09.06.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, untuk terbang pulang bersama Sang Ayah, Anda harus menjadi
sepenuhnya suci dan menyerahkan diri Anda sepenuhnya: “Bahkan badan ini pun
bukan milik saya.” Anda harus benar-benar melampaui badan.
Pertanyaan:
Rasa takut
apa yang harus Anda hilangkan agar bisa mencapai destinasi yang tinggi?
Jawaban:
Beberapa anak
sangat takut terhadap badai Maya. Mereka berkata, “Baba, badai-badai sangat
menyusahkan saya. Hentikanlah mereka!” Baba berkata, “Anak-anak, ini adalah
pertandingan tinju. Dalam bertinju, bukan satu pihak saja yang selalu menyerang.
Jika salah satu di antaranya meninju lima kali, lawannya pasti akan meninju
sepuluh kali. Inilah sebabnya, Anda tidak boleh merasa takut. Jadilah mahawira (kesatria
pemberani) dan jadilah pemenang, karena hanya dengan demikian, Anda akan mampu
mencapai destinasi yang tinggi.”
Lagu:
Setelah
bersumpah, saya datang ke pintu-Mu.
Om Shanti.
Anda
anak-anak mendengar lagu itu. Lagu tersebut benar-benar memiliki makna penting,
karena Sang Ayah telah membeli rekaman ini dan akan menjelaskan maknanya kepada
Anda. Ini disebut mati selagi hidup dan menjadi milik Sang Ayah. Setelah menjadi
milik Sang Ayah, Anda menjadi milik Sang Pengajar. Setelah memiliki pengajar,
sebagian besar orang mengadopsi guru. Ketika orang Kristen mendapatkan anak,
mereka membaptis bayi tersebut. Mereka pergi dan menyerahkan anak mereka ke
pangkuan seorang guru, baik dia seorang pendeta atau yang lain. Pendeta bukanlah
Kristus. Mereka kemudian berkata, “Anda sekarang menjadi Kristen di dalam nama
Kristus.” Sekarang, Anda anak-anak pertama-tama menjadi milik Sang Ayah, yaitu
melampaui badan. Apa pun yang kita miliki – badan, mental, dan kekayaan – kita
persembahkan semuanya kepada Baba. Kita mati selagi hidup, artinya: kita,
jiwa-jiwa, adalah milik Beliau. Ini harus diingat dalam intelek Anda. Apa pun
yang saya miliki, baik badan, kekayaan, properti, hubungan, dan sebagainya,
semua harus dilupakan. Ketika seseorang meninggalkan badan, dia melupakan segala
sesuatu. Destinasi ini sedemikian tinggi! Kita adalah jiwa-jiwa tanpa badan.
Jadikanlah ini teguh. Bukan berarti bahwa Anda harus meninggalkan badan Anda dan
mati; bukan. Anda jiwa-jiwa masih belum sepenuhnya suci. Anda milik Sang Ayah,
tetapi Beliau berkata, “Anda, jiwa-jiwa, tidak suci.” Sayap jiwa-jiwa telah
patah. Jiwa-jiwa sekarang tidak mampu terbang. Karena menjadi tamopradhan, tidak
ada manusia yang bisa pulang ke rumah. Maya telah sepenuhnya mematahkan sayap
Anda. Baba telah menjelaskan bahwa jiwa adalah yang paling cepat. Tidak ada apa
pun yang lebih cepat daripada jiwa. Tidak ada yang bisa dibandingkan dengan jiwa.
Pada akhirnya, semua jiwa akan pulang ke rumah seperti sekawanan nyamuk. Ke mana
mereka akan pergi? Mereka akan pergi sangat jauh, melampaui matahari dan bulan.
Mereka tidak akan kembali dari sana. Roket dikirim ke angkasa, kemudian kembali;
mereka bahkan tidak mampu mencapai matahari. Anda harus pergi jauh melampaui
matahari. Anda harus pergi ke alam jiwa, yang berada di atas alam halus. Anda
jiwa-jiwa menerima sayap. Jiwa-jiwa melunasi semua rekening karma dan menjadi
suci. Ada banyak pujian yang dituliskan mengenai masa pelunasan. Semua jiwa
harus melunasi rekening karmanya dan pulang ke rumah. Sekarang, semua jiwa kotor
dan berdosa. Ada banyak guru, sadhu, dan saniyasi kenamaan yang menganggap diri
mereka sebagai guru dan berkata, “Sayalah unsur brahm.” “Saya telah mencapai
unsur brahm.” Mereka sedang duduk di sini; jadi, sejauh mana mereka telah
menjangkau di dalam unsur brahm? Anda sekarang mengerti bahwa sebagai jiwa, Anda
tinggal di unsur brahm. Akan tetapi, tak seorang pun bisa pulang ke sana
sekarang ini. Semua jiwa mengalami kelahiran kembali di sini. Drama ini tak
terbatas. Semua aktor pasti harus turun dari sana untuk memainkan peran mereka.
Semua jiwa telah naik ke atas panggung. Ketika waktu penghancuran tiba, semua
jiwa pasti sudah turun kemari. Apa yang bisa mereka lakukan dengan tetap tinggal
di sana? Tidak ada aktor yang hanya duduk di rumah tanpa memainkan peran. Dia
pasti harus memasuki sandiwara. Ketika semua jiwa sudah turun dari sana, Sang
Ayah datang dan membawa semua jiwa pulang. Sang Ayah berkata, “Sekalipun Saya
berada di bawah sini, jiwa-jiwa masih terus berdatangan.” Jumlah terus bertambah,
secara berurutan. Anda kemudian akan pulang, secara berurutan. Segala sesuatu
tergantung pada tahapan Anda. Inilah sebabnya, Anda harus mati selagi hidup.
Anda perlu upaya untuk memiliki keyakinan bahwa Anda adalah jiwa. Anak-anak
melupakan ini karena berulang kali menjadi berkesadaran badan. Hanya ketika Anda
menyerahkan diri sepenuhnya, barulah Anda bisa tetap berkesadaran jiwa. Baba,
semua ini milik-Mu. Bahkan saya pun milik-Mu. Seakan-akan, badan ini bukan milik
saya dan saya sekarang menanggalkannya. Baba, saya milik-Mu. Baba berkata,
“Jadilah milik Saya dan putuskanlah keterikatan Anda dari semua yang lain.”
Bukan berarti bahwa Anda harus datang dan menetap di sini. Anda juga harus
menjalankan bisnis dan mengurus rumah tangga Anda. Anak-anak harus melunasi
utang terhadap orang tua mereka dan pasti harus membalas budi dengan melayani
orang tua mereka. Anak-anak berutang kepada orang tua atas pemeliharaan mereka.
Sang Ayah sekarang memelihara Anda. Semua anak yang datang pada permulaan,
langsung menyerahkan segala sesuatu; mereka tidak menyimpan apa pun untuk diri
sendiri. Mereka menyerahkan segalanya dan Anda anak-anak sedang menyucikan
Bharata dengan kekayaan itu. Hanya Bharata yang sepenuhnya suci. Tidak mungkin
ada orang lain yang sebahagia dan sesuci penghuni Bharata dahulu. Bharata adalah
tempat perziarahan teragung, tempat Sang Ayah, Sang Penyuci, mengubah seluruh
dunia, dari tidak suci menjadi suci. Sekarang, bahkan unsur alam pun menjadi
musuh Anda. Akan terjadi gempa bumi dan angin topan, karena semua orang sekarang
tamopradhan. Berbagai bencana alam juga akan datang dan mengakibatkan banyak
penderitaan. Pada saat ini, segala sesuatu menimbulkan penderitaan. Di zaman
emas, segala sesuatu mendatangkan kebahagiaan. Tidak akan ada angin topan atau
cuaca panas dan sebagainya di sana. Hanya ada sangat sedikit di antara Anda yang
memahami hal-hal ini juga. Hari ini, mereka ada di sini, besok mereka tak lagi
ada di sini. Oleh sebab itu, akan dikatakan bahwa mereka belum memahami apa pun.
Sekalipun mereka datang ke sini, tidak semua orang di antara mereka tetap kuat
sepanjang waktu. Tak lama sesudah mereka pulang dari sini, ada seseorang yang
menulis surat mengenai mereka setelah sepuluh hari, “Baba, Maya telah memangsa
anak yang ini.” Ini terus terjadi. Ketika bunga yang kecil menjadi besar, bunga
itu menghasilkan buah. Mereka kemudian memiliki kekuatan untuk menjadikan orang
lain sama seperti mereka; mereka menghasilkan buah. Setelah menjadi milik Sang
Ayah, Anda juga harus menciptakan rakyat dan ahli waris. Ada yang menjadi
pemandu dan datang kepada Baba, sambil mengira bahwa mereka sudah mencapai
destinasi mereka. Namun, tidak; destinasi ini sangat tinggi. Mereka berkata,
“Ada banyak badai Maya.” Anda sekarang menjadi milik Sang Ayah, jadi badai-badai
pasti berdatangan. Mereka berkata, “Baba, kami milik-Mu. Kami menerima warisan
kami dari-Mu. Kemudian, setelah mengalami kelahiran kembali, kami menjalani 84
kelahiran dan sekarang kami menjadi milik-Mu kembali. Kami pasti akan menerima
warisan dari-Mu.” Oleh sebab itu, Sang Ayah yang sedemikian rupa harus sangat
banyak diingat. Anda juga harus menjadikan orang lain sama seperti diri Anda dan
memberikan buah. Bagaimana lagi rosario bisa tercipta? Bagaimana Anda bisa
menjadikan orang lain sebagai ahli waris Sang Ayah? Rakyat diperlukan, dan ahli
waris dibutuhkan untuk duduk di atas singgasana. Ada banyak orang yang datang
kepada Sang Ayah. Mereka kemudian menceraikan Beliau. Yoga intelek mereka
terputus dan permainan pun berakhir. Beberapa anak datang untuk bertanya kepada
Baba, “Baba, bagaimana caranya agar tahapan saya tidak terpengaruh oleh badai?”
Baba terus menunjukkan berbagai cara kepada Anda untuk melakukan ini. Ingatlah
Sang Ayah! Badai pasti datang. Dalam pertandingan tinju, pernahkah Anda melihat
bahwa hanya ada satu pihak yang terus dipukuli? Kedua petinju yang bertarung
pasti memiliki keberanian. Jika salah seorang di antaranya meninju yang lain
lima kali, lawannya akan balas meninju sepuluh kali. Ini juga pertandingan tinju.
Saat Anda terus mengingat Sang Ayah, Maya akan terus melarikan diri. Akan tetapi,
ini tidak akan terjadi dengan segera. Anda harus bertarung melawan Maya. Jangan
berpikir bahwa Maya tidak akan menghantam Anda. Siapa pun Anda, ini adalah
pertandingan tinju akbar. Ada banyak anak yang merasa takut. Maya sepenuhnya
membekap hidung mereka. Ini medan pertempuran. Maya menciptakan berbagai
rintangan besar dalam koneksi yoga intelek. Seluruh upaya diperlukan untuk
beryoga. Sekalipun Baba berkata bahwa Beliau mengasihi jiwa-jiwa yang
berpengetahuan, bukan berarti bahwa Beliau hanya mengasihi mereka yang
menyampaikan pengetahuan, karena yoga yang akurat juga wajib ada. Ingatlah Sang
Ayah! Jangan takut terhadap rintangan Maya. Anda sedang menjadi master dunia.
Bisakah semua orang menjadi ini? Rosario 16.108 sangat besar. Itu akan rampung
pada saat akhir. Akan ada begitu banyak pangeran dan putri raja hingga akhir
zaman perak. Ada beberapa tanda mengenai ini. Ada tanda-tanda delapan permata
dan 108 permata. Ini mutlak benar. Pada akhir zaman perak, akan terdapat 16.108
pangeran dan putri raja. Jumlah mereka tidak sebanyak itu pada permulaannya.
Pertama-tama, jumlah mereka kecil, kemudian terus bertambah. Mereka semua
diciptakan di sini. Anda memiliki peluang yang sangat bagus, tetapi ini
membutuhkan banyak upaya. Dalam lagu, juga dinyanyikan, “Saya tidak akan pernah
meninggalkan-Mu, sekalipun saya harus mati. Baba, badan, mental, dan kekayaan
ini semuanya milik-Mu. Saya kini melampaui badan dan mengingat Engkau. Saya akan
menghubungkan intelek saya dalam yoga kepada-Mu.” Baba berkata, “Semua ini untuk
Anda, anak-anak.” Anak-anak berkata, “Segala sesuatu yang saya miliki adalah
milik-Mu.” Orang-orang berkata, “Semua ini diberikan oleh Tuhan.” Sekarang, Baba
berkata, “Semua ini sekarang akan dihancurkan. Apa yang Anda miliki? Bahkan
badan itu pun akan hancur. Saya sekarang menukarnya untuk Anda. Anda hanya perlu
menukarnya.” Oleh sebab itu, Baba berkata, “Anak-anak, lampauilah badan!
Ingatlah Saya! Buatlah intelek Anda menyerahkan segala sesuatu.” Ada cerita
tentang Raja Harishchandra yang menyuruh agar seluruh hartanya disimpan dalam
perwalian. Sang Ayah berkata, “Saya menjelaskan intisari semua kitab suci dan
sebagainya kepada Anda. Saya dahulu telah menjadikan Anda raja dan ratu melalui
bibir Brahma, dan sekarang Saya melakukannya kembali.” Manusia tidak pernah bisa
mengajarkan Raja Yoga kepada sesama manusia dan menjadikan mereka raja dan ratu
dengan cara membacakan Gita kepada mereka. Jadi, apa manfaat mendengarkan Gita?
Sang Ayah berkata, “Saya datang sendiri, setiap siklus, dan menjadikan Anda
master dunia. Hanya ketika Anda menjadi milik Saya, barulah Anda bisa menjadi
ahli waris. Oleh sebab itu, semakin banyak Anda beryoga, semakin suci Anda
jadinya.” Baba, semua ini milik-Mu. Saya hanyalah wali. Saya tidak akan
melakukan apa pun tanpa perintah-Mu. Anda juga mengikuti petunjuk mengenai cara
untuk mencari nafkah bagi badan Anda. Pada umumnya, orang miskinlah yang
menyampaikan rekening mereka secara penuh. Orang kaya tidak bisa memberikan itu;
mereka tidak mampu menyerahkan diri mereka. Jarang sekali mereka muncul. Nama
Janak disebutkan. Mereka memiliki anak-anak dan properti milik bersama, jadi
bagaimana itu bisa dibagi? Bagaimana mereka bisa mengambil properti mereka (secara
terpisah) agar bisa menyerahkannya? Sang Ayah adalah Tuhan Bagi Yang Miskin.
Para ibu adalah yang paling miskin. Para kumari bahkan lebih miskin dibandingkan
ibu-ibu. Kumari tidak pernah memiliki intoksikasi tentang warisan. Anak
laki-lakilah yang memiliki intoksikasi tentang warisan orang tua. Jadi, agar
bisa mengklaim warisan surga, Anda harus menanggalkan semua hal itu. Donasi
selalu ditujukan kepada orang miskin. Bharata adalah yang termiskin. Amerika
sangat kaya. Apakah mereka diberi warisan? Ketika Bharata adalah yang paling
kaya, di sana tidak ada agama lain; hanya ada para penghuni Bharata dan hanya
ada satu bahasa. Tuhan itu Esa. “Saya mendirikan satu kedaulatan kerajaan, satu
agama, dan satu bahasa. Saya mendirikan satu Pemerintahan Yang Mahakuasa. Dari
sana, kemudian ada dua, selanjutnya tiga. Sekarang, ada begitu banyak agama.
Oleh sebab itu, sekarang pasti harus ada satu agama. Sudah 5000 tahun berlalu
sejak adanya satu agama.” Para ahli menuliskan bahwa durasi zaman emas
berlangsung ratusan ribu tahun. Mereka tidak mengerti, apa yang dimaksud dengan
zaman emas. Mereka mengira bahwa ketika seseorang meninggalkan badan, dia
menjadi penghuni surga, bahwa dia mungkin sudah naik ke atas. Di Kuil Dilwala,
mereka juga menunjukkan surga berada di atas, di langit-langit. Inilah sebabnya,
orang menjadi bingung. Sesungguhnya, surga bukan berada di atas sana. Anda tahu
bahwa Anda sekarang akan pergi kepada Baba, kemudian turun kemari untuk
memerintah. Pengetahuan ini harus melekat dalam intelek Anda agar Anda bisa
menjelaskan kepada siapa pun. Maya, si burung, memangsa mereka yang lemah.
Itulah sebabnya, foto Anda diminta dan daftar disimpan. Baba menerima semua
kabar. “Si itu menembakkan anak panah pengetahuan yang sedemikian rupa, sehingga
saya menjadi anak Baba.” Dalam kitab suci, juga disebutkan bahwa para kumari
menembakkan anak panah. “Oh? Mengapa Anda melupakan Sang Ayah?” Ini disebut anak
panah pengetahuan. Anda hanya perlu mengingatkan mereka tentang Sang Ayah. Ini
tidak ada hubungannya dengan anak panah kekerasan. Baba berkata, “Saya
menjelaskan makna penting semua kitab suci kepada Anda melalui bibir Brahma.”
Brahma benar-benar harus ada di sini. Orang-orang telah menggambarkan Brahma
muncul dari tali pusar Vishnu. Mereka tidak mengetahui apa pun. Orang-orang
hanya menuliskan apa pun yang terlintas dalam benak mereka. Ada begitu banyak
kekotoran! Ada begitu banyak orang yang memiliki kekuatan sihir! Ketika
kebenaran muncul, kepalsuan menentangnya. Anda sekarang mengerti bahwa Shiva
Baba tanpa citra jasmani, sedangkan Brahma berwujud jasmani, tetapi ini tidak
ada hubungannya dengan tali pusar dan sebagainya. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Sekarang,
jadilah jiwa yang berpengetahuan, bukan orang yang sekadar mendengarkan
pengetahuan, lalu menyampaikannya. Selain itu, berupayalah untuk mengingat Baba.
Lampauilah badan dan ingatlah Sang Ayah yang tanpa badan.
2. Jadilah milik
Sang Ayah dan putuskanlah keterikatan Anda dari segala hal yang lain. “Bahkan
badan ini pun bukan milik saya.” Jadilah sepenuhnya berkesadaran jiwa dan
serahkanlah diri Anda sepenuhnya.
Berkah:
Semoga Anda
mendudukkan diri di singgasana master mahakuasa dan dengan mudah senantiasa
menjadi karma yogi yang konstan.
Begitu Anda telah
menyetel sebuah mesin, mesin tersebut akan terus berfungsi secara otomatis.
Dengan cara yang sama, begitu Anda menempatkan diri Anda pada tahapan master
mahakuasa, kata-kata kelemahan tidak akan pernah muncul. Setiap pikiran,
kata-kata, dan perbuatan akan terus muncul secara otomatis sesuai dengan
penyetelan tersebut. Penyetelan itu akan dengan mudah menjadikan Anda karma yogi
yang konstan, yogi yang mudah (sahaj yogi), yang selalu berada pada tahapan
bebas dari pikiran tidak suci apa pun.
Slogan:
Mengucapkan:
‘Baba, Baba!’ sebagai pengganti ‘Saya’ adalah bukti memiliki ingatan.
Sinyal Avyakt: Agar
Senantiasa Ceria; Milikilah Sifat Santai, Luwes, dan Toleran
Hanya mereka yang
toleran yang mampu senantiasa stabil dan juga ceria dengan menggunakan tameng
drama. Jika Anda tidak toleran, akan sulit bagi Anda untuk menjaga tameng drama.
Apa pun perbuatan yang Anda lakukan saat ini, selalu sadari Karankaravanhar.
Sang Ayah menginspirasi Anda untuk melakukan segala sesuatu dan siapa pun yang
melakukan segala sesuatu dengan kesadaran seperti itu, adalah instrumen Beliau.
Jika Anda melakukan perbuatan dengan kesadaran ini, Anda akan mengalami diri
Anda memainkan peran sebagai pengamat tanpa keterikatan.