03.11.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, Anda harus terus-menerus menyimpan pengetahuan yang telah Anda
terima dari Sang Ayah dalam intelek Anda. Bangunlah pada waktu dini hari,
putarlah chakra kesadaran diri, dan aduklah samudra pengetahuan.
Pertanyaan:
Apa hukum
dalam studi Ketuhanan ini? Petunjuk apa yang telah Anda terima untuk ini?
Jawaban:
Hukum dalam
studi Ketuhanan ini adalah belajar dengan rutin. Bukan hukumnya jika Anda kadang
belajar dan kadang tidak belajar. Baba telah memberi Anda banyak fasilitas untuk
studi ini. Murli dikirimkan dari sini, sehingga Anda bisa mengikuti kursus tujuh
hari, kemudian belajar di mana pun Anda berada. Jangan pernah melewatkan studi.
Lagu:
Salam hormat
kepada Shiva.
Om Shanti.
Anak-anak
yang duduk di sini sedang mengingat Sang Pencipta serta permulaan, pertengahan,
dan akhir ciptaan, artinya: mereka mengingat chakra kesadaran diri. Sang Ayah
telah memberikan pengetahuan kepada Anda anak-anak agar Anda menjadi pemutar
chakra kesadaran diri. Sasaran Anda, anak-anak Brahmana, adalah untuk menjadi
pemutar chakra kesadaran diri. Anda harus mengingat alam jiwa, alam halus, dunia
fisik, dan siklus 84 kelahiran dalam intelek Anda. Hapuslah segala hal yang lain
dari intelek Anda. Intelek Anda anak-anak paham bahwa Baba benar-benar
menjadikan Anda sebagai jiwa-jiwa dinasti surya dan chandra. Anda mengalami 84
kelahiran. Selagi berjalan dan beraktivitas, sang jiwa, sang diri, memiliki
pengetahuan tentang Sang Ayah serta permulaan, pertengahan, dan akhir ciptaan.
Shiva Baba sekarang telah mengubah Anda dari shudra menjadi Brahmana. Beliau
telah menjelaskan kepada Anda, bagaimana Anda memainkan permainan siklus 84
kelahiran. Pada awalnya, Anda adalah Brahmana dan Shiva Babalah yang menciptakan
Anda melalui Brahma. Hanya melalui pengetahuan tentang Sang Pencipta dan ciptaan,
Anda bisa menjadi pemutar chakra kesadaran diri. Pengetahuan ini harus tersimpan
sepanjang waktu dalam intelek Anda. Bangunlah pada waktu dini hari dan duduklah
dalam kesadaran sebagai pemutar chakra kesadaran diri. Kita sekarang mengetahui
tentang siklus 84 kelahiran kita. Sang Ayah, Sang Pencipta kita semua, jiwa-jiwa,
adalah Yang Esa. Kita berkata bahwa kita semua bersaudara dan Ayah kita adalah
Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita Paramatma)
yang tanpa citra jasmani, Sang Penghuni hunian tertinggi. Kita dahulu juga
tinggal di sana. Beliaulah Baba kita. Kata “Baba” sangat manis dan menyenangkan.
Orang-orang pergi ke kuil Shiva Baba dan memuja Beliau serta begitu banyak
mengingat Beliau. Sang Ayah berkata, “Saya mengubah Anda dari manusia menjadi
devi-devta, dari jiwa-jiwa berintelek merosot menjadi jiwa-jiwa berintelek
bersih dan suci. Saya mentransformasi intelek shudra Anda yang merosot menjadi
intelek yang suci dan bersih, yaitu menjadi intelek yang paling tinggi dan
paling luhur.” Semua laki-laki dan perempuan menunduk hormat di hadapan patung
Lakshmi dan Narayana, tanpa mengetahui siapa mereka dahulu, kapan mereka datang,
atau apa yang telah mereka lakukan. Baba telah menjelaskan bahwa Bharata adalah
daratan yang tak termusnahkan karena inilah tempat kelahiran Sang Ayah Yang Maha
Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita Paramatma) yang abadi. Inilah
tempat kelahiran Sang Penyuci, Sang Pemberkah Keselamatan Bagi Semua Jiwa, dan
dengan demikian, inilah tempat perziarahan teragung. Tidak ada orang yang
memiliki intoksikasi yang sedemikian tinggi tentang tempat kelahiran Sang Ayah
Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita Paramatma), Sang
Pemberkah Keselamatan Bagi Semua Jiwa. Hari kelahiran Sang Pencipta diperingati
di Bharata. Orang-orang merayakan hari kelahiran Shiva, jadi Shiva pastilah
mengambil kelahiran di sini. Bharata adalah tempat perziarahan agung, tetapi
sesuai dengan drama, tidak ada orang yang tahu bahwa inilah tempat kelahiran
Tuhan, Ayah kita, Sang Ibu dan Sang Ayah, Sang Penyuci, dan Sang Pemberkah
Keselamatan Bagi Semua Jiwa. Inilah sebabnya, tentang daratan Bharata, mereka
berkata, “Salam hormat kepada Ibu Bharata.” Artinya, Anda semua, anak-anak
perempuan yang sedang mengubah Bharata menjadi surga di bumi ini dengan
mengikuti shrimat, harus memiliki intoksikasi bahwa kita mentransformasi Bharata
menjadi surga setiap siklus dengan mengikuti shrimat. Anda masing-masing
mengklaim status tinggi sesuai dengan sejauh mana Anda mengikuti shrimat.
Orang-orang Bharata telah menulis bahwa durasi siklus berlangsung ratusan ribu
tahun. Anda tahu bahwa Gita berasal dari dharma yang didirikan oleh Baba, yang
mengambil kelahiran di Bharata. Orang-orang Bharata telah melupakan siapa yang
dahulu menyanyikan Gita. Ada perbedaan yang sedemikian besar antara Shiva yang
tanpa citra jasmani dengan Shri Krishna. “Anda tahu bahwa jiwa Krishna, yang
dahulu rupawan, sekarang telah menjadi tamopradhan pada penghujung kelahiran
terakhir dari banyak kelahirannya. Saya kemudian memasuki badannya dan
mengubahnya menjadi Shri Krishna yang rupawan.” Inilah sebabnya, Krishna disebut
sebagai yang jelek dan yang rupawan, “Shyam” dan “Sundar”. Dahulu, dialah
pangeran nomor satu yang rupawan di zaman emas. Dia dipuji sebagai manusia luhur
yang mengikuti maryadas tertinggi dan menganut dharma yang tertinggi, yaitu
tanpa kekerasan. Orang-orang Bharata tidak mengetahui hubungan antara Radhe dan
Krishna dengan Lakshmi dan Narayana. Sang Ayah berkata, “Tidak ada makna dalam
apa pun yang telah Anda pelajari hingga sekarang.” Anda kini sedang duduk secara
pribadi di hadapan Sang Ayah. Anda tahu bahwa Baba sekali lagi sedang memberikan
ajaran Raja Yoga kepada Anda setelah 5000 tahun. Seluruh dunia mengatakan bahwa
Krishnalah yang menyampaikan Gita. Sang Ayah berkata, “Krishna bahkan tidak
memiliki pengetahuan tentang permulaan, pertengahan, maupun akhir dunia. Jiwa
Krishna menerima pengetahuan ini dalam kelahirannya yang sebelumnya dan sekarang
dia sedang menerimanya kembali. Saya telah menamai dia ‘Brahma’. Saya memasuki
badannya pada penghujung kelahiran terakhir dari banyak kelahirannya.” Anda
sekarang telah mati selagi hidup. Anda dahulu diberi nama-nama spiritual.
Sekarang, Anda tidak lagi diberi nama, karena ada banyak anak yang menceraikan
Sang Ayah. Jika seseorang menjadi milik Sang Ayah, menerima nama baru, kemudian
melarikan diri, itu menimbulkan kesan yang tidak baik. Inilah sebabnya, Baba
berhenti memberi nama. Anda sekarang telah menjadi Brahmana, anak-anak Prajapita
Brahma dan cucu-cucu Shiva Baba. Sang Ayah berkata, “Anda harus mengklaim
warisan dari Saya. Oleh sebab itu, ingatlah Saya.” Ini adalah kelahiran terakhir
dari banyak kelahiran orang ini. Brahma yang terlihat di alam halus itu suci.
Namun, Ayah Umat Manusia tidak bisa berada di alam halus. Sang Ayah menjelaskan
bahwa orang ini adalah Brahma yang berwujud jasmani, yang berdiri di puncak
pohon. Dia sedang duduk beryoga di sini bersama anak-anak, untuk menjadi
malaikat yang suci. Oleh sebab itu, dia juga harus ditunjukkan di alam halus.
Prajapita pasti diperlukan di sini. Brahma yang itu berwujud halus, sedangkan
Brahma yang ini berwujud jasmani. Anda juga telah datang kemari untuk menjadi
malaikat. Dalam hal inilah orang-orang menjadi bingung, karena pengetahuan ini
sepenuhnya baru. Pengetahuan ini tidak bisa ditemukan dalam kitab suci mana pun.
Tuhan itu Esa. Yang Tertinggi, Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha
Tinggi (Parampita Paramatma) yang tanpa citra jasmani, adalah Sang Ayah dari
semua jiwa. Tempat hunian Beliau adalah hunian tertinggi. Semua jiwa mengingat
Beliau, “Datanglah! Maya telah menutupi kami dengan bayang-bayang kegelapan
sehingga kami menjadi tidak suci.” Hal-hal ini tidak dipahami oleh intelek
anak-anak yang baru. Anda sekarang mengetahui permulaan, pertengahan, dan akhir
ciptaan. Hanya ada sangat sedikit dari kita yang dahulu memerintah kerajaan di
zaman emas. Di sana, tidak mungkin ada ketidakbenaran. Orang-orang telah
menuliskan begitu banyak hal dalam kitab-kitab suci, tetapi tak satu pun darinya
mengandung makna apa pun. Selagi menuruni anak tangga secara bertahap, Anda
sekarang telah menjadi tidak suci pada akhirnya. Sekarang, Anda melompat. Anda
memerlukan 84 kelahiran untuk turun, kemudian Anda melompat naik dalam sedetik.
Anda anak-anak sekarang sedang mempelajari Raja Yoga. Anda akan terlebih dahulu
pergi ke hunian kedamaian, kemudian ke daratan kebahagiaan. Ini adalah daratan
penderitaan. Andalah yang pertama-tama turun, jadi Sang Ayah juga harus pertama-tama
menemui Anda. Pertemuan antara Sang Ayah dan anak-anak, antara jiwa-jiwa dengan
Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, terjadi di sini. Ada perhitungan yang akurat: sudah
5000 tahun berlalu sejak kita terpisah dari Sang Ayah. Kita terlebih dahulu
memainkan peran kita di surga, kemudian kita terus menurun. Anda sekarang telah
datang kepada Sang Ayah, dan beberapa jiwa yang masih tersisa di sana juga akan
turun kemari. Studi Anda kemudian akan berakhir. Semua jiwa harus turun kemari.
Ketika alam jiwa sudah kosong, barulah Baba akan membawa semua jiwa pulang. Ini
harus dipahami. Anda harus belajar. Bukan hukumnya jika Anda kadang pergi ke
sekolah dan kadang tidak. Baba telah membuat banyak pengaturan bagi Anda untuk
belajar. Jika tidak demikian, bukan hal yang wajar untuk mengikuti studi melalui
surat. Studi Sang Ayah yang tak terbatas ini dikirim ke segala tempat melalui
surat. Itu dicetak pada berlembar-lembar kertas, kemudian dikirim ke begitu
banyak tempat yang berbeda. Begitu Anda selesai mengikuti kursus tujuh hari,
Anda bisa pergi dan belajar di mana pun Anda berada. Pada saat ini, semua
manusia telah berpenyakit selama setengah siklus. Inilah sebabnya, mereka harus
didudukkan dalam tungku selama tujuh hari. Penyakit lima sifat buruk ini telah
merajalela ke seluruh dunia. Di zaman emas, Anda memiliki badan yang bebas
penyakit; Anda senantiasa sehat dan kaya raya. Lihatlah, seperti apa kondisi
Anda jadinya, pada saat ini! Seluruh sandiwara ini didasarkan pada Bharata. Anda
sekarang telah mengingat 84 kelahiran Anda. Setiap siklus, Anda menjadi pemutar
chakra kesadaran diri dan juga penguasa dunia. Kerajaan sedang didirikan, dan di
dalamnya, semua orang akan menerima status secara berurutan. Segala jenis rakyat
juga diperlukan. Anda masing-masing harus bertanya dalam hati, sudah berapa
banyak orang yang telah Anda jadikan sebagai pemutar chakra kesadaran diri,
setara dengan Anda. Semakin banyak Anda menjadikan orang lain setara dengan Anda,
semakin tinggi status yang Anda klaim. Sang Ayah sedang mengajari Anda cara
untuk bertempur melawan Maya. Inilah sebabnya, orang ini disebut “Yudhishthira”.
Dia mengajari Anda bertempur agar mampu menaklukkan Maya. Orang-orang telah
menunjukkan Yudhishthira dan Dhritarashtra. Mereka bahkan mengingat bahwa orang
yang menaklukkan Maya juga menaklukkan dunia. Hanya Anda yang tahu, selama
berapa lama Anda tetap menjadi pemenang dan selama berapa lama Anda dikalahkan.
Itu bukan peperangan fisik. Tidak ada peperangan antara iblis-iblis dan
devi-devta. Tidak ada peperangan antara Kurawa dan Pandawa. Ada ungkapan: “Maya
semu dan badan juga semu.” Bharata sekarang merupakan daratan kepalsuan. Dahulu,
Bharata adalah daratan kebenaran, tetapi berubah menjadi daratan kepalsuan pada
saat Bharata menjadi kerajaan Rahwana. Orang-orang mengatakan begitu banyak hal
yang tidak benar mengenai Tuhan. Mereka begitu banyak menghina Beliau. Inkarnasi
yang telah dihina juga diingat orang. Sang Ayahlah yang paling banyak dihina.
Mereka menghina Beliau dengan mengatakan bahwa Tuhan berinkarnasi dalam ikan dan
buaya, dalam kerikil dan bebatuan. Inikah yang disebut bertata krama? Anda
sekarang telah menerima pencerahan. Anda tahu bahwa Sang Ayah sedang menjelaskan
kepada Anda rahasia tentang Sang Pencipta dan ciptaan, serta permulaan,
pertengahan, dan akhir ciptaan, yang tak diketahui siapa pun. Hanya Sang Ayahlah
Sang Pemberkah Keselamatan Bagi Semua Jiwa. Semua jiwa menerima keselamatan dari
pengetahuan yang Baba berikan. Bagaimana mungkin mereka yang hidup dalam
kemerosotan mampu memberikan keselamatan kepada jiwa-jiwa lain? Sang Ayah datang
dan menjadikan Anda raja diraja. Anda dahulu suci dan layak dipuja. Sekarang,
Anda telah menjadi pemuja dan datang kemari. Raja-raja yang tidak suci memuja
raja-raja yang suci. Di zaman emas, Anda bermahkota ganda. Ketika raja-raja
menjadi penuh dengan sifat buruk, mereka hanya memiliki satu mahkota. Mereka
juga maharaja dan maharani, tetapi jiwa-jiwa yang tidak suci tetap pergi dan
menunduk hormat kepada jiwa-jiwa yang suci. Orang-orang Bharata, yang berasal
dari jalan rumah tangga yang suci, kemudian memasuki jalan rumah tangga yang
tidak suci. Sang Ayah berkata, “Sekarang, inilah kelahiran terakhir Anda di
daratan kematian ini. Saya sekarang telah datang untuk membawa Anda kembali ke
zaman emas.” Perang dengan peluru kendali ini juga terjadi 5000 tahun yang lalu.
Dunia lama ini akan dihancurkan. Sang Ayah menjelaskan bahwa selagi tinggal di
rumah bersama keluarga Anda, Anda harus menjadi seperti bunga lotus. Anda, para
Brahmana, menjadi seperti bunga lotus, tetapi lambang ini telah diberikan kepada
Vishnu, karena Anda tidak selalu konstan. Sekarang, Anda menjadi seperti bunga
lotus, tetapi dua tahun kemudian, Anda menjadi tidak suci. Ini adalah klan Anda
yang paling luhur. Anda, para Brahmana, adalah perucut. Kemudian, seiring
mengalami kelahiran kembali, Anda menjadi devi-devta, kesatria, waisya, dan
shudra. Anda tidak langsung berubah dari shudra menjadi devi-devta; perucut
Brahmana juga diperlukan. Baba sekarang sedang mengajar Anda, para Brahmana.
Oleh sebab itu, jangan menceraikan Sang Ayah yang sedemikian rupa. Baba berkata,
“Mereka yang takjub oleh pengetahuan ini, menjadi milik Saya, dan mendengarkan
Saya, kemudian melarikan diri dan menjadi milik Maya. Mereka menjadi pengkhianat
dan menghina Saya.” Ada ungkapan bahwa mereka yang menghina Sang Satguru tidak
bisa mengklaim status tinggi di surga. Guru-guru di jalan pemujaan bukanlah
pemberkah keselamatan. Sang Ayah, Sang Pengajar, dan Sang Guru dari semua jiwa
adalah Sang Ayah Yang Esa, yang tanpa citra jasmani. Beliau telah datang untuk
mengangkat semua jiwa. Di masa depan, orang-orang akan mengerti, tetapi pada
saat itu, sudah terlambat. Mereka kemudian akan memasuki agama mereka
masing-masing. Dharma devi-devta adalah dharma yang terluhur. Anda, para
Brahmana, yang sedang duduk di sini bersama Sang Ayah, bahkan lebih luhur
daripada mereka. Yang Esa, yang tanpa badan, tanpa citra, sedang mengajar Anda.
Sang Ayah berkata, “Saya tidak memiliki badan Saya sendiri. Saya disebut ‘Shiva’
dan nama Saya tidak bisa berubah. Nama badan semua jiwa yang lain berubah. Namun,
Saya adalah Sang Jiwa Yang Maha Tinggi dan tidak ada seorang pun yang mampu
mengetahui horoskop Saya. Saya datang di tengah malam yang tak terbatas untuk
mengubahnya menjadi siang.” Sekarang adalah zaman peralihan. Pahamilah hal-hal
ini dengan sangat baik dan resapkanlah itu. Anda harus menyimpan hal-hal ini
dalam kesadaran Anda. Ketika Anda anak-anak datang kemari, Anda memiliki banyak
waktu; Anda bisa mengaduk samudra pengetahuan dengan sangat baik di sini. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Dengan
kesadaran bahwa Anda berasal dari klan yang paling luhur, jadilah suci seperti
bunga lotus selagi tinggal di rumah bersama keluarga Anda. Jangan pernah membuat
nama Sang Satguru dihina.
2. Lakukanlah
pelayanan untuk mengubah Bharata menjadi surga dengan mengikuti shrimat. Jadilah
pemutar chakra kesadaran diri dan jadikanlah orang lain sama. Kapan pun Anda
punya waktu, Anda benar-benar harus mengaduk samudra pengetahuan.
Berkah:
Semoga Anda
mengambil kebajikan ilahi dari setiap jiwa lain dengan senantiasa memiliki
perasaan penuh berkah, sehingga menjadi sosok yang kokoh dan tak tergoyahkan.
Agar tahapan Anda
menjadi kokoh dan tak tergoyahkan, senantiasalah mengambil kebajikan ilahi. Jika
Anda mengambil kebajikan dalam setiap situasi, tahapan Anda tidak mungkin akan
berfluktuasi. Mengambil kebajikan ilahi, berarti memiliki perasaan penuh berkah.
Melihat kebajikan ilahi di balik cacat dan kelemahan seseorang juga berarti
mengambil kebajikan ilahi. Oleh karena itu, akumulasikanlah kebajikan ilahi
bahkan dari mereka yang memiliki cacat dan kekurangan. Sebagaimana orang lain
begitu teguh dengan cacat dan kekurangan mereka, Anda pun harus tetap teguh
dalam kebajikan ilahi Anda. Jadilah pencari kebajikan, bukan pencari cacat
kelemahan jiwa lain.
Slogan:
Mereka yang
mempersembahkan segala yang mereka miliki kepada Sang Ayah dan menjadi cahaya
adalah malaikat.
Sinyal Avyakt:
Alamilah Tahapan yang Komplet dan Sempurna; Sama Seperti Ayah Brahma
Anda mengikuti Sang
Ayah agar menjadi setara dengan Beliau. Oleh karena itu, cernalah bagaimana Ayah
Brahma mencapai kesempurnaan. Apa saja keistimewaannya? Apa dasar khusus dari
pencapaian kesempurnaannya? Ayah Brahma memanfaatkan setiap hembusan napas dan
setiap detik waktunya dengan cara yang bermanfaat. Jadi, demi menjadi setara
dengan Sang Ayah, tetapkanlah tujuan untuk memanfaatkan segala sesuatu dengan
cara yang bermanfaat dan jadilah perwujudan kesuksesan.