12.09.26       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, ini sekarang adalah kerajaan Rahwana. Dunia lama sedang berakhir dan dunia baru segera datang. Oleh sebab itu, ikutilah shrimat dan jadilah suci, maka Anda akan menjadi devi-devta yang luhur.

Pertanyaan:
Apa makna penting dari kisah tentang Narayana sejati, yang diberitahukan Sang Ayah kepada Anda, anak-anak Beliau?

Jawaban:
Makna penting dari kisah tersebut adalah tentang mengklaim kerajaan dan kehilangan kerajaan. Manusia pertama (Alpha) menemukan Allah, dan oleh sebab itu, dia menanggalkan “donkeyship”. Jiwa yang pertama kali menjadi master dunia mengalami 84 kelahiran dan kehilangan kerajaan. Kemudian, Sang Ayah datang dan memberinya kerajaan itu sekali lagi. Berubah dari tidak suci menjadi suci, menanggalkan “donkeyship”, dan mengklaim kerajaan – itulah kisah tentang Narayana sejati yang Sang Ayah beri tahukan kepada Anda.

Lagu:
Akhirnya, hari yang kita nanti-nantikan telah tiba.

Om Shanti.
Sang Ayah rohani telah menjelaskan makna “Om shanti”. “Om” berarti “saya adalah jiwa dan ini adalah badan saya”. Sang jiwa tidak kelihatan. Anda paham bahwa Anda masing-masing adalah jiwa dan bahwa ini adalah badan saya. Mental dan intelek ada di dalam jiwa; intelek bukan berada di dalam badan. Sanskara baik dan buruk ada di dalam jiwa. Sang jiwalah yang utama. Tidak ada orang yang bisa melihat jiwa. Sang jiwa bisa melihat badan, tetapi badan tidak bisa melihat sang jiwa. Anda bisa tahu ketika jiwa meninggalkan badannya, karena badan itu menjadi tidak hidup. Sang jiwa tidak bisa dilihat, tetapi badan bisa dilihat. Demikian juga, Anda tidak bisa melihat Sang Ayah dari semua jiwa, Yang Esa, yang dipanggil oleh semua orang: “Wahai, Tuhan, Sang Ayah!” Beliau bisa disadari dan dipahami. Semua jiwa bersaudara. Ketika jiwa-jiwa berada di dalam badan, mereka disebut bersaudara atau saudara-saudari. Sang Ayah dari semua jiwa adalah Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Saudara dan saudari fisik bisa melihat satu sama lain. Sang Ayah dari semua jiwa hanyalah Yang Esa, tetapi Beliau tidak bisa dilihat. Sang Ayah telah datang untuk mengubah dunia lama ini menjadi baru. Dunia baru adalah zaman emas, sedangkan dunia lama ini adalah zaman besi. Sekarang, dunia ini harus berubah. Sebagaimana rumah lama diruntuhkan dan rumah baru dibangun, demikian juga dunia lama ini akan dihancurkan. Setelah zaman emas, akan ada zaman perak, perunggu, dan besi; kemudian, zaman emas pasti akan datang kembali. Sejarah dan geografi dunia harus berulang. Di zaman emas, ada kerajaan devi-devta. Dinasti surya dan chandra berlangsung selama setengah siklus. Itu disebut dinasti Lakshmi dan Narayana serta Rama dan Sita. Jadi, ini mudah. Semua agama yang lain selanjutnya berdatangan selama zaman perunggu dan besi. Devi-devta yang dahulu suci menjadi tidak suci. Ini disebut kerajaan Rahwana. Orang-orang membakar ogoh-ogoh Rahwana setiap tahun, tetapi dia tidak pernah benar-benar terbakar. Dialah musuh terbesar bagi semua orang. Inilah sebabnya ada tradisi membakar ogoh-ogohnya. Musuh nomor satu Bharata adalah Rahwana, sedangkan sahabat nomor satu Bharata adalah Khuda, Yang Esa, yang memberikan kebahagiaan kepada semua jiwa. Khuda disebut Sang Sahabat. Ada kisah berdasarkan ini, di mana Khuda adalah Sang Sahabat dan Rahwana adalah musuh. Anda tidak mungkin membakar ogoh-ogoh Khuda, Sang Sahabat. Rahwana adalah musuh; inilah sebabnya, setiap tahun orang-orang membuat ogoh-ogoh Rahwana berkepala sepuluh dan membakarnya. Gandhiji dahulu juga sering berkata bahwa dia menginginkan terwujudnya kerajaan Rama. Ada kebahagiaan di kerajaan Rama dan ada penderitaan di kerajaan Rahwana. Siapa yang menjelaskan semua ini? Sang Ayah, Sang Penyuci, Shiva Baba – dan Brahma Dada. Baba selalu membubuhkan tanda tangan “BapDada”. Prajapita Brahma, yang juga disebut Adam, adalah ayah dari semua manusia. Dia disebut kakek buyut. Dialah Ayah Seluruh Umat Manusia. Brahmana diciptakan melalui Prajapita Brahma, kemudian mereka menjadi devi-devta. Mereka menjadi devi-devta, kemudian menjadi kesatria, waisya, dan selanjutnya shudra. Orang ini disebut Prajapita Brahma. Pemimpin dunia manusia, Prajapita Brahma, memiliki begitu banyak anak. Mereka terus memanggil dia, “Baba, Baba!” Orang ini adalah Baba yang berwujud jasmani. Shiva Baba adalah Baba yang tak berwujud jasmani. Ada ungkapan bahwa dunia manusia yang baru diciptakan melalui Prajapita Brahma. Ini adalah dunia yang tidak suci, kerajaan Rahwana. Dunia Rahwana yang bersifat iblis ini sekarang harus dihancurkan, dan untuk itu, ada Perang Mahabharata. Kemudian, di zaman emas, tak seorang pun akan membakar ogoh-ogoh Rahwana, si musuh, karena Rahwana tidak akan ada di sana. Rahwanalah yang menciptakan dunia penuh penderitaan ini. Bukan berarti bahwa mereka yang memiliki banyak kekayaan, istana-istana megah, dan sebagainya, berada di surga. Sang Ayah menjelaskan, “Sekalipun seseorang mungkin memiliki harta berjuta-juta, dia tidak memiliki kedamaian. Semua uangnya dan lain-lain akan menjadi debu.” Tambang-tambang baru akan muncul di dunia baru, dan dari tambang-tambang itu, semua istana dan sebagainya akan dibangun di dunia baru. Dunia lama ini sekarang akan dihancurkan. Di zaman emas, mereka tanpa sifat buruk, sepenuhnya tanpa sifat buruk. Anak-anak di sana lahir melalui kekuatan yoga. Sifat buruk tidak ada di sana. Tidak ada kesadaran badan, amarah, maupun nafsu birahi. Lima sifat buruk tidak ada di sana. Inilah sebabnya, mereka tidak pernah membakar Rahwana di sana. Di sini, dunia ini adalah kerajaan Rahwana. Itulah sebabnya, semua jiwa memanggil-manggil, “Wahai, Sang Penyuci, datanglah!” Beliaulah Sang Pembebas dan Sang Penghapus Kesengsaraan bagi semua jiwa. Pada saat ini, semua jiwa berada dalam kerajaan Rahwana. Sang Ayah harus datang untuk membebaskan Anda. Sang Ayah berkata, “Jadilah suci!” Dunia yang tidak suci ini akan berakhir. Mereka yang mengikuti shrimat akan menjadi devi-devta yang luhur. Penghancuran akan terjadi dan segala sesuatu akan dihancurkan. Siapa yang akan diselamatkan? Mereka yang menjadi suci dengan mengikuti shrimat. Merekalah jiwa-jiwa yang mengklaim warisan kedaulatan dunia dengan mengikuti petunjuk Sang Ayah. Dahulu, ada kerajaan Lakshmi dan Narayana. Sekarang, ini adalah kerajaan Rahwana, dan kerajaan ini akan berakhir. Kerajaan Rama, zaman emas, harus didirikan. Ini bukan Ramanya Sita. Orang-orang telah menuliskan banyak hal yang tak bermanfaat dalam kitab-kitab suci. Seluruh dunia ini adalah Alengka dan semuanya adalah kerajaan Rahwana. Bharata dahulu adalah Burung Gereja Emas di zaman emas, dan di sana tidak ada kerajaan lain. Sang Ayah datang dan sekali lagi mengubah Bharata menjadi surga, Burung Gereja Emas. Semua agama yang lain akan berakhir. Semua samudra akan meluap. Seperti apa Bombay dahulu? Itu hanyalah desa kecil. Zaman emas sekarang sedang didirikan, kemudian Bombay dan sebagainya tidak akan tetap ada. Hanya akan terdapat sangat sedikit manusia di zaman emas. Ibu kotanya adalah Delhi, dan di sana juga akan ada kerajaan Lakshmi dan Narayana. Delhi dahulu adalah daratan malaikat di zaman emas. Kerajaan ada di Delhi. Di kerajaan Rama, Delhi juga adalah ibu kotanya. Di kerajaan Rama, mereka memiliki istana-istana bertatahkan berlian dan permata; ada begitu banyak kebahagiaan. Sang Ayah berkata, “Anda kehilangan kerajaan dunia, dan Saya memberikannya kepada Anda sekali lagi. Ikutilah petunjuk Saya! Jika Anda ingin menjadi luhur, ingatlah Saya saja. Jangan mengingat sosok berbadan mana pun. Sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan ingatlah Saya, Ayah Anda, maka Anda akan berubah dari tamopradhan menjadi satopradhan. Anda kemudian akan datang kepada Saya. Anda akan menjadi kalung bunga di leher Saya, kemudian Anda akan menjadi kalung bunga di leher Vishnu. Saya ada pada puncak rosario, kemudian ada pasangan Brahma dan Saraswati. Mereka menjadi maharaja dan maharani zaman emas. Keseluruhan rosario duduk di atas singgasana secara berurutan. Saya mengubah Bharata menjadi surga melalui Brahma, Saraswati, dan para Brahmana.” Memorial diciptakan bagi mereka yang berupaya. Tempat kediaman jiwa-jiwa adalah hunian tertinggi, yang juga disebut Brahmanda. Kita semua, jiwa-jiwa, tinggal di sana, di rumah yang manis, bersama Sang Ayah. Itu adalah hunian kedamaian. Orang-orang ingin pergi ke hunian mukti, tetapi tak seorang pun bisa pulang ke rumah. Semua jiwa harus datang untuk memainkan perannya. Sebelum waktunya tiba, Sang Ayah terus mempersiapkan Anda. Ketika Anda sudah siap, semua jiwa yang sekarang masih berada di atas sana akan turun kemari, kemudian segalanya akan berakhir. Setelah itu, Anda akan pergi dan memerintah di dunia baru; Anda akan memasuki siklus secara berurutan. Anda telah mendengar dalam lagu tadi: “Akhirnya, hari yang kita nanti-nantikan telah tiba.” Di jalan pemujaan, Anda dahulu juga tersandung-sandung. Sang Ayah adalah Sang Surya Pengetahuan. Ketika Sang Surya Pengetahuan terbit, kegelapan ketidaktahuan sirna. Anda sekarang memiliki pengetahuan tentang permulaan, pertengahan, dan akhir dunia ini dalam intelek Anda. Anda tahu bahwa orang-orang Bharata, yang sekarang adalah penghuni neraka, nanti akan menjadi penghuni surga, sedangkan semua jiwa yang lain akan pergi ke hunian kedamaian. Anda hanya perlu menjelaskan sedikit: “Alpha adalah Baba, sedangkan beta adalah kerajaan. Anda menerima kerajaan dari Alpha dan ‘donkeyship’ pun berakhir.” Sang Ayah duduk di sini dan memberitahukan kisah itu kepada Anda. Itulah kisah sejati tentang Narayana sejati. Semua yang lain hanyalah cerita karangan. Baba memberikan pengetahuan ini kepada Anda untuk mengubah Anda dari manusia biasa menjadi Narayana. Ada sejarah dan geografi tentang kapan kerajaan Lakshmi dan Narayana dimulai dan selama berapa lama kerajaan tersebut berlangsung. Oleh sebab itu, ini disebut kisah, bukan? Mereka yang memerintah dunia mengalami 84 kelahiran dan akhirnya menjadi sepenuhnya tamopradhan. Sang Ayah berkata, “Saya sekarang sedang mendirikan kerajaan yang sama itu, sekali lagi.” Beliau menjelaskan keseluruhan sejarah dan geografi kepada Anda, tentang bagaimana Anda berubah dari tidak suci menjadi suci, dan dari suci menjadi tidak suci. Pertama-tama, ada kerajaan dinasti surya, kemudian dinasti chandra, dan seterusnya. Setelah itu, datanglah orang-orang Buddha, Islam, dan Kristen; agama devi-devta yang dahulu ada kemudian menghilang. Sejarah dan geografi dunia pun berulang. Dalam kitab-kitab suci, mereka menunjukkan bahwa Brahma berusia 100 tahun. Brahma ini, yang di dalam badannya Sang Ayah duduk serta memberikan warisan kepada Anda, juga akan meninggalkan badan. Hanya Sang Ayah dari semua jiwa yang berbicara kepada jiwa-jiwa. Hanya Beliaulah Sang Penyuci. Manusia tidak mampu menyucikan sesama manusia. Bagaimana mungkin mereka, yang tidak mampu membebaskan diri mereka sendiri, mampu membebaskan orang lain? Semua guru yang tak terhitung jumlahnya itu adalah orang-orang yang mengajarkan pemujaan. Ada yang berkata, “Lakukanlah pemujaan kepada dewa/dewi ini/itu,” sedangkan yang lain memberi tahu Anda untuk mendengarkan kitab suci. Ada begitu banyak pandangan dan pendapat yang berbeda-beda! Inilah sebabnya, semua orang semakin lama menjadi semakin tidak bijak. Sang Ayah sekarang datang dan menjadikan Anda bijak. Lakshmi dan Narayana adalah master dunia yang dahulu bijak, tetapi sekarang, mereka telah menjadi begitu miskin! Shiva Baba sekarang telah datang untuk mengubah Anda dari penghuni neraka menjadi penghuni surga. Sang Ayah menerangkan dengan begitu jelas kepada Anda bahwa keberuntungan Anda kini bangun. Sang Ayah datang untuk membangunkan keberuntungan semua manusia. Semua jiwa tidak suci dan tidak bahagia. Semua orang akan menangis dalam penderitaan dan dihancurkan. Inilah sebabnya, Baba berkata, “Klaimlah warisan dari Sang Ayah yang tak terbatas sebelum tangisan penderitaan dimulai.” Apa pun yang Anda lihat di dunia ini akan berakhir. Ada kejatuhan Bharata dan ada kebangkitan Bharata. Sandiwara ini didasarkan pada Bharata. Kebangkitannya terjadi pada zaman emas, sedangkan sekarang, di zaman besi, harus ada kejatuhan. Semua ini adalah kemegahan kerajaan Rahwana. Penghancuran sekarang harus terjadi. Akan ada kejatuhan dunia dan kebangkitan dunia. Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan siapa yang memerintah di zaman emas. Kebangkitan Bharata berarti kerajaan devi-devta, sedangkan kejatuhan Bharata berarti kerajaan Rahwana. Dunia baru sekarang sedang diciptakan dan dunia lama harus berakhir. Sebelum itu terjadi, Anda sekarang belajar bersama Sang Ayah demi mengklaim warisan Anda. Ini begitu mudah! Inilah studi untuk berubah dari manusia menjadi devi-devta. Para saniyasi hanya milik jalan pengasingan. Agama mereka sepenuhnya berbeda. Mereka meninggalkan jalan rumah tangga dan pergi jauh. Penanggalan mereka terbatas. Begitu Anda meninggalkan dunia lama ini, Anda tidak akan kembali ke sini. Anda harus menerangkan dengan sangat jelas, kapan agama tertentu datang. Semua agama yang lain datang setelah zaman perunggu dimulai. Anda mengalami kebahagiaan terlebih dahulu, barulah setelah itu Anda mengalami kesengsaraan. Seluruh siklus harus tertanam dalam intelek Anda. Pada awal Anda memasuki siklus, Anda menjadi maharaja dan maharani. Anda hanya perlu menjelaskan tentang Alpha dan beta. Baba tidak melarang siapa pun pergi ke luar negeri. Semua orang ingin mati di tanah airnya sendiri. Penghancuran pasti harus terjadi. Akan terjadi begitu banyak pergolakan sehingga Anda tidak akan bisa pulang dari luar negeri. Inilah sebabnya, Sang Ayah menjelaskan bahwa daratan Bharata adalah daratan yang terluhur. Di sinilah Sang Ayah datang dan berinkarnasi. Hari kelahiran Shiva juga dirayakan di sini. Namun, karena orang menyebutkan nama Krishna, semua pujian untuk Shiva berakhir. Sang Pembebas seluruh umat manusia datang dan berinkarnasi di sini. Hanya Tuhan, Sang Ayah, yang datang dan membebaskan semua jiwa. Anda seharusnya menunduk hormat kepada Sang Ayah yang sedemikian rupa. Anda juga semestinya merayakan hari kelahiran Beliau. Akan tetapi, seluruh nilai yang ditujukan bagi-Nya telah hilang karena orang menggunakan nama Krishna. Sesungguhnya, Bharatalah tempat perziarahan yang terluhur. Sang Ayah yang sama datang kemari dan menyucikan semua jiwa. Oleh sebab itu, inilah tempat perziarahan yang paling luhur. Beliau membebaskan semua jiwa dari kemerosotan dan memberi mereka keselamatan. Drama ini sudah ditakdirkan. Anda, jiwa-jiwa, tahu bahwa Baba kita sekarang sedang menjelaskan semua rahasia ini kepada kita melalui badan ini. Kita, jiwa-jiwa, mendengarkan melalui badan-badan kita. Anda harus berkesadaran jiwa. Sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan ingatlah Sang Ayah, maka karat akan terus dihilangkan dan Anda akan menjadi suci serta pergi kepada Sang Ayah. Semakin banyak Anda mengingat Beliau, semakin suci Anda jadinya. Ketika Anda membuat banyak orang lain menjadi setara dengan Anda, Anda akan menerima berkah dari banyak orang dan mengklaim status tinggi. Inilah sebabnya, ada ungkapan bahwa Anda menerima jeevan mukti dalam sedetik. Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Agar bisa menjadi kalung bunga di leher Sang Ayah, kemudian di leher Vishnu, jadilah sepenuhnya satopradhan. Ikutilah petunjuk Sang Ayah Yang Esa.

2. Lakukanlah pelayanan yang sedemikian rupa sehingga Anda terus menerima berkah dari banyak jiwa. Klaimlah warisan penuh Anda dari Sang Ayah sebelum tangisan penderitaan dimulai.

Berkah:
Semoga Anda menjadi raazyukt dan yogyukt serta menyenangkan hati semua jiwa dengan memahami makna mendalam dari senantiasa penuh cinta kasih.

Anak-anak yang senantiasa penuh cinta kasih kepada Yang Maha Kuasa dengan sendirinya menjadi penuh cinta kasih kepada semua jiwa. Mereka yang memahami makna mendalam akan hal ini; menjadi raazyukt, yogyukt, dan yuktiyukt melalui berbagai kebajikan ilahi. Jiwa-jiwa raazyukt seperti itu dengan mudah menyenangkan hati semua jiwa. Mereka yang tidak mengetahui rahasia ini terkadang membuat jiwa-jiwa lain tidak senang dan terkadang menjadi tidak senang terhadap diri mereka sendiri. Oleh karena itu, pahamilah rahasia untuk senantiasa penuh cinta kasih ini dan jadilah raazyukt.

Slogan:
Mereka yang menjadi instrumen, akan senantiasa ringan ketika memenuhi tanggung jawab mereka.

Sinyal Avyakt: Sekarang Munculkan Wujud Pemberkah Anda.

BapDada senantiasa memiliki hati yang besar dan tak terbatas. Oleh karena itu, Beliau adalah Penghibur Hati yang memenangkan hati setiap jiwa. Demikian pula, Anda, anak-anak, memiliki hati yang tak terbatas dan berhati dermawan. Anda memiliki hati pemberkah. Dengan hati yang bahagia, Anda menjadi jiwa-jiwa bahagia yang membuat dunia bahagia. Anda, jiwa-jiwa luhur, adalah penopang dunia. Anda semua menjadi lampu-lampu hidup yang menyala dan dengan demikian dunia menjadi tercerahkan. Ketika Anda semua berada dalam tahapan menaik, semua jiwa memperoleh manfaat.