07.10.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, sekalipun Anda datang belakangan, Anda akan mampu maju pesat jika
Anda melakukan upaya cepat. Berhentilah mencemaskan orang lain dan teruslah
sibuk melakukan upaya Anda sendiri.
Pertanyaan:
Tugas Sang
Ayah yang manakah yang tidak bisa dijalankan oleh manusia mana pun?
Jawaban:
Mengubah
manusia menjadi devi-devta dan menjadikan mereka master hunian kedamaian dan
daratan kebahagiaan adalah tugas Sang Ayah saja. Tidak ada manusia yang mampu
menjalankan tugas ini. Anda memiliki keyakinan bahwa hanya di zaman peralihan
inilah Anda mendengarkan perkataan luhur Tuhan. Tuhan sendiri sedang mengajarkan
Raja Yoga kepada Anda, sebagaimana dilakukan Beliau di siklus sebelumnya.
Om Shanti.
Sang Ayah
rohani yang tak terbatas menjelaskan kepada anak-anak rohani yang tak terbatas.
Setiap perkataan luhur atau permata pengetahuan berharga ratusan ribu rupee.
Sang Ayah telah menjelaskan bahwa Tuhan juga disebut “Rup dan Basant”. Beliau
memiliki wujud dan nama Beliau adalah Shiva Baba.
Beliaulah Sang
Samudra Pengetahuan. Anda menerima keselamatan melalui pengetahuan. Pengetahuan
adalah harta, sekaligus studi. Sang Ayah rohani memberikan pengetahuan ini
kepada Anda. Jiwa disebut makhluk rohani (roh). Di jalan pemujaan, jiwa begitu
banyak tersandung-sandung demi bisa bertemu dengan Sang Ayah; mereka
mencari-cari Beliau. Mereka yakin bahwa hanya Shiva adalah Tuhan, tetapi mereka
terus tersandung-sandung. Sang Ayah datang dan menjelaskan, “Anak-anak rohani,
Anda tak termusnahkan. Anda adalah penghuni hunian tertinggi. Anda turun dari
sana ke sini untuk memainkan peran-peran Anda. Anda adalah penghuni hunian yang
sangat jauh. Ini adalah drama. Ini disebut sandiwara kemenangan dan kekalahan,
kebahagiaan dan kesengsaraan.” Sang Ayah menjelaskan, “Anda dan Saya, kita semua
adalah penghuni hunian kedamaian. Itu juga disebut hunian nirwana. Terlebih
dahulu, milikilah keyakinan bahwa Anda adalah penghuni tempat itu.” Dharma asli
dari jiwa-jiwa adalah kedamaian. Keseluruhan peran yang tak termusnahkan terekam
dalam setiap jiwa, yaitu titik. Sang Ayah mengajar Anda. Anda mencemaskan
tentang manusia di dunia. Anda memiliki keyakinan bahwa perkataan luhur Tuhan
hanya disampaikan pada zaman peralihan, bukan pada waktu lain. Tidak ada orang
lain yang mampu mengubah manusia menjadi devi-devta. Mereka tidak bisa membuat
siapa pun menjadi master hunian kedamaian atau daratan kebahagiaan. Sang Ayah
menjadikan Anda sedemikian rupa di siklus sebelumnya. Seseorang yang menjabat
sebagai presiden pada saat ini juga akan menjadi presiden, 5000 tahun mendatang.
Adegan dan pemandangan seluruh dunia akan berulang setelah 5000 tahun. Ibu-ibu
tua tidak mampu meresapkan semua hal ini, jadi mereka hanya diberi tahu untuk
mengingat tiga hal: “Kita, jiwa-jiwa, adalah penghuni hunian kedamaian. Kita
kemudian pergi ke daratan kebahagiaan. Setelah itu, ketika kerajaan Rahwana
dimulai, sesudah setengah siklus berlalu, kita mulai menuruti sifat buruk nafsu
birahi. Itu disebut daratan kesengsaraan. Ketika daratan kesengsaraan menjelang
berakhir, Sang Ayah datang dan berkata, ‘Ingatlah Saya. Saya telah datang untuk
membawa Anda pulang ke hunian kedamaian dan daratan kebahagiaan.’” Mereka yang
dahulu datang dan menjadi milik Sang Ayah, sekarang pasti datang untuk mengklaim
warisan mereka. Kerajaan dinasti surya dan dinasti chandra sedang didirikan.
Jutaan orang akan datang untuk mendengarkan dan memahami suatu hal atau yang
lain dari Sang Ayah. Banyak perkembangan akan berlangsung. Anda harus pergi ke
segala tempat dan menjelaskan kepada semua orang. Banyak orang juga akan
mendengar mengenai hal ini melalui surat kabar. Di Pakistan, mereka juga akan
membacanya di surat kabar. Selagi duduk di sana, mereka akan mendengarkan
pengetahuan ini. Gita telah dipublikasikan di seluruh dunia. Sang Ayah berkata,
“Teruslah mengingat Saya saja dan ingatlah warisan Anda.” Ketika mereka membaca
ini di berbagai surat kabar, akan ada banyak orang yang menjadi Brahmana. Mereka
yang ingin mengklaim warisan mereka pasti akan datang untuk mengklaimnya. Masih
ada sedikit waktu yang tersisa sekarang, dan perkembangan akan terus berlangsung.
Mereka yang datang belakangan harus melakukan upaya cepat. Mereka yang menjadi
penghuni surga di siklus sebelumnya pasti akan menjadi itu kembali pada saat ini.
Tidak bisa ada perbedaan sedikit pun dalam hal ini. Mereka yang akan pergi ke
hunian kedamaian akan pergi ke hunian kedamaian. Kemudian, mereka akan datang
untuk memainkan peran mereka pada waktu mereka sendiri. Sang Ayah berkata,
“Anak-anak, sekarang ingatlah Saya, maka Anda akan mencapai rumah Anda.” Para
saniyasi berpikir keras untuk bisa mencapai mukti, itulah sebabnya mereka
memberi tahu semua orang bahwa menerima mukti saja itu baik. Mereka menganggap
kebahagiaan sebagai hal yang fana. Dalam kitab-kitab suci, tertulis bahwa
kesengsaraan tetap ada, bahkan di zaman emas. Mereka tidak memahami apa pun.
Mereka berkata bahwa Tuhan harus datang, “Sang Penyuci, Sang Jiwa Yang Maha
Tinggi, datanglah dan tunjukkanlah jalan kepada kami!” Namun, di pihak lain,
mereka berkata bahwa Sungai Gangga adalah Sang Penyuci. Mereka yakin bahwa mandi
di Sungai Gangga, menciptakan api persembahan, melakukan tapasya, dan pergi
berziarah, semua itu merupakan jalan menuju Tuhan. Berhubung Anda
memanggil-manggil Tuhan, mengapa Anda terus tersandung-sandung? Semua hal di
jalan pemujaan itu sudah ditakdirkan. Orang-orang terus mengatakan apa pun yang
terlintas dalam benak mereka. Mereka berupaya sedemikian keras untuk menemukan
Tuhan. Akankah para pemuja pergi untuk bertemu Tuhan, ataukah Tuhan yang harus
datang kemari? Jiwa-jiwa yang tidak suci tidak bisa pergi ke sana. Sang Ayah
harus datang kemari untuk membawa Anda ke sana. Sang Pemandu bagi semua jiwa
hanyalah Yang Esa. Anda juga akan menjadi suci dan mengikuti Beliau. Sang
Mempelai Pria sedang menghiasi Anda dengan permata-permata pengetahuan untuk
menjadikan Anda maharaja dan maharani. Orang-orang menunjukkan bahwa Krishna
menculik seorang wanita dan menjadikannya ratu. Hal-hal itu sebenarnya bukan
mengacu kepada Krishna. Anda anak-anak tahu bahwa Anda akan menjadi
maharani-maharani surga. Anda dahulu adalah penghuni surga. Sang Ayah sekarang
telah datang untuk menjadikan Anda sedemikian rupa kembali. Ini adalah persoalan
84 kelahiran. Tidak ada orang yang bisa mengingat 8,4 juta kelahiran.
Orang-orang telah menunjukkan bahwa zaman emas berdurasi ratusan ribu tahun
sedangkan durasi zaman perak lebih singkat. Perhitungan ini tidak tepat. Sang
Ayah menjelaskan segala sesuatu kepada Anda dengan begitu mudah, “Ingatlah dua
hal saja: Alpha dan beta. Anda kemudian akan menjadi suci dan juga mampu terbang
untuk mengklaim status tinggi.” Anda harus memiliki kepedulian untuk
sungguh-sungguh mengingat Sang Ayah, apa pun yang terjadi. Badai-badai Maya juga
akan datang, tetapi Anda tidak boleh kalah. Bahkan ketika seseorang menjadi
marah, jangan mengatakan apa pun. Para saniyasi berkata, “Taruhlah jimat di
mulut Anda, maka lawan bicara Anda – setelah berkata-kata panjang lebar – akan
diam.” Sang Ayah juga berkata, “Jika seseorang berbicara dengan marah kepada
Anda, teruslah mengamati dalam keheningan.” Anda benar-benar harus mengingat
Shiva Baba dalam segala keadaan. Hanya dengan mengingat Baba, Anda bisa
mengingat warisan Anda. Kebahagiaan Anda, yang melampaui indrawi, diingat: “Anda
menjadi putri-putri raja di surga selama 21 kelahiran.” Di sana tidak ada
kesengsaraan. Anda mengalami kebahagiaan selama 50 atau 60 kelahiran; periode
kebahagiaan lebih panjang. Apa manfaatnya jika periode kebahagiaan dan
kesengsaraan sama panjangnya? Anda juga memiliki banyak kekayaan. Hingga
beberapa waktu yang lalu, padi-padian di sini dihargai sangat murah. Para raja
memiliki kerajaan besar. Baba dahulu menjual 37 kg padi-padian seharga 10 anna
(16 anna = 1 rupee). Jadi, sebelum waktu itu, segala sesuatu pastilah sangat
murah. Di masa itu pasti hanya terdapat sedikit manusia. Mereka tidak mungkin
mencemaskan tentang makanan. Anda sekarang harus ingat bahwa Anda terlebih
dahulu harus pulang ke rumah, kemudian pergi ke dunia baru, dan memainkan
peran-peran baru Anda. Di sana, badan-badan Anda akan tercipta dari unsur-unsur
alam yang satopradhan. Sekarang, lima unsur alam telah sepenuhnya menjadi
tamopradhan serta tidak suci. Jiwa dan badan, keduanya sama-sama tidak suci. Di
sana, badan tidak berpenyakit. Semua hal ini harus dipahami. Di sini, segala
sesuatu diterangkan dengan sangat jelas kepada Anda anak-anak. Namun, ketika
pulang ke rumah, Anda melupakannya. Di sini, awan-awan sangat bahagia ketika
mereka dipenuhi, tetapi begitu pergi ke luar, mereka lupa. Dahulu, juga ada
banyak tari-tarian. Semua itu kemudian dihentikan. Orang-orang dahulu mengira
bahwa di sini ada sihir. Ketika mereka melakukan pemujaan intens di jalan
pemujaan, mereka benar-benar harus bersusah payah sebelum bisa memperoleh
penglihatan gaib. Di sini tidak ada hubungannya dengan pemujaan. Anak-anak
memasuki trans selagi duduk, inilah sebabnya orang-orang dahulu mengira bahwa di
sini ada sihir. Dewasa ini, di dunia, ada begitu banyak orang yang menjadikan
dirinya tuhan! Mereka memberikan nama “Sita Ram” atau “Radhe Krishna” dan
sebagainya kepada diri mereka sendiri. Ada begitu banyak perbedaan antara
master-master surga dan para penghuni neraka. Pada saat ini, semua jiwa adalah
penghuni neraka. Ini ditunjukkan dengan sangat jelas dalam gambar tangga.
Anak-anak telah menciptakan gambar tangga setelah mereka mengaduk pengetahuan.
Baba melihatnya dan sangat senang. Segala sesuatu tercakup dalam gambar tangga:
bagaimana raja-raja yang penuh sifat buruk terus menurun sejak zaman perunggu
selagi mereka terus melakukan pemujaan. Mereka sekarang tidak bermahkota.
Sangatlah mudah untuk menjelaskan dengan menggunakan gambar-gambar ini. Anda
bisa menjelaskan bagaimana terjadi tahapan menurun selama 84 kelahiran dan
bagaimana kemudian ada tahapan menaik. Orang-orang bernyanyi, “Ada manfaat bagi
semua orang dengan tahapan menaik.” Sang Ayah datang dan memberi semua jiwa
kebahagiaan. Semua jiwa memanggil-manggil, “Wahai, Baba, hapuslah kesengsaraan
kami dan berilah kami kebahagiaan!” Akan tetapi, tak seorang pun tahu bagaimana
Beliau menghapus kesengsaraan mereka dan memberi mereka kebahagiaan. Dewasa ini,
orang-orang menghafalkan Gita dan merapalkannya. Mereka menjelaskan maknanya
secara ringkas. Mereka merapalkan slokha (ayat-ayat Gita) dengan hafalan dalam
bahasa Sansekerta, sehingga orang-orang beranggapan bahwa mahatma (yang
menyampaikan Gita) itu sangat bagus. Ratusan ribu orang pergi dan bersujud
kepadanya. Berbagai studi duniawi itu membutuhkan sekitar 15 sampai 20 tahun
untuk dipelajari. Jika seseorang sangat cerdas, dia bisa dengan cepat
mempelajari segala sesuatu melalui hafalan dan menyampaikannya, serta
mengakumulasi banyak uang. Semua itu merupakan cara-cara untuk mencari
penghasilan. Ketika seseorang jatuh bangkrut, dia pergi dan melakukan
penanggalan, sehingga semua kekhawatirannya hilang, karena dia hanya mengingat
satu mantra atau yang lain dan berkeliling ke segala tempat. Dia akan terus
bepergian naik kereta api. Di sini, Baba berkata, “Sadarilah diri Anda sebagai
jiwa dan ingatlah Sang Ayah.” Sang Ayah dan semua jiwa tinggal di alam jiwa.
Dari sana, mereka datang ke dunia fisik untuk memainkan peran mereka. Sandiwara
ini sekarang menjelang berakhir. Karena Anda tamopradhan, Anda tidak bisa pulang
ke rumah. Baba sekarang telah datang untuk menjadikan Anda satopradhan. Semua
jiwa akan pulang ke rumah, kemudian hanya akan ada kerajaan devi-devta di zaman
emas. Tidak ada seorang pun yang paham dalam intelek mereka, kapan terdapat
hunian kedamaian atau daratan kebahagiaan atau daratan kesengsaraan, karena
mereka berada dalam kegelapan total. Mereka yakin bahwa akhir zaman besi akan
terjadi setelah beribu-ribu tahun. Mereka tidak memiliki perhitungan yang tepat
untuk itu. Jumlah manusia terus bertambah dan tidak tersedia cukup makanan. Jika
masih ada 40.000 tahun lagi yang harus dijalani, Anda tidak bisa memperkirakan
apa yang akan terjadi. Apa pun yang mereka katakan sepenuhnya salah; tidak ada
sedikit pun kebenaran di dalamnya. Sang Ayah sekarang mengajarkan cara untuk
menaklukkan Rahwana kepada Anda. Hanya Anda yang mampu menaklukkan Rahwana. Baba
membebaskan seluruh dunia dari Rahwana. Anda adalah Pasukan Shakti dan Anda
sedang mengubah Bharata menjadi surga. Beliau memberitahukan hal-hal yang sangat
berharga kepada Anda. Oleh sebab itu, Anda harus mengingat Sang Ayah dan warisan
serta senantiasa sangat bahagia. Ada begitu banyak kebahagiaan yang Anda alami
di jalan pengetahuan. Baba sekarang telah datang. Kita sekarang akan segera
meninggalkan dunia lama ini. Dengan mengingat Baba, Anda akan menjadi
satopradhan. Jika tidak, akan ada banyak hukuman dan setelah itu, mungkin Anda
akan menerima sepotong chapatti. Akan tetapi, apa manfaatnya? Teruslah berupaya
semaksimal mungkin bagi diri Anda sendiri. Ikutilah shrimat. Mintalah nasihat
Baba dalam setiap langkah. Ada beberapa orang yang berkata, “Baba, saya harus
berbohong dalam bisnis saya.” Sang Ayah menjawab, “Dalam bisnis, ada kepalsuan.
Teruslah mengingat Baba saja.” Jangan sampai Anda menuruti sifat buruk nafsu
birahi tetapi mengatakan bahwa Anda mengingat Baba. Jangan! Jika Anda menuruti
sifat buruk nafsu birahi, Anda mati. Anda telah berjanji kepada Sang Ayah, bukan?
Rakhi diikatkan untuk kesucian. Rakhi tidak pernah diikatkan untuk membebaskan
Anda dari amarah. Ikatan rakhi berarti bahwa Anda tidak boleh lagi menuruti
sifat buruk nafsu birahi. Orang-orang memanggil-manggil, “Wahai, Sang Penyuci,
datanglah!” Anda anak-anak harus penuh dengan kebahagiaan dalam hati, “Baba
sedang mengajar kita. Baba akan membawa kita pulang berdampingan bersama Beliau.
Dari sana, kita akan pergi ke surga.” Semaksimal mungkin, bangunlah pada saat
dini hari dan ingatlah Baba. Mengingat Baba berarti mengakumulasi pendapatan.
Apa gunanya berkah dalam hal itu? Jangan berkata, “Baba, berilah saya berkah,
maka saya akan mengingat-Mu.” Seandainya Baba memberikan berkah kepada semua
orang, maka semua pasti masuk surga. Di sini, Anda harus berupaya. Ingatlah Baba
semaksimal mungkin. Baba berarti warisan. Anda akan menerima kerajaan
berdasarkan seberapa banyak Anda mengingat Beliau. Ada begitu banyak manfaat
dalam mengingat Baba. Ini adalah kesepakatan yang mudah. Tidak ada orang lain
yang bisa membuat kesepakatan yang sedemikian mudah dengan Anda. Namun, jarang
ada orang yang mau membuat kesepakatan ini. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Ketika
seseorang menjadi marah, Anda harus benar-benar berdiam diri. Jangan marah
terhadap siapa pun yang marah terhadap Anda. Jangan kalah oleh badai Maya mana
pun.
2. Ingatlah Sang
Ayah pada waktu dini hari. Akumulasi pendapatan Anda. Ikatlah rakhi kesucian
yang teguh.
Berkah:
Semoga Anda
menjadikan atmosfer avyakt melalui wujud avyakt dan penuh kedamaian Anda, serta
menjadi sosok yang memberikan penglihatan.
Sama seperti Anda
membuat program untuk melakukan pelayanan, dengan cara yang sama, buatlah juga
program untuk tetap berada dalam perziarahan ingatan dari pagi hingga malam.
Sesekali, hentikanlah lalu lintas pikiran Anda selama dua hingga tiga menit.
Ketika seseorang terlihat memiliki kesadaran duniawi yang besar, maka—tanpa
mengucapkan sepatah kata pun kepadanya—adopsilah wujud avyakt dan penuh
kedamaian, sehingga dia bisa memahaminya hanya melalui isyarat. Dengan melakukan
hal ini, atmosfer akan tetap avyakt. Sesuatu yang istimewa akan terlihat, dan
Anda akan menjadi sosok yang memberi penglihatan.
Slogan:
Kebenaran
komplet adalah dasar dari kesucian.
Sinyal Avyakt:
Tumbuhkan Semangat untuk Mengangkat Jiwa Lain dan Angkatlah Juga Mereka yang
Telah Menghina serta Mencemarkan Nama Baik Anda
Jika ada brother
atau sister yang bekerja sama atau jiwa mana pun dalam keluarga, yang karena
kesalahpahaman atau sikap keras kepala yang kekanak-kanakan, menganggap hal-hal
yang bersifat sementara sebagai pencapaian abadi serta mendambakan nama,
ketenaran, penghormatan, dan pencapaian yang hanya sementara, maka sikap
menghargai mereka selagi tetap rendah hati merupakan tindakan mengangkat jiwa
lain. Memberi dengan cara ini berarti menerima untuk selamanya.