12.08.26       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, dengan terus mengingat Baba, Anda mengalami pertanda baik. Anda sekarang memiliki pertanda baik Jupiter di atas Anda, jadi inilah tahapan menaik Anda.

Pertanyaan:
Apa akibatnya jika Anda tidak memberi perhatian penuh dalam beryoga? Metode apa yang harus digunakan agar bisa terus-menerus mengingat Baba?

Jawaban:
Jika Anda tidak memberi perhatian penuh dalam beryoga: 1. Maya mengganggu pada saat Anda sedang menjalani kehidupan spiritual, sehingga Anda jatuh. 2. Anda menjadi berkesadaran badan serta terus melakukan banyak kesalahan. Maya membuat Anda melakukan perbuatan yang salah; dia menjadikan Anda tidak suci. Agar bisa terus-menerus mengingat Baba, taruhlah manik di mulut Anda. Jangan menjadi marah. Lupakanlah segala sesuatu, termasuk badan Anda sendiri, dan berlatihlah, “Saya adalah jiwa, anak Sang Jiwa Yang Maha Tinggi.” Teruslah menyadari pencapaian-pencapaian yang Anda alami melalui kekuatan yoga.

Lagu:
Salam hormat kepada Shiva!

Om Shanti.
Anda, anak-anak rohani yang termanis, mendengar pujian Ayah rohani Anda, Shiva Baba. Hanya ketika dosa meningkat, yaitu pada saat jiwa-jiwa manusia menjadi berdosa, Sang Ayah, Sang Penyuci, datang untuk menyucikan mereka yang tidak suci. Pujian ini hanyalah bagi Sang Ayah yang tak terbatas. Beliau juga disebut sebagai Tuhan & Tuan Atas Pohon (Vrikshapati). Pada waktu ini, Anda memiliki pertanda yang tak terbatas, yaitu pertanda baik Jupiter (Brhaspati), dari Sang Ayah yang tak terbatas. Ada dua istilah: “pada umumnya” dan “pada khususnya”. Makna dari keduanya Anda alami di sini. Melalui pertanda baik Jupiter, Bharata pada khususnya mengalami jeevan mukti, artinya: Bharata mengklaim status kedaulatan dirinya. Sang Ayah sejati, yang disebut Yang Maha Benar, datang dan mengubah kita dari manusia biasa menjadi Narayana. Semua jiwa yang lain memasuki bagian agama mereka sendiri, secara berurutan, kemudian turun, secara berurutan. Mereka akan terus turun sampai akhir zaman besi. Setiap jiwa telah menerima peran masing-masing dalam agamanya sendiri. Dari raja sampai rakyat, mereka semua telah menerima peran mereka sendiri dalam kerajaan mereka. Sandiwara ini adalah mengenai mereka, dari raja sampai rakyat. Masing-masing jiwa harus memainkan perannya sendiri. Anda anak-anak tahu bahwa Anda sekarang memiliki pertanda baik Jupiter di atas Anda. Bukan berarti bahwa pertanda ini hanya berlaku selama satu hari; tidak, pertanda baik Jupiter akan terus ada di atas Anda. Sekarang adalah tahapan menaik Anda. Semakin banyak Anda mengingat Baba, semakin meningkat tahapan Anda. Ketika Anda lupa untuk mengingat Baba, ada rintangan Maya. Hanya dengan mengingat Baba, Anda mengalami pertanda baik. Jika Anda tidak mengingat Baba dengan baik, Anda pasti akan jatuh. Anda kemudian terus membuat satu kesalahan atau yang lain. Baba telah menjelaskan bahwa sesuai dengan drama, jiwa-jiwa dari semua agama terus turun, satu per satu, untuk memainkan peran mereka. Anda anak-anak tahu bahwa sekarang ada pertanda baik surga, yaitu pertanda baik jeevan mukti, di atas Anda. Anda juga harus memahami bagaimana siklus drama ini berputar, secara rinci. Siklus drama dunia ini secara khusus diciptakan tentang Bharata. Sang Ayah hanya datang di Bharata. Ada ungkapan bahwa beberapa orang takjub oleh pengetahuan ini saat mereka mendengarnya, kemudian mereka menyampaikan kepada orang lain, tetapi mereka kemudian lari. Selagi menjalani kehidupan spiritual, mereka jatuh karena gangguan Maya. Ketika Anda tidak memberi perhatian penuh terhadap yoga, Sang Ayah harus datang dan memberi Anda herba sanjeewani, yaitu herba yang menghidupkan Anda kembali. Anda juga adalah Hanuman. Sang Ayah telah menjelaskan bahwa pada saat ini, Beliau membuat Anda mencium wangi herba itu agar Anda bisa mengusir Rahwana. Sang Ayah memberi tahu Anda kebenaran mengenai segala sesuatu. Hanya Sang Ayah Yang Esalah Yang Maha Benar. Beliau datang untuk memberi tahu Anda kisah tentang Narayana sejati dan melaksanakan pendirian zaman emas. Beliau disebut Yang Maha Benar, Yang Esa yang menyampaikan kebenaran. Ketika orang-orang bertanya kepada Anda, “Apakah Anda percaya kepada kitab suci?” jawablah mereka, “Tentu saja, mengapa kami tidak percaya kepada kitab suci?” Kami tahu bahwa semua kitab suci itu berasal dari jalan pemujaan. Kita menyadari bahwa ada dua hal: pengetahuan dan pemujaan. Ketika Anda sudah menerima pengetahuan, apa perlunya pemujaan? Pemujaan berarti tahapan menurun, sedangkan pengetahuan berarti tahapan menaik. Pemujaan berlanjut pada saat ini. Kita sekarang telah menerima pengetahuan yang mendatangkan keselamatan. Hanya Tuhan Yang Esa adalah Sang Pelindung Para Pemuja. Anda diberi perlindungan terhadap musuh. Sang Ayah berkata, “Saya datang dan melindungi Anda dari Rahwana.” Anda bisa melihat bagaimana Anda dilindungi dari Rahwana. Anda harus menaklukkan Rahwana. Sang Ayah menjelaskan, “Anak-anak yang manis, Rahwana telah menjadikan Anda tamopradhan.” Zaman emas disebut surga yang satopradhan. Kemudian, derajat Anda terus menurun. Pada akhirnya, ketika Anda menjadi sepenuhnya berkesadaran badan, Anda menjadi tidak suci. Ketika gedung baru dibangun, itu masih baru. Kemudian, setelah sebulan atau enam bulan, derajatnya menurun sedikit. Mereka mengecat ulang bangunan itu setiap tahun. Derajat terus menurun. Segala sesuatu berubah, dari baru menjadi tua, dan dari tua menjadi baru. Ini berlaku untuk segala hal sejak awal mulanya. Anda tahu bahwa gedung tertentu bisa bertahan selama 100 sampai 150 tahun. Sang Ayah menjelaskan, “Dunia baru disebut zaman emas. Kemudian, zaman perak berkurang 25% karena dunia sudah menjadi sedikit tua. Itu adalah dinasti chandra. Lambang kesatria diberikan untuk dinasti itu, karena mereka tidak menjadi layak menerima dunia baru. Inilah sebabnya, posisi mereka sedikit lebih rendah.” Semua orang ingin pergi ke daratan Krishna. Mereka tidak mengatakan bahwa mereka ingin pergi ke daratan Rama. Semua orang berkata bahwa mereka ingin pergi ke daratan Krishna. Mereka bernyanyi, “Mari kita pergi ke Vrindavan dan menyanyikan pujian Radhe dan Govinda.” Ini mengacu kepada Vrindavan, bukan Ayodhya (tempat kelahiran Rama). Semua orang begitu mengasihi Shri Krishna. Mereka semua mengingat Krishna dengan penuh cinta kasih. Ketika melihat patung Krishna, mereka berkata bahwa mereka ingin memiliki seorang suami, anak laki-laki, atau saudara seperti dia. Anak-anak yang bijak menempatkan patung Krishna di hadapan mereka agar bisa memperoleh anak laki-laki seperti dia. Mereka terus larut dalam cinta kasih terhadap Krishna. Semua orang menginginkan daratan Krishna. Sekarang adalah daratan Kansa, daratan Rahwana. Daratan Krishna memiliki nilai sangat penting. Semua orang begitu banyak mengingat Krishna. Inilah sebabnya, Sang Ayah berkata, “Anda telah mengingat Krishna sedemikian lama. Sekarang, berupayalah untuk pergi ke daratan Krishna, yaitu memasuki klannya. Ada delapan klan dalam dinasti surya. Oleh sebab itu, berupayalah sedemikian rupa agar Anda mampu menjadi bagian dari kerajaan dan berayun dalam ayunan bersama para pangeran.” Ini harus dipahami. Sang Ayah berkata, “Anak-anak, semaksimal mungkin, tetaplah ‘Manmanabhawa’.” Ketika Anda tidak terus mengingat Baba, Anda jatuh. Pengetahuan tidak pernah membuat Anda jatuh. Jika Anda tidak terus mengingat Baba, maka Anda jatuh. Sandiwara tentang Aladdin dan lampu ajaibnya, dan sandiwara tentang Hatamtai (manik dalam mulut) didasarkan pada hal ini. Agar bisa terus mengingat Baba, taruhlah manik dalam mulut. Ketika orang menjadi marah, mereka bereaksi dan mengatakan sesuatu, jadi mereka disuruh menaruh sesuatu dalam mulut mereka. Jika Anda tidak mengatakan apa pun, tidak akan ada amarah. Sang Ayah berkata, “Jangan pernah marah terhadap siapa pun.” Akan tetapi, karena tidak memahami hal-hal ini sepenuhnya, orang-orang telah menuliskan hal-hal yang keliru dalam kitab suci. Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan kepada Anda secara akurat. Hanya ketika Beliau datang, barulah Beliau bisa menjelaskan kepada Anda. Orang menyanyikan pujian tentang mereka yang dahulu pernah ada dan sekarang tiada. Tagore dan Ratu Jhansi pernah ada di masa lalu, jadi berbagai sandiwara telah diciptakan tentang mereka. Baiklah, Shiva dahulu juga pernah datang dan telah pergi, dan inilah sebabnya, orang-orang merayakan hari kelahiran Beliau. Akan tetapi, mereka tidak tahu kapan Shiva datang maupun apa yang dilakukan Beliau ketika Beliau datang. Beliau adalah Sang Ayah dari seluruh dunia. Beliau pasti telah datang untuk memberikan keselamatan kepada semua jiwa. Hari ulang tahun para tokoh yang mendirikan agama Islam dan Buddha juga dirayakan. Mereka memiliki waktu, tanggal, dan tempat kelahiran semua orang, tetapi tak seorang pun tahu hal-hal sedemikian rupa tentang agama ini. Mereka berkata, “Sekian ribu tahun sebelum Kristus, Bharata dahulu adalah surga.” Ketika mereka menggambar swastika, mereka menunjukkan empat bagian sama besar, yang mewakili empat zaman. Tiap zaman tidak mungkin lebih singkat atau lebih lama. Di Kuil Jagadnath, mereka menanak nasi dalam suatu kuali yang terbagi menjadi empat bagian sama rata. Sang Ayah berkata, “Mereka telah menciptakan begitu banyak kerumitan di jalan pemujaan.” Beliau berkata, “Sekarang, lupakanlah segala sesuatu, termasuk badan Anda. ‘Saya, sang jiwa, adalah anak Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi.’ Latihlah kesadaran ini saja.” Baba adalah Sang Pencipta Surga. Oleh sebab itu, Beliau pasti mengirim kita ke surga. Tidak mungkin Beliau mengirim kita ke neraka. Sang Ayah tidak pernah mengirim siapa pun ke neraka. Pertama-tama, semua jiwa mengalami kebahagiaan. Terlebih dahulu, ada kebahagiaan, kemudian barulah ada kesengsaraan. Sang Ayah adalah Sang Penghapus Kesengsaraan dan Sang Pemberkah Kebahagiaan Bagi Semua Jiwa. Jiwa-jiwa terlebih dahulu mengalami kebahagiaan, lalu kesengsaraan. Hati nurani juga mengatakan bahwa kita terlebih dahulu menjadi satopradhan, kemudian kita menjadi sato, rajo, dan tamo. Orang mengira bahwa orang-orang di luar negeri itu bijak. Mereka memproduksi bom-bom yang sedemikian rupa, yang bisa langsung menghabisi semua orang. Dewasa ini, mereka bisa langsung mengkremasi jenazah dengan menggunakan listrik. Demikian juga, ketika bom meledak, itu menimbulkan api dan manusia juga langsung mati. Timbunan jerami ini harus dibakar. Akan timbul badai-badai yang sedemikian dahsyat sehingga semua desa akan luluh lantak. Pada saat itu, tidak akan ada persiapan bagi mereka untuk mampu menyelamatkan apa pun. Penghancuran harus terjadi. Dunia lama harus berakhir. Ini juga sudah disebutkan dalam Gita. Sang Ayah telah menjelaskan, “Bangsa Eropa akan menjatuhkan bom-bom yang sedemikian rupa sehingga tak seorang pun bahkan menyadarinya.” Anda anak-anak tahu bahwa penghancuran terjadi di siklus sebelumnya dan sekarang akan terulang kembali. Anda juga sedang belajar, sama seperti yang Anda lakukan di siklus sebelumnya. Pohon terus bertumbuh perlahan-lahan. Seiring dengan perkembangan, pendirian berlangsung. Badai-badai Maya membuat bunga-bunga yang bagus pun gugur. Ketika Anda tidak terus beryoga sepenuhnya, Maya mendatangkan rintangan. Jika Anda jatuh dalam sifat buruk nafsu birahi setelah menjadi anak Sang Ayah dan berjanji untuk hidup suci, Anda menghina nama Beliau. Anda kemudian akan terpukul sangat keras. Sang Ayah berkata, “Jangan pernah dicederai oleh sifat buruk nafsu birahi.” Anda anak-anak tahu bahwa sungai darah akan mengalir di sini. Di zaman emas, sungai susulah yang akan mengalir. Itu adalah dunia baru, sedangkan ini adalah dunia lama. Lihatlah apa yang terdapat di zaman besi dan lihatlah kenyamanan yang ada di dunia baru. Di sini, tidak ada apa-apa. Anak-anak perempuan dahulu sering mengalami trans dan mereka melihat segala sesuatu, kemudian kembali. Mereka memperoleh penglihatan gaib tentang meminum jus mangga serta melakukan berbagai hal lain di alam halus. Mereka dahulu sering memberitahukan bagaimana mereka pergi ke alam jiwa dan bagaimana Baba kemudian mengirim mereka ke surga. Semua penglihatan gaib dan sebagainya itu sudah ditakdirkan dalam drama. Tidak ada yang Anda peroleh dengan mengalami penglihatan gaib. Ada banyak anak perempuan yang dahulu sering pergi ke alam halus dan meminum jus mangga dan sebagainya. Sekarang, mereka tidak lagi ada di sini! Anak-anak kelas satu yang sangat bagus telah hilang. Mereka yang dahulu sering mengalami trans dan memperoleh penglihatan gaib sekarang sudah menikah. Maya benar-benar luar biasa! Keberuntungan mereka berbalik total. Ada banyak yang memainkan peran yang sangat bagus. Mereka bahkan sangat membantu pada saat genting, tetapi sekarang mereka tidak lagi ada di sini. Inilah sebabnya, Sang Ayah berkata, “Maya sangat kuat. Anda sedang bertempur melawan Maya. Ini disebut pertempuran melalui kekuatan yoga.” Tidak ada orang yang tahu tentang pencapaian yang diraih melalui kekuatan yoga. Mereka sekadar mengatakan bahwa itu adalah yoga kuno Bharata. Yoga dijelaskan kepada Anda, anak-anak yang termanis; mereka mengingat Raja Yoga kuno dari Bharata. Tidak ada seorang filsuf pun yang memiliki pengetahuan spiritual. Hanya Sang Ayah rohanilah Sang Samudra Pengetahuan. Kepada Beliau, orang-orang bernyanyi, “Salam hormat kepada Shiva.” Pujian Beliau dinyanyikan. Sang Ayah datang dan menjelaskan begitu banyak pengetahuan kepada Anda. Ini disebut mata ketiga pengetahuan. Tidak ada orang lain yang memiliki kuasa untuk menyebut diri “trikaldarshi”. Hanya Anda, para Brahmana, yang menciptakan api persembahan, adalah “trikaldarshi”. Inilah api persembahan pengetahuan Rudra. Shiva juga disebut Rudra. Orang-orang telah memberi Beliau banyak nama. Di setiap daratan, ada berbagai macam nama untuk Beliau. Tak seorang pun, kecuali Sang Ayah, memiliki sedemikian banyak nama. Beliau juga disebut Babulnath, Tuhan yang mengubah duri menjadi bunga. Babul adalah jiwa-jiwa yang memiliki duri dalam diri mereka. Baba adalah Yang Esa, yang mengubah duri menjadi bunga. Inilah sebabnya, Beliau disebut Babulnath. Di Bombay, orang-orang mengadakan perkumpulan besar di sana (di Kuil Babulnath), tetapi mereka tidak mengerti maknanya. Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan bahwa nama Beliau yang benar adalah Shiva. Para pebisnis menyebut angka nol sebagai “Shiva”. Selagi menghitung, setiap kali mereka sampai ke angka sepuluh, mereka mengatakan, “Shiva.” Sang Ayah berkata, “Saya, Sang Titik, adalah bintang.” Ada banyak orang yang membubuhkan tilak ganda pada dahi mereka untuk mewakili Sang Ibu dan Sang Ayah. Ini juga merupakan simbol Sang Surya Pengetahuan dan bulan pengetahuan. Orang-orang tidak memahami maknanya. Baba sedang menjelaskan tentang yoga; yoga sangat terkenal. Anda anak-anak sekarang harus meninggalkan istilah “yoga” dan hanya terus mengingat Baba. Sang Ayah berkata, “Tidak ada orang yang bisa memahami apa pun dari istilah ‘yoga’. Mereka baru bisa paham jika Anda menggunakan istilah ‘ingatan’.” Anda harus begitu banyak mengingat Sang Ayah! Beliau juga disebut Sang Mempelai Pria. Beliau menjadikan Anda ratu. Sang Ayah memberikan warisan kerajaan dunia kepada Anda. Anda masing-masing hanya memiliki satu ayah di zaman emas. Di jalan pemujaan, Anda memiliki dua ayah, dan di jalan pengetahuan, Anda memiliki tiga ayah. Ini sungguh luar biasa! Anda memahami makna segala sesuatu. Semua orang di zaman emas bahagia. Inilah sebabnya, mereka bahkan tidak tahu tentang Sang Ayah parlokik. Anda sekarang tahu tentang tiga ayah. Hal-hal ini begitu mudah dipahami. Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Agar bisa tetap mengingat Baba, jangan berbicara; taruhlah manik dalam mulut Anda, maka amarah akan reda. Jangan pernah marah terhadap siapa pun.

2. Daratan penderitaan ini sekarang harus dibakar. Oleh sebab itu, lupakanlah daratan ini dan ingatlah dunia baru. Peganglah janji Anda kepada Sang Ayah dengan teguh, yaitu janji untuk memelihara kesucian.

Berkah:
Semoga Anda mengakhiri kesadaran "saya" dengan mempraktikkan tahapan tak berwujud jasmani dan menjadi tanpa ego.

Saat ini, benang yang paling halus dan indah adalah kesadaran "saya". Kata "saya" ini membawa Anda melampaui kesadaran badan dan juga membawa Anda ke dalam kesadaran badan. Ketika kesadaran "saya" datang dalam bentuk yang salah, maka, alih-alih membuat Anda mengasihi Sang Ayah, itu membuat Anda mengasihi orang lain, nama, penghargaan, atau kehormatan. Untuk menjadi bebas terus-menerus dari belenggu ini, pertama-tama tetaplah stabil dalam tahapan tak berwujud jasmani dan kemudian masuk ke dalam wujud badan Anda. Jadikan latihan ini sebagai sifat alami Anda maka Anda akan menjadi tanpa ego.

Slogan:
Mendengar situasi baik atau buruk seseorang, lalu kemudian memiliki pikiran tidak suka, berarti mengikuti perintah orang lain.

Sinyal Avyakt: Akhiri Benih Ketidaksucian dan Jadilah Sepenuhnya Bersih (Suci)

Ketika tidak ada jejak ketidaksucian dalam pikiran atau mimpi Anda, maka Anda akan dikatakan sebagai Brahmana sejati. Untuk dharna ini, dikatakan: Anda tidak boleh meninggalkan agama Anda meskipun Anda harus mati. Mereka yang memiliki keberanian dan keyakinan yang teguh seperti itu tidak akan pernah mundur dari situasi apa pun, tetapi akan dengan senang hati melakukan penanggalan, toleransi, dan mampu menghadapi apa pun serta tetap berani.