24.08.26       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, dengan penuh cinta kasih, ingatlah Sang Ayah yang memberi Anda kebahagiaan. Tidak mungkin ada cinta kasih tanpa ingatan.

Pertanyaan:
Mengapa Sang Ayah memberi sinyal kepada Anda anak-anak setiap hari untuk berlatih mengingat Beliau?

Jawaban:
Karena hanya dengan mengingat Baba, Anda jiwa-jiwa bisa menjadi suci. Hanya dengan mengingat Baba, Anda bisa mengklaim warisan penuh. Semua ikatan Anda akan berakhir dan Anda akan terbebas dari dosa serta terbebas dari hukuman. Semakin banyak Anda mengingat Baba, semakin bahagia Anda jadinya. Anda juga akan merasa semakin dekat ke destinasi. Anda tidak akan pernah merasa lelah, melainkan merasakan kebahagiaan tanpa batas. Oleh sebab itu, berlatih mengingat Baba itu penting.

Lagu:
Jangan lupakan hari-hari masa kanak-kanak Anda.

Om Shanti.
Anda, anak-anak rohani yang termanis, memahami makna satu baris lagu itu. Anda sekarang menjadi milik Sang Ayah yang tak terbatas selagi hidup. Anda telah menjadi milik ayah-ayah yang terbatas sepanjang siklus. Bahkan di zaman emas, Anda menjadi milik ayah-ayah yang terbatas. Sekarang, hanya Anda, anak-anak Brahmana, yang menjadi milik Sang Ayah yang tak terbatas. Anda tahu bahwa Anda sedang mengklaim warisan Anda yang tak terbatas dari Sang Ayah yang tak terbatas. Jika Anda melupakan Sang Ayah, Anda tidak akan bisa mengklaim warisan tak terbatas Anda. Sekalipun Anda menjelaskan kepada orang-orang, tidak ada yang senang dengan hanya menerima sedikit. Orang-orang menginginkan banyak kekayaan. Tidak mungkin bisa ada kebahagiaan tanpa kekayaan. Orang membutuhkan kekayaan, kedamaian, dan badan yang bebas penyakit. Hanya Anda anak-anak yang tahu tentang apa yang ada di dunia saat ini dan apa yang akan ada besok. Penghancuran sudah menanti di ambang pintu. Hal-hal ini tidak dipahami oleh intelek orang lain. Bahkan seandainya mereka mengerti bahwa penghancuran sudah di ambang pintu, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Anda anak-anak mengerti bahwa perang bisa terjadi sewaktu-waktu. Jika sampai timbul percikan di suatu tempat, segalanya akan meledak; itu tidak akan makan waktu lama. Dahulu pun demikian, perang yang sedemikian besar tersulut dari perkara yang sangat remeh. Anda anak-anak tahu bahwa dunia tua ini menjelang berakhir. Oleh sebab itu, Anda sekarang harus mengklaim warisan dari Sang Ayah sesegera mungkin. Jika Anda terus-menerus mengingat Sang Ayah, Anda bisa senantiasa sangat ceria. Begitu Anda berkesadaran badan, kebahagiaan Anda sirna. Ketika Anda berkesadaran jiwa, Anda mampu mengingat Sang Ayah. Ketika Anda berkesadaran badan, Anda melupakan Sang Ayah dan mengalami penderitaan. Semakin banyak Anda mengingat Sang Ayah, semakin besar kebahagiaan yang akan Anda terima dari Sang Ayah yang tak terbatas. Anda telah datang kemari untuk menjadi seperti Lakshmi dan Narayana. Ada perbedaan besar antara pelayan dan pembantu raja dan ratu, dengan pelayan dan pembantu rakyat. Upaya yang Anda lakukan sekarang menjadi ditakdirkan, siklus demi siklus. Pada saat akhir, semua orang akan memperoleh penglihatan ilahi tentang seberapa besar upaya yang Anda masing-masing lakukan. Bahkan sekarang pun, Sang Ayah berkata, “Teruslah memeriksa tahapan Anda: ‘Seberapa banyak saya mengingat Baba yang termanis, yang dari Beliau kita menerima warisan surga?’” Segala sesuatu bagi Anda tergantung pada ingatan. Semakin banyak Anda mengingat Beliau, semakin besar kebahagiaan Anda. Anda akan mengerti bahwa Anda sekarang sudah semakin mendekat. Beberapa orang menjadi lelah dan bertanya-tanya masih sejauh apa destinasi yang harus dicapai. Jika bisa mencapai destinasi itu, upaya mereka pun terasa layak dilakukan. Tak seorang pun di dunia ini mengenal Tuhan. Mereka berkata, “Wahai, Tuhan!” kemudian mengatakan bahwa Beliau berada dalam kerikil dan bebatuan! Anda anak-anak mengerti bahwa Anda sekarang telah menjadi milik Sang Ayah. Anda harus mengikuti petunjuk Beliau. Anda mungkin tinggal di luar negeri, tetapi Anda harus mengingat Sang Ayah selagi tinggal di sana. Anda telah menerima shrimat. Jiwa tidak bisa berubah dari tamopradhan menjadi satopradhan tanpa mengingat Sang Ayah. Anda berkata, “Baba, saya akan mengklaim warisan penuh dari-Mu. Sebagaimana Baba kami telah mengklaim warisan, saya juga akan berupaya dan pasti mengklaim singgasananya.” Mama dan Baba menjadi raja dan ratu, jadi kita juga akan menjadi sama seperti mereka. Ujiannya sama bagi semua orang. Anda hanya diajarkan hal yang sangat sederhana, “Ingatlah Sang Ayah saja.” Ini dikenal sebagai kekuatan Raja Yoga yang mudah. Anda mengerti bahwa Anda menerima kekuatan besar melalui yoga. Jika Anda melakukan perbuatan berdosa, Anda akan menanggung banyak hukuman dan status Anda hancur. Dalam ingatanlah Maya menimbulkan rintangan. Anda tahu bahwa Anda akan pergi ke dunia yang suci. Mereka yang menjadi Brahmana akan menjadi instrumen untuk ini. Anda tidak bisa mengklaim warisan Anda dari Sang Ayah tanpa menjadi Brahmana, anak yang lahir dari mulut lotus Brahma. Seorang ayah menciptakan anak-anak agar bisa memberi mereka warisan. Bagaimanapun juga, kita milik Shiva Baba. Beliau membuat dunia menjadi baru agar bisa memberikan warisan kepada Anda anak-anak. Hanya manusia berbadan yang diberi warisan. Jiwa-jiwa tinggal di atas sana. Di sana, tidak ada warisan atau imbalan. Anda sekarang sedang berupaya dan akan menerima imbalan Anda. Dunia tidak tahu tentang ini. Waktunya sekarang semakin dekat. Orang-orang terus mengancam bahwa jika pihak lawan mengambil langkah tertentu, mereka akan mengebomnya. Mereka membuat persiapan untuk itu. Bom-bom dan sebagainya tidak akan disimpan saja. Banyak persiapan sedang dilakukan. Apakah Pakistan dan Hindustan ada pada masa penjajahan Pemerintah Inggris? Orang-orang telah menuliskan tentang peperangan kaum Yawana. Tidak ada peperangan antara Pandawa dan Kurawa. Sekarang, kaum Yawana benar-benar sedang bertempur. Bom-bom juga sudah disiapkan. Sang Ayah sekarang telah memerintahkan kita, “Ingatlah Saya! Jika tidak, Anda akan begitu banyak menangis pada saat akhir.” Ketika seseorang gagal dalam ujian, dia pergi dan menenggelamkan diri dalam amarah. Di sini, tidak ada amarah. Anda akan menerima banyak penglihatan ilahi pada saat akhir. Anda juga bisa tahu akan menjadi apa Anda nantinya. Tugas Sang Ayah adalah menginspirasi Anda untuk berupaya. Beliau berkata, “Anak-anak, karena Anda lupa mengingat Saya selagi melakukan pekerjaan Anda atau tidak punya waktu luang, maka duduklah untuk mengingat.” Duduklah bermeditasi dan ingatlah Baba. Ketika Anda bertemu satu sama lain, berusahalah untuk mengingat Baba. Dengan duduk bermeditasi bersama dengan yang lain, Anda akan mampu menerima bantuan dan mengingat Beliau dengan baik. Entah Anda datang kemari atau tidak, hal yang utama adalah mengingat Sang Ayah. Ketika seseorang pergi ke luar negeri, dia tidak lagi bisa datang kemari. Ketika Anda berada di sana, ingatlah satu hal saja, yaitu bahwa Anda akan berubah dari tamopradhan menjadi satopradhan dengan cara mengingat Sang Ayah. Beliau berkata, “Ingatlah satu hal saja: ingatlah Baba!” Sang Ayah berkata, “Manmanabhawa! Ingatlah Saya, maka Anda akan menjadi master dunia.” Hal yang utama adalah ingatan. Ini tidak ada hubungannya dengan pergi ke mana pun. Tinggallah di rumah dan teruslah mengingat Sang Ayah saja. Jika Anda tidak menjadi suci, Anda tidak akan mampu mengingat Sang Ayah. Tidak semua orang bisa datang dan duduk di kelas di sini untuk belajar. Terimalah mantra ini, maka Anda kemudian bisa pergi ke mana pun (di luar negeri). Sang Ayah telah menunjukkan cara kepada Anda untuk menjadi satopradhan. Ketika Anda Anda pergi ke suatu center, tentu saja Anda bisa mendengar poin-poin baru. Jika Anda tidak bisa pergi karena alasan apa pun, atau jika turun hujan, atau ada larangan dari pemerintah sehingga Anda tidak bisa keluar pada jam-jam tertentu, apa yang akan Anda lakukan? Sang Ayah berkata, “Tidak masalah. Di mana pun Anda berada, teruslah mengingat Baba saja.” Ingatlah Beliau selagi beraktivitas. Beri tahulah orang lain untuk mengingat Sang Ayah, maka dosa-dosa mereka akan terhapus dan mereka akan menjadi devi-devta. Hanya ada dua ungkapan. Sang Ayah berkata, “Jangan lupakan masa kanak-kanak ini.” Hari ini, Anda tertawa, tetapi besok, jika Anda melupakan Sang Ayah, air mata akan mengalir. Anda harus mengklaim warisan penuh Anda dari Sang Ayah. Ada banyak orang yang mengatakan bahwa mereka pasti akan pergi ke surga dan apa pun keberuntungan mereka tidak akan jadi masalah. Itu bukan berupaya. Orang-orang berupaya untuk mengklaim status yang luhur. Sekarang, karena Anda sedang menerima status tinggi dari Sang Ayah, jangan menjadi ceroboh! Mereka yang tidak belajar di sekolah harus menunduk hormat kepada mereka yang telah belajar. Jika Anda tidak sepenuhnya mengingat Sang Ayah, Anda akan menjadi pelayan dan pembantu rakyat. Anda tidak boleh senang dengan status seperti itu. Sang Ayah menjelaskan, “Anak-anak yang manis, Anda datang kemari secara pribadi dan pulang dengan segar. Ada beberapa anak yang hidup dalam ikatan, jadi tidak masalah jika mereka tinggal di rumah dan terus mengingat Sang Ayah.” Segala sesuatu dijelaskan kepada Anda dengan begitu mudah. Kematian sudah berada di ambang pintu. Perang bisa meletus sewaktu-waktu. Orang-orang terus saling mengancam, “Jika Anda salah langkah sedikit saja, kami akan melakukan hal yang sama.” Mereka saling memperingatkan sebelumnya. Mereka begitu sombong mengenai bom-bom yang mereka miliki. Sang Ayah berkata, “Anak-anak belum pandai menggunakan kekuatan yoga. Jangan sampai perang dimulai sebelum Anda siap.” Akan tetapi, sesuai dengan drama, itu tidak akan terjadi seperti itu. Anda anak-anak masih belum mengklaim warisan penuh Anda. Inilah sebabnya, Anda memiliki keyakinan bahwa seandainya timbul peperangan, itu akan segera berakhir, karena kerajaan belum selesai didirikan. Ini memerlukan waktu. Baba terus menginspirasi Anda untuk berupaya karena Anda tidak tahu kapan sesuatu bisa saja terjadi. Ada kecelakaan bus, pesawat, dan kereta api. Dewasa ini, kematian begitu mudah terjadi. Bahkan bumi pun terus bergempa. Gempa bumi harus melakukan tugas paling banyak. Akan tetapi, Anda harus mengklaim warisan penuh Anda dari Sang Ayah sebelum penghancuran terjadi. Inilah sebabnya, Anda harus mengingat Beliau dengan penuh cinta kasih. Baba, kami tidak memiliki siapa pun kecuali Engkau. Teruslah mengingat Sang Ayah saja. Beliau menjelaskan kepada Anda dengan begitu mudah, seperti cara Anda menjelaskan kepada anak-anak kecil. Beliau tidak memberi Anda kesulitan lain. “Ingatlah Saya saja!” Anda telah mati hangus karena duduk di atas tungku sifat buruk nafsu birahi. Oleh sebab itu, duduklah di atas tungku pengetahuan dan jadilah suci. Orang-orang menanyakan tentang tujuan Anda. Beri tahulah mereka bahwa Sang Ayah dari semua jiwa berkata, “Teruslah mengingat Saya saja, maka dosa-dosa Anda akan terhapus dan Anda akan berubah dari tamopradhan menjadi satopradhan.” Sang Pemberkah Keselamatan Bagi Semua Jiwa hanyalah Sang Ayah Yang Esa. Beliau berkata, “Sekarang, ingatlah Saya saja, maka karat akan dihilangkan.” Anda bisa memberikan pesan ini kepada mereka. Ketika Anda terus mengingat Baba, Anda akan mampu membuat orang lain mengingat Beliau. Anda kemudian akan merasa berminat untuk memberi tahu orang lain. **Jika tidak, itu tidak akan timbul dari dalam hati Anda. Sang Ayah berkata, “Di mana pun Anda berada, ingatlah Saya saja semaksimal mungkin.” Meskipun ada sedikit kesulitan mengenai makanan dan minuman, Anda tetap harus tinggal di rumah. Tinggallah di rumah dan ingatlah Sang Ayah. Siapa pun yang Anda temui, sampaikanlah ajaran ini kepada mereka, “Kematian sudah di ambang pintu. Sang Ayah berkata, ‘Anda semua telah menjadi tamopradhan serta tidak suci. Sekarang, ingatlah Saya dan jadilah suci.’ Jiwa-jiwalah yang telah menjadi tidak suci. Di zaman emas, semua jiwa suci. Jiwa-jiwa akan menjadi suci dengan cara mengingat Sang Ayah. Tidak ada jalan lain.” Teruslah menyampaikan pesan ini kepada semua orang, maka banyak orang akan memperoleh manfaat. Baba tidak memberi Anda kesulitan lain. Sekaranglah bulan amal paling penuh berkah (Purshottam). Pergilah dan jelaskanlah siapa manusia yang paling luhur. Pada permulaan zaman emas, Lakshmi dan Narayana adalah yang terluhur. Sang Ayahlah yang menjadikan mereka sedemikian luhur. Artinya, Beliau mendirikan surga. Hanya Sang Ayah, Sang Penyuci, yang menyucikan semua jiwa. Sang Ayahlah yang membuat Anda menjadi manusia yang terluhur. Mereka yang dahulu layak dipuja sekarang telah menjadi pemuja. Kita menjadi pemuja di kerajaan Rahwana, dan kita dahulu layak dipuja di kerajaan Rama. Sekarang adalah akhir kerajaan Rahwana. Dari menjadi pemuja, kita sedang menjadi layak dipuja kembali. Tunjukkanlah jalan kepada orang lain untuk mengingat Sang Ayah. Bahkan ibu-ibu tua pun harus melakukan pelayanan ini. Sampaikanlah perkenalan Sang Ayah kepada sahabat dan kerabat Anda. Beri tahulah mereka bahwa Shiva Baba berkata, “Teruslah mengingat Saya saja, maka Anda akan menjadi master surga.” Shiva Baba yang tanpa citra jasmani adalah Baba, Sang Pemberkah Keselamatan Bagi Semua Jiwa. Beliau memberi tahu semua jiwa, “Ingatlah Saya, maka Anda akan menjadi satopradhan.” Ini sangat mudah untuk dijelaskan. Bahkan ibu-ibu tua pun mampu melakukan pelayanan ini. Inilah hal yang utama. Kapan pun Anda menghadiri acara pernikahan atau perkumpulan lainnya, bisikkanlah ini di telinga mereka, “Tuhan dari Gita berkata, ‘Ingatlah Saya!’” Semua orang akan menyukai poin ini. Tidak perlu banyak berkata-kata. Cukup sampaikanlah pesan Sang Ayah. Beliau berkata, “Ingatlah Saya! Achcha.” Pikirkanlah bahwa Tuhan sedang menginspirasi Anda. Anda melihat atau mendengarnya dikatakan dalam mimpi Anda: “Sang Ayah berkata, ‘Ingatlah Saya, maka Anda akan menjadi satopradhan.’” Milikilah satu kepedulian ini saja, maka perahu Anda akan menyeberang. Kita sekarang menjadi milik Sang Ayah yang tak terbatas secara nyata dan sedang mengklaim warisan dari Beliau selama 21 kelahiran. Oleh sebab itu, Anda harus bahagia.

Hanya ketika Anda melupakan Sang Ayah, timbul kesulitan.

Sang Ayah memberi tahu Anda dengan begitu mudah, “Ingatlah Saya!”

Semua orang pun akan memahami bahwa Anda telah menemukan jalan yang benar.

Tidak ada orang lain yang mampu menunjukkan jalan ini kepada sesamanya.

Waktunya akan tiba ketika Anda tidak akan bisa meninggalkan rumah.

Anda akan meninggalkan badan selagi mengingat Sang Ayah.

Mereka, yang mengingat Shiva Baba pada saat terakhir mereka, akan memasuki klan Narayana; mereka akan lahir dalam dinasti Lakshmi dan Narayana. Mereka akan mengklaim status kerajaan berulang kali.

Ingatlah Sang Ayah saja dengan penuh cinta kasih.

Bagaimana mungkin Anda bisa mengasihi seseorang tanpa mengingatnya?

Anda mengingat orang yang memberi Anda kebahagiaan.

Anda tidak akan mengingat orang yang memberi Anda penderitaan.

Sang Ayah berkata, “Saya menjadikan Anda master surga.

Oleh sebab itu, kasihilah Saya!” Anda harus mengikuti petunjuk Sang Ayah. Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1.Jangan pernah ceroboh tentang studi ini.

2. Klaimlah warisan penuh Anda sebelum perang dimulai.

3. Ikutilah shrimat dan ingatlah Sang Ayah dengan penuh cinta kasih.

Berkah:
Semoga Anda menjadi Brahmana sejati yang sepenuhnya suci, serta menghentikan semua kesia-siaan dalam pikiran, sikap mental, dan kesadaran Anda.

Periksalah pikiran, sikap mental, dan kesadaran Anda. Jangan sampai terjadi situasi di mana Anda melakukan kesalahan, lalu menyesal, memohon ampun, dan merasa bebas begitu saja. Betapapun besarnya permohonan ampun seseorang, jejak dosa atau tindakan yang sia-sia tidak bisa dihapuskan sepenuhnya; rekening tersebut tidak akan menjadi bersih dan tanpa noda. Jangan hanya sekadar mengikuti kebiasaan dan sistem ini, melainkan milikilah kesadaran berikut: Saya adalah jiwa yang sepenuhnya suci. Ketidaksucian tidak bisa menyentuh saya—baik dalam pikiran, sikap mental, maupun kesadaran. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam setiap langkah.

Slogan:
Manfaatkanlah persahabatan Sang Ayah maka Anda tidak akan pernah berkecil hati.

Sinyal Avyakt: Akhiri Benih Ketidaksucian dan Jadilah Sepenuhnya Bersih (Suci)

Menerapkan makna kesucian dalam kehidupan sehari-hari berarti mengklaim kemenangan atas kelima sifat buruk, bahkan dalam pikiran sekalipun. Pikiran sia-sia memicu kemarahan. Oleh karena itu, jika ada pandangan yang dilandasi nafsu birahi atau pikiran sia-sia terhadap jiwa mana pun, itu tidak disebut sebagai kesucian. Maka, serahkanlah pikiran sia-sia tersebut demi cinta kasih kepada Sang Ayah.