11.07.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, Anda sekarang harus memikirkan diri sendiri, bukan orang lain,
karena sesuai dengan drama, siapa pun yang melakukan sesuatu pasti menerima
balasannya.
Pertanyaan:
Apa yang Anda
jiwa-jiwa sadari setelah menjadi trikaldarshi?
Jawaban:
Anda
jiwa-jiwa telah menyadari bahwa Anda dahulu pada awalnya adalah penghuni alam
jiwa, dan bahwa Anda telah datang kemari untuk memainkan peran Anda dalam drama
ini. Anda menjadi aktor-aktor utama dan memainkan peran Anda selama 84 kelahiran.
Anda sekarang berada di hadapan Sang Ayah secara pribadi dan akan pulang bersama
Beliau. Anda harus menjadi suci dan pulang ke rumah, kemudian pergi ke daratan
kebahagiaan. Keseluruhan sandiwara ini didasarkan pada Bharata. Anda jiwa-jiwa
telah menyadari semua ini karena menjadi trikaldarshi.
Lagu:
Hidup di
jalan-Mu dan mati di jalan-Mu.
Om Shanti.
Siapa yang
menyanyikan lagu ini? Anak-anak. Apa yang dikatakan anak-anak? “Baba, kami
sekarang harus menjadi kalung bunga di leher-Mu.” Badan-badan harus ditinggalkan
di sini. Anda anak-anak tahu bahwa Sang Ayah dan kita, jiwa-jiwa, yaitu
anak-anak, tinggal di hunian kedamaian, hunian nirwana. Sang Ayah berulang kali
berkata, “Milikilah keyakinan bahwa Anda masing-masing adalah jiwa.” Anda tahu
bahwa kita, jiwa-jiwa, dahulu adalah penghuni hunian nirwana bersama Sang Ayah.
Kemudian, kita mengadopsi badan-badan yang berbeda selagi mengelilingi siklus 84
kelahiran. Anda anak-anak tahu bahwa kita benar-benar merupakan penghuni hunian
tertinggi. Baba sekarang telah datang kembali. Anda sedang duduk di sini dan
Anda bisa melihat bahwa Baba sedang duduk di depan Anda. Di sini, Anda memiliki
relasi dengan badan-badan fisik. Aslinya, kita adalah jiwa-jiwa; kita kemudian
menjalani kehidupan dalam kebahagiaan, dan selanjutnya dalam kesengsaraan,
dengan relasi-relasi fisik. Anda jiwa-jiwa sekarang telah menjadi trikaldarshi.
Sang Ayah mengetahui tiga aspek waktu dan tiga dunia. Anda juga mengetahuinya,
secara berurutan, sesuai dengan upaya yang Anda lakukan. Anda harus mengingat
studi Anda. Anda sekarang memiliki kesadaran ini. Baba telah menjelaskan bahwa
kita dahulu juga merupakan penghuni alam jiwa dan sekarang telah dijadikan
trikaldarshi oleh BapDada. Anda tahu bahwa Anda adalah aktor-aktor utama dalam
drama ini. Anda sekarang memiliki pengetahuan tentang keseluruhan drama dalam
intelek Anda. Anda telah ingat bahwa Anda dahulu tinggal di daratan kebahagiaan
selama setengah siklus. Rahwana tidak ada di sana. Kita, jiwa-jiwa, mengelilingi
siklus selama 84 kelahiran penuh. Sang Ayah sekarang secara pribadi sedang duduk
di depan Anda. “Kami akan mengikuti shrimat-Mu dan pulang bersama-Mu. Kami akan
mengingat Engkau sekuat tenaga.” Karena Anda anak-anak telah menjadi
trikaldarshi, Anda harus memikirkan hal ini sepanjang hari. Tuhan adalah Yang
Maha Tinggi. Bersama Beliau, Anda anak-anak juga tinggal di tempat yang
tertinggi. Anda sekarang telah mengingat rumah Anda. Kita akan menjadi suci dan
pulang ke rumah kita di hunian tertinggi. Ketika Ayah Shiva dipuja,
saligram-saligram juga dipuja. Hanya Sang Ayah yang datang untuk menyucikan Anda,
jiwa-jiwa. Hanya Sang Ayah Yang Esa yang menyucikan jiwa-jiwa. Tidak ada orang
lain yang mampu menyucikan Anda. Anda sekarang mengetahui sandiwara dari
keseluruhan drama ini. Anda paham bahwa sandiwara ini didasarkan pada Bharata.
Oleh sebab itu, Sang Ayah duduk secara pribadi di depan Anda anak-anak dan
menjelaskan kepada Anda. Semua jiwa yang hidup mengetahui bahwa Baba adalah Sang
Samudra Pengetahuan. Anda telah memanggil-manggil Beliau di jalan pemujaan dan
berjanji, “Baba, ketika Engkau datang, kami pasti akan mengikuti petunjuk-Mu.”
Ini bukan tentang relasi duniawi. Anda harus menjadi berkesadaran jiwa dan
memiliki kepedulian tentang mengikuti petunjuk luhur Sang Ayah Yang Esa, yang
tak terbatas. Kita harus mendengarkan Beliau. Baba menjelaskan kepada kita
dengan cara yang sangat mudah. Mata ketiga pengetahuan Anda sekarang telah
terbuka. Anda memiliki pengetahuan ini di sini, pada saat ini. Sang Ayah dan
anak-anak tinggal di alam jiwa. Di sana, tidak ada yang menyadari hal ini. Sang
Ayah sekarang mengungkapkan kedalaman rahasia Beliau kepada Anda semua,
anak-anak. Hanya Beliaulah Sang Samudra Pengetahuan. Dalam perkumpulan spiritual
lain, tidak mungkin orang mengatakan bahwa Baba sedang mengajar kita, jiwa-jiwa.
Anda mengetahui hal ini sekarang. Anda harus berulang kali diberi tahu, “Jadilah
berkesadaran jiwa!” Jiwa-jiwa adalah aktor dalam drama ini dan sedang memainkan
peran. Saya, sang jiwa, telah mengenakan kostum. Aktor-aktor itu mengganti
kostum mereka. Anda, jiwa-jiwa, datang kemari dari alam jiwa dan telah
mengenakan kostum, badan Anda. Orang-orang itu sekadar mengganti baju mereka.
Baba telah datang sekali lagi dan sedang mengajarkan Raja Yoga kepada kita,
jiwa-jiwa. Anda anak-anak sekarang paham bahwa Baba sudah datang, jadi kita
pasti akan menjadi pembantu-pembantu Beliau. Kita akan menjadi suci dan
menjadikan seluruh Bharata suci. Kita harus mengikuti shrimat. Shrimat berkata,
“Ingatlah Sang Ayah!” Siapa pun yang melakukan sesuatu, menerima balasan untuk
itu. Tidak semua orang akan datang dan berupaya. Mereka yang berupaya di siklus
sebelumnya pasti akan berupaya kembali. Anda sekarang harus pulang ke rumah.
Inilah sebabnya, Anda harus berupaya dan benar-benar menjadi suci. Kita dahulu
tinggal di atas sana, di alam jiwa. Kita pertama-tama pergi ke surga, kemudian
kita terus menuruni tangga. Sang Ayah menjelaskan kepada orang-orang Bharata,
“Saya hanya datang di Bharata.” Orang-orang Bharata mengingat Beliau dan
memanggil-manggil agar Beliau datang dan menyucikan mereka, “Ambillah badan dan
ajarilah kami cara untuk melakukan perbuatan luhur!” Nama dari badan yang Beliau
gunakan, diingat; itu disebut “Kendaraan Yang Beruntung”. Sang Ayah berkata,
“Saya memasuki badan orang biasa. Dahulu, Saya juga sudah memberi tahu Anda
tentang ini.” Anda anak-anak sekarang telah ingat bahwa Baba memberi tahu kita
hal yang sama, tepat 5000 tahun yang lalu. Tidak ada orang lain yang bisa
memberitahukan hal-hal ini kepada kita. Hanya Sang Ayah yang berkata, “Saya
memasuki badan ini, 5000 tahun yang lalu, dan juga telah menjelaskan kepada Anda.
Saya sekarang memberi tahu Anda anak-anak sekali lagi, ‘Jadilah berkesadaran
jiwa!’” Aktor-aktor dalam sandiwara menyadari kostum mana yang harus mereka
pakai dan peran apa yang harus mereka lakonkan. Akan tetapi, mereka berkesadaran
badan. Ini adalah aspek yang tak terbatas. Jadilah berkesadaran jiwa! Saya
aslinya adalah jiwa. Peran saya sekarang menjelang berakhir. Sang Ayah duduk
secara pribadi di depan Anda dan menjelaskan segala sesuatu kepada Anda. Jangan
melupakan ini. Maya menciptakan begitu banyak rintangan! Sang Ayah menjelaskan,
“Jangan melakukan perbuatan berdosa. Badai-badai pasti datang dalam mental. Anda
harus menguji diri sendiri: Apakah organ fisik saya menjadi nakal? Bisakah saya
menaklukkan sifat buruk nafsu birahi?” Ini sangat mudah bagi Anda. Kita adalah
jiwa-jiwa, anak-anak dari Sang Ayah Yang Esa. Anda harus beryoga dengan Sang
Ayah. Ketika organ fisik menjadi nakal, itu adalah kesadaran badan. Jangan takut
terhadap siapa pun. Jadilah tanpa rasa takut. Ke mana pun Anda pergi, jadilah
pengamat tanpa keterikatan. “Saya adalah jiwa.” Anda sekarang telah mengetahui
keseluruhan sandiwara. Intelek Anda telah memahami bahwa Beliau adalah Sang Ayah
Yang Maha Tinggi. Beliau disebut sebagai titik. Ada pohon jiwa-jiwa di alam jiwa.
Pohon tumbuh dari benih, kemudian muncul daun-daun, secara berurutan. Di sini
juga sama. Jiwa-jiwa terus turun secara berurutan dari atas sana. Tak seorang
pun bisa melihat bagaimana sang jiwa memasuki atau meninggalkan badan. Sang Ayah
sekarang menjelaskan, “Anda jiwa-jiwa telah menjadi tidak suci. Oleh sebab itu,
jadikanlah diri Anda suci!” Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan kepada Anda
melalui orang ini. Beliau harus berbicara melalui organ fisik. Jika sang jiwa,
titik yang sangat halus, tidak berada di dalam badan, organ fisik tidak bisa
melakukan apa pun. Titik yang sedemikian halus ini begitu kuat! Jiwa memiliki
semua pengetahuan. Sang Ayah adalah Sang Samudra Pengetahuan dan Beliau duduk di
sini untuk menjelaskan kepada Anda. Beliau memiliki semua pengetahuan. Peran
Beliau ini sudah ditakdirkan. Anda jiwa-jiwa memiliki peran selama 84 kelahiran.
Anda memainkan peran kebahagiaan dan penderitaan. Anda mengalami banyak
kesulitan pada masa penderitaan. Sang Ayah berkata, “Saya tidak mengalami
kelahiran kembali. Anda mengalami 84 kelahiran. Saya tidak. Saya datang dan
memberi Anda anak-anak cara yang mudah untuk mengingat Saya agar Anda bisa
menjadi suci. Anda telah duduk di atas tungku sifat buruk nafsu birahi selama
setengah siklus dan menjadi tamopradhan.” Sang Ayah hanya berbicara kepada
jiwa-jiwa. Organ fisik sang jiwa pada awalnya kecil, kemudian berkembang. Jiwa
itu sendiri tidak menjadi lebih kecil atau lebih besar. Jiwa-jiwa berkata,
“Wahai, Sang Penyuci, datanglah!” Jiwa memanggil-manggil kepada Sang Ayah.
Beliau berkata, “Saya datang setiap siklus untuk menyucikan Anda yang tidak suci.”
Anda sekarang mengerti bagaimana jiwa-jiwa datang dan pergi. Orang-orang
berusaha begitu keras untuk melihat bagaimana jiwa meninggalkan badannya, tetapi
tak seorang pun bisa mengetahui ini, karena jiwa sangatlah halus. Jiwa yang
sedemikian kecil memiliki peran yang sedemikian besar! Benih mengandung seluruh
pengetahuan. Benih yang itu adalah benih-benih yang tidak hidup. Benih pohon
beringin sangatlah kecil, tetapi lihatlah betapa besar dan tingginya pohon yang
tumbuh dari benih itu! Banyak di antara Anda pasti sudah pernah melihat pohon
beringin di Kalkutta. Pohon itu sangat besar. Seluruh fondasinya sekarang sudah
lapuk, tetapi pohon itu masih berdiri. Demikian juga di sini. Fondasi agama
devi-devta sudah tidak ada lagi. Sekarang adalah tahapan lapuk total dari pohon
ini. Anda juga mengetahui hal ini. Inilah sebabnya, Anda memberi tahu Pemerintah
bahwa dalam rentang waktu sekian lama, Anda pasti akan menyucikan dunia dan
membuktikan kepada semua orang. Manusia tidak memahami hal-hal ini. Anda
memiliki keyakinan bahwa Anda pasti akan menjadikan Bharata ini luhur kembali,
karena hanya dengan demikian, dunia yang korup ini bisa dihancurkan. Semua orang
menginginkan adanya kedamaian. Jiwa-jiwa telah menjadi lelah karena memainkan
peran-peran mereka, dan inilah sebabnya mereka memanggil-manggil, “Wahai, Sang
Pemberkah Kedamaian!” Mereka tidak mengerti bahwa jiwa adalah perwujudan
kedamaian. Akan tetapi, jiwa pasti harus melakukan perbuatan melalui organ fisik
di sini. Mereka berkata, “Berilah kami kedamaian!” Tidak ada yang tahu bahwa
hunian kedamaian dan daratan kebahagiaan itu berbeda. Hanya ada sangat sedikit
manusia di daratan kebahagiaan. Itu adalah dunia yang suci. Tidak ada yang
memohon kedamaian di sana. Mereka juga melakukan perbuatan di sana, tetapi tidak
ada ketidakdamaian. Daratan jeevan mukti berbeda dari hunian kedamaian. Di zaman
emas, makhluk hidup memiliki kebahagiaan dan juga kedamaian. Mereka senantiasa
sehat dan kaya. Anda sekarang tahu apa yang disebut sebagai surga. Tidak ada
orang di dunia yang mengetahui hakikat surga. “Lakshmi dan Narayana adalah
anak-anak Saya.” Siapa yang memberikan kebahagiaan kepada anak-anak ini? Pasti
ada seseorang yang memberi mereka kebahagiaan. Akankah kerajaan mereka datang
kembali? Surga pasti akan berulang. Ketika Anda berada di surga, Anda tidak akan
mengatakan bahwa neraka akan berulang. Anda sekarang berkata bahwa dunia baru
yang penuh dengan kesucian, kedamaian, dan kebahagiaan, akan berulang kembali.
Ini adalah dunia lama dan daratan kesengsaraan. Ini disebut zaman besi. Dahulu,
ada dunia baru. Itu disebut surga. Anda memiliki pengetahuan ini dalam intelek
Anda. Kita benar-benar sedang menjadi devi-devta sekali lagi. Inilah tujuan dan
sasaran Anda. Kita sekali lagi sedang mengklaim kerajaan surga. Kita pasti akan
mengklaim warisan kita dari Sang Ayah yang tak terbatas. Ingatlah ini baik-baik!
Kita, jiwa-jiwa, tinggal di sana, dan kita kemudian turun kemari untuk memainkan
peran kita. Kita sekarang telah ingat bagaimana kita mengalami 84 kelahiran.
Sang Ayah menjelaskan kepada Anda, para Brahmana, ciptaan yang lahir dari mulut
lotus Brahma. Bagaimana Anda bisa mengklaim warisan Anda dari Shiva Baba tanpa
menjadi Brahmana dan tanpa menjadi anak Prajapita Brahma? Prajapita Brahma
sangat terkenal. Pendirian dunia baru dijalankan melalui Brahma. Oleh sebab itu,
mereka pasti telah menerima kerajaan dunia baru. Daratan Vishnu didirikan
melalui Brahma 5000 tahun yang lalu. Sekarang, itu akan berulang. Anda sedang
melakukan persiapan untuk itu. Beberapa anak bertanya, “Mana yang harus kami
anggap lebih besar? Drama atau upaya kami?” Anda telah diberi penjelasan bahwa
Anda benar-benar harus berupaya. Bagaimana Anda bisa menerima imbalan Anda tanpa
berupaya? Anda harus berupaya penuh. Ketika seseorang berupaya dengan sangat
baik, dikatakan bahwa upayanya sangat bagus sesuai dengan drama, dan oleh karena
itu, dia akan menerima status yang baik; upayanya sangat intens. Akan tetapi,
selagi menjalani kehidupan spiritual, status sebagian orang menurun. Para
pengajar Brahmana tahu, dan mereka yang belajar dengan para pengajar Brahmana
juga tahu, bahwa si ini atau si itu dahulu menjalani kehidupan spiritual dengan
sangat baik, tetapi belakangan ini dia tidak datang lagi. Ada beberapa orang
yang berkata, “Saya tidak mengerti mengapa hal ini tidak bisa melekat dalam
intelek saya. Saya sama sekali tidak mampu mengingat Baba. Saya tidak bisa
melanjutkan lebih jauh. Destinasi ini sangat tinggi!” Mereka menulis hal-hal
semacam itu. Hal yang utama adalah menjadi tanpa sifat buruk. Melepaskan
sifat-sifat buruk sangatlah sulit. Anda tahu bahwa tahapan orang itu telah
menjadi sedemikian rupa sesuai dengan drama, sama persis seperti di siklus
sebelumnya. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1.
Saksikanlah sandiwara tak terbatas ini sebagai pengamat tanpa keterikatan.
Jangan takut terhadap siapa pun. Agar bisa menjadi tanpa rasa takut, teguhkanlah
pelajaran: “Saya adalah jiwa.”
2. Periksa dan
ujilah diri Anda sendiri untuk memastikan bahwa tidak ada organ fisik Anda yang
mendatangkan kenakalan. Sudahkah saya menaklukkan sifat buruk nafsu birahi?
Hingga sejauh mana saya sudah berkesadaran jiwa?
Berkah:
Semoga Anda
menjadi jiwa beruntung yang mengalami suhaag sejati (keberuntungan memiliki
suami) dengan menyadari Sang Ayah Yang Esa.
Mereka yang
mendengar tetapi tidak mendengar kata-kata orang lain, yang tidak memasukkan
kesadaran akan jiwa-jiwa lain ke dalam pikiran atau mimpi mereka, yaitu, mereka
yang tidak tunduk pada sosok jasmani apa pun, dan memiliki kesadaran bahwa
mereka milik satu Sang Ayah dan bukan yang lain, memakai tilak suhaag yang tak
termusnahkan. Hanya mereka yang memiliki suhaag sejatilah yang beruntung.
Slogan:
Untuk
menjadikan tahapan Anda luhur, jadilah antarmukhi terlebih dahulu sebelum Anda
masuk ke dalam ekstroversi.
Sinyal Avyakt:
Tetaplah Berada dalam Tahapan Vulkanik dan Alamilah Ingatan yang Penuh Kekuatan
Ketika Anda
memasukkan sesuatu ke dalam api, nama, bentuk, dan kualitasnya berubah. Dengan
cara yang sama, ketika Anda terhanyut dalam api ingatan kepada Sang Ayah, Anda
mengalami transformasi. Dari manusia, Anda menjadi Brahmana dan dari Brahmana,
Anda menjadi malaikat, yang kemudian menjadi devi-devta. Transformasi semacam
itu terjadi dalam api cinta kasih sehingga tidak ada kesadaran diri yang tersisa
dan inilah mengapa ingatan ini dikatakan bewujud vulkanik.