25.06.26       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, hanya ada satu cara untuk menjadi suci – ingatlah Sang Ayah. Hanya upaya untuk mengingat Sang Ayahlah yang akan berguna pada akhirnya.

Pertanyaan:
Tilak apa yang harus Anda bubuhkan pada zaman peralihan sehingga Anda bisa menerima tilak kerajaan di zaman emas?

Jawaban:
Pada zaman peralihan, bubuhkanlah tilak menjadi jiwa, yaitu titik, bukan badan. Teruslah meneguhkan dalam batin Anda bahwa Anda adalah jiwa, dan bahwa Anda harus mengklaim warisan Anda dari Sang Ayah. “Baba adalah titik, dan saya juga titik.” Dengan tilak ini, Anda akan mengklaim tilak kerajaan surga. Baba berkata, “Jika Anda mengingat Saya, Saya jamin bahwa Anda tidak akan pernah menangis selama setengah siklus.”

Om Shanti.
Anda harus memiliki kepedulian ini, “Saya, sang jiwa, benar-benar harus mengingat Sang Ayah, karena hanya dengan demikian, saya bisa menjadi suci.” Seluruh upaya diperlukan hanya untuk ini. Akan tetapi, Anda anak-anak tidak mampu melakukan upaya ini. Maya begitu banyak mengganggu Anda. Dia membuat Anda lupa mengingat Sang Ayah Yang Esa karena ada ingatan terhadap orang-orang lain. Akhirnya, Anda tidak mengingat Sang Ayah atau Sang Mempelai Pria. Anda harus melakukan pelayanan mengingat Sang Mempelai Pria yang sedemikian rupa selama minimal delapan jam. Anda harus membantu Sang Mempelai Pria dengan mengingat Beliau, artinya: Anda anak-anak harus mengingat Sang Ayah. Usaha ini sangat besar. Istilah “Manmanabhawa” disebutkan dalam Gita. Teruslah mengingat Sang Ayah; teruslah mengingat Sang Ayah Yang Esa selagi berjalan dan beraktivitas. Tidak ada hal lain yang harus Anda lakukan. Pada akhirnya, ingatan inilah yang akan berguna. Sadarilah diri Anda sebagai jiwa tanpa badan yang sekarang harus pulang ke rumah. Anda harus berusaha keras melakukan upaya ini. Pada pagi hari, setelah mandi dan lain-lain, pergilah dan duduklah bersendirian di teras atap atau di aula. Semakin hening, semakin baik. Selalulah berpikir bahwa Anda harus mengingat Sang Ayah. Anda harus mengklaim warisan penuh Anda dari Sang Ayah. Anda harus melakukan upaya ini setiap 5000 tahun. Anda tidak perlu melakukan upaya ini di zaman emas, perak, perunggu, dan besi. Hanya pada zaman peralihan, Sang Ayah memberi tahu Anda, “Ingatlah Saya! Itu saja.” Inilah saatnya ketika Sang Ayah berkata, “Ingatlah Saya!” Sang Ayah hanya datang pada zaman peralihan. Beliau tidak datang pada waktu lain. Anda juga mengetahui ini secara berurutan, sesuai dengan upaya yang Anda lakukan. Ada banyak anak yang melupakan Sang Ayah; inilah sebabnya, mereka banyak tertipu. Rahwana sangat licik. Dialah musuh Anda selama setengah siklus. Oleh karena itu, Baba berkata, “Bangunlah pagi-pagi dan aduklah samudra pengetahuan ini serta tulislah catatan kemajuan diri tentang seberapa lama Anda mengingat Sang Ayah dan seberapa banyak karat yang harus dihilangkan.” Segala sesuatu tergantung pada ingatan. Anda anak-anak harus berupaya sangat keras untuk mengklaim warisan penuh Anda. Anda harus berubah dari manusia biasa menjadi Narayana. Ini adalah kisah tentang Narayana sejati. Para pemuja mengadakan perkumpulan pada malam bulan purnama, ketika mereka menceritakan kisah tentang Narayana sejati. Anda sekarang tahu bahwa Anda harus menjadi 16 derajat surgawi sempurna. Anda hanya bisa menjadi seperti itu dengan mengingat Sang Ayah yang sejati. Sang Ayah adalah Yang Esa, yang memberi Anda shrimat. Beliau berkata, “Anda boleh tinggal di rumah dan melakukan bisnis Anda dan sebagainya. Akan tetapi, Anda benar-benar harus mengingat Sang Ayah dan menjadi suci; hanya itu!” Jika Anda tidak mengingat Sang Ayah, Anda ditipu oleh Rahwana dengan satu atau lain cara. Inilah sebabnya, hal utama tentang ingatan telah dijelaskan kepada Anda. Anda harus mengingat Shiva Baba. Lupakanlah semua relasi lokik Anda, bahkan badan Anda sendiri, dan milikilah keyakinan bahwa Anda masing-masing adalah jiwa. Baba berulang kali memberi tahu Anda, “Sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan ingatlah Sang Ayah.” Jika tidak, Anda akan begitu banyak tertipu dan harus begitu banyak menyesal pada saat akhir. Anda akan ditampar sedemikian keras sehingga Maya menjadikan wajah Anda benar-benar jelek. Sang Ayah telah datang untuk menjadikan wajah Anda rupawan. Pada saat ini, semua orang terus menjadikan wajah satu sama lain jelek. Hanya Sang Ayah Yang Esa yang mampu menjadikan Anda rupawan. Dengan mengingat Beliau, Anda akan menjadi master surga yang rupawan. Ini adalah dunia yang tidak suci. Sang Ayah datang untuk mengubah mereka yang tidak suci menjadi suci. Baba tidak ada hubungan dengan bisnis Anda dan sebagainya. Anda boleh terus mengerjakan apa pun yang perlu Anda lakukan untuk nafkah badan Anda. Sang Ayah hanya berkata, “Manmanabhawa!” Anda bertanya bagaimana caranya Anda bisa menjadi master dunia yang suci. Sang Ayah berkata, “Ingatlah Saya! Itu saja.” Tidak ada cara lain untuk menjadi suci. Sebanyak apa pun orang berdonasi atau sebesar apa pun amal yang mereka lakukan, atau sekeras apa pun upaya yang mereka perbuat, bahkan dengan berjalan di atas api dan sebagainya, tidak ada apa pun yang akan berguna selain ingatan akan Sang Ayah. Ini adalah hal yang sangat sederhana; ini disebut yoga yang mudah. Tanyalah diri Anda, seberapa lama Anda mengingat Ayah Anda yang manis sepanjang hari. Tidak ada dosa yang dilakukan pada saat Anda tidur; Anda melampaui badan pada waktu itu. Akan tetapi, sepanjang hari, ada banyak dosa yang dilakukan, belum lagi dosa-dosa masa lalu. Anda harus berupaya untuk mengingat Baba. Anda telah datang kemari, jadi Anda harus melakukan upaya ini. Akhirilah semua pikiran sia-sia tentang segala sesuatu di luar. Jika tidak, itu akan sangat merusak atmosfer. Terkadang, Anda terus memikirkan rumah atau ladang Anda dan sebagainya. Terkadang, Anda mengingat anak-anak Anda, dan terkadang, Anda mengingat guru Anda. Jika Anda terus memikirkan hal-hal ini, Anda merusak atmosfer. Mereka yang tidak melakukan upaya, terus menciptakan rintangan. Ini adalah persoalan yang bersifat halus. Anda memahami hal ini hanya pada saat ini, dan bukan pada waktu yang lain. Hanya sekaranglah Sang Ayah memberi Anda warisan, kemudian Beliau bebas dari kekhawatiran selama setengah siklus. Ada begitu banyak perbedaan antara kepedulian ayah lokik Anda dan kepedulian Sang Ayah yang tak terbatas. Sang Ayah berkata, “Saya memiliki begitu banyak kepedulian di jalan pemujaan. Para pemuja begitu banyak mengingat Saya berulang kali. Tak seorang pun mengingat Saya di zaman emas.” Sang Ayah berkata, “Saya memberi Anda begitu banyak kebahagiaan sehingga Anda tidak perlu mengingat Saya di sana. Pada waktu itu, Saya tahu bahwa anak-anak Saya sedang berada di hunian kedamaian atau daratan kebahagiaan.” Tidak ada manusia lain yang mampu memahami hal ini. Maya menciptakan rintangan dalam intelek mereka sehingga mereka tidak bisa memiliki keyakinan tentang Sang Ayah yang sedemikian rupa. Sang Ayah berkata, “Ingatlah Saya saja, maka campuran perak, perunggu, dan besi yang telah mencemari Anda akan dihilangkan.” Selagi Anda menurun dari zaman emas ke zaman perak, terjadi penurunan dua derajat. Anda mendengarkan dan memahami hal-hal ini. Hal-hal ini akan melekat dengan sangat jelas dalam intelek Brahmana sejati. Jika tidak, ini tidak bisa melekat dalam intelek mereka. Mereka tidak akan mampu untuk terus mengingat Baba. Segala sesuatu tergantung pada ingatan akan Sang Ayah. Beliau berulang kali berkata, “Anak-anak, ingatlah Sang Ayah!” Baba ini juga berkata, “Ingatlah Shiva Baba!” Shiva Baba sendiri berkata, “Ingatlah Saya, Sang Ayah!” Beliau memanggil Anda, jiwa-jiwa, “Wahai, anak-anak!” Sang Jiwa Yang Maha Tinggi yang tanpa citra jasmani berbicara kepada jiwa-jiwa. Inilah yang utama. Terlebih dahulu, beri tahulah siapa pun yang datang, “Ingatlah Alpha.” Anda tidak perlu menjelaskan panjang lebar tentang apa pun yang lain. Cukup beri tahulah mereka, “Sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan ingatlah Sang Ayah! Teruslah meneguhkan ini dalam batin Anda: ‘Saya adalah jiwa.’” Orang-orang mengingat bahwa Tulsidas menggosok kayu cendana sampai menghasilkan pasta dan Raghuvir membubuhkan tilak dari pasta cendana tersebut. Akan tetapi, ini tidak ada hubungannya dengan tilak fisik. Anda mengerti bahwa tilak itu sebenarnya merupakan memorial dari masa sekarang. Anda terus mengingat Sang Ayah, artinya: Anda diberi tilak kerajaan. Anda akan menerima tilak kerajaan dan menjadi bermahkota ganda. Anda akan menerima tilak kerajaan, yaitu Anda akan menjadi maharaja dan maharani surga. Sang Ayah menjelaskan segala sesuatu kepada Anda dengan begitu mudah. Cukup ingatlah bahwa Anda adalah jiwa, bukan badan. Anda harus menerima warisan Anda dari Sang Ayah. Anda jiwa-jiwa tahu bahwa Anda adalah titik dan bahwa Baba juga adalah titik. Baba adalah Sang Samudra Pengetahuan dan Sang Samudra Kebahagiaan. Beliau memberkahi kita. Beliau datang dan duduk di samping orang ini. Seorang guru mendudukkan muridnya di sampingnya serta mengajarnya. Orang ini juga duduk di samping Beliau. Sang Ayah hanya memberi tahu Anda anak-anak, “Sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan teruslah mengingat Saya saja!” Di zaman emas, Anda menyadari diri sebagai jiwa, tetapi Anda tidak mengenal Sang Ayah. “Saya, sang jiwa, meninggalkan badan lama dan mengambil badan baru.” Sesuai dengan drama, demikianlah peran Anda. Inilah sebabnya, usia Anda di sana tetap panjang; Anda tetap suci di sana. Di zaman emas, usia Anda panjang, sedangkan di zaman besi, usia Anda pendek. Di sana, Anda yogi, sedangkan di sini, Anda bhogi (orang-orang yang menuruti sifat buruk nafsu birahi). Yogi itu suci. Di sana, karena tidak ada kerajaan Rahwana, maka usia Anda panjang. Di sini, usia manusia begitu pendek! Ini disebut penderitaan karma. Di sana, tidak pernah terjadi kematian sebelum waktunya. Baba berkata, “Anda telah mengenali Sang Ayah, jadi Anda harus mengikuti shrimat.” Ingatlah Sang Ayah Yang Esa. Sadarilah diri sebagai jiwa! “Saya sekarang harus pulang, jadi saya harus meninggalkan badan ini.” Gunakanlah sepanjang sisa waktu Anda untuk melakukan pelayanan. Anda anak-anak begitu miskin; inilah sebabnya, Sang Ayah merasakan belas kasih. Beliau tidak memberikan kesulitan apa pun kepada Anda, ibu-ibu tua dan orang-orang bungkuk. Mereka yang sudah tua disebut bungkuk. Kepada ibu-ibu tua, telah dijelaskan, “Ingatlah Sang Ayah!” Ketika seseorang bertanya kepada Anda, ke mana Anda mau pergi, beri tahulah dia bahwa Anda pergi ke Gita Pathshala. Beberapa anak mengeluarkan banyak biaya untuk mengadakan pameran dan sebagainya. Mereka bahkan menulis bahwa orang ini atau itu sangat terkesan, tetapi Baba berkata, “Tak seorang pun dari mereka menulis dan mengatakan bahwa Sang Ayah yang tak terbatas benar-benar telah datang dalam badan Brahma pada saat ini dan bahwa hanya dari Beliaulah Anda bisa menerima warisan surga.” Baba kemudian mengerti bahwa tak seorang pun memiliki keyakinan ini. Mereka sekadar terkesan karena pengetahuan ini sangat bagus dan bahwa Anda telah menjelaskan gambar tangga dengan sangat baik, tetapi mereka sendiri tidak terus beryoga dan berubah dari tamopradhan menjadi satopradhan. Mereka hanya berkata bahwa penjelasan yang Anda sampaikan tentang menerima warisan dari Tuhan itu sangat bagus, tetapi mereka sendiri tidak mau menerimanya. Mereka sama sekali tidak berupaya. Ada banyak rakyat yang akan tercipta, tetapi untuk menjadi raja, perlu upaya. Anda masing-masing bisa bertanya kepada hati nurani Anda sendiri, “Sejauh mana saya terus mengingat Sang Ayah dan tetap ceria?” Kita sedang menjadi devi-devta sekali lagi. Duduklah bersendirian dan berbicaralah kepada diri Anda. Cobalah ini sendiri. Teruslah mengingat Sang Ayah, karena Beliau menjamin bahwa Anda tidak akan pernah menangis selama setengah siklus. Anda sekarang berkata bahwa Baba telah datang dan membantu Anda menaklukkan Maya, Rahwana. Upaya apa pun yang Anda masing-masing lakukan, Anda melakukan itu untuk diri sendiri. Anda kemudian akan pergi ke dunia baru. Karena Anda harus berubah dari tamopradhan menjadi satopradhan, utang-utang karma dari dunia lama harus dilunasi. Beliau juga menunjukkan cara kepada Anda untuk menjadi suci. Inilah waktu pelunasan, dan segala sesuatu harus dihancurkan. Dunia baru harus didirikan. Anda tahu bahwa Anda akan meninggalkan badan Anda di daratan kematian, kemudian pergi ke dunia keabadian yang baru. Kita sedang belajar untuk dunia baru. Tidak ada tempat belajar lain seperti tempat ini, di mana orang mengajar untuk masa depan. Ya, mereka yang banyak berdonasi dan melakukan banyak amal akan terlahir dalam keluarga raja. Ada peribahasa “sendok emas dalam mulut”. Anda menerima itu di zaman emas. Bahkan di zaman besi, mereka yang terlahir dalam keluarga raja juga menerimanya. Akan tetapi, di sini ada berbagai macam penderitaan. Anda tidak akan mengalami penderitaan apa pun selama 21 kelahiran Anda di masa depan. Anda tidak akan pernah jatuh sakit. Anda akan menerima sendok emas di surga. Di sini, orang-orang memiliki kerajaan hanya untuk sementara waktu. Anda menerimanya untuk 21 kelahiran. Anda harus memanfaatkan intelek Anda dengan sangat baik dalam hal-hal ini, kemudian menjelaskannya kepada orang lain. Bukan berarti bahwa Anda tidak bisa menjadi raja di jalan pemujaan. Ketika seseorang membangun universitas atau rumah sakit, dia menerima imbalannya. Jika dia membuka rumah sakit, dia akan menerima kesehatan yang prima dalam kelahirannya berikutnya. Orang-orang berkata, “Sepanjang hidupnya, orang ini bahkan tidak pernah sakit demam.” Mereka panjang umur. Ketika seseorang banyak berdonasi dan membuka rumah sakit dan sebagainya, rentang usianya bertambah. Di sini, Anda menjadi senantiasa sehat dan kaya melalui beryoga; dengan beryoga, Anda menerima kesehatan yang prima selama 21 kelahiran. Ini adalah rumah sakit dan universitas yang sangat besar. Sang Ayah menerangkan segala sesuatu dengan sangat jelas. Beliau berkata, “Anda boleh pergi dan belajar di mana pun Anda suka dan di center mana pun yang Anda senangi.” Tak seorang pun boleh berkata, “Anda hanya boleh datang ke center kami. Mengapa Anda pergi ke center itu?” Tidak. Anda boleh pergi ke center mana pun yang Anda inginkan. Semuanya sama; murli yang dibacakan di semua center itu sama. Murli dikirim dari sini (Madhuban), kemudian ada yang membacakannya dengan baik disertai penjelasan, sedangkan yang lain hanya membacakannya dari awal sampai akhir. Mereka yang memberikan ceramah, menyampaikan tantangan yang sangat bagus. Di mana pun ada ceramah, terlebih dahulu, beri tahulah mereka, “Shiva Baba berkata, ‘Sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan ingatlah Saya, Ayah Anda, maka dosa-dosa Anda akan terhapus, dan Anda akan menjadi suci serta menjadi master dunia yang suci.’ Beliau menjelaskan kepada Anda dengan begitu mudah!” Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Tanggalkanlah pikiran sia-sia mengenai hal-hal lahiriah. Duduklah bersendirian dan berupayalah untuk mengingat Sang Ayah. Bangunlah pagi-pagi dan aduklah samudra pengetahuan serta periksalah catatan kemajuan diri Anda.

2. Sebagaimana donasi dan amal di jalan pemujaan itu penting, demikian juga ingatan akan Baba itu penting di jalan pengetahuan. Jadikanlah sang jiwa senantiasa sehat dan kaya dengan ingatan. Berlatihlah untuk selalu melampaui badan.

Berkah:
Semoga Anda melayani dalam wujud kombinasi Anda dan membawa jiwa-jiwa ke dalam relasi yang dekat.

Dengan hanya melayani menggunakan suara, rakyat tercipta. Jadi, Anda harus menstabilkan diri dalam tahapan melampaui suara dan kemudian masuk ke dalam suara; pertama-tama berada di tahapan avyakt dan kemudian masuk ke dalam suara. Pelayanan yang Anda lakukan dalam wujud kombinasi ini akan menciptakan ahli waris. Jiwa-jiwa yang terkesan oleh suara akan mendengar berbagai jenis suara dan akan datang dan pergi, tetapi ketika Anda berada dalam wujud kombinasi Anda dan kemudian melakukan pelayanan dalam wujud ini, mereka tidak akan terpengaruh oleh wujud lain apa pun.

Slogan:
Gunakan fasilitas yang ada, tetapi jangan biarkan upaya spiritual Anda untuk memiliki ketidaktertarikan tak terbatas terlebur ke dalamnya.

Sinyal Avyakt:
Agar Senantiasa Ceria; Milikilah Sifat Santai, Luwes, dan Toleran

Anak-anak yang toleran bisa menggunakan kekuatan toleransi mereka untuk membuat mereka yang memiliki sanskara keras dan tugas-tugas sulit menjadi sejuk dan mudah. Mereka yang memiliki kebajikan ilahi toleransi akan menjadi matang dan memahami sesuatu secara mendalam. Mereka tidak akan pernah takut. Mereka akan masuk ke kedalaman dan mengklaim kesuksesan.