10.09.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, Sang Ayah telah datang untuk membuat Anda, para pemuja, menjadi
layak dipuja. Hanya Anda anak-anak yang mengetahui kisah yang utuh tentang
berubah dari pemuja menjadi layak dipuja, dan dari layak dipuja menjadi pemuja.
Pertanyaan:
Apa yang
dianggap mustahil oleh orang-orang dunia, tetapi mampu Anda terapkan dengan
mudah dalam kehidupan Anda?
Jawaban:
Orang-orang
dunia beranggapan bahwa mustahil orang bisa tetap hidup suci selagi berumah
tangga, sedangkan Anda menerapkannya dengan mudah karena Anda tahu bahwa Anda
akan menerima kedaulatan surga melaluinya. Oleh sebab itu, ini adalah
kesepakatan yang benar-benar tidak mahal.
Lagu:
Siapa yang
datang kemari pada waktu dini hari?
Om Shanti.
Kegelapan dan
fajar – ini sama sekali berbeda bagi dunia. Fenomena alam itu adalah hal biasa,
tetapi fajar Anda, anak-anak, tidak biasa. Tak seorang pun di dunia mengetahui
apa itu kegelapan maupun apa itu fajar. Sesungguhnya, kegelapan dan fajar
terjadi pada zaman peralihan yang paling penuh berkah dalam siklus. Kegelapan
ketidaktahuan sekarang sedang berakhir. Orang-orang bernyanyi, “Ketika Sang
Surya Pengetahuan terbit, kegelapan ketidaktahuan sirna.” Surya memberikan
cahaya. Ini mengacu kepada Sang Surya Pengetahuan. Pemujaan disebut kegelapan
dan pengetahuan disebut cahaya. Anda anak-anak tahu bahwa fajar sekarang akan
terbit, dan kegelapan pemujaan menjelang berakhir. Pemujaan disebut
ketidaktahuan, karena tak seorang pun dari mereka memiliki pengetahuan tentang
sosok-sosok yang mereka puja. Itu berarti menyia-nyiakan waktu. Pemujaan
terhadap boneka terus berlanjut. Pemujaan terhadap boneka telah berlangsung
selama setengah siklus. Anda seharusnya memiliki pengetahuan penuh tentang siapa
yang Anda puja. Klan devi-devta layak dipuja. Mereka menjadi layak dipuja,
kemudian mereka menjadi pemuja. Kisah tentang berubah dari layak dipuja menjadi
pemuja, dan dari pemuja menjadi layak dipuja, adalah kisah yang panjang dan
tidak sederhana. Manusia bahkan tidak memahami makna dari “menjadi pemuja” dan
“layak dipuja”. Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita
Paramatma) hanya datang pada zaman peralihan, ketika kegelapan menjelang
berakhir. Beliau datang untuk menerbitkan fajar. Akan tetapi, bukannya
menuliskan tentang zaman peralihan dalam siklus, orang-orang telah menuliskan
bahwa Beliau datang pada setiap zaman. Ketika empat zaman menjelang berakhir,
dunia lama berakhir dan dunia baru dimulai. Oleh sebab itu, ini disebut zaman
peralihan yang paling penuh berkah. Pada saat ini, semua jiwa adalah penghuni
neraka. Ketika seseorang meninggalkan badan, orang-orang berkata bahwa dia sudah
pergi ke surga. Oleh sebab itu, sebelumnya dia pasti berada di neraka. Meskipun
demikian, tak seorang pun percaya bahwa mereka ada di neraka. Rahwana
benar-benar telah mengunci intelek semua orang. Intelek semua jiwa benar-benar
sudah mati. Sang Ayah menjelaskan, “Orang-orang Bharata dahulu memiliki intelek
yang paling tak terbatas. Hanya ketika intelek mereka benar-benar sudah membatu,
barulah mereka mengalami penderitaan.” Sesuai rencana drama, semua orang harus
menjadi tidak bijak. Mayalah yang menjadikan Anda tidak bijak. Mereka yang layak
dipuja disebut bijak, sedangkan pemuja disebut tidak bijak. Mereka berkata,
“Kami adalah pendosa yang merosot.” Akan tetapi, mereka tidak tahu, kapan mereka
dahulu bijak. Maya, Rahwana, benar-benar mengubah intelek Anda menjadi batu.
Anda sekarang mengerti bahwa Anda dahulu layak dipuja, tetapi sekarang Anda
telah menjadi pemuja. Anda anak-anak sekarang mengalami kebahagiaan. Anda telah
sangat lama memanggil-manggil untuk memohon kedamaian dan agar dibebaskan dari
siklus kelahiran dan kematian. Akan tetapi, tidak ada orang yang inteleknya
memiliki pengetahuan tentang cara terbebas dari belenggu Maya. Anda tahu bahwa
Anda terus menuruni anak tangga. Di zaman emas, Anda menurun perlahan-lahan; itu
perlu waktu. Menuruni anak tangga kebahagiaan memerlukan banyak waktu. Namun,
Anda menuruni anak tangga penderitaan dengan sangat cepat. Di zaman emas dan
perak, Anda mengalami 21 kelahiran, sedangkan di zaman perunggu dan besi, Anda
mengalami 63 kelahiran; rentang usia Anda semakin singkat. Anda sekarang tahu
bahwa Anda mengalami tahapan menaik hanya dalam satu jentikan jari. Ada ungkapan
bahwa Raja Janak menerima jeevan mukti hanya dalam sedetik. Akan tetapi, manusia
tidak memahami makna “jeevan mukti”. Apakah hanya Raja Janak yang menerima
jeevan mukti, atau seluruh dunia menerimanya? Gembok pada intelek Anda sekarang
telah terbuka. Ketika seseorang berintelek tumpul, orang lain berkata, “Semoga
Tuhan memberinya intelek yang baik!” Tidak ada hal semacam itu di zaman emas.
Ada perhitungan tentang jiwa-jiwa yang telah lama terpisah dari Sang Jiwa Yang
Maha Tinggi. Ketika Sang Ayah tinggal di hunian tertinggi, jiwa-jiwa yang
tinggal bersama Beliau di hunian mukti dan kemudian turun kemari pada saat akhir,
menghabiskan banyak sekali waktu di sana. Sebaliknya, kita hanya tinggal di sana
sebentar. Kitalah jiwa-jiwa yang terlebih dahulu terpisah dari Sang Ayah. Inilah
sebabnya, ada nyanyian: “Jiwa-jiwa telah lama terpisah dari Sang Jiwa Yang Maha
Tinggi …” Mereka yang telah lama terpisah dari Sang Ayah sekarang sedang bertemu
dengan Beliau. Sang Ayah tidak menemui jiwa-jiwa yang tinggal untuk waktu yang
panjang bersama Beliau di atas sana. Sang Ayah berkata, “Saya datang secara
khusus untuk mengajar Anda, anak-anak. Ketika Saya bersama dengan Anda, semua
jiwa menerima manfaat.” Sekarang adalah waktu pelunasan bagi semua jiwa. Semua
jiwa akan melunasi rekening mereka sekarang, kemudian pulang ke rumah, dan Anda
selanjutnya akan mengklaim keberuntungan kerajaan Anda. Hal-hal ini tidak
dipahami oleh intelek siapa pun. Orang-orang bernyanyi, “Wahai, Tuhan, Sang
Ayah, Sang Pembebas, Sang Pemandu!” Beliau membebaskan kita dari kesengsaraan
dan menjadi Pemandu kita untuk mengantarkan kita ke hunian kedamaian. Beliau
tidak menjadi Pemandu kita untuk mengantarkan kita ke daratan kebahagiaan.
Beliau membawa jiwa-jiwa ke hunian kedamaian. Alam tempat jiwa-jiwa tinggal
adalah alam jiwa. Akan tetapi, tak seorang pun bisa pulang ke sana, karena semua
jiwa sekarang tidak suci. Inilah sebabnya, mereka memanggil-manggil Sang Ayah,
Sang Penyuci. Pada khususnya, ketika orang-orang Bharata sudah sepenuhnya
terjungkir balik, mereka mengatakan bahwa Sang Ayah yang tak terbatas ada dalam
anjing, kucing, kerikil, dan bebatuan! Sungguh mengherankan! Mereka telah
merendahkan Saya bahkan lebih rendah dari diri mereka sendiri. Drama ini sudah
ditakdirkan. Ini bukan kesalahan siapa pun, karena semua jiwa dikendalikan oleh
drama, bukan oleh Tuhan. Drama bahkan lebih kuat daripada Tuhan. Sang Ayah
berkata, “Saya pun pasti harus datang pada waktu Saya sendiri, sesuai dengan
drama. Saya hanya datang satu kali.” Orang-orang begitu banyak
tersandung-sandung di jalan pemujaan. Anda telah menemukan Sang Ayah. Anda harus
mengklaim warisan Anda dari Sang Ayah dalam satu jentikan jari. Setelah Anda
menerima warisan, Anda tidak perlu lagi tersandung-sandung. Tuhan sendiri
berkata, “Saya datang dan memberitahukan intisari semua Weda dan kitab suci
kepada Anda.” Dahulu, pada awalnya, ada daratan kebenaran, tetapi tak seorang
pun mengetahui bagaimana itu kemudian menjadi daratan kepalsuan. Orang-orang
Bharata bahkan tidak tahu siapa yang menyampaikan Gita. Bharata dahulu memiliki
agama devi-devta yang asli dan abadi. Hanya ketika jiwa-jiwa dari agama
devi-devta, yang satopradhan dan layak dipuja, berubah menjadi pemuja yang
tamopradhan, barulah agama devi-devta menghilang. Kemudian, Sang Ayah datang dan
sekali lagi mendirikan agama tersebut. Patung-patung mereka ada, demikian juga
kitab-kitab suci. Orang-orang Bharata memiliki satu-satunya kitab suci yang
terluhur, yaitu Gita. Mereka semua telah melupakan agama mereka sendiri. Itulah
sebabnya, mereka mengubah namanya dan mulai menyebut diri sebagai “Hindu”. Ini
sudah ditakdirkan dalam drama. Jiwa-jiwa memasuki siklus kelahiran kembali dan
menjadi tamopradhan seiring dengan tercampurnya campuran ketidaksucian dalam
diri mereka. Anda tahu bahwa Anda dahulu adalah hiasan-hiasan dari emas murni,
tetapi sekarang Anda telah menjadi palsu. Badan disebut hiasan. Anda memainkan
peran-peran Anda melalui badan. Kita telah menerima peran-peran yang sedemikian
panjang, selama 84 kelahiran. Anda menjadi devi-devta, kesatria, waisya, dan
shudra – Anda layak dipuja, kemudian menjadi pemuja. Seandainya Saya juga
menjadi layak dipuja dan selanjutnya menjadi pemuja, lalu siapa yang bisa
menjadikan Anda layak dipuja? Saya senantiasa suci, Sayalah Sang Samudra
Pengetahuan, Sang Penyuci. Andalah yang menjadi layak dipuja dan menjadi pemuja;
Anda memasuki siang hari, kemudian malam hari. Akan tetapi, orang-orang itu
tidak mengetahui hal ini. Sang Ayah menjelaskan, “Dunia ini semakin lama semakin
palsu, jadi mereka pun mengarang cerita-cerita palsu.” Bahkan Wiyasa pun
melakukan berbagai keajaiban. Wiyasa bukanlah Tuhan. Tuhan datang dan
menjelaskan intisari semua Weda dan kitab suci melalui Brahma. Orang-orang
selanjutnya menggambarkan Brahma membawa kitab suci. Lalu, di mana Tuhan? Brahma
tidak muncul dari tali pusar Vishnu, dan Vishnu juga tidak duduk untuk
menyampaikan intisari kitab-kitab suci. Bukan seperti itu. Tuhan menjelaskan
melalui Brahma. Di atas Trimurti, ada Shiva Baba. Beliau menyampaikan intisari
melalui Brahma. Orang ini, yang melaluinya Tuhan berbicara, nantinya akan
menjalankan pemeliharaan. Anda adalah Brahma Kumar dan Brahma Kumari. Klan
Brahmana adalah klan yang tertinggi. Anda sekarang adalah anak-anak Ketuhanan.
Anda sedang menjaga api persembahan yang diciptakan Tuhan. Seluruh dunia lama
akan dipersembahkan ke dalam api persembahan pengetahuan ini. Ini disebut “api
persembahan pengetahuan Rudra yang tak termusnahkan, yang ke dalamnya kuda
dipersembahkan untuk meraih kedaulatan diri”. Sang Ayah telah menciptakan api
persembahan ini untuk memampukan Anda mengklaim kerajaan. Ketika orang-orang
menciptakan api persembahan, mereka membuat Shiva linggam dan saligram dari
lumpur. Mereka membuatnya, memeliharanya, kemudian menghancurkannya. Mereka
melakukan hal serupa terhadap patung-patung devi-devta. Mereka melakukan ini
sama seperti anak-anak kecil bermain boneka. Ada ungkapan bahwa Sang Ayah
melaksanakan pendirian, pemeliharaan, dan kemudian penghancuran. Akan tetapi,
yang pertama adalah pendirian. Anda sekarang sedang belajar di daratan kematian
ini, untuk pergi ke daratan keabadian. Inilah kelahiran terakhir Anda di daratan
kematian. Sang Ayah datang untuk mendirikan daratan keabadian. Apa yang bisa
terjadi jika hanya seorang Parwati yang diberi tahu tentang kisah ini?
Orang-orang menyebut Shankar sebagai “Tuhan Keabadian” dan menunjukkan Parwati
bersama dengannya. Berhubung Shankar dan Parwati ditunjukkan berada di alam
halus, bagaimana mungkin mereka berada dalam wujud jasmani? Sekarang, Anda telah
menerima penjelasan bahwa Jagadamba dan Jagadpita menjadi Lakshmi dan Narayana.
Lakshmi dan Narayana kemudian menjadi Jagadamba dan Jagadpita setelah 84
kelahiran. Sesungguhnya, Jagadamba adalah pembuat upaya, sedangkan Lakshmi
adalah imbalan sucinya. Pujian siapa yang lebih agung? Lihatlah, betapa
banyaknya perkumpulan yang dilangsungkan untuk Jagadamba! Kali dari Kalkutta
juga sangat terkenal. Mengapa mereka tidak pernah menciptakan Kala Pita (seorang
ayah, sosok laki-laki) bersama Kali Mata (Ibu Kali) dari Kalkutta? Sebenarnya,
Jagadamba, Adi Dewi, duduk di atas tungku pengetahuan dan berubah dari jelek
menjadi rupawan. Dia pertama-tama menjadi dewi pengetahuan (Gyan gyaneshwari),
kemudian menjadi putri raja (raj rajeshwari). Anda sekarang telah datang kemari
untuk mengambil pengetahuan dari Tuhan, kemudian menjadi pangeran dan putri raja
(raj rajeshwari). Siapa yang memberikan kerajaan kepada Lakshmi dan Narayana?
Tuhan. Hanya Sang Ayah yang memberitahukan kisah tentang keabadian dan kisah
tentang Narayana sejati kepada Anda, kemudian Anda berubah dari manusia biasa
menjadi Narayana dalam sedetik. Intelek Anda anak-anak sekarang telah terbuka
dan Anda paham bahwa sifat buruk nafsu birahi adalah musuh terbesar. Orang-orang
berkata bahwa mustahil orang bisa hidup suci selagi berumah tangga. Anda telah
menerima penjelasan bahwa Sang Ayah adalah Sang Pencipta surga. Oleh sebab itu,
Beliau pasti memberikan kedaulatan surga kepada anak-anak Beliau. Maka, agar
bisa mengklaim kedaulatan surga, Anda benar-benar harus hidup suci selama satu
kelahiran ini. Ini adalah kesepakatan yang tidak mahal. Para pengusaha pasti
mampu memahami kesepakatan ini dengan sangat baik, karena mereka juga memberikan
donasi; mereka menyisihkan uang untuk beramal. Sang Ayah berkata, “Jarang sekali
ada orang yang membuat kesepakatan ini.” Padahal, ini bisnis yang sangat mudah!
Meskipun demikian, ada beberapa orang yang membuat kesepakatan, kemudian
menceraikan Sang Ayah. Tak seorang pun, kecuali Sang Ayah, yang mampu
menjelaskan pengetahuan ini. Sang Samudra Pengetahuan hanyalah Yang Esa, dan
hanya Beliaulah yang menjelaskan kepada Anda. Jiwa yang dahulu suci dan layak
dipuja telah menjadi pemuja pada akhir kelahirannya yang ke-84. Saya kemudian
memasuki badannya. Prajapita harus ada di sini. Anda sekarang sedang berupaya
dan menjadi malaikat. Setelah malam jalan pemujaan, sekarang ada pengetahuan,
yaitu pagi hari. Tidak ada waktu atau tanggal yang bisa dipastikan untuk ini.
Tak seorang pun mengetahui kapan tepatnya Shiva Baba datang. Orang-orang
merayakan hari kelahiran Krishna dengan penuh kemeriahan. Namun, tak seorang pun
mengetahui hari kelahiran Shiva dengan tepat. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1.
Dengarkanlah kisah tentang Narayana sejati dan kisah tentang keabadian dari Sang
Ayah Yang Esa pada zaman penuh berkah ini. Lupakanlah segala hal lain yang Anda
pernah dengar sebelumnya.
2. Agar bisa
mengklaim kedaulatan zaman emas Anda, hiduplah suci dalam satu kelahiran ini.
Berupayalah untuk menjadi malaikat.
Berkah:
Semoga Anda
menjadi setia sepenuhnya dan melakukan pelayanan Ketuhanan melalui setiap
pikiran, saat, perkataan, dan perbuatan Anda.
Seseorang yang
menjaga segala sesuatu dengan sangat hati-hati disebut sebagai pribadi yang
sepenuhnya setia; dia tidak membiarkan apa pun terbuang sia-sia. Sejak saat di
mana Anda dilahirkan, setiap pikiran, waktu, dan perbuatan Anda haruslah
ditujukan untuk pelayanan Ketuhanan. Jika pikiran atau waktu Anda digunakan
untuk hal lain selain pelayanan Ketuhanan ini, jika ada kata-kata yang terucap
atau tindakan fisik yang dilakukan secara sia-sia, maka Anda tidak bisa
dikatakan sepenuhnya setia. Janganlah Anda berkata: "Itu hanya satu detik, atau
satu sen yang terbuang, jadi apa masalahnya?" Tidak, 'sepenuhnya setia' berarti
menggunakan segala sesuatu dengan cara yang bermanfaat.
Slogan:
Kesuksesan
melebur dalam pemahaman yang akurat terhadap shrimat dan penerapannya di setiap
langkah.
Sinyal Avyakt:
Sekarang Munculkan Wujud Pemberkah Anda.
Jangan pernah
memiliki keinginan untuk menerima pujian sebagai imbalan atas amal yang Anda
lakukan. Menerima pujian yang terbatas ini berarti menghalangi diri Anda sendiri
untuk menerima pencapaian yang permanen dan tak terbatas. Oleh karena itu,
jadilah senantiasa penuh bagaikan samudra dalam hal memberi. Biarlah setiap
kata-kata Anda memampukan jiwa lain untuk mengalami kehidupan yang penuh
kebahagiaan spiritual yang penuh berkah, cinta kasih Sang Ayah, serta
kebahagiaan yang melampaui indra. Biarlah setiap perbuatan Anda senantiasa
sedemikian rupa sehingga memampukan semua jiwa menerima kerja sama.
Perkataan Luhur yang
Tak Ternilai dari Mateshwari
Raja Rishi Bersifat
Zaman Emas
Orang-orang
mengatakan bahwa Raja Rishi ada di zaman perunggu; mereka duduk dan menuliskan
kitab suci karena mereka trikaldarshi. Sesungguhnya, kita sekarang bisa
mengatakan bahwa Raja Rishi ada di zaman emas, karena di sana, mereka telah
sepenuhnya menaklukkan sifat-sifat buruk, artinya mereka memiliki kehidupan
seperti bunga lotus dan memerintah kerajaan dalam tahapan jeevan mukti. Para
rishi, yang telah melakukan tapasya pada zaman perunggu untuk mencapai Tuhan,
menciptakan Weda dan kitab-kitab suci pada masa itu. Di zaman emas, Weda dan
kitab-kitab suci tidak diperlukan. Kita juga tidak bisa mengatakan bahwa para
rishi itu trikaldarshi. Karena kita tidak bisa mengatakan bahwa Brahma, Vishnu,
atau Shankar trikaldarshi, bagaimana mungkin para rishi dan muni dari zaman
perunggu, periode rajoguni, bisa disebut trikaldarshi? “Trikaldarshi” berarti
bahwa Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, Shiva, Yang Esa, yang disebut Trimurti dan
Trinetri, telah datang sendiri ke sini pada akhir siklus dan mengakhiri seluruh
ciptaan. Di zaman emas, kita akan menikmati imbalannya. Di sana, kita tidak tahu
bahwa kita, para Brahmana dari klan Brahma, menjadi master trinetri dan
trikaldarshi. Sepanjang keseluruhan siklus, tak seorang pun bisa menerima
pengetahuan ini; tidak ada devi-devta maupun manusia yang bisa disebut
trikaldarshi. Achcha.