10.08.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, sebagaimana Sang Ayah mengangkat mereka yang menghina Beliau, Anda
juga harus mengikuti Sang Ayah dengan cara yang sama. Jadilah pemberkah
kebahagiaan dan teruslah melupakan badan Anda.
Pertanyaan:
Apa
tanda-tanda utama dari anak-anak yang selalu berkesadaran jiwa?
Jawaban:
1. Mereka
penuh cinta kasih spiritual terhadap satu sama lain. 2. Mereka tidak pernah
membicarakan tentang kelemahan. 3. Mereka memberikan banyak kebahagiaan kepada
orang lain. 4. Kebahagiaan mereka tidak pernah hilang. Mereka selalu memiliki
kebahagiaan tanpa batas. 5. Mereka tidak pernah berkonflik. 6. Dengan kesadaran
bahwa semua jiwa bersaudara, mereka memiliki kesadaran untuk menyerap kebajikan
luhur; mereka mampu melihat kebajikan luhur dalam diri semua orang. Mereka
sendiri berkebajikan luhur dan juga membuat orang lain berkebajikan luhur. 7.
Mereka tidak mengingat siapa pun kecuali Sang Ayah Yang Esa.
Om Shanti.
Anda
anak-anak sedang duduk secara pribadi di hadapan Yang Maha Tinggi, yaitu Sang
Ayah yang tak terbatas. Anda begitu beruntung karena telah menemukan Sang Ayah
yang sedemikian rupa. Anda telah datang kepada Sang Ayah, Sang Samudra
Pengetahuan, untuk mengisi celemek Anda dengan permata-permata pengetahuan dan
mengakumulasi pendapatan. Sang Ayah sedang mengangkat Anda, anak-anak yang
termanis, begitu tinggi. Beliau hanya melihat Anda anak-anak. Beliau tidak perlu
mengingat siapa pun. Jiwa ini (Brahma Baba) harus mengingat Sang Ayah. Brahma
baba berkata, “Kami berdua hanya melihat Anda anak-anak. Saya, sang jiwa, tidak
harus melihat segala sesuatu sebagai pengamat tanpa keterikatan, tetapi saya
juga melihat segala sesuatu dengan cara serupa, bersama dengan Sang Ayah. Saya
memang berada bersama Beliau, bukan? Saya adalah anak Beliau, jadi saya melihat
segala sesuatu bersama Beliau. Saya berkeliling sebagai master dunia,
seakan-akan saya melakukannya secara nyata. Saya memberikan drishti.” Segala
sesuatu, termasuk badan, harus dilupakan. Dengan demikian, seakan-akan Sang Ayah
dan sang anak menyatu. Sang Ayah menjelaskan, “Anak-anak yang manis, lakukanlah
banyak upaya.” Sebagaimana Sang Ayah mengangkat mereka yang menghina Beliau,
Anda anak-anak juga harus mengikuti teladan Beliau. Jadilah pemberkah
kebahagiaan. Jangan pernah bertengkar atau berkelahi di antara Anda sendiri.
Sadarilah diri sebagai jiwa dan teruslah melupakan badan Anda. Jangan mengingat
siapa pun kecuali Sang Ayah Yang Esa. Ini juga seperti tahapan mati dalam
kehidupan mati-selagi-hidup. Seakan-akan, Anda telah mati terhadap dunia ini.
Ada ungkapan, “Ketika Anda mati, dunia pun mati bagi Anda.” Anda harus
mati-selagi-hidup di sini, jadi teruslah menghapus kesadaran akan badan Anda.
Duduklah bersendirian dan teruslah melatih ini. Duduklah dalam kesendirian di
pagi hari dan berbicaralah dengan diri sendiri. Ingatlah Sang Ayah dengan penuh
antusiasme. “Baba, saya sekarang duduk di pangkuan-Mu.” Biarlah badan berakhir
dengan mengingat Yang Esa. Inilah yang disebut bersendirian. Selagi mengingat
Sang Ayah, badan – yaitu kulit Anda – akan ditanggalkan. Anda tahu bahwa dunia
tua dan badan tua ini akan berakhir. Hanya tersisa sedikit waktu untuk berupaya
di zaman peralihan. Anak-anak bertanya, “Baba, sampai kapan studi ini berlanjut?”
Baba menjawab, “Sebelum kerajaan devi-devta berdiri, Saya akan terus
menyampaikan pengetahuan dan Anda kemudian akan ditransfer ke dunia baru.” Ini
adalah badan tua, jadi penderitaan karma pasti akan terus silih berganti. Jangan
mengharapkan Baba membantu Anda dalam hal ini. Jika Anda jatuh bangkrut atau
jatuh sakit, Sang Ayah akan mengatakan, “Itu adalah rekening karma Anda!” Akan
tetapi, memang benar, dengan yoga, usia Anda akan bertambah. Berupayalah, tetapi
jangan memohon belas kasih. Semakin banyak Anda mengingat Sang Ayah, semakin
besar manfaat yang terkandung di dalamnya. Semaksimal mungkin, lakukan segala
sesuatu dengan kekuatan yoga. Di jalan pemujaan, orang-orang bernyanyi,
“Sembunyikanlah saya di mata-Mu.” Seseorang yang dikasihi disebut sebagai
“permata di mata” atau dikasihi lebih dari kehidupan. Sang Ayah adalah yang
terkasih, tetapi Beliau tersamar. Cinta kasih terhadap Beliau haruslah
sedemikian rupa, jangan tanya lagi! Sang Ayah menyembunyikan anak-anak Beliau di
mata Beliau. Ini bukan mata fisik, melainkan intelek. Sang Ayah yang terkasih,
yang tanpa citra jasmani, sedang mengajar kita. Beliaulah Sang Samudra
Pengetahuan, Sang Samudra Kebahagiaan, dan Sang Samudra Cinta Kasih. Harus ada
cinta kasih yang sedemikian besar bagi Sang Ayah yang terkasih. Beliau melakukan
begitu banyak pelayanan tanpa pamrih bagi anak-anak. Beliau menjadikan Anda
anak-anak bagaikan berlian. Baba begitu manis. Beliau benar-benar tanpa ego dan
melayani Anda anak-anak, jadi Anda juga harus melayani dengan penuh cinta kasih.
Anda harus mengikuti shrimat. Jika Anda mengikuti petunjuk diri sendiri, Anda
akan menghapus keberuntungan Anda. Anda anak-anak harus penuh cinta kasih
spiritual terhadap satu sama lain. Akan tetapi, karena kesadaran badan, tidak
ada cinta kasih sebesar itu bagi satu sama lain. Anda terus menemukan kecacatan
dalam diri satu sama lain: “Orang ini seperti ini. Orang itu melakukan itu.”
Jika Anda berkesadaran jiwa, Anda tidak mungkin melihat kecacatan dalam diri
siapa pun. Anda penuh cinta kasih terhadap satu sama lain. Anda sekarang harus
meresapkan tahapan itu. Dahulu, Anda begitu manis. Jadi, sekarang, jadilah
semanis itu, dan selalulah menjadi pemberkah kebahagiaan. Dengan berkesadaran
badan, Anda telah mengakibatkan penderitaan, sehingga kebahagiaan spiritual Anda
sirna. Hidup Anda menjadi lebih singkat. Sang Ayah sekarang telah datang untuk
menjadikan Anda satopradhan dan membuat Anda menjadi pemberkah kebahagiaan yang
konstan. Semakin banyak Anda mengingat Sang Ayah, semakin banyak kecacatan yang
akan dihilangkan. Diskriminasi apa pun juga akan berakhir. Ingatlah dengan teguh:
“Kita bersaudara.” Dengan memandang diri Anda sebagai saudara, Anda akan selalu
melihat kebajikan luhur. Berusahalah untuk menjadikan semua orang berkebajikan
luhur. Tanggalkanlah kecacatan dan resapkanlah kebajikan luhur. Jangan pernah
menghina siapa pun. Ada beberapa orang yang memiliki kecacatan sedemikian rupa
sehingga mereka sendiri tidak mampu memahaminya dan menyangka bahwa diri mereka
sangat bagus, akan tetapi, karena memiliki kecacatan, mereka mengucapkan
perkataan yang buruk di sana-sini. Hal-hal semacam itu tidak terjadi dalam
tahapan satopradhan. Periksalah diri sendiri untuk mengetahui diri Anda sudah
menjadi semanis apa dan seberapa besar cinta kasih yang Anda miliki bagi Sang
Ayah. Milikilah cinta kasih yang sedemikian rupa terhadap Sang Ayah sehingga
Anda sepenuhnya melekat kepada Beliau. “Baba, Engkau menjadikan kami sedemikian
luhur dan bijak. Engkau menjadikan kami master surga.” Dengan menyanyikan pujian
Sang Ayah dengan cara ini, Anda pasti meluap-luap dalam hati. Peliharalah
kebahagiaan spiritual Anda. Ada nyanyian, “Tidak ada nutrisi sebergizi
kebahagiaan.” Biarlah Anda penuh kebahagiaan karena telah bertemu Sang Ayah.
Pada zaman peralihan, Anda anak-anak menerima nutrisi sedemikian rupa sehingga
Anda terus-menerus bahagia selama 21 kelahiran dan tak seorang pun perlu
mengkhawatirkan apa pun. Sekarang, terdapat begitu banyak kekhawatiran, dan
inilah sebabnya, itu memengaruhi badan manusia. Anda tidak perlu mengkhawatirkan
apa pun. Teruslah memberikan nutrisi kebahagiaan ini kepada satu sama lain.
Berikanlah keramahtamahan agung ini kepada satu sama lain. Orang lain tidak
mampu memberikan keramahtamahan sedemikian rupa kepada satu sama lain. Anda
memberikan keramahtamahan ini berdasarkan shrimat Sang Ayah. Menanyakan keadaan
orang lain juga berarti menyampaikan perkenalan Sang Ayah kepada mereka. Inilah
nutrisi pengetahuan dan yoga kelas satu yang luar biasa, dan Anda hanya
menerimanya dari Sang Ahli Bedah spiritual. “Manmanabhawa dan Madhyajibhawa” –
itu saja! Dua perkataan luhur ini adalah nutrisi. Anda menerima kedaulatan dunia
dari Sang Ayah yang terkasih. Ini bukan hal kecil. Dua perkataan luhur ini
sangat terkenal. Dengan dua perkataan luhur ini, Anda menjadi senantiasa sehat
dan kaya. Anda anak-anak harus mengaduk hal-hal ini dan selalu ceria. Pujian
“kehidupan murid Ketuhanan adalah yang terbaik” mengacu pada saat ini.
Semaksimal mungkin, usahakan agar nutrisi spiritual ini menjangkau orang lain
dan bantulah satu sama lain untuk berkembang; jangan membuang-buang waktu Anda.
Ingatlah Sang Ayah dengan kesabaran, kematangan, ketulusan, dan pemahaman yang
besar. Jadikanlah hidup Anda bagaikan berlian. Anak-anak yang manis, jangan
ceroboh terhadap shrimat yang Anda terima dari Sang Ayah. Sampaikanlah pesan
Sang Ayah kepada semua orang. Semua orang akan menerima pesan Sang Ayah. Pesan
ini sangat mudah. Cukup sampaikanlah ini: “Sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan
ingatlah Sang Ayah, dan jangan menyimpan pikiran buruk, mengatakan perkataan
buruk, atau melakukan perbuatan buruk melalui organ fisik Anda.” Suatu hari
nanti, kekuatan keheningan Anda akan terdengar. Hari demi hari, Anda akan terus
berkembang dan nama Anda akan terus diagungkan. Semua orang akan paham bahwa ini
adalah organisasi yang baik, bahwa Anda melakukan pekerjaan yang sangat bagus,
dan bahwa Anda menunjukkan jalan yang sangat mudah. Pohon Brahmana akan
berkembang pesat dan rakyat akan terus tercipta. Banyak center akan dibuka.
Pameran Anda akan digelar di semua desa. Anda anak-anak harus melakukan
pelayanan yang sangat penting. Center-center baru Anda akan terus dibuka.
Orang-orang akan datang ke sana dan menjadikan kehidupan mereka bagaikan berlian.
Anda harus menjaga satu sama lain dengan penuh cinta kasih agar kaki orang-orang
malang itu tidak tergelincir. Semakin banyak center yang ada, semakin banyak
orang yang akan datang untuk mengambil donasi kehidupan. Ketika pengaruh Anda
anak-anak telah tercipta, ada banyak orang yang akan memanggil Anda untuk datang
ke tempat mereka dan mengajarkan Raja Yoga kepada mereka demi mengubah manusia
menjadi devi-devta. Seiring perkembangan Anda, akan terdapat banyak kegemilangan
karena Tuhan sendiri telah datang di Abu. Anda anak-anak bisa melihat betapa
banyaknya masalah internasional yang sedang terjadi di dunia tua saat ini. Semua
permasalahan ini sekarang akan berakhir dan Anda tidak perlu mengkhawatirkan
satu pun darinya. Beri tahulah semua orang, “Jangan mengkhawatirkan
masalah-masalah itu. Dunia tua ini sudah menjelang berakhir. Jangan memiliki
keterikatan terhadapnya.” Jika Anda memiliki keterikatan, jika hati Anda tidak
bersih, Anda tidak akan memiliki kebahagiaan tanpa batas. Anda anak-anak
menerima berlimpah harta kekayaan pengetahuan, jadi Anda seharusnya memiliki
banyak kebahagiaan. Semakin suci hati Anda, semakin suci Anda menjadikan orang
lain. Hati Anda akan menjadi suci melalui tahapan yoga. Anda anak-anak juga
harus memiliki ketertarikan untuk menjadi yogi dan menjadikan orang lain yogi.
Jika Anda memiliki keterikatan terhadap badan Anda, jika Anda berkesadaran badan,
maka pahamilah bahwa tahapan Anda lemah. Anak-anak yang berkesadaran jiwa
menjadi berlian sejati. Oleh sebab itu, berlatihlah semaksimal mungkin untuk
berkesadaran jiwa. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Jadilah
tanpa ego seperti Sang Ayah dan layanilah semua orang dengan penuh cinta kasih.
Ikutilah shrimat. Jangan menghapus keberuntungan Anda dengan mengikuti petunjuk
diri sendiri.
2. Teruslah memakan
gizi kebahagiaan yang telah Anda terima dari Sang Ayah dan berikanlah itu kepada
orang lain untuk mereka makan juga. Jangan membuang-buang waktu. Ingatlah Sang
Ayah dengan penuh kesabaran, kematangan, ketulusan, dan pemahaman, dan
jadikanlah kehidupan Anda bagaikan berlian.
Berkah:
Semoga Anda
mentransformasi ketertarikan menjadi bebas dari ketertarikan serta menjadi
perwujudan kekuatan.
Untuk menjadi
perwujudan kekuatan, transformasilah ketertarikan menjadi bebas dari segala
ketertarikan. Jika Anda memiliki ketertarikan pada badan Anda, relasi Anda, atau
harta benda fisik apa pun, Maya juga bisa datang dan Anda kemudian tidak akan
mampu menjadi perwujudan kekuatan. Inilah sebabnya mengapa Anda harus terlebih
dahulu membebaskan diri dari ketertarikan dan kemudian Anda akan mampu
menghadapi rintangan Maya apa pun. Alih-alih berteriak atau takut ketika
rintangan datang, jadilah kuat dan Anda kemudian akan menjadi penghancur
rintangan.
Blessing:
In order to become an embodiment of power, transform being attracted into free
from any attraction. If you have any attraction to your body, your relations or
any physical possessions, Maya can also come and you will then not be able to
become an embodiment of power. This is why you first have to become free from
being attracted and you will then be able to face any obstacles of Maya. Instead
of screaming or being afraid when obstacles come, become powerful and you will
then become a destroyer of obstacles.
Slogan:
Let your
mercy be altruistic and free from attachment, not filled with selfishness.
Slogan: Biarlah
belas kasih Anda bersifat tanpa pamrih dan bebas dari keterikatan, bukan penuh
dengan kepentingan diri.
Sinyal Avyakt:
Akhiri Benih Ketidaksucian dan Jadilah Sepenuhnya Bersih (Suci)
Saya adalah Brahmana
zaman peralihan. Ini bukanlah pikiran sia-sia, sanskara ketidaksucian atau
sanskara shudra. Alamilah sanskara ketidaksucian dan lupa bukan sebagai milik
Anda, bukan sanskara Brahmana, tetapi sanskara seorang shudra. Ketika Anda
menganggap itu sebagai milik Anda, Anda menjadi tertekan atau terpengaruh oleh
Maya.
Avyakt Signal:
Finish the seed of impurity and become completely clean (pure).
I am a
confluence-aged Brahmin. This is not a waste thought, sanskar of impurity or
sanskar of a shudra. Experience the sanskars of impurity and forgetfulness not
to be yours, not those of a Brahmin, but those of a shudra. When you consider
those to be yours, you become distressed or influenced by Maya.
Perkataan Luhur yang
Tak Ternilai dari Mateshwariji
Waktu Penuh Berkah
untuk Memenuhi Harapan Kehidupan
Kita semua,
jiwa-jiwa, sudah lama berharap untuk memiliki kedamaian dan kebahagiaan dalam
kehidupan kita. Jadi, harapan yang kita miliki untuk waktu yang lama pastilah
akan terpenuhi pada titik tertentu. Sekarang, ini adalah kelahiran terakhir kita,
dan penghujung dari kelahiran terakhir ini. Tak seorang pun dari Anda boleh
beranggapan bahwa Anda masih muda. Semua orang, tua maupun muda, memerlukan
kebahagiaan, akan tetapi, kita juga harus memiliki pengetahuan tentang apa yang
mendatangkan penderitaan bagi kita. Anda sekarang telah menerima pengetahuan
bahwa akibat terperangkap dalam lima sifat buruk, ikatan-ikatan karma yang telah
kita ciptakan hanya bisa terbakar melalui api ingatan akan Tuhan. Cara mudah
untuk menjadi bebas dari ikatan karma kita adalah dengan mengingat Baba Yang
Mahakuasa dalam setiap hela napas, selagi berjalan dan beraktivitas. Tuhan
sendiri datang dan membantu kita dengan menyampaikan obat penawar ini, tetapi
setiap jiwa harus membuat upayanya sendiri. Tuhan datang dalam wujud Sang Ayah,
Sang Pengajar, dan Sang Guru, serta memberi kita warisan. Jadi, pertama-tama,
kita harus menjadi milik Sang Ayah, kemudian belajar dengan Sang Pengajar, serta
menciptakan imbalan kebahagiaan kita untuk kelahiran demi kelahiran. Artinya,
kita akan menerima status jeevan mukti sesuai dengan upaya kita. Dalam wujud
Beliau sebagai Sang Guru, Beliau menjadikan kita suci dan memberi kita mukti.
Jadi, pahamilah rahasia ini dan lakukanlah upaya yang sesuai. Ini adalah waktu
untuk mengakhiri rekening lama dan menciptakan kehidupan baru. Sebanyak apa pun
upaya yang Anda lakukan pada saat ini untuk menjadikan diri Anda – sang jiwa –
suci, catatan suci itu juga akan tercatat dan berlanjut untuk sepanjang siklus.
Jadi, keseluruhan siklus tergantung pada pendapatan yang Anda akumulasikan pada
saat ini. Lihatlah, hanya pada saat inilah kita menerima pengetahuan tentang
permulaan, pertengahan, dan akhir. Kita harus menjadi devi-devta. Sekarang
adalah tahapan menaik kita. Kita kemudian akan pergi ke sana dan menikmati
imbalan kita. Di sana, devi-devta tidak tahu bahwa mereka akan jatuh di masa
depan. Seandainya mereka tahu bahwa setelah hidup bahagia mereka akan jatuh,
maka mereka tidak akan mampu menikmati kebahagiaan itu karena mengkhawatirkan
tentang kejatuhan mereka. Hukum spiritual yang tercipta adalah bahwa manusia
selalu berupaya untuk naik, yaitu untuk mengakumulasi pendapatan demi
kebahagiaan. Meskipun demikian, peran “setengah-dan-setengah” sudah tercipta di
dalam drama dan kita mengetahui rahasia ini. Jadi, ketika waktunya tiba bagi
kita untuk menikmati kebahagiaan, kita harus berupaya dan mengklaim kebahagiaan
itu. Inilah keistimewaan berupaya. Sudah menjadi tugas bagi seorang aktor untuk
berperan dengan menggunakan seluruh keistimewaannya pada waktu dia harus
melakonkan perannya, sehingga penonton berkata, “Wah! Wah!” (sekali lagi).
Inilah sebabnya, devi-devta telah diberi peran pahlawan. Patung-patung memorial
mereka dikenang dan dipuja. Tinggal dalam rumah tangga tanpa sifat buruk nafsu
birahi dan menciptakan tahapan seperti bunga lotus merupakan keistimewaan
devi-devta. Karena melupakan keistimewaan ini, Bharata telah mencapai kondisi
buruk sedemikian rupa. Sekarang, Tuhan sendiri telah datang untuk membantu kita
menjadikan kehidupan kita sedemikian rupa. Dengan memegang erat tangan Beliau,
perahu kehidupan kita akan menyeberang. Achcha.