17.08.26       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, kisah tentang Bap dan Dada sungguh luar biasa. Ketika Sang Ayah memasuki badan kakak tertua (Dada) ini, maka Anda, Brahma Kumar dan Brahma Kumari, bisa mengklaim hak atas warisan.

Pertanyaan:
Sekalipun Anda mengerti bahwa drama ini sudah ditakdirkan, tujuan apa yang harus Anda anak-anak miliki?

Jawaban:
Berupaya dan berpacu. Artinya, Anda benar-benar harus memiliki tujuan untuk terus mengingat Sang Ayah dan menjadi karmateet sebelum penghancuran terjadi. Menjadi karmateet berarti berubah dari bersifat zaman besi menjadi bersifat zaman emas. Waktu yang singkat ini disediakan untuk berupaya, jadi Anda harus menjadikan tahapan Anda kokoh dan tak tergoyahkan sebelum penghancuran terjadi.

Om Shanti.
Om shanti. Siapa dua pribadi yang mengatakan ini? Yang pertama adalah Baba dan yang kedua adalah Dada. Orang-orang suka menceritakan dongeng yang dimulai dengan: “Dahulu kala, hiduplah seorang raja dan ratunya.” Sekarang, ini adalah hal-hal baru. Ada Baba, dan ada Dada. Jadi, Anda pun berkata, “Lima ribu tahun yang lalu, ada Shiva Baba dan Brahma Dada.” Semua jiwa adalah anak-anak Shiva. Semua jiwa adalah anak-anak Sang Ayah Yang Esa. Mereka memang demikian adanya. Selain itu, ada Brahmana, anak-anak Brahma. Anak-anak Prajapita Brahma adalah Brahma Kumar dan Brahma Kumari. Siapa yang mengajar mereka? Shiva Baba. Brahma Kumar dan Brahma Kumari yang banyak jumlahnya ini adalah anak-anak Prajapita Brahma. Anda, Brahma Kumar dan Brahma Kumari, yakin bahwa Anda benar-benar adalah anak-anak Shiva Baba dan juga cucu-cucu Beliau. Anda memang anak-anak Shiva Baba, tetapi Anda sekarang telah menjadi cucu-cucu Beliau agar bisa mengklaim warisan Anda dari Sang Kakek melalui Brahma. Anda sekarang sedang menerima warisan dari Sang Kakek, yang disebut Shiva Baba. Akan tetapi, karena Anda adalah Brahma Kumar dan Brahma Kumari, Anda menyebut orang ini sebagai Dada. Warisan berasal dari Sang Kakek, bukan dari Brahma Dada. Anda menerima warisan untuk menjadi penghuni surga dari Sang Ayah. Anda menerima warisan itu selama setengah siklus, kemudian Anda mengalami kutukan Rahwana dan terus menurun. Seakan-akan, Anda memiliki pertanda buruk yang mengharuskan Anda menurun. Anda anak-anak mengerti bahwa pertanda buruk Anda, yaitu pertanda Rahu, telah berakhir. Pertanda paling buruk adalah pertanda Rahu. Pertanda terluhur adalah pertanda baik Jupiter. Ketika ada pertanda buruk Rahu, Anda menjadi jelek akibat lima sifat buruk. Sang Ayah sekarang memberi tahu Anda sekali lagi, “Donasikanlah sifat-sifat buruk, maka pertanda gerhana akan hilang.” Ini mengacu kepada Anda. Orang-orang mengira bahwa ini mengacu kepada gerhana matahari dan bulan. Ketika terjadi gerhana, orang-orang meminta donasi. Di sini, Sang Ayah memberi tahu Anda, “Donasikanlah lima sifat buruk, maka pertanda buruk akan hilang.” Anda telah menjadi jiwa-jiwa berdosa melalui sifat-sifat buruk ini. Hal yang utama adalah kesadaran badan. Pertama-tama, Anda dahulu satopradhan, kemudian Anda melewati tahapan sato, rajo, dan tamo; Anda mengalami 84 kelahiran. Anda memiliki keyakinan yang teguh bahwa devi-devta benar-benar mengalami 84 kelahiran. Merekalah jiwa-jiwa pertama yang menemui Sang Ayah. Ada ungkapan bahwa jiwa-jiwa sudah sangat lama terpisah dari Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Sang Ayah berkata, “Andalah jiwa-jiwa pertama yang Saya kirim ke zaman emas, dan Anda sekarang telah datang untuk bertemu Saya.” Sebelumnya, Anda sekadar menyanyikan ini, tetapi sekarang Sang Ayah duduk di sini dan memberi tahu Anda makna akuratnya. Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan kepada Anda intisari semua Weda, kitab suci, tapasya, mantra yang dirapalkan, slogan, dan sebagainya. Siklus ini sangat mudah dimengerti. Sekarang adalah zaman peralihan antara zaman besi dan zaman emas. Perang sudah berada di ambang pintu. Anda juga memiliki keyakinan bahwa zaman emas sedang didirikan. Badan semua jiwa yang berada di zaman besi akan dihancurkan dan semua jiwa akan menjadi suci, melunasi seluruh rekening karma mereka, dan pulang ke rumah. Inilah masa pelunasan bagi semua orang. Jiwa-jiwa akan meninggalkan badan mereka dan pulang ke rumah. Intelek Anda memahaminya sekarang. Anda akan berada di zaman peralihan sampai menjadi karmateet. Ada miliaran orang di pihak sana, sedangkan di pihak sini, jumlah Anda sangat sedikit. Ada banyak juga di antara Anda yang inteleknya masih menumbuhkan keyakinan ini. Mereka yang inteleknya penuh keyakinan, menjadi pemenang. Mereka kemudian menjadi kalung bunga di leher Vishnu. Ada rosario Rudraksha dan ada rosario Runda. Rosario Runda memiliki manik-manik kecil berukir wajah. Itu adalah simbol tentang bagaimana kita, jiwa-jiwa, datang dan menjadi manik-manik kalung di leher Sang Ayah, kemudian datang kemari secara berurutan. Ada rosario delapan, 108, dan juga 16.108. Anda tidak bisa menghitung apakah ada lima ribu, sepuluh ribu, atau 16 ribu. Rosario-rosario ini dikenang. Baba bertanya, “Mengapa Anda memikirkan semua hal ini? Berapa pun banyaknya jiwa yang menjadi raja-raja di zaman emas dan zaman perak di siklus sebelumnya, jumlah mereka akan menjadi sebanyak itu sekarang. Anda tidak perlu bertanya apakah akan ada 100 jiwa yang menjadi raja, atau 200 jiwa, atau 300 jiwa.” Sang Ayah berkata, “Semakin Anda mendekat, semakin Anda akan memahami segala sesuatu.” Sekarang, kita berada di sini, dan besok, setelah penghancuran terjadi, akan ada beberapa devi-devta di zaman emas. Perkembangan berlangsung belakangan. Anda juga bisa melihat tanda-tanda zaman emas. Anda tidak bisa mengatakan secara akurat, apakah akan ada ratusan ribu jiwa atau lebih, atau apakah akan ada seratus ribu atau sembilan ratus ribu sampai satu juta jiwa. Ya, ketika Anda sudah layak untuk menjadi sepenuhnya akurat, Anda akan menerima lebih banyak penglihatan ilahi. Sekarang, masih ada waktu yang tersisa untuk memahami jauh lebih banyak. Anda akan terus menerima berbagai penglihatan ilahi. Berbagai macam persiapan untuk perang sedang dilakukan. Semakin lama, segala sesuatu akan semakin mahal harganya. Banyak pajak akan dibebankan di luar negeri. Segalanya akan menjadi sangat mahal. Lalu, segalanya akan menjadi sangat murah. Di zaman emas, Anda tidak perlu membelanjakan uang untuk apa pun. Semua tambang akan penuh. Akan terdapat banyak kenyamanan materi di dunia baru. Lakshmi dan Narayana memiliki banyak kenyamanan materi. Di Kuil Shrinath, mereka mempersembahkan begitu banyak jenis makanan kepada semua patung. Di sana, mereka memasak makanan yang sangat bergizi, dan juga menyantapnya. Mereka mengatakan bahwa mereka telah mempersembahkan bhog kepada devi-devta. Mereka berkata, “Jika kami tidak mempersembahkan bhog kepada devi-devta, nanti mereka kesal.” Ini tidak ada hubungannya dengan menjadi kesal. Anda tidak merasa kesal terhadap siapa pun. Anda tahu bahwa sesuai dengan drama, penghancuran harus terjadi. Zaman besi akan berubah dan menjadi zaman emas. Kita mengerti bahwa sesuai dengan drama, siklus baru akan dimulai kembali. Anda juga terikat oleh drama. Sang Ayah telah datang sesuai dengan drama. Tidak mungkin terdapat perbedaan satu menit pun dalam drama. Sebagaimana Baba datang dan Anda bertemu Beliau, hal yang sama persis akan terulang di siklus berikutnya. Dalam kitab suci, orang-orang telah memberikan durasi yang panjang pada siklus. Intelek Anda anak-anak sekarang mengerti bahwa penghancuran benar-benar sudah di ambang pintu. Anda sekarang sedang berpacu cepat. Anda tahu bahwa Anda harus mengingat Sang Ayah dan benar-benar mencapai tahapan karmateet. Artinya, Anda harus berubah dari bersifat zaman besi menjadi bersifat zaman emas. Jika Anda tidak berupaya sekarang, status Anda akan hancur. Wahai, jiwa-jiwa, Anda sekarang telah menjadi tidak suci. Anda juga tahu bahwa berbagai macam orang akan datang. Mereka yang telah beralih ke agama-agama lain juga akan terus muncul. Mereka akan datang dan terus berupaya untuk mengklaim warisan mereka dari Sang Ayah. Mereka akan memasuki agama Brahmana, kemudian agama devi-devta. Jika mereka tidak memasuki agama Brahmana, bagaimana mereka bisa memasuki agama devi-devta? Jumlah Brahmana terus bertambah, hari demi hari. Ketika mereka melihat bahwa penghancuran sudah di ambang pintu, mereka akan berkata, “Yang Anda katakan itu benar.” Kemudian, akan terjadi perkembangan. Pohon Brahmana akan bertumbuh dan menjadi penuh, kemudian Anda semua akan pulang ke rumah. Selanjutnya, pohon devi-devta akan bertumbuh. Anda sekarang sedang mempelajari Raja Yoga di zaman peralihan. Zaman peralihan ini disebut zaman penuh berkah. Ada pujian tentang zaman peralihan, yang disebut sebagai pertemuan antara Sungai Gangga dengan samudra. Semua itu berasal dari jalan pemujaan. Anda semua adalah Sungai-sungai Gangga pengetahuan yang telah muncul dari Sang Samudra Pengetahuan. Istilah “Sang Penyuci” berhubungan dengan ungkapan “Sang Samudra Pengetahuan”. Orang-orang itu mengira bahwa Sungai Gangga adalah Sang Penyuci, itulah sebabnya mereka terus mandi di Sungai Gangga. Sungai-sungai ini sudah ada sejak zaman emas. Dewasa ini, orang-orang bahkan tenggelam di sungai di berbagai tempat. Unsur-unsur alam telah menjadi tamopradhan, bahkan samudra pun telah menjadi tamopradhan. Ketika gelombang pasang laut datang menghempas, semuanya hancur. Di zaman emas, hanya ada sejumlah kecil dari kita di Bharata, di tepian Sungai Jamuna. Delhi dahulu adalah daratan malaikat dan akan kembali menjadi demikian. Hanya terdapat sedikit jiwa berbadan di zaman emas, kemudian jumlah mereka perlahan-lahan terus bertambah. Sekarang adalah akhir zaman besi. Ada begitu banyak manusia! Ini adalah sandiwara yang tak terbatas dan harus dipahami baik-baik. Sekalipun orang-orang menyadari bahwa diri mereka adalah aktor, tak seorang pun dari mereka mengetahui bahwa durasi siklus ini adalah 5000 tahun. Ada perbedaan besar antara 84 kelahiran dan 8,4 juta kelahiran. Anda sekarang mengalami pencerahan. Anda sedang menerima warisan Anda dari Sang Ayah. Baba berkata, “Manmanabhawa!” Ingatlah Sang Ayah. Tuhan Shiva berbicara. Krishna bukan Sang Samudra Pengetahuan. Ada perbedaan besar antara pujian Tuhan dan pujian devi-devta. Pujian ciptaan baru yang Sang Ayah ciptakan adalah: “Mereka penuh dengan semua kebajikan luhur.” Anda sekarang sedang menjadi sedemikian rupa. Ada perbedaan bagaikan siang dan malam antara pujian Sang Ayah dan pujian devi-devta. Ini adalah Raja Yoga. Ada ungkapan bahwa Tuhan mengajarkan Raja Yoga. Beliau tanpa citra jasmani. Jadi, dari tanpa citra jasmani, Beliau pasti harus memasuki wujud jasmani. Terdapat begitu banyak pujian tentang Tuhan, jadi Beliau pasti harus datang kemari. Kelahiran Beliau ilahi dan unik. Tidak ada kelahiran siapa pun yang lain, yang dikenang sebagai kelahiran ilahi. Anda anak-anak juga sudah menerima penjelasan bahwa ada ayah lokik dan ada Sang Ayah parlokik, yang diingat oleh manusia sebagai Tuhan. Ayah yang ketiga adalah ayah alokik; dia adalah ayah yang luar biasa. Sang Ayah parlokik mengadopsi Anda, sehingga Anda memiliki ayah alokik ini di antaranya. Prajapita Brahma memiliki begitu banyak anak. Shiva Baba datang dan menjadikan Anda milik Beliau melalui Brahma. Ada begitu banyak orang yang menjadi Brahma Kumar dan Brahma Kumari. Ayah lokik mungkin hanya bisa memiliki delapan sampai sepuluh anak. Achcha, Shiva Baba adalah Sang Ayah parlokik, dan Beliau memiliki banyak anak. Semua jiwa berkata, “Kita semua bersaudara.” Kita sekarang telah menemukan ayah alokik ini kembali di zaman peralihan. Anda tidak akan memiliki pengetahuan ini di sana. Hanya ketika Sang Ayah datang dan menciptakan dunia baru, barulah Anda bisa bertemu dengan ayah alokik ini, Prajapita Brahma. Jadi, ini adalah kelahiran alokik. Tidak ada orang yang mampu memahaminya. Ada ayah lokik, ada Sang Ayah parlokik Yang Esa, dan ada ayah alokik di zaman peralihan. Anda telah memiliki ayah-ayah lokik sejak zaman emas. Tidak ada seorang pun di sana yang mengingat Sang Ayah parlokik. Di sana, Anda hanya memiliki satu ayah. Tak seorang pun di sana mengingat Tuhan atau berkata, “Wahai, Tuhan! Wahai, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi!” Ketika jalan pemujaan dimulai di zaman perunggu, Anda memiliki dua ayah, kemudian di zaman peralihan, Anda memiliki tiga ayah. Anda bertemu Prajapita Brahma pada saat ini. Anda sekarang menjadi miliknya. Anda tahu bahwa dia adalah ayah alokik Anda. Anda sekarang memahami dan mengingat hal-hal ini dengan sangat baik. Sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan ingatlah Sang Ayah. Di zaman emas, Anda tidak perlu mengingat Tuhan. Semua jiwa mengingat Sang Ayah parlokik pada saat menderita. Hal ini sangat mudah dimengerti. Di zaman emas dan perak, Anda hanya memiliki satu ayah. Di zaman perunggu, Anda memiliki dua ayah, dan di saat ini, Anda anak-anak sekarang menjadi milik sang ayah alokik, yang melaluinya Anda mengklaim warisan Anda. Hanya Anda yang menjadi Brahmana dan kemudian menjadi devi-devta. Anda harus menyaksikan penghancuran yang akan Anda lihat dengan mata kepala Anda sendiri. Ketika mereka menjatuhkan bom, orang-orang mati. Ketika bom dijatuhkan di Jepang, Anda tahu bagaimana semua orang di sana mati. Di sini, terus-menerus terjadi peperangan. Mereka sendiri mengatakan bahwa mereka semakin lama semakin jenuh. Perang berlanjut selama lebih dari sepuluh tahun. Segala sesuatu akan dihancurkan dengan bom, cukup dengan sejentik jari, dalam sedetik. Begitu percikan menyala, seluruh kota luluh lantak. Bom-bom akan meledak dan akan terjadi kebakaran. Anda anak-anak mengerti bahwa Sang Ayah telah datang untuk melakukan pendirian dan penghancuran. Oleh sebab itu, semua hal ini pasti akan terjadi. Sekaranglah waktunya untuk berupaya. Maya berulang kali memutus yoga intelek Anda. Anda masih belum menjadi kokoh dan tak tergoyahkan. Anda berkata, “Baba, banyak badai Maya berdatangan.” Beberapa anak bahkan tidak mengingat Baba selama setengah jam. Sang Ayah berkata, “Anda adalah karma yogi. Anda harus melakukan pelayanan ini selama delapan jam.” Berupayalah sedemikian rupa sehingga Anda mampu mengingat Baba selama delapan jam. Dengan mengingat Beliau, dosa-dosa Anda akan terhapus. Ini disebut api yoga. Ini memerlukan upaya. Selagi tinggal di rumah bersama keluarga Anda, ingatlah Sang Ayah saja. Baba juga memberi tahu Anda bahwa mereka, yang telah meninggalkan rumah dan keluarga mereka untuk menjadi anak-anak Baba, tidak mengingat Beliau sebanyak anak-anak yang tinggal di rumah bersama keluarga mereka. Mereka justru mengingat Baba jauh lebih banyak. Ada contoh tentang Arjuna dan orang suku pedalaman. Untuk mengingat Sang Ayah, perlu upaya; selain itu, siklus juga harus dipahami. Perang Mahabharata pasti akan terjadi. Itu tidak akan berlangsung di zaman emas. Anda anak-anak juga harus menjadi tongkat bagi mereka yang buta. Tunjukkanlah kepada semua orang jalan untuk mengingat Sang Ayah, cara untuk mengingat siklus, dan bagaimana menjadi pemutar chakra kesadaran diri. Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Berupayalah untuk terus mengingat Baba selama minimal delapan jam. Agar bisa menjadikan tahapan Anda kokoh dan tak tergoyahkan, tingkatkanlah latihan ingatan Anda. Jangan ceroboh.

2. Drama ini mutlak akurat. Oleh sebab itu, jangan merasa kesal terhadap siapa pun. Milikilah keyakinan dalam intelek Anda.

Berkah:
Semoga Anda senantiasa menjadi pemenang dengan selalu mengingat tiga ungkapan: memutus, membentuk, dan menempa (menghubungkan).

Inti dari keseluruhan studi dan ajaran ini terletak pada tiga hal: 1) Ikatan karma harus diputuskan. 2) Sanskara dan sifat Anda harus dibentuk. 3) Anda harus menempa semua relasi dengan Sang Ayah Yang Esa. Ketiga hal ini akan membuat Anda mengklaim kemenangan dengan utuh. Untuk itu, teruslah menyadari bahwa segala sesuatu yang bisa musnah yang Anda lihat dengan mata Anda, telah musnah. Bahkan saat melihat hal-hal tersebut, teruslah memandang relasi baru dan dunia baru Anda; dengan demikian, Anda tidak akan pernah terkalahkan.

Slogan:
Tanda dari jiwa yogi adalah dia senantiasa bersih dan jernih.

Sinyal Avyakt: Akhiri Benih Ketidaksucian dan Jadilah Sepenuhnya Bersih (Suci)

Jika Anda memiliki ketidaksucian apa pun atau melanggar maryadas dalam kehidupan Brahmana—bahkan hanya dalam pikiran—maka alih-alih duduk di singgasana, Anda akan mengalami tahapan merosot. Anda mungkin tidak melakukan perbuatan berdosa, namun jika Anda melakukan perbuatan yang sia-sia, maka alih-alih sekadar penyesalan biasa, Anda akan mendapatkan kesadaran. Anda akan menyadari bahwa hal itu salah dan seharusnya tidak terjadi, dan hal itu akan menusuk hati Anda bagaikan duri. Oleh karena itu, bebaskanlah diri Anda dari segala hal yang sia-sia.