13.10.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, sekarang adalah akhir dari daratan kematian ini. Daratan keabadian
sedang didirikan. Oleh sebab itu, jangan mengingat siapa pun yang berasal dari
daratan kematian.
Pertanyaan:
Apa yang Sang
Ayah ingatkan kepada anak-anak Beliau yang miskin?
Jawaban:
Anak-anak,
ketika Anda dahulu suci dan tanpa sifat buruk, Anda begitu bahagia. Tidak ada
orang sekaya Anda dahulu. Kebahagiaan Anda tanpa batas. Bumi, langit, dan segala
sesuatu ada dalam genggaman tangan Anda. Sang Ayah sekarang telah datang untuk
menjadikan Anda kaya raya kembali.
Lagu:
Tunjukkanlah
jalan kepada yang buta, wahai, Tuhan!
Om Shanti.
Anda,
anak-anak rohani yang termanis, jiwa-jiwa, mendengar lagu itu. Siapa yang
mengatakannya? Sang Ayah rohani dari semua jiwa. Anak-anak rohani berkata kepada
Sang Ayah rohani, “Baba!” Beliau disebut Ishwara (Tuhan) dan juga Sang Ayah.
Sang Ayah yang mana? Sang Ayah Yang Maha Tinggi. Ada dua ayah: ada ayah fisik
dan ada Sang Ayah rohani. Anak-anak dari ayah fisik memanggil-manggil kepada
Sang Ayah rohani, “Wahai, Baba!” Siapa nama Baba? Shiva. Shiva yang tanpa citra
jasmani, dipuja. Beliau disebut Sang Ayah Yang Maha Tinggi. Seorang ayah fisik
tidak bisa disebut “Yang Maha Tinggi”. Ayah dari semua jiwa, Yang Maha Tinggi,
hanyalah Yang Esa. Semua jiwa berbadan mengingat Sang Ayah. Jiwa-jiwa telah
melupakan tentang Ayah mereka. Mereka memanggil-manggil, “Wahai, Tuhan, Sang
Ayah! Berikanlah mata yang bisa melihat kepada kami yang buta ini agar kami
mampu mengenali Ayah kami! Kami menjadi buta dan terus tersandung-sandung di
jalan pemujaan. Sekarang, bebaskanlah kami dari tersandung-sandung!” Sang Ayah
datang setiap siklus dan mengubah Bharata menjadi surga. Sekarang adalah zaman
besi dan zaman emas akan segera datang. Periode antara zaman besi dan zaman emas
disebut zaman peralihan. Inilah zaman peralihan yang paling penuh berkah. Sang
Ayah yang tak terbatas datang dan mengubah mereka yang telah korup menjadi luhur
kembali. Beliau mengubah mereka menjadi manusia yang terluhur. Lakshmi dan
Narayana adalah manusia terluhur. Dahulu, ada kerajaan dinasti Lakshmi dan
Narayana. Sang Ayah datang dan mengingatkan Anda tentang itu. Anda, orang-orang
Bharata, adalah penghuni surga, 5000 tahun yang lalu, tetapi sekarang Anda
adalah penghuni neraka. Lima ribu tahun yang lalu, Bharata adalah surga dan
begitu banyak dipuji. Ada istana-istana keemasan bertatahkan emas dan permata.
Sekarang, tidak ada apa pun. Pada masa itu, tidak ada agama lain; hanya ada
dinasti surya. Jiwa-jiwa dinasti chandra datang belakangan. Sang Ayah
menjelaskan, “Hanya Andalah yang berasal dari dinasti surya.” Bahkan sekarang
pun, orang-orang masih terus membangun banyak kuil untuk Lakshmi dan Narayana.
Meskipun demikian, tak seorang pun mengetahui kapan kerajaan Lakshmi dan
Narayana ada, atau bagaimana mereka mengklaim kerajaan mereka. Orang-orang terus
memuja Lakshmi dan Narayana, tetapi tidak mengetahui apa pun tentang mereka.
Jadi, itu adalah keyakinan buta. Manusia memuja Shiva dan Lakshmi dan Narayana,
tetapi tak seorang pun mengetahui biografi mereka. Orang-orang Bharata sendiri
mengatakan bahwa mereka tidak suci, “Wahai, Baba, Sang Penyuci, datanglah!
Datang dan bebaskanlah kami dari penderitaan dan kerajaan Rahwana.” Sang Ayah
datang dan membebaskan semua jiwa. Anda anak-anak tahu bahwa dahulu hanya
terdapat satu kerajaan di zaman emas. Partai Kongres dan Bapu Gandhiji juga
menginginkan terwujudnya kerajaan Rama sekali lagi: “Kami ingin menjadi penghuni
surga.” Anda bisa mengetahui, seperti apa kondisi penghuni neraka dewasa ini.
Ini disebut neraka, dunia iblis. Bharata ini dahulu adalah dunia devi-devta.
Sekarang, Bharata telah menjadi dunia iblis. Baba menjelaskan bahwa Anda telah
mengalami 84 kelahiran, bukan 8,4 juta kelahiran. Orang-orang telah menuliskan
berbagai ketidakbenaran dalam kitab-kitab suci. Lima ribu tahun sebelum sekarang,
ada jalan keselamatan. Tidak ada pemujaan maupun nama atau jejak penderitaan di
sana. Itu disebut daratan kebahagiaan. Sang Ayah menjelaskan, “Aslinya, Anda
adalah penghuni hunian kedamaian. Anda datang kemari untuk memainkan peran Anda.
Anda mengalami 84 kelahiran kembali, bukan 8,4 juta kelahiran kembali.” Sang
Ayah yang tak terbatas sekarang telah datang untuk memberikan warisan yang tak
terbatas kepada Anda anak-anak. Beliau berbicara kepada Anda, jiwa-jiwa. Dalam
berbagai perkumpulan spiritual yang lain, manusia menyampaikan kisah-kisah jalan
pemujaan kepada sesama manusia. Ketika surga dahulu ada, tidak ada seorang pun
manusia yang tidak suci selama setengah siklus. Sekarang, tidak ada seorang pun
manusia yang suci. Ini adalah dunia yang tidak suci. Sang Ayah menjelaskan,
“Dalam Gita, orang menuliskan bahwa Tuhan Krishna berbicara. Krishna bukan Tuhan,
dan dia juga tidak menyampaikan Gita. Orang-orang itu tidak mengenal kitab suci
agama mereka. Mereka telah melupakan dharma mereka sendiri. Ada empat dharma
utama. Pertama, ada devi-devta dharma yang asli dan abadi dalam dinasti surya,
kemudian ada dinasti chandra. Keduanya bersama-sama disebut devi-devta dharma.
Di sana, tidak ada penderitaan. Anda dahulu tinggal di daratan kebahagiaan
selama 21 kelahiran. Kemudian, di kerajaan Rahwana, jalan pemujaan dimulai.”
Kapan Shiva Baba datang? Ketika sudah malam. Baba datang pada saat penghuni
Bharata berada dalam kegelapan ekstrem. Mereka terus memuja boneka. Mereka tidak
mengetahui biografi siapa pun. Mereka terus tersandung-sandung di jalan pemujaan.
Mereka berkeliling ke berbagai tempat perziarahan, tetapi tidak ada pencapaian
di sana. Sang Ayah berkata, “Saya datang dan memberi Anda pengetahuan sejati
melalui Brahma.” Orang-orang memanggil-manggil, “Tunjukkanlah jalan menuju
daratan kebahagiaan dan hunian kedamaian kepada kami.” Sang Ayah berkata, “Saya
telah menjadikan Anda begitu kaya raya, 5000 tahun yang lalu. Saya memberi Anda
begitu banyak kekayaan. Ke mana Anda hamburkan semua harta itu? Anda dahulu
sangat kaya raya.” Siapa yang menyebutnya “Bharata”? Bharata dahulu adalah
daratan yang paling luhur. Sesungguhnya, inilah tempat perziarahan yang teragung,
karena di sinilah tempat kelahiran Sang Ayah, Sang Penyuci. Beliau datang dan
memberikan keselamatan kepada jiwa-jiwa dari semua agama. Sekarang, kerajaan
Rahwana ada di seluruh dunia, bukan hanya di Alengka. Sifat-sifat buruk tidak
ada pada masa kerajaan dinasti surya. Bharata dahulu tanpa sifat buruk, tetapi
sekarang telah menjadi penuh sifat buruk. Semuanya adalah penghuni neraka.
Mereka yang berasal dari komunitas devi-devta di zaman emas mengalami 84
kelahiran, kemudian menjadi bagian dari komunitas iblis. Mereka sekarang akan
menjadi bagian dari komunitas devi-devta kembali. Bharata dahulu sangat kaya
raya, tetapi sekarang telah menjadi miskin. Inilah sebabnya, Bharata mengemis.
Sang Ayah mengingatkan Anda, anak-anak yang miskin, “Anak-anak, Anda dahulu
begitu bahagia! Tidak ada orang yang bisa menerima kebahagiaan sebesar yang Anda
miliki; bumi, langit, dan segala sesuatu ada dalam genggaman tangan Anda.”
Karena manusia telah memberikan durasi yang sangat panjang pada siklus dalam
kitab-kitab suci, mereka telah menidurkan semua jiwa dalam tidur iblis
Kumbhakarna. Bharata dahulu adalah Kuil Shiva, yang didirikan oleh Shiva Baba.
Dahulu terdapat kesucian di sana, dan devi-devta memerintah di dunia baru itu.
Manusia bahkan tidak mengetahui hubungan antara Radhe dan Krishna. Mereka
masing-masing berasal dari kerajaan yang berbeda. Kemudian, setelah pernikahan
mereka, Radhe dan Krishna menjadi Lakshmi dan Narayana. Tidak ada manusia yang
memiliki pengetahuan ini. Hanya Sang Ayah Yang Esalah yang memberikan
pengetahuan spiritual ini. Beliau berkata, “Sekarang, jadilah berkesadaran jiwa!
Ingatlah Saya, Ayah Anda Yang Maha Tinggi!” Anda akan berubah dari tamopradhan
menjadi satopradhan dengan mengingat Baba. Anda datang kemari untuk berubah dari
manusia menjadi devi-devta, yaitu dari tidak suci menjadi suci. Sekarang, ini
adalah kerajaan Rahwana. Kerajaan Rahwana dimulai dengan pemujaan. Semua orang
yang melakukan pemujaan berada dalam cengkeraman Rahwana. Seluruh dunia berada
dalam penjara Rahwana, lima sifat buruk; mereka tinggal dalam pondok penderitaan.
Sang Ayah datang dan membebaskan semua jiwa; Beliau menjadi Sang Pemandu dan
membawa mereka pulang ke rumah. Inilah sebabnya ada Perang Mahabharata, dan ini
juga terjadi 5000 tahun yang lalu. Sang Ayah sekarang sedang mendirikan surga
sekali lagi. Bukan berarti bahwa mereka yang memiliki banyak kekayaan berada di
surga; sekarang, ini adalah neraka. Sang Penyuci adalah Sang Ayah, bukan sungai.
Semua itu adalah jalan pemujaan. Hanya Babalah yang datang dan menjelaskan semua
hal ini. Anda tahu bahwa pertama, ada ayah lokik, kedua, ada Sang Ayah rohani
yang parlokik, dan ketiga, ada ayah alokik. Sang Ayah rohani yang parlokik,
Shiva Baba, mendirikan dharma Brahmana melalui Brahma. Beliau mengajarkan Raja
Yoga untuk mengubah Brahmana menjadi devi-devta. Jiwa-jiwalah yang mengalami
kelahiran kembali. Sang jiwa berkata, “Saya meninggalkan badan lama dan
mengenakan badan baru.” Sang Ayah berkata, “Sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan
ingatlah Saya, Ayah Anda, maka Anda akan menjadi suci. Jangan mengingat sosok
berbadan.” Sekarang adalah akhir daratan kematian, dan daratan keabadian sedang
didirikan. Semua agama yang tak terhitung jumlahnya itu harus berakhir. Di zaman
emas, hanya ada satu dharma devi-devta, kemudian ada dinasti chandra dari Rama
dan Sita di zaman perak. Sang Ayah mengingatkan Anda anak-anak tentang
keseluruhan siklus. Hanya Sang Ayahlah yang mendirikan hunian kedamaian dan
daratan kebahagiaan. Manusia tidak bisa memberikan keselamatan kepada sesama
manusia. Semua guru itu berasal dari jalan pemujaan. Anda sekarang adalah
anak-anak Tuhan. Anda sedang mengklaim keberuntungan kerajaan Anda dari Baba.
Kerajaan sedang didirikan. Banyak rakyat harus diciptakan. Hanya sedikit yang
akan menjadi raja-raja. Zaman emas disebut taman bunga. Sekarang, dunia ini
adalah hutan duri. Kerajaan Rahwana sekarang sedang berubah. Penghancuran harus
terjadi. Anda sekarang sedang menerima pengetahuan ini. Lakshmi dan Narayana
tidak memilikinya; pengetahuan ini menghilang. Tak seorang pun di jalan pemujaan
mengenal Sang Ayah dengan akurat. Sang Ayah adalah Sang Pencipta. Bahkan Brahma,
Vishnu, dan Shankar pun adalah ciptaan. Ketika Anda berbicara tentang Tuhan
berada di mana-mana, hak atas warisan pun hilang. Baba datang dan memberikan
warisan kepada semua jiwa. Hanya mereka yang datang pada permulaan zaman emaslah
yang mengalami 84 kelahiran. Orang-orang Kristen hanya mengalami sekitar 40
kelahiran. Manusia begitu banyak tersandung-sandung dalam usaha mereka mencari
Tuhan Yang Esa. Anda tidak lagi tersandung-sandung. Ingatlah Sang Ayah Yang Esa,
maka Anda akan berubah dari tamopradhan menjadi satopradhan. Ini adalah
perziarahan. Inilah Universitas Ketuhanan Sang Ayah. Anda, jiwa-jiwa, sedang
belajar. Para sadhu dan orang suci mengatakan bahwa jiwa-jiwa kebal terhadap
dampak perbuatan. Akan tetapi, jiwa mengambil kelahiran kembali sesuai dengan
perbuatan mereka. Jiwalah yang melakukan perbuatan baik atau buruk. Pada saat
ini, di zaman besi, perbuatan Anda berdosa, sedangkan di zaman emas, perbuatan
Anda netral. Tidak ada dosa yang dilakukan di sana. Itu adalah dunia jiwa-jiwa
dermawan. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Klaimlah
warisan tak terbatas Anda dari Sang Ayah Yang Esa. Lakukanlah perbuatan luhur.
Sekarang, karena Anda telah menemukan Sang Ayah, jangan pernah
tersandung-sandung lagi.
2. Tetaplah
menyadari apa yang telah Sang Ayah ingatkan kepada Anda dan pelihara kebahagiaan
tanpa batas. Jangan mengingat sosok-sosok berbadan.
Berkah:
Semoga Anda
menjadi perwujudan kekuatan dan mengorbankan segala kelemahan Anda karena cinta
kasih.
Tanda cinta kasih
adalah pengorbanan. Saat mengorbankan sesuatu karena kasih, bahkan hal yang
sulit atau mustahil pun menjadi mungkin dan mudah. Maka, dengan berkah menjadi
perwujudan kekuatan, korbankanlah segala kelemahan Anda—bukan karena paksaan,
melainkan dengan segenap hati—karena hanya kebenaranlah yang diterima oleh Sang
Ayah yang adalah Sang Kebenaran itu sendiri. Jadi, jangan hanya melantunkan
lagu-lagu tentang cinta kasih Sang Ayah, tetapi jadilah perwujudan dari tahapan
Avyakt sebagaimana Sang Ayah, maka semua jiwa akan melantunkan lagu-lagu tentang
diri Anda.
Slogan:
Ketika
ingatan akan Sang Penyejuk Hati hadir dalam pikiran dan mimpi Anda, barulah Anda
bisa disebut sebagai seorang tapaswi sejati.
Sinyal Avyakt:
Tumbuhkan Semangat untuk Mengangkat Jiwa Lain dan Angkatlah Juga Mereka yang
Telah Menghina serta Mencemarkan Nama Baik Anda
BapDada senantiasa
memberikan shrimat: Senantiasalah memiliki restu baik dan perasaan suci di dalam
mental Anda terhadap setiap jiwa. Milikilah sikap mental untuk mengangkat bahkan
mereka yang menghina dan mencemarkan nama baik Anda. Pikiran Anda terhadap siapa
pun harus senantiasa luhur dan tanpa pamrih. Senantiasalah memiliki perasaan
sebagai sosok pemberkah. Ketika Anda senantiasa melakukan transformasi diri,
maka melalui perbuatan luhur Anda, Anda bisa menginspirasi orang lain untuk
melakukan perbuatan yang luhur pula. Hanya dengan demikianlah Anda akan disebut
sebagai sosok yang mengangkat jiwa lain.
Ayat-Ayat Luhur
Mateshwari
1) Apa tujuan dan
sasaran manusia? Metode yang tepat untuk mencapainya.
Setiap manusia tentu
perlu memikirkan hal yang tepat untuk menjadikan hidupnya baik. Untuk apa
sebenarnya kehidupan manusia itu? Apa yang seharusnya kita lakukan di dalamnya?
Marilah bertanya pada hati saya sendiri: Apakah saya melihat transformasi
tersebut dalam hidup saya? Pertama-tama, kita membutuhkan pengetahuan ini dalam
kehidupan kita sebagai manusia. Lalu, apa sebenarnya tujuan dan sasaran dari
kehidupan ini? Anda tentu akan mengakui bahwa Anda menginginkan kebahagiaan dan
kedamaian yang komplet sepanjang waktu. Apakah saya mendapatkannya saat ini? Di
zaman besi yang kelam ini, tidak ada apa-apa selain kesengsaraan dan
ketidakdamaian. Oleh karena itu, kita harus memikirkan bagaimana cara memperoleh
kedamaian dan kebahagiaan. Dua kata "kedamaian dan kebahagiaan" yang muncul itu
pastilah pernah ada di dunia ini; itulah sebabnya orang-orang mendambakannya.
Jika seseorang berkata bahwa ia belum pernah melihat dunia seperti itu, lalu
bagaimana mungkin Anda bisa memercayai keberadaan dunia semacam itu? Telah
dijelaskan bahwa ada dua istilah, yaitu "siang dan malam". Jadi, pastilah ada
siang dan malam. Tidak ada seorang pun yang bisa berkata bahwa dia hanya pernah
melihat malam sehingga dia tidak bisa memercayai adanya siang. Namun, karena
kedua nama itu ada, pastilah keduanya memiliki peran masing-masing. Faktanya,
saya juga pernah mendengar adanya suatu masa yang lebih tinggi tingkatannya
daripada zaman besi, yang disebut sebagai zaman emas. Jika waktu terus berjalan
seperti keadaan saat ini, lantas mengapa ada sebutan "zaman emas"? Sama halnya
dengan tahapan kehidupan manusia—mulai dari bayi, anak-anak, remaja, hingga
dewasa—yang terus mengalami perubahan, dunia ini pun terus berubah dengan cara
yang sama. Terdapat perbedaan yang sangat besar antara kehidupan masa kini dan
kehidupan masa itu. Oleh karena itu, kita harus berupaya menciptakan kehidupan
yang luhur seperti itu.
2) Perluasan dunia
tanpa citra jasmani, alam halus, dan dunia fisik.
Ada tiga dunia. Satu
adalah dunia tanpa citra jasmani, yang kedua adalah alam halus, dan yang ketiga
adalah dunia fisik. Kini Anda mengetahui bahwa jiwa-jiwa tinggal di dunia tanpa
citra jasmani dan komunitas manusia fisik tinggal di dunia fisik. Lalu, ada pula
alam halus. Muncul sebuah pemikiran: Apakah alam halus ini senantiasa ada,
ataukah keberadaannya hanya berlangsung untuk waktu yang singkat? Orang-orang di
dunia beranggapan bahwa alam halus berada di atas sana, tempat para malaikat
berdiam dan itulah yang disebut surga; mereka mengira akan pergi ke sana dan
merasakan kebahagiaan. Namun, kini jelas bahwa surga dan neraka itu ada di dunia
fisik ini. Dunia halus tempat para malaikat berada—di mana kita mendapatkan
penglihatan akan jiwa-jiwa yang suci—bermula pada Zaman Perunggu. Saat jalan
pemujaan dimulai, itu jelas bahwa dunia tanpa citra jasmani dan dunia fisik
senantiasa ada. Kita tidak bisa mengatakan bahwa alam halus senantiasa ada.
Hanya pada masa inilah kita secara khusus mendapatkan penglihatan akan Brahma,
Vishnu, dan Shankar, karena pada masa inilah Tuhan menciptakan ketiga wujud
tersebut untuk menjalankan ketiga Tugas Beliau. Achcha.