17.06.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, agar bisa mengklaim status kerajaan dinasti surya, serahkanlah
segala sesuatu yang Anda miliki kepada Sang Ayah. Status kerajaan dinasti surya
berarti tiket kelas ber-AC.
Pertanyaan:
Mengapa tidak
ada orang lain di dunia ini yang seberuntung Anda anak-anak?
Jawaban:
Sang Ayah
yang tak terbatas duduk secara pribadi di hadapan Anda anak-anak. Anda akan
menerima warisan yang tak terbatas dari Beliau. Pada saat ini, Anda adalah milik
Sang Ayah, Sang Pengajar, dan Sang Satguru yang tak terbatas, dan Anda menerima
pencapaian tak terbatas dari Beliau. Orang-orang di dunia bahkan tidak mengenal
Beliau. Jadi, bagaimana mereka bisa menjadi seberuntung Anda?
Lagu:
Orang yang
dekat dengan Engkau sangatlah beruntung.
Om Shanti.
Anda,
anak-anak, yang merupakan hiasan marga Brahmana, tahu bahwa Anda sekarang milik
komunitas Brahmana dan bahwa Anda nantinya akan menjadi bagian dari komunitas
devi-devta. Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan kepada Anda anak-anak.
Berhubung Sang Ayah yang tak terbatas sendiri berada di hadapan Anda, dan Anda
menerima warisan yang tak terbatas dari Beliau, apa lagi yang Anda inginkan?
Tidak ada yang tahu, kapan jalan pemujaan dimulai. Para pemuja mengingat Tuhan
di jalan pemujaan, artinya: para mempelai wanita mengingat Sang Mempelai Pria.
Akan tetapi, sungguh mengherankan bahwa mereka tidak mengenal Beliau. Pernahkah
Anda menemukan seorang mempelai wanita yang tidak mengenal mempelai prianya?
Bagaimana dia bisa mengingatnya jika tidak mengenal dia? Tuhan adalah Sang Ayah
dari semua jiwa. Anak-anak mengingat Sang Ayah, tetapi mengingat Beliau tanpa
pengenalan yang benar, berarti menyia-nyiakan waktu. Inilah sebabnya, mereka
tidak menerima manfaat dengan mengingat Beliau. Sekalipun mereka mengingat-Nya,
tak seorang pun dari mereka meraih tujuan atau sasaran mereka. Mereka tidak
mengetahui apa pun mengenai siapa Tuhan itu atau apa yang mereka terima dari-Nya.
Kristus, Buddha, dan para pendiri agama yang lain adalah pemandu dari semua
agama itu, dan para pengikut mereka mengingat mereka. Akan tetapi, para pengikut
itu tidak tahu apa yang akan mereka terima dengan mengingat para pendiri agama
mereka. Studi fisik lebih baik dibandingkan itu. Setidaknya, mereka memiliki
tujuan dan sasaran dalam intelek mereka. Apa yang Anda terima dari Sang Ayah?
Apa yang Anda terima dari Sang Pengajar? Apa yang Anda terima dari Sang Guru?
Tak seorang pun yang lain mampu memahami ini. Di sini, Anda terlebih dahulu
menjadi milik Sang Ayah, kemudian Sang Pengajar, dan selanjutnya Sang Satguru.
Sang Guru lebih tinggi dibandingkan Sang Ayah dan Sang Pengajar. Anda anak-anak
sekarang memiliki keyakinan bahwa Anda adalah milik Sang Ayah. Baba telah datang,
sama persis seperti yang dilakukan-Nya 5000 tahun yang lalu, dan Beliau sedang
menjadikan kita master surga, atau master hunian kedamaian. Sang Ayah berkata,
“Anak-anak yang terkasih, Anda akan mengklaim warisan Anda dari Saya, bukan?”
Semua menjawab, “Ya, Baba! Tentu saja kami akan mengklaimnya!” Achcha, apakah
Anda senang jika mengklaim status kerajaan dinasti chandra seperti Rama? Apa
yang Anda inginkan? Sang Ayah telah membawakan hadiah bersama-Nya. Apakah Anda
ingin menikahi Lakshmi dari dinasti surya atau Sita dari dinasti chandra?
Setidak-tidaknya, lihatlah wajah Anda sendiri! Apakah Anda layak menikah dengan
Shri Narayana atau Shri Lakshmi? Bagaimana mungkin Anda bisa menikah dengan
mereka tanpa menjadi layak? Sang Ayah sekarang duduk di sini dan menjelaskan
sama persis seperti yang Beliau lakukan di siklus sebelumnya. Beliau sedang
menjelaskan kepada kita sekali lagi. Anda telah datang untuk mengklaim warisan
Anda sekali lagi. Tujuan dan sasaran Anda adalah untuk mengklaim warisan yang
tak terbatas dari Sang Ayah yang tak terbatas. Itu adalah status kerajaan
dinasti surya. Dinasti chandra adalah kualitas nomor dua. Ada berbagai kelas:
kelas ber-AC, kelas satu, dan kelas dua. Oleh sebab itu, anggaplah bahwa seluruh
kerajaan zaman emas adalah kelas ber-AC. Tidak ada kelas yang lebih tinggi dari
kelas ber-AC. Kemudian, ada kelas satu. Sang Ayah berkata, “Sekarang, akankah
Anda mengklaim kerajaan dinasti surya yang ber-AC, atau dinasti chandra kelas
satu? Lebih rendah dari itu adalah menjadi ahli waris yang berurutan dalam kelas
dua. Anda akan datang dan memerintah kerajaan di kemudian hari. Selain itu, juga
ada tiket yang diperuntukkan bagi rakyat di kelas tiga.” Ada berbagai macam
kelas, yang berurutan: reservasi kelas satu, reservasi kelas dua. Bagaimanapun
juga, di sana ada kebahagiaan. Ada berbagai gerbong yang berbeda. Orang kaya
pasti membeli tiket kelas ber-AC. Siapa di antara Anda yang menjadi kaya? Mereka
yang memberikan segala sesuatu kepada Sang Ayah. “Baba, semua ini milik-Mu.”
Hanya di Bharata, dinyanyikan pujian tentang “Sang Pengusaha, Sang Saudagar
Permata, Sang Ahli Sulap”. Semua ini adalah pujian Sang Ayah, bukan Krishna.
Krishna mengklaim warisannya dan menerima hadiahnya di zaman emas. Dia juga
milik Sang Ayah. Pasti ada sebabnya, mengapa dia menerima hadiah itu. Lakshmi
dan Narayana menikmati hadiah mereka di zaman emas. Anda anak-anak sekarang
mengerti dengan sangat jelas bahwa mereka pasti telah menciptakan hadiah mereka
di masa lalu. Hadiah yang dinikmati Nehru sangat bagus! Dia pasti telah
melakukan perbuatan yang baik. Dia dahulu adalah maharaja di Bharata, meskipun
tanpa mahkota. Ada banyak pujian bagi Bharata. Tidak ada daratan lain seluhur
Bharata dahulu. Bharata adalah tempat kelahiran Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang
Jiwa Yang Maha Tinggi. Rahasia ini tidak dipahami oleh intelek siapa pun. Hanya
Sang Jiwa Yang Maha Tinggi yang memberikan kedamaian dan kebahagiaan kepada
semua jiwa selama setengah siklus. Bharata adalah tempat perziarahan nomor satu.
Akan tetapi, sesuai dengan drama, lihatlah bagaimana kondisi dunia sekarang
karena Sang Ayah Yang Esa telah dilupakan! Inilah sebabnya, Shiva Baba telah
datang sekali lagi. Pasti harus ada seseorang yang menjadi instrumen untuk ini.
Sang Ayah berkata, “Sekarang, lampauilah badan! Milikilah keyakinan bahwa Anda
adalah jiwa.” Tak seorang pun dari mereka yang tahu anak-anak siapakah mereka,
jiwa-jiwa. Ini sungguh mengherankan! Mereka berkata, “Wahai, Tuhan, Sang Ayah,
berilah belas kasih-Mu!” Orang-orang merayakan hari kelahiran Shiva, tetapi
mereka tidak tahu kapan Beliau datang. Ini adalah persoalan 5000 tahun. Hanya
Sang Ayah yang datang dan mendirikan dunia baru zaman emas. Durasi zaman emas
bukan ratusan ribu tahun. Ada kegelapan ekstrem. Ada begitu banyak orang yang
pergi untuk mendengarkan pesan Gita, tetapi mereka yang mengajarkannya tidak
mengerti apa pun, demikian juga mereka yang mempelajarinya. Sang Ayah
menjelaskan segala sesuatu dengan begitu mudah. Ingatlah Sang Ayah saja! Selagi
tinggal di rumah, jadilah seperti bunga lotus. Semua hiasan telah diberikan
kepada Vishnu. Dia diberi terompet kerang dan juga bunga. Sesungguhnya,
hiasan-hiasan itu tidak bisa diberikan kepada devi-devta. Ini adalah persoalan
yang sangat mendalam dan serius! Itu adalah hiasan Brahmana, tetapi bagaimana
hiasan-hiasan itu bisa diberikan kepada Brahmana? Hari ini, mereka Brahmana,
tetapi besok mereka menjadi shudra. Seorang Brahma Kumar menjadi shudra kumar.
Maya tidak perlu banyak waktu. Jika Anda membuat kesalahan dan tidak mengikuti
shrimat Sang Ayah, jika intelek Anda korup, Maya akan menampar Anda dengan
sangat keras dan memutar wajah Anda. Ketika orang sedang marah, mereka berkata,
“Saya akan menamparmu sedemikian keras sampai wajahmu berbalik arah!” Maya juga
seperti itu. Ketika Anda melupakan Sang Ayah, Maya menampar Anda dalam sedetik
dan memutar wajah Anda. Anda menerima jeevanmukti dalam sedetik. Maya mengakhiri
jeevanmukti itu dalam sedetik. Maya menangkap begitu banyak anak yang bagus.
Begitu dia melihat ada seseorang yang lengah, saat itu juga dia menamparnya.
Sang Ayah datang dan memalingkan wajah Anda dari dunia lama. Ketika seorang ayah
miskin yang selama ini tinggal di gubuk tua sedang membangun rumah baru, intelek
anak-anaknya terus tertuju pada rumah baru itu. Mereka berpikir bahwa rumah baru
tersebut akan segera siap, sehingga mereka bisa tinggal di sana dan merubuhkan
rumah yang lama. Sang Ayah sekarang telah membawakan surga di telapak tangan-Nya
untuk Anda, anak-anak. Beliau berkata, “Anak-anak yang terkasih!” Beliau
berbicara kepada jiwa-jiwa. Beliau melihat Anda anak-anak melalui mata fisik ini.
Sang Ayah menjelaskan, “Saya juga terikat oleh drama ini. Bukan berarti bahwa
Saya bisa berbuat apa pun tanpa drama; tidak. Bukan berarti bahwa ketika seorang
anak jatuh sakit, Saya bisa menyembuhkannya atau membebaskannya dari harus
dioperasi. Tidak, semua orang harus menghadapi akibat dari karmanya. Anda
memikul beban yang sangat besar karena Anda adalah jiwa-jiwa yang tertua. Dari
satopradhan, Anda telah menjadi sepenuhnya tamopradhan.” Anda anak-anak sekarang
telah menemukan Sang Ayah. Jadi, Anda harus mengklaim warisan Anda dari Beliau.
Anda tahu bahwa sesuai dengan drama, Anda mengklaim warisan Anda dari Sang Ayah
setiap siklus. Mereka yang berasal dari dinasti surya dan chandra pasti akan
datang. Mereka yang dahulu adalah devi-devta telah menjadi shudra. Mereka akan
menjadi Brahmana, kemudian menjadi bagian dari komunitas devi-devta. Tak seorang
pun kecuali Sang Ayah yang mampu menjelaskan hal-hal ini. Sang Ayah menganggap
Anda anak-anak begitu manis! Beliau berkata, “Andalah anak-anak Saya yang sama,
dari siklus sebelumnya. Saya datang dan mengajar Anda setiap siklus.” Ini adalah
hal-hal yang begitu luar biasa! Tuhan yang tak berwujud jasmani berbicara.
Beliau tentu harus berbicara melalui badan, bukan? Ketika jiwa terpisah dari
badannya, dia tidak bisa berbicara; jiwa itu menjadi terlepas. Sang Ayah
sekarang berkata, “Semoga Anda melampaui badan!” Bukan berarti bahwa Anda harus
menahan napas dan sebagainya; bukan. Anda harus memahami bahwa diri Anda adalah
jiwa yang tak termusnahkan. Peran 84 kelahiran terekam di dalam diri saya, sang
jiwa. Sang Ayah sendiri berkata, “Setiap perbuatan yang Saya, Sang Jiwa, lakukan,
terekam di dalam diri Saya. Peran Saya berlanjut di sana, di jalan pemujaan.
Kemudian, di jalan pengetahuan, Saya datang kemari dan memberi Anda pengetahuan.”
Orang-orang di jalan pemujaan sama sekali tidak memiliki pengetahuan! Bagaimana
mungkin seseorang yang belum pernah minum alkohol mengetahui seperti apa rasanya?
Hanya ketika mereka sudah mempelajari pengetahuan, barulah mereka bisa
memahaminya. Melalui pengetahuan, ada keselamatan. Oleh sebab itu, yang
memberikan keselamatan pastilah Sang Samudra Pengetahuan. Sang Ayah berkata,
“Saya adalah Sang Pemberkah Keselamatan Bagi Semua Jiwa.” Ada juga Pemimpin
Sarvodaya (yang memiliki belas kasih terhadap semua orang). Ada begitu banyak
ragam. Sesungguhnya hanya Sang Ayah yang mampu berbelas kasih terhadap semua
jiwa. Mereka berkata kepada Sang Ayah, “Wahai, Tuhan, berilah belas kasih-Mu!”
Jadi, Beliaulah Yang Esa, yang memiliki belas kasih terhadap semua jiwa. Semua
orang yang lain hanya bisa memiliki belas kasih terbatas. Sang Ayah menjadikan
seluruh dunia satopradhan. Bahkan lima unsur alam pun menjadi satopradhan.
Inilah tugas Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Makna “Sarvodaya” begitu luas. Beliau
memiliki belas kasih yang sempurna bagi semua jiwa. Tidak ada orang yang tidak
bahagia dalam surga yang didirikan. Di sana, ada perabotan dan barang-barang
fisik kelas satu. Tidak ada hewan atau serangga yang bisa menimbulkan
kesengsaraan di sana. Di sana, rumah orang-orang penting sangat bersih. Di
segala tempat, Anda tidak akan pernah melihat lalat. Tidak ada nyamuk yang bisa
datang ke sana. Tak satu pun dari serangga-serangga itu memiliki kekuatan untuk
datang ke surga. Di sana, tidak ada apa pun yang menimbulkan kekotoran.
Keharuman bunga-bunga di sana begitu alami. Baba memberi Anda jus buah (subiras)
untuk diminum di alam halus. Akan tetapi, di alam halus tidak ada apa pun. Semua
itu hanyalah penglihatan. Ada berbagai bunga dan taman yang sangat bagus di
surga. Di alam halus, tidak ada taman. Semua hal itu sekadar penglihatan. Anda
mengalami penglihatan selagi duduk di sini. Lagu ini benar-benar kelas satu.
Anda tahu bahwa Anda telah menemukan Sang Ayah. Jadi, apa lagi yang Anda
inginkan? Anda mengklaim warisan yang tak terbatas dari Sang Ayah yang tak
terbatas. Oleh sebab itu, ingatlah Sang Ayah. Petunjuk Beliau sangat terkenal.
Kita akan menjadi yang paling luhur dengan mengikuti shrimat. Semua petunjuk
yang lain adalah petunjuk yang bersifat iblis. Inilah sebabnya, orang-orang
tidak tahu bahwa di zaman emas, terdapat kebahagiaan yang konstan. Dahulu, ada
kerajaan Lakshmi dan Narayana. Mereka adalah Radhe dan Krishna di masa
kanak-kanak mereka. Orang-orang tidak melukiskan aktivitas ilahi mereka. Di
surga, semua anak kecil kelas satu; tidak ada kenakalan dan sebagainya. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Berhubung
Anda telah memalingkan wajah dari dunia tua ini, janganlah ceroboh. Jangan
memberi kesempatan bagi Maya untuk memutar wajah Anda ke arahnya. Jangan
melanggar shrimat! Klaimlah warisan penuh Anda dari Sang Ayah.
2. Serahkanlah
segala sesuatu yang Anda miliki kepada Sang Ayah. Jadilah ahli waris sejati dan
klaimlah tiket ber-AC zaman emas. Berupayalah sambil mempertahankan tujuan dan
sasaran dalam intelek Anda.
Berkah:
Semoga Anda
mampu menghadapi semua situasi sulit dengan tetap berada dalam tahapan asli Anda,
melalui latihan tahapan avyakt.
Ketika Anda
membentuk kebiasaan untuk berlatih berada dalam tahapan avyakt, Anda akan mampu
menghadapi semua situasi sambil tetap stabil dalam tahapan asli Anda. Kebiasaan
ini akan menyelamatkan Anda dari harus pergi ke pengadilan. Oleh karena itu,
jadikan latihan ini sebagai praktik dan sifat alami Anda. Begitu Anda telah
menjadikan ini sebagai latihan alami dan juga menjadi sifat Anda,
bencana-bencana alam akan tiba. Ini karena setelah Anda menyerap kekuatan untuk
menaklukkan segala situasi serta kekuatan untuk menghadapi segala sesuatu, tirai
akan tersingkap. Untuk itu, Anda perlu memiliki ketidaktertarikan yang mutlak
terhadap semua kebiasaan lama Anda, sanskara lama, dan situasi lama Anda.
Slogan:
Anggaplah
diri Anda sebagai instrumen dalam melakukan segala sesuatu, maka Anda tidak akan
merasa lelah dalam perbuatan apa pun.
Sinyal Avyakt:
Agar Senantiasa Ceria; Milikilah Sifat Santai, Luwes, dan Toleran
BapDada memiliki
cinta kasih yang paling besar terhadap anak-anak yang memiliki hati bersih.
Mereka yang berhati bersih senantiasa duduk di singgasana hati BapDada. Dalam
sikap mental, pandangan, perkataan, relasi, dan koneksi mereka, mereka tampak
santai dan ringan, sederhana, serta jernih terhadap semua jiwa secara setara.
Tanda dari sifat yang mudah adalah bahwa hati, kepala, dan perkataan Anda
selaras. Memiliki sesuatu di dalam hati tetapi mengatakan hal yang berbeda
melalui kata-kata bukanlah tanda kemudahan. Mereka yang memiliki sifat mudah,
santai dan luwes, akan senantiasa rendah hati, tanpa ego, dan tidak mementingkan
diri sendiri. Hati mereka sederhana dan ringan, perkataan mereka sederhana, dan
demikian pula sikap mental serta pandangan mereka.
Perkataan Luhur yang
Tak Ternilai dari Mateshwari
Perluasan Dunia
Manusia, Dunia Devi-devta, dan Dunia Hantu dan Roh Jahat
Ada banyak orang
yang bertanya, “Ketika kita membicarakan tentang jiwa-jiwa manusia yang tidak
suci, yang kita sebut sebagai hantu, apakah mereka nyata atau hanya khayalan?
Atau sekadar keraguan?” Sekarang, sudah diterangkan dengan jelas, bahwa ketika
jiwa manusia melakukan perbuatan berdosa, mereka selanjutnya harus mengalami
berbagai macam penderitaan, dan mereka harus menderita dalam kelahiran mereka
sebagai manusia, bukan sebagai hewan, burung, atau spesies lainnya. Kapasitas
manusia untuk mengalami kebahagiaan dan penderitaan lebih besar, dibandingkan
hewan. Manusia memegang peran utama dalam sandiwara dunia ini. Hewan dan
burung-burung bagaikan keindahan drama dunia ini. Dalam keseluruhan siklus,
sejak awal zaman emas hingga akhir zaman besi, kita manusia telah mengalami 84
kelahiran, tetapi 8,4 juta kelahiran bisa dialami oleh berbagai macam hewan dan
burung. Tidak ada seorang pun kecuali Tuhan yang mampu menjelaskan rahasia ini
kepada kita. Hunian jiwa-jiwa adalah unsur brahm, yaitu alam jiwa. Jiwa hewan
tidak bisa pergi ke unsur brahm; mereka memainkan peran mereka di dalam alam
semesta ini. Mereka juga memiliki peran melebur dan mewujud serta melewati
tahapan sato, rajo, dan tamo. Inilah sebabnya, kita tidak perlu terlalu
menyelidiki perluasan unsur-unsur alam, melainkan terlebih dahulu mendatangkan
manfaat bagi jiwa kita sendiri, yaitu menjadi “Manmanabhava”. Sekarang, kita
akan membahas tentang jiwa manusia. Jiwa-jiwa yang melakukan perbuatan tidak
suci dan berbuat dosa, memasuki siklus kelahiran dan kematian, sesuai dengan
sanskara mereka yang tidak suci. Mereka menerima penglihatan mengenai dosa-dosa
yang telah mereka lakukan sejak permulaan, hingga pertengahan, sampai akhir,
yaitu hingga detik ajal menjemput, kemudian mereka mengalami hukuman dalam cara
halus. Dalam waktu singkat, mereka merasakan penderitaan dari banyak kelahiran,
kemudian meninggalkan badan, serta mengalami penderitaan lebih lanjut dalam
penjara rahim. Kemudian, sesuai dengan sanskara mereka, mereka terlahir dalam
rumah tangga tertentu dan mengalami kebahagiaan dan penderitaan dalam kehidupan
mereka di sana. Ini disebut sebagai permulaan, pertengahan, dan akhir. Akan
tetapi, ada beberapa jiwa yang tidak mengadopsi badan. Mereka mengembara sebagai
hantu di alam semesta ini dalam wujud halus mereka. Ini juga merupakan suatu
jenis hukuman, yaitu wujud penderitaan. Jiwa manusia yang tidak suci itu pasti
memiliki rekening karma dengan jiwa lain, jadi dia akan merasuki badan dari jiwa
lain tersebut dan mendatangkan penderitaan atas jiwa itu, artinya: dia akan
melunasi rekening karmanya, kemudian pergi dan mengadopsi badan lain. Beberapa
jiwa manusia memukuli badan orang yang mereka masuki, dan mendatangkan banyak
penderitaan atas orang tersebut. Akan tetapi, ini juga merupakan salah satu
jenis penderitaan dalam hal pelunasan rekening karma. Jadi, semua jiwa mengalami
kebahagiaan dan penderitaan hanya di dalam badan manusia. Anda telah menerima
penjelasan bahwa jiwa-jiwa yang datang dari hunian mukti ke dalam sandiwara
fisik ini tidak bisa pulang ke hunian mukti di tengah-tengah sandiwara. Mereka
mengambil sanskara kebahagiaan atau penderitaan sesuai dengan perbuatan suci
atau tidak suci yang telah mereka lakukan, dan memasuki siklus kebahagiaan dan
penderitaan. Semua jiwa mengalami kelahiran kembali. Hanya Tuhan yang tidak
mengalaminya. Achcha.