07.06.26    Avyakt Bapdada     Indonesian Murli     31.03.2010     Om Shanti     Madhuban


Tinggallah dalam Swamaan Sebagai Leluhur dan Jiwa yang Layak Dipuja, dan Peliharalah Semua Jiwa dengan Mental Anda, dengan Memberikan Sakaash kepada Seluruh Pohon


Hari ini, BapDada sedang memandang semua jiwa milik Beliau di segala tempat yang merupakan leluhur dan jiwa-jiwa yang layak dipuja. Anda menganggap diri Anda sebagai jiwa leluhur, bukan? Di manakah jiwa-jiwa yang layak dipuja tinggal? Bawalah pohon Anda ke hadapan Anda dan lihatlah di mana tempat Anda di dalamnya. Anda tahu bahwa tempat Anda para leluhur berada di akar. Anda berada di akar pohon dan juga di batangnya. Jadi, seluruh pohon menerima pemeliharaan melalui akarnya. Anda adalah leluhur yang menopang dan memberi sakaash kepada semua cabang, ranting, dan daun dari seluruh pohon. Selain sebagai leluhur, Anda juga layak dipuja. Bahkan daun terakhir pun menerima sakaash melalui batangnya. Apakah Anda mengalami diri Anda sebagai yang memberi sakaash kepada seluruh pohon? Apakah Anda memiliki intoksikasi menjadi leluhur yang memberi sakaash kepada semua jiwa yang merupakan cabang, ranting, dan daun? Sama seperti Ayah Brahma dikatakan sebagai kakek buyut, demikian pula Anda, anak-anaknya, para sahabatnya juga merupakan master kakek buyut. Jiwa-jiwa dari seluruh pohon tertarik kepada Anda, jiwa-jiwa leluhur. Anda, jiwa-jiwa leluhur, memelihara mereka dengan kekuatan Anda. Sang Ayah memelihara Anda semua, jiwa-jiwa leluhur; bagaimana Beliau melakukannya? Dengan semua kekuatan. Demikian pula, sehubungan dengan Anda sebagai leluhur, Andalah yang memelihara mereka dengan kekuatan. Saat ini, Anda dapat melihat bahwa semua jiwa tidak bahagia; mereka memanggil devi-devta tertentu yang mereka puja: “Datang dan lindungi kami! Beri kami kedamaian! Beri kami kekuatan! Wahai samudra pengampunan, leluhur, peliharalah kami!” Bisakah Anda, jiwa-jiwa leluhur, mendengar suara ini di telinga Anda? Apakah Anda memiliki pengalaman menjadi leluhur mereka? Lihatlah keseluruhan pohon - karena semua jiwa dari agama lain adalah cabang dan ranting pohon, mereka juga melihat Anda dengan pandangan itu. Anda juga leluhur mereka. Setiap kali Anda bertemu jiwa-jiwa dari agama apa pun, apakah Anda menganggap mereka sebagai cabang dan ranting pohon Anda sendiri? Ketika mereka bertemu Anda, mereka menganggap Anda sebagai bagian dari mereka. Jiwa-jiwa itu memiliki perasaan bahwa Anda adalah bagian dari mereka, dan mereka sudah seharusnya memiliki perasaan itu. Apakah Anda memiliki begitu banyak intoksikasi dan perasaan belas kasih di dalam diri Anda? Mereka memanggil-manggil dalam penderitaan: “Kasihanilah kami!” Jadi, sekarang, sesuai dengan waktu, Anda semua jiwa leluhur harus memelihara mereka melalui mental Anda dengan berbagai kekuatan. Mereka membutuhkan kekuatan saat ini. Sejauh Anda memelihara intoksikasi menjadi jiwa leluhur, sejauh itulah jiwa-jiwa itu akan dipelihara oleh Anda. Secara umum, dalam kehidupan lokik juga, seseorang dipelihara oleh yang lebih tua. Yang lebih tua itulah yang menyediakan dan mengatur makanan dan minuman untuk badan seseorang serta pendidikan yang merupakan sumber penghasilan seseorang. Sama seperti Sang Ayah yang telah memelihara Anda anak-anak semua dengan berbagai kekuatan yang berbeda, dengan cara yang sama, adalah tugas Anda untuk memelihara semua cabang, ranting, dan daun dari seluruh pohon. Apakah Anda para jiwa leluhur memiliki antusiasme seperti itu? Apakah Anda memiliki intoksikasi bahwa Anda juga layak dipuja? Lihatlah dalam keseluruhan drama ini, tidak ada jiwa agung atau pendiri agama yang dipuja dengan disiplin seperti terhadap Anda jiwa-jiwa. Pemujaan Anda sesuai dengan disiplin: melakukan arti Anda (yaitu, bentuk pemujaan dengan lampu di atas piring) dan mempersembahkan bhog - tidak ada jiwa lain yang dipuja dengan cara ini. Cara Anda diingat dan cara Anda dipuja, juga dinyanyikan sesuai dengan disiplin. Tidak ada orang lain yang diingat dengan cara ini. Jadi, selain sebagai leluhur, Anda juga layak dipuja. Tidak ada jiwa lain dalam keseluruhan drama yang dipuja atau diingat dengan cara yang sama seperti terhadap Anda.

Maka, melihat Anda jiwa layak dipuja dan juga jiwa leluhur, BapDada sangat senang. Lagu itu berulang kali terputar di hati Sang Ayah: Wah, anak-anak Saya, leluhur dari seluruh pohon dan jiwa-jiwa yang layak dipuja! Wah! Saat ini, BapDada ingin melihat Anda semua anak dalam wujud swamaan Anda, menjadi setara dengan Sang Ayah, komplet dan sempurna. Untuk itu, Anda anak-anak harus terus memperhatikan satu hal. BapDada telah melihat bahwa, meskipun Anda semua telah berupaya dengan sangat baik, masing-masing dari Anda harus menambahkan kata "sada" (terus-menerus) pada upaya tersebut. Anda harus memperhatikan hal ini. BapDada bertanya kepada Anda anak-anak: Sebagaimana BapDada melihat Anda anak-anak semua dalam wujud swamaan Anda yang luhur, dengan cara yang sama, apakah Anda juga menganggap diri Anda memiliki swamaan yang luhur seperti itu?

BapDada melihat bahwa bahkan Anda, anak-anak, kini ingin kembali ke kerajaan Anda. Anda terus menyanyikan lagu dalam hati: “Kita sekarang harus pulang. Kita sekarang harus pulang. Kita sekarang harus melakukan perjalanan pulang.” Untuk ini, BapDada juga telah memberi tahu Anda sebelumnya: Sibukkan diri Anda melakukan satu jenis pelayanan atau lainnya sepanjang waktu. BapDada telah melihat bahwa Anda semua, anak-anak, masih memiliki minat, semangat, dan antusiasme dalam melakukan pelayanan. BapDada mendengar kabar pelayanan yang sangat baik. Namun, agar Anda dapat maju dengan cepat, BapDada secara khusus menarik perhatian Anda, anak-anak: Jangan hanya melayani dengan kata-kata. Ketika Anda melakukan pelayanan, lakukan tiga jenis pelayanan sekaligus: berikan sakaash dengan mental Anda, berikan pengetahuan ini dengan kata-kata dan perbuatan, yaitu, dalam relasi dan koneksi, lakukan pelayanan dengan wajah Anda sehingga juga menciptakan dampak dalam pelayanan yang Anda lakukan pada saat yang sama. Lakukan tiga jenis pelayanan pada saat yang sama, karena jiwa-jiwa sekarang menginginkan adanya perbedaan dalam pelayanan - bahwa sesuatu harus berubah. Jadi, bisakah Anda melakukan tiga jenis pelayanan sekaligus? Mampukah Anda melakukannya? Apakah Anda memeriksa bahwa, ketika Anda melayani dengan kata-kata, pelayanan juga terjadi melalui mental dan perbuatan Anda? Artinya, apakah pelayanan terjadi melalui relasi dan koneksi Anda? Apakah semuanya terjadi bersamaan? Mereka yang merasa melakukan ketiga jenis pelayanan pada saat yang sama, angkat tangan! Anda melakukan ketiga jenis pelayanan? Jadi, sekarang, mohon perhatikan! Bukan sesekali. Apa yang terjadi? Anda melakukan pelayanan, tetapi biarlah juga ada kepuasan dalam diri Anda dan terhadap rekan pelayanan Anda, karena buah dari pelayanan adalah kepuasan dan kebahagiaan. Oleh karena itu, masing-masing dari Anda periksalah: Anda telah melakukan pelayanan, tetapi seperti yang telah diberitahukan sebelumnya, ada kebahagiaan dalam melakukan pelayanan ketika Anda, diri Anda sendiri, rekan pelayanan Anda, dan atmosfer berada dalam vibrasi kepuasan. Anda telah diberitahu tentang tiga hal khusus untuk kesuksesan dalam pelayanan yang Anda lakukan. Anda harus mengingatnya. Pertama, pelayanan berarti kesadaran sebagai instrumen (nimit bhav). Kedua, perasaan suci (bhavna). Ketiga, kata-kata yang suci dan manis. Niat (bhav), perasaan suci (bhavna), dan sifat (swabhav). Ketika semua ini bersatu dalam pelayanan yang Anda lakukan, Anda sendiri akan merasa puas, rekan pelayanan Anda akan merasa puas, dan mereka yang Anda layani juga akan terus maju. Mereka yang memiliki kesadaran sebagai instrumen akan menempa relasi dengan Sang Ayah. Jika tidak ada kesadaran sebagai instrumen, mereka tidak akan menjadi dekat dengan Sang Ayah. Jadi, setiap kali Anda melakukan pelayanan, periksalah apakah niat, perasaan, dan sifat Anda akurat. Saat ini, BapDada telah melihat bahwa hal yang utama adalah: ke mana pun masing-masing dari Anda pergi untuk melakukan pelayanan, periksalah apakah rekan pelayanan Anda tetap merasa puas. Kesuksesan dalam pelayanan yang Anda lakukan adalah menerima buah kepuasan dan kebahagiaan. Selain itu, BapDada memberikan sinyal untuk satu hal: saat berjalan dan beraktivitas, dan saat berada di suatu perkumpulan, pasti akan selalu ada yang bersama Anda ketika Anda melakukan pelayanan, jadi pandanglah satu sama lain sebagai jiwa. Anda memang memandang satu sama lain sebagai jiwa, Anda juga mempraktikkannya. Namun, ketika Anda melihat jiwa itu, apakah Anda melihat jiwa itu dalam bentuk sanskara aslinya? Atau, apakah Anda juga melihat sanskara campuran dari jiwa itu? Anda telah lulus dalam hal melihat orang lain sebagai jiwa, tetapi dengan sanskara apa Anda melihat jiwa-jiwa itu? Apakah Anda menjalin hubungan dengan jiwa-jiwa itu dengan sanskara aslinya? Atau, apakah sanskara saat ini juga muncul di hadapan Anda? Jadi, Sang Ayah menyampaikan: Mulai hari ini, pertama-tama lihatlah siapa pun sebagai jiwa, tetapi lihatlah jiwa itu dalam wujud sanskara aslinya. Dengan begitu, semua hal yang bisa sesekali terjadi di antara Anda tidak akan terjadi lagi. Saat ini, Anda melihat jiwa-jiwa, tetapi apa pun sanskara saat ini dari setiap jiwa, itu juga masih muncul di hadapan Anda. Cara pandang seperti itu memunculkan gap (celah, kekosongan) tahapan kesempurnaan yang semestinya terjadi di antara Anda satu sama lain. Jadi, lihatlah setiap jiwa dengan sanskara aslinya. Dengan begitu, rintangan yang muncul dalam perkumpulan akan berakhir.

Keluarga Brahmana ini adalah keluarga yang luhur. Ada pujian besar untuk keluarga ini. Anda tidak akan menemukan keluarga Ketuhanan seperti ini berulang kali. Anda hanya akan menemukan keluarga Ketuhanan seperti ini sekali dalam sepanjang keseluruhan siklus. Sepanjang siklus, Anda tidak akan menemukan keluarga sebesar ini. Mengetahui keistimewaan keluarga ini dan bergerak bersama keluarga ini juga merupakan hal yang sangat penting. Anda telah diberitahu sebelumnya bahwa fondasi dari gyan ini adalah keyakinan, dan ada empat hal dalam keyakinan ini: Sang Ayah - Dada termasuk di dalamnya, kemudian keyakinan pada gyan, keyakinan pada drama, dan keyakinan pada keluarga. Anda adalah jiwa-jiwa yang inteleknya memiliki keyakinan, sehingga Anda menjadi pembuat upaya mudah. Sama seperti Anda memiliki keyakinan pada BapDada, demikian pula penting untuk memiliki keyakinan pada keluarga. Apa yang Anda lakukan saat Anda mengemas sesuatu? Anda mengencangkannya di keempat sisinya. Jika Anda tidak mengencangkannya bahkan di satu sisi pun, itu akan rentan. Dengan cara yang sama, Sang Ayah, gyan, dan di dalam gyan ini, drama secara khusus, serta keluarga. Jika keempat hal ini tidak kuat, maka akan ada rintangan. Kemudian, Anda harus memberi perhatian lagi untuk mengatasi rintangan. Oleh karena itu, pengakuan terhadap keluarga, cinta kasih terhadap keluarga, dan saling memahami satu sama lain, sangatlah esensial.

Anda masing-masing adalah leluhur, Anda layak dipuja, dan karena itu Anda harus menanamkan hal-hal ini ke dalam diri Anda dan rekan pelayanan Anda. Tidak peduli apa pun Anda, Anda berurutan. Namun, tugas khusus keluarga Brahmana adalah memberi berkah dan menerima berkah. Beberapa anak berkata: Yang lain menjadi marah. Bagaimana mereka akan menerima berkah? Mereka tidak akan menerima berkah; mereka marah. BapDada berkata: Baiklah, jika, karena sanskara mereka, mereka memberikan pikiran-pikirab buruk, dan Anda ingin memberi mereka berkah, tetapi, karena mereka memberikan pikiran buruk… Jika mereka memberikan pikiran buruk, siapa yang menerimanya? Apakah Anda atau orang lain yang menerimanya? Mereka yang memberi dan kemudia Anda yang menerima? Jadi, mengapa Anda menerima pikiran buruk mereka? Jika Anda melihat jiwa-jiwa dalam sanskara asli mereka, Anda akan berbelas kasih. Jadi, lindungilah diri Anda! Jangan menerima pikiran buruk mereka, Anda menjadi penerima pikiran buruk. Jangan memberi dan jangan menerima itu.

BapDada sekarang memberi Anda tugas pekerjaan rumah untuk hari ini sampai Baba datang lagi. Kapan pun Anda melihat jiwa lain sebagai jiwa, jangan melihat jiwa itu dalam bentuk sanskara-sanskaranya saat ini. Ketika Anda mengatakan "jiwa", maka lihatlah jiwa itu dengan sanskara-sanskaranya yang asli. Ketika Anda menjalin hubungan dengan jiwa itu atau melihat jiwa itu, maka lihatlah jiwa itu dengan pandangan tersebut. Maka, rintangan-rintangan yang datang, yang tidak memampukan upaya Anda menjadi intens, tidak akan datang. Jika Anda sekarang mengubah sikap mental dan pandangan Anda, vritti dan drishti Anda, maka semua situasi akan berakhir. Dalam situasi apa pun Anda melihat jiwa-jiwa, BapDada telah memberi tahu Anda sebelumnya, dan itu juga merupakan kewajiban tetap masing-masing Anda dalam keluarga Brahmana untuk memberikan restu baik dan perasaan suci, dan juga menerima restu baik dan perasaan suci. Lihatlah jiwa-jiwa dengan sanskara-sanskara asli mereka dan teruslah bergerak dengan cara itu. Baba ingin memberi tahu Anda satu hal lagi. Anda juga telah diberitahu hal ini sebelumnya.

Sesekali, dalam suatu perkumpulan, Anda menjadi tertarik pada par-darshan (melihat jiwa lain), par-chintan (memikirkan jiwa lain), dan par-mat (mengikuti perintah jiwa lain). Sekarang, hilangkan ketiga "par" ini dan sisakan satu "par", yaitu "par-upkar" (untuk mengangkat jiwa lain). Anda harus mengangkat jiwa lain. Anda adalah jiwa-jiwa yang mengangkat jiwa lain. Sifat Brahmana adalah mengangkat jiwa lain. Jangan melihat jiwa lain; hilangkan "par" jenis itu. Ketiga “par” itu menyebabkan kerugian besar. Inilah sebabnya mengapa Anda harus selalu mengingat swamaan Anda: Swamaan saya, sebagai jiwa Brahmana, adalah untuk mengangkat jiwa lain. Di musim berikutnya, BapDada ingin melihat transformasi ini pada setiap anak. Apakah itu mungkin? Angkat tangan Anda! Anda semua pandai mengangkat tangan! Jadi, apa yang akan Anda lakukan? Bagus. BapDada memberikan ucapan selamat. Teruslah menarik perhatian satu sama lain. Apa yang akan Anda lakukan?

Setiap malam, sebelum tidur, sebelum mengucapkan: Selamat malam kepada BapDada, berikan kepada Baba seluruh catatan perbuatan baik atau buruk Anda. Berikan catatan apa pun yang telah Anda lakukan, kosongkan intelek Anda, lalu ucapkan: “Selamat malam.” Ucapkan: “Selamat malam” kepada Sang Ayah dan tidurlah dalam ingatan kepada Sang Ayah. Maka Anda akan tidur nyenyak. Pertama-tama, kosongkan diri Anda, jangan menyimpan apa pun dalam intelek Anda. Jika Anda menyerahkan seluruh catatan Anda kepada Sang Ayah, Anda tidak perlu pergi ke daratan Dharamraj. Tuhan akan senang dengan hati yang jujur. Jadi, Anda telah diberi tugas. Pertama, Anda bisa melakukan pelayanan sambil berjalan dan beraktivitas dalam wujud leluhur Anda dan layak dipuja. Sang Ayah melihat bahwa putri Janak, meskipun kesehatannya tidak baik, memberikan sakaash dengan mentalnya untuk pelayanan di Karachi. Siapa pun instrumen di sana, untuk pelayanan yang sudah ditentukan, jiwa ini mempraktekkannya secara nyata. Jiwa-jiwa di sana menerima sakaash, dan mereka bergerak maju dengan antusias. Jadi BapDada melihat contoh nyata seperti itu, dan Anda semua juga dapat melakukannya. Anda dapat memampukan gelombang kebahagiaan untuk mencapai mereka yang tidak bahagia, dan kepada mereka yang berseru-seru meratap. Para pemuja memanggil Anda: “Kapan dewa-dewi kami akan datang dan memberi belas kasih?” Anda tidak dapat mendengarnya, tetapi Sang Ayah dapat mendengarnya dengan sangat jelas. Mereka memanggil Anda semua dewa-dewi istimewa. Anda tidak tahu siapa pemuja Anda, tetapi para pemuja mengetahui Anda. Mereka memanggil-manggil. Setiap jiwa Brahmana memiliki pemuja. Beberapa dari Anda mungkin sedikit malas atau mungkin juga pandai; Anda pun memiliki pemuja. Anda duduk di antara akar, dan karena itu Anda memiliki peran untuk memberi sakaash. Jadi, sekarang, tingkatkan pelayanan dengan mental Anda. Semakin sibuk Anda, semakin Anda akan terbebas dari rintangan. Anda bisa melakukan ini, bukan? Anda tahu bagaimana melayani dengan mental Anda, bukan? Apakah Anda tahu? Mereka yang tahu, angkat tangan! OK, turunkan tangan! Anda tahu itu. OK, mereka yang terus melakukannya secara nyata setiap saat, angkat tangan! Anda terus melakukan ini? OK. Apakah Anda melakukannya secara teratur sebagai disiplin, atau hanya sesekali? Jika Anda hanya melakukannya sesekali, maka jadikan itu teratur, dan jika Anda melakukannya hanya sedikit, maka tingkatkan karena fondasi dari seluruh siklus adalah buah dari pelayanan yang Anda lakukan saat ini. Baik saat Anda menjadi pemuja maupun saat Anda mengklaim kerajaan, fondasi dari keduanya adalah pelayanan yang Anda lakukan saat ini, tahapan Anda saat ini, kata-kata Anda saat ini, dan relasi serta koneksi Anda saat ini. Inilah mengapa BapDada menginginkan, agar lain kali, ketika Beliau datang untuk pertemuan pertama… Anda pasti berpikir bahwa Sang Ayah telah menanyakan: Sampai kapan ini akan berlanjut? Ini berarti Anda harus selalu siaga. Inilah mengapa hasil setiap anak akan diambil pada pertemuan pertama. Persentase perlu ditingkatkan dari yang sekarang. Bahkan, BapDada telah mengatakan sejak awal: Jika Anda ingin melakukannya, lakukanlah sekarang. Bukan di lain waktu. Anda menyanyikan banyak lagu tentang "sesekali" kepada BapDada. Anda menyanyikan banyak lagu yang sangat bagus, tetapi BapDada tidak menyukai lagu tentang "sesekali". Beliau menyukai lagu tentang "abhi abhi (sekarang juga)". Donasi instan membawa amal yang besar. Jadi, apakah Anda mengerti apa yang harus Anda lakukan untuk tahun depan? Achcha.

BapDada senang melihat anak-anak di segala tempat, karena BapDada tidak ingin melakukan apa pun sendirian tanpa Anda anak-anak. Inilah sebabnya Beliau terus memanggil Anda anak-anak setiap hari. Anak-anak pembuat upaya intens, anak-anak yang manis, anak-anak yang terkasih, sekarang ayo lakukan!

Anda anak-anak semua, dari mana pun, baik yang duduk langsung di depan BapDada maupun di mana pun Anda duduk, Anda semua mengingat Sang Ayah. Jadi, siapa yang diingat Sang Ayah? Beliau mengingat Anda semua anak di mana pun karena, untuk setiap anak, Sang Ayah memiliki harapan bahwa setiap anak pasti harus menjadi setara dengan Sang Ayah. Sang Ayah memiliki harapan pada setiap anak, meskipun Beliau tahu bahwa Anda berurutan, bahwa Anda semua harus menjadi komplet sesuai nomor Anda, bukankah begitu? Baba juga melihat upaya setiap anak sesuai dengan apa yang Anda lakukan. Sang Ayah merasakan cinta kasih yang sedemikian rupa besarnya. Ketika Anda berupaya, Beliau merasakan banyak cinta kasih bahwa Anda terbebas dari kerja keras. Hanyutlah dalam cinta kasih. Semakin Anda hanyut dalam cinta kasih, semakin sedikit upaya yang harus Anda lakukan. Selain itu, ketika BapDada meminta Anda untuk mengangkat tangan karena memiliki cinta kasih kepada Sang Ayah, Anda semua mengangkat tangan sangat tinggi. Sang Ayah menerima bahwa Anda memiliki cinta kasih kepada Beliau, dan sebagian besar dari Anda telah lulus dalam mata pelajaran cinta kasih, tetapi ketika Anda terjebak dalam situasi tertentu, Anda melupakan Sang Ayah.

Cinta kasih yang berjuta-juta kali lipat, ingatan, dan kasih sayang dari lubuk hati BapDada untuk Anda, anak-anak semua di mana pun. Untuk semua anak, untuk Anda anak-anak semua, yang merupakan para master, Sang Ayah memberikan ratusan dan ribuan salam. Terbanglah dan teruslah membuat orang lain terbang. Achcha.

Berkah:
Semoga Anda menjadi tak berwujud jasmani dan memakai semua perhiasan Anda melalui tahapan Anda sendiri untuk mengatasi semua situasi sulit.

Mereka yang merawat semua perhiasan mereka, tidak akan pernah memiliki kesombongan akan badan mereka. Menjadi tak berwujud jasmani dan memakai semua perhiasan Anda berarti menjadi Manmanabhawa dan Madhyajibhawa. Ketika Anda stabil dalam tahapan asli Anda sendiri, Anda bisa dengan mudah mengatasi semua situasi sulit. Kemudian, semua jenis sifat lama Anda yang beragam akan berakhir dengan melakukan ini. Ketika Anda melihat niat diri Anda sendiri, sang jiwa, semua hal yang berkaitan dengan konflik unsur alam akan berakhir. Anda kemudian bisa mengembangkan kekuatan dalam diri Anda untuk menghadapi segala jenis situasi.

Slogen:
Ambil saja satu langkah dalam mental Anda, maka Sang Ayah akan mengambil seribu langkah untuk memberikan kerja sama.

Sinyal Avyakt: Agar Senantiasa Ceria; Milikilah Sifat Santai, Luwes, dan Toleran Mereka yang tidak melihat masa lalu mereka sendiri atau masa lalu orang lain, dan yang membubuhkan titik dalam satu detik, adalah jiwa yang luwes. Dari sifat mereka yang luwes, Anda dapat melihat kemanisan dan keceriaan yang nyata di mata, wajah, dan aktivitas mereka. Mereka yang memiliki tahapan luwes dan santai, juga akan menjadikan orang lain luwes dan santai. Menjadi luwes dan santai berarti bahwa apa pun yang Anda dengar, lihat, atau lakukan haruslah penuh intisari, dan Anda hanya akan mengambil intisarinya.