26.10.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, selagi melakukan perbuatan, sadarilah diri Anda sebagai kekasih Saya
dan ingatlah Saya, Sang Kekasih Yang Esa. Hanya melalui ingatan, Anda bisa
menjadi suci dan pergi ke dunia yang suci.
Pertanyaan:
Perintah apa
yang telah Anda terima dari Sang Ayah pada saat Perang Mahabharata?
Jawaban:
Anak-anak,
perintah Sang Ayah adalah: “Jadilah berkesadaran jiwa! Sampaikanlah pesan ini
kepada semua orang: ‘Sekarang, ingatlah Sang Ayah dan kerajaan dan perbaruilah
perilaku Anda. Jadilah sangat manis. Jangan menyebabkan siapa pun sengsara.
Tanamkanlah kebiasaan untuk mengingat Baba dan memutar chakra kesadaran diri.
Berupayalah untuk terus maju.’”
Om Shanti.
Anda
anak-anak sedang duduk mengingat Sang Ayah. Tidak ada perkumpulan spiritual lain
di mana semua orang mengatakan bahwa mereka sedang duduk mengingat Sang Ayah;
ini hanya berlaku di sini. Anda anak-anak tahu bahwa Baba telah memberikan
petunjuk: “Teruslah mengingat Sang Ayah seumur hidup Anda.” Hanya Sang Ayah
parlokik yang berkata, “Wahai, anak-anak.” Semua anak mendengarkan Beliau. Baba
bukan memberi tahu Anda saja, melainkan semua orang: “Anak-anak, teruslah
mengingat Sang Ayah agar dosa-dosa Anda selama banyak kelahiran, yaitu karat
yang telah terkumpul dalam diri Anda, bisa sepenuhnya terhapus, dan Anda,
jiwa-jiwa, bisa menjadi satopradhan.” Anda, jiwa-jiwa, pada awalnya satopradhan;
kemudian, seiring memainkan peran-peran Anda, Anda menjadi tamopradhan. Tak
seorang pun, kecuali Sang Ayah, mampu menyampaikan perkataan luhur ini. Seorang
ayah lokik mungkin memiliki dua sampai empat anak. Dia pasti memberi tahu mereka
untuk merapalkan nama Rama atau melantunkan nama Rama, Sang Penyuci, suami Sita,
atau mengajari mereka untuk mengingat Shri Krishna. Dia tidak mungkin berkata,
“Wahai, anak-anak, sekarang, ingatlah saya, ayah kalian.” Bagaimanapun juga,
ayah mereka selalu ada di rumah, jadi mereka tidak perlu mengingat dia. Sang
Ayah yang tak terbatas mengatakan ini kepada jiwa-jiwa berbadan. Jiwa-jiwalah
yang duduk di hadapan Baba. Ayah Anda, jiwa-jiwa, hanya datang satu kali setiap
5000 tahun, yaitu ketika Anda, jiwa-jiwa, bertemu dengan Sang Jiwa Yang Maha
Tinggi. Beliau berkata, “Saya datang dan mengajarkan pelajaran ini kepada Anda
setiap siklus. Anak-anak, Anda telah mengingat Saya: ‘Wahai, Sang Penyuci,
datanglah!’ Saya benar-benar datang. Jika tidak, untuk berapa lama Anda akan
terus mengingat Saya? Pasti ada batasnya.” Manusia tidak mengetahui batas zaman
besi, yaitu saat ketika zaman besi berakhir. Sang Ayah juga harus memberitahukan
ini kepada Anda. Tak seorang pun, kecuali Sang Ayah, bisa berkata, “Wahai,
anak-anak, ingatlah Saya!” Hal yang utama adalah ingatan. Mengingat siklus
penciptaan bukanlah hal besar. Anda hanya memerlukan upaya untuk mengingat Sang
Ayah. Beliau berkata, “Selama setengah siklus, ada jalan pemujaan dan selama
setengah siklus, ada jalan pengetahuan.” Pengetahuan adalah imbalan yang Anda
terima selama setengah siklus, kemudian Anda menerima imbalan pemujaan selama
setengah siklus. Ini adalah imbalan kebahagiaan, sedangkan itu adalah imbalan
penderitaan. Sandiwara tentang kebahagiaan dan penderitaan telah tercipta. Ada
kebahagiaan di dunia baru dan penderitaan di dunia lama. Manusia tidak
mengetahui apa pun tentang hal-hal ini. Mereka hanya berkata, “Hapuslah
penderitaan kami dan berilah kami kebahagiaan!” Kerajaan Rahwana berlangsung
selama setengah siklus. Tak seorang pun dari mereka mengetahui bahwa tidak ada
orang yang bisa menghapus penderitaan Anda, kecuali Sang Ayah. Para dokter
menyembuhkan penyakit badan, tetapi itu bersifat sementara. Ini bersifat
permanen untuk setengah siklus. Dunia baru disebut surga. Semua orang pasti
bahagia di sana. Ke mana perginya semua jiwa yang lain? Tak seorang pun mampu
memikirkan hal-hal ini. Anda tahu bahwa studi ini adalah hal baru dan bahwa Yang
Esa, yang mengajar Anda, juga baru. Tuhan berkata, “Saya menjadikan Anda raja
diraja.” Sesungguhnya, di zaman emas hanya terdapat satu dharma, jadi semua
agama yang lain pasti sudah berakhir. Anda sekarang tahu, apa yang dimaksud
dengan dunia baru, apa yang dimaksud dengan dunia lama, dan siapa yang tinggal
di zaman emas. Di zaman emas, terdapat kerajaan dari satu-satunya dharma
devi-devta yang asli dan abadi. Ini hanyalah persoalan kemarin. Ini kisah 5000
tahun. Sang Ayah memberi tahu Anda bahwa dahulu, 5000 tahun yang lalu, ada
kerajaan devi-devta di Bharata. Dengan mengalami 84 kelahiran, mereka sekarang
telah menjadi tidak suci. Inilah sebabnya, mereka memanggil-manggil, “Datanglah
dan sucikanlah kami.” Semua jiwa yang suci tinggal di sana, di alam jiwa.
Kemudian, mereka turun untuk memainkan peran mereka; jadi, mereka melalui
tahapan sato, rajo, dan tamo. Mereka yang satopradhan disebut tanpa sifat buruk.
Mereka yang tamopradhan menyebut diri sendiri penuh sifat buruk. Mereka yakin
bahwa devi-devta dahulu tanpa sifat buruk, sedangkan mereka penuh sifat buruk.
Inilah sebabnya, Sang Ayah berkata, “Pengetahuan ini melekat dengan cepat dalam
intelek para pemuja devi-devta, karena mereka berasal dari dharma devi-devta.”
Anda sekarang tahu bahwa Anda dahulu layak dipuja, kemudian Anda menjadi pemuja.
Orang-orang Kristen memuja Kristus karena mereka berasal dari agama itu. Anda
adalah pemuja devi-devta, jadi itu berarti bahwa Anda berasal dari dharma ini.
Devi-devta dahulu tanpa sifat buruk dan sekarang telah menjadi penuh sifat buruk.
Ada begitu banyak penyerangan akibat sifat buruk nafsu birahi. Sang Ayah berkata,
“Dengan mengingat Saya, dosa-dosa Anda akan terhapus dan Anda akan senantiasa
bahagia.” Di sini, ada penderitaan terus-menerus dan kebahagiaan sementara. Di
sana, sekalipun terdapat perbedaan dalam status masing-masing orang, semua
selalu bahagia. Ada kerajaan kebahagiaan dan juga ada kerajaan penderitaan.
Ketika Sang Ayah datang, kerajaan dari raja-raja penuh sifat buruk berakhir,
karena imbalan dari masa kini berakhir. Anda anak-anak sekarang tahu bahwa Anda
harus mengikuti shrimat Sang Ayah. Sang Ayah berkata, “Sebagaimana Saya adalah
Sang Samudra Kedamaian dan Sang Samudra Cinta Kasih, maka Saya menjadikan Anda
sama.” Pujian ini hanya milik Sang Ayah Yang Esa; ini bukan pujian manusia mana
pun. Anda anak-anak tahu bahwa Sang Ayah adalah Sang Samudra Kesucian. Ketika
kita, jiwa-jiwa, tinggal di hunian tertinggi, kita suci. Hanya Anda, anak-anak,
yang memiliki pengetahuan Ketuhanan ini. Tidak ada orang lain yang bisa
memilikinya. Sebagaimana Tuhan adalah Sang Samudra Pengetahuan dan Yang Esa,
yang memberi Anda warisan surga, Beliau pasti harus menjadikan anak-anak Beliau
setara dengan diri Beliau. Sebelumnya, Anda tidak memiliki pengenalan akan Sang
Ayah. Anda sekarang tahu bahwa Tuhan, yang pujian Beliau sedemikian luhur,
sedang menjadikan kita sama luhurnya dengan Beliau, jadi Anda harus menjadikan
diri Anda seluhur itu. Beberapa orang berkata, “Orang ini memiliki kebajikan
ilahi yang sangat bagus; dia bagaikan dewa.” Seseorang yang memiliki sifat yang
damai dan tidak pernah menghina atau menjelekkan orang lain, disebut orang baik.
Akan tetapi, dia tidak mengenal Sang Ayah maupun siklus dunia. Sang Ayah
sekarang datang dan menjadikan Anda master daratan keabadian. Tak seorang pun,
kecuali Sang Ayah, bisa menjadikan Anda master dunia baru. Ini adalah dunia
lama, sedangkan itu adalah dunia baru. Di sana, ada kerajaan devi-devta.
Kerajaan itu tidak ada di zaman besi, tetapi semua kerajaan yang lain ada.
Sekarang, semua kerajaan yang tak terhitung jumlahnya itu akan dihancurkan dan
satu kerajaan didirikan. Hanya ketika kerajaan itu tidak ada lagi, barulah Sang
Ayah datang dan mendirikannya. Tak seorang pun, kecuali Sang Ayah, mampu
melakukan ini. Anda anak-anak harus begitu mengasihi Sang Ayah; Anda pasti
melakukan apa pun yang Sang Ayah beri tahukan kepada Anda untuk dilakukan.
Pertama-tama, Sang Ayah berkata, “Ingatlah Saya dan lakukanlah pelayanan dengan
menunjukkan jalan ini kepada orang lain.” Mereka yang berasal dari dharma
devi-devta pasti akan terpengaruh oleh ini. Kita hanya memuji Sang Ayah Yang Esa.
Beliau memiliki kebajikan ilahi, jadi hanya Beliaulah yang datang untuk
menjadikan kita berkebajikan ilahi. Sang Ayah berkata, “Anak-anak, jadilah
sangat manis! Duduklah dan beri tahulah orang lain dengan cinta kasih, bahwa
Tuhan berkata, ‘Ingatlah Saya saja, maka Saya akan menjadikan Anda master surga.’”
Anda sekarang harus pulang ke rumah. Penghancuran besar atas dunia lama sudah di
ambang pintu. Dahulu juga demikian, ketika Tuhan mengajarkan Raja Yoga, Perang
Besar Mahabharata terjadi. Sekarang, ada agama-agama yang tak terhitung
jumlahnya. Di zaman emas, hanya ada satu dharma, yang sekarang telah hilang.
Pada saat ini, Sang Ayah datang untuk mendirikan satu dharma itu dan mengakhiri
agama-agama yang tak terhitung jumlahnya. Sang Ayah menjelaskan, “Saya
menciptakan api persembahan ini, dan untuk membawa Anda ke daratan keabadian,
Saya memberi tahu Anda kisah tentang keabadian. Jika Anda ingin pergi ke daratan
keabadian, daratan kematian pasti harus dihancurkan.” Sang Ayah adalah Sang
Pencipta dunia baru. Jadi, Beliau pasti harus datang kemari. Kobaran api
penghancuran sudah di depan mata. Orang-orang kemudian akan percaya bahwa Anda
mengatakan kebenaran dan bahwa inilah Perang Mahabharata itu. Perang itu sangat
terkenal, jadi Tuhan pasti ada di sini pada saat ini. Anda juga bisa memberi
tahu mereka, bagaimana Tuhan datang. Anda bisa memberi tahu semua orang bahwa
Tuhan berbicara kepada Anda secara langsung. Beliau berkata, “Ingatlah Saya!” Di
zaman emas, semua jiwa satopradhan, sedangkan sekarang, mereka semua tamopradhan.
Sekarang, jadilah satopradhan kembali, agar Anda bisa memasuki mukti dan jeevan
mukti. Sang Ayah berkata, “Hanya dengan mengingat Saya saja, Anda bisa menjadi
satopradhan serta menjadi master dunia yang satopradhan.” Kita adalah
pemandu-pemandu spiritual dalam perziarahan “Manmanabhawa”. Sang Ayah datang dan
mendirikan dharma Brahmana, dharma dinasti surya, dan dinasti chandra. Sang Ayah
berkata, “Jika Anda tidak mengingat Saya, beban dosa dari banyak kelahiran tidak
bisa terhapus. Inilah kepedulian terbesar Anda. Wahai, kekasih-kekasih Saya,
selagi melakukan perbuatan dan menjalankan bisnis Anda, ingatlah Saya, Sang
Kekasih Anda!” Anda masing-masing harus menjaga diri sepenuhnya. Ingatlah Sang
Ayah! Jangan melakukan apa pun yang berdosa. Teruslah menyampaikan pesan Sang
Ayah ke semua rumah dan beri tahulah mereka bahwa Bharata dahulu adalah surga
dan merupakan kerajaan Lakshmi dan Narayana. Sekarang, ini adalah neraka. Inilah
Perang Mahabharata, untuk menghancurkan neraka. Sekarang, jadilah berkesadaran
jiwa! Perintah Sang Ayah adalah: “Entah Anda menerimanya atau tidak, Saya telah
datang untuk menyampaikan pesan kepada Anda.” Perintah Sang Ayah adalah:
“Sampaikanlah pesan Sang Ayah kepada semua orang.” Beberapa anak bertanya kepada
Baba, pelayanan Anda yang harus mereka lakukan. Baba berkata, “Teruslah
menyampaikan pesan.” Ingatlah Sang Ayah dan kerajaan Anda, maka pikiran terakhir
Anda akan menuntun Anda menuju destinasi Anda. Pergilah ke kuil-kuil dan
berbagai Gita pathshala. Seiring perkembangan Anda, Anda akan bertemu dengan
banyak orang. Anda harus mengangkat mereka yang berasal dari dharma devi-devta.
Sang Ayah menjelaskan, “Jadilah sangat manis! Jika perilaku Anda buruk, status
Anda akan hancur. Jangan menyebabkan siapa pun sengsara.” Hanya tersisa sangat
sedikit waktu. Ingatlah Sang Ayah yang terkasih, yang memberi Anda kerajaan
surga. Jika ada di antara Anda yang tidak mampu menyampaikan pengetahuan,
duduklah saja di depan gambar tangga dan berpikirlah, “Kita mengalami kelahiran
demi kelahiran dengan cara ini dan beginilah siklus terus berputar.” Anda
kemudian akan mampu berbicara secara alami. Apa pun yang Anda pikirkan dalam
hati, itu pasti terucap dalam perkataan. Kita akan menjadi suci dengan mengingat
Sang Ayah, kemudian kita akan memerintah di dunia baru. Sekarang adalah tahapan
menaik kita. Anda harus merasakan kebahagiaan ini dalam hati. Kita akan pergi ke
hunian mukti, kemudian ke daratan jeevan mukti. Pendapatan ini sangat besar.
Anda boleh menjalankan bisnis Anda dan sebagainya, tetapi biarlah intelek Anda
hanya mengingat Sang Ayah. Kebiasaan mengingat Baba harus ditanamkan. Jadilah
pemutar chakra kesadaran diri. Jika perilaku Anda buruk, Anda tidak akan mampu
meresapkan pengetahuan dan tidak akan bisa menjelaskannya kepada siapa pun.
Berupayalah untuk terus maju. Jangan tertinggal di belakang. Dengan melakukan
pelayanan di berbagai pameran, Anda akan merasakan kebahagiaan besar. Cukup
sampaikanlah kepada mereka bahwa Sang Ayah berkata, “Ingatlah Saya. Dengan
mengingat sosok-sosok berbadan, Anda mengakumulasi dosa. Sayalah Yang Esa, yang
memberikan warisan kepada Anda. Sayalah Sang Ayah dari semua jiwa. Saya datang
untuk membawa Anda menuju mukti dan jeevan mukti.” Anda harus sangat berminat
melakukan pelayanan dalam berbagai pameran dan perkumpulan. Berilah perhatian
terhadap pelayanan. Anda anak-anak harus memikirkan tentang hal-hal ini sendiri.
Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Milikilah
cinta kasih total bagi Sang Ayah Yang Esa. Tunjukkanlah jalan yang benar kepada
semua orang. Selagi menjalankan bisnis Anda, jagalah diri Anda sepenuhnya.
Teruslah mengingat Yang Esa.
2. Milikilah minat
yang besar untuk melakukan pelayanan. Perbaruilah perilaku Anda dan jadilah
pemutar chakra kesadaran diri.
Berkah:
Semoga Anda
menjadi pelayan yang penuh kekuatan, yang memberikan pengalaman spiritual
melalui upaya tak kenal lelah dan keagungan Anda.
Berikanlah
pengalaman akan kekuatan spiritual kepada semua jiwa yang memiliki hubungan
dengan Anda. Ciptakanlah tahapan fisik maupun halus sedemikian rupa sehingga
jiwa-jiwa yang datang kepada Anda dapat mengalami wujud serta spiritualitas
mereka sendiri. Demi menjalankan pelayanan yang penuh kekuatan seperti itu, Anda—anak-anak
serviceable—harus mampu melampaui segala fluktuasi pikiran, perkataan, dan
perbuatan yang sia-sia, serta menjadi penuh konsentrasi. Ini berarti Anda harus
berjanji untuk senantiasa berada dalam spiritualitas Anda. Dengan membuat janji
ini, Anda akan mampu mengungkapkan keajaiban Sang Surya Pengetahuan.
Slogan:
Mereka yang
terbang dalam pesawat terbang berkah Sang Ayah dan berkah semua orang adalah
para yogi yang terbang.
Sinyal Avyakt:
Tumbuhkan Semangat untuk Mengangkat Jiwa Lain dan Angkatlah Juga Mereka yang
Telah Menghina serta Mencemarkan Nama Baik Anda
Janganlah tidak
menyukai atau membenci jiwa-jiwa yang sangat berdosa—yang sering mencemarkan
nama baik dan menghina, atau yang perilakunya seperti burung bangau. Janganlah
bersikap tidak hormat kepada mereka; sebaliknya, stabilkan diri dalam kesadaran
sebagai sosok pemberkah dunia dan tetaplah penuh belas kasih. Dengan belas kasih;
terimalah hubungan tersebut sebagai kesempatan untuk melayani, dan teruslah
melakukan pelayanan. Semakin Anda melayani seseorang yang tampaknya sulit untuk
diperbaiki, semakin layak Anda untuk meraih penghargaan dan dipuji sebagai
pemberkah dunia yang termasyhur. Anda juga akan menerima penghargaan sebagai
pembawa kedamaian.