18.06.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, agar bisa mengalami kebahagiaan melampaui panca indra, teruslah
memelihara kesadaran tentang anak-anak siapakah Anda. Jika Anda melupakan Sang
Ayah, kebahagiaan Anda akan hilang.
Pertanyaan:
Anak-anak
manakah yang memiliki kebahagiaan permanen karena telah menemukan Sang Ayah?
Jawaban:
Anak-anak
yang menempa semua hubungan dengan Sang Ayah, yang berupaya untuk terus
mengingat Sang Ayah Yang Esa dan tidak mengingat sosok berbadan – merekalah yang
memiliki kebahagiaan permanen. Jika ada ingatan terhadap sosok berbadan, Anda
akan banyak sekali menangis. Mereka, yang akan menjadi master dunia, tidak
pernah menangis.
Lagu:
Jangan
melupakan hari-hari masa kanak-kanak Anda.
Om Shanti.
Baba berkata,
“Anak-anak yang manis, jangan lupa bahwa Anda adalah anak-anak Sang Ayah yang
tak terbatas. Jika Anda melupakan ini, Anda akan membuat diri Anda menangis dan
intelek Anda akan tertarik ke dunia yang kotor. Dengan mengingat Sang Ayah, Anda
mengalami kebahagiaan melampaui panca indra. Kebahagiaan ini hilang jika Anda
melupakan Sang Ayah.” Selalulah ingat bahwa Anda adalah anak-anak Baba. Jika
tidak, Anda akan membuat diri Anda menangis. Semua jiwa adalah anak-anak Tuhan.
Semua jiwa berkata, “Wahai, Baba! Wahai, Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa
Yang Maha Tinggi, lindungilah kami!” Akan tetapi, tak seorang pun tahu kapan
Anda menerima perlindungan dari Sang Ayah. Tidak ada sadhu atau orang suci yang
mengetahui kapan Anda menerima mukti atau jeevan mukti dari Sang Ayah, karena
mereka telah mengatakan bahwa Tuhan ada dalam setiap partikel. Anda anak-anak
sekarang mengenal Sang Ayah yang tak terbatas. Beliau adalah Sang Ayah yang
terkasih. Tidak ada yang lain, yang begitu patut dikasihi seperti Beliau. Tidak
mengenal Sang Ayah yang sedemikian rupa, benar-benar merupakan kesalahan besar.
Mengapa orang-orang merayakan hari kelahiran Shiva? Siapakah Beliau? Tidak ada
orang yang mengetahuinya. Sang Ayah berkata, “Anda telah menjadi begitu tidak
bijak! Lihatlah, seperti apa Maya, Rahwana, telah menjadikan Anda. Anda
anak-anak sekarang tahu bahwa ini adalah tempat kelahiran Saya. Saya datang
setiap 5000 tahun.” Orang-orang berkata bahwa Beliau akan datang setelah 40.000
tahun, ketika zaman besi berakhir. Mereka menunjukkan gambar Trimurti. Mereka
juga memberi nama jalan: “Jalan Trimurti”, tetapi tak seorang pun memahami tiga
sosok Brahma, Vishnu, dan Shankar, dalam gambar itu. Apa yang dikerjakan Brahma?
Apa yang dikerjakan Vishnu dan Shankar? Di mana mereka tinggal? Orang-orang
tidak mengetahui apa pun; mereka berada dalam kegelapan total. Sang Ayah adalah
Sang Pencipta. Ciptaan Beliau sangatlah besar! Sandiwara ini tak terbatas dan
terdapat jumlah manusia yang tak terbatas di dalamnya. Ketika ada zaman emas
5000 tahun yang lalu, ketika kerajaan Lakshmi dan Narayana ada di Bharata, tidak
ada kerajaan lain. Orang-orang menyebutkan: “Dewi Shri Lakshmi” dan “Dewa Shri
Narayana”. Mereka bahkan menyebut Rama dan Sita sebagai “Dewa Rama” dan “Dewi
Sita”. Dari mana Dewa Narayana dan Dewi Lakshmi berasal? Mereka memerintah di
masa lalu, tetapi tak seorang pun mengetahui kisah hidup mereka. Orang-orang
hanya terus menyanyikan bahwa Tuhan adalah Sang Penghapus Kesengsaraan dan Sang
Pemberkah Kebahagiaan, akan tetapi, bagaimana Beliau adalah Sang Penghapus
Kesengsaraan dan Sang Pemberkah Kebahagiaan tidak dimengerti oleh intelek siapa
pun. Kebahagiaan apa yang diberikan Beliau kepada semua jiwa? Kapan Beliau
menghapus kesengsaraan semua jiwa? Mereka tidak mengetahui apa pun. Anda
anak-anak sekarang sedang mempelajari Raja Yoga di sini agar bisa menjadi
seperti Dewi Lakshmi dan Dewa Narayana. Anda juga tahu bahwa Dewa Rama dan Dewi
Sita juga akan tercipta di sini. Anda akan menyelesaikan delapan kelahiran Anda
di zaman emas, kemudian memasuki kerajaan Rama dan Sita. Anda sedang mendirikan
kerajaan Anda yang tak terbatas untuk 21 kelahiran di sini. Anda, para dewa dan
dewi, sedang menjadi master surga. Surga bukan berada di atas langit. Tidak ada
yang mengetahui hal ini. Mereka memiliki intelek yang sepenuhnya merosot. Mereka
berkata, “Orang itu sudah pergi ke surga.” Akan tetapi, mereka tidak memahami
apa pun. Achcha, akankah semua orang Kristen dan Buddha pergi ke surga? Mereka
datang belakangan dan mendirikan agama mereka sendiri. Jadi, bagaimana mungkin
mereka bisa pergi ke surga? Mereka bahkan tidak tahu apa yang dimaksud dengan
surga. Para saniyasi mengatakan bahwa mereka melebur ke dalam cahaya. Sebagian
orang mengatakan bahwa mereka pergi ke hunian nirwana, bahwa ada dunia di
nirwana. Itu adalah tempat kediaman; cahaya tidak melebur ke dalam cahaya.
Seandainya mereka melebur ke dalam cahaya, jiwa-jiwa akan musnah dan seluruh
sandiwara berakhir. Tidak ada jiwa yang bisa dibebaskan dari drama ini. Tidak
ada seorang pun yang mampu meraih kebebasan abadi. Tak seorang pun memahami
makna lagu itu, dan bahkan tidak ada orang yang mengerti makna jeevan mukti.
Mereka juga tidak mengetahui makna dari jiwa atau Sang Jiwa Yang Maha Tinggi.
Sang Ayah berkata, “Wajah Anda adalah wajah manusia, sama seperti wajah
devi-devta. Pada permulaan zaman emas, ada devi-devta. Kerajaan mereka
berlangsung selama 2500 tahun. Kemudian, 2500 tahun selanjutnya, semua agama
yang lain berdatangan.” Bukannya mengatakan bahwa durasi siklus adalah 5000
tahun, mereka mengatakan bahwa durasi pohon kalpa adalah ratusan ribu tahun.
Bagaimanapun juga, mereka tetap tidak akan mampu memahami penjelasan Anda. Hanya
mereka, yang dahulu datang dan memahami hal-hal ini di siklus sebelumnya, akan
datang sekali lagi. Terlebih dahulu, jelaskanlah bahwa penanggalan yang
dilakukan oleh para saniyasi, ketika mereka meninggalkan rumah dan keluarga
mereka untuk pergi ke hutan, merupakan penanggalan yang terbatas. Pada mulanya,
mereka satopradhan. Sekarang, karena mereka telah menjadi tamopradhan, mereka
kembali dari hutan dan telah membangun istana-istana megah. Para saniyasi itu
benar-benar telah menopang Bharata dengan kesucian mereka; mereka telah melayani
Bharata. Seandainya tidak ada agama penanggalan, Bharata pasti sudah benar-benar
hangus terbakar dalam sifat buruk nafsu birahi dan menjadi sepenuhnya tidak suci.
Drama ini sudah ditakdirkan. Pada awalnya, mereka memiliki kekuatan kesucian,
dan dengan itu, mereka menopang Bharata. Ketika dahulu ada kerajaan devi-devta,
Bharata sangat kaya raya. Mereka memiliki istana-istana megah, bertatahkan
berlian. Ke mana perginya semua istana itu? Semuanya tenggelam. Orang-orang
mengatakan bahwa Alengka dan Dwaraka tenggelam ke dasar laut. Itu tidak ada lagi
sekarang. Dahulu, ada istana-istana dari emas. Jika mereka mampu menghiasi
kuil-kuil dengan berlian, lalu apa yang dahulu tidak mereka miliki di sana? Anda
anak-anak harus sangat bahagia! Baba telah datang sekali lagi. Beliau berkata,
“Ingatlah Sang Ayah!” Anda hanya perlu mengingat Yang Esa, yang melalui Beliau
dosa-dosa Anda terhapus, tetapi Anda melupakan ini dan mengingat sosok berbadan.
Tidak ada manfaat dalam mengingat sosok berbadan. Sang Ayah berkata, “Teruslah
mengingat Saya saja! Jangan mengingat sosok berbadan.” Bahkan seandainya ibu
Anda meninggalkan badan, makanlah halwa. Hanya dengan mengingat Sang Ayah Yang
Esa, Anda bisa mengakumulasi pendapatan. Kita adalah anak-anak Shiva Baba dan
kita harus mengklaim warisan dari Beliau. Jika Anda tidak mengingat Sang Ayah
pada saat ini, Anda akan sangat menyesal dan menangis pilu. Apa perlunya
menangis, bagi mereka yang akan menjadi master dunia? Hanya ketika Anda
melupakan Sang Ayah, Maya menampar Anda. Inilah sebabnya, Baba berulang kali
menjelaskan kepada Anda, “Ingatlah Sang Ayah dan warisan!” Tuhan Keabadian tidak
mungkin duduk dan menyampaikan kisah tentang keabadian hanya kepada Parwati;
pasti ada banyak yang lain. Sang Ayah menjelaskan kepada semua manusia,
“Sekarang, jangan menjadi tidak suci! Jadilah suci dalam kelahiran terakhir ini!”
Di surga, tidak ada sifat buruk. Seandainya di surga juga ada sifat buruk, apa
bedanya surga dan neraka? Orang-orang menyanyikan pujian devi-devta, “Engkau
penuh dengan semua kebajikan ilahi, 16 derajat surgawi sempurna.” Tuhan datang
dan membuat semua orang menjadi devi-devta. Tak seorang pun selain Tuhan yang
mampu menjadikan Anda demikian. Hanya ada satu Tuhan. Kerajaan devi-devta
dikenang. Pasti ada raja, ratu, dan rakyat di sana, tetapi mereka tidak disebut
sebagai Tuhan. Itu disebut agama devi-devta yang asli dan abadi. Tidak ada yang
mengetahui hal ini. Sang Ayah juga menjelaskan kepada jiwa Brahma ini. Ada dua
jiwa: jiwa Sang Ayah dan jiwa Dada. Jiwa yang satu mengalami 84 kelahiran dan
jiwa yang lain melampaui kelahiran kembali. Sang Ayah tidak pernah mengalami
kelahiran kembali. Beliau hanya datang satu kali dan mengajarkan Raja Yoga
kepada kita untuk menjadikan seluruh dunia suci. Sang Ayah menjelaskan kepada
Anda, “Saya memasuki badan orang ini. Jiwa ini telah mengalami 84 kelahiran. Ini
adalah kelahiran terakhir dari banyak kelahirannya. Saya tanpa citra jasmani.
Jadi, bagaimana Saya bisa datang untuk mengajarkan Raja Yoga kepada Anda
anak-anak?” Tidak ada yang bisa terjadi melalui inspirasi. Tidak mungkin ada
perkataan luhur Tuhan Krishna. Bagaimana mungkin dia bisa datang? Dia adalah
pangeran zaman emas, 16 derajat surgawi sempurna. Kemudian, di zaman perak,
terdapat 14 derajat surgawi. Jadi, mengapa orang-orang menempatkan Krishna di
zaman perunggu? Dia harus datang pertama. Sang Ayah menjelaskan, “Pertama-tama,
ingatlah Sang Ayah. Jika tidak, Maya akan menampar Anda keras-keras. Ada tanaman
putri malu yang daunnya menjadi layu ketika Anda menyentuhnya. Kondisi Anda juga
menjadi seperti itu. Ketika Anda tidak mengingat Sang Ayah, segalanya berakhir.
Anda mendengar dalam lagu, “Jangan lupakan hari-hari masa kanak-kanak Anda.”
Jika Anda melupakan Sang Ayah, Anda akan dicederai melalui satu atau lain cara.
Sang Ayah berkata, “Bukankah Anda anak-anak Saya? Badan Anda telah diciptakan
melalui racun, dan mereka itu adalah orang tua lokik dari badan Anda.” Yang Esa
adalah Sang Ayah yang tanpa citra jasmani dan orang ini adalah ayah spiritual (alokik).
Orang ini terbatas, tetapi sekarang telah menjadi tak terbatas. Lihat, putri
lokik ini (Dadi Nirmal Shanta) juga duduk di sini. Ada ayah lokik, ayah alokik,
dan Sang Ayah parlokik. Shiva Baba tidak memiliki saudara atau saudari, baik
lokik, alokik, maupun parlokik. Perbedaannya begitu besar! Menjadi milik Sang
Ayah Yang Esa tidak semudah berkunjung ke rumah bibi Anda! Menempa semua
hubungan dengan Sang Ayah yang sedemikian rupa, butuh waktu. Diperlukan upaya
besar untuk terus mengingat Shiva Baba. Bahkan, ada anak-anak yang sudah di sini
50 tahun, tetapi mereka tidak mengingat Shiva Baba sepanjang hari. Diperlukan
banyak upaya untuk melupakan semua yang lain dan mengingat Yang Esa. Beberapa
anak mengingat Baba satu persen, ada yang mengingat Beliau dua persen, dan ada
juga yang bahkan tidak mengingat Beliau setengah persen pun. Ini adalah
destinasi yang sangat tinggi. Sang Ayah menjelaskan, “Jangan melupakan masa
kanak-kanak Anda.” Anda menerima warisan surga dari Sang Ayah. Anda tahu bahwa
Anda telah mati selagi hidup dan telah menjadi milik Sang Ayah untuk bisa pergi
ke dunia baru. Oleh sebab itu, Anda harus memiliki kebahagiaan yang permanen.
Oh! Kita akan menjadi bermahkota ganda. Orang-orang tidak tahu mengapa
devi-devta di zaman emas disebut 16 derajat surgawi sempurna, dan kemudian 14
derajat surgawi. Mereka tidak mengetahui apa pun. Kitab-kitab suci di jalan
pemujaan akan diciptakan kembali. Hatha yoga dan perziarahan akan ada kembali,
tetapi apa yang akan terjadi melaluinya? Akankah ada yang pergi ke surga
melaluinya? Tidak! Manusia melakukan banyak hal dengan kekuatan sihir. Ada
banyak orang yang memiliki kekuatan sihir. Ribuan orang mengejar-ngejar mereka.
Mereka membuat arloji dan barang-barang lain muncul dengan kekuatan sihir.
Mereka tidak tahu bahwa semua itu hanya untuk sementara waktu. Orang harus
melakukan banyak upaya untuk itu. Bahkan ada buku-buku yang mengajarkan kekuatan
sihir kepada Anda. Ratusan ribu orang mengejar buku-buku itu. Anda anak-anak
tahu bahwa Anda menerima warisan surga dari Baba. Segala sesuatu yang Anda lihat
dengan mata fisik Anda tidak akan tetap ada. Sang Ayah menjelaskan, “Anda datang
tanpa badan dan memainkan peran Anda melalui badan. Seandainya Anda harus diberi
tahu perhitungan tentang 8,4 juta kelahiran, itu bisa makan waktu 12 bulan. Itu
mustahil! Memberi tahu Anda perhitungan tentang 84 kelahiran itu sangat mudah.
Anda terus mengelilingi siklus 84 kelahiran. Ketika ada dinasti surya, tidak ada
dinasti chandra. Ketika dinasti surya berakhir, dinasti chandra datang.” Anda
sekarang tahu bahwa Anda adalah klan Brahmana dan bahwa Anda nanti akan menjadi
dinasti devi-devta. Inilah sebabnya, Anda mempelajari studi ini. Kemudian,
setelah menuruni anak tangga, Anda menjadi klan waisya dan shudra. Anda sekarang
telah mengingat 84 kelahiran Anda. Anda juga harus mengingat siklus ini. Dengan
mengingat Sang Ayah, Anda akan menjadi senantiasa sehat dan kaya, dan dosa-dosa
Anda akan terhapus. Dengan memahami siklus, Anda menjadi penguasa dunia. Anda
tahu bahwa dunia tua ini akan menjadi kuburan; tidak akan ada yang tersisa,
semua akan berakhir. Ada ungkapan, “Rama pergi dan Rahwana pergi.” Keluarga Rama
di zaman emas akan sangat kecil! Keluarga Rahwana sekarang sangat besar! Anda
anak-anak tahu bahwa kerajaan sedang didirikan. Pertama-tama, upaya harus
dilakukan untuk segala sesuatu. Sang Ayah menginspirasi Anda untuk berupaya,
“Anak-anak, ingatlah Saya!” Tidak maukah Anda mengingat Sang Ayah, yang dari
Beliau Anda menerima kedaulatan surga yang tanpa batas? Sang Ayah mengingatkan
Anda bahwa Anda dahulu adalah master surga. Sekarang, lakukanlah upaya sekali
lagi dan jadilah master surga. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Dalam
situasi apa pun, jangan menjadi seperti tanaman putri malu. Jangan melupakan
masa kanak-kanak Ketuhanan Anda dan menjadi layu. Lihatlah, tetapi jangan
melihat apa pun yang Anda lihat dengan mata fisik Anda.
2. Hanya dengan
mengingat Sang Ayah Yang Esa, Anda bisa mengakumulasi pendapatan. Oleh sebab itu,
jangan menangis karena mengingat sosok berbadan. Ingatlah Sang Ayah dan warisan
serta klaimlah kedaulatan dunia.
Berkah:
Semoga Anda
menjadi perwujudan kekuatan berdasarkan mengikuti arahan luhur dan dengan
demikian tetap berada di luar pengaruh pergaulan Maya.
Ada komplaina dari
beberapa anak, yaitu bahwa kerabat mereka tidak mendengarkan mereka, bahwa
mereka tidak memiliki pergaulan yang baik dan, karena itu, mereka tidak bisa
menjadi kuat. Namun, Anda diberkahi sebagai perwujudan pengetahuan ini dan
karenanya Anda menjadi perwujudan kekuatan. Karena itu, jadikan tahapan Anda tak
tergoyahkan berdasarkan mengikuti arahan luhur. Amati peran setiap jiwa sebagai
pengamat tanpa keterikatan. Tetaplah stabil dalam memainkan peran satoguni Anda.
Teruslah berada dalam pergaulan Sang Ayah, sehingga Anda tidak akan terpengaruh
oleh warna pergaulan jiwa-jiwa tamoguni.
Slogan:
Jiwa karma
yogi adalah jiwa yang, sambil duduk di cabang pohon kalpa perbuatan, tetap
melampauinya saat melakukan perbuatan.
Sinyal Avyakt:
Agar Senantiasa Ceria; Milikilah Sifat Santai, Luwes, dan Toleran
Beberapa jiwa
memiliki sifat tertentu dan mereka terus bergerak sesuai sifat itu bahkan
bertentangan dengan keinginan sadar mereka. Mereka berkata: Saya tidak ingin
melakukannya, tetapi itu adalah sifat saya. Demikian pula, Anda anak-anak harus
memiliki sifat yang luwes dan sederhana sehingga semua orang merasakan Anda
sebagai yogi yang mudah dan alami (sahaj yogi). Apa yang bisa saya lakukan?
Bagaimana saya bisa melakukan yoga? Semua hal itu berakhir. Anda selalu
melakukan kerja sama, itulah yogi. Dengan menjadikan aspek ini sebagai sifat
alami Anda, Anda akan menjadi sempurna dalam semua mata pelajaran.