10.01.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, perziarahan ingatan Anda sangatlah tersamar. Anda anak-anak sekarang
sedang berziarah menuju hunian mukti.
Pertanyaan:
Upaya apa
yang harus Anda lakukan agar bisa berubah dari penghuni dunia fisik menjadi
penghuni alam halus?
Jawaban:
Untuk menjadi
malaikat di alam halus, persembahkanlah seluruh tulang Anda untuk pelayanan
spiritual. Anda tidak bisa menjadi malaikat tanpa mempersembahkan tulang-tulang
Anda, karena malaikat tidak memiliki daging maupun tulang. Anda harus
menggunakan seluruh tulang Anda untuk pelayanan tak terbatas ini, sebagaimana
yang dilakukan oleh Dadhichi Rishi, karena hanya dengan demikianlah Anda akan
berubah dari berwujud jasmani menjadi berwujud halus.
Lagu:
Bersabarlah,
oh, jiwa! Hari-hari kebahagiaanmu akan segera tiba!
Om Shanti.
Anda
anak-anak telah menerima sinyal dari lagu ini, agar memiliki kesabaran. Anda
anak-anak tahu bahwa Anda sedang berupaya berdasarkan shrimat. Anda juga tahu
bahwa Anda sedang menempuh perziarahan ingatan yang tersamar ini.
Perziarahan-perziarahan yang lain harus berakhir pada waktunya sendiri. Hal
utama mengenai perziarahan ini adalah bahwa tak seorang pun yang mengetahuinya
selain Anda. Anda benar-benar harus menempuh perziarahan ini dan Anda juga perlu
memiliki Sang Pemandu. Anda telah disebut sebagai Pasukan Pandawa. Anda sekarang
sedang menempuh perziarahan. Ini tidak ada hubungannya dengan perang fisik.
Segala sesuatu di sini tersamar. Perziarahan ini juga sangat tersamar. Dalam
kitab suci, disebutkan, “Sang Ayah berkata, ‘Ingatlah Saya, maka Anda akan
mencapai Saya!’” Ini juga perziarahan, bukan? Sang Ayah memberi tahu Anda
intisari dari semua kitab suci. Beliau melaksanakan semua ini secara nyata.
Kita, jiwa-jiwa, harus menempuh perziarahan menuju hunian nirvana. Jika Anda
memikirkannya, Anda akan mampu memahaminya. Inilah perziarahan sejati menuju
hunian mukti. Semua jiwa ingin pergi ke hunian mukti. Harus ada seseorang yang
menunjukkan hunian mukti kepada mereka agar mereka bisa menempuh perziarahan ini,
tetapi Sang Ayah hanya datang secara pribadi pada waktu Beliau sendiri. Tak
seorang pun yang mengetahui tentang waktu tersebut. Saat Sang Ayah datang dan
menjelaskan, Anda anak-anak memiliki keyakinan bahwa ini benar-benar perziarahan
sejati yang telah dikenang. Tuhan telah mengajarkan perziarahan ini kepada kita:
“Manmanabhawa! Madhyajibhawa!” Kedua istilah ini sangat berguna bagi Anda.
Satu-satunya kesalahan yang dibuat orang adalah tentang siapa yang
mengucapkannya. Beliau berkata, “Lupakanlah badan dan seluruh relasi badan Anda.”
Orang ini (Brahma Baba) juga memiliki badan. Jiwa lainlah, yaitu Beliau yang
tidak memiliki badan Beliau sendiri, yang memberikan penjelasan kepada orang ini.
Sang Ayah tidak memiliki sosok (vichitra); Beliau tidak mempunyai sosok Beliau
sendiri. Semua jiwa lainnya memiliki sosok (chitra). Seisi dunia ini bagaikan
galeri seni (tempat di mana sosok-sosok tinggal). Wujud manusia ini terdiri atas
jiwa yang tanpa citra jasmani, dan sosok jasmani itu sendiri; yaitu, badan yang
tidak hidup, dan sang jiwa. Sang Ayah tidak memiliki sosok. Beliau menjelaskan
bahwa Beliau harus mengambil dukungan sosok (badan) ini. Dalam kitab suci,
dituliskan bahwa Tuhan mengatakan hal ini ketika Perang Mahabharata dimulai.
Beliau mengajarkan Raja Yoga dan kerajaan benar-benar didirikan. Saat ini, tidak
ada kerajaan. Tuhan mengajarkan Raja Yoga untuk dunia baru, karena penghancuran
sudah di ambang pintu. Telah dijelaskan bahwa itu terjadi sedemikian rupa,
ketika surga sedang didirikan. Kerajaan Lakshmi dan Narayana didirikan. Sekarang,
intelek Anda mengerti bahwa dahulu ada zaman emas dan sekarang adalah zaman besi.
Sang Ayah sekarang sedang menjelaskan hal-hal yang sama. Tak seorang pun bisa
mengatakan bahwa dia datang dari hunian tertinggi untuk membawa Anda pulang.
Hanya Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, yang mampu
mengatakannya melalui Brahma. Beliau tidak bisa mengatakan ini melalui siapa pun
yang lain. Di alam halus, hanya ada Brahma, Vishnu, dan Shankar. Juga telah
dijelaskan mengenai Brahma bahwa itu adalah Brahma yang berwujud halus dan ini
adalah Brahma yang berwujud jasmani. Anda sekarang sedang menjadi malaikat.
Malaikat tidak berada di dunia fisik. Malaikat tidak memiliki badan dari daging
dan tulang. Di sini, Anda mempersembahkan seluruh tulang Anda untuk pelayanan
spiritual, kemudian menjadi malaikat. Pada saat ini, Anda memiliki tulang. Ada
tertulis bahwa seseorang bahkan mempersembahkan tulang-tulangnya demi pelayanan,
yang berarti bahwa Anda harus menanggalkan tulang-tulang Anda. Dari penghuni
dunia fisik, Anda harus menjadi penghuni alam halus. Kita memberikan
tulang-tulang kita di sini, kemudian menjadi berwujud halus. Anda harus
mempersembahkan segalanya demi pelayanan ini. Selagi terus mengingat Baba, kita
akan menjadi malaikat. “Kematian bagi si mangsa dan kegembiraan bagi sang
pemburu,” juga diingat. Malaikat disebut pemburu. Anda berubah dari manusia
menjadi malaikat. Anda tidak bisa disebut devi-devta. Di sini, Anda mempunyai
badan. Penjelasan mengenai alam halus disampaikan pada saat ini. Anda terus
beryoga dan menjadi malaikat. Pada akhirnya, Anda akan menjadi malaikat. Anda
akan memperoleh penglihatan tentang segala sesuatu dan juga merasakan
kebahagiaan. Semua manusia akan menjadi mangsa Sang Kematian. Para mahavira di
antara Anda akan tetap tak tergoyahkan. Begitu banyak hal lain juga akan terus
terjadi. Adegan penghancuran harus terjadi. Arjuna memperoleh penglihatan
tentang penghancuran. Ini bukan tentang satu orang Arjuna saja. Anda anak-anak
diberi penglihatan tentang penghancuran dan pendirian. Terlebih dahulu, Brahma
Baba memperoleh penglihatan tentang penghancuran. Pada saat itu, dia juga belum
memiliki pengetahuan sama sekali. Dia melihat bahwa dunia sedang dihancurkan.
Kemudian, dia menerima penglihatan tentang sosok bertangan empat (Vishnu). Dia
mulai paham bahwa itu baik, karena setelah penghancuran, kita akan menjadi
master dunia. Oleh sebab itu, dia menjadi bahagia. Dunia tidak tahu bahwa
penghancuran itu baik. Orang-orang membuat begitu banyak pengaturan untuk
perdamaian, tetapi pada akhirnya, penghancuran harus terjadi. Mereka mengingat
Sang Penyuci dan memanggil Beliau untuk datang. Jadi, Sang Ayah pastilah datang.
Beliau pasti datang dan mendirikan dunia suci yang akan kita perintah. Bukankah
ini baik? Mengapa orang-orang mengingat Sang Penyuci? Karena mereka tidak
bahagia. Devi-devta hidup di dunia yang suci; mereka tidak bisa menginjakkan
kaki di dunia yang tidak suci. Oleh sebab itu, dunia yang tidak suci pasti harus
dihancurkan. Orang juga ingat bahwa penghancuran massal pernah terjadi. Apa yang
terjadi sesudahnya? Dengan cara itulah satu agama didirikan, bukan? Anda
mempelajari Raja Yoga di sini, kemudian penghancuran terjadi. Siapa yang
kemudian akan tetap ada di Bharata? Mereka yang mempelajari Raja Yoga dan
menyampaikan pengetahuan akan tetap tinggal. Semua yang lain harus dilenyapkan.
Tidak perlu takut mengenai ini. Orang-orang memanggil-manggil Sang Penyuci untuk
datang. Oleh sebab itu, mereka seharusnya bahagia ketika Beliau benar-benar
datang. Sang Ayah berkata, “Jangan menuruti sifat buruk. Taklukkanlah
sifat-sifat buruk itu. Atau, serahkanlah itu sebagai donasi, maka gerhana akan
dihilangkan.” Gerhana atas Bharata benar-benar harus dihilangkan. Anda harus
berubah dari jelek menjadi rupawan. Devi-devta yang suci dahulu hidup di zaman
emas. Mereka pasti telah menjadi itu di sini. Anda tahu bahwa kita sedang
menjadi tanpa sifat buruk dengan mengikuti shrimat. Tuhan berkata, “Ini tersamar.
Dengan mengikuti shrimat, Anda mengklaim kedaulatan.” Sang Ayah berkata, “Anda
harus berubah dari manusia biasa menjadi Narayana. Anda bisa menerima kerajaan
dalam sedetik.” Pada permulaan, beberapa anak perempuan mengalami trans dan
mereka tinggal di surga selama empat sampai lima hari. Shiva Baba dahulu sering
datang dan memberikan penglihatan tentang surga kepada Anda anak-anak.
Devi-devta dahulu begitu mulia dan terhormat. Oleh sebab itu, ini menyentuh hati
Anda anak-anak, karena Sang Ayah benar-benar datang secara tersamar untuk
menjelaskan kepada kita. Beliau datang dalam badan Brahma. Badan Brahma juga
pasti ada di sini. Pendirian berlangsung melalui Prajapita Brahma. Baba telah
menjelaskan bahwa Anda harus bertanya kepada siapa pun yang datang kemari,
“Kepada siapa Anda datang?” Kepada Brahma Kumaris. “Achcha, sudah pernahkah Anda
mendengar nama Brahma?” Prajapita Brahma benar-benar ada, bukan? Kita semua
sekarang adalah miliknya. Kita sebelumnya pasti juga miliknya. Pendirian
berlangsung melalui Brahma. Oleh sebab itu, Brahmana diperlukan. Kepada siapa
Sang Ayah menjelaskan melalui Brahma? Beliau tidak menjelaskan kepada shudra.
Brahmana-Brahmana ini adalah ciptaan yang lahir melalui bibir lotus Brahma.
Shiva Baba telah menjadikan kita milik Beliau melalui Brahma. Ada begitu banyak
Brahma Kumar dan Brahma Kumari. Ada begitu banyak center. Brahma Kumaris
mengajar di semua center itu. Di sini, kita menerima warisan dari Sang Kakek.
Tuhan berkata, “Saya mengajarkan Raja Yoga kepada Anda.” Karena Beliau tanpa
citra jasmani, Beliau mengambil dukungan badan orang ini dan menyampaikan
pengetahuan kepada kita. Kita semua adalah anak-anak Prajapita Brahma. Kitalah
Prajapita Brahma Kumar dan Kumari. Shiva Baba adalah Dada (Sang Kakek). Beliau
telah mengadopsi kita. Anda tahu bahwa kita sedang belajar dari Dada melalui
Brahma. Lakshmi dan Narayana adalah master surga. Hanya Yang Esa, yang tanpa
citra jasmani dan maha tinggi, adalah Tuhan. Anda anak-anak harus meresapkan ini
baik-baik. Pertama-tama, jelaskanlah bahwa Anda memiliki dua ayah di jalan
pemujaan. Di surga, Anda hanya memiliki satu ayah. Untuk apa Anda mengingat
Beliau setelah menerima kedaulatan dari Sang Ayah parlokik? Di sana, tidak ada
penderitaan yang membuat Anda harus mengingat Beliau. Ada nyanyian, “Oh, Sang
Penghapus Kesengsaraan! Sang Pemberkah Kebahagiaan!” Itu mengacu kepada masa
sekarang. Apa pun yang telah menjadi masa lalu, diingat kembali di kemudian hari.
Pujian itu hanyalah bagi Yang Esa. Sang Ayah Yang Esa datang dan menyucikan
mereka yang tidak suci. Manusia tidak memahami ini. Mereka duduk dan menulis
kisah-kisah tentang masa lalu. Anda sekarang mengerti bahwa Sang Ayah
benar-benar mengajarkan Raja Yoga kepada Anda, dan melaluinya, Anda menerima
kedaulatan. Anda telah mengelilingi siklus 84 kelahiran dan sekarang sedang
belajar sekali lagi. Anda nantinya akan memerintah selama 21 kelahiran. Anda
akan menjadi devi-devta, seperti mereka. Anda telah menjadi devi-devta di siklus
yang lalu juga. Anda mengerti bahwa Anda telah mengelilingi satu siklus 84
kelahiran penuh. Anda sekarang akan pergi lagi ke zaman emas dan perak. Inilah
sebabnya, Sang Ayah bertanya, “Sudah seberapa sering kita bertemu sebelumnya?”
Ini sesuatu yang praktis, bukan? Ketika ada orang-orang baru yang mendengar hal
ini, mereka bisa memahami bahwa pasti ada siklus 84 kelahiran. Siklus ini hanya
dialami penuh oleh mereka yang datang pada permulaan. Segala sesuatu harus
dihitung dengan intelek. “Baba, saya telah bertemu dengan Engkau banyak kali
dalam gedung ini, selagi mengenakan kostum badan ini, dan saya akan terus
bertemu dengan-Mu.” Anda terus menjadi suci dari tidak suci dan menjadi tidak
suci dari suci. Tidak mungkin ada apa pun yang tetap terus-menerus baru; segala
sesuatu pasti menjadi tua. Segalanya harus melewati tahapan sato, rajo, dan tamo.
Anda anak-anak sekarang paham bahwa dunia baru akan segera datang. Itu disebut
surga. Ini adalah neraka. Itu adalah dunia yang suci. Banyak orang
memanggil-manggil, “Oh, Sang Penyuci, datanglah dan sucikanlah kami!” Mereka
memanggil-manggil karena penderitaan mereka semakin bertambah, akan tetapi,
mereka tidak paham bahwa mereka dahulu layak dipuja, kemudian mereka menjadi
pemuja. Kita menjadi pemuja di zaman perunggu. Agama-agama yang tak terhitung
jumlahnya terus datang. Kita benar-benar terus menjadi suci dari tidak suci dan
menjadi tidak suci dari suci. Sandiwara ini didasarkan pada Bharata. Anda
anak-anak sekarang memiliki kesadaran dan merayakan hari kelahiran Shiva. Tidak
ada orang lain yang mengenal Shiva. Kita mengenal Beliau. Beliau benar-benar
mengajarkan Raja Yoga kepada kita. Pendirian surga berlangsung melalui Brahma.
Mereka yang mempelajari yoga ini dan menjalankan pendirian pasti akan mengklaim
keberuntungan mereka atas kerajaan. Kita mengatakan, “Kami benar-benar
mempelajari Raja Yoga ini dari Sang Ayah, setiap siklus.” Baba telah menjelaskan
bahwa siklus 84 kelahiran sekarang menjelang berakhir. Kita kemudian harus
mengelilingi siklus yang baru. Anda harus memahami siklus. Anda mampu
menjelaskan hal-hal ini bahkan seandainya Anda tidak memiliki gambar-gambar ini.
Hal-hal ini sangat sederhana. Bharata dahulu benar-benar surga, dan sekarang
telah menjadi neraka. Hanya saja, orang-orang yakin bahwa zaman besi masih baru
dimulai. Anda mengatakan bahwa ini adalah akhir dari zaman besi. Siklus sekarang
sudah menjelang berakhir. Sang Ayah mengatakan, “Saya telah datang untuk membuat
dunia yang tidak suci ini menjadi suci.” Anda tahu bahwa kita harus pergi ke
dunia yang suci. Anda juga memahami tentang hunian mukti dan daratan jeevan
mukti, hunian kedamaian, daratan kebahagiaan, dan daratan penderitaan. Akan
tetapi, jika Anda tidak memiliki keberuntungan, maka tidak akan timbul pikiran,
“Mengapa saya tidak mau pergi ke daratan kebahagiaan?” Hunian kedamaian
benar-benar adalah rumah kita, jiwa-jiwa. Karena jiwa-jiwa tidak memiliki organ
fisik di sana, mereka tidak berkata apa-apa. Semua jiwa menerima kedamaian di
sana. Di zaman emas, hanya ada satu agama. Drama dunia ini abadi dan tak
termusnahkan; drama ini terus berputar. Jiwa-jiwa tidak pernah hancur. Anda
semua harus tinggal di hunian kedamaian untuk waktu yang singkat. Ini harus
dipahami. Zaman besi adalah daratan penderitaan. Ada agama yang tak terhitung
jumlahnya dan ada begitu banyak kekacauan. Ketika dunia menjadi daratan
penderitaan total, pada saat itulah Sang Ayah datang. Setelah daratan
penderitaan, ada daratan penuh kebahagiaan. Dari hunian kedamaian, kita memasuki
daratan kebahagiaan. Itu kemudian menjadi daratan penderitaan. Di zaman emas,
mereka benar-benar tanpa sifat buruk, sedangkan di sini, mereka benar-benar
penuh sifat buruk. Ini sangat mudah dijelaskan. Anda membutuhkan keberanian.
Anda bisa pergi ke mana pun dan menjelaskan kepada mereka. Ada tertulis bahwa
Hanuman sering pergi ke perkumpulan spiritual dan duduk di belakang, di antara
sepatu-sepatu. Jiwa-jiwa kesatria pemberani akan pergi ke semua tempat dan
mendengarkan dengan diplomatis tentang apa yang dikatakan orang lain. Anda bisa
mengganti pakaian Anda dan pergi ke mana pun untuk mendatangkan manfaat bagi
mereka. Baba juga mendatangkan manfaat bagi Anda secara tersamar. Kapan pun Anda
menerima undangan dari kuil atau tempat lain, pergilah ke sana dan jelaskanlah
kepada mereka. Hari demi hari, Anda menjadi semakin pintar. Anda harus
menyampaikan perkenalan Sang Ayah kepada semua orang. Anda harus mencobanya.
Telah diingat bahwa para saniyasi dan raja-raja datang pada saat akhir. Raja
Janak menerima jeevan mukti dalam sedetik. Dia kemudian menjadi Anu-Janak (orang
yang akan menjadi Janak di masa depan) di zaman perak. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan, dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Untuk
menyaksikan adegan akhir penghancuran, jadikanlah tahapan Anda tanpa rasa takut
dan tak tergoyahkan seperti seorang Mahavira. Tetaplah melakukan perziarahan
ingatan secara tersamar.
2. Untuk menjadi
malaikat, penghuni alam halus, persembahkanlah seluruh tulang Anda untuk
pelayanan tak terbatas, seperti yang dilakukan Dadhichi Rishi.
Berkah:
Semoga Anda
menjadi seorang yogi yang mudah (sahaj yogi) dan memperkuat fondasi Anda dengan
memberikan perhatian khusus pada shrimat pertama.
Shrimat pertama
BapDada adalah: Sadari diri Anda sebagai jiwa dan ingatlah Sang Ayah. Jika,
alih-alih menyadari diri Anda sebagai jiwa, Anda kemudian menganggap diri Anda
sebagai sosok jasmani biasa, Anda tidak bisa mengingat Beliau. Sama seperti
sebelum dua hal disatukan, keduanya terlebih dahulu dijadikan sama, dengan cara
yang sama, ketika Anda mengingat Beliau sambil menyadari diri sebagai jiwa,
ingatan Anda akan menjadi mudah. Shrimat ini adalah fondasi utama. Perhatikan
aspek ini berulang kali dan Anda akan menjadi seorang yogi yang mudah (sahaj
yogi).
Slogan:
Karma Anda
adalah cermin yang dengannya Anda bisa melihat sekilas jiwa Anda. Karena itu,
ungkapkan wujud Shakti Anda melalui perbuatan Anda.
Sinyal Avyakt:
Tetaplah Terbebas dari Ikatan kemudian Alamilah Tahapan Jeevan Mukti
Brahmana berarti
malaikat, yaitu mereka yang telah terbebas dalam hidup, bukan mereka yang masih
terikat dalam hidup. Mereka tidak terikat oleh badan, hubungan jasmani, atau
harta benda fisik. Ketika Anda mengakhiri semua keterikatan pada badan Anda,
ikatan dan harta benda fisik badan akan berakhir dengan sendirinya. Jangan
berkata, “Saya akan mencoba (koshish).” Kata “mencoba” membuktikan bahwa masih
ada tarikan (kashish) ke dunia. Karena itu, akhirilah kata “mencoba” dan
tanggalkan kesadaran badan.