07.09.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, Anda sedang mempelajari studi di sini untuk menjadi pangeran,
seperti Shri Krishna. Tuhan sendirilah yang sedang mengajar Anda.
Pertanyaan:
Mengapa
beberapa anak menjadi bingung saat Baba berkata, “Tuhan berbicara”?
Jawaban:
Karena Tuhan
tersamar, mereka mengira bahwa mungkin Dada inilah yang mengatakan bahwa Tuhan
berbicara. Akan tetapi, Tuhan yang tanpa citra jasmani pasti memerlukan mulut
untuk bicara. Baba berkata, “Hal-hal luar biasa tentang bagaimana Saya memasuki
orang ini dan mengajar Anda, harus dipahami.”
Om Shanti.
Tuhan
berbicara. Apa yang Tuhan katakan? Siapa yang berkata, “Tuhan berbicara”? Tidak
ada seorang pun yang bisa dilihat. Manusia tidak bisa disebut “Tuhan”. Beberapa
orang mungkin mengira bahwa orang yang berbicara inilah yang berkata, “Tuhan
berbicara.” Akan tetapi, hanya Anda yang tahu bahwa Tuhan, yang tanpa citra
jasmani, sedang berbicara. Siapa yang sedang duduk di sini? Dan di mana Tuhan?
Ini adalah hal baru. Itulah sebabnya, orang-orang menjadi bingung. Akan tetapi,
Tuhan benar-benar berbicara dan berkata, “Saya sedang mengajarkan Raja Yoga
kepada Anda anak-anak. Saya mengajarkan pengetahuan dan yoga kepada Anda untuk
mengubah Anda dari laki-laki biasa menjadi Narayana atau Krishna, dan dari
perempuan biasa menjadi Lakshmi atau Radhe. Apa lagi yang Anda inginkan? Saya
sedang menjadikan Anda raja diraja, pangeran di atas segala pangeran. Para
pangeran dan putri raja juga pergi ke kuil-kuil. Pangeran-pangeran yang penuh
sifat buruk bersujud kepada Pangeran Shri Krishna yang tanpa sifat buruk. Maka,
Saya menjadikan Anda pangeran di atas segala pangeran.” Jadilah pangeran surga,
seperti Shri Krishna. Anda hanya akan bisa menjadi itu dengan mempelajari
pengetahuan. Para dokter dan pengacara memberi tahu murid-murid mereka bahwa
mereka sedang membuat murid-murid itu menjadi dokter atau pengacara. Akan tetapi,
murid-murid itu hanya bisa menjadi dokter atau pengacara jika mereka belajar.
Baba berkata, “Anda anak-anak mengerti dengan sangat baik bahwa hanya ada satu
Tuhan dan bukan Shri Krishna yang mengajarkan Raja Yoga kepada Anda. Radhe dan
Krishna adalah anak-anak yang berasal dari kerajaan yang berbeda. Mereka
dipertunangkan. Nama mereka diubah setelah keduanya menikah. Inilah sebabnya,
dalam gambar Lakshmi dan Narayana, Radhe dan Krishna digambarkan berada di bawah
Lakshmi dan Narayana.” Sang Ayah sekarang menerangkan dengan sangat jelas kepada
Anda bahwa Brahma ini pun dahulu adalah pemuja nomor satu; dia dahulu pada
akhirnya memuja Narayana. Baik dia memuja Krishna atau memuja Narayana, itu sama
saja; Krishna bertumbuh dewasa dan menjadi Narayana. Sang Ayah sekarang sedang
mengajarkan Raja Yoga kepada Anda untuk mengubah Anda dari manusia biasa menjadi
Narayana. Ke-84 kelahiran Anda sekarang menjelang berakhir. Jiwa Brahma juga
sedang belajar pada saat ini dan dia akan menjadi Shri Krishna di masa depan.
Sang Ayah berkata, “Anak-anak, Anda dahulu menjadi rupawan dengan duduk di atas
tungku pengetahuan. Anda kemudian menjadi jelek dengan duduk di atas tungku
sifat buruk nafsu birahi. Ini adalah daratan Kansa, si iblis. Saya telah datang
untuk membawa Anda ke daratan Krishna. Shri Krishna penuh dengan semua kebajikan
luhur, 16 derajat surgawi sempurna. Tidak ada orang di sini yang memiliki semua
kebajikan luhur. Saya telah datang untuk menjadikan Anda anak-anak sepenuhnya
tanpa sifat buruk.” Anda harus menjadi sedemikian rupa melalui kekuatan yoga.
Kekuatan fisik diperoleh melalui peperangan penuh kekerasan yang pada awalnya
menggunakan busur dan anak panah. Kemudian, perang dilakukan dengan senapan dan
pedang. Sekarang, dengan bom. Mereka sendiri mengatakan bahwa mereka sedang
membuat bom-bom yang bisa menghancurkan segala sesuatu selagi mereka duduk-duduk
di rumah. Apa yang mampu dilakukan oleh pasukan militer, jika demikian? Sang
Ayah berkata, “Anak-anak yang termanis, ini adalah tempat belajar. Saya sedang
membuat Anda menjadi pangeran, seperti Shri Krishna.” Jiwa yang dahulu menjadi
pangeran pertama zaman emas telah mengalami 84 kelahiran dan sekarang telah
menjadi pengemis (pemuja) di zaman besi. Kerajaannya dahulu ada di Bharata.
Kemudian, dia harus mengalami kelahiran kembali. Orang-orang mengatakan bahwa
Krishna adalah Tuhan, tetapi bagaimana mungkin Tuhan bisa mengalami kelahiran
kembali? Tuhan tanpa citra jasmani. Beliaulah Sang Pencipta Yang Esa, sedangkan
semua yang lain adalah ciptaan. Mereka mengatakan bahwa kita semua, jiwa-jiwa,
bersaudara. Sang Ayah menjelaskan, bahwa Anda, Brahma Kumar dan Brahma Kumari,
adalah brother dan sister. Oleh sebab itu, bagaimana bisa ada tindak kejahatan?
Anda mengklaim warisan Anda dari Sang Ayah Yang Esa untuk masa depan. Jika Anda
tidak hidup suci, bagaimana mungkin Anda bisa pergi ke hunian kedamaian dan
daratan kebahagiaan? Manusia memanggil-manggil, “Kami telah menjadi tidak suci.
Maka, datanglah dan sucikanlah kami!” Sang Ayah berkata, “Ingatlah Saya!” Ini
adalah kelahiran terakhir Anda. Anda semua, jiwa-jiwa, sekarang bisa kembali ke
rumah pensiun. Inilah sebabnya, Anda sekarang berada dalam masa pensiun. Tidak
ada guru yang mampu menunjukkan jalan ini kepada Anda. Pengetahuan ini hanya
dimiliki oleh Sang Ayah Yang Esa. Beliaulah Sang Penyuci yang tanpa citra
jasmani. Sang Ayah berkata, “Ingatlah Saya. Saya telah meminjam badan ini untuk
sementara waktu. Bagaimana mungkin jiwa bisa berbicara tanpa badan?” Tuhan
berbicara, “Saya memasuki badan tua orang biasa dan mengajar Anda, anak-anak.
Saya tidak memasuki rahim. Mereka yang memasuki rahim harus mengalami kelahiran
kembali. Saya hanya datang satu kali. Saya pasti memerlukan dukungan unsur alam.
Saya duduk dalam badan orang ini dan mengajar Anda. Sebelumnya, orang ini
menjalankan bisnis permata.” Dia tidak diajar oleh seorang guru; Sang Ayah
tiba-tiba memasuki badannya. Karena Sang Ayah Karankaravanhar, Beliau terus
membuat orang ini melakukan segala sesuatu dan dia terus mempelajari segalanya.
Anda juga mempelajari segalanya bersama dengan dia. Beliau berbicara kepada Anda
anak-anak, tetapi Brahmalah yang mendengar Beliau terlebih dahulu. Sang Ayah
datang untuk mengajar Anda anak-anak, tetapi bahkan jiwa orang ini pun terus
belajar. Baba telah datang untuk mengajarkan Raja Yoga kepada Anda anak-anak.
Tidak ada orang lain yang mengajar dengan cara seperti ini. Ini adalah tentang
menjadi suci. Zaman peralihan ini adalah zaman untuk menjadi manusia yang
terluhur. Shri Krishna adalah manusia yang terluhur. Setelah menikah, derajatnya
mulai berkurang sedikit. Inilah sebabnya, Shri Krishna begitu banyak dipuji.
Negerinya disebut daratan Shri Krishna, sedangkan ini adalah daratan Kansa, si
iblis. Orang-orang mengarang banyak cerita tentang Krishna dan Kansa. Anda
anak-anak telah menerima penjelasan bahwa ketika tahapan Anda sudah matang, Anda
dengan sendirinya berhenti melakukan pemujaan. Jangan pernah memberi tahu siapa
pun untuk jangan lagi melakukan pemujaan. Namun, Anda harus memberikan
pengetahuan kepada mereka. Sang Ayah telah datang untuk memberikan pengetahuan
kepada Anda dan menjadikan Anda pangeran surga. Krishna dahulu adalah master
surga, tetapi sekarang tidak lagi demikian. Dia sekarang sedang menjadi pangeran
surga dengan mempelajari Raja Yoga sekali lagi. Anda juga harus berupaya dan
mengingat Sang Ayah. Tuhan, Sang Ayah, Sang Pencipta Surga, melaksanakan
pendirian surga. Beliau datang dan menjadikan dunia ini baru. Beliau
melakukannya ketika zaman besi menjelang berakhir. Sang Ayah tidak datang pada
zaman emas atau perak. Beliau berkata, “Saya datang pada zaman peralihan setiap
siklus.” Orang-orang telah menghapus kata “setiap siklus” dan mengatakan bahwa
Beliau datang pada setiap zaman. Akan tetapi, ada empat zaman. Zaman yang kelima
adalah zaman peralihan ini. Achcha, jika demikian, seharusnya mereka mengatakan
ada lima inkarnasi Tuhan. Akan tetapi, apakah juga ada inkarnasi Tuhan dalam
wujud ikan, buaya, dan Parshurama (Rama yang membawa kapak) dan sebagainya?
Semua hal itu berasal dari kitab-kitab suci. Mereka telah sepenuhnya mengganti
nama agama dan nama Bharata. Mereka telah menggantinya menjadi “agama Hindu” dan
“Hindustan”. Untuk apa nama “Bharata” diganti? “Ketika ketidakbenaran merajalela
di Bharata …” Nama “Bharata” juga disebutkan dalam ungkapan ini. Sang Ayah
menjelaskan, “Anda melakukan pemujaan bukan dalam satu kelahiran saja; Anda
telah melakukannya sejak zaman perunggu.” Pada awalnya, pemujaan tak tercemar;
manusia dahulu hanya memuja Shiva, yaitu Shiva Baba, yang mengubah Bharata
menjadi surga. Beliau sekarang telah datang untuk menjadikan Anda master surga
sekali lagi. Jadi, Beliau duduk di dalam badan yang tidak suci dan memberi tahu
Anda, “Saya memasuki badan yang tidak suci di dunia yang tidak suci demi
menyucikan jiwa-jiwa yang tidak suci. Di jalan pemujaan, manusia membangun kuil
yang sangat besar untuk Saya.” Ini sangat jelas. Orang ini berhenti mempelajari
Gita dan lain-lain begitu Baba memasukinya. Dia berhenti melakukan pemujaan; dia
langsung melepaskannya. Tak seorang pun di antara Anda diberi tahu untuk jangan
lagi melakukan pemujaan. Baba menjelaskan kepada Anda anak-anak, “Saya sedang
menjadikan Anda master daratan Krishna sekali lagi.” Ada delapan dalam dinasti
Krishna. Pertama-tama, Krishna disebut pangeran zaman emas, kemudian dia menjadi
raja zaman emas. Ada delapan generasi. Pada saat itu, tidak ada kerajaan yang
lain. Baba berkata, “Anda anak-anak sekarang juga harus menjadi
pangeran-pangeran zaman emas.” Dalam pemujaan, tidak ada kebahagiaan. Melalui
pengetahuan, Anda menjadi master surga. Ketika ayah seseorang meninggalkan badan
dan dia ditanya, “Ke mana ayahmu pergi?” Dia pasti menjawab bahwa ayahnya telah
menjadi penghuni surga. Mereka berpikir bahwa baik badan maupun jiwanya sudah
pergi. Akan tetapi, badannya ditinggalkan di sini. Hanya jiwanya yang pergi. Ini
berarti bahwa jiwa itu pada awalnya berada di neraka, kemudian sang jiwa
meninggalkan badannya dan pergi ke surga. Jadi, apa perlunya menangis? Apakah
surga ada di sini? Akan tetapi, mereka tidak paham. Mereka sekadar mengatakan
bahwa semua itu adalah perbuatan Tuhan, bahwa Tuhanlah yang memberikan
kebahagiaan dan kesengsaraan, dan bahwa segala sesuatu adalah wujud Tuhan. Namun,
Sang Ayah berkata, “Bagaimana mungkin Saya mendatangkan penderitaan atas
anak-anak Saya?” Pernahkah anak-anak memohon penderitaan kepada Sang Ayah? Baba
menjadikan Anda layak dan memberikan properti Beliau kepada Anda, tetapi Anda
masing-masing menerima penderitaan sesuai dengan perbuatan Anda sendiri. Sang
Ayah berkata, “Sekarang, jangan memohon untuk punya anak dan sebagainya. Semua
properti dan lain-lain ini sekarang akan dihancurkan. Jadi, apa yang bisa
dinikmati oleh anak-anak Anda? Tidak ada cukup waktu bagi anak-anak Anda untuk
menjadi master atas properti Anda.” Anak-anak hanya bisa menjadi master setelah
mereka dewasa. Akan tetapi, tidak tersisa waktu sebanyak itu; penghancuran sudah
di ambang pintu. Manusia mengatakan bahwa zaman besi masih akan berlangsung
40.000 tahun lagi. Mereka berkata bahwa kita, Brahma Kumar dan Brahma Kumari,
terus saja membicarakan tentang penghancuran. Ada kisah tentang seorang anak
yang berseru, “Ada serigala!” Kemudian, serigala itu benar-benar datang dan
memangsa seluruh kawanan domba. Semua orang mengira bahwa kematian hanya akan
mendatangi satu-dua orang. Ini terus terjadi sepanjang waktu. Anda mengatakan
bahwa Sang Kematian Besar sudah datang. Shiva Baba, Sang Kematian Di Atas Segala
Kematian, telah datang, dan Beliau akan membawa semua jiwa pulang ke rumah. Jadi,
Anda benar-benar harus menanggalkan badan Anda. Inilah sebabnya, Baba berkata,
“Jadilah suci dengan beryoga. Saya akan membuat Anda jiwa-jiwa menjadi suci dan
membawa Anda pulang ke rumah. Jika Anda tidak menjadi suci, Anda terpaksa harus
menanggung banyak hukuman pada akhirnya dan tidak akan mampu mengklaim status
tinggi.” Shri Krishna lulus dengan pujian sebagai yang nomor satu. Dia menerima
beasiswa. Dia menerima kerajaan selama 21 kelahiran. Baba menjelaskan kepada
Anda dengan begitu mudah. Intelek Anda memahaminya, kemudian ini menghilang.
Jangan melarang siapa pun melakukan pemujaan. Sang Ayah telah datang untuk
memberikan buah atas pemujaan kepada Anda, para pemuja. Beliau berkata, “Saya
telah memasuki badan orang biasa yang sama ini, persis seperti yang Saya lakukan
di siklus sebelumnya. Saya datang dan mengajar Anda, setiap siklus. Inilah
pendidikan yang maha tinggi.” Anda tahu bahwa Anda dahulu satopradhan, kemudian
sekarang Anda telah menjadi tamopradhan. Nanti, Bharata akan menjadi satopradhan.
Jiwa-jiwa dari agama-agama lain tidak mengalami kebahagiaan maupun penderitaan
sebanyak yang kita alami. Orang-orang di luar negeri memiliki banyak uang, jadi
mereka meminjamkan dana kepada negara-negara miskin. Orang-orang malang tak
berdaya itu tidak menyadari bahwa mereka sedang mengembalikan semua utang mereka.
Mereka semua terlelap dalam tidur Kumbhakarna, terbaring nyenyak dalam
ketidaktahuan. Pada akhirnya, mereka akan menangis dalam penderitaan. Anda
kemudian akan mengatakan bahwa semuanya sudah terlambat, karena pada saat itu,
perang sudah dimulai. Apa yang mampu mereka lakukan pada waktu itu? Timbunan
jerami akan dibakar dan semuanya sudah terlambat. Inilah sebabnya, Sang Ayah
berkata, “Anak-anak, sekarang, teruslah berupaya dengan cepat!” Baba tidak
memberi Anda terlalu banyak kesulitan. Anda datang dan memberi tahu Baba, “Baba,
jika kami tidak melakukan pemujaan, mereka menuding bahwa kami sudah menjadi
atheis.” Baba menasihati Anda untuk terus mengingat Baba, sebagai pengamat tanpa
keterikatan. Anda boleh melakukan sedikit pemujaan secara lahiriah. Melakukan
sesuatu dari dalam lubuk hati Anda adalah satu hal, sedangkan melakukan sesuatu
untuk menyenangkan orang lain adalah hal yang berbeda. Dalam hati, Anda hanya
harus mengingat Shiva Baba. Jika ada orang-orang yang menyusahkan Anda, lakukan
saja pemujaan secara lahiriah di depan mereka, maka mereka akan senang. Itu
bukan berbuat dosa. Baba memberi tahu banyak orang di antara Anda bahwa Anda
boleh menghadiri pesta pernikahan dan sebagainya. Anda harus memenuhi tanggung
jawab Anda kepada kedua belah pihak. Ketika Anda menyampaikan pengetahuan di
sana, anak panah akan menembus satu atau dua orang. Anda harus berinteraksi
dengan bijaksana. Perintah Sang Ayah adalah: “Sekarang, jangan menjadi tidak
suci. Hanya dengan menjadi suci, Anda bisa menjadi master daratan Krishna.
Ingatlah Shiva Baba, maka dosa-dosa Anda akan terhapus dan Anda akan menjadi
master dunia.” Anak-anak, jelaskanlah dengan bijaksana kepada sahabat dan
kerabat Anda seperti ini. Itu adalah perziarahan fisik, sedangkan ini adalah
perziarahan spiritual. Hanya Sang Ayah yang mengajarkan perziarahan spiritual
ini kepada Anda. Beliau berkata, “Teruslah mengingat Saya saja, maka Anda akan
berubah dari tidak suci menjadi suci dan semua penderitaan Anda akan terhapus.”
Jarang sekali ada pengusaha yang mau melakukan bisnis mengklaim kedaulatan surga
ini. Teruslah mengikuti shrimat. Jangan sampai uang Anda terbuang-buang tanpa
ada gunanya sehingga Anda tidak menerima buah apa pun. Anda harus mengatur rumah
tangga Anda dan sebagainya, serta memelihara anak-anak Anda juga. Cukup ikutilah
shrimat. Mintalah nasihat dari Baba: “Baba, apa yang bisa saya lakukan dalam
situasi semacam ini? Baba, putri saya mengatakan bahwa dia ingin menikah.” Baba
pun menjawab, “Nikahkanlah dia. Berilah dia mas kawinnya.” Sang Ayah hanya
memberi Anda penjelasan, tetapi jika Anda masih ingin bertanya, maka bertanyalah
dan ikutilah shrimat! Anak-anak harus mengikuti petunjuk Sang Ayah. Hanya dalam
hal ini, terkandung manfaat. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Lakukanlah
setiap perbuatan dengan mengingat Shiva Baba, sebagai pengamat tanpa keterikatan.
Penuhilah tanggung jawab Anda terhadap relasi duniawi dan spiritual Anda.
Berinteraksilah dengan bijaksana terhadap relasi-relasi duniawi Anda.
2. Pada saat ini,
dalam kelahiran terakhir Anda, Anda berada dalam tahapan pensiun. Anda harus
pulang ke rumah. Oleh sebab itu, Anda benar-benar harus menjadi suci dan tidak
menciptakan ikatan baru.
Berkah:
Semoga Anda
mengakhiri semua keinginan dengan mematuhi semua perintah dan menjadi kebal
terhadap Maya.
Apa pun instruksi
yang telah Anda terima sepanjang hari—mulai dari amrit vela hingga malam hari—periksalah
sikap mental, pandangan, pikiran, kesadaran, pelayanan, dan relasi Anda
berdasarkan instruksi tersebut. Semua keinginan akan lenyap bagi mereka yang
mengikuti instruksi dalam setiap pikiran dan langkah mereka. Jika Anda memiliki
keinginan terkait upaya atau kesuksesan Anda, berarti Anda pasti belum
sepenuhnya menjalankan instruksi tersebut di suatu aspek. Jadi, kapan pun
masalah muncul, periksalah kembali kepatuhan Anda terhadap instruksi-instruksi
tersebut, dan Anda pun dengan sendirinya akan menjadi kebal terhadap Maya.
Slogan:
Merenungkan
kelemahan-kelemahan halus Anda dan kemudian mengakhirinya berarti memikirkan
jati diri Anda yang sesungguhnya (swa-chintan).
Sinyal Avyakt:
Sekarang Munculkan Wujud Pemberkah Anda.
Ketika ada celah,
seorang pelayan yang serba bisa akan mengisi celah tersebut pada saat yang tepat.
Demikian pula, jika Anda merasa seseorang kekurangan kekuatan tertentu, bantulah
orang tersebut untuk mengisi kekurangan itu agar orang lain tidak merasakan
adanya kekurangan pada dirinya. Inilah yang disebut sebagai menjadi anak dari
Sang Pemberkah sesuai dengan kebutuhan waktu serta memberikan hadiah berupa
kerja sama kepada jiwa tersebut.