09.09.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, hanya dengan kekuatan yoga, Anda mampu menaklukkan dosa-dosa Anda
dan menjadi penakluk dosa.
Pertanyaan:
Pikiran apa
yang membuat anak-anak pembuat upaya berhenti berupaya?
Jawaban:
Ketika
seorang pembuat upaya berpikir bahwa masih ada banyak waktu yang tersisa dan
bahwa dia nantinya akan mampu berpacu mendahului yang lain, Sang Ayah pun
menjelaskan, “Anak-anak, kematian bisa datang sewaktu-waktu. Seandainya Anda
menunda segala sesuatu sampai besok, lalu Anda mati saat ini, apa yang bisa Anda
peroleh? Itulah sebabnya, teruslah memberikan manfaat kepada diri sendiri dan
orang lain semaksimal mungkin dengan cara mengikuti shrimat. Jangan berhenti
berupaya dengan memikirkan tentang waktu.”
Lagu:
Salam hormat
kepada Shiva.
Om Shanti.
Anda
anak-anak telah menerima penjelasan bahwa Yang Esa yang tanpa citra jasmani
tidak mampu melakukan perbuatan apa pun tanpa sosok berwujud jasmani. Beliau
tidak bisa memainkan peran Beliau dengan cara lain. Sang Ayah rohani datang dan
menjelaskan kepada Anda, anak-anak rohani, melalui Brahma. Anda harus menjadi
master dunia yang satopradhan melalui kekuatan yoga. Intelek Anda mengerti bahwa
Sang Ayah datang setiap siklus dan mengajarkan Raja Yoga kepada Anda melalui
Brahma. Beliau menjalankan pendirian agama devi-devta yang asli dan abadi, yaitu
Beliau mengubah manusia biasa menjadi devi-devta. Manusia yang merupakan
devi-devta dahulu suci, tetapi mereka telah berubah setelah mengalami 84
kelahiran dan sekarang sudah menjadi tidak suci. Ketika orang-orang Bharata
dahulu memiliki intelek ilahi, mereka memiliki segala-galanya: kesucian,
kedamaian, dan kebahagiaan. Ini adalah persoalan 5000 tahun. Sang Ayah
menjelaskan perhitungan lengkapnya kepada Anda, termasuk tanggal dan waktu. Tak
seorang pun lebih tinggi daripada Beliau. Hanya Sang Ayah yang duduk di sini
untuk memberitahukan kepada Anda rahasia mengenai permulaan, pertengahan, dan
akhir dunia, yaitu rahasia tentang pohon kalpa. Agama devi-devta Bharata
sekarang telah hilang. Patung-patungnya memang tetap ada. Orang-orang Bharata
tahu bahwa dahulu ada kerajaan Lakshmi dan Narayana di zaman emas. Mereka
membuat kesalahan dalam kitab suci dengan menunjukkan Krishna di zaman perunggu.
Hanya Sang Ayah yang datang untuk menunjukkan jalan pulang kepada mereka yang
telah melupakan ini. Beliau disebut sebagai Sang Pemandu menuju mukti dan jeevan
mukti. Hanya Yang Esalah yang memberikan mukti dan jeevan mukti kepada semua
jiwa. Ketika Bharata berada dalam jeevan mukti, semua jiwa yang lain tinggal di
hunian mukti. Inilah sebabnya, Beliau disebut Sang Pemberkah Mukti dan Jeevan
Mukti. Sang Pencipta hanyalah Yang Esa, dan hanya ada satu dunia. Hanya ada satu
sejarah dan geografi dunia, dan itu terus berulang. Ada zaman emas, zaman perak,
zaman perunggu, dan zaman besi, kemudian ada zaman peralihan. Zaman besi tidak
suci, sedangkan zaman emas suci. Sebelum zaman emas datang, zaman besi
benar-benar harus dihancurkan terlebih dahulu. Pendirian harus terjadi sebelum
datangnya penghancuran. Pendirian tidak akan terjadi di zaman emas. Tuhan datang
ketika dunia yang tidak suci ini harus disucikan. Sang Ayah sedang menunjukkan
metode yang mudah untuk Anda terapkan: putuskanlah semua hubungan dengan badan
Anda dan relasi-relasi badan, jadilah berkesadaran jiwa, dan ingatlah Sang Ayah.
Beliaulah Yang Esa, yang memberikan buah kepada para pemuja. Beliau memberikan
pengetahuan kepada para pemuja untuk menyucikan mereka. Yogalah yang menyucikan
semua jiwa. Sang Samudra Pengetahuan datang dan menyampaikan pengetahuan melalui
bibir orang ini. Beliau menyucikan jiwa-jiwa yang tidak suci. Pada saat ini,
semua jiwa telah menjadi tidak suci, sehingga mereka memanggil-manggil Sang
Ayah, karena tidak ada seorang pun yang mampu menyucikan Anda, kecuali Sang
Ayah. Seandainya Sungai Gangga adalah Sang Penyuci, mengapa Anda bernyanyi,
“Sang Penyuci adalah Ramanya Sita”? Intelek mengatakan bahwa Sang Ayah Yang Maha
Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita Paramatma), pasti akan datang
kembali untuk melakukan pendirian dunia baru dan penghancuran dunia lama. Pohon
kalpa ada durasinya. Apa pun yang telah mencapai tahapan lapuk total disebut “tamopradhan”.
Ini tidak bisa disebut dunia baru; ini adalah dunia zaman besi. Semua hal ini
ditanamkan dalam intelek Anda agar Anda bisa menjelaskan kepada orang lain.
Sampaikanlah pesan ini ke setiap rumah. Jangan berkata, “Tuhan sudah datang!”
Namun, jelaskanlah dengan bijaksana, “Anda memiliki dua ayah: ayah lokik dan
Sang Ayah parlokik.” Pada saat menderita, Anda hanya mengingat Sang Ayah
parlokik. Tidak ada orang di daratan kebahagiaan yang mengingat Tuhan. Di zaman
emas, di kerajaan Lakshmi dan Narayana, ada kedamaian, kebahagiaan, dan kesucian;
segala-galanya ada. Setelah Anda menerima warisan Sang Ayah, akankah Anda terus
memanggil-manggil Beliau? Di sana, semata-mata hanya ada kebahagiaan. Sang Ayah
tidak menciptakan dunia untuk mendatangkan kesengsaraan bagi Anda. Sandiwara ini
sudah ditakdirkan. Mereka yang memiliki peran untuk dilakonkan pada saat akhir
hanya mengalami dua sampai empat kelahiran, dan mereka tinggal di hunian
kedamaian hampir sepanjang masa. Akan tetapi, tidaklah mungkin bagi siapa pun
untuk meninggalkan sandiwara ini. Mereka bisa mengalami satu atau dua kelahiran
saja dan seakan-akan berada dalam mukti sepanjang waktu. Jiwa-jiwa adalah aktor.
Ada yang memainkan peran luhur dan ada yang memainkan peran biasa. Ada ungkapan
bahwa tidak ada orang yang mampu menjangkau kedalaman Tuhan. Hanya Tuhanlah yang
datang untuk menjelaskan kepada Anda rahasia tentang Sang Pencipta dan permulaan,
pertengahan, dan akhir ciptaan. Sang Ayah menjelaskan, “Saya memasuki badan
orang biasa. Jiwa yang badannya Saya masuki tidak mengetahui tentang
kelahiran-kelahirannya sendiri. Saya memberitahukan kepada Anda kisah tentang 84
kelahiran jiwa ini. Tidak ada peran yang bisa diubah, karena sandiwara ini sudah
ditakdirkan.” Ini tidak bisa dipahami oleh intelek siapa pun. Intelek Anda hanya
bisa memahaminya ketika Anda menjadi suci dan berusaha mengerti. Agar bisa
memahami segala sesuatu dengan sangat jelas, Anda harus tinggal dalam bhatthi (tungku)
selama tujuh hari. Orang-orang membacakan Bhagawad dan sebagainya selama tujuh
hari. Ada beberapa orang yang mampu memahami segalanya dengan sangat jelas hanya
dalam waktu tujuh hari, sedangkan yang lain mengatakan bahwa inteleknya tidak
memahami apa pun. Jika mereka memang tidak ditakdirkan untuk mengklaim status
tinggi, bagaimana mungkin hal-hal ini bisa melekat dalam intelek mereka? Achcha,
setidak-tidaknya, mereka sudah diberi manfaat. Rakyat terus tercipta dengan cara
ini, tetapi untuk mengklaim keberuntungan kerajaan, diperlukan upaya. Hanya
dengan mengingat Sang Ayah, dosa-dosa Anda bisa terhapus. Entah Anda
melakukannya atau tidak, itu tergantung Anda sendiri; bagaimanapun juga, inilah
petunjuk Sang Ayah. Sesuatu yang indah senantiasa dikenang, bukan? Di jalan
pemujaan, orang-orang berkata, “Wahai, Sang Penyuci, datanglah!” Sekarang, Anda
telah menemukan Beliau. Sang Ayah berkata, “Ingatlah Saya, maka karat akan
dihilangkan.” Anda tidak mungkin menerima kerajaan semudah itu! Anda harus
melakukan upaya untuk mengingat Baba. Hanya mereka, yang banyak sekali mengingat
Baba, bisa meraih tahapan karmateet mereka. Karena tidak mengingat Baba
sepenuhnya, dosa-dosa Anda tidak bisa terhapus. Hanya dengan kekuatan yoga, Anda
bisa menjadi penakluk dosa. Bagaimana Lakshmi dan Narayana bisa menjadi
sedemikian suci pada saat tidak ada seorang pun yang suci pada akhir zaman besi?
Pada saat ini, episode pengetahuan Gita sedang diulangi. Tuhan Shiva berbicara,
“Semua orang terus membuat kesalahan. Jadi, Saya datang untuk membebaskan semua
orang dari membuat kesalahan.” Semua kitab suci Bharata berasal dari jalan
pemujaan. Sang Ayah berkata, “Tak seorang pun mengetahui tentang apa pun yang
Saya katakan. Mereka yang mendengarnya dari Saya mengklaim imbalan mereka selama
21 kelahiran.” Pengetahuan ini kemudian menghilang. Anda telah mengelilingi
siklus dan sekarang sedang mendengarkan pengetahuan ini. Anda tahu bahwa Anda
sedang menanam bibit pohon untuk mengubah manusia menjadi devi-devta. Inilah
bibit pohon devi-devta. Orang-orang terus menanam bibit pohon-pohon fisik. Sang
Ayah datang dan menunjukkan perbedaannya kepada Anda. Anda menunjukkan apa
rencana mereka dan apa rencana Anda. Mereka menjalankan program keluarga
berencana untuk menghentikan laju pertumbuhan penduduk dunia. Namun, Sang Ayah
memberi tahu Anda sesuatu yang sangat bagus. Semua agama yang tak terhitung
jumlahnya akan berakhir dan agama keluarga devi-devta akan didirikan. Di zaman
emas, hanya ada satu agama keluarga devi-devta; pada masa itu, tidak terdapat
banyak keluarga. Lihatlah, betapanya banyaknya keluarga yang sekarang ada di
Bharata – ada keluarga Gujarat, keluarga Sikh. Sebenarnya, semestinya hanya ada
satu keluarga di Bharata. Ketika ada banyak keluarga, pasti ada konflik,
kemudian timbullah perang saudara. Perang saudara juga terjadi dalam keluarga,
sama seperti dua orang bersaudara dalam keluarga yang sama tidak tahan untuk
tinggal bersama-sama; terdapat perselisihan di antara keduanya. Bahkan jatah air
pun mereka pisahkan. Penganut agama Sikh merasa bahwa mereka harus memberikan
lebih banyak kebahagiaan kepada keluarga yang memeluk agama mereka. Terdapat
tarikan ke arah golongan masing-masing. Mereka terus memusingkan diri sendiri.
Ketika saat akhir tiba, mereka akan terus berkelahi dengan satu sama lain.
Penghancuran harus terjadi. Maka, mereka terus memproduksi banyak bom. Pada saat
perang dunia terjadi, orang-orang menjatuhkan dua bom nuklir. Sekarang, mereka
sudah memproduksi banyak bom nuklir. Ini adalah tentang pemahaman. Anda harus
menjelaskan bahwa inilah Perang Mahabharata yang sama. Bahkan orang-orang
penting pun mengatakan bahwa jika mereka tidak menghentikan perang, seluruh
dunia akan terbakar. Anda tahu bahwa pasti akan timbul api. Sang Ayah sedang
mendirikan agama devi-devta yang asli dan abadi. Raja Yoga diperuntukkan bagi
zaman emas. Agama devi-devta telah hilang dan akan didirikan kembali. Sekarang
adalah zaman besi, dan setelahnya, zaman emas pasti datang. Sekarang, Perang
Besar Mahabharata akan terjadi, untuk menghancurkan zaman besi. Resapkanlah
semua hal ini baik-baik, kemudian jelaskanlah itu. Manusia berasal dari
komunitas iblis; itulah sebabnya, Anda harus sangat berhati-hati. Sekarang pasti
akan ada rintangan, sama seperti ada rintangan dalam siklus sebelumnya. Drama
ini sudah ditakdirkan dan kita terikat olehnya. Jangan pernah melupakan
perziarahan ingatan. Ada lagu: “Wahai, musafir malam, jangan menjadi lelah.” Tak
seorang pun mampu memahami maknanya. Malam menjelang berakhir dan fajar akan
terbit. Setengah siklus ini telah mencapai akhirnya dan kebahagiaan sekarang
akan dimulai. Sang Ayah telah menjelaskan makna “Manmanabhawa” kepada Anda.
Karena nama Krishna telah dimasukkan ke dalam Gita, maknanya tidak lagi memiliki
kekuatan yang sama. Krishna tidak pernah bisa disebut sebagai “Yang Mahakuasa”,
karena dia mengalami 84 kelahiran. Inilah sebabnya, Gita tidak memiliki kekuatan
yang sama. Kita sekarang sedang memberikan manfaat kepada semua manusia. Mereka
yang menjadi pemberkah akan menerima warisan. Tidak mungkin bisa ada manfaat
tanpa perziarahan ingatan. Pada saat ini, mereka semua memiliki intelek tanpa
cinta kasih. Mereka berkata bahwa Tuhan berada di mana-mana. Anda harus
menjelaskan bahwa Beliau adalah Sang Ayah yang tak terbatas. Orang-orang Bharata
menerima warisan mereka yang tak terbatas dari Sang Ayah yang tak terbatas. Anda,
orang-orang Bharata, telah mengalami 84 kelahiran. Anda sudah lama mendengarkan
pengetahuan ini, tetapi sekarang, Anda sedang menyaksikan berbagai hal secara
nyata. Hari demi hari, banyak orang baru akan datang kepada Anda. Seandainya
orang-orang penting datang sekarang, tidak akan diperlukan banyak waktu bagi
suara Anda untuk tersebar sangat cepat, tetapi itu akan menimbulkan pergolakan.
Inilah sebabnya, segala sesuatu harus terjadi secara bertahap. Pengetahuan ini
tersamar. Tidak ada orang yang tahu apa yang sedang Anda lakukan. Ada
penderitaan dalam pemujaan dan ada kebahagiaan dalam pengetahuan. Hanya Anda –
dan tak seorang pun yang lain – yang tahu bagaimana Anda bertempur melawan
Rahwana. Tuhan berkata, “Jika Anda ingin berubah dari tamopradhan menjadi
satopradhan, ingatlah Saya, maka dosa-dosa Anda akan terhapus. Jadilah suci,
maka Saya akan membawa Anda pulang bersama Saya.” Semua jiwa akan menerima mukti.
Semua jiwa akan dibebaskan dari kerajaan Rahwana. Anda mengatakan bahwa hanya
Shiva Shakti, yaitu Brahma Kumaris, yang akan mendirikan dunia luhur dengan
mengikuti shrimat Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita
Paramatma), sama persis seperti pada siklus sebelumnya. Dunia yang luhur pernah
ada 5000 tahun yang lalu. Tanamkanlah ini dalam intelek Anda. Ketika intelek
Anda meresapkan poin-poin utama, Anda akan mampu terus melakukan perziarahan
ingatan. Beberapa orang di antara Anda mengira bahwa masih ada waktu dan Anda
akan berupaya nanti. Akan tetapi, kematian tidak bisa diduga. Bagaimana
seandainya seseorang meninggalkan badan besok? Jadi, jangan berpikir bahwa Anda
bisa berpacu mendahului yang lain pada saat akhir. Pikiran semacam itu justru
membuat Anda jatuh semakin dalam. Teruslah berupaya semaksimal mungkin. Anda
masing-masing harus memberikan manfaat kepada diri sendiri dengan cara mengikuti
shrimat. Periksalah diri sendiri untuk mengetahui seberapa banyak Anda mengingat
Sang Ayah dan seberapa banyak pelayanan Sang Ayah yang telah Anda lakukan. Anda
adalah pembantu-pembantu spiritual Sang Ayah; Anda menyelamatkan jiwa-jiwa. Anda
menunjukkan kepada orang-orang, bagaimana jiwa-jiwa yang tidak suci bisa menjadi
suci. Dosa-dosa Anda tidak bisa terhapus dengan mengingat Krishna. Dia dahulu
adalah pangeran dan dia menikmati imbalannya. Pujiannya tidak diperlukan.
Bagaimana Anda bisa memuji devi-devta? Memang, semua orang merayakan hari
kelahiran; itu sudah lumrah. Namun, apa lagi yang mereka lakukan? Bagaimanapun
juga, mereka tetap menuruni tangga. Ada manusia yang baik dan yang jahat;
masing-masing memainkan perannya sendiri. Ini adalah hal yang tak terbatas.
Cabang-cabang dan ranting-ranting utama bisa dihitung, tetapi daun tak terhitung
jumlahnya. Bagaimana Anda bisa duduk dan menghitung setiap daun? Baba terus
menjelaskan kepada Anda, “Anak-anak, berupayalah! Sampaikanlah perkenalan Sang
Ayah kepada semua jiwa dan hubungkanlah intelek Anda dalam yoga kepada Sang
Ayah.” Beliau berkata, “Beri tahulah semua jiwa untuk menjadi suci, agar mereka
bisa pergi ke hunian mukti.” Dunia tidak tahu apa yang akan terjadi melalui
Perang Mahabharata. Api persembahan ini telah diciptakan karena dunia baru
diperlukan. Api persembahan kita akan berakhir, dan oleh sebab itu, segala
sesuatu akan dipersembahkan ke dalamnya. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Jadilah
pembantu Tuhan yang sejati dan lakukanlah pelayanan untuk menyelamatkan semua
jiwa. Berikan manfaat kepada semua orang; sampaikanlah perkenalan Sang Ayah
kepada semua jiwa.
2. Ingatlah Yang Esa
(Sang Ayah) yang maha indah dengan penuh cinta kasih. Tetaplah tak tergoyahkan
pada rel drama yang sudah ditakdirkan ini. Jangan takut terhadap rintangan.
Berkah:
Semoga Anda
menjadi terbebas dari segala ikatan, dan dengan senantiasa berada dalam "Manmanabhawa",
mengalami manisnya mental serta memberikan pengalaman yang sama kepada orang
lain.
Anak-anak yang
memutus belenggu rantai besi maupun ikatan halus, serta memiliki tahapan yang
bebas dari segala ikatan, akan terlepas dari manisnya hal-hal fisik Zaman Besi
dan dari berbagai keterikatan mental mereka. Kesadaran badan ataupun segala
sesuatu yang berkaitan dengan dunia lama yang penuh kesadaran badan tidak akan
mampu menarik mereka sedikit pun. Ketika Anda tidak lagi tertarik pada kemanisan
indra fisik—artinya, tidak ada ketertarikan pada kemanisan yang bersifat
sementara—maka Anda akan mengalami kebahagiaan yang bersifat alokik dan
melampaui indra fisik. Untuk mencapai hal ini, Anda harus senantiasa memiliki
tahapan "Manmanabhawa".
Slogan:
Pelayanan
yang sejati terwujud ketika Anda mengalami berkah sekaligus kebahagiaan dari
semua orang.
Sinyal Avyakt:
Sekarang Munculkan Wujud Pemberkah Anda.
Orang-orang di dunia
menganggap berdonasi sebagai tindakan amal. Anda, anak-anak Sang Pemberkah,
adalah jiwa-jiwa dermawan yang juga senantiasa berdonasi. Janganlah memiliki
keinginan untuk menerima pencapaian sementara apa pun dari jiwa mana pun—seperti
berpikir, "Jika jiwa ini memberi sesuatu, maka saya akan memberi," atau "Jika
orang ini melakukan sesuatu, saya juga akan melakukan sesuatu." Janganlah
memiliki perasaan yang sedemikian terbatas. Sebagai anak-anak Sang Pemberkah,
Anda adalah jiwa-jiwa dermawan yang memberikan cinta kasih, kerja sama, dan
kekuatan kepada semua jiwa.