05.09.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, bantulah semua orang untuk meneguhkan pelajaran tentang “Manmanabhawa”.
Teruslah mengikuti Sang Ayah Yang Esa.
Pertanyaan:
Apa upaya
mudah dan luhur yang perlu Anda lakukan untuk menjadi manusia yang terluhur?
Jawaban:
Wahai,
anak-anak yang akan menjadi manusia yang terluhur, teruslah mengikuti shrimat
setiap saat. Ingatlah Sang Ayah Yang Esa dan jangan melibatkan diri dalam
hal-hal lain. Anda boleh makan, minum, dan melakukan segala sesuatu, tetapi
teruslah mengingat Sang Ayah, maka Anda akan menjadi manusia yang terluhur.
Hanya jiwa-jiwa yang memiliki pertanda baik Jupiter di atas mereka yang bisa
menjadi manusia terluhur. Mereka tidak pernah melanggar shrimat atau melakukan
perbuatan yang salah.
Lagu:
Salam hormat
kepada Shiva.
Om Shanti.
Pujian
siapakah ini? Inilah pujian Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha
Tinggi (Parampita Paramatma), Yang Esa. Orang-orang yang melakukan perbuatan
baik pasti dipuji, sedangkan mereka yang melakukan perbuatan buruk dihina.
Contohnya, Akbar (1556-1605) dipuji, sedangkan Aurangzeb (1658-1707) dihina.
Rama dipuji, sedangkan Rahwana dihina. Kerajaan Rama dan kerajaan Rahwana sangat
terkenal di Bharata. Kerajaan Rama disebut kerajaan yang terluhur, sedangkan
kerajaan Rahwana disebut kerajaan bersifat iblis. Anda anak-anak sekarang
mengetahui tentang zaman peralihan. Inilah zaman peralihan yang paling penuh
berkah. Anda pasti akan menjadikan Bharata sebagai yang paling luhur.
Penghuninya harus dijadikan sebagai yang terluhur, dan tempat hunian mereka juga
harus dijadikan yang paling luhur. Bharata disebut surga, dan penghuninya
disebut devi-devta, penghuni surga. Oleh sebab itu, keduanya menjadi luhur.
Semua orang tahu bahwa dunia baru itu luhur, sedangkan dunia lama ini merosot.
Sebagaimana dunia, demikian juga penghuninya! Ada ungkapan bahwa Bharata dahulu
baru, tetapi sekarang sudah menjadi tua. Tidak ada daratan lain yang bisa
disebut “baru”. Tidak ada “Amerika baru” atau “Tiongkok baru” di dunia baru.
Tidak. Di dunia baru, yang diingat adalah “Bharata baru”. Inilah sebabnya, itu
disebut “India Baru”. Orang-orang dewasa ini menyebutnya “Bharata Baru”, tetapi
itu tidak ada maknanya. Bagaimana mungkin India Baru bisa ada pada saat ini? Di
India Baru, Delhi adalah Paristhan, daratan malaikat. Saat ini, Delhi bukanlah
daratan malaikat. Anda anak-anak datang kemari untuk menjadi yang paling luhur.
Pertanda terluhur adalah pertanda baik Jupiter. Ketika Anda menjadi yang paling
luhur, Anda memiliki pertanda baik Jupiter di atas Anda. Anda tahu bahwa Anda
sedang berupaya untuk mengklaim kebahagiaan tak terbatas dari Sang Ayah yang tak
terbatas, yang mendirikan dunia baru. Di zaman emas, ada manusia-manusia yang
terluhur. Kemudian, selagi Anda menurun, datanglah jiwa-jiwa berperingkat
menengah, kemudian jiwa-jiwa berperingkat rendah. Anda anak-anak tahu bahwa Sang
Ayah pada saat ini sedang membuat Anda menjadi penghuni surga zaman emas yang
satopradhan, yang paling luhur. Ini sangatlah mudah. Anda tidak perlu
menggunakan obat-obatan tertentu atau melakukan apa pun untuk ini. Anda hanya
perlu terus mengingat Baba. Inilah sebabnya, ini disebut ingatan yang mudah.
Hanya dengan mengingat Baba, Anda berubah dari jiwa berdosa menjadi jiwa
dermawan. Semua jiwa pasti akan menerima mukti. Sang Ayah berkata, “Sayalah Sang
Pemberkah Keselamatan Bagi Semua Jiwa. Oleh sebab itu, badan-badan manusia pasti
akan dihancurkan. Saya akan menyucikan jiwa-jiwa dan membawa mereka pulang ke
rumah.” Persiapan harus dilakukan untuk pulang ke rumah. Sang Ayah menginspirasi
Anda untuk melakukan persiapan, karena sayap jiwa-jiwa telah patah, artinya:
jiwa-jiwa telah menjadi tamopradhan. Anda sedang berupaya untuk menjadi suci
melalui kekuatan yoga. Mereka yang tidak melakukan ini akan harus memberikan
pertanggungjawaban penuh. Tidak perlu memikirkan apa pun dalam hal ini. Tugas
anak-anak adalah mengklaim warisan penuh dari Sang Ayah, menjadi
pembantu-pembantu-Nya, dan bekerja sama dengan Beliau. Lihatlah Sang Ayah saja
dan ikutilah Beliau dalam hal memberikan kerja sama. Berilah semua orang mantra
Saya agar bisa menjadi manusia yang terluhur. Sang Ayah datang setiap siklus dan
berkata, “Anda tidak bisa berubah dari tidak suci menjadi suci tanpa mengingat
Saya. Apakah Saya menyuruh Anda mandi di Sungai Gangga? Anda hanya perlu
mengingat mantra agung: Manmanabhawa. Ini berarti: ingatlah Saya, maka Anda akan
menjadi suci, yaitu master surga yang paling luhur.” Suami dan istri akan
sama-sama menjadi master rumah tangga yang suci. Sang Ayah menjelaskan semua hal
ini secara terperinci. Anda akan menjadi seperti ini secara nyata. Anda tahu
bahwa Tuhan dahulu pernah datang dan menjadikan Anda luhur. Inilah sebabnya,
Anda sekarang memanggil-manggil, “Wahai, Sang Penyuci jiwa-jiwa yang tidak suci,
datanglah dan sucikanlah kami!” Orang-orang sangat banyak memuji bulan kabisat,
bulan amal. Demikian juga, ada pujian besar untuk zaman peralihan yang paling
penuh berkah. Pagi pasti harus terbit setelah malam zaman besi berlalu.
Kebahagiaan terbit setelah kesengsaraan berlalu. Perkataan ini juga sangat jelas.
Suami dan istri sama-sama menjadi manusia yang terluhur dan tertinggi, karena
ini adalah jalan rumah tangga. Zaman emas sangat terkenal. Itu disebut daratan
kebahagiaan. Kemudian, ketika zaman perunggu tiba, orang-orang melakukan
penanggalan dan menjadi dimuliakan. Inilah sebabnya, manusia yang tidak suci
pergi dan bersujud di hadapan mereka. Manusia yang tidak suci pergi dan bersujud
di hadapan manusia yang suci; ini lumrah. Karena tidak mengenal Sang Ayah, Sang
Penyuci, mereka menganggap Sungai Gangga sebagai Sang Penyuci dan bersujud
kepada sungai itu. Ada pertemuan antara Sungai Gangga dan Samudra. Sang Ayah
menerangkan kepada Anda anak-anak dengan sangat jelas. Namun, meskipun demikian,
Beliau berkata, “Hanya segenggam dari berjuta-juta dan hanya sedikit dari
segenggam itu yang bisa memahami ini; dan dari yang sedikit itu pun, juga ada
orang-orang yang takjub akan pengetahuan ini ketika mereka mendengarnya,
menyampaikannya kepada orang lain, kemudian menceraikan Sang Ayah dan lari.”
Mereka menjadi orang-orang yang melakukan disservice. Pelayanan dan disservice
terus terjadi. Ada juga banyak orang yang tidak mengenali Sang Ayah dan mereka
lari. Anda sedang berubah dari jiwa berdosa menjadi jiwa dermawan. Kemudian,
beberapa anak menciptakan rintangan. Mereka melakukan disservice. Itu adalah
dosa yang sangat besar. Rahwana mengubah semua orang menjadi pendosa besar.
Bagaimanapun juga, akan digelar persidangan untuk mereka yang menjadi anak-anak
Baba tetapi selanjutnya melakukan disservice. Di jalan pemujaan, mereka tidak
menerima hukuman yang sedemikian berat. Akan tetapi, bagi mereka yang menjadi
milik Sang Ayah tetapi kemudian melakukan disservice, Dharamraj adalah tangan
kanan Sang Ayah. Itulah sebabnya, Beliau berkata, “Anak-anak, setelah menjadi
pembantu-pembantu Saya dalam melakukan pelayanan, jangan melakukan perbuatan
yang salah. Ketika Anda melakukan disservice, mereka yang polos mendapat
rintangan.” Baba berbelas kasih terhadap para ibu. Tuhan bahkan memijat kaki
Drupadi. Drupadi memanggil-manggil, “Mereka melucuti saya!” Baba menempatkan
kendi di atas kepala para ibu. Ibu-ibulah yang pertama, kemudian diikuti kaum
pria. Akan tetapi, dewasa ini, para pria masih memiliki banyak kesombongan
karena mereka menjadi guru dan dewa bagi istri mereka, dan bahwa para istri
adalah pelayan bagi suami. Di sini, Sang Ayah menjadi tanpa ego dan bahkan
memijat kaki para ibu. “Anda kelelahan. Jadi, Saya telah datang untuk
menghilangkan rasa lelah Anda. Semua orang telah mengesampingkan Anda, para ibu.”
Kaum saniyasi meninggalkan istri-istri mereka dan pergi jauh. Ada beberapa orang
yang tidak mampu memelihara lima sampai tujuh anak yang mereka miliki, kemudian
mereka merasa tertekan dan melarikan diri. Mereka menciptakan ciptaan mereka
sendiri, kemudian pergi jauh, meninggalkan anak-anak itu terlantar tanpa
dukungan. Sang Ayah berkata, “Saya tidak membiarkan siapa pun terlantar. Saya
menghapus kesengsaraan semua jiwa dan memberi mereka kebahagiaan.” Maya datang
dan menjadikan Anda tidak bahagia. Ini juga merupakan sandiwara. Orang-orang di
jalan ketidaktahuan menyangka bahwa Tuhanlah yang memberikan kebahagiaan dan
kesengsaraan. Akan tetapi, Tuhan, Sang Ayah, tidak melakukan hal semacam itu.
Drama ini tercipta berdasarkan karma. Apa pun perbuatan yang dilakukan orang,
dia pasti menerima buahnya sesuai dengan itu. Ini adalah tentang melakukan
perbuatan luhur pada saat ini. Ini tidak ada hubungannya dengan menyesali
perbuatan yang telah Anda lakukan. Ketika seseorang jatuh sakit atau mengalami
kebangkrutan, dia menyesali perbuatannya. Anda anak-anak menjadi sedemikian
beruntung, sehingga Anda tidak perlu menyesali perbuatan apa pun selama 21
kelahiran. Ini adalah buah yang sungguh luar biasa. Oleh sebab itu, Anda harus
mengikuti shrimat Sang Ayah. Anda boleh makan, minum, dan melakukan apa pun yang
perlu Anda kerjakan, tetapi ingatlah Ayah Anda dan warisan Anda saja, dan jangan
melibatkan diri dalam hal-hal lain. Anda mengatakan bahwa Anda tidak suci. Oleh
sebab itu, Anda harus mengikuti metode yang Sang Ayah tunjukkan kepada Anda
untuk menjadi suci. Hanya dalam mengingat Baba, Anda harus berupaya. Jangan
takut terhadap badai-badai Maya. Ini memerlukan upaya tersamar. Pengetahuan juga
tersamar. Membacakan murli adalah sesuatu yang bisa dilihat, tetapi Anda tidak
akan menjadi suci dengan melakukan itu; Anda hanya bisa menjadi suci dengan
mengingat Baba. Jadi, ingatlah Sang Ayah yang tak terbatas dan jadilah pembantu
Beliau juga. Selain itu, berupayalah untuk membuka rumah sakit dan universitas
spiritual. Pergilah dan sampaikanlah ceramah di tempat-tempat yang bagus. Anda
tidak perlu memegang buku di tangan Anda. Anda memiliki seluruh pengetahuan ini
dalam diri Anda. Akan tetapi, agar bisa menjelaskan kepada semua orang, Anda
harus menjelaskan rahasia tentang pohon, Trimurti, dan siklus dunia. Sang Ayah
berkata, “Saya menciptakan Brahmana melalui Brahma. Vishnu, tujuan dan sasaran
para Brahmana, berdiri di sana.” Yang Esa, yang menjadikan Anda sedemikian rupa,
adalah Sang Pengajar, Yang Esa, yang tanpa citra jasmani. Ada ungkapan bahwa
pendirian dilakukan melalui Brahma dan pemeliharaan berlangsung melalui Vishnu.
Gambar-gambar yang sama ini juga telah diciptakan pada siklus sebelumnya.
Lihatlah, betapa banyaknya peluru kendali yang mereka produksi melalui sains dan
sebagainya! Anda anak-anak merasa bahwa untuk menjadi manusia yang terluhur,
diperlukan banyak upaya, karena ada beban dosa dari banyak kelahiran di atas
kepala Anda. Anda menjadi terhubung dalam sedetik, tetapi selanjutnya, Anda
jiwa-jiwa harus mengingat Sang Ayah agar bisa berubah dari tamopradhan menjadi
satopradhan. Sang Ayah berkata, “Manmanabhawa!” Anda adalah karma yogi. Anda
harus menulis catatan ingatan. Peperangan Anda adalah melawan Maya. Ini adalah
perang yang sangat dahsyat. Anda berusaha untuk terus mengingat Baba, tetapi
Maya menghantam Anda. Dalam pengetahuan, tidak ada hambatan. Jiwa-jiwa memiliki
sanskara 84 kelahiran yang terekam dalam diri mereka. Drama ini ditakdirkan
secara abadi. Siklus terus berputar, tidak akan pernah berhenti. Anda tidak bisa
bertanya mengapa dunia ini diciptakan. Bagaimana jumlah jiwa-jiwa berubah? Bukan
berarti bahwa jiwa-jiwa baru datang dari tempat lain. Jiwa-jiwa yang dahulu ada,
adalah jiwa-jiwa yang sama, yang akan ada nanti. Jumlah jiwa tidak bisa lebih
banyak atau lebih sedikit; jumlah aktor sudah mutlak. Anda adalah aktor-aktor
tak terbatas. Seberapa pun yang Anda lihat, demikianlah jumlah aktor yang ada.
Dalam drama ini, ada sekian banyak aktor. Tak seorang pun bisa menerima
kebebasan abadi. Manusia ingin terbebas dari siklus datang-dan-pergi, tetapi
tidak mampu melakukannya. Mereka yang datang untuk memainkan peran mereka harus
datang kembali. Sang Ayah berkata, “Saya juga harus datang ke dunia yang tidak
suci ini, kemudian pulang. Saya datang setiap siklus. Berhubung Saya sendiri
harus datang, bagaimana mungkin Anda anak-anak bisa berhenti datang kembali?
Anda masing-masing memasuki badan, 84 kali, sedangkan Saya hanya datang satu
kali. Kedatangan dan kepergian Saya sungguh luar biasa!” Itulah sebabnya, ada
nyanyian, “Hanya Engkaulah yang mengetahui cara-cara dan jalan-Mu. Hanya
Engkaulah yang mengetahui petunjuk menuju keselamatan yang Engkau berikan kepada
kami. Tak seorang pun yang lain mengetahuinya.” Orang-orang itu menyanyikan ini,
sedangkan Anda sedang menerimanya secara nyata. Hal yang utama adalah ingatan.
Di samping itu, Anda juga harus menjadi tongkat bagi yang buta. Ini adalah zaman
peralihan yang paling penuh berkah. Zaman ini datang setiap 5000 tahun. Bulan
amal kabisat dirayakan setiap tiga tahun. Semua itu adalah jalan pemujaan.
Mereka memiliki begitu banyak kitab mantra dan sebagainya. Di sini, bukan
seperti itu. Mereka yang tidak memuja siapa pun, disebut tak beriman. Jadi, Anda
harus melakukan sesuatu, sekadar untuk formalitas, agar mereka tetap senang.
Sang Ayah menjelaskan, “Anak-anak, jangan pernah melakukan upaya sekaligus
melakukan disservice. Ada beberapa orang yang menjadi pengkhianat, dan oleh
sebab itu, mereka disebut Ajamil. Ada begitu banyak cerita spiritual tentang
Ajamil, Surdas, dan sebagainya. Semua itu adalah jalan pemujaan. Ada beberapa
jiwa yang datang kemari dan menjadi milik Saya, tetapi kemudian menceraikan Saya.
Mereka bahkan lebih berdosa dibandingkan tokoh-tokoh cerita itu. Mereka menghina
Saya, dan untuk mereka, akan digelar persidangan. Jika mereka melakukan
disservice setelah mengikrarkan janji, maka akan ada hukuman berat. Di satu
pihak, status memang sangat tinggi, di samping itu juga ada hukuman yang sangat
berat jika Anda melakukan kesalahan; jadi, jangan pernah tidak patuh dengan cara
apa pun.” Ada ungkapan, “Mereka yang menghina Sang Satguru tidak bisa mencapai
destinasi mereka,” artinya mereka tidak akan mampu meraih tujuan dan sasaran
mereka untuk berubah dari manusia biasa menjadi Narayana. Tanyalah para guru,
“Anda memberi tahu orang-orang bahwa mereka yang menghina sang guru tidak bisa
mencapai destinasi mereka. Destinasi apakah itu?” Mereka tidak bisa menunjukkan
destinasi itu kepada Anda. Mereka telah menggunakan gelar Sang Ayah atas diri
mereka sendiri. Sang Pengajar berkata, “Jika Anda tidak belajar sepenuhnya, Anda
tidak akan mengklaim status tinggi. Anda harus menjadi suci dan menjadi
devi-devta.” Tidak ada seorang pun yang suci di sini. Semua jiwa sekarang harus
menjadi suci. Anda sedang menerima keberuntungan kerajaan Anda untuk 21
kelahiran. Anda hanya perlu menjadi suci dalam satu kelahiran terakhir ini.
Pencapaian ini begitu besar. Jika tidak ada pencapaian, untuk apa Anda berupaya?
Akan tetapi, Maya sedemikian rupa, sehingga dia menciptakan rintangan terhadap
pencapaian Anda yang luhur, dan menjatuhkan Anda. Oh, Maya! Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Jangan
melakukan apa pun yang mengakibatkan disservice. Jangan melakukan perbuatan
berdosa yang menghina Sang Ayah. Hindarkanlah diri Anda dari ketidakpatuhan, dan
jadilah manusia yang terluhur.
2. Jangan takut
terhadap badai-badai Maya. Agar bisa menjadi suci, berupayalah untuk terus
mengingat Baba.
Berkah:
Semoga Anda
menjadi pembantu Tuhan yang membantu jiwa-jiwa yang lelah dan putus asa untuk
mengklaim kesuksesan.
Sudah begitu lama,
jiwa-jiwa memiliki keinginan atau harapan untuk mencapai Nirwana atau daratan
mukti. Demi tujuan inilah mereka telah melakukan berbagai upaya spiritual selama
kelahiran demi kelahiran dan kini merasa lelah. Saat ini, setiap jiwa
menginginkan kesuksesan, bukan sekadar harus terus melakukan upaya spiritual.
Kesuksesan berarti keselamatan; oleh karena itu, demi memuaskan dahaga jiwa-jiwa
yang haus, lelah, dan putus asa, Anda—jiwa-jiwa yang luhur—harus membantu mereka
mengklaim kesuksesan dalam sedetik menggunakan kekuatan keheningan serta semua
kekuatan yang Anda miliki. Dengan demikian, Anda akan disebut sebagai para
pembantu Tuhan.
Slogan:
Sanskara yang
lemah adalah pintu masuk bagi Maya, sang pencuri. Jadi, tutuplah pintu itu saat
ini juga.
Sinyal Avyakt:
Sekarang Munculkan Wujud Pemberkah Anda
Anda adalah Brahma
Kumar dan Kumari, anak-anak Brahma, yang sedang menggambar garis keberuntungan.
Oleh karena itu, biarlah gudang harta Anda senantiasa melimpah. Jangan biarkan
siapa pun pulang dengan tangan hampa. Tetaplah menjadi anak-anak Sang Pemberkah;
teruslah memberi serta membuat penuh semua perasaan dan keinginan hati mereka.
Jadilah donatur agung dan pemberkah berkah-berkah. Inilah wujud Anda.