16.09.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, teruslah membuat kemajuan dengan saling memberi isyarat kepada satu
sama lain untuk mengingat Sang Ayah dan tetap waspada.
Pertanyaan:
Apa hal utama
yang diresapkan dalam kehidupan anak-anak yang menjadi berpengetahuan penuh
seperti Sang Ayah?
Jawaban:
Mereka
terus-menerus tersenyum dan tidak pernah menangis dalam segala situasi. Apa pun
yang terjadi bukanlah hal baru. Mereka yang sekarang menjadi berpengetahuan
penuh seperti ini, yaitu mereka yang menjadi kebal-tangisan, tidak pernah merasa
tidak damai dalam situasi apa pun. Merekalah jiwa-jiwa yang menerima kedaulatan
surga. Mereka yang menangis, kehilangan segala-galanya dan kehilangan status
mereka.
Lagu:
Setelah
menemukan-Mu, saya telah menemukan seluruh dunia – bumi dan langit, semuanya
menjadi milik saya.
Om Shanti.
Anda,
anak-anak termanis, mendengarkan lagu yang Anda sendiri nyanyikan. Anda tahu
bahwa Anda sedang duduk di hadapan Sang Ayah yang tak terbatas, jadi Anda
berkata, “Baba, kami sekali lagi mengklaim kedaulatan dunia yang dahulu kami
klaim dari-Mu.” Anda tidak akan menyanyikan ini di zaman emas. Anda hanya bisa
menyanyikan lagu ini di zaman peralihan. Selagi duduk di rumah atau di tempat
kerja, Anda tahu bahwa Anda sekali lagi sedang mengklaim warisan Anda yang tak
terbatas dari Sang Ayah yang tak terbatas. Di center, Anda juga diperingatkan
untuk mengingat Sang Ayah dan mengingat bahwa Anda sedang menjadi master dunia.
Ini bukan hal baru. Kita mengklaim kedaulatan dunia dari Sang Ayah, setiap
siklus. Jika seseorang yang masih baru mendengar ini, dia tentu mengira bahwa
Anda memanggil orang ini (Brahma) sebagai Shiva Baba. Shiva Baba adalah Ayah
dari jiwa-jiwa yang tanpa citra jasmani. Jiwa-jiwa tanpa citra jasmani, dan Sang
Ayah, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, juga tanpa citra jasmani. Jiwa disebut tanpa
citra jasmani sebelum mengenakan wujud jasmani. Anda anak-anak tahu bahwa Anda
sedang mendengarkan pengetahuan ini dari Sang Ayah yang tak terbatas. Sang
Pengajar rohani sedang mengajar Anda agar Anda bisa memperingatkan satu sama
lain. Anda terlebih dahulu menerima peringatan spiritual ini. Anda semua terus
mengingat Sang Ayah yang tak terbatas, dan Anda memberi isyarat, “Teruslah
mengingat Sang Ayah dan jangan izinkan intelek Anda mengembara ke tempat lain.”
Inilah sebabnya, dikatakan, “Semoga Anda berkesadaran jiwa dan mengingat Sang
Ayah!” Beliau adalah Sang Ayah, Sang Penyuci. Beliau duduk berhadapan dengan
Anda secara pribadi dan memberi tahu Anda untuk mengingat Beliau. Ini metode
yang sangat mudah. Ada istilah “Manmanabhawa”, tetapi Anda juga harus
memahaminya. Hanya Sang Ayah Yang Esa yang mengajarkan perziarahan ingatan
kepada Anda. Hanya Anda anak-anak yang tahu bahwa Anda sedang melakukan
perziarahan spiritual. Berbagai perziarahan itu bersifat fisik, tetapi Anda
bukan lagi peziarah fisik. Anda adalah peziarah spiritual. Hanya dengan
mengingat Baba, dosa-dosa Anda bisa terhapus dan Anda akan menjadi penakluk
perbuatan berdosa. Tidak ada cara lain bagi Anda untuk menjadi penakluk
perbuatan berdosa. Ada periode jiwa-jiwa penakluk perbuatan berdosa, dan ada
periode jiwa-jiwa yang melakukan perbuatan berdosa; dalam periode itulah
perbuatan berdosa mulai dilakukan. Sifat-sifat buruk mulai bermunculan, segera
setelah kerajaan Rahwana dimulai. Anda sekarang sedang berupaya untuk menjadi
penakluk dosa. Tidak ada perbuatan berdosa yang dilakukan di sana, karena
Rahwana tidak ada di sana. Tak seorang pun di dunia mengetahui hal ini. Anda
sekarang mengetahui segala sesuatu dari Sang Ayah. Hanya Beliaulah yang disebut
berpengetahuan penuh, dan hanya kepada Anda anak-anak, Beliau memberikan
pengetahuan. Nama Tuhan, Sang Ayah, juga harus ada. Beliau bukan melampaui nama
maupun wujud. Manusia memuja Beliau dan nama Beliau adalah Shiva. Hanya
Beliaulah Sang Penyuci, Sang Samudra Pengetahuan. Jiwa-jiwa mengingat Sang Ayah,
yaitu Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita
Paramatma). Jiwa-jiwa menyanyikan pujian Sang Ayah. Beliaulah Sang Samudra
Kedamaian dan Kebahagiaan. Sang Ayah benar-benar memberikan warisan kepada
anak-anak Beliau. Orang-orang menciptakan memorial tentang mereka yang pernah
ada dan telah tiada. Hanya Shiva Baba yang dipuji sekaligus dipuja. Beliau
benar-benar bekerja melalui badan, inilah sebabnya Beliau diingat. Beliau
senantiasa suci. Sang Ayah tidak pernah menjadi pemuja; Beliau senantiasa layak
dipuja. Sang Ayah berkata, “Saya tidak pernah menjadi pemuja; Saya dipuja. Para
pemuja memuja Saya. Anda tidak memuja Saya di zaman emas. Di jalan pemujaanlah
Anda mengingat Saya, Sang Ayah, Sang Penyuci.” Pada awalnya, terdapat pemujaan
yang tak tercemar kepada Yang Esa, kemudian pemujaan itu menjadi tercemar. Shiva
Baba juga menjadikan Brahma dan Saraswati sebagai master dunia. Ada begitu
banyak perluasan dalam pemujaan. Dalam Sang Benih, tidak terdapat perluasan.
Sang Ayah berkata, “Ingatlah Saya dan ingatlah warisan Anda. Itu saja!”
Sebagaimana pohon berkembang, demikian juga, pemujaan juga berkembang begitu
luas. Sebaliknya, pengetahuan adalah benih. Ketika Anda menerima pengetahuan,
Anda menerima keselamatan. Anda tidak perlu memusingkan diri tentang apa pun.
Ada pengetahuan dan ada pemujaan. Pohon pemujaan tidak ada di zaman emas dan
zaman perak. Pohon pemujaan bertumbuh selama setengah siklus. Semua agama
memiliki aturan dan tata caranya masing-masing. Jalan pemujaan begitu luas!
Sebaliknya, pengetahuan itu sama bagi semua orang: “Manmanabhawa,” itu saja!
Ingatlah Sang Ayah, Alpha. Ketika Anda mengingat Sang Ayah, Anda pasti mengingat
warisan. Ada juga perluasan dalam warisan. Properti itu terbatas. Di sini, Anda
mengingat properti Anda yang tak terbatas. Sang Ayah yang tak terbatas datang
dan memberikan warisan yang tak terbatas kepada Anda, orang-orang Bharata.
Kelahiran Beliau diingat di sini. Ini sudah ditakdirkan secara abadi dalam
drama. Sebagaimana Tuhan adalah Yang Maha Tinggi, demikian juga, daratan Bharata
adalah yang tertinggi. Di sinilah Sang Ayah datang dan memberikan keselamatan
kepada seluruh dunia. Oleh sebab itu, Bharata adalah tempat perziarahan teragung.
Anda berkata, “Wahai, Tuhan, Sang Ayah, bawalah kami pulang!” Anda semua
mengasihi Bharata. Sang Ayah juga datang di Bharata. Anda sekarang sedang
berupaya. Anda adalah para gope dan gopi dari Gopi Vallabh. Di zaman emas, tidak
ada gope dan gopi. Di sana, kerajaan berlanjut secara sistematis. Tidak ada
aktivitas ilahi Krishna, yang ada adalah aktivitas ilahi Sang Ayah Yang Esa.
Aktivitas ilahi Beliau sedemikian luhur! Beliau menyucikan seluruh dunia yang
tidak suci. Beliau begitu bijaksana! Pada saat ini, semua manusia adalah pendosa
seperti Ajamil. Orang-orang menganggap para sadhu dan sebagainya sebagai manusia
yang luhur. Sang Ayah berkata, “Saya juga harus mengangkat mereka.” Sebagaimana
Anda adalah aktor, Sang Ayah juga aktor. Anda mengalami 84 kelahiran dan
memainkan peran Anda. Beliau adalah Sang Pencipta, Sang Sutradara, dan Sang
Aktor Utama. Beliau Karankaravanhar. Apa yang dilakukan Beliau? Beliau
menyucikan jiwa-jiwa yang tidak suci. Sang Ayah berkata, “Anda memanggil-manggil
Saya untuk datang dan menyucikan Anda. Saya juga terikat dengan peran ini.” Tak
seorang pun bisa bertanya mengapa atau kapan drama ini diciptakan. Drama ini
ditakdirkan secara abadi; tidak ada permulaan, pertengahan, atau akhirnya. Tidak
ada penghancuran total. Jiwa-jiwa tak termusnahkan dan tidak pernah bisa
dihancurkan. Jiwa-jiwa telah menerima peran yang tak termusnahkan. Drama ini tak
terbatas. Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan kepada Anda secara ringkas
tentang bagaimana peran dalam drama berlanjut. Bukan berarti bahwa karena Beliau
adalah Tuhan, maka Beliau mampu membangkitkan orang mati. Di sini, tidak ada
keyakinan buta maupun kekuatan sihir. Anda memanggil-manggil kepada Tuhan,
“Wahai, Sang Penyuci, datanglah! Datang dan ubahlah kami dari tidak suci menjadi
suci!” Maka, Beliau benar-benar datang. Gita adalah permata yang terluhur dari
semua kitab suci. Tuhanlah yang menyampaikan Gita. Baiklah, kapan Beliau
mengajarkan Raja Yoga yang mudah? Hanya Anda yang mengetahuinya. Sang Ayah
datang pada zaman peralihan siklus, ketika Beliau mendirikan kerajaan dunia suci
yang baru. Beliau tidak mendirikannya di zaman emas. Itu adalah dunia yang suci.
Pertemuan besar (kumbha mela) ini hanya terjadi pada zaman peralihan siklus.
Kumbha mela fisik diadakan setiap 12 tahun. Namun, kumbha mela yang ini terjadi
setiap 5000 tahun. Inilah saat pertemuan antara jiwa-jiwa dan Sang Jiwa Yang
Maha Tinggi, ketika Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita
Paramatma) datang dan menyucikan semua jiwa serta membawa mereka pulang
berdampingan bersama Beliau. Berhubung orang-orang telah memperpanjang durasi
siklus, mereka pun menjadi bingung. Anda sekarang memahami segala sesuatu. Tak
seorang pun kecuali Anda anak-anak mampu memahami majalah-majalah yang Anda
cetak. Sang Ayah berkata, “Tulislah saja bahwa apa pun yang terjadi sekarang,
juga terjadi dengan cara yang sama persis, 5000 tahun yang lalu; ini bukan hal
baru. Apa pun yang terjadi 5000 tahun yang lalu, sekarang terulang kembali.
Siapa pun yang ingin memahami ini boleh datang dan mempelajarinya. Ciptakanlah
berbagai metode semacam itu.” Apa yang harus kita cetak di surat kabar? Anda
bisa menuliskan ini: “Datanglah dan pahamilah bagaimana Perang Mahabharata ini
membuka gerbang menuju dunia yang suci, bagaimana zaman emas, kerajaan
devi-devta, sedang didirikan, sama seperti pada siklus sebelumnya. Jika Anda
ingin datang untuk mengklaim hak kelahiran Anda dari Tuhan, Sang Ayah, datanglah
dan klaimlah itu.” Aduklah samudra pengetahuan dengan cara ini. Kisah-kisah yang
dituliskan orang juga sudah ditakdirkan dalam drama. Mereka terus memainkan
peran-peran mereka. Sesuai dengan rencana drama, Wiyasa menciptakan kitab-kitab
suci. Dia menerima peran itu. Anda sekarang telah memahami drama, dan drama yang
sama ini akan berulang. Anda sekarang telah datang kembali dan mendengarkan
pengetahuan sekali lagi. Anda tahu bahwa kerajaan Lakshmi dan Narayana akan ada
lagi dan semua agama yang lain akan berakhir. Anda sekarang sedang menjadi
berpengetahuan penuh. Baba menjadikan Anda berpengetahuan penuh, setara dengan
diri Beliau. Anda tahu bahwa Anda akan tetap hidup damai selama setengah siklus,
dan tidak akan ada ketidakdamaian apa pun. Anak-anak di sana tidak menangis;
mereka senantiasa tersenyum. Anda tidak boleh menangis di sini. Ada ungkapan
bahwa sekalipun ibu Anda meninggalkan badan, Anda harus makan halwa. Mereka yang
menangis, kehilangan segala sesuatu, dan status mereka pun hancur. Anda telah
menemukan Sang Suami di atas segala suami, yang memberikan kedaulatan surga
kepada Anda. Beliau tidak pernah mati. Oleh sebab itu, untuk apa Anda menangis?
Mereka yang menjadi “kebal-tangisan” mengklaim kedaulatan, sedangkan semua yang
lain menjadi bagian dari rakyat. Jika ada di antara Anda yang bertanya kepada
Baba, akan menjadi apa diri Anda dalam kondisi Anda saat ini, Baba bisa memberi
tahu Anda. Anda anak-anak akan memperoleh penglihatan ilahi pada saat akhir.
Sebagaimana semua murid di sekolah mengetahui hasil ujian mereka, Anda juga akan
mengetahui pada saat akhir, siapa yang akan masuk ke dalam rosario Rudra.
Murid-murid berupaya keras pada hari-hari terakhir menjelang ujian, karena
mereka menyadari bahwa jika tidak demikian, mereka akan gagal dalam mata
pelajaran tertentu. Anda juga akan mengetahui segala sesuatu. Ada banyak orang
yang mengatakan bahwa mereka terikat dengan anak-anak mereka. Itu harus diakhiri.
Anda harus terikat hanya kepada Yang Esa, tetapi jagalah anak-anak Anda sebagai
wali. Anda mengatakan bahwa segala sesuatu telah diberikan kepada Anda oleh Sang
Ayah. Oleh sebab itu, teruslah merawat mereka sebagai wali, tetapi putuskanlah
keterikatan Anda terhadap mereka. Sang Ayah sendiri datang dan memberi tahu Anda
untuk memutus keterikatan Anda dari mereka. Anggaplah bahwa segala sesuatu
adalah milik Beliau dan ikutilah petunjuk Beliau saja. Sibukkan diri Anda dalam
pekerjaan Beliau. Teruslah mendonasikan permata-permata pengetahuan yang tak
termusnahkan. Di sini, Sang Ayah paling menghormati kumari. Seorang kumari bebas
dari ikatan karma. Anak-anak laki-laki memiliki intoksikasi untuk menerima
warisan dari ayah fisik mereka, tetapi kumari tidak menerima warisan dari ayah
fisiknya. Di sini, Sang Ayah tidak membeda-bedakan antara laki-laki dan
perempuan. Beliau duduk di sini dan menjelaskan kepada jiwa-jiwa. Anda tahu
bahwa Anda semua bersaudara dan sedang mengklaim warisan dari Sang Ayah. Anda,
jiwa-jiwa, belajar dan mengklaim warisan dari Sang Ayah. Semakin besar warisan
yang Anda klaim, semakin tinggi status yang Anda terima. Baba datang dan
menjelaskan segala sesuatu kepada Anda. Shiva Baba tanpa citra jasmani dan
Beliau dipuja. Kuil Somnath dibangun untuk Beliau. Anda sekarang tahu, apa yang
Shiva Baba lakukan ketika Beliau datang. Mengapa kuil dibangun untuk mengenang
Beliau? Anda sekarang memahaminya. Ini akan sama, setiap siklus. Apa pun yang
sudah ditakdirkan dalam drama, kini berulang. Sang Ayah harus datang dan dunia
lama harus dihancurkan. Ini tidak ada hubungannya dengan penyesalan. Semua ini
adalah sandiwara pertumpahan darah tanpa sebab. Semua orang akan terbunuh tanpa
sebab. Jika tidak demikian, seandainya seseorang membunuh sesamanya, dia pasti
harus dihukum gantung. Sekarang, siapa yang Anda tuding sebagai pihak yang
bertanggung jawab? Bencana alam harus terjadi dan penghancuran harus berlangsung.
Tak seorang pun memahami makna daratan keabadian dan daratan kematian. Anda tahu
bahwa hari ini Anda berada di daratan kematian, sedangkan besok, Anda akan
berada di daratan keabadian – dan untuk inilah Anda belajar. Manusia berada
dalam kegelapan ekstrem. Ketika Anda memberi mereka nektar pengetahuan untuk
diminum, mereka mengiyakan segala sesuatu yang Anda katakan, kemudian kembali
tidur. Mereka bahkan mendengar bahwa Sang Ayah yang tak terbatas sedang
memberikan warisan dan bahwa inilah Perang Mahabharata yang sama, yang
melaluinya gerbang menuju surga terbuka. Mereka bahkan menulis bahwa pengetahuan
ini sangat bagus dan tidak ada orang lain yang mampu menyampaikannya. Mereka
menyetujui semuanya, tetapi hanya itu; mereka sendiri tidak mengambil
pengetahuan sedikit pun, melainkan kembali tidur. Mereka disebut “Kumbhakarna”.
Anda bisa memberi tahu mereka, “Berhubung Anda memberikan ini kepada kami dalam
bentuk tertulis, jangan pulang kemudian tidur lagi.” Anda harus mengajak mereka
melihat gambar Kumbhakarna dan memberi tahu mereka untuk jangan tertidur seperti
dia. Anda harus sangat bijaksana pada saat menjelaskan kepada mereka. Baba
berkata, “Anak-anak, pajanglah gambar-gambar utama ini di toko Anda, agar Anda
bisa menjelaskan kepada siapa pun yang datang. Buatlah kesepakatan dengan mereka
dan juga lakukanlah kesepakatan sejati ini. Anda bisa memberikan manfaat kepada
banyak orang melaluinya. Tidak perlu malu mengenai hal ini.” Ada beberapa orang
yang mengatakan bahwa Anda telah menjadi Brahma Kumar atau Brahma Kumari.
Katakanlah kepada mereka, “Oh? Namun, Anda juga adalah Kumar dan Kumari dari
Prajapita Brahma. Sang Ayah sedang menciptakan dunia baru, sedangkan dunia lama
ini akan dibakar. Anda tidak bisa pergi ke surga jika tidak menjadi BK.”
Lakukanlah pelayanan di toko-toko seperti ini, maka pelayanan tak terbatas akan
terjadi. Diskusikanlah hal ini di antara Anda. Bahkan seandainya toko Anda kecil,
Anda bisa memasang gambar-gambar di dinding. Amal dimulai dari rumah. Terlebih
dahulu, Anda harus memberikan manfaat kepada mereka. Sang Ayah berkata,
“Sekarang, jangan mengingat sosok berbadan.” Ingatlah Shiva Baba, yang dari
Beliau Anda menerima warisan. Manusia-manusia yang malang itu begitu kebingungan!
Anda harus memberi tahu mereka, “Jika Anda ingin mengklaim kedaulatan dunia
devi-devta dan berubah dari manusia biasa menjadi Narayana, datanglah dan
lakukanlah ini.” Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Milikilah
keterikatan suci yang sejati terhadap Sang Ayah Yang Esa. Ingatlah Beliau saja.
Putuskanlah keterikatan Anda dari sosok-sosok berbadan. Jagalah mereka sebagai
wali.
2. Anda harus
menjadi penakluk perbuatan berdosa. Oleh karena itu, Anda harus sangat
berhati-hati agar tidak melakukan perbuatan berdosa apa pun melalui organ fisik
Anda.
Berkah:
Semoga Anda
menjadi stabil dalam wujud Anda yang luhur—yaitu menjadi antarmukhi dan alokik—serta
mengalami intoksikasi yang luhur.
Di tengah gugusan
bintang, kilau dari bintang-bintang istimewa tampak indah dan unik dari kejauhan.
Demikian pula, Anda—sang bintang—harus tampak sebagai jiwa-jiwa istimewa di
tengah kumpulan jiwa-jiwa biasa. Meskipun berada dalam wujud biasa, biarlah
tahapan Anda menjadi luar biasa dan bersifat alokik; dengan demikian, Anda akan
terlihat sebagai milik Tuhan di tengah kumpulan jiwa-jiwa tersebut. Untuk itu,
berlatihlah menjadi antarmukhi sebelum melakukan interaksi ke luar. Pertama-tama,
stabilkan diri dalam wujud intoksikasi Anda yang luhur, serta jadilah sosok yang
penuh kekuatan serta berpengetahuan, barulah kemudian bagikan pengetahuan.
Dengan cara ini, Anda akan mampu membuat banyak jiwa memiliki pengalaman nyata
akan hal tersebut.
Slogan:
Jika Anda
masih menyimpan properti Rahwana, Dilaram (Sang Penghibur Hati) tidak bisa
tinggal di dalam hati Anda.
Sinyal Avyakt:
Sekarang Munculkan Wujud Pemberkah Anda
Anda anak-anak Sang
Pemberkah adalah master pemberkah—mereka yang memberkahi semua jiwa. Hanya
dengan satu detik drishti dan kata-kata Anda yang tak ternilai harganya, Anda
mampu memuaskan dahaga jiwa-jiwa yang kehausan. Jiwa mana pun yang datang
mengetuk pintu Anda tidak boleh pergi dengan tangan hampa. Sakar Baba telah
memberikan teladan nyata akan hal ini: tidak ada satu jiwa pun yang pergi dengan
perasaan tidak puas. Siapa pun orangnya—apa pun jenis jiwa itu—dia harus pergi
dengan hati yang puas.