mahabharata sudah di ambang pintu.” Tuhan berkata, “Saya mengajarkan Raja Yoga kepada Anda untuk zaman emas.” Hanya ada satu Tuhan dan kita adalah anak-anak Beliau, kita adalah saligram. Sang Ayah berkata kepada Anda, “Anda, yang dahulu layak dipuja, sekarang telah menjadi pemuja. Anda sekarang sedang mempelajari pengetahuan sekali lagi, untuk menjadi devi-devta yang layak dipuja. Kemudian, Anda yang layak dipuja akan menjadi pemuja di zaman perunggu. Anda mengalami 84 kelahiran penuh.” Mereka yang telah mengalami 84 kelahiran akan datang dan menjadi Brahma Kumar dan Brahma Kumari. Ada ungkapan bahwa agama devi-devta yang asli dan abadi didirikan melalui Brahma. Karena ada Prajapita Brahma, pasti juga ada banyak anak. Brahma pasti diperlukan di sini. Ada begitu banyak rakyat. Para Brahmana nanti harus menjadi devi-devta. Sang Ayah datang dan mendirikan agama Brahmana dengan cara mengubah shudra menjadi Brahmana. Agama devi-devta yang asli dan abadi didirikan pada zaman peralihan ini. Ini adalah zaman peralihan yang penuh berkah. Perang ini disebut perang yang membawa berkah. Gerbang surga akan terbuka setelah penghancuran ini. Anda telah datang kemari untuk menjadi penghuni surga dan pergi ke daratan Vishnu. Sekarang terdapat pertanda baik Jupiter yang tak termusnahkan di atas Anda anak-anak. Ada ungkapan: “16 derajat surgawi sempurna”. Kemudian, Anda menurun dua derajat, jadi itu disebut “pertanda Venus”. Di zaman emas, ada pertanda baik Jupiter, kemudian di zaman perak, ada pertanda Venus. Kita terus menurun dan pertanda terus berubah. Kelahiran demi kelahiran, pertanda yang tidak baik terus datang. Sekarang, ada pertanda baik Jupiter dari Sang Ayah. Yang Esa adalah Sang Ayah yang tak terbatas, Sang Samudra Pengetahuan, Sang Penyuci. Beliaulah Ayah, Pengajar, dan Satguru Anda. Semua yang lain palsu dan mereka tidak bisa memberikan keselamatan kepada siapa pun. Ini disebut dunia penuh sifat buruk, sedangkan itu disebut dunia tanpa sifat buruk. Semua jiwa sekarang sangat tidak bahagia di dunia penuh sifat buruk ini. Lihatlah apa yang terus terjadi: ada peperangan, ada kekerasan. Ini disebut pertumpahan darah tanpa sebab. Lihatlah apa yang terus dilakukan orang padahal tidak ada yang bersalah! Mereka cukup menjatuhkan satu bom, dan itu akan langsung menghabisi semua orang. Inilah waktu yang sama di zaman peralihan. Dunia baru diperlukan bagi Anda, devi-devta. Sang Ayah berkata, “Anak-anak yang termanis, jadilah ‘Manmanabhawa’.” Ayah yang mana yang mengatakan ini? Shiva Baba. Beliau tanpa citra jasmani. “Sesungguhnya, Anda juga tanpa citra jasmani, tetapi Anda mengalami kelahiran kembali, sedangkan Saya tidak. Pada saat ini, semua jiwa tidak suci; tidak ada satu jiwa pun yang suci. Anda memang harus menjadi tidak suci. Anda harus melewati tahapan sato, rajo, dan tamo.” Pada saat ini, seluruh pohon telah mencapai tahapan lapuk total. Dunia telah menjadi benar-benar tua. Sekarang, dunia harus dijadikan baru kembali. Lihatlah, betapa banyaknya jumlah manusia di dunia yang tidak suci! Di dunia yang suci, hanya ada sangat sedikit orang yang memerintah di sana. Hanya ada satu agama. Tidak ada agama-agama lain. Bharata dahulu disebut surga. Ada ungkapan: “Terdapat matahari, bulan, dan seluruh dunia dalam diri setiap orang.” Akan ada 900.000 orang di zaman emas, kemudian jumlah mereka terus bertambah. Pada mulanya, pohon bunga sangat kecil. Hutan duri sangat besar. Lihatlah betapa indahnya Taman Mughal di Delhi! Tidak ada taman lain sebesar taman itu. Lihatlah betapa besarnya hutan! Taman zaman emas sangat kecil. Kemudian, itu berkembang dan menjadi besar. Sekarang, itu telah menjadi hutan duri. Ketika Rahwana datang, itu menjadi hutan duri. Ini adalah hutan duri. Ketika manusia saling berkelahi dengan satu sama lain, mereka bahkan saling membunuh. Mereka memiliki begitu banyak amarah, mereka bahkan disebut lebih buruk daripada monyet. Sang Ayah berkata, “Anak-anak Saya yang terkasih, Anda sekarang memiliki pertanda Tuhan Dari Pohon di atas Anda. Berikanlah donasi, maka gerhana akan hilang.” Di sinilah Anda harus menjadi sepenuhnya tanpa sifat buruk. Anda kemudian akan meninggakan badan Anda dan pergi ke Kuil Shiva. Ada begitu banyak kebahagiaan di Kuil Shiva; itulah kerajaan devi-devta. Zaman emas disebut Kuil Shiva, sedangkan zaman besi disebut rumah bordil. Rahwanalah yang mendirikan rumah bordil ini. Sang Ayah berkata, “Berubahlah dari tidak suci menjadi suci.” Bagaimana Anda bisa menjadi suci? Bisakah Anda menjadi suci dengan mandi di Sungai Gangga atau mandi di titik pertemuan tiga sungai? Anda telah melakukan itu, kelahiran demi kelahiran. Jutaan orang pergi untuk mandi di sana. Ada banyak sungai, danau, kolam, dan sebagainya. Mereka pergi dan mandi di mana pun mereka melihat ada air, karena mereka menganggap diri mereka tidak suci. Tuhan Keilahian sekarang sedang menjadikan intelek Anda ilahi. Oleh sebab itu, Sang Ayah, Tuhan Keilahian, yang sedemikian rupa, harus diingat dengan penuh cinta kasih! Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Agar bisa pergi dari dunia duri ini ke taman bunga, buanglah semua duri (sifat buruk). Dengan penuh cinta kasih, ingatlah Sang Ayah yang menjadikan Anda ilahi.

2. Berupayalah pada zaman peralihan yang penuh berkah ini untuk berubah dari shudra menjadi Brahmana dan jadilah devi-devta. Agar bisa menghilangkan pertanda buruk gerhana Rahu, donasikanlah sifat-sifat buruk.

Berkah:
Semoga Anda melakukan setiap perbuatan sebagai perbuatan istimewa di zaman peralihan ini dan menjadi enam belas derajat surgawi sempurna.

Zaman peralihan ini adalah zaman untuk mengungkapkan bakat istimewa Anda. Setiap perbuatan dan setiap kebajikan ilahi dari mereka yang setiap perbuatannya adalah seperti bakat yang patut dipuji. Enam belas derajat surgawi sempurna berarti setiap aktivitas Anda terlihat sebagai bakat istimewa: ini adalah tanda dari tahapan kesempurnaan. Anda melihat keistimewaan Sakar Baba dalam caranya berbicara dan berjalan, dll. Jadi, itu juga sebuah seni. Seni duduk dan berdiri, seni melihat, seni berjalan: ada keunikan dan keistimewaan dalam segala hal. Jadi, ikuti Sang Ayah dengan cara yang sama dan jadilah penuh dengan keenam belas seni.

Slogan:
Seseorang yang penuh kekuatan adalah orang yang langsung memahami sesuatu dan segera mengambil keputusan.

Sinyal Avyakt:
Tetaplah Berada dalam Tahapan Vulkanik dan Alamilah Ingatan yang Penuh Kekuatan

Ketika yoga Anda, anak-anak, menjadi vulkanik dan penuh kekuatan, api kesucian akan mampu membakar sampah dunia dalam sedetik. Kekuatan kesucian ini adalah kekuatan yang besar. Pada saat akhir, ketika Anda menjadi sepenuhnya suci, api pikiran cinta kasih Anda yang luhur akan membakar semua sampah.