14.09.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, Sang Ayah, Tuhan Kehidupan, yang menyelamatkan kehidupan Anda, telah
datang untuk memainkan murli pengetahuan yang manis bagi Anda anak-anak, demi
menyelamatkan kehidupan Anda.
Pertanyaan:
Keyakinan apa
yang hanya dimiliki oleh anak-anak yang beruntung?
Jawaban:
Keyakinan
bahwa Sang Ayah, yang telah menjadikan keberuntungan kita luhur, sudah datang.
Kita sedang menerima buah atas pemujaan kita dari Sang Ayah. Beliau sekarang
telah datang untuk membawa kita pulang berdampingan bersama Beliau, dengan
memulihkan sayap-sayap kita yang telah dipatahkan oleh Maya. Hanya anak-anak
yang beruntung yang memiliki keyakinan ini.
Lagu:
Siapa yang
telah datang pada waktu dini hari?
Om Shanti.
Siapa yang
datang dan memainkan murli pada waktu dini hari? Dunia berada dalam kegelapan
total. Anda sekarang sedang mendengarkan murli dari Sang Ayah, Sang Samudra
Pengetahuan, Sang Penyuci, Tuhan Kehidupan. Beliau adalah Tuhan, Yang Esa, yang
menyelamatkan hidup Anda. Manusia berkata, “Wahai, Tuhan, bebaskanlah kami dari
penderitaan ini!” Orang-orang itu memohon pertolongan yang terbatas. Anda
anak-anak sekarang sedang menerima pertolongan yang tak terbatas, karena Beliau
adalah Sang Ayah yang tak terbatas. Anda tahu bahwa jiwa-jiwa tersamar dan Sang
Ayah juga tersamar. Badan anak-anak bisa dilihat dan badan sang ayah juga bisa
dilihat. Jiwa-jiwa tersamar, jadi Ayah mereka juga tersamar. Anda tahu bahwa
Sang Ayah telah datang untuk memberikan warisan yang tak terbatas kepada Anda.
Shrimat (petunjuk luhur) berasal dari Beliau. Gita, permata dari semua kitab
suci, sangat terkenal; hanya saja, orang-orang telah mengubah nama di dalamnya.
Anda sekarang tahu bahwa shrimat adalah perkataan luhur yang disampaikan oleh
Tuhan. Anda juga telah memahami bahwa hanya Sang Ayah Yang Esa yang mengubah
jiwa-jiwa yang korup menjadi luhur. Beliaulah Yang Esa, yang mengubah manusia
biasa menjadi Narayana. Ada kisah tentang Narayana sejati. Ada ungkapan bahwa
kisah keabadian akan mengubah Anda menjadi master daratan keabadian; kisah itu
mengubah manusia menjadi Narayana; artinya sama. Ini adalah daratan kematian.
Tak seorang pun mengetahui bahwa Bharata dahulu adalah daratan keabadian. Di
sini, Baba yang abadi telah memberitahukan segala sesuatu kepada Anda,
orang-orang Bharata. Parwati dan Drupadi bukan satu orang saja. Ada banyak anak
yang mendengarkan hal ini. Shiva Baba sedang berbicara kepada Anda melalui
Brahma. Sang Ayah berkata, “Saya sedang menjelaskan kepada Anda, jiwa-jiwa yang
termanis, melalui Brahma.” Sang Ayah telah menjelaskan kepada Anda anak-anak
bahwa Anda benar-benar harus menjadi berkesadaran jiwa. Hanya Sang Ayah yang
mampu menjadikan Anda berkesadaran jiwa. Tidak ada manusia di dunia yang
memiliki pengetahuan tentang sang jiwa. Jika mereka tidak memiliki pengetahuan
tentang jiwa-jiwa, bagaimana mungkin mereka bisa memiliki pengetahuan tentang
Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita Paramatma)?
Mereka berkata bahwa setiap jiwa adalah Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Seluruh
dunia terperangkap dalam kesalahan yang sedemikian besar. Pada saat ini, intelek
manusia sama sekali tak berfaedah. Mereka sedang membuat persiapan untuk
kehancuran mereka sendiri. Ini bukan hal baru bagi Anda anak-anak. Anda tahu
bahwa sesuai dengan drama, itu sudah merupakan peran mereka. Mereka terikat oleh
ikatan drama. Dewasa ini, ada begitu banyak pergolakan di dunia. Anda anak-anak
memiliki intelek penuh cinta kasih pada saat penghancuran. Ada ungkapan bahwa
mereka yang inteleknya tanpa cinta kasih terhadap Sang Ayah akan menuju ke
kehancuran. Dunia ini sekarang harus berubah. Anda tahu bahwa Perang Mahabharata
dahulu juga telah terjadi dan bahwa Sang Ayah mengajarkan Raja Yoga kepada Anda.
Dalam kitab-kitab suci, orang-orang telah menyebutkan tentang penghancuran total
atas seluruh dunia. Akan tetapi, penghancuran total tidak mungkin terjadi;
seandainya itu terjadi, segala sesuatu pasti musnah – tidak ada manusia, tidak
ada apa pun yang tersisa kecuali lima unsur alam. Itu mustahil. Jika
penghancuran total sungguh-sungguh terjadi, lalu dari mana datangnya manusia?
Orang-orang menunjukkan bahwa Krishna datang di atas daun pipal yang mengambang
di tengah samudra. Bagaimana mungkin seorang bayi datang seperti itu? Mereka
menuliskan hal-hal semacam itu dalam kitab suci, jangan tanya lagi! Anda, para
kumari, sekarang harus menembakkan anak panah kepada para ahli kitab suci
seperti Bhishampitamai. Di kemudian hari, mereka juga akan datang kemari.
Semakin kuat Anda dalam melakukan pelayanan dan semakin banyak Anda terus
menyampaikan perkenalan Sang Ayah, semakin besar juga pengaruh yang akan timbul.
Memang, rintangan pasti juga akan ada. Ada ungkapan bahwa komunitas iblis
menciptakan banyak rintangan dalam api persembahan. Anda tidak akan mampu
mengajar mereka. Hanya Sang Ayah yang mengajarkan pengetahuan dan yoga. Hanya
Sang Ayah Yang Esa adalah Sang Pemberkah Keselamatan. Hanya Beliaulah yang
menyucikan jiwa-jiwa yang tidak suci. Oleh sebab itu, Beliau pasti memberikan
pengetahuan hanya kepada mereka yang tidak suci. Bisakah Sang Ayah selalu berada
di mana-mana seperti yang dikatakan orang? Anda anak-anak mengerti bahwa kita
menjadi tuan-tuan keilahian dengan cara memiliki intelek ilahi. Lihatlah, betapa
banyaknya kuil yang telah dibangun manusia! Akan tetapi, mereka tidak memahami
siapa diri mereka sebelumnya atau apa yang mereka telah lakukan ketika mereka
dahulu ada. Ada juga kuil untuk Tuhan Keilahian. Bharata dahulu adalah daratan
keilahian. Dahulu, terdapat istana-istana bertatahkan berlian dan permata. Itu
hanya persoalan kemarin. Orang-orang berkata bahwa zaman emas sendiri berdurasi
ratusan ribu tahun, sedangkan Sang Ayah berkata, “Seluruh drama ini berdurasi
5000 tahun.” Itulah sebabnya, ada ungkapan, “Lihatlah, seperti apa Bharata hari
ini, dan seperti apa Bharata kemarin!” Tidak ada orang yang mampu mengingat
sesuatu yang sudah ratusan ribu tahun berlalu. Anda anak-anak sekarang telah
mengingat segala sesuatu. Anda tahu bahwa ini adalah persoalan 5000 tahun. Baba
berkata, “Duduklah dalam yoga. Sadarilah diri sebagai jiwa dan ingatlah Sang
Ayah.” Ini adalah pengetahuan, bukan? Orang-orang itu adalah hatha yogi; mereka
masing-masing duduk dengan satu kaki menyilang di atas kaki yang lain. Lihatlah
apa yang mereka lakukan! Anda, ibu-ibu, tidak bisa melakukan itu. Anda tidak
mampu duduk seperti cara mereka duduk. Ada begitu banyak patung di jalan
pemujaan. Sang Ayah berkata, “Anak-anak yang manis, Anda tidak perlu melakukan
hal-hal semacam itu.” Murid-murid di sekolah duduk dengan disiplin. Sang Ayah
bahkan tidak menyuruh Anda berbuat sebanyak itu. Anda bisa duduk dengan cara
yang nyaman bagi Anda. Jika Anda lelah duduk, Anda boleh berbaring! Baba tidak
melarang Anda melakukan apa pun. Hal-hal ini sangat mudah dipahami. Tidak ada
kesulitan di dalamnya. Bahkan seandainya Anda sakit, Anda bisa meninggalkan
badan selagi mendengarkan ini dan terus mengingat Shiva Baba. Ada ungkapan bahwa
air Sungai Gangga harus ada di bibir Anda dan Anda harus berada di tepi Sungai
Gangga pada saat meninggalkan badan. Semua hal itu berasal dari jalan pemujaan.
Sesungguhnya, yang dimaksudkan adalah nektar pengetahuan. Anda tahu bahwa sang
jiwa benar-benar akan meninggalkan badan dengan cara ini. “Ketika Anda anak-anak
turun ke dunia ini, Anda meninggalkan Saya.” Sang Ayah berkata, “Saya akan
membawa Anda pulang berdampingan bersama Saya. Saya datang hanya untuk menjemput
Anda pulang ke rumah.” Anda jiwa-jiwa tidak mengenal rumah Anda; Anda bahkan
tidak mengenal diri Anda sendiri. Maya benar-benar telah mematahkan sayap-sayap
Anda. Karena jiwa-jiwa menjadi tamopradhan, mereka tidak mampu terbang.
Bagaimana mereka bisa pulang ke hunian kedamaian tanpa menjadi satopradhan? Anda
juga mengetahui bahwa sesuai dengan rencana drama, semua jiwa harus menjadi
tamopradhan. Pada saat ini, keseluruhan pohon telah mencapai tahapan lapuk
total. Tak seorang pun di sini bisa memiliki tahapan satopradhan. Ketika jiwa
menjadi suci di sini, jiwa tersebut tidak bisa terus berada di sini; dia pasti
akan meninggalkan dunia ini. Semua orang melakukan pemujaan demi mencapai mukti.
Akan tetapi, belum ada jiwa yang sudah bisa pulang ke rumah. Itu bukan hukumnya.
Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan semua rahasia ini agar Anda
meresapkannya. Akan tetapi, hal yang utama adalah mengingat Sang Ayah dan
menjadi pemutar chakra kesadaran diri. Ketika Anda mengingat Sang Benih, intelek
Anda menyadari tentang keseluruhan pohon. Anda pun mengetahui segala sesuatu
dalam sedetik. Tidak ada orang di dunia yang mengetahui bahwa hanya Sang Ayah
Yang Esa adalah Sang Benih dari seluruh dunia manusia. Krishna bukanlah Tuhan.
Krishna disebut “yang jelek dan yang rupawan” (Shyam Sundaram). Bukan berarti
bahwa kulitnya menjadi biru gelap akibat dipatuk ular berbisa. Manusia menjadi
jelek akibat duduk di atas tungku sifat buruk nafsu birahi. Mereka bahkan
menunjukkan Rama berkulit biru gelap. Siapa yang mematuk Rama? Mereka tidak
mengerti apa pun. Akan tetapi, mereka yang memiliki ini dalam keberuntungan
mereka serta meyakininya, pasti akan mengklaim warisan dari Sang Ayah. Jika
mereka tidak memiliki keyakinan, mereka tidak akan pernah bisa mengerti. Jika
ini tidak ada dalam keberuntungan mereka, upaya apa yang akan mereka lakukan?
Jika mereka tidak memilikinya dalam keberuntungan mereka, mereka duduk tanpa
memahami apa pun. Mereka bahkan tidak memiliki keyakinan bahwa Sang Ayah telah
datang untuk memberi mereka warisan tak terbatas ini. Sebagaimana mahasiswa baru
yang memasuki Fakultas Kedokteran tidak mengerti apa pun, demikian juga, ada
orang-orang yang datang dan duduk di sini seperti itu. Pengetahuan yang tak
termusnahkan ini tidak pernah hancur. Apa yang bisa mereka lakukan dengan datang
kemari? Ketika kerajaan sedang didirikan, semuanya diperlukan: pelayan, pembantu,
rakyat, dan juga pembantu rakyat. Seiring perkembangan Anda, mereka akan
berusaha mempelajari ini, tetapi itu akan sulit dilakukan karena pada waktu itu
akan terjadi banyak sekali pergolakan. Badai-badai semakin sering terjadi, hari
demi hari. Ada begitu banyak center. Oleh sebab itu, beberapa anak akan datang
dan memahami dengan sangat baik. Ada tertulis bahwa pendirian dilakukan melalui
Brahma. Penghancuran sudah di ambang pintu. Penghancuran pasti harus terjadi.
Orang-orang mengatakan bahwa angka kelahiran harus ditekan. Akan tetapi, pohon
harus berkembang. Selagi Sang Ayah berada di sini, jiwa-jiwa dari semua agama
harus turun ke dunia ini. Ketika waktunya tiba untuk pulang ke rumah, tidak akan
ada lagi jiwa yang turun. Semua jiwa sekarang harus turun, akan tetapi tak
seorang pun memahami hal-hal ini. Mereka mengatakan bahwa Tuhan adalah Sang
Pelindung bagi para pemuja. Oleh sebab itu, para pemuja pastilah mengalami
malapetaka. Semua jiwa dalam kerajaan Rahwana telah menjadi jiwa-jiwa yang
sepenuhnya berdosa. Akhir zaman besi adalah kerajaan Rahwana dan awal zaman emas
adalah kerajaan Rama. Pada saat ini, semua jiwa merupakan bagian dari komunitas
iblis Rahwana. Mereka berkata, “Si ini atau si itu telah menjadi penghuni surga,”
yang berarti bahwa ini adalah neraka. Jika jiwa tersebut telah menjadi penghuni
surga, itu bagus! Lihatlah, seperti apa jadinya jiwa tersebut di sini! Dia pasti
telah menjadi penghuni neraka. Orang-orang bahkan tidak mengerti bahwa mereka
adalah penghuni neraka. Anda sekarang mengerti bahwa hanya Sang Ayah yang datang
dan menjadikan Anda penghuni surga. Beliau diingat sebagai Tuhan, Sang Ayah,
Sang Pencipta Surga. Hanya Beliau yang datang untuk mendirikan surga. Semua
orang bernyanyi dan mengingat Sang Penyuci sebagai “Ramanya Sita”. Mereka
bernyanyi, “Kami tidak suci, dan hanya Engkaulah Yang Esa, yang mampu menyucikan
kami.” Mereka semua adalah Sita yang berada di jalan pemujaan, sedangkan Sang
Ayah adalah Rama. Ketika Anda memberitahukan ini secara terus terang kepada
orang-orang, mereka tidak memercayainya. Mereka memanggil-manggil Rama. Sang
Ayah sekarang telah memberikan mata ketiga kepada Anda masing-masing.
Seakan-akan, Anda kini berasal dari dunia yang berbeda. Sang Ayah menjelaskan,
“Pada saat ini, semua jiwa benar-benar harus menjadi tamopradhan, karena hanya
dengan demikian, Saya bisa datang dan menjadikan Anda satopradhan.” Sang Ayah
menerangkan segala sesuatu dengan sangat jelas. Beliau berkata, “Sekalipun Anda
anak-anak mengerjakan tugas Anda sendiri-sendiri, ingatlah satu hal saja:
ingatlah Sang Ayah!” Tidak ada orang lain yang mampu menunjukkan jalan untuk
menjadi satopradhan kepada Anda. Sang Ahli Bedah rohani bagi semua jiwa hanyalah
Yang Esa. Beliaulah Yang Esa, yang datang dan menyuntik jiwa-jiwa, karena
jiwa-jiwa telah menjadi tamopradhan. Sang Ayah disebut sebagai Sang Ahli Bedah
abadi. Jiwa-jiwa tak termusnahkan, dan Sang Ayah, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi,
juga tak termusnahkan. Dari satopradhan, jiwa-jiwa sekarang telah menjadi
tamopradhan. Jadi, jiwa-jiwa perlu disuntik. Sang Ayah berkata, “Anak-anak,
sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan ingatlah Ayah Anda. Hubungkanlah intelek
Anda dalam yoga ke atas sana, maka Anda akan pulang ke rumah manis Anda. Intelek
Anda mengerti bahwa Anda sekarang harus pulang ke rumah keheningan manis.”
Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Jadikanlah
intelek Anda ilahi dengan pengetahuan dan yoga. Bahkan seandainya Anda sakit
parah atau menghadapi kesulitan yang berat, bahkan dalam situasi semacam itu,
Anda harus mengingat Sang Ayah.
2. Agar
keberuntungan Anda menjadi luhur, biarlah intelek Anda memiliki keyakinan penuh.
Hubungkanlah intelek Anda dalam yoga ke rumah keheningan manis.
Berkah:
Semoga Anda
mentransformasi pikiran dan sanskara yang sia-sia dengan menjadi trikaldarshi
(yang melihat tiga aspek waktu), dan dengan demikian menjadi pemberkah dunia.
Ketika Anda menjadi
jiwa master trikaldarshi (yang mengetahui tiga aspek waktu) dan mewujudkan
pikiran Anda ke dalam perbuatan nyata, tidak ada satu pun perbuatan Anda yang
akan sia-sia. Mentransformasi segala sesuatu yang sia-sia, serta memiliki
pikiran yang penuh kekuatan dan melakukan perbuatan yang penuh kekuatan, disebut
sebagai tahapan kesempurnaan. Anda tidak hanya harus membakar pikiran sia-sia
dan perbuatan-perbuatan penuh dosa, tetapi juga harus menjadi perwujudan
kekuatan, meringankan beban dosa seluruh dunia, serta mempercepat proses untuk
mengakhiri pikiran sia-sia dari banyak jiwa. Hanya dengan demikianlah Anda akan
disebut sebagai pemberkah dunia.
Slogan:
Untuk menjadi
penakluk keterikatan, milikilah cinta kasih untuk pelayanan, bukan dengan
berbagai motif kepentingan diri sendiri.
Sinyal Avyakt:
Sekarang Munculkan Wujud Pemberkah Anda
Banyak jiwa yang
mengenang Anda—jiwa-jiwa leluhur yang layak dipuja—sebagai pemberkah kedamaian
dan kekuatan. Di saat seperti ini, Anda menjadi anak-anak dari Sang Pemberkah;
pemberkah kedamaian, master samudra kedamaian, yang menyebarkan gelombang
kedamaian. Anda menjadi bagaikan matahari kedamaian yang memancarkan sinar
kedamaian. Teruslah memberikan kedamaian kepada semua jiwa. Terutama, lakukanlah
pelayanan seperti ini.
Ajaran-ajaran
Mateshwari yang sangat berharga
Perbedaan antara
pengetahuan dan yoga.
Yoga dan pengetahuan
adalah dua hal yang berbeda. Mengingat Tuhan disebut sebagai yoga. Kata yoga
tidak digunakan untuk menyebut ingatan kepada siapa pun selain Tuhan. Yoga yang
diajarkan oleh para guru juga bertujuan untuk terhubung dengan Tuhan, namun
karena mereka tidak memiliki pengenalan yang utuh tentang Tuhan, mereka tidak
banyak berhasil dalam yoga tersebut. Yoga dan pengetahuan sama-sama merupakan
kekuatan; dengan berupaya dalam kedua hal ini, Anda memperoleh kekuatan,
menaklukkan perbuatan berdosa, dan menjadikan hidup Anda luhur. Semua orang
berbicara tentang yoga, namun pertama-tama Anda perlu mengenal Yang Esa yang
menjadi tujuan yoga Anda. Kita menerima pengenalan tentang Tuhan langsung dari
Tuhan sendiri, dan dengan melakukan yoga berdasarkan pengenalan tersebut, kita
meraih kesuksesan total. Melalui yoga, kita membakar beban dosa masa lalu,
sedangkan melalui pengetahuan, kita menyadari perbuatan apa yang harus kita
lakukan di masa depan beserta alasannya. Akar kehidupan kita adalah sanskara
kita, dan jiwa dipenuhi dengan sanskara yang abadi. Namun, sanskara kita terus
berubah seiring dengan perbuatan-perbuatan kita. Anda jiwa-jiwa menjadi agung
berkat yoga dan pengetahuan serta mengembangkan kekuatan dalam hidup Anda; namun,
kedua hal ini diperoleh dari Tuhan. Dari Tuhanlah kita menemukan jalan untuk
bebas dari ikatan karma. Tidak ada seorang pun selain Tuhan yang bisa memberikan
kekuatan kepada kita untuk terbebas dari ikatan karma akibat dosa-dosa yang
telah kita perbuat, sehingga perbuatan kita di masa depan tidak lagi berdosa.
Tuhanlah yang memberikan yoga dan pengetahuan. Beliau menginspirasi kita untuk
membakar dosa-dosa dalam api yoga dan mengajarkan cara melakukan perbuatan luhur
di masa depan, yang pada akhirnya menjadikan perbuatan kita netral. Itulah
sebabnya Tuhan berkata: Filosofi tentang perbuatan, perbuatan netral, dan
perbuatan berdosa itu sangat mendalam. Kini, kita sebagai jiwa membutuhkan
kekuatan langsung dari Tuhan. Kita tidak bisa memperoleh kekuatan yoga dan
pengetahuan dari kitab suci. Kita hanya bisa mendapatkannya dari Yang Maha Kuasa,
Sosok yang memiliki segala kekuatan. Sekarang, kita harus membentuk akar
kehidupan kita, yaitu sanskara kita, menjadi sedemikian rupa, agar kita bisa
menjalani hidup yang penuh kebahagiaan. Maka, Tuhan datang dan menaburkan benih
sanskara yang suci; berlandaskan sanskara suci inilah, kita akan mencapai jeevan
mukti selama setengah siklus. Achcha.